cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBEDAAN PERILAKU DISPLIN DALAM PEMBELAJARAN PJOK ANTARA SISWA AKTIF EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DAN TIDAK PADA SISWA KELAS XI SMA HANG TUAH 2 SIDOARJO DIAGUSTA AKBAR, SUNU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler pramuka ialah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran, yang ditujukan menambah pengetahuan dan pembelajaran yang belum didapat dipelajaran umum di sekolah. Nilai ? nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka salah satunya nilai disiplin, yang akan tertanam pada diri siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Maka akan berpengaruh pula terhadap perilaku disiplin siswa di kegiatan sekolah lainnya, terutama pada pembelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak siswa kelas XI SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Serta untuk mengetahui manakah perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK yang lebih tinggi. Sampel peneltian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo sejumlah 38 siswa, yang terdiri dari 14 siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan 24 siwa tidak aktif ekstrakurikuler pramuka. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen angket perlaku displin dalam pembelajaran PJOK, serta analisis menggunakan uji t. Ada perbedaan perilaku disiplin siswa dalam pembelajaran PJOK antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak pada siswa kelas XI SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Dibuktikan dengan hasil uji t didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,038 < 0,05, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil nilai rata ? rata skor yang diperoleh antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak aktif ekstrakurikuler pramuka memiliki selisih rata ? rata 8,03. Untuk perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK yang lebih tinggi yaitu siswa aktif kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Dibuktikan dari hasil persentase perilaku disiplin pembelajaran PJOK siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dengan persentase 64.3% memilki tingkat perilaku disiplin tinggi, kemudian 35.7% memiliki tingkat perilaku disiplin sedang, dan tidak ada siswa yang memiliki tingkat prilaku rendah. Kata Kunci: Perilaku disiplin, ekstrakurikuler pramuka. Abstract Scout extracurricular activities are activities carried out outside of main school activities, which are intended to increase knowledge and learning that have not been obtained in general lessons at school. The values instilled in scout extracurricular activities one of it is discipline values, which will be embedded in students who are active in scout extracurricular activities. Then it will also persuade the discipline behavior of students in other school activities, especially in PJOK learning. This study aims to determine whether there are differences in disciplinary behavior in PJOK learning between students who active in scout extracurricular and students who inactive in scout extracurricular of XI class in SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, and to find out which discipline behavior in learning PJOK higher. The sample of this study were students of XI calss IPA 7 with 38 students, consisting of 14 active scout extracurricular students and 24 inactive scout extracurricular students. The method of data collection used a discipline behavior questionnaire instrument in PJOK learning, and analysis used the t test. There are differences in students disciplinary behavior in PJOK learning between active scout extracurricular students and inactive students of XI class in SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. It is proven by the results of the t test obtained a significance value of 0.038 <0.05, it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. The results of the average score obtained between active scout students and non-active scout extracurricular students have an average difference of 8.03. For discipline behavior in higher PJOK learning, that students who active in scout extracurricular activities. It is evident from the results of the percentage of PJOK learning discipline behavior of scout active extracurricular students with a percentage of 64.3% having a high level of discipline behavior, then 35.7% having moderate disciplinary behavior levels, and no students having low behavioral levels. Keyword : Discipline behavior, scout extracurricular
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN MOTIVASI SISWI MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA FONI DESI NOVITASARI, VIVI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small Sided Games didesain dalam bentuk model pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada situasi Small Sided Games dapat diterapkan dalam pembelajaran PJOK khusunya materi sepakbola. Dalam artian lain Small Sided Games merupakan penerapan materi dalam sepak bola yang disederhanakan. Penerapan Small Sided Games dalam materi sepak bola dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, seperti lapangan yang tidak harus sesuai dengan lapangan yang standar dan peraturan permainan juga dibuat menyesuaikan keadaan yang ada. Berbagai macam jenis permainan dalam Small Sided Games yang dapat diterapkan dalam materi sepak bola, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sepakbola terlebih pada siswi yang cenderung takut dengan bola. Dari distribusi data pretest kelompok eksperimen dalam ranah pengetahuan memiliki rata-rata 38,33 meningkat menjadi 83,33, dalam ranah keterampilan 33,33 meningkat menjadi 76,23 dan motivasi 137,83 meningkat menjadi 143,66. Sedangkan untuk kelompok kontrol distribusi data pretest dalam ranah pengetahuan memiliki rata-rata 38,50 meningkat menjadi 40,00, dalam ranah keterampilan 20,68 meningkat menjadi 24,72 dan motivasi 128,40 meningkat menjadi 133,35. Berdasarkan uji hipotesis maka pada hasil belajar penerapan Small Sided Games dalam ranah pengetahuan memiliki nilai sig 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar dan penerapan Small Sided Games kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian.Pada Motivasi siswi memiliki nilai sig 0,042 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dan penerapan Small Sided Games kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian. Dari hasil perhitungan diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar passing dalam ranah pengetahuan sebesar 117,4% dalam ranah keterampilan sebesar 128,7% dan dalam ranah motivasi sebesar 4,2%. berdasarkan hasil analsis pengujian data dapat disimpulkan bahwa penerapan Small Sided Games dalam kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak diberikan treatmet dengan penerapan Small Sided Games . Kata kunci: Small Sided Games , Sepakbola, PassingAbstract Small Sided Games can be applied in PJOK learning especially football material. In other words Small Sided Games are the application of material in simplified football. The application of Small Sided Games in football material can utilize the facilities and infrastructure owned by the school, such as the field that does not have to be in accordance with the original field and the rules of the game are also made to adjust the existing situation. Various types of games in Small Sided Games that can be applied in soccer material, so that it can provide fun learning for students so that students are motivated to take part in football learning, especially for students who tend to be afraid of the ball. Passing if applying Small Sided Games will provide more opportunities for students to come into contact with the ball so that they can improve their skills and knowledge.From the distribution of pretest data in the experimental group in the realm of knowledge had an average of 38.33 increasing to 83.33, in the realm of skills 33.33 increased to 76.23 and motivation 137.83 increased to 143.66. Whereas for the control group the distribution of pretest data in the realm of knowledge had an average of 38,50 increasing to 40,00, in the realm of skills 20,68 increased to 24,72 and motivation 128,40 increased to 133,35. To find out whether there is an effect of applying Small Sided Games to the results of learning passing and motivation to take part in football learning, treatment is given. Based on hypothesis testing, the learning outcomes of the implementation of Small Sided Games in the realm of knowledge have a sig value of 0,000 <0,05, then Ha is accepted and Ho is rejected. Proving that there was a significant effect between learning outcomes and the application of the Small Sided Games experimental group before and after the implementation of the research. In student motivation the sig value was 0.042 <0.05, then Haaccepted and Ho rejected. Proving that there was a significant influence between motivation and application of the experimental Small Sided Games group before and after the implementation of the study.From the calculation results obtained an increase in the application of Small Sided Games to the results of learning passing in the realm of knowledge as much as, in the realm of skills as big as and in the realm of motivation. Based on the analysis of data testing, it can be concluded that the application of Small Sided Games in the experimental group that has been given treatment has a more significant increase than the control group that is not given treatmet with the application of Small Sided Games . Keywords: Small Sided Games , Football, Passing
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN MOTIVASI SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA AL ADHA NIKMAH, RAHMAWATI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan small sided games dalam penerapan pembelajaran materi sepakbola dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dan sedikit jumlah pemain dari aturan sepakbola yang sebenarnya, diharapkan dapat meningkatkan situasi peserta didik untuk melakukan aktif bergerak, dapat bermain dengan antusias tinggi, dan merasa senang mendapatkan kesempatan lebih banyak bermain, bersentuhan dengan bola. Sehingga dapat meningatkan keterampilan dan pengetahuan materi passing peserta didik dalam melakukan teknik dasar passing dengan menggunakan kecepatan reaksi dan ketepatan perkenaan bola pada saat menerima dan memberi bola dalam memberikan umpan kepada rekan dalam satu tim, serta dapat meningkatkan motivasi siswa mengikuti pembelajaran sepakbola dengan diberikan. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari hasil belajar passing sepakbola dan motivasi siswa yang diberikan perlakuan small sided games, diperoleh hasil distribusi data pada kelompok eksperimen ranah pengetahuan saat pretest diperoleh rata-rata sebesar 70,02 meningkat menjadi 75,23 saat posttest, dengan sig (0,002), ranah keterampilan diperoleh rata-rata sebesar 61,11 meningkat menjadi 78,54 dengan sig (0,000), menggunakan uji non parametrik (Wilcoxson). Sedangkan pada aspek motivasi diperoleh rata-rata sebesar 138,70 meningkat menjadi 158,07 dengan sig (0,000), menggunakan uji parametrik T-test Dependent Sample (Paired Sample Test). Dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa lebih kecil daripada 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan small sided games, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh yang signifikan pada hasil belajar passing sepakbola dan motivasi siswa antara kelompok eksperimen yang diberi perlakuan small sided games dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan, uji beda pengaruh yang dilakukan dengan menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney Test. Kriteria pengujiannya adalah jika p value < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, sedangkan jika p value > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil uji beda pengaruh pada hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol ranah pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p value (0.006), ranah keterampilan nilai p value (0,000), dan motivasi nilai p value (0,000) dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa lebih kecil daripada 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kontrol, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil penghitungan diperoleh peningkatan hasil belajar penerapan model small sided games pada kelompok eksperimen ranah pengetahuan sebesar 7,40%, keterampilan sebesar 28,50%, dan dalam ranah motivasi sebesar 14,4%. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penerapan small sided games pada kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol. Kata Kunci: Small Sided Games, Sepakbola, Passing. Abstract Application of Small Sided Games in the football learning designed with smaller field size and few players from the actual football rule, is expected to improve students to more active, be able to play with high enthusiasm, and enjoy to get more learning opportunities to touch the ball. So that it can enhance the knowledge and skill of passing technique using speed reaction and ball accuracy when they receive and give the ball in a team. If will able to increase student the motivation to take part in football learning by giving games in the small sided games. Learning outcome of passing and motivation of students given treatment for the small sided games, according the distribution data from the pretest and posttest, score the experimental group known that the average of knowledge score is 70,02 increased to 75,23 with sig (0,002), the skill aspect 61,11 increased to 78,54 sig (0,000), this research with used Non Parametric (Wilcoxson). In the other aspect, that is known of the motivation is 138,70 increased to 158,07 sig (0,000), this research with used Parametric T-Test dependent sample (Paired Sample Test). This research used Non Parametric (Mann-Whitney Test). The result criteria is, if p value < 0,05, means H0 rejected and H1 accepted. According to the learning result from experiment and control group, the knowledge aspect show that p value (0,006), skill (0,000) and motivation (0,006). With significance 0,05, it means smaller than 0,05. It can decide that there is difference effect test significance influence to the experiment and control group, means H0 rejected and H1 accepted. Result of the application Small Sided Games in the experiment group, which the following score are, knowledge 7,40%, skill 28,50%, and motivation 14,4%. Keywords: Small Sided Games, Passing, Football.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE BAGIAN REPETITIF TERHADAP HASIL LAY-UP BOLA BASKET RAMADHAN PRATAMA, RIZKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian penting dari pendidikan secara keseluruhan, yang memiliki tujuan untuk menjaga kebugaran para peserta didik, menambah keterampilan gerak, menumbuhkan sikap sportif, bekerja sama dan masih banyak lagi yang saling berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional. Bola basket merupakan salah satu materi permainan bola besar yang diajarkan dalam mata pelajaran PJOK. Ada beberapa teknik dasar dalam permainan bola basket diantaranya driblle, passing, dan shooting. Ada banyak kendala yang ditemui ketika pembelajaran bola basket pada materi lay-up dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap teknik lay-up. Hal ini disebabkan karena ketika pembelajaran PJOK berlangsung guru tidak menjelaskan langkah demi langkah proses melakukan gerakan lay-up. Metode pembelajaran yang cocok untuk mengatasi kesulitan saat proses pembelajaran teknik dasar yang kompleks dan perlu pemahaman dari setiap bagian seperti gerakan lay-up pada permainan bola basket adalah dengan menggunakan metode bagian repetitif agar peserta didik memahami penjelasan setiap bagian per bagian secara berulang pada saat melakukan pembelajaran teknik dasar lay-up permainan bola basket .tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up permainan bola basket pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo Tahun Ajaran 2018-2019. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up permainan bola basket pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo Tahun Ajaran 2018-2019.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan data yang diperoleh dari kelompok eksperimen sebelum diterapkannya metode bagian repetitif (pre-test) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 16,16 dengan standar deviasi 7,32, varian sebesar 53,67 dan hasil keterampilan lay-up peserta didik kelas IX K SMP Negeri 1 Sidoarjo data yang diperoleh sesudah diterapkannya metode bagian repetitif (post-test) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 22,32 dengan standar deviasi 5,84 varian sebesar 34,15. Hasil perhitungan uji T, thitung ? ttabel (6,07 >1,697) dengan taraf Signifikan 0,05) maka hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up bola basket pada kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo dinyatakan diterima dan presentase pengaruh sebesar 38,12% Kata Kunci: Repetitif, Lay-up, BolaBasketABSTRACTPhysical Education is the important part of education, which has purpose of maintaining students fitness, increase motor skills, grows sportsmanship, teamwork etc. Which is associated with national education goal. Basketball is one of the big ball subtopic on physical education. There are some techniques, they are dribble, passing, shooting. There are many difficulity when practicing lay up caused by low understanding of the techniques. This is because the teacher did not explain the technique part by part. Suitable learning method in this case is part repetitive method to understand every part of the lay up techniques. Because this method allows students to practice and understand every part repeatedly.Research purposes are 1. To know the effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo 2018-2019 school year. 2. To know how much the effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo 2018-2019 school year.Data collected are mean of the pre test shows 16.16 with 7.32 of standard deviation and 53.67 of varian value. And mean of the post test shows 22.32 with 5.84 of standard deviation and 34.15 of varian value. Statistical test using T test shows tcount > ttable (6.07 > 1.697). It is concluded that there is a significant effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo with an effect of 38.12%. Keyword(s): Repetitive, Lay up, Basketball
PENERAPAN METODE PART TERHADAP HASIL DRIBBLE BOLA BASKET SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BASKET DI SMPN 02 KOTA BATU AMIRUDIN AKBAR, NOVAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam kegiatan ekstrakulikuler metode part adalah salah satu komponen yang mempunyai peran penting. Metode part merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bertahap dari keterampilan yan dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-postest design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa putra ekstrakurikuler di SMPN 02 Kota Batu. Cara memperoleh data menggunakan tes dribble dengan 3 kali kesempatan dan akan diambil waktu terbaik dari 3 kali kesempatan tersebut. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Product and Service solution) versi 20, saat pretest didapatkan rata-rata 19,13, nilai minimum 0,00, nilai maksimum 39,00, standar deviasi 15,851, serta varian 251,268. Sedangkan saat posttest didapatkan rata-rata 39,63, nilai minimumnya 8,00, nilai maksimum 58,00, standar deviasi 16,256, serta varian 264,268. Jadi besar pengaruh antara pretest dan posttest sebesar 107%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan metode part kterhadap hasil dribble bola basket, 2) terdapat peningkatan dengan menggunakan metode part. Hal ini terbukti dari perhitungan besar pengaruh metode part pada peningkatan hasil belajar dribble sebesar 107%. Kata Kunci : Metode Part, Dribble, Bola Basket. ABSTRACT Part in extracurricular activities method is one of thr component that have an important role. Part method is form of skills training is done gradually from a learned skill. This type of research is quasi experiment with quantitative descriptive approach. While the design of the study is a one-group pretest-posttest design. The population in this Batu City. How to obtain data using test dribble with 3 times the best time of the occasion. From the analysis using SPSS computer application (Statistical Product and Service Solution) version 20, pretest obtained an mean 19.13, the minimum value of 0.00 , the maximum value of 39.00, Standart deviatyion of 15.851, as well as 251.268 varians. While at posttest obtained an mean 39.63, the minimum value of 8.00, the maximum value of 58.00, standart deviation of 16.256, as well as 264.268 variants. So great influence between pretest and posttest amounted to 107%. The result of this study are as follows 1) any significant influence on the implementation of the method part of the result dribble a basketball, 2) there is an increasing learning outcomes by using part. This proved of major influence calculation part method on improving learning outcomes dribble amounted to 107%. Keywords : Part Method, The results of dribble basketball.
SURVEI PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH PADA SMP DAN SMA SE-KECAMATAN MANTUP YUSUF SUJATMIKO, MOCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan kesehatan lingkungan. Dengan tiga program tersebut diharapkan semua warga sekolah memiliki pengetahuan, sikap, dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP dan SMA se-Kecamatan Mantup. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara akurat dan fakta mengenai populasi atau bidang tertentu. Penelitian ini adalah non eksperimen dengan menggunakan metode survei, yang mana data diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara dengan guru PJOK atau pengurus UKS. Data di ambil dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan UKS SMP, dan SMA. Penelitian ini adalah penelitian populasi maka tidak ada sampel di dalamnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 sekolah, terdiri dari 3 SMP, dan 2 SMA. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan usaha kesehatan sekolah di SMP dan SMA se-kecamatan Mantup menunjukkan hasil untuk program pokok Pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa sekolah yang menempati strata paripurna adalah SMP N 1 Mantup, SMP N 2 Mantup, dan SMP Ma?arif 4 Mantup. Sekolah yang menempati strata optimal yaitu SMA N 1 Mantup, sedangkan sekolah yang menempati strata standar yaitu SMA Wali Songo, untuk program pokok Pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa sekolah yang menempati strata paripurna adalah SMP N 2 Mantup dan SMA N 1 Mantup. Sekolah yang menempati strata optimal yaitu SMP N 1 Mantup dan SMP Ma?arif 4 Mantup, sedangkan sekolah yang menempati strata minimal yaitu SMA Wali Songo, untuk program pokok Lingkungan Sekolah Sehat menunjukkan bahwa sekolah yang menempati strata paripurna adalah SMP N 1 Mantup, SMP N 2 Mantup, SMP Ma?arif 4 Mantup dan SMA N 1 Mantup. Sedangkan sekolah yang menempati strata optimal yaitu SMA Wali Songo. Kata Kunci :Survei, Pelaksanaan Usaha KesehatanSekolah, Trias. ABSTRACT School Healthcare Organization (UKS) is an effort to foster and develop healthy living habits that are conducted in an integrated manner through health education programs, health services, and environmental health coaching. With these three programs, it is expected that all school residents have the knowledge, attitude, and skills to implement the principles of healthy living. The purpose of this research is to know the implementation of School Healthcare Organization (UKS) in junior and senior high school in Sub-district of Mantup. This research uses descriptive research that aims to describe accurately and the facts about the population or specific field. This research is non experiment using survey method, which data obtained by observation and interview with teacher of physical education or management of School Healthcare Organization (UKS) it self. Data were collected using observation sheets of junior high schools and senior high schools. This population study then there is no sample in it. The population in this study amounted to 5 schools, consisting of 3 junior high schools, and 2 high schools. Based on the result of the research, School Health careOrganization (UKS) in junior high school and senior high school of Mantup sub-district shows the result for main progam of healthy education showed that schools occupying strata of plenary are SMP N 1 Mantup, SMP N 2 Mantup and SMP Maarif 4 Mantup. The school that occupies the optimal strata is SMA N 1 Mantup whereas the standart stratum is SMA Wali Songo. The main progam of health services show that schools occupying strata of plenary are SMP Negeri 2 Mantup and SMA Negeri 1 Mantup. The schools that occupy optimal strata are SMP N 1 Mantup and SMP Maarif 4 Mantup while the schools that occupy minimal strata are SMA walisongo, for the main program of the healthy school environment shows that the school occupying strata of plenary are SMP N 1 Mantup, SMP N 2 Mantup, SMP Maarif 4 Mantup and SMA N 1 Mantup while the school that occupy optimal strata is SMA wali songo.Keywords: Survey, Implementation Of School Healthcare Organization, Trias.
PENGARUH SMALL SIDED GAMES TERHADAP MOTIVASI PADA PEMBELAJARAN SEPAKBOLA WAHYU RINALDI, RIO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Small sided games merupakan suatu permainan yang mirip dengan permainan sepakbola pada umumnya, yang membedakan kedua permainan tersebut yaitu ukuran lapangan dan juga peraturan permainanya. Permainan sepakbola sesungguhnya dengan peraturan yang sudah dibuat sedemikian rupa dan tidak bisa diubah-ubah, sedangkan permainan small sided games dimana peraturan permainan ini dapat dirubah sesuai kesepakatan kedua tim yang bermain pada waktu itu. Small sided games adalah suatu permainan sepakbola dari segi kecil yang tidak membutuhkan lapangan yang terlalu lebar dan bisa dimainkan dilapangan tertutup maupun lapangan terbuka, permainan ini juga membutuhkan konsentrasi tinggi karena dalam permainan ini terdapat berbagai macam versi, tergantung kedua tim ingin menggunakan versi yang mana, sehingga dalam permainan ini benar-benar membutuhkan daya pemikiran yang tinggi, apa lagi saat dimainkan dilapangan yang berukuran kecil. Small sided games yaitu menumbuhkan suatu keceriaan bagi pengguna permainan ini, dari kata lain small sided games dapat digunakan saat proses pembelajaran dan melatih peserta didik terus aktif bergerak, tujuan permainan ini juga membutuhkan keakuratan umpan dan kemampuan menghentikan bola yang baik, sehingga pada waktu permainan ini dimainkan pemain dapat merasakan permainan sepakbola sesungguhnya. Dari pengolahan data yang diperoleh terdapat nilai motivasi dengan rata-rata (mean) dari kelompok eksperimen saat melakukan pretest sebesar 142,18 dan mengalami peningkatan sebesar 12,31% menjadi 159,69. Sedangkan dari kelompok kontrol dengan nilai rata-rata (mean) 153,32 dan terjadi penurunan sebesar -1,30% menjadi 151,32. Dapat diketahui dari variabel motivasi terjadi perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol saat pembelajaran small sided games. Kata Kunci: Small Sided Games, Sepakbola, Motivasi. ABSTRACTAbstract Small Small sided games are a game that is similar to football in general, which distinguishes the two games, namely the size of the field and also the rules of the game. real football games with rules that have been made in such a way and cannot be changed, while small sided games where the rules of this game can be changed according to the agreement of the two teams who played at that time. Small sided games are small football games that do not require a field that is too wide and can be played in a closed field or open field, this game also requires high concentration because in this game there are various versions, depending on which team wants to use which version, so that in this game really requires high thinking power, especially when played in a small field. small sided games is to grow a joy for users of this game, in other words small sided games can be used during the learning process and train students to continue to move actively, the purpose of this game also requires the accuracy of bait and the ability to stop the ball is good, so that during this game played players can feel the real soccer game. From the processing of the data obtained there are motivational values with the mean (mean) of the experimental group when performing the pretest of 142.18 and an increase of 12.31% to 159.69. Whereas from the control group with an average value (mean) 153.32 and a decrease of -1.30% to 151.32. It can be seen from the motivational variables that there were significant differences between the experimental group and the control group during small sided games. Keywords: Small Sided Games, Football, Motivasion.
PENGARUH PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DAN MOTIVASI SISWA PUTRI MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA VEREN HASTARI, PINGKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small sided games merupakan permainan dalam sepakbola yang peraturan dan lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dalam mata pelajaran PJOK dan untuk meningkatkan motivasi siswa putri karena sepakbola termasuk dalam materi wajib di PJOK mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah akhir. Small Sided Games merupakan permainan yang didesain khusus untuk sepakbola yang mana di dalamnya siswa dituntut berhadapan dengan situasi yang hampir sama dengan permainan sebenarnya, siswa diharapkan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam dribbling sepakbola karena dribbling merupakan salah satu teknik awal dalam sepakbola.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan small sided games pada pembelajaran sepakbola materi dribbling dan motivasi siswa putri mengikuti pembelajaran sepakbola. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan desain pra eksperimen one group pretest-posttest design.Data yang diperoleh nilai rata-rata pengetahuan saat pretest sebesar 72,23 dan posttest sebesar 91,47 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 19,24 mengalami peningatan sebanyak 26,63%. Ranah keterampilan nilai rata-rata keterampilan saat pretest sebesar 41,47 dan postetest sebesar 47,29 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 5,82 mengalami peningkatan sebanyak meningkat sebanyak 14,03%. Ranah motivasi nilai rata-rata motivasi saat pretest sebesar 148,76 dan saat posttest 152,88 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 4,12 mengalami peningkatan sebanyak 2,76%. Dapat diketahui bahwa dalam variabel hasil belajar maupun motivasi terdapat peningkatan pengaruh dari pretest dan posttest dalam pembelajaran penerapan small sided games. Kata kunci: Small Sided Games , Sepakbola, Dribbling Abstract Small sided games are games in football that the rules and the fields can be adapted from the existing condition. This can be utilized in the learning of PJOK lesson because football is included in the mandatory material in the PJOK, from elementary school to high school. Small Sided Games are games specifically designed for football in which, students are required to face situations similar to actual games, students are expected to make decisions quickly and precisely so that they are expected to be able to improve students skills in football dribbling because dribbling is one of the earliest techniques in football. This study aims to determine the effect of the application of small sided games on football learning on dribbling material and the motivation of female students to take part in soccer learning. The research method used experimental research with a pre-experimental design of one group pretest-posttest design.The data obtained by the average value of knowledge at pretest was 72.23 and the posttest was 91.47 with the difference between the pretest-posttest of 19.24 as much as 26.63%. The skill area of ??the average score of the skills at pretest was 41.47 and postetest was 47.29 with the difference between the pretest-posttest of 5.82 increasing as much as 14.03%. The motivation domain of the average value of pretest motivation is 148.76 and when the posttest 152.88 with the difference between the pretest-posttest of 4.12 has increased by 2.76%. It can be seen that in the variable learning outcomes and motivation there is an increase in the influence of the pretest and posttest in learning the application of small sided games. Keywords: Small Sided Games , Football, Dribbling
PENGARUH PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DAN MOTIVASI SISWA PUTRI MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA VEREN HASTARI, PINGKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small sided games merupakan permainan dalam sepakbola yang peraturan dan lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dalam mata pelajaran PJOK dan untuk meningkatkan motivasi siswa putri karena sepakbola termasuk dalam materi wajib di PJOK mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah akhir. Small Sided Games merupakan permainan yang didesain khusus untuk sepakbola yang mana di dalamnya siswa dituntut berhadapan dengan situasi yang hampir sama dengan permainan sebenarnya, siswa diharapkan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam dribbling sepakbola karena dribbling merupakan salah satu teknik awal dalam sepakbola.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan small sided games pada pembelajaran sepakbola materi dribbling dan motivasi siswa putri mengikuti pembelajaran sepakbola. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan desain pra eksperimen one group pretest-posttest design.Data yang diperoleh nilai rata-rata pengetahuan saat pretest sebesar 72,23 dan posttest sebesar 91,47 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 19,24 mengalami peningatan sebanyak 26,63%. Ranah keterampilan nilai rata-rata keterampilan saat pretest sebesar 41,47 dan postetest sebesar 47,29 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 5,82 mengalami peningkatan sebanyak meningkat sebanyak 14,03%. Ranah motivasi nilai rata-rata motivasi saat pretest sebesar 148,76 dan saat posttest 152,88 dengan selisih antara pretest-posttest sebesar 4,12 mengalami peningkatan sebanyak 2,76%. Dapat diketahui bahwa dalam variabel hasil belajar maupun motivasi terdapat peningkatan pengaruh dari pretest dan posttest dalam pembelajaran penerapan small sided games. Kata kunci: Small Sided Games , Sepakbola, Dribbling Abstract Small sided games are games in football that the rules and the fields can be adapted from the existing condition. This can be utilized in the learning of PJOK lesson because football is included in the mandatory material in the PJOK, from elementary school to high school. Small Sided Games are games specifically designed for football in which, students are required to face situations similar to actual games, students are expected to make decisions quickly and precisely so that they are expected to be able to improve students skills in football dribbling because dribbling is one of the earliest techniques in football. This study aims to determine the effect of the application of small sided games on football learning on dribbling material and the motivation of female students to take part in soccer learning. The research method used experimental research with a pre-experimental design of one group pretest-posttest design.The data obtained by the average value of knowledge at pretest was 72.23 and the posttest was 91.47 with the difference between the pretest-posttest of 19.24 as much as 26.63%. The skill area of ??the average score of the skills at pretest was 41.47 and postetest was 47.29 with the difference between the pretest-posttest of 5.82 increasing as much as 14.03%. The motivation domain of the average value of pretest motivation is 148.76 and when the posttest 152.88 with the difference between the pretest-posttest of 4.12 has increased by 2.76%. It can be seen that in the variable learning outcomes and motivation there is an increase in the influence of the pretest and posttest in learning the application of small sided games. Keywords: Small Sided Games , Football, Dribbling
PENGARUH MEDIA BOLA GANTUNG TERHADAP HASIL BELAJAR PUKULAN LOB FOREHAND BULUTANGKIS YASID BASTOMY, RUDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PJOK merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai dan merupakan bagian penting dari proses perkembangan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan secara menyeluruh, dan juga sebagai sarana untuk mewujudkan pembangunan bangsa melalui prestasi siswa dalam bidang olahraga. Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang dimainkan menggunakan net, raket, dan shuttlecock dengan teknik pemukulan yang bervariasi mulai dari relatif lambat hingga sangat cepat disertai dengan gerakan tipuan.Tujuan penelitian ini adalah 1.) Mengetahui pengaruh media bola gantung terhadap hasil belajar pukulan forehand bulutangkis pada siswa kelas IV SDN Pelem Watu, Menganti, Gresik. 2.) Mengetahui besarnya pengaruh media bola gantung terhadap hasil belajar pukulan forehand bulutangkis pada siswa kelas IV SDN Pelem Watu, Menganti, Gresik. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan eksperimen semu. Disain penelitian diarahkan untuk membandingkan hasil distribusi data pre-test dan post-test dari dua kelompok sampel. (Randomized control group pretest- posttest desingn). penelitian ini instrumen penelitian yang di gunakan ada dua aspek yaitu aspek keterampilan dan aspek pengetahuan. Pada rencana instrument penelitian keterampilan menggunakan tes pukulan lob forehand dan soal-soal tentang pukulan lob forehand. Penilaian pengetahuan di nilai dengan tes tulis, sedangkan penilaian keterampilan dinilai dengan menggunakan penilaian lob forehand.Hasil penelitian dengan sampel SD Negeri Pelemwatu Menganti, Gresik kelas IV yaitu nilai pretest didapat skor rata-rata 35,33 dengan standar devisiasi 13,57 varian 184,16 dengan nilai minimum 21 dan nilai maximum 71, sedangkan nilai postest yaitu mendapat skor rata-rata 45,27 standar devisiasi 15,42 varian sebesar 237,96 dengan nilai minimum 21 dan nilai maximum 79. Peningkatan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Pelemwatu Menganti, Gresik sebesar 28,11%.Abstract PJOK is a medium to encourage physical growth, psychological development, motor skills, knowledge and reasoning, appreciation of values ??and is an important part of the development process of students to achieve educational goals as a whole, and also as a means to realize national development through student achievement in sports field. Badminton is one sport that is played using net, racket, and shuttlecock with a beating technique that varies from relatively slow to very fast by trick movement. The purpose of this study was 1.) To find out the effect of hanging ball media on the learning outcomes of badminton forehand punches on fourth grade students at Pelem Watu Elementary School, Menganti, Gresik. 2.) Knowing the magnitude of the influence of hanging ball media on the learning outcomes of badminton forehand punches on fourth grade students at Pelem Watu Elementary School, Menganti, Gresik. The research method uses experimental research with a quasi-experimental approach. The research design was directed at comparing the results of the pre-test and post-test data distribution from the two sample groups. (Randomized control group pretest-posttest desires). This research research instrument used there are two aspects, namely aspects of skills and aspects of knowledge. In the plan the research instrument skills use the lob forehand punch test and questions about the lob forehand punch. Knowledge assessment is assessed by writing tests, while skills assessment is assessed using the forehand lobrating. The results of the study with a sample of SD Negeri Pelemwatu Menganti, Gresik class IV, the pretest score obtained an average score of 35.33 with a standard deviation of 13.57 variants 184.16 with a minimum value of 21 and a maximum value of 71, while the posttest score was an average score the average of 45.27 standard devisions of 15.42 variants was 237.96 with a minimum value of 21 and a maximum score of 79. Increased learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri Pelemwatu Menganti, Gresik were 28.11%. Keyword(s): Badminton, Learning Outcomes, Hanging Ball Media

Page 87 of 109 | Total Record : 1082