cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN TRENGGALEK PANDU EKA PRASETYA, RANGGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Hartono, Gatot dan Afifan (2013: 2), pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, atau penelitian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan atau kondisi sarana dan prasarana olahraga penunjang aktifitas pendidikan jasmanin olahraga dan kesehatan SMA Negeri Se-Kabupaten Trenggalek. Sasaran penelitian ini adalah SMA Negeri Se-Kabupaten Trenggalek dengan populasi 9 sekolah. Metode dalam analisa ini menggunakan metode stastitik kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket PDPJOI (Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia). Hasil analisa statistik didapatkan nilai aspek sarana dan prasarana PJOK rata-rata keseluruhan di SMA Negeri Se-Kabupaten Trenggalek adalah 73 dengan kategori ?D? dan persentasenya sebesar 29%. Kata Kunci: Sarana dan Prasarana, PDPJOI Abstrac According to Hartono, Gatot and Afifan (2013: 2), physical education is essentially an educational process that utilizes physical activity to produce a holistic change in the quality of individuals, both in terms of physical, mental, and emotional. Education is a learning of knowledge, skills, and habits of a group of people who are transferred from one generation to the next through teaching, or research. The purpose of this study is to determine the availability or condition of sports facilities and infrastructure supporting the activities of physical education of sports and health SMA Negeri Se-Kabupaten Trenggalek. The target of this research is SMA Negeri Se-Kabupaten Trenggalek with population of 9 schools. The methods in this analysis use quantitative stratic methods. While the data collection process is done by using the PDPJOI questionnaire instrument (Database of Physical Education and Sport Indonesia). The result of statistical analysis showed that the average aspect of facilities and infrastructure of PJOK overall in SMA Negeri in Trenggalek Regency is 73 with "D" category and the percentage is 29%. Keywords:Facilities And Infrastructure, PDPJOI
PERANDINGAN BOLA CELLULOID DENGAN BOLA PLASTIK TERHADAP HASIL PUKULAN FOREHAND DAN BACKHAND TENIS MEJA JAMILATUN NEYSYA, NADHIF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakulikuler merupakan program sekolah, berupa kegiatan siswa di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, optimasi untuk pelajaran terkait menyalurkan bakat dan minat siswa serta lebih memantapkan kepribadian siswa. Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program studi dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Ekstrakulikuler yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ekstrakulikuler Tenis Meja. Tujuan penelitan ini adalah mengetahui perbandingan bola celluloid dengan bola plastik terhadap hasil pukulan forehand dan backhand tenis meja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen semu pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Group Pretest-Posttest Design. Hasil dari penelitian perbandingan bola celluloid dengan bola plastik terhadap hasil pukulan forehand dan backhand tenis meja pada siswa ekstrakurikuler SMAN 1 Gresik pada kelompok kontrol memiliki rata-rata sebesar 8,8000 dengan tingkat signifikansi 0,96.> 0,05 dan peningkatan sebesar 16,05% sedangkan pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata sebesar 8,4000 dengan tingkat signifikansi 0,621> 0,05 dan peningkatan sebesar 14,14%. Berdasarkan pada data yang terkumpul, diolah dan dianalisis sebagaimana telah dijelaskan pada bab IV secara umum, peniliti telah menjawab rumusan masalah yang telah diajukan, demikian pula hipotesis merupakan arah kegiatan peneliti ini telah diuji maka dapat disimpulkan sebagai berikut:Ada perbandingan yang signifikan pada tingkat ketrampilan forehand dan backhand tenis meja pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis meja SMAN 1 Gresik. KATA KUNCI: Tenis meja, Ekstrakulikuler, Perbandingan
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN COLOURS PAPER TERHADAP KETERAMPILAN PUKULAN FOREHAND TENIS MEJA REZA ABDUL ROHMAN, ADITIYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modifikasi permainan colours paper adalah suatu cara dalam mengembangkan materi pengajaran dengan cara lebih mudah, menyenangkan dan menarik untuk diterapkan dalam bentuk aktifitas belajar agar dapat memperlancar siswa dalam belajarnya serta tercapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan media colous paper atau kertas warna pada tenis meja. Pembelajaran menggunakan modifikasi permainan colours paper dapat dilaksanakan dimana saja tidak harus di meja tenis meja. Modifikasi permainan colours paper dapat dirancang dengan berbagai variasi. Bisa menggunakan berbagai macam warna dan sasaran. Dengan menggunakan pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengarahkan pukulan ke berbagai sasaran. Berdasarkan hasil penghitungan pada tabel 4.3, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata pre test sebesar 1,33 dan meningkat dengan rata-rata peningkatan 5,31 menjadi 3,28 pada saat post test. Peningkatan tersebut diuji menggunakan Wilcoxon dan menghasilkan nilai Z sebesar -2,393 dengan signifikansi 0,017 < 0,05. Dapat disimpulkan akhir bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pembelajaran modifikasi permainan colours paper terhadap keterampilan pukulan forehand tenis meja. Kata kunci: Modifikasi Permainan Colours Paper , Forehand, Tenis Meja Abstract Modification of the color paper game is a way of developing teaching material in an easier, fun and interesting way to be applied in the form of learning activities in order to facilitate students in learning and to achieve learning goals by using colous paper or color paper on table tennis. Learning using modifications to the color paper game can be carried out anywhere you dont have to at the table tennis table. Modifications to the color paper game can be designed with various variations. Can use various colors and targets. Using this learning is expected to be able to improve students ability to direct blows to various targets. Based on the results of calculations in table 4.3, it can be explained that the average pre test value is 1.33 and increases with an average increase of 5.31 to 3.28 during the post test. The increase was tested using Wilcoxon and resulted in a Z value of -2,393 with a significance of 0.017 <0.05. It can be concluded at the end that there is a significant influence on the learning modification of the color paper game on table tennis forehand skills. Keywords: Modifications Games Colors Paper, Forehand, Table Tennis
PERSEPSI KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS TERHADAP KINERJA GURU PJOK (STUDI PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KOTA BLITAR TAHUN AJARAN 2017/2018) JUJUN PUJO SAKTI, BOING
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepala sekolah dan pengawas mempunyai peran penting dalam mengatur suatu lembaga pendidikan, khususnya kinerja guru dan staf pendidik di dalam lembaga pendidikan agar tercapainya visi dan misi lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji persepsi kepala sekolah dan pengawas sekolah terhadap kinerja guru PJOK SMPN se-Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, desain penelitian one shot case study, dengan subyek penelitian 8 kepala sekolah dan 1 pengawas SMPN se-Kota Blitar. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dan angket kadar keguruan guru PJOK, serta teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja guru PJOK SMPN se-Kota Blitar memberikan kategori ?sangat baik? menurut persepsi kepala sekolah dan menurut persepsi pengawas sekolah mendapatkan kategori ?baik.? Hasil pengukuran kadar keguruan dari 8 guru pengampu mata pelajaran PJOK SMPN se-Kota Blitar rata-rata mendapatkan kategori ?baik.? Berdasarkan hasil penelitian dan hasil kadar keguruan guru PJOK, dapat disimpulkan bahwa kategori kinerja guru PJOK SMPN se-Kota Blitar berkadar keguruan dan berkinerja minimal mendapatkan kategori ?baik.? Kata kunci : Kepala Sekolah, Pengawas, Kinerja Guru PJOK Abstract School principals and school supervisors have important roles to regulate the educational institutions, especially teachers and other staffs performance to achieve the vision and mission of the institution. This study aims to find out and assess the perceptions of school principals and school supervisors towards sport, recreational, and physical education teachers? performance of all state junior high schools in Blitar. The research method was descriptive quantitative using one shot case study with 8 State junior high school principals and 1 school supervisor in Blitar as research subjects. The instruments were closed questionnaires and teacher level questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics. The result of the study showed that based on the perception of school principals? perceptions, the performance of sport, recreational, and physical teacher of all junior high schools in Blitar fell into ?very good? category. Meanwhile, based on the perceptions of school supervisor?s perception, it fell into ?good? category. Based on the result of the study, it was concluded that the performance of sport, recreational, and physical teachers of all junior high school reached ?good? category in terms of their competence as teachers. Keywords: School principals, school supervisors, and physical education teachers.
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN CONTROL DENGAN KAKI BAGIAN DALAM SEPAKBOLA MUHIB ROMDLONI / M. MUHIB ROMDLONI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small sided games merupakan salah bentuk permainan yang mirip dengan sepak bola, yang membedakan bisa dilihat dari ukuran lapangan serta aturan permainan tentunya. Permainan sepak bola memiliki aturan yang baku sedangkan permainan small sided games tidak memiliki aturan yang baku dan tentunya harus telah disepakati dulu oleh tim yang berlaku. Small sided games versi permainannya ada berbagai macam tergantung tim ingin menggunakan versi yang mana tentunya, karena lapangan berukuran kecil tentu harus memiliki daya konsetrasi yang tinggi. Tujuan dari permainan ini meningkatkan akurasi umpan maupun penerimaan bola serta pengambilan keputusan, yang nantinya tentu dapat diterapkan pada sepak bola sesungguhnya. Dari hasil pengolahan data pada kelompok eksperimen diperoleh peningkatan hasil belajar penerapan small sided games dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek pengetahuan untuk passing sebesar 13,6% dan control sebesar 22,4%, aspek keterampilan untuk passing sebesar 23,3% dan control sebesar 14,1%. Sedangkan untuk hasil perhitungan pada kelompok kontrol diperoleh peningkatan hasil belajar penerapan small sided games dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek pengetahuan untuk passing sebesar 3,5% dan control sebesar 10,3%, aspek keterampilan untuk passing sebesar 17,5% dan control sebesar 11,5%. Dapat diketahui dari variabel passing maupun control kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih besar dari kelompok kontrol baik dari ranah pengetahuan maupun keterampilan sehingga terdapat pengaruh dari penerapan small sided games terhadap hasil belajar passing dan control dengan kaki bagian dalam sepak bola. Abstract Small sided game is a form of game that is similar than football, but the difference can be seen from the size of the field and the rules of the game. Football games have standard rules while small sided games do not but rules are made which certainly must be agreed upon by the teams playing. The version of the small sided games is vary depending on what version the team want to use, because using small-sized field certainly need high concentration. The purpose of this game is to increase the accuracy of passing and receiving as well as decision making, which will certainly be applicable in real football game. The results of data processing in the experimental group showed an increasement in learning outcomes after the implementation of small sided games. It is proved by the calculation of the percentage of influence, i.e. in the experimental group, aspects of knowledge for passing is 13.6% and control is 22.4%, while aspects of skills for passing are 23.3% and controls are 14.1%. As for the results of calculations in the control group, there was an increasement in learning outcomes after the implementation of small sided games. This is evidenced by the calculation of the percentage of influence, i.e. in the experimental group aspects of knowledge for passing is 3.5% and control is 10.3%,while aspects of skills for passing is 17.5% and control is 11.5%. It can be seen that the passing and control variables of the experimental group experienced a greater increasement from the control group, both knowledge and skills domains. From these data it can be concluded that there is an influence from the implementation of small sided games to the results of passing and control learning by using the inner foot in soccer.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 PROBOLINGGO MAULIDA DZAHABIYYAH, RANA; NURHAYATI, FARIDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam melakukan aktivitas sehari-hari manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan kondisi tubuh yang bugar karena apabila seseorang memiliki tubuh yang bugar suatu pekerjaan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani antara lain status gizi dan aktivitas fisik. Apabila siswa memiliki kebugaran jasmani yang baik maka siswa tersebut akan dapat belajar dengan baik pula karena secara tidak langsung akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi dan kinerja siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMK N 3 Probolinggo. Metode penelitian menggunakan non eksperimen dengan desain korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK N 3 Probolinggo dengan teknik cluster random sampling sebanyak 150 siswa. Pengukuran status gizi dengan menggunakan IMT/U, aktivitas fisik menggunakan angket PAQ-A dan kebugaran jasmani menggunakan tes MFT. Teknik analisis data menggunakan korelasi spearman rho. Hasil analisis korelasi antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan sig 0,157. Sedangkan hasil analisis antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada siswa kelas X SMK N 3 Probolinggo dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan yang dibuktikan dengan hasil analisis regresi logistik sebesar 0,00 dengan besar sumbangan 21,2%. Kata kunci : status gizi, aktivitas fisik, kebugaran jasmani. Abstract In carrying out daily activities of as human being needs a fit body condition because if someone has a fit body a job will get maximum results. Factors that influence physical fitness include nutritional status and physical activity. If students have good physical fitness, students will be able to learn well too, because it will process affect the level of concentration and student performance in learning. The aim of this study was to find out the correlation between nutritional status and physical activity with physical fitness in class X of SMK N 3 Probolinggo. This research method was non-experimental research with correlation research design. The population in this study was class tenth graders of SMK N 3 Probolinggo with a cluster random sampling technique which consisted of 150 students. Measurement of nutritional status IMT/U, physical activity using PAQ-A questionnaire and physical fitness using the MFT test. The data analysis technique used spearman correlation rho. The result of the correlation analysis between physical activity and physical fitness showed insignificant correlations with sig 0.157. While the result of the analysis between nutritional status and physical activity with physical fitness in class X Probolinggo Vocational High School 3 can be concluded that there is a significant correlation as evidenced by the result of logistic regression analysis of 0.00 with a contribution of 21.2%. Keywords : nutrional status, physical activity, physical fitness.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIDANG MIRING TERHADAP HASIL BELAJAR GULING BELAKANG DAN TINGKAT KECEMASAN (STUDI PADA SISWA KELAS X SMAN 7 SURABAYA) FAUZI ANTONI, MUHAMAD; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan media pembelajaran bidang miring adalah suatu cara dalam mengembangkan materi pelajaran dengan cara lebih mudah dan menarik untuk diterapkan dalam bentuk media pembelajaran yang dimodifikasi agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat tersampaikan dengan baik. Pembelajaran menggunakan media bidang miring yang beralaskan matras yang memadai. Dengan menggunakan media pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dan mengurangi tingkat kecemasan siswa. Berdasarkan hasil perhitungan hasil spss anova one way bahwa nilai rata-rata keterampilan dari kelompok eksperimen saat pretest sebesar 38.67 dan meningkat sebanyak 92.71% menjadi 74.52 pada saat posttest selisih antara pretest dan posttest sebanyak 35.85 Sig 0.000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan karena nilai Sig kurang dari 0.05. Tingkat kecemasan juga menurun 30.99% dari pretest 63 menjadi 43.48 dengan Sig 0.000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan karena nilai Sig kurang dari 0.05. Dapat disimpulkan akhir bahwa ada pengaruh yang signifikan pada kegiatan belajar mengajar yang menggunakan media pembelajaran bidang miring terhadap hasil belajar guling belakang dan tingkat kecemasan pada siswa kelas X di SMAN 7 Surabaya. Kata Kunci: Bidang Miring, Hasil Belajar, Kecemasan. Abstract The utilization of inclined plane learning media is one of the best ways in developing learning materials easier. It can be applied in teaching and learning process. Moreover, by using this media learning and teaching process will be well conveyed. It can also improve the students? ability and reduce students? anxiety. According to the result of this research, the value of the average skills of the experimental group at pretest was 38.67 and increased by 92.71% to 74.52. However, the posttest showed difference between the pre-test and post-test as much as 35.85 Sig 0,000. So it can be concluded there was a significant effect because the Sig value was less than 0.05. The level of anxiety also decreased 30.99% from pretest 63 to 43.48 with Sig 0,000 so it can be concluded there was a significant effect because the sig value was less than 0.05. In conclusion, the researcher concluded that there was significant effect on teaching and learning activities by using inclined plane learning media towards back rolling learning outcomes and anxiety levels in class X students at SMAN 7 Surabaya. Keywords: Leaning Field, Learning Results, Anxiety.
PERBANDINGAN ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI ANTARA MAHASISWA ANGKATAN 2015 DENGAN ANGKATAN 2016 JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FIO UNESA RAHAYU, INTAN; NURHAYATI, FARIDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mahasiswa merupakan remaja dengan kisaran usia antara 18-22 tahun yang merupakan periode rentan gizi, sehingga perlu asupan makan yang mengandung jumlah zat gizi yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Kondisi mahasiswa angkatan 2016 dan 2015 di Jurusan Pendidikan Olahraga FIO Unesa memiliki bentuk tubuh yang beragam. Angkatan 2016 memiliki jadwal kuliah lebih padat, sehingga memerlukan asupan makanan yang memenuhi kebutuhannya. Sedangkan perkuliahan angkatan 2015 hanya fokus di skripsi dan mata kuliah yang mengulang saja, namun asupan makanannya sama seperti angkatan 2016. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan dan mana yang lebih baik asupan gizi dan status gizi antara mahasiswa angkatan 2015 dengan angkatan 2016 Jurusan Pendidikan Olahraga FIO Unesa. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 Jurusan Pendidikan Olahraga masing ? masing sejumlah 30 mahasiswa. Instrument yang digunakan ialah IMT dan formulir food recall 24 jam. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji t dan Mann Whitney Test. Berdasarkan analisis data diperoleh: uji t IMT (status gizi ) diperoleh nilai 0,93, dan nilai tersebut di atas 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Uji t asupan gizi diperoleh nilai 0,004, dan nilai tersebut di bawah 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan. Uji t karbohidrat diperoleh nilai 0,000, dan nilai tersebut di bawah 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan. Uji t lemak diperoleh nilai 0,08, dan nilai tersebut di atas 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari Mann-Whitney Test protein diperoleh nilai r 0,48, dan nilai tersebut di atas 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Jadi terdapat perbedaan asupan gizi dan karbohidrat mahasiswa angkatan 2015 dan 2016. Asupan gizi dan karbohidrat lebih baik angkatan 2015 daripada 2016. Dan tidak terdapat perbedaan status gizi, lemak dan protein pada angkatan 2015 dan 2016, karena mempunyai nilai rata ? rata yang relatif sama. Kata kunci : Mahasiswa, Asupan Gizi, dan Status Gizi Abstract College students are teenagers aged between 18 to 22 years old. It is necessary to ensure their nutrition intake with their activities. It is interesting, because every student level has different activities. This study aims to inquire the difference between junior and senior year student. it is a comparative study by using quantitative approach.. There were 30 junior and 30 senior year students which were selected by purposive sampling methods. The data were collected by Body Mass Index and 24 hours food recall instrument. Furthermore, the data were analyzed by T-test and Mann Whitney Test. Based on statistical analysis obtained, BMI T-test score is 0.93. It means there is no significant difference. Moreover, the nutrition intake score is 0.004. It means there is a significant difference. Carbohydrates nutrient T-test has score 0.000 and it means there is a significant difference. Fat nutrient T-test score is 0.08 it means there is no significant difference. Protein nutrient mann whitney test has 0.48 r value and it means there is no significant difference between junior and senior year college students. It is concluded that there is a significant differences of nutrition intake and carbohydrate nutrient between junior and senior year students and in this case senior year student has better nutrition intake than junior year students. Furthermore, there is no significant differences of nutritional status, fat and protein nutrient between these two college student groups. Keyword(s) : College Students, Nutrition Intake, Nutritional Status
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN WHOLE PRACTICE DENGAN PART PRACTICE TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLA BASKET PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 GEDANGAN AYU WULANDARI, SABILA; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran adalah sebuah cara mengajar yang akan diberikan kepada peserta didik, sehingga pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan dapat menumbuhkan minat belajar. Penyampaian pembelajaran diperlukan metode saat mengajar sehingga penyampaian dapat berjalan efesien karena, pembelajaran yang akan disampaikan adalah gerakan dribble yang penguasaan bola harus dikuasai oleh individu sehingga peneliti membandingkan antara whole practice dengan metode part practice untuk pembelajaran dribble bola basket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan dan seberapa besar pengaruh antara metode pembelajaran whole practice dan part practice terhadap hasil belajar dribble bola basket pada siswa kelas 8 di SMP Negeri 2 Gedangan Sidoarjo yang mengikuti pembelajaran PJOK di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan sebuah data perbandingan antara metode pembelajaran whole practice dan part practice, untuk kelas whole practice tes pengetahuan pre test ? post test memiliki rata-rata 50,42 dan 52,36; memiliki selisih 1,94 dan hasil peningkatan sebesar 3,84% sedangkan untuk keterampilan pre test ? pos test memiliki rata-rata 58,72 dan 60,78; dengan selisih 2,06 dan peningkatan sebesar 3,50%. Kelas part practice memiliki nilai pengetahuan pretest-posttest ­rata-rata 63,14 dan 68,29; selisih 5,15 dan peningkatan sebesar 8,15% untuk nilai test keterampilan pretest-posttest memiliki rata-rata 55,74 dan 63,43 dan memiliki peningkatan sebesar 13,79%, sehingga dari data diatas dapat disimpulkan pemberian metode pembelajaran part practice lebih baik daripada metode pembelajaran whole practice. Kata kunci: Metode pembelajaran, metode pembelajaran keseluruhan, metode pembelajaran bagian. Abstract Learning Method is a technique aimed for teaching students. The purpose of the technique is to develop the interest to learn in students and so that the learning process is achieved well. In learning delivery, the method of teaching is required in order to make the delivery efficient. The comparison of whole practice and part practice method has done because the learning that will be showcased is dribbling movements which should be mastered per individual along with its ball possession mastery. The aim of this study are to understand the difference and how big the influence is between whole practice and part practice learning method on the result of Basketball dribbling practice conducted by SMP Negeri 2 Gedangan Class VIII students. Based on the result of the study, data comparison between whole practice and part practice learning method is achieved, with whole practice group possessing an average of 50,42 and 52,36 in pre test- post test knowledge tests (difference of 1,94 and improvement as much as 3,84% in points) while having pretest-posttest skills in an average of 58,72 and 60,78 (difference of 2,06 and improvement as much as 3,50% in points). On the other hand, part practice group possesses pre test ?post test knowledge tests value in an average of 63,14 and 68,29 (difference of 5,15 and improvement as much as 8,15% in points) while the pre test ? post test skill tests score is averaging at 55,74 and 63,43 (improvement as much as 13,79% in points). From the data above, it is concluded that part practice learning method is better than whole practice learning method. Keywords: Learning of methods, whole practice, part practice.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK DISABILITAS RUNGU MELALUI PERMAINAN SIRKUIT LISTIONO PUTRI, YOLAVI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kemampuan motorik adalah kemampuan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi. Kemampuan motorik dibagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Anak-anak memiliki hubungan yang kuat dengan kemapuan motorik, salah satunya anak disabilitas rungu. Anak disabilitas rungu adalah anak yang kesulitan mendengar. Permainan sirkuit sendiri adalah permainan yang terdiri dari beberapa stasiun dan setiap stasiun memiliki tugas gerak yang berbeda. Permainan sirkuit salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik anak, terutama anak disabilitas rungu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak disabilitas rungu melalui permainan sirkuit pada siswa SDLB-B Karya Mulia 2 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one group pre test-post test design, dan kelas IV, V, VI sebagai sampelnya. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, yaitu pre-test, treatment dan post-test. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji-t, taraf signifikan 0.05 dengan nilai t test 4.53 > t tabel 2.83, yang menunjukkan hipotesis alternative diterima. Berdasarkan hasil analisa statistik dari peningkatan keterampilan motorik kasar pada anak disabilitas rungu melalui permainan sirkuit, dapat dibuktikan dengan rata-rata pre-test 11.07 dan pada saat post-test menjadi 12.79 sehingga ada selisih 1.73 pada rata-rata nilai siswa dengan peningkatan hasil tes sebesar 18.52%. Dengan demikian melalui permianan sirkuit dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan motorik kasar pada siswa disabilitas rungu. Kata Kunci: Keterampilan Motorik, Anak Tunarungu, Permainan Sirkuit. ABSTRACT Motor skill is an ability to control physical movement through the activities of nerve center, nerve and coordinated muscle. Motor skill is divided into two groups, namely gross motor skills and fine motor skills. Children need to developt their gross motor skills properly, including deaf disabled children. Those children have difficulty in hearing. Circuit game is a game which consists of several stations. Each station has a spisific motion task. Circuit games is an effective way to improve students motor skills, especially students with special needs, in this case is the deaf. The purpose of this study is to improve the gross motoric skills of deaf children through circuit games for students of Karya Mulia 2 special elementary school of Surabaya. This is an experimental research using a one group pre-post test design, while class IV, V, VI become the sample. The data collection in this study has been conducted for about 4 meetings; pre-test, treatment and post-test. This was evidenced by using the t-test, a significance level of 0.05 with a t test value of 4.53 > t table 2.83, which indicates an alternative hypothesis is accepted. Based on the results of statistical analysis, The improvement in gross motor skills in deaf children through circuit games can be proven with the pre-test average of 11.07 points and 12.79 points in the post-test. So on average, there is 1.73 difference points of student scores with an increase in test results of 18.52%. In conclusion, Circuit training can be used to improve the ability of gross motor skills in deaf students. Keywords: Motor Skill, Deaf Children, Circuit Game.

Page 88 of 109 | Total Record : 1082