cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI TINGKAT KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN LALA NEGARA, RENJES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan sistem yang menyeluruh dan menjadi satu. Untuk mensukseskan pembangunan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan diperlukan upaya dari semua pihak guna membuat dan meningkatkan proses pembelajaran olahraga dapat berjalan dengan baik serta efektif dan efisien. Sarana dan prasarana merupakan hal penting untuk melancarkan proses belajar dan mengajar, khususnya untuk mata pelajaran olahraga agar tercipta suatu pembelajaran yang menyenangkan tanpa kesulitan dalam melakukan gerakan karena sarana dan prasarana yang tercukup, tidak hanya sarana dan prasarana tetapi faktor tenaga pendidik juga harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan persepsi dalam melakukan aktivitas pembelajaran olahraga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pendidikan, olahraga, dan kesehatan yang ada pada SD Negeri se-Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani Indonesia (PDPJOI) yang mencakup 4 aspek yaitu ketersediaan sarana dan prasarana, tenaga pelaksana, hasil kerja 1 tahun terakhir serta prestasi dan penghargaan 1 tahun terakhir. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei untuk mengetahui keadaan langsung di lapangan, berdasarkan dari hasil dan rekapitulasi data didapatkan bahwa tingkat keterlaksanaan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dari aspek sarana dan prasarana mendapat nilai rata-rata 142,5 yang masuk dalam kategori nilai ?C,? aspek tenaga pelaksana mendapat nilai rata-rata 135,6 dan masuk dalam kategori nilai ?C,? hasil kerja 1 tahun terakhir mendapat nilai rata-rata 191,2 dan masuk dalam kategori nilai ?B,? serta aspek dari prestasi dan penghargaan 1 tahun terakhir mendapat nilai rata-rata 45 dan masuk dalam kategori nilai ?D,? dari nilai yang telah disebutkan sebelumnya maka nilai total dari tingkat keterlaksanaan di SD Negeri se Kecamatan Gapura mendapat nilai 483,7 dan masuk dalam kategori ?C.? Kata Kunci : Tingkat keterlaksanaan, PJOK, sekolah dasar Abstract Physical education is an integrating and comprehensive system. Thus, it requires support from every compontens in order to achive the goal. Phyisical education teacher and the availability of facility are the important components in physical education. This research was conducted to determine the physical education condition of public elementary schools in Gapura District, Sumenep, East Java. This research used the Indonesian Physical Education Data Base Intrument (PDPJOI) which covers 4 aspects such as the availability of facilities and infrastructure, physical education teachers, the results of the work of the past year, achievements and awards for the past year. This research used survey method to find out the actual conditions. Based on the data recapitulation, it is found that the everage of physical education facilities and infrastructure condition is 142.5 which is in the category of "C". Furthermore, the physical education teacher average is 135.6 which falls into the category of "C". The work results of the past year average score is 191.2 and falls into the category of value "B". The last, the achievement and awards for the past year average score is 45 and falls into the category "D". Totally, the physical education condition score in primary schools in the Gapura area is 483.7 and falls into the category "C." Keywords: level of implementation, physical education, primary school
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK PADA SISWA KELAS ATAS DI SDN BETITING GRESIK INTAN PRISYANA, DZULHIZA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan motorik merupakan hal yang berperan penting bagi setiap individu dalam melakukan berbagai aktivitas, juga dalam perkembangan anak terutama pada usia sekolah dasar (6-12 tahun). Kualitas dari keterampilan motorik dapat dihasilkan dari kebiasaan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari serta keadaan status gizi dengan memerhatikan asupan gizi yang diperoleh dari pola makan yang teratur dan sesuai dengan kondisi tubuh. Dengan begitu setiap individu yang memiliki kemampuan motorik yang baik akan mengalami tingkat kesulitan aktivitas sangat kecil atau tidak mengalami kesulitan dalam melakukan hal apapun yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kemampuan motorik. Populasi dari penelitian ini sebanyak 130 siswa kelas atas di SDN Betiting Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Pengukuran status gizi dilakukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dengan pengukuran BB dan TB siswa. Untuk aktivitas fisik menggunakan kuisioner PAQ-C, kemudian kemampuan motorik menggunakan tes motor ability yang terdiri dari: tes keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), tes koordinasi (lempar tangkap bola tenis ke dinding dengan jarak 1m), tes kelincahan (shuttle run 4x10m), dan tes kecepatan (lari 30m). Teknik analisis data menggunakan korelasi gamma dan regresi ordinal. Hasil analisis dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kemampuan motorik pada siswa kelas atas di SDN Betiting Gresik. Hasil yang diperoleh sebesar sig 0,78 dengan besar sumbangan 8,9%. Kata Kunci : status gizi, aktivitas fisik, dan kemampuan motorik. Abstract Motor ability plays an important role for each individual. It contributes various activities and children development, especially in elementary school age (6-12 years). The quality of motor ability can be generated from the habits of physical activity carried out on a daily basis. Nutritional status can be measured by noticing nutritional intake obtained from a regular diet and in accordance with the condition of the body. As a result, every individual who has good motor ability will experience a very small level of difficulty in activity or have no difficulty in doing anything related to daily activities. The purpose of this study is to determine the correlation between nutritional status and physical activity with motor ability. The population of this study were 130 upper-class students at Elementary School Betiting Gresik. This research is a correlational research. The measurement of nutritional status was based on body mass index according to age with weight and height measurements of students. Furthermore, the physical activity was measured by PAQ-C questionnaire. The last, motoric ability was measured by motor ability test, that consist of: balance test (standing with one leg), coordination test (throwing a tennis ball to the wall with a distance of 1m), agility test (shuttle run 4x10m), and speed test (run for 30m). The data was analysed by gamma correlation and ordinal regression. The result showes no significant correlation between nutritional status and physical activities with motor ability in upper class students at Elementary School Betiting Gresik. Moreover, the significant value is 0.78 with a contribution 8.9%. Keywords: nutritional status, physical activity, and motor ability.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PESERTA DIDIK SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MASRUL, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) ialah proses dalam pendidikan yang mana melalui pengalaman belajar mengajar siswa, yang berupa aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang direncanakan secara sistematik guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, keterampilan motorik, keterampilan berpikir, emosional, sosial dan moral. PJOK dapat mendorong suatu perkembangan siswa khususnya yang ada didalam pemeliharaan kebugaran jasmani bagi semua peserta didik. Kebugaran jasmani terdapat beberapa aspek fisik dari kebugaran yang menyeluruh, yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan suatu hidup yang produktif, sanggup untuk melakukan aktifitas fisik yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani peserta didik. Subjek didalam penelitian ini merupakan peserta didik SMP Laboratorium Unesa dengan jumlah sampel 131 peserta didik. Pendekatan dalam analisa ini menggunakan pendekatan stastitik kuantitatif dengan metode survei. Sedangkan proses pengambilan suatu data dilakukan dengan menggunakan MFT (Multistage Fitnes Test). Hasil analisa statistik didapatkan bahwa peserta didik SMP Laboratorium Unesa yang masuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 118 peserta didik dari jumlah total 131 dengan presentase 90%, peserta didik yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 10 dari jumlah total 131 peserta didik dengan presentase 7%, peserta didik yang masuk dalam kategori sedang sebanyak 2 dari jumlah total 131 peserta didik dengan presentase 2%, peserta didik yang masuk kategori baik hanya 1 dengan presentase 1%, sedangkan peserta didik yang masuk kategori sangat baik dan luar biasa sebanyak 0 dengan presentase 0%. Presentase terbesar tingkat kebugaran jasmani SMP Laboratorium Unesa adalah kategori sangat kurang dengan presentase 90%.. Kata Kunci: Seluruh Peserta Didik SMP Laboratorium Unesa, Tingkat Kebugaran Jasmani Abstract Physical education is conducted in a systematically physical activities, game and sport to stimulate the students? physical growth, the development of motoric, intelligence, emotion, social and moral. Particularly, It develop the students? physical fitness. The physical fitness is the aspect of fitness that enable students to do more productive physical activities. The main idea of the research is to find out the students fitness level. There were 131 student of Lab school UNESA junior high school participated as the subject of the research. The approach applied is quantitative statistic with the survey method. The data collecting techniques is MFT (multistage fitness test). Based on the statistic analysis, there are 118 students in the lowest fitness category (90 % of 131 students), 10 students in the low category (7% of 131 students), 2 students in average category (2% of 131 Students) and 1 student only in good category (1 % of 131 students) and no students in the best category (0% of 131 students). The highest percentages of Lab school UNESA students? fitness category is the lowest category that is 90 %. Keywords: All of the students of junior high school in UNESA?s laboratory, level of physical fitness.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT (PADA SISWA KELAS VII DAN VIII SMP ISLAM AS SAKINAH SIDOARJO) MUHAMMAD BASTIYAN, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gaya hidup sedentari telah menyebabkan anak-anak dan remaja mengalami overweight di usia muda. Seperti halnya pada siswa kelas VII dan VIII di SMP Islam As Sakinah Sidoarjo cenderung malas bergerak dan kurang antusias dalam pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dan banyak yang memiliki postur tubuh gemuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan kejadian overweight pada siswa kelas VII dan VIII di SMP Islam As Sakinah Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel penelitian ini berjumlah 119 siswa. Teknik pengumpulan data aktivitas sedentari menggunakan angket ASAQ dan pengukuran IMT/U dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan umur. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis data aktivitas sedentari siswa kelas VII dan VIII SMP Islam As Sakinah Sidoarjo memiliki rata-rata (2117,46) dan SD (3616,12). Selain itu data berat badan memiliki rata-rata (52,64) dengan SD (12,34), tinggi badan memiliki rata-rata (156,47) dengan SD (6,93) dan indeks massa tubuh memiliki rata-rata (21,49) dengan SD (5,01). Berdasarkan hasil chi-square aktivitas sedentari siswa dan overweight siswa menunjukkan bahwa Ho diterima Ha ditolak, sig (0,329) lebih besar dari (0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan kejadian overweight pada siswa kelas VII dan VIII di SMP Islam As Sakinah Sidoarjo, dengan besarnya sumbangan 10, 88%.Kata kunci: Aktivitas Sedentari, Overweight Abstract Sedentary lifestyle has caused children and adolescents to be overweight. Students in class VII and VIII at As Sakinah Islamic Middle School Sidoarjo also tend to be lazy to move and less enthusiastic in physical education (PE) class. As a result, many students have fat body postures. The purpose of this study was to determine the correlation between sedentary activity and overweight in students of class VII and VIII at As Sakinah Islamic Middle School in Sidoarjo. The research method was non-experimental research with a quantitative approach. The samples of this study were 119 students. Data collection techniques for sedentary activities were filled with ASAQ questionnaires. The overweight was determined by measuring body weight, height and age. The data was analyzed by chi-square test. The results, the average data of sedentary activity is 2117,46 and SD is 3616,12. In addition, the weight average of is 52,64 with a SD is 12,34. The height average is 156,47 with a SD is 6,93. The body mass index average is 21,49 with a SD is 5,01. Based on the chi-square results, the student sedentary activity and overweight students showed that Ho was accepted Ha was rejected. The sig (0,329) was greater than (0,05). The conclusion, there is no significant correlation between sedentary activity and the prevalence of overweight in students of class VII and VIII at As Sakinah Islamic Middle School in Sidoarjo, with the amount contribution of 10.88%. Keywords: Sedentary Activity, Overweight
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS UNGGULAN DAN NON UNGGULAN (STUDI PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI 2 MOJOKERTO) ABDULLOH, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami lelah yang berarti. Jadi tubuh bisa mengerjakan aktivitas lainnya saat dibutuhkan. Kebugaran jasmani penting bagi seseorang untuk menunjang kegiatan sehari-harinya.Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui (1) tingkat kebugaran jasmani siswa unggulan dan non unggulan pada kelas VIII MTs Negeri 2 Mojokerto, (2) perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara kelas unggulan dan non unggulan pada siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Mojokerto, dan (3) mana yang lebih baik tingkat kebugarannya. Jenis penelitian menggunakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Pengukuran kebugaran jasmani menggunakan instrumen MFT. Dari penelitian didapatkan hasil tes Multistage Fitness Test (MFT) kelas unggulan mendapatkan nilai rata-rata kebugaran sebesar (26,45 ), standart deviasi (4,79), untuk kelas non unggulan mendapatkan nilai rata-rata (25,50), standart deviasi (4,28). Perhitungan uji Mann-Whitney Test memperoleh hasil signifikan (0,249) > (0,05). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas unggulan dan siswa kelas non unggulan di MTs Negeri 2 Mojokerto. Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Kelas Unggulan, Kelas Non Unggulan. Abstract Physical fitness is important to support daily activities. Physical fitness is the body ability to carry out daily activities without experiencing significant fatigue. Therefore, the body can do more activities. The purposes of this research are to know (1) the level of physical fitness excellent and regular students in eight grade of Islamic Junior High School 2 Mojokerto, (2) the different of physical fitness level between excellent and regular in eight grade of Islamic Junior High School 2 Mojokerto, and (3) the better physical fitness level. This research uses non-experimental design with a quantitative approach. The sample was selected by purposive sampling technique. Physical fitness was measured by Multistage Fitness Test (MFT) instruments. The MFT test results show that excellent class average fitness value is 26.45 and standard deviation is 4.79. While the regular class average fitness value is 25,50 and standard deviation is 4.28. The calculation of the Mann-Whitney Test showed a significan tresult (0.249)>(0.05). Then Ha is rejected and Ho is accepted, which means that there is no significant difference between the level of physical fitness of excellent class students and regular class students. The conclusion, there is no significant different between excellent and regular class of Islamic Junior High School Two Mojokerto. Keywords: Physical Fitness, Excellent Class, Regular Class.
PERBANDINGAN AKTIVITAS FISIK SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA JAM PELAJARAN KE- 1,2,3 DENGAN JAM PELAJARAN KE- 4,5,6 , SALAFIYAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbandingan aktivitas fisik siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada jam pelajaran ke- 1,2,3 dengan jam pelajaran ke- 4,5,6. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Sampel yang digunakan berjumlah 46 siswa di SMP Negeri 1 Beji Pasuruan. Dalam penelitian ini menggunakan 2 Analisis yaitu analisis rekaman durasi dan analisis aktivitas fisik dengan tes U Mann-whitney. Hasil dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa ada perbedaan aktivitas fisik siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada jam pelajaran ke- 1,2,3 dengan jam pelajaran ke- 4,5,6. Hasil yang diperoleh sebesar sig. 0.003 < 0.05. Sehingga dapat diketahui kelas pada jam pelajaran 4,5,6 lebih banyak melakukan aktivitas fisik daripada kelas yang pada jam 1,2,3. Hasil rekaman durasi menunjukkan bahwa selama pembelajaran berlangsung siswa sebagian besar hanya melakukan aktivitas fisik yang dikategorikan sebagai kegiatan menunggu dan melakukan kegiatan kognitif. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Jam Pelajaran Abstract The purpose of this study is to compare the physical education activity at 07.00-09.00 am with 09.30-11.30 am. The researcher used 46 students as the sample at Beji Pasuruan 1 Junior High School. This study used 2 analyzes techniques, namely duration record analysis and physical activity analysis with the Mann-Whitney U test. The results of the study showed that there are significance differences in the physical education activity at 07.00-09.00 am with 09.30-11.30 am. The results showed that sig. 0.003 < 0.05. So that it can be seen that classes in class 07.00-09.00 am have more physical activity than classes 09.30-11.30 am. The result of duration recording showed that during learning process the students only do activities as categorize as a waiting and cognitive activities. Keyword: Physical Activity, Lessons
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSENTRASI SISWA TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SMK NEGERI 1 KEMLAGI MOJOKERTO BURHANUDDIN, ALFIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Konsentrasi merupakan kemampuan seseorang untuk memusatkan atau memfokuskan perhatian pada suatu tugas yang dilakukan tanpa merasa terganggu oleh keadaan yang ada di sekitarnya. Konsentrasi sangat penting peranannya dalam olahraga karena jika terganggu maka akan timbul masalah, terutama pada aktivitas olahraga yang memerlukan akurasi lemparan, pukulan, tendangan dan tembakan pada sasaran. Servis atas merupakan tindakan awal untuk memulai permainan bolavoli. Dalam melakukan servis atas diperlukan fokus konsentrasi terhadap bola dan sasaran yang akan dituju. Ketika melakukan servis atas peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto masih banyak yang tidak sesuai dengan target yang diarahkan oleh pelatihnya, sehingga banyak bola hasil servis atas yang keluar lapangan dan menyangkut di net. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan servis atas dan untuk mengetahui berapa besarnya sumbangan tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan servis atas dalam permainan bolavoli. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian non-eksperimen dan desain penelitian korelasional dengan pengambilan data berupa tes konsentrasi dan tes ketepatan servis atas kepada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto dengan jumlah 24 orang. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan servis atas dalam permainan bolavoli pada peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto. Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan data dengan menggunakan korelasi pearson diketahui rhitung yang lebih kecil dari rtabel (0,368< 0,406) yang berarti menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Kata kunci : konsentrasi, servis atas, bolavoli. Abstract Concentration is an ability to pay attention and focus on a particular task without being distracted by any circumstance. Concentration has an important role in the sport since a little distraction will cause a certain problem. Another reason is that sports belong to an activity that requires accurate throws, punches, kicks and precise shots. Overhand serve is an initial action to start a volleyball game. It is necessary to stay focus and concentrate on the ball and the target while performing overhand serve. There were many participants of the volleyball extracurricular in Vocational High School 1 Kemlagi Mojokerto who could not match the target directed by their coach. Thus, there were many balls from the overhand serve that came offside or hooked by the net. This can be caused by their poor concentration while doing the overhand serve. This study is aimed to find out the relationship between the students? level of concentration with their overhand serve accuracy in a volleyball game. This study belongs to a non-experimental study that was done in a correlational research design in which the data were collected through a test of concentration and accuracy test on the overhand serve given to the 24 participants of the volleyball extracurricular in Vocational High School 1 Kemlagi Mojokerto. The results of this study showed that there is no relationship between the students? levels of concentration with their overhand serve accuracy. It can be seen from the calculation of the data using Pearson correlation known rcount smaller than rtable (0.368 < 0.406) which indicates that Ho is received and Ha is rejected. Keywords : Concentration, overhand serve, volleyball
SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN PACITAN SETIYOKO, HANUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, merupakan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan individu secara organis, neurumuskuler, intelektual, dan emosional melalui aktivitas jasmani. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan proses kegiatan atau pembelajaran melalui penilaian hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penilaian. Berdasarkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penunjang kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, yaitu dengan menyurvei sarana dan prasarana PJOK. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri se-Kabupaten Pacitan dengan sampel cluster random sampling, yaitu 1 Kecamatan diambil 1 sekolah dengan total 12 Kecamatan, jadi total yang diteliti berjumlah 12 sekolah. Metode dalam analisis menggunakan statistik Kuantitatif, untuk pengambilan data yaitu menggunakan angket instrumen PDPJOI (Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia). Hasil dari olah data di SMP Negeri se-Kabupaten Pacitan mendapatkan nilai rata-rata 155 kategori ?B? dengan persentase 62%. Kata Kunci: Sarana dan Prasarana PDPJOI Abstract Physical education is an integral part of education. It aims to develop individuals development and cognitive trough physical activity. Educators are professionals who were assigned to plan and carry out the activity or the learning process thought the learning outcomes assessment, coaching and training, and evaluating. This study aims to determine the supporting learning activities of physical education, by surveying its facilities and infrastructure. The research was conducted in some of state junior high schools in Pacitan with random sampling technique. Each Sub district was selected 1 school to be research sample. Totally, there were 12 schools from 12 districts have been observed. Moreover, the analysis method in this study was quantitative method. The data were collected by administering PDPJOI (Indonesian Database of Physical Education and Sport) questionnaire. The results, the average value is 155. It is in the category "B" with a percentage of 62%. Keywords: Facility and Infrastructures PDPJOI
PEMETAAN KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN MADRASAH ALIYAH KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO PUTRA KUMAAT, YUDHI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sarana dan Prasarana Olahraga sangat penting untuk menunjang keterlaksanaan pembelajaran PJOK. Penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kuantitatif penelitian ini dapat menggambarkan tentang keadaan sarana dan prasarana PJOK Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan PDPJOI. Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut : 1) Terdapat 1 sekolah yang mendapat kategori ?B? atau baik yaitu MA Darul Ulum dikarenakan rata-rata sarana dan prasarana yang ada sudah sebanding dengan jumlah siswa untuk menunjang terlaksananya pembelajaran. 2) Terdapat 2 sekolah yang mendapat kategori ?C? atau cukup yaitu SMA Negeri 1 Baureno dan MA Muhammadiyah 2 Banjaranyar dikarenakan rata-rata sarana dan prasarana yang ada cukup sebanding dengan jumlah siswa untuk menunjang terlaksananya pembelajaran. 3) Terdapat 2 sekolah yang mendapat kategori ?D? atau kurang yaitu MAN 4 Bojonegoro dan SMA Ahmad Yani 2 dikarenakan rata-rata sarana dan prasarana yang ada kurang sebanding dengan jumlah siswa untuk menunjang terlaksananya pembelajaran. Sarana dan prasarana yang minim berakibat peserta didik kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran dan mengembangkan potensi dalam dirinya. Jadi hasil penelitian ketersediaan sarana dan prasarana di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro rata - rata sebesar 47 % mendapat kategori ?C? (cukup). Kata kunci: Pemetaan, Sarana dan Prasarana PJOK Abstract Sport facility is important to support in Physical Education learning process. This research used descriptive quantitative research to describe the condition of senior high school Physical Education facility in Baureno sub-district, Bojonegoro. The instrument in this research is PDPJOI. Based on the result of this reseach, it can be obtained as follows; 1. There was one school that got "B"category or (good). It was in MA Darul Ulum, which was caused the average of the facility was proportional with the number of students to support in learning process. 2. There were two schools that got "C" category or (fair); senior high school 1 of Baureno and MA Muhammadiyah 2 Banjaranyar. It could be happened since the average of the facility in these schools were quite comparable with the number of students to support in learning process. 3. There were 2 schools that got "D" category or (inadequate); MAN 4 Bojonegoro and Senior high school of Ahmad Yani 2, since the average of facility that was provided was less proportional with the number of students to support in learning process. The minimum of facility can impact to the difficulty in learning and developing their potential. Hence, the result of the research stated that the availability of facility in Baurneo sub-district, Bojonegoro was 47% that got "C" category (fair). Keywords: Mapping, Facilities and Infrastructure PJOK
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS ATAS DI SDN KAUMAN 2 BOJONEGORO KHOIRIYAH, ATSNIYATUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan anak pada tahap awal sangatlah penting serta sangat berpengaruh terhadap gerak motorik. Kemampuan motorik anak berkembang secara baik, apabila anak mempunyai pengalaman aktivitas gerak yang baik. Hal ini mempunyai banyak faktor, ialah status gizi salah satunya. Pertumbuhan dan perkembangan harus diimbangi dengan asupan gizi yang cukup, jika tidak di imbangi dengan asupan gizi yang cukup maka akan berpengaruh juga terhadap kemampuan motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik siswa kelas atas di SDN Kauman 2 Bojonegoro. Subyek penelitian adalah 213 siswa dari kelas 456. Pengukuran status gizi menggunakan (IMT/U). Pengukuran umur didapatkan melalui biodata yang berada di sekolah serta pengukuran kemampuan motorik menggunakan motor ability test. Metode analisis data menggunakan korelasi gamma serta di bantu dengan software SPSS 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase klasifikasi status gizi dengan kategori sangat kurus 4,2 %, kategori kurus 10,8%, kategori normal 59,6%, kategori gemuk 14,6%, kategori obesitas 10,8%. Sedangkan persentase kemampuan motorik dengan kategori sangat tinggi 5,2%, kategori tinggi 27,2%, kategori sedang 35,7%, kategori rendah 24,9%, kategori sangat rendah 7,0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan motorik siswa kelas atas di SDN Kauman 2 Bojonegoro, dengan besarnya sumbangan 20,2%. Kata Kunci: Sekolah Dasar Negeri, Status Gizi, Kemampuan Motorik. Abstract Early children development is very important and influential on motor motion. Childrens motor skills develop well, if the child has good motion experience. This has many factors, namely the nutritional status of one of them. Growth and development must be balanced with adequate nutritional intake, if it is not balanced with adequate nutritional intake it will also affect childrens motor skills. This study aims to determine the relationship between nutritional status and motor skills of upper class students at Kauman Elementary School 2 Bojonegoro. The research subjects were 213 students from class 456. Measurement of nutritional status using (BMI / U). Age measurement was obtained through biodata at school and measurement of motor skills using motor ability test. Data analysis method uses gamma correlation and is assisted with SPSS 21.0 software. The results of this study indicate the percentage of nutritional status classification with a very thin category of 4.2%, a thin category of 10.8%, a normal category of 59.6%, a fat category of 14.6%, an obesity category of 10.8%. While the percentage of motor skills with a very high category is 5.2%, high category is 27.2%, medium category is 35.7%, low category is 24.9%, very low category is 7.0%. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status and motor skills of upper class students at Kauman Elementary School 2 Bojonegoro, with a contribution of 20.2%. Keywords: Public Elementary School, Nutritional Status, Motor Ability.

Page 91 of 109 | Total Record : 1082