cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM SEPAKBOLA , ARMANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan jasmani merupakan salah satu bagian dari pendidikan yang mengutamakan kegiatan fisik dan spiritual. pendidikan jasmani bertujuan untuk menumbuhkan dan bmengembangbangkan jasmani, mental, dan emosional. Guru sebagai pendidik berkewajiban untuk membimbing siswa dengan memberikan pengetahuan dan memfasilitasi proses pembelajaran secara kreatif dan sistematis. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan hasil belajar siswa yang disebut pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) di kelas XI siswa Driyorejo 1 SMK Negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh jenis pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) pada hasil belajar pasing menggunakan kaki bagian dalam sepak bola. Selain itu, bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) hasil belajar pasing menggunakan kaki bagian dalam di sepak bola. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan kelompok kontrol desain pre-test post test acak. Berdasarkan hasil analisis SPSS 20,0 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar dengan menggunakan kaki bagian dalam dengan Thitung 0,786> Ttabel 1,67866 dengan sig = 0,436 (<? = 0,050) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, Hasil Belajar, passing dalam, sepakbola. ABSTRACT Physical education is one part of education that prioritizes physical and spiritual activities. Physical education aims to grow and develop balaned physial, mental, and emotional. Teachers as educators are obligated to guide students by providing knowledge and facilitating the learning process creatively and systematically. Therefore, it is required a learning model which can develop student learning outcomes named cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) in class XI students Driyorejo 1 State Vocational School. This study aims to determine whether there is the influence of cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) on the results of learning passing using the inner leg in football. Moreover, it aims to determine how much the influence of cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) on the result of passing learniting using the innet leg in football. This research is an experimental study with a quantitative approach. It uses a randomized control group pre-test post test design. Based on the results of SPSS 20.0 analysis it can be concluded that there is a significant effect of cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) toward learning outcomes of passing using the inner leg (Tcount 0.786> Ttable 1.67866) in significant value = 0.436 (<? = 0.050). It means the H0 is rejected and Ha is accepted. Keywords: NHT type cooperative learning, learning outcomes, passing deep, football.
PENGARUH PERMAINAN KIPPERS TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 20 SURABAYA PUSPOADITYO, FRANSISKUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan motorik pada proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena keterampilan motorik akan mempengaruhi seluruh gerak pada saat siswa tersebut mengikuti kegiatan belajar mengajar. Meteri permainan kippers merupakan materi yang baru bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya, dengan tersedianya lahan yang mencukupi, peralatan yang mudah dicari, dan peraturan yang mudah menjadi keuntungan untuk menyampaikan meteri permainan kippers. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kippers terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dan jika ada, seberapa besar pengaruh permainan kippers terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan. Sampel penelitian ini mengunakan 2 kelompok, yaitu kelas VIII E dengan jumlah 33 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII D dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh permainan kippers terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya karena dari hasil analisis menunjukan bawah nilai thitung sebesar -0,329 ? ttabel 2,660 dengan Sig = 0,742 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata kunci: permainan kippers, keterampilan motorik. Abstract Motoric skills in education process is very important. It affects the students movements while following the teaching and learning activities. Kippers game material was a new program for the Class VIII students, in Public Junior High School 20 Surabaya. However, it has a simple rules, easy to find tools, and sufficient field game which makes it more beneficial to use kippers materials. The purpose of this research was to find out the effect of Kippers Game on student?s motoric skills in physical education class. Moreover, this research aims to inquire the significant effect of Kippers game on student?s motoric skills in physical education class. This research used 2 groups samples, Class VIII E with 33 students as experiment group and Class VIII D with 31 students as control group. The data analysis showed that there were no effects of Kippers Game on student?s motoric skills in physical education class. It is proven by the value of tcount-0,329 ? ttabel 2,660 with Sig = 0,742? ? = 0,05 which indicated that H0 was accepted and Ha was rejected. Keywords : Kippers Game and Motoric Skills.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 MOJOSARI SUSANTI, HARTINAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meningkatnya perkembangan teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai aspek menyebabkan meningkatnya aktivitas sedentari.Hal tersebut digambarkan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Mojosari yang mempunyai kebiasaan sedentari dan kurangnya olahraga.Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimen.Sample dalam penelitihan ini adalah 5 kelas (3 kelas IPA dan 2 kelas IPS) yang berjumlah 165 siswa.Data aktivitas sedentari dapat diukur dengan Kuesioner Aktivitas Sedentari Remaja dan data status gizi dengan menggunakan IMT/U. Analisis data menggunakan uji korelasi gamma. Aktivitas sedentari siswa rata-rata 484,6 menit/hari, SD 669,07 dengan persentase kategori tinggi sebanyak 78,18%, sedang 21,21%, rendah 0,60%. Sedangkan status gizi siswa dengan IMT rata-rata 21.03, SD 3.59, dan kategori obesitas sebanyak 4,2%, gemuk 10,30%, normal 81,21%, dan kurus 4,24%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan status gizi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari 0,116 > (0,05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan status gizi pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Mojosari dengan besar sumbangan -32,8%. Kata Kunci : Aktivitas Sedentari dan Status Gizi. Abstract The effect of technology development causes the development of sedentary activityin human life. It can be seen from the students in Senior High School 1 Mojosari in the XI grade that have sedentary habit and lack of exercises. Those habit can cause the overwight to the students. The aims of this research are to find out the correlation between sedentary activity with nutrition status of students in XI grade SMAN 1 Mojosari. It belongs to descriptive non-experimental research. The samples of this research are five classes consist of 165 students. The instrument of this research is questionnaire of teenager sedentary activity and for the nutrition status gain from BMI analysisby using gamma correlation. The average of students? sedentary activity is 484.6 minutes/day, standard deviations 669.01 with percentage categories for high is 78.18%, middle 21,21%, low 0.60%. However, the Nutrition Status of the students with BMI average is 21,03, standard deviation 3.59, and the obesity categories is 4.2%, overweight 10.30%, normal 81.21%, and for thin body is 4.24%. The result shows that there is no significance correlation between sedentary activity and nutrition status of the students. The data shows that 0.116 is less than 0.05. it is proven by Gamma correlation analysis 0.116> (0.05) with the contribution value of -32.8%. Keyword: Sedentary Activity and Nutrition Status
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA ERLIANA, EVA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor dari luar yang mempengaruhi kondisi kebugaran jasmani seseorang. Namun sekarang ini banyak sekali yang tidak tau bahwa kebugaraan jasmani sangat penting. Untuk menjaga supaya kebugaran jasmani tetap terjaga, minimal lakukanlah aktivitas fisik kurang lebih 3-5 hari dalam seminggu dengan durasi waktu 20-60 menit. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Purwoasri dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling. Penelitian ini termasuk penelitian populasi dengan jenis penelitian non-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 266 siswa dalam satu tingkatan kelas yaitu kelas X, yang terdiri dari 4 Kelas MIA dan 4 Kelas IIS. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu : angket PAQ-A untuk mengetahui aktivitas fisik siswa dan untuk mengetahui tingkat kebugaraan jasmani menggunakan tes MFT. Tujuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikasi korelasi Product Moment antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani siswa sebesar 0,000 < 0,05 dimana Ha diterima. Dari hasil tersebut maka diketahui bahwa antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwosri dikatakan memiliki hubungan. Untuk nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini sebesar 0,374 dimana nilai koefisien menunjukkan nilai yang positif, sedangkan besar hubungan antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani siswa sebesar 14%. Nilai 14% ini diperoleh dari hasil koefisien korelasi kuadrat dikalikan 100%. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani Abstract Physical activity is one of the external factors that influences someone?s physical fitness. However, nowadays, many people realize that physical fitness is very essential. To maintain one?s physical fitness, physical activities should be done at least 3-5 days in a week for 20-60 minutes. The data on this study were obtained in SMAN 1 Purwoasri using by Stratified Random Sampling as the sampling technique. This current study was a population study in which non-experiment correlation was employed. The population of this study was 266 students in the same grade, namely the tenth graders, which consisted of 4 classes of natural science and 4 classes of social science. There were two data collections used: PAQ-A questionnaire to find out students? physical activities and MFT test to find out the level of students? physical fitness. The purpose of this study was to examine the correlation between students? physical activities and their physical fitness. The result of this study showed that the significant value of Product Moment correlation between physical activities and physical fitness was 0.001(<.05) which means Ha was accepted. Based on the result, it can be said that there is a correlation between SMAN 1 Purwoasri students? physical activities and physical fitness. Coefficient value of the correlation on this study was .374 which showed positive value, whereas the effect size for correlation between physical activities and physical fitness was 14%. That effect size result was calculated as the square of the correlation coefficient, multiplied by 100%. Keywords : Physical Activities, Physical Fitness
SEPAKBOLA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER: PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DIMAS SASONGKO PUTRO, MOHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sepakbola merupakan olahraga yang paling disukai oleh banyak orang disegala jenjang pendidikan. Melalui pembelajaran sepakbola dapat ditanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas reward and punishment dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan repeated treatment design. Perlakuan diberikan sebanyak 4 kali pertemuan dan observasi terhadap perilaku siswa juga dilakukan sebanyak 4 kali. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Surabaya sebanyak 72 orang yang diambil secara cluster random sampling, terbagi dalam dua kelas yang masing-masing sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian membuktikan bahwa reward and punishment efektif untuk membentuk karakter siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan dari aspek disiplin sebesar 61,11%, pada aspek sportif meningkat sebesar 19,44%, pada aspek berani menyampaikan gagasan meningkat sebesar 11,11%, dan pada aspek respek meningkat sebesar 11,11%. Kata Kunci: Karakter, Sepakbola, Reward and Punishment. Abstract Soccer is the most preferred sport by many people in all levels of education. Through soccer learning character values ??can be embedded into students. This study aims to determine the effectiveness of reward and punishment in shaping the character of students through soccer learning. This study uses an experimental method with repeated treatment design. The treatment was given 4 times and observations of students behavior were also carried out 4 times. The sample of this research was 72 class X students of SMA Negeri 16 Surabaya taken by cluster random sampling, divided into two classes, each of which was as an experimental group and a control group. The results of the study prove that reward and punishment is effective in shaping student character. This can be evidenced by the increase in discipline aspects by 61.11%, on sportsmanship aspects increasing by 19.44%, on the aspect of daring to convey ideas increasing by 11.11%, and on the aspect of respect increasing by 11.11%. Keywords: Character, Soccer, Reward and Punishment.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR BELAJAR MATERI PASSING BAWAH BOLAVOLI SRINIATIN HIDAYATI, LILLA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem pengajaran yang dapat memotivasi kreatif dan inovasi siswa diperlukan dalam penyampaian materi di kelas. Hal tersebut merupakan kunci dan tujuan dari pendiidikan. Pendidikan nasional mmpunyai fungsi untuk meningkatkan karakter setiap siswa. Selain itu pendidikan nasional diharapkan dapat membimbing siswa untuk menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, sehat, berilmu, dan bertanggung jawab. SMKN 1 Boyolangu Tulungagung yaitu sekolah yang menerapkan system pembelajaran kejuruan. Di mana didalam proses pembelajaranya siswa di khususkan dengan materi yang diambil sesuai dengan jurusan yang ditekuninya. Berdasarkan hasil perhitungan 4.5 bahwa nilai rata-rata pengetahuan dari kelompok eksperimen saat pretest sebesar 57,02 dan meningkat sebanyak 37,35% menjadi 78,32 pada saat post tes tselisih antara pre test dan posttest sebanyak 21,3 peningkatan tersebut di uji menggunakan tes Wilcoxon dan menghasilkan nilai Z sebesar -5,113 dengan Asmp. Sig 0,000 begitu juga nilai rata-rata keterampilan dari kelompok eksperimen saat pretest sebeesar 49,00 dan meningkat 58.44% menjadi 77,64 pada saat posttest selisih antara pretest dan posttest sebanyak 28,64 peningkatan tersebut juga di uji menggunakan tes Wilcoxon dan menghasilkan nilai Z sebesar -4,990 dengan Asmp. sig 0,000. Sehingga disimpulkan ada pengaruh pada kegiatan belajar mengajar dengan implemetasi pembelajaran kooperatiif tepe TGT pada pendekatan santifik terhadap hasil belajar materi passing bawah bolavoli pada kelas XI di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung karena nilai signifikan 0.05 . Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Pada Pendekatan Saitifik, Hasil Belajar, Passing Bawah, Bola voli. ABSTRACT Teaching systems need to encourage students creativity and character. This is the key and purpose of education. Specifically, character development is expected to guide students become faithful, religious, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and responsible. Vocational senior high school 1 Boyolangu Tulungagung is one of the schools that implements vocational learning systems. It emphasizes in specific skill which is correlating with the major. Based on the results , the average value of knowledge from the experimental group at pretest is 57.02. It increases by 37.35% to 78.32 when the posttest difference between pretest and posttest was 21.3. This increasement was tested by using the Wilcoxon test and produce Z value of -5,113 with significant 0,000. The pretest average value of skills of the experimental group is 49.00. It increases 58.44% to 77.64 when the posttest difference between pretest and posttest is 28,64. These improvements were also tested by using the Wilcoxon test and produced a Z value of -4.990 with significant 0,000. So it can be concluded that there is a significant effect on teaching and learning activities by using the TGT type of cooperative learning on the scientific approach to the learning outcomes of volleyball under-passing material in class XI at vocational senior high school 1 BoyolanguTulungagung because the significant value is less than 0.05. Keywords: TGT Cooperative Learning in Scientific Approach, Learning Outcomes, Lower Passing, Volleyball.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DAN ASUPAN GIZI DENGAN ANGKA KEJADIAN OVERWEIGHT WAHYU NUGRAHAINI, RIRIES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gaya hidup yang kurang gerak atau sedentari serta asupan gizi yang tidak seimbang telah menyebabkan remaja mengalami kelebihan berat badan di usia muda. Sebagai contoh siswa kelas XII di SMAN 1 Papar Kediri cenderung malas untuk melakukan aktivitas berat dan memiliki postur tubuh gemuk. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dan asupan gizi dengan angka kejadian overweight pada siswa kelas XII di SMAN 1 Papar Kediri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimen dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini 178 siswa. Teknik pengumpulan data aktivitas sedentari dengan hasil pengisian angket ASAQ dan pengumpulan data asupan gizi dengan angket food recall 24 jam serta perngukuran IMT dengan tinggi badan dan berat badan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil dari analisis data aktivitas sedentari siswa kelas XII SMAN 1 Papar memiliki total (2422,92 menit) dan standart deviasi (2220,62). Asupan gizi siswa kelas XII SMAN 1 Papar memiliki rata-rata (1251,68 kkal) dan prosentase (46,79%) untuk siswa laki-laki, sedangkan siswa perempuan memiliki rata-rata (1012,56 kkal) dengan prosentase (47,65%). Selain itu IMT siswa kelas XII SMAN 1 Papar memiliki rata-rata (22,58) dengan standart deviasi (5,41). Berdasarkan hasil uji regresi logistik aktivitas sedentari dan asupan gizi dengan angka kejadian overweight siswa menunjukkan bahwa H01 diterima Ha1 ditolak, sig (0,951) lebih besar dari ? (0,05). Jadi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dan asupan gizi dengan angka kejadian overweight siswa, dengan besarnya sumbangan 8,9%. Kata kunci : aktivitas sedentari, asupan gizi, angka kejadian overweight ABSTRACT The sedentary life-style and unhealthy nutritional intake have caused overweight at teenagers. As the example, senior high school 1 Papar students tend to be lazy for heavy activities. Furthermore, they have fat posture. This study examines the relation between sedentary activity and nutrition intake in senior high school 1 Papar Kediri. The method was conducted by quantitative approach. There were 178 samples. The data was collected by ASAQ questionnaire and gathered by nutrient intake. It used 24 hours food recall and IMT measurement with height and weight. The research was analyzed using the chi square test and regression logistic. The result, their sedentary activities duration are 2422,92 minutes and deviation standard is 2220,62. The average of nutrition intake are 1251,68 or 46,79% for male student and 1012,56 kkal or 47,65% for female. In addition, the average of the IMT is 22.58 with deviation standard 5,41. Based on the logistics regression test, the sedentary activity and nutrition intake indicate that H0 was given and Ha was rejected sig (0,951) is bigger than ? (0,05). In conclusion, there was no significant relationship between a sedentary activity and a nutrition intake with the event rate was overweight, by 8,9% donation. Keyword : sedentary activity, nutrition intake, the event rate was overweight
PEMBERIAN VARIASI MODEL LATIHAN PASSING BAWAH BOLAVOLI PADA EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 12 MADIUN ROZZAQ, ABDUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan untuk para siswa dalam aktivitas belajar mengajar dibawah pengawasan guru. Di dalam sekolah terbagi menjadi dua bentuk kegiatan yaitu kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler seperti kegiatan di dalam jam pelajaran sekolah, sedangkan ekstrakurikuler yaitu kegiatan yang berada diluar jam pelajaran sekolah. tujuan kegiatan ekstrakurikuler sekolah yaitu untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimilikisiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian variasi model latihan passing bawah bolavoli di ekstrakurikuler SMP Negeri 12 Madiun. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 12 Madiun dengan jumlah populasi 22 siswa. Pendekatan dalam analisis penelitian ini menggunakan jenis statistik kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Bentuk tes pretest dan posttest menggunakan tes keterampilan passingbawah melalui atas net/tali dari AAHPERD.Berdasarkan dari hasil analisis data menggunakan statistik, dapat diketahui bahwa nilai peningkatan setelah dilakukan pemberian treatment variasi model latihan passingbawah bolavoli sebesar 26,13%, selain dilihat dari besarnya peningkatan juga dapat dilihat dari hasil pretest (29,55) dan posttest (37,27) sehingga terdapat selisih 7,72. Hasil ini dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian variasi model latihan passing bawah pada ektrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 12 Madiun. Kata Kunci: Variasi,Passing, Ekstrakurikuler Abstract School is an education institution for students to learn under the supervision of teachers. There are two kinds of activities conducted at school; intracurricular and extracurricular. Intracurricular activities are those conducted in school hours while extracurricular activities conducted outside the school hour. The purpose of extracurricular activities itself is to improve students? talents and skills.The study was aimed to find the impact of the stimuli on volleyball forearm pass practice model variation in Junior High School 12 Madiun extracurricular program. The subjects of this study were all students in volleyball extracurricular in Junior High School 12 Madiun with 22 students as the population. The study used statistic quantitative approach using One Group Pretest Posttest Design as the research design. The pretest and posttest used forearm passing skill above the AAHPERD net.The analysis of the statistic data showed that there was an improvement after they were given forearm passing practice model variation to 26.13%. Besides, it could also be seen from the difference between the pretest (29.55%) and posttest (37.27%) that made 7.72 points different. This result proved that there was significant impact on the use of forearm pass practice model variation in volleyball extracurricular in Junior High School 12 Madiun. Keywords: Passing, Variation, Extracurricular
SURVEI TINGKAT PENGETAHUAN GURU PJOK TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA DAN PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA DI SMA/SMK SE-KECAMATAN KREMBUNG GOZALI, IMAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam hal ini guru PJOK sangat berperan penting dan bertanggung jawab di lapangan saat pembelajaran. Maka dari, itu guru PJOK dituntut untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada peserta didik yang mengalami cedera dan mendeteksi tingkat cedera yang dialami peserta didik. Kemudian membantu memberi masukan untuk proses penyembuhan. Disisi lain guru PJOK juga dapat memberikan tindakan pencegahan pada peserta didiknya agar cedera pada saat pembelajaran PJOK dapat diminimalisir.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penilitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran terhadap suatu objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi yang dinyatakan dalam bentuk angka. Metode yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian tingkat pengetahuan guru PJOK tentang pertolongan pertama dan cedera olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Krembung menunjukkan bahwa penyebab cedera yang sering terjadi pada saat proses pembelajaran yaitu karena tidak cukup pemanasan dengan 8 responden atau 16,3% kemudian disusul dengan kurangnya kebugaran fisik, sarana prasarana yang tidak standar dan kurangnya kesadaran akan proteksi pribadi dipilih oleh 6 responden atau 12,2%. Sedangkan dari butir angket tentang pengetahuan tentang cara pencegahan dan layanan kesehatan semua responden sudah memahami sedangkan pada pengetahuan tentang metode RICE 7 dari 9 responden mengetahui dan sisanya 2 dari 9 responden tidak mengetahuinya. Kata kunci: Tingkat pengetahuan guru PJOK, pertolongan pertama dan pencegahan cedera Abstract Physical education teacher plays an important and responsible role in the learning activity.Physical education teacher is required to be able to provide first aid to students who are injured. Physical education teacher also needs to provide an input for the healing process. On the other hand,physical education teacher can also provide a preventive procedure to students so that injuries during learning activity can be minimized.Thisis a descriptive research which aims to provide an overview of an object studied through sample or population . The method which was used is the survey method. The resultsindicates the causes of injuries that often occur during the learning process are due to insufficient heating with 8 respondents or 16.3% followed with a lack of physical fitness, nonstandard infrastructure and lack of awareness of personal protection were chosen by 6 respondents or 12.2%. Whereas from the questionnaire items about prevention and health services all respondents already understood while in the knowledge of the RICE method 7 out of 9 respondents knew and the remaining 2 out of 9 respondents did not know. Keywords: Level of knowledge of physical education teachers, first aid and prevention of sports injuries
SURVEI PELAKSAAN PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH (INTRA KURIKULER) DWI PUTRA, ALFIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan kesehatan merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib untuk disampaikan. Hal tersebut telah diatur dalam UUD no.24 tahun 2013 tentang kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD). Pendidikan kesehatan dianggap suatu hal yang sangat penting untuk diajarkan karena diharapkan dapat menambah wawasan bagi siswa tentang kesehatan sehingga mereka dapat melindungi diri dari berbagai penyakit dan ancaman-ancaman lain. Tujuam dari penelitian ini adalah1) Untuk mengetahui bagaimana pelaksaan pendidikan kesehatan sekolah di (SMP/MTs) se-Kecamatan Karangbinangun. 2) Untuk mengetahui apakah materi pendidikan kesehatan sekolah di (SMP/MTs) se-Kecamatan Karangbinangun tersampaikan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan menggunakan populasi SMP/MTs se-Kecamatan Karangbinangun yang berjumlah 8 sekolah dengan total sampel 56 sampel.Hasil dari penelitian ini yaitu pendidikan kesehatan di SMP/MTs se-Karangbinangun sudah 50% tersampaikan sedangkan 50% belum tuntas atau tersampaikan. Pendidikan kesehatan disana masih terhalang oleh terbatasnya pengetahuan guru PJOK tentang pendidikan kesehatan sekolah karena faktor latar belakang guru yang bukan guru olahraga murni atau bukan lulusan fakultas olahraga. Metode yang paling banyak digunakan yaitu ceramah atau penjelasan secara lisan menggunakan media papan tulis, Lcd Proyektor, dan buku pegangan. Sistem evaluasi yang digunakan kebanyakan adalah tanya jawab setelah penjelasan dan UTS serta UAS. KATA KUNCI: Pendidikan Jasmani, Pendidikan Kesehatan, Pelaksanaan ABSTRACT Health Education is one of material that should be explained in Physical Education. Based on Indonesian Govermant law no. 24 at 2013 which is ruled about core compentensy and basic competency. The Health Education is an important subject to be taught because it can be developed the knowledge for the students about health. So, it makes the students can protect themselves from illness and other disease.The aims of this research are to know the implementation of Health Education in Junior High School at Karangbinangun area and to know what the material of Health Education can be explained well.The method that used in this research is descriptive qualitative and the total of population are 8 schools in Karangbinangun area with total sample 56 participants.The finding of thisresearch shows that Health Education in Junior High School at Karangbiangunarea, 50% has been explained and 50% has not explained yet. Health Education was still explaining yet because some factors. Such as, less of knowledge about Health Education by physical education teacher, and the background knowledge of the teacher that basically is not physical education teacher or they were not alumnus of physical education department. The most method that use is communicative learning which are used some media. For examples, whiteboard, led projector, and based on a book. And the most evaluation system that used is question and answer section after the explanation, midterm exam, and final exam. KEYWORD : Health Education, Body Education, Implementation

Page 89 of 109 | Total Record : 1082