cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN PERILAKU HIDUP SEHAT ANTARA SISWA MI AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH DENGAN MI NEGERI 1 KOTA KEDIRI YOHAN ADJITAMA, RAMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat perilaku hidup sehat siswa antara MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan MI Negeri 1 Kota Kediri. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian non-eksperimen, dengan menggunakan desain komparatif yang bertujuan untuk membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok lain. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas 4C, 5C, 6C pada MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan jumlah 100 siswa dan kelas 4A, 5B, 6C pada MI Negeri 1 Kota Kediri yang berjumlah 99 siswa. Jika di total keseluruhan siswa menjadi 199 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket perilaku hidup sehat yang berjumlah 33 soal, yang terdiri atas kebersihan diri, tidak merokok dan menggunakan narkoba, olahraga secara teratur, mengatur pola makan dan membuang sampah pada tempatnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Hasil presentase perilaku hidup sehat siswa MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah terdiri dari kategori ?cukup? sebanyak 2 siswa dengan presentase 2,00% serta kategori ?baik? sebanyak 56 siswa dengan presentase sebesar 56,00% dan kategori ?sangat baik? sebanyak 42 siswa dengan presentase sebesar 42,00% sedangkan di MI Negeri 1 Kota Kediri memperoleh kategori ?baik? sebanyak 65 siswa dengan presentase 65,66% dan kategori ?sangat baik? sebanyak 34 siswa dengan presentase sebesar 34,34%. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diperoleh nilai rata-rata pada jawaban kuesioner siswa MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah senilai 79,20 sedangkan MI Negeri 1 Kota Kediri senilai 78,79. Hasil pengujian menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikan lebih besar dari 5% atau 0,05 yaitu senilai 0,661. Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, jadi tidak terdapat perbedaan tingkat perilaku hidup sehat pada kedua sekolah tersebut. Kata kunci: Sekolah Negeri, Sekolah Swasta, Perilaku Hidup Sehat. Abstract The purpose of this research was to find out the comparison of healthy life behaviours between the students of MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah with MI Negeri 1 Kota Kediri as the participants. It is included in a non-experiment type, by using a comparative design which is to compare one sample of the groups to another. The total of all participants of both schools are 199 students, which are divided into two groups of the sampling. 100 participants of MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah are taken from the class of 4C, 5C, 6C. Meanwhile, 99 participants of MI Negeri 1 Kota Kediri are taken from the class of 4A, 5B, 6C. The reasercher used purposive sampling technique. Furthermore, the instrument that used the questionnaire of Healthy life behaviour it has 33 questions about self clean liness, a not smoking person and using illegal drugs, doing physicall excercise regulary, healthy diet and keeping the environment clean. The tasting evaluations technique that used for this research were normality, homogenity and T evaluating tests. Result in total, The Healthy life behaviour of the students of MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah are categorized into 3. Such as ?fair?, there were 2 students (2,00%). ?good? there were about 56 students (56,00%) and ?excellent? there were 42 students (42,00%). In comparison to MI Negeri 1 Kota Kediri has obtained 2 categories ?good? there were 65 students (65,66%) and ?excellent? there were 34 students (34,34%). Overall, based on the counting statistic average that is taken from the questionnairs of both schools are 79,20 for MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah and 78,79 for MI Negeri 1 Kota Kediri. Furthermore, the tasting result by using t-test evaluation technique is significantly higher 0,661 (<0,05). In other word, H0 is accepted and H1 is denied. Thus, there was no significant difference in healthy life behaviours among the students of both schools. Keywords: Public Schools, Private Schools, Healthy Lifestyle
SURVEI PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI TERHADAP TERLAKSANANYA PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMP SE- KECAMATAN LAKARSANTRI KOTA SURABAYA SETIAWAN, WAWAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah, yang seperti dibayangkan sebagian orang. Kualitas seorang guru adalah sangat penting bagi kelangsungan pendidikan kepada peserta didik sebagai generasi yang akan melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa dan negara tercinta ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam menyampaikan materi yang ada di dalam Kompetensi Dasar (KD) untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tingkat SMP se- Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Oleh sebab itu, penelitian ini mengambil sampel dari populasi dan menggunakan angket sebagai instrument pengumpulan data. Populasi dari penelitian ini ada 9 sekolah di kecamatan lakarsantri yakni SMPN 40 Surabaya, MTsN 2 Surabaya, SMPN 28 Surabaya, SMP Nurul Huda, SMP IT AT Taqwa, SMP IT Ustman Bin Affan, SMP Lab. School Unesa, SMP Ciputra, dan MTs Bina Insani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan memiliki berbagai karakteristik untuk menunjang terlaksananya materi pendidikan kesehatan di mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan kesehatan di SMP se-Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya maka dari itu peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terhadap terlaksananya pendidikan kesehatan adalah baik dan besar keterlaksanaan pendidikan kesehatan sebesar 70%. Kata Kunci: Kompetensi Dasar, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, SMP Abstract Teacher has a critical role on education. Furthermore, the quality of a teacher will determine the education goal. This study aims to analyze the role of a physical education teacher in delivering health education topic for physical education subjects at the junior high school level in Lakarsantri Subdistrict, Surabaya City. This study was conducted by using survey methods. It used questionnaire as data collection instruments. There were 9 sampels from the whole population who were involved in this study. They were state junior High School of 40 Surabaya, State MTs of 2 Surabaya, State Junior High School of 28 Surabaya, Nurul Huda Middle School, Taqwa Middle School IT, Usman Bin Affan Middle School, Lab Middle School. Unesa School, Ciputra Middle School, and bina Insani MTs. The results of this study indicates that the role of physical education teachers has various characteristics to support the implementation of health education material at physical education subjects on junior high school in Lakarsantri Subdistrict, Surabaya. Therefore the role of physical education teachers in the implementation of helath education is significant, with the contribution toward health education 70%. Keywords: Basic Competence, Physical, Education, Sports, and Health, Middle School
PENGARUH VARIASI MODEL LATIHAN TEMBAKAN TERHADAP HASIL FREE THROW PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET ADI SURYA PUTRA, NOVAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Presentase hasil tembakan peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA Negeri 1 Driyorejo masih rendah, khususnya dalam melakukan free throw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi model latihan tembakanterhadap hasil free throw peserta ekstrakurikuler Bolabasket di SMA Negeri 1 Driyorejo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Driyorejo yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Bola basket sebanyak 30 siswa, yaitu 14 siswa putra dan 16 siswa putri. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan free throw. Teknik pengumpulan data adalah dengan pre-test dan post-test kemampuan free throw sebanyak 10 kali kesempatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji beda mean pre-test dan uji beda mean post-test kemampuan free throw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi model latihan tembakanterhadap hasil free throw peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA Negeri 1 Driyorejo. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji-t, taraf signifikansi 0,05 dengan nilai t test 3,604 > t tabel 1,699, yang menunjukkan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruhvariasi model latihan tembakanterhadap hasil free throw peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA Negeri 1 Driyorejo. Nilai rata-rata post-test sebesar 4,30 > 3,53 nilai rata-rata pre-test. Hal ini terbukti pula dengan adanya perhitungan presentase peningkatan sebesar 19,8 %. Kata kunci : Variasi model latihan tembakan, Bola Basket ABSTRACT The percentaged of shots from basketball extracurricular members at Driyorejo 1 Senior High School was still low, especially in carrying out freethrow. This study aimed to determine the effect of variations in shooting practice models on the results of free throws from basketball extracurricular participants in Driyorejo 1 Senior High School.This study used a quasi-experimental method with one group pre-test post-test design. The study population was Driyorejo 1 Senior High School students who participated in the basketball extracurricular activities as many as 30 students, consist of 14 male students and 16 female students. The instrument used is a free throw ability test. Data collection techniques were by pre-test and post-test the ability to free throw as many as 10 times the chance. The data analysis technique used a different mean pre-test and a different mean post-test free throw ability test. The results showed that there was an influence on the variation of the shoot training model on the results of free throws of basketball extracurricular participants at Driyorejo 1 Senior High School. This was evidenced by using the t-test, a significance level of 0.05 with a t test value of 3.604> t table 1.699, which indicated an alternative hypothesis was accepted. Thus it can be concluded that there was an influence of the variation in the shooting practice model on the results of free throws of basketball extracurricular participants in Driyorejo 1 Senior High School. The post-test average value is 4.30> 3.53 pre-test average value. This provened by the calculation of the percentage increase of 19.8%. Keyword : Variation of shot training model, Basketball.
HUBUNGAN AKTIVITAS JASMANI DENGAN BERBAGAI AKTIVITAS OLAHRAGA DI LUAR JAM PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 NGANJUK DWI PUTRI, SEPTIANA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari yang bersifat rekreasi, atau permainan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan tubuh masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas tambahan. Kebugaran jasmani penting bagi seseorang yang ingin mempunyai hidup sehat karena dengan demikian orang tersebut akan selalu bergerak/beraktivitas dalam berbagai hal misalkan siswa yang berangkat ke sekolah berjalan kaki, bersepeda dan dengan menggunakan sepeda motor maka tingkat kebugarannya pun berbeda. Kemudian siswa yang aktif mengikuti aktivitas olahraga dengan siswa yang tidak aktif berolahraga juga memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda pula. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil angket aktivitas fisik yang dilakukan selama seminggu dan hasil tes MFT, maka dapat dikategorikan bahwa jumlah siswa yang memiliki aktivitas jasmani sangat rendah terdapat 259 siswa, sedangkan siswa yang memiliki aktivitas jasmani rendah terdapat 79 siswa, dan siswa yang memiliki aktivitas jasmani sedang terdapat 14 siswa. Selanjutnya jumlah siswa yang memiliki kebugaran jasmani sangat kurang sebanyak 226 siswa, siswa yang memiliki kebugaran jasmani kurang sebanyak 117 dan siswa yang memiliki kebugaran jasmani sedang sebanyak 9 siswa. Dengan besar hubungan aktivitas jasmani diluar jam pelajaran pendidikan jasmani dengan tingkat kebugaran jasmani dapat dikategorikan dengan presentasi bahwa aktivitas jasmani sangat rendah dan kebugaran jasmani sangat kurang sebesar 73,6%, aktivitas jasmani rendah dan kebugaran jasmani kurang sebesar 22,4%, sedangkan aktivitas jasmani sedang dan kebugaran jasmani sedang sebesar 4,0%. Kata kunci : Kebugaran Jasmani, Aktivitas Jasmani. Abstract Physical fitness is an ability of humans body to deal with any activities. The excellent physical fitness will make the body has more enduranace and less fatigue while doing any activities. Moreover, the body still saves adequate amount of energy to deal with other activities. Physical fitness takes important role for everyone who wants to have a healthy life since it causes everyone to keep moving in various ways. For example, the students who go to school by walking, riding bicycle, or riding motorbikes, they will have different level of physical fitness. Likewise the different level of physical fitness also appears between the students who are active in doing some exercises (sports activities) and the students who are not. Based on the result of physical fitness questionnaire and MFT test, it showed some categories of students? physical fitness. The result showed that there are 259 students who belong to very low in physical activity. Furthermore, there are 79 students who have low in physical activity and 14 students who have moderate one. In addition, there are 226 students with very low physical fitness, 117 students with low physical fitness, and 9 students with moderate one. The significant relation between physical activity, besides PE, and physical fitness level, the result can be categorized as follows. The students who belong to very low category of physical activity and physical fitness are 73,6%. There are 22,4% students who belong to low physical activity and physical fitness. Furthermore, there are only 4% of the students who have moderate physical activity and physical fitness. Keywords : Physical Fitness, Physical Activity.
PENGARUH PENERAPAN METODE CIRCUIT TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLA BASKET KARTIKA PERMATASARI, DESY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Circuit training adalah latihan fisik yang terdiri dari beberapa pos yang masing-masing gerakan latihan berbeda. Perbedaan pos satu dengan pos lainnya adalah beban latihan atau tingkat kesulitan gerak. Penggunaan metode circuit training dapat divariasikan dengan modifikasi permainan dalam setiap pos agar pembelajaran menyenangkan dan fokus pada materi dengan pembagian beberapa pos tersebut. Penerapan metode circuit training diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar dribble bola basket siswa. Berdasarkan table dapat dijelaskan.bahwa nilai rata-rata saat pretest.kelompok eksperimen sebesar 44,8103.meningkat menjadi 68,9793 saat posttest dengan beda 16,336. Uji beda yang yang digunakan adalah T-test dengan nilai signifikansi.0,000. Taraf signifikan.pada penelitian ini adalah 5 % jika nilai signifikan < 0,05 maka dikatakan ada pengaruh yang signifikan. Sedangkan jika nilai sig > 0,05 maka data dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan. Nilai signifikan.yang diperoleh sebesar 0,000.yang artinya < 0,05 ada pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen. Besarnya pengaruh yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah 16%. Dapat disimpulkan bahwa terjadinya pengaruh kepada kelompok eksperimen, setelah melalui pembelajaran dribble bola basket dengan metode circuit training. Kata kunci: Metode Circuit Training, Dribble, Bola Basket Abstract Circuit training is a physical training that consists of several particular movement posts. The differences between one post and another is the training load or the level of difficulty of its movement. The using of circuit training methods can be varied by modifying the game in each post. It makes learning process more focus and fun on the material by dividing some of these posts. The implementation.of the circuit training method is expected to improve students basketball dribble learning outcomes. Based.on the result, it.can.be explained that the average value at the.pretest of the experimental group is 44,8103 and become 68,9793. The posttest difference is 16,336. The different test used the T-test with a significance value of 0,000. Significant level in this study is 5% if a significant value <0.05, it is said that there is a significant effect. Whereas if the value of sig> 0.05 then the data is said to have no significant effect. Significant value in this study is 0,000. It means there is a significant influence on the experimental group. The magnitude of the effect given to the experimental group was 16%. It can be concluded that the influence of the experimental group occurred after going through basketball dribble learning using the circuit training method. Keywords: Circuit Training Method, Dribble, Basketball
SURVEI STATUS GIZI BERDASARKAN TB/U DAN IMT/U PADA SISWA KELAS I (SATU) SD SE-KECAMATAN PACITAN DWI PRIHATMOKO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gizi merupakan salah satu kebutuhan yang mempengaruhi sumber daya manusia, dimana gizi yang cukup berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan, kesehatan, keterampilan dan pertumbuhan anak. Asupan gizi yang cukup dapat mendukung pertumbuhan anak secara normal sesuai usianya. Untuk memantau pertumbuhan anak dapat dilihat melalui pengukuran status gizinya. Pemantauan status gizi pada anak sangat penting dilakukan pada saat anak baru masuk sekolah dasar. Dengan adanya pemantauan pada anak pada saat masuk sekolah dasar dapat menjadi deteksi awal mengenai gangguan gizi pada anak usia sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat status gizi berdasarkan TB/U dan IMT/U pada siswa kelas 1 (satu) SD se-Kecamatan Pacitan. Jenis penelitiannya adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi penelitian sebanyak 155 siswa dari 6 SD di kecamatan Pacitan. Instrumen yang digunakan adalah IMT/U, dengan mengukur tinggi badan, berat badan dan umur. Teknik analisa data menggunakan persentase. Hasil analisis data menunjukkan rata- rata usia siswa kelas 1 (satu) SD Se-Kecamatan Pacitan 7 tahun, tinggi badan 120 cm, dan berat badan 23 Kg. Kategori status gizi kelas 1 (satu) SD se-kecamatan Pacitan berdasarkan TB/U rata-rata memiliki kategori normal sebesar (89,0%), sangat pendek (0,6%), pendek (9,0%), tinggi (1,3%). Sedangkan berdasarkan IMT/U rata-rata memiliki kategori normal sebesar (61,3%), sangat kurus (11,0%), kurus sebesar (8,4%), gemuk (9,1%), dan obesitas (10,3%). Kata Kunci : status gizi, TB/U, IMT/U, siswa kelas 1 (satu) SD. Abstract Nutrition is one of the most important necessity of every human being. An adequate nutrition is closely related to the development of children intelligence, health, skills and growth. In addition, adequate nutrition can support the growth of children according to their age. To monitor a child?s growth can be seen through measuring his nutritional status. Monitoring children?s nutritional status when they start attending elementary school is very important. With the monitoring of children at the time of entering elementary school can be an initial detection of nutritional disorders in school-age children. The purpose of this study was to determine the level of nutritional health status for first graders elementary school students in Pacitan. This study is a survey research with quantitative approach. The sample of study were 155 from 6 elementary school students from different school in Pacitan. While the data obtained by using Body Mass Index (BMI) for age measurements with recording students? weight and height of the students. The data was analyzed by using percentage technique. The results of the analysis showed that students? average age were 7 years old. The height and the weight were 120 cm and 23 Kg. The nutritional status category for overall first graders elementary school students in Pacitan based on height-for-age measurements was considered normal (89,0 %), very short (0,6%), short (9,0%), and tall (1,3%). While based on Body Mass Index (BMI) for age measurements also showed in category normal (61,3%), very thin (11,0%), thin (8,4%), fat (9,1%), and obesity (10,3%). Key words : nutritional health status, height for age, Body Mass Index (BMI) for age, first grade.
PERBANDINGAN TINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA ANTARA KELAS UNGGULAN DAN NON UNGGULAN DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 7 SURABAYA ARDINI ISLAMIYAH, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motivasi adalah hal terpenting dalam proses belajar. Siswa tidak akan belajar dengan baik dan melakukan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh jika mereka tidak memiliki motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas unggulan dan non unggulan dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Penelitian ini menggunakan desain komparatif yang diarahkan untuk membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok lain. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 siswa kelas unggulan dan 106 siswa kelas non unggulan. Dari hasil data yang dihitung dengan menggunakan Microsoft Excel dan Statistical Package for Social Sciences 25, menunjukkan bahwa skor tertinggi berada di kelas X.3 (81%) dan nilai terendah di kelas XII.2 (68%). Selain itu hasil motivasi siswa kelas unggulan adalah 74% dengan rata-rata 152,36. Sementara, kelas non unggulan adalah 73% dengan rata-rata 151,03. Perhitungan t-test menunjukkan hasil signifikan (0,590) > (0,05). Maka, Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat motivasi belajar siswa kela unggulan dan non unggulan.. Kata Kunci: Motivasi belajar, kelas unggulan dan non unggulan. Abstract Motivation is the most important thing in learning process. Students will not learn well and do the task from the teacher seriously if they don?t have motivation. This study aims to determine the learning motivation of superior and non-superior class students in physical education. This study used a comparative design which was directed to compare one sample group with another group. The sample in this study were 105 superior class students and 106 non-superior class students. From the result of the data that was calculated by using Microsoft Excel and Statistical Package for Social Sciences 25, it showed that the highest score was in class X.3 (81%) and the lowest value was in class XII.2 (68%). Moreover the results of superior class student motivation is 74% with an average 152.36. While, the non-superior class is 73% with an average 151.03. The t-test calculation showed a significant result (0.590) > (0.05). Then, Ha is rejected and Ho is accepted, it means there is no significant difference between the level of learning motivation of superior and non-superior class students. Keyword: Learning motivation, superior and non-superior classes
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARY DENGAN STATUS GIZI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 3 SIDOARJO ADITYA ARMANDA, RIZKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas sedentary bermakna kegiatan fisik yang dilakukan secara statis (duduk, berbaring) yang dilakukan bukan pada saat tidur (Kamus Inggris Indonesia). SMP Negeri 3 Sidoarjo memiliki visi untuk unggul menerapkan pelayanan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan cara pembelajaran menggunakan komputer, internet, dan smartphone. Pada saat peserta didik menggunakan komputer atau smartphone, mereka melakukan aktivitas sedentary. Aktivitas sedentary menjadi faktor penyebab beberapa penyakit seperti obesitas, defisiensi vitamin, kolesterol, kanker (Inyang dan Okey-Orji, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentary dengan status gizi, serta seberapa besar hubungan aktivitas sedentary dengan status gizi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimen dan desain penelitian korelasi. Pengambilan data aktivitas sedentary dengan menggunakan kuesioner aktivitas sedentary remaja yang mengadopsi dari Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Sedangkan pengambilan data status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan, menghitung umur untuk mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh berdasarkan Umur (IMT/U). Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Berdasarkan perhitungan data korelasi gamma menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science) dengan nilai signifikansi hitung 5%, menyatakan bahwa nilai signifikansi hitung lebih besar dari nilai signifikansi tabel (0,079 > 0,05), maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentary dengan status gizi peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Sidoarjo. 2) Hasil perhitungan sumbangan korelasi sebesar 0,187 yang menjelaskan bahwa besar sumbangan aktivitas sedentary dengan status gizi peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Sidoarjo dalam satuan persen adalah 18,7 %. Kata kunci: Sedentary, Status Gizi, Peserta Didik. Abstract Sedentary activity is a physical activity which is done statically (sitting, laying), but it is not during sleep (English-Indonesian dictionary). Junior state high school of 3 Sidoarjo has a vision to apply learning service based on information and communication technology by using computer, internet, and smartphone. Sedentary activity happens when students using their computer or smartphone. There are many diseases are caused by sedentary activity, such as obesity, vitamin deficiency, cholesterol, and cancer (Inyang and Orji, 2015). The purpose of this research is to know the relationship between sedentary activity and nutrition status. This research is non-experimental and correlation design. The data collecting method for sedentary activity uses the questionnaire of adolescent sedentary activity that was adopted from Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). The data collecting method of nutrition status uses the measurement of body weight and ages in order to get the index of body mass (IMT/U). Based on the data calculation of gamma correlation from Statistical Package for the Social Science (SPSS), there are two results of this research. First, the significance value is 5% it means that the calculated significance is higher than table significance value (0,079>0,05). So, there is no significance relationship between sedentary activity and nutrition status of the seventh grade students in junior state high school of 3 Sidoarjo. Secondly, the correlation result is about 0,187. It means that there is about 18,7% of the sedentary activity contribution to nutrition status of the seventh grade in the junior state high school of 3 Sidoarjo. Keywords: Sedentary, Nutritional Status, Student.
SURVEI AKTIVITAS SEDENTARI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KECAMATAN PURWOASRI AGUSTIN JUWITA SARI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berkembangnya teknologi pada saat ini, membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan menimbulkan meningkatnya aktivitas sedentari. Aktivitas sedentari ini banyak menimbulkan dampak negatif misalnya menonton televisi yang terlalu lama, bermain gadget untuk kesenangan dll yang akan berpengaruh bagi kesehatan. Hal seperti ini digambarkan oleh siswa kelas VIII se-kecamatan Purwoasri yang mempunyai kebiasaan di atas, serta pada saat jam mata pelajaran PJOK mereka malas dan tidak aktif untuk melakukan olahraga. Hal tersebut yang membuat siswa terbiasa dengan melakukan aktivitas sedentari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat aktivitas sedentari siswa kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Purwoasri. Penelitian ini menggunakan jenis survei metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Purwoasri, yaitu SMPN 1 Purwoasri dan SMPN 2 Purwoasri yang berjumlah 444 siswa. Sampel penelitian ini menggunakan quota sampling berdasarkan rumus slovin dengan jumlah 210 siswa. Data aktivitas sedentari diperoleh dengan Kuisioner Aktivitas Remaja. Analisis data menggunakan presentase, mean, dan standar deviasi. Berdasarkan hasil penelitian dari angket sedentari, ada 11 aktivitas yang diteliti, aktivitas sedentari siswa yang paling tinggi dengan rata-rata 947,7 menit/minggu yaitu duduk bermalas-malasan dan rata-rata terendah yaitu membaca untuk kesenangan dengan rata-rata 52,1 menit/minggu. Sedangkan berdasarkan kategori, siswa yang memperoleh kategori tinggi berjumlah 159 siswa (76,44%), sedang 42 anak (20,19%), dan rendah 7 siswa (3, 365%). Jadi dapat disimpulkan bahwa di SMP Negeri se-kecamatan Purwoasri memiliki aktivitas sedentari tinggi. Kata Kunci: Aktivitas Sedentari dan Siswa SMP. Abstract The development of technology in this era makes human work easier. However, it leads to increase sedentary activity. Sedentary activities are able to increase its negative effect such as, watching television, spending time with gadgets, and other activities which can affect human health. This condition can be figured out on class VIII students in Purwoasri subdistrict who have those kinds of activities. Also, it makes the students become lazy to participate in Physical Education (PE). It causes students to get used to doing sedentary activities. The aim of this research was to determine the level of sedentary activity of eighth grade students of Junior High School in Purwoasri sub-district. This research uses survey method. The population of this study were 444 eighth grade students of the State Junior High School in Purwoasri subdistrict. The research sample were 210 students who were choosen by using Slovin formula. The sedentary activity data was obtained by distributing juvenile activity questionnaires. Data analysis uses percentage, mean, and standard deviation. Based on the results of the research from questionnaires, there were 11 activities studied. Based on the sedentary activity data, the most sedentary activity is sitting. In average, they sit 947.7 minutes / week. On other hands, lowest average is reading for pleasure with an average of 52.1 minutes / week. In conclusion, there are 159 with high sedentary activity level, medium 42 students (20.19%), and a low of 7 students (3.365%). From the results of the research, it can be concluded that in the SMPN Purwoasri district has a high sedentary activity. Keywords: Sedentary Activities and Junior high school students.
PENGARUH VARIASI LATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA HULAHOOP DAN TALI TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS BOLA VOLI KURNIAWAN WAHYUDI, ANDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam mewujudkan suksesnya pendidikan terdapat dua kegiatan yaitu kegiatan intra dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dalam hal ini juga memiliki peran penting dalam pengembangan potensi diri siswa dan sebagai wahana untuk meraih prestasi non akademik. Pada ekstrakurikulerbolavoli di SMAN 4 Sidoarjo, siswa masih kesulitan dalam mengarahkan arah bola saat melakukan serve, sehingga pada saat pertandingan cenderung serve yang dilakukan mudah di antisipasi oleh lawan, padahal serve itu adalah serangan pertama yang bertujuan untuk mematikan lawan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengadakan penelitian dengan menggunakan media (hulahoop dan tali) untuk materi serve pada olahraga bolavoli.Penelitian ini bertujuan untuk menguji keberhasilan penggunaan variasi latihan dengan penggunaan media hulahoop dan tali untuk meningkatkan ketepatan servis atas pada siswa ekstrakurikuler di SMAN 4 Sidoarjo.Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu, penelitian diarahkan untuk menganalisis hasil distribusi data pretest dan posttest dari satu kelompok sampel (onegrouppretestposttestdesign). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes ketepatan servis (AAPHER, 1969). Tes tersebut digunakan untuk mengukur ketepatan servis siswa. Subyek penelitiannya adalah siswa ekstrakurikuler SMAN 4 Sidoarjo. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji T. Hasil peningkatan keterampilan peserta setelah mengikuti metode ini meningkat sebesar 0,95833 (0,96%), yang dilihat dari nilai rata ? rata pre-test dan post-test. Dengan demikian menggunakan metode variasi latihan dengan alat bantu hulahoop dan tali dapat memembantu dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : Variasi, Ketepatan, Servis atas, Bola voli Abstract To achieve the objectives of the education unit there are two important activities carried out in schools, namely intracurricular and extracurricular activities. Extracurricular activities have an important role in developing students personal potential and as a vehicle for achieving non-academic achievements. At volleyball extracurricular activities in SMAN 4 Sidoarjo, students still have difficulty in directing the direction of the ball when serving, so that during the game they tend to serve which is easily anticipated by the opponent, even though the serve is the first attack aimed to make a score, researchers want to conduct research by using media (hulahoop and rope) for serving material on volleyball.This study aims to test the success of the use training variation with the using media (hulahoop and rope) to improve the accuracy of top service for extracurricular students at SMAN 4 Sidoarjo. The research design used was experimental design. The study was directed to compare the results of the distribution value pre test and post test data from one sample group (one group pre test post test design). The data collection method used was the service accuracy test (AAPHER, 1969). The test is used to measure the accuracy of student service. The research subjects were extracurricular studentsof SMAN 4 Sidoarjo. The data analysis used was the normality test and the T. test. The results, participants?skill improve after following this method. It increased by 0.95833 (0.96%), which was seen from the average value of the pre-test and post-test. Thus ,by using the method of variation in training with hulahoop and rope tools can help in the learning process to improve student learning outcomes. Keywords : Variation, Accuracy, Over head service volleyball

Page 90 of 109 | Total Record : 1082