cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 1 NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN FIRMAN DANI, BACHTIAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi, informasi, dan komuniksi yang begitu cepat dan maju memudahkan segala aktivitas manusia di berbagai aspek kehidupan sehari-hari sehingga menyebabkan meningkatnya aktivitas sedentari pada seseorang. Hal tersebut juga digambarkan pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan, diketahui bahwa kebanyakan dari mereka memiliki aktifitas fisik yang kurang. Banyak dari mereka berangkat dan pulang sekolah menggunakan kendaraan bermotor ditambah lagi kurangnya aktivitas fisik saat di rumah. Peserta didik lebih memilih menggunakan waktu mereka dengan duduk bermalas-malasan sambil bermain gadget untuk game online, melihat film di komputer, dan menghabiskan waktu di depan televisi. Kebiasaan tersebut jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada masalah kesehatan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimen dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII sebanyak 199 peserta didik. Perolehan data aktivitas sedentari dengan menggunakan kuesioner aktivitas sedentari remaja, sedangkan data pada status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri menggunakan IMT/U. Analisis data hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi menggunakan korelasi gamma. Total rata-rata keseluruhan aktivitas sedentari peserta didik yaitu sebesar 378,62 menit/hari dengan persentase kategori tinggi sebesar 51,8%, sedang 37,7%, dan rendah 10,6%. Sedangkan hasil analisis status gizi pada peserta didik dengan nilai IMT rata-rata 19,4, standar deviasi 4,0 dengan persentase kategori sangat kurus 4,0%, kurus 15,6 %, normal 68,3%, gemuk 10,1%, obesitas 2,0%. Hasil analisis data dari kedua variabel tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan dengan nilai 0,069 (>0,05) dengan sumbangan aktivitas sedentari sebesar 12,4%. Kata kunci : Aktivitas sedentari, status gizi. Abstract The rapid development of technology, information, and communication enabels people to do any aspects of their activities easier. However, it can also increase people?s sedentary behavior. This can be seen on eighth graders students of SMPN 1 Ngimbang in Lamongan of whoam were found to have a lack of physical activity. Most of the students commute to school by motorcycle. Moreover, they rarely do any physical activities at home. They like to spend their time sitting in a couch playing online games on their gadget, watching films on their computer, and watch the television. If those activities become habitual, it will have bad effects on the student?s health. The aim of this research was to find out the correlation between sedentary behavior and nutritional status of eight graders in SMPN 1 Ngimbang Lamongan. This research used descriptive non-experimental method using correlational design. The populations of the research were all of the eight graders specifically 199 student. Teenagers sedentary behavior questionnaire was employed to gather the data of students sedentary behavior, where as the nutritional status was measured by antropometri measurement using IMT/U. Gamma correlation was employed to analyze the correlation between sedentary behavior and nutritional status. The overall average of sedentary behavior 378.62 minutes/day and the percentage for hight categories of 51.8%, moderate 37.7%, and low of 10.6%. Furthermore, the analysis of nutritional status showed that IMT mean 19.4, the standard deviation was 4.0, and the percentage of very thin category was 4.0%, thin 15.6%, normal 68.3%, fat 10.1%, obesity is 2.0%. The results indicated that there was no correlation berween those two variables, namely sedentary behavior and nutritional status of eight graders in SMPN 1 Ngimbang Lamongan which was yielding the value of 0.069 (>0.05) with sedentary behavior contribution of 12.4%. Keywords: sedentary activity, nutritional status
PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 21 SURABAYA ANAM, KHOIRUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode bermain adalah cara untuk menyajikan materi pembelajaran untuk mata pelajaran di luar ruangan. Metode ini memungkinkan siswa untuk bermain dan mendapatkan atau menemukan konsep seperti dalam buku teks. Metode bermain sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan jasmani karena cenderung dilakukan di luar kelas. Selain itu, metode bermain dapat memotivasi siswa karena mereka menikmati permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain terhadap kemampuan motorik siswa melalui aktivitas bermain yang harus dilakukan dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam memenuhi tugas gerak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 21 Surabaya dan teknik pengumpulan data adalah menggunakan Barrow Motor Ability Test. Data yang didapatkan merupakan hasil tes kemampuan motorik untuk setiap siswa. Selain itu, data dianalisis dengan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan keterampilan motorik siswa dalam kelompok eksperimen yang dibuktikan dengan skor persentase efektivitas, yaitu 6%. Skor ini diindikasikan bahwa metode bermain dapat membawa pengaruh signifikan pada kemampuan motorik siswa karena peningkatan positif muncul setelah metode bermain diberikan dalam 4 pertemuan, oleh karena itu ada perbedaan yang signifikan dalam hasil pre-test dan post-test. Kata Kunci: Metode bermain, Kemampuan motorik Abstract Playing method is a way to present learning materials for outdoor subject. This method allows the students to play in order to gain or find a concept as in the textbook. Playing method is appropriate to be implemented in physical education since it tends to be done outside the class. Moreover, playing method can motivate the students, because they enjoy playing a game. The research aims to investigate the effect of playing method to students? motor skill through playing activity which has to be done in teaching and learning process. Therefore, it was expected that the students could be more active in fulfilling the motion task. This research used quasi experimental method which specifically applied one-group pretest-postest design. The subjects of this research were eight grader students of Junior High School 21 Surabaya. The data collection technique was conducted by a test through Barrow Motor Ability Test. The data formed as number which was the motor ability test result for each student. Moreover, the data were analyzed by hypothesis testing to investigate the effect of the given treatment. The result shows that the playing method could increase the students? motor skill in experiment group which was proved by the score of the effectiveness percentage, it was 6%. This score was indicated that playing method could bring significant effect to students? motor skill since the positive improvement appeared after the playing method was given in 4 meetings, therefore there was a significant difference in pre-test and post?test result. Keywords: Playing method, motor skill
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA UKM KARATE UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FITRIA ALIMMAWATI, DIHNARTY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap orang membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.Energi di dalam tubuh dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi sehari-hari.Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak dan protein.Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas.Untuk itu setiap individu harus memenuhi asupan gizinya sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi dengan kebugaran jasmani mahasiswa UKM karate Universitas Negeri Surabaya.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif non eksperimen yaitu melibatkan data dalam bentuk angka. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa yang masih aktif mengikuti kegiatan latihan di UKM Karate Universitas Negeri Surabaya besar populasinya sebanyak 31 mahasiswa.Dari hasil analisis data penelitian yang menggunakan tabulasi silang, uji hipotesis dan chi-square dapat diketahui bahwa tingkat kecukupan energi tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,113 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Asupan karbohidrat tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,868 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Asupan protein tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,288 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dan asupan lemak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,009 (p<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara tingkat kecukupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa UKM karate Universitas Negeri Surabaya tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata Kunci :Tingkat Kecukupan Energi, Tingkat Kebugaran Jasmani Abstract Everyone needs energy to do daily activities. The energy of our body is influenced by the amount of food which is eaten everyday. The energy sources are carbohydrates, fats, and proteins. The oxidation process will produce energy which is needed to do activities. However, everyone has to fulfill certain nutrient based on his activities.The purpose of the study is to know the correlation between the student energy level and physical fitness levels in Karate Club of Surabaya State University. This is a descriptive research with non-experimental quantitative approach by using number datas. The population is the students who are participating at Karate Club of Surabaya State University. The number of population are 31 students. The data were analysed by using crosstabulation, hypothesis test, and chi-square. Itshows that the level of energy need which has a sig value of sig p = 0,113 (p>0,05), then H0 is accepted and Ha is refused. Carbohydrate need has a sig value of sig p = 0,868 (p>0,05), then H0 is accepted and Ha is refused. Protein need has a sig value of sig p = 0,288 (p>0,05), then H0 is accepte and Ha is refused. Fat need has a sig value of sig p = 0,009 (p<0,05), then H0 is refused and Ha is accepte. It can be concluded that there is not significant correlationship between the student energy need level and physical fitness levels of Karate Club of Surabaya State University. Key Words: The Adequacy of Energy, Physical Fitness Levels
PENGARUH PEMANASAN MENGGUNAKAN PERMAINAN KECIL TERHADAP TINGKAT KESIAPAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN SHOLIHIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya siswa tidak menghendaki adanya kebosanan dalam pembelajaran, karena pembelajaran yang dapat membosankan merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Untuk itu, guru dalam mengawali proses pembelajaran dengan suatu yang menarik supaya membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Hal tersebut juga digambarkan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan, diketahui bahwa ketika proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, dikarenakan pada saat pembelajaran cenderung kurang menarik sehingga siswa tersebut kurang bersemangat dan tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Akan tetapi ketika saat pemanasan memberikan permainan maka semangat dan kesiapan siswa meningkat saat materi pembelajaran berlangsung siswa terlihat antusias sekali dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 siswa, yang terdiri dari 32 siswa kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Bentuk tes pre-test dan post-test menggunakan menghitung denyut nadi sebelum dan sesudah pemanasan. Untuk analisis data menggunakan non parametrik yaitu wilcoxon. Berdasarkan dari hasil analisis data menggunakan statistik, diketahui bahwa adanya pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan dengan nilai taraf signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan hasil 12,97 > 2,031. Sedangkan besarnya pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan yaitu sebesar 9,70%. Kata kunci: Pemanasan menggunakan permainan kecil, tingkat kesiapan. Abstract Students do not enjoy the boredom in learning process participation, because that is not fun. For this reason, the teacher needs to involve something interesting to make students more enthusiast in following physical education. It is known that not all students in the eighth grade of MTsN 1 Pacitan participate well when the physical education class, because it tends to be less attractive. So, students are less eager and not enthusiastic to participate in learning. But when the warm-up is started by a game, the enthusiasm and readiness of students are increase. Students look very enthusiastic in following the learning. The aim of this study was to know the effect of warming up by small games on the level of readiness of students in physical education class at MTsN 1 Pacitan. The type of the research was an experiment with a quantitative approach. The sample in this study were 64 students, consisting of 32 students of eight B class as the experimental group and 32 students of eight C class as the control group. The sampling technique were cluster random sampling. The form of the pre-test and post-test uses a pulse rate before and after warming-up. The data analysis was non parametric, wilcoxon. Based on the data analysis, it can be seen that there is a significant influence of warming using small games on the level of readiness of students in learning physical education in eighth grade students of the MTsN 1 Pacitan with a significant level of 0,000 < 0,05. This is evidenced by the value of tcount is greater than ttable with the result of 12.97 > 2.031. While the magnitude of the effect of warming using small games on the level of readiness of students in learning physical education in eighth grade students of the MTsN 1 Pacitan that is equal to 9.70%. Keywords: Warming up using a small games, level of readiness.
SURVEI MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA RUGBY KELAS X SMA NEGERI SE-KECAMATAN BOJONEGORO EKA PUTRI, FATMALA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro dengan jumlah populasi 1188 siswa dari empat sekolah dengan sampel sebanyak 288 siswa yang dipilih menggunakan random cluster sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang proses pengambilan data menggunakan instrumen angket minat siswa dengan uji validitas -0,426 ? 0,768 dengan uji reabilitas 0,875.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa minat siswa dar jurusan IPA dan IPS SMA Negeri se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby tergolong tinggi yaitu sebanyak 75,7% dengan persentase siswa jurusan IPA sebanyak 72,2% sedangkan IPS sebanyak 79,2%. Dapat disimpulkan bahwa minat siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby masuk kategori tinggi sejumlah 218 siswa dengan persentase 75,7%. Kata kunci: Minat Siswa, Olahraga Rugby Abstract This research aims to investigate the tenth grade students? interest from all of public senior high schools in Bojonegoro toward rugby. There are 288 out of 1188 students from four schools that were involved in this study. They were chosen through random cluster sampling. The researcher obtains the data by using questionnaire which its validity and reliability are about -0,426 ? 0,768 and 0,875 respectively. After the data were collected, they were analyzed in quantitative methods. The result proves that the 218 students of both science and social classes from all of public senior high schools in Bojonegoro are interested in rugby. The presentation shows 72,2% from science class and 79,2% from social class. Hence, the grand total presentation from both classes is 75,5%. Keywords: Students? Interest, Rugby Sports
PROFIL KEMAMPUAN MOTORIK SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER HOCKEY SD NEGERI WONOKASIAN 1 WONOAYU SIDOARJO BAGUS SUBEKTI, AJI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo yang mengikuti ekstrakurikuler hockey selama ini kemampuan motoriknya belum diketahui dan belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar profil kemampuan motorik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler hockey di SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan motorik yang meliputi: kelincahan, koordinasi mata tangan, keseimbangan dan kecepatan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler hockey di SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo yang berjumlah 49 siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 siswa (8,16%) baik sekali, 10 siswa (20,41%) baik, 19 siswa (38,78%) sedang, 15 siswa (30,61%) kurang, dan 1 siswa (2,04%) kurang sekali.. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa Sekolah Dasar, Ekstrakurikuler Hockey Abstract Motoric skills of public Elementary School Wonokasian 1 Sidoarjo students who participate in hockey extracurricular are unknown and have not been studied. This research aims to find out the motoric skill profile of student who are participating in hockey extracurricular. This is a descriptive quantitative research with survey method. The data was collected by test and measurement procedures. The research instrument of this research was motoric skill tests which include agility, hand eye coordination, balance, and speed. The subjects of this research were 49 students who are participating in hockey extracurricular at public Elementary School Wonokasian 1 Sidoarjo. The data was analyzed by descriptive quantitative method with percentage form. The result of this research showed that there were 4 students (8,16%) in excellent, 10 students (20,41%) in good, 19 students (38,78%) in medium, 15 students (30,61%) in less, and 1 student (2,04%) in bad. Key Words: Motoric skill, Elementary school student, Hockey extracurricular.
PEMANFAATAN BOLA SPON TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKODONO , KHAIRUNISA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bola spon yaitu salah satu bolavoli yang digunakan untuk memudahkan anak saat melakukan aktivitas fisik olahraga agar tidak mengalami rasa sakit saat bersentuhan dengan bola sehingga anak dapat dengan mudah mempelajari dan mempraktekkan passing bawah bolavoli saat pelajaran PJOK karena bola spon tergolong ringan dibanding dengan bolavoli standar pada umumnya. Bola Spon merupakan bola plastik polos yang lapisi dengan spon bergambar logo atau tulisan. Bola spon memiliki berat sekitar 100-110 gram, diameter bola spon 8 inci/20.32cm, dan ukuran keliling lingkaran bola spon 63,8cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono. Dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Group Pree Test-Post test design. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono sebanyak 10 kelas yaitu A, B, C. D, E, F, G, H, I, J dengan jumlah keseluruhan 310 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas dari 10 kelas yang ada. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25 dapat diketahui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Ada pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono tahun ajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dari hasil penilaian kelompok ekperiment, pretest memiliki rata rata 72.667 dan posttest 83.1667. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata pretest 72.667 dan posttest 76.00. 2) Besarnya pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono tahun ajaran 2018/2019 yaitu sebesar 14.45%untuk kelompok eksperimen dan 4.58% untuk kelompok kontrol. Kata Kunci : Bola spon, Bolavoli Abstract Sponge ball is a modification volley balls which is used to facilitate the students in doing physical training. So, students will not be hurt when they use the ball. Thus, students could learn and practice volley ball passing technique in PE lesson easily, because sponge ball is relatively light compared to standard volley ball. Sponge ball is a plain plastic ball which is covered by lettering sponge. Sponge ball weight is around 100-110 grams with the diameter of the sponge ball is 8 inches / 20.32cm and the circumference of the ball is 63.8 cm. The purposes of this research are to find out the effect of using sponge ball toward the volleyball under-passing learning outcome and also to find out the influence of using sponge balls on the volleyball under-passing learning outcomes for seventh graders at Junior High School 1 Sukodono. This research used quasi experiment and descriptive quantitative approach. While Randomized Control Group Pre-test and Post-test design is used in this study. The populations in this study were seventh graders from 10 classes of Junior High School 1 Sukodono. The ten classes are namely A, B, C. D, E, F, G, H, I and J with the amount of the students are 310 students. While the samples in this study were 2 classes from 10 existing classes. From the SPSS application (Statistical Product and Service Solution) 25 version analysis, it is found that there are two results in this study; 1) there is an effect of the use of sponge balls toward the volleyball under-passing learning outcomes on seventh graders at Junior Hight School 1 Sukodono year period 2018/2019. This is proven by the results of the experimental group assessment, the mean score of the pre-test is 72,667 and the post-test is 83.1667. For the control group, the mean score of pre-test is 72.662 and the post-test is 76.00; 2) the magnitude of the effectiveness of using sponge balls on the volleyball under-passing learning outcomes for seventh graders at Junior Hight School 1 Sukodono year period 2018/2019 is 14.45% for the experimental group and 4.58% for the control group. Keywords : Sponge ball, Volleyball.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 SEMEN KABUPATEN KEDIRI UBAIDILAH, MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seseorang yang aktif dan energik dalam melakukan aktivitas sangat berpengaruh bagi kondisi fisiknya. Malas bergerak sangatlah bertentangan dengan gaya hidup yang sehat dan ilmu pengetahuan. Aktivitas manusia dari yang semula health lifestyle berubah menjadi sedentary lifestyle. Perubahan tersebut juga dilakukan pada peserta didik kelas VII SMPN 1 Semen Kabupaten Kediri, dari data yang diperoleh kebanyakan dari mereka memiliki aktivitas sedentari yang tinggi, seperti berangkat dan pulang sekolah berkendara, menonton televisi, duduk bemalas-malas sambil bermain gadget. Kebiasaan tersebut bila dilakukan dengan jangka waktu yang lama akan berdampak pada masalah kesehatan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi. Metode yang digunakan korelasional non-eksperimen, populasi dari penelitian ini sebanyak 244 peserta didik. Hasil data aktivitas sedentari menggunakan kuesioner aktivitas sedentari remaja, dan untuk status gizi data hasil pengukuran antropometri menggunakan rumus IMT/U, melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan peserta didik. Analisis menggunakan korelasi gamma. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan aktivitas sedentari sebesar 374,3 menit/hari, sedangkan untuk presentase kategori tinggi 58,6%, sedang 38,1%, dan rendah 3,3%. Hasil analisis status gizi dengan hasil nilai IMT rata-rata 19,1 sedangkan nilai standar deviasinya 3,5. Data berat badan nilai rata-rata sebesar 43,9 kg dengan nilai standar deviasi 9,3 kg. Sedangkan nilai rata-rata tinggi badan sebesar 151,4 cm dengan nilai standar deviasi 7,2 cm. Presentase kategori obesitas 3,7%, gemuk14,8%, normal 73%, kurus 7,8%, dan sangat kurus 0,8%.Variabel menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan status gizi, dengan nilai 0,68 (>0,05) dengan perolehan sumbangan -0,51%, yang berarti aktivitas sedentarinya tinggi tetapi status gizinya normal. Kata kunci : Aktivitas sedentari, status gizi. Abstract An active and energetic person has a good physical condition. On other hands, sedentary habit is contradicted with healthy lifestyle and knowledge. However, more people change from healthy lifestyle to sedentary lifestyle. It also happens in students of VII grade in Junior high school 1 Semen, Kediri. Based on the data, the students have high level sedentary activity, for example going to school by motorcycle, going home by motorcycle, watching television for more than 2 hours, and playing gadget too long. Those activities will affect students? health if they do it daily. The aim of this study is to find the correlation of sedentary activity and nutritional status. This study used correlational method. The subjects of this study were 244 students. The data were collected by anthropometry questionnaire with IMT/U formula by measuring weight and height of students. Moreover, the data were analyzed by using Gamma correlation. The result of this study show the total of sedentary activities is 374.3 minutes/day. The presentations are high 58.6%, medium, 38.1 %, and low 3.3 %. The result of nutritional status by IMT score is 19.1. However, the score of standard deviation is 3.5. This study also shows the score of weight that is 43.9 kg with 9.3 kg for standard deviation score. The average score of height is 151.4 cm with 7.2 cm for standard deviation score. The presentations of categories are obesity 3.7%, fat 14.8%, normal 73%, slim 7.8%, and thin 0.8%. The variable shows that there is no significant relation of sedentary activity and nutrient status. The score is 0,68 (>0,05) with contribution score is -0,51%. It means that sedentary activity is high but the nutritional status is normal. Keywords : sedentary activity, nutritional status.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSENTRASI SISWA DENGAN KETEPATAN PASSING BAWAH SAAT MENERIMA SERVICE RHOZIQIN, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bolavoli adalah satu jenis olahraga permainan bola besar yang dimainkan oleh dua tim dengan satu tim terdiri dari enam orang pemain yang berada di sebuah arena permainan yang dipisahkan oleh sebuah net. Bolavoli di Indonesia dinaungi oleh PBVSI (Persatuan BolaVoli Seluruh Indonesia). Passing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam bolavoli yang paling utama yang diharapkan saat melakukan passing bawah agar dapat fokus berkonsentrasi supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat konsentrasi siswa dengan ketepatan passing bawah saat menerima service, dan seberapa besar kontribusi tingkat konsentrasi terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan pendekat deskriptif kuantitatif, sedangkan desain penelitian menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 1 Jatiroto Lumajang yang terdiri dari 30 siswa putra, tahun ajaran 2018/2019. Cara memperoleh data menggunakan tes konsentrasi dan tes ketepatan passing bawah saat menerima service. Berdasarkan analisis perhitungan program komputer SPSS (Statistikal Package for the social Science) versi 25. Dapat diketahui bahwa hasil signifikan sebesar 0.041. Maka data korelasi hubungan antara tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service dapat dikatakan signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service dengan besar kontribusi tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service sebesar 14,1%. Kata kunci: Tingkat konsentrasi, bolavoli. Abstract Volleyball is a type of big ball game sport played by two teams in which one team consists of six players in an arena separated by a net. Volleyball in Indonesia under the auspices of PBVSI (The National Volleyball Federation of Indonesia). Underarm passing is one of the basic techniques in volleyball, students are expected to concentrate when doing underarm pass to get maximum results. The purpose of this study are to find out whether there is a relationship between the level of students concentration of towards the accuracy of underarm passing when receiving service, and to find out how much the relationship between the concentration level of students towards the accuracy of underarm passing when receiving service. The type of research is non-experimental with quantitative descriptive approach, while the research design uses correlational design. The population in this study were all male extracurricular volleyball students of Senior Hight School 1 Jatiroto Lumajang in the academic year of 2018/2019. The data was obtained by a concentration test and an underarm passing accuracy test of when receiving service. Based on the analysis of computer calculation program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 25, it can be known that the significance result is 0.041. Then the data correlation between the level of student?s concentration towards the accuracy of underarm passing when receiving service is significant. Thus it can be concluded that there is a significant relationship between the level of student?s concentration towards the accuracy of underarm passing when receiving services performed on students of Hight School 1 Jatiroto Lumajang consisting of 30 students in the academic year of 2018/2019. The contribution of students concentration to the accuracy of underarm passing when receiving services is 14.1%. Keywords: Concentration level, volleyball.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAK BOLA YUDHA BIMANTARA, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan (PJOK) merupakan suatu pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani peserta didik serta meningkatkan mobilitas dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik. Sebelum proses pembelajaran dilakukan, guru harus merancang model pembelajaran agar peserta didik termotivasi, fokus dan aktif dalam proses belajar. Dalam penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tipe TGT diimplementasikan sebagai model pembelajaran selama proses pembelajaran karena pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan semua peserta didik tanpa ada perbedaan status. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT diberikan dan seberapa besar model pembelajaran mempengaruhi hasil belajar dribbling sepak bola. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan metode pendekatan kuantitatif. Randomized Pretest-Posttest Control Group Design sebagai desain penelitian. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes yaitu tes esai untuk ranah pengetahuan peserta didik terhadap dribbling dan tes dribbling sepak bola untuk ranah keterampilan. Treatment dilakukan selama dua kali pertemuan setelah pre-test diberikan dan dilanjutkan dengan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikan peserta didik kelas X Akuntansi 2 sebagai kelompok kontrol mendapat 0,00 < 0,05 dan peserta didik kelas X Akuntansi 4 sebagai kelompok eksperimen mendapat 0,00 < 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh untuk dua kelompok tersebut, hanya saja persentase peningkatan yang lebih banyak terdapat pada kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dalam perhitungan persentase pengaruh, yaitu sebesar 24% untuk ranah pengetahuan dan 26% untuk ranah keterampilan dribbling. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar dribbling sepak bola pada kelompok eksperimen. Kata Kunci : Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar, Dribbling Sepak Bola. Abstract Physical Education is a subject which aims to improve the physical fitness, spiritual and mobility in contributing students? academic and non-academic achievement. Before the learning process is carried out, the teacher must design a learning model thus the students are motivated, focused and active in learning process. In this research, the Cooperative Learning Model Type TGT was implemented as a learning model during the learning process, because the Cooperative Learning Model Type TGT is one of the learning models that involving all students without any status differences. The aim of this study were to describe whether there influence after using Cooperative Learning Model type TGT and how much influence that learning model affected the learning outcomes of football dribbling. Researcher used quasi-experimental of quantitative approach. Randomized Pretest-Posttest Control Group Design has been applied as a research design. The researcher used written test to find out students? dribbling knowledge and football dribbling test to determine students? skill. In this study, the treatment was conducted for two meetings after the pre-test was given and continued it with the post-test. The finding showed that the significant value of X accounting 2 as a control group was 0,00 < 0,05. It is also indicated from X accounting 4 as an experimental group which got 0,00 < 0,05. Therefore, it could be said that there were and effects for two group but a higher percentage increase just found in the experimental group. It could be seen at the calculation of the influence percentage, which was 24% of dribbling knowledge and 26% of dribbling skill. It could be concluded that there was an effect of Cooperative Learning Model Type TGT on the football dribbling learning outcomes. Keywords: Team Games Tournament (TGT), Learning Outcomes, Football Dribbling

Page 92 of 109 | Total Record : 1082