cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET CANDRA PUTRA, DIMAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket. Penelitian ini sendiri dilakukan di SMP Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif pada efektivitas belajar siswa dalam pembelajaran bola basket, dan menggunakan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest . Sampel kelas penelitian yang pertama berjumlah 35 siswa untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kelas kontrolnya. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes keterampilan yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Untuk rata-rata pretest sebesar 1.2857 dan untuk rata-rata posttest sebesar 1.7714. Sedangkan untuk nilai standart deviasi pretest sebesar 1.65514 dan untuk posttest sebesar 1.61037, dengan memiliki nilai varian pretest sebesar 2.739 dan nilai varian posttest sebesar 2.593. Untuk memastikan varian setiap kelompok sama atau sejenis, maka digunakan uji homogenitas yang memiliki nilai sebesar 0,005. Karena nilai signifikan kurang dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari populasi data tersebut adalah tidak sama. Sedangkan dari data hasil uji normalitas, nilai dari pretest sebesar 0,000 dan untuk posttest sebesar 0,001. Dikarenakan hasil data keduanya lebih kecil dibanding (5%) maka data tersebut tidak normal, karena distribusi data tidak normal maka menggunakan uji beda non-parametrik wilcoxon. Dari data uji beda non-parametrik wilcoxon ini memiliki nilai -2.473 dan signifikansi sebesar 0.013. Maka dapat dapat dinyatakan bahwa penelitian ini berpengaruh, karena nilai signifikan lebih kecil dibanding 0.05. Sedangkan untuk nilai besarnya peningkatan pretest dan posttest sebesar 4%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket di SMP Negeri 21 Surabaya dengan peningkatan yaitu sebesar 4 %. Kata Kunci: Pemberian reward, Hasil belajar, Shooting bola basket. Abstract This research aims to determine the effect of rewarding in basketball shooting learning outcomes. The research was conducted in the Junior High School 21 Surabaya Academic Year 2019/2020. The research method in the research is quasi-experimental research with a quantitative approach to inquiry the effectiveness of student learning in basketball shooting and using the Randomized Control Group Pretest-Posttest research design. The research samples were 35 students for the experimental class and 29 students for the control class. The research instrument was the skill test which was given at the pretest and posttest. The average pretest is 1.2857 and posttest is 1.7714. Whereas the standard deviation pretest is 1.65514 and posttest is 1.61037. Furthermore, the variant value of pretest is 2.739 and posttest is 2.593. The homogeneity test is used to determine the variance of each group the same or similar, which has a value of 0.005. The variant of the data population is not the same because the significant value is less than 0.05. Whereas from the normality test results, the value of the pretest is 0,000 and for the posttest is 0,001. Because the results of the data are both smaller than (5%), the distribution data is not normal. Therefore, the Wilcoxon non-parametric difference test was used. From this data, the Wilcoxon non-parametric value is -2,473 and the significance is 0.013. It can be stated that this treatment has an effect because the significant value is smaller than 0.05. Whereas the value of the increase in pretest and posttest is 4%. From this research, it can be concluded that there is an effect of giving rewards to learning outcomes of basketball shooting at Junior High School 21 Surabaya with an increase of 4%. Keywords: Giving reward, Learning outcomes, Shooting basketball.
PENERAPAN MEDIA GADGET DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA MATERI DRIBBLE BOLA BASKET BURHANUDIN SULTON, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media gadget adalah alat komunikasi dan informasi yang diciptakan dengan memiliki banyak fitur - fitur menarik yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup contohnya menggunakan media gadget pada saat disekolah yang berguna sebagai bahan untuk mencari informasi tentang pembelajaran yang terkait di dalamnya sehingga peserta didik dapat lebih mudah dalam mencari informasi yang diinginkan. Dalam penerapan media gadget diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar tentang materi dribble bola basket pada peserta didik. Berdasarkan perhitungan data yang diperoleh maka nilai yang terdapat pada saat pretest pengetahuan memiliki rata - rata sebesar 88,00 untuk posttest meningkat menjadi 96,67. Nilai pretest keterampilan memiliki rata - rata 36,23 untuk posttest meningkat menjadi 87,30. uji beda pretest dan posttest yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan nilai signifikan 0,00 jika nilai signifikan < 0,05 maka dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan, jika nilai signifikan > 0,05 maka dapat dinyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan. Prosentase peningkatan untuk pengetahuan sebesar 8,96% sedangkan keterampilan sebesar 58,49% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan antara penerapan media gadget dalam proses pembelajaran pada materi dribble bola basket pada siswa kelas VII - B SMP Negeri 1 Waru Sidoarjo setelah menggunakan gadget sebagai bahan untuk mencari informasi tentang pelajaran yang diajarkan. Kata kunci: Media Gadget, Dribble, Bola Basket Abstract Media gadget is a tool of communication and information which has lots of interesting and useful features. media utilization in school emphazises on information gathering which is useful for student learning. Moreover, learners can be easier in finding the desired information. The implementation of media gadgets are expected to improve the results of dribble learning in basketball. Based on the data calculation, the average value contained by the time the pretest knowledge is 88.00 and posttest is 96.67. The average value of the pretest skill is 36.23 and posttest is 87.30. Pretest and posttest diferrences tes Wilcoxon was used with significant value 0.00. if significant value < 0.05 then can be expressed there is significant influence, if significant value > 0.05 then it can be revealed no significant effects. The knowledge percentage increasement 8.96% whereas the skills 58.49%. Thus, it can be concluded that there is a significant increase between the application of media gadgets in the learning process on dribble materials in basketball in grade VII-B junior high school 1 Waru Sidoarjo after using the gadget as an ingredient to find the suitable information about the lesson. Keywords : Media Gadget, Dribble, Basketball
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DAN MOTIVASI SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA KARUNIA PUTRA, AKBAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small Sided Games merupakan permainan sepakbola yang memperkecil ukuran lapangan dimana tidak membutuhkan ruang yang besar untuk main, Small Sided Games dapat diterapkan dalam pembelajaran PJOK terutama materi sepakbola. Penerapan Small Sided Games mempermudah pembelajaran sepakbola karena tempat dan peraturan permainan menyesuaikan kondisi yang ada, Small Sided Games memiliki jenis permainan yang dapat diterapkan dalam materi sepakbola. Sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sepakbola. Dari hasil perhitungan pada kelompok eksperimen diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar dibbling dalam ranah pengetahuan sebesar 16% dalam ranah keterampilan sebesar 97,5% dan dalam ranah motivasi sebesar 5,9%. Sedangkan untuk hasil perhitungan pada kelompok kontrol diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar dribbling dalam ranah pengetahuan sebesar 4,2% dalam ranah keterampilan sebesar 56,5% dan dalam ranah motivasi sebesar 2,7% berdasarkan hasil analisis pengujian data dapat disimpulkan bahwa penerapan Small Sided Games dalam kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak diberikan treatmen dengan penerapan Small Sided Games. Kata kunci : Small Sided Games, Sepakbola, Dribbling Abstract Small sided games is a modification football game with smaller field. It is easy to be implemented in physical education, because the rules and the place can be adjusted based on the real condition. Small sided games have various games which can motivate students in the football learning process. Based on the obtained data, the score for the experimental group increases on dibbling outcomes. The score for the experimental group consists of cognition, skill, and motivation are 16%, 97.5%, and 5.9% respectively. Meanwhile, the score for the control group of cognition, skill, and motivation are 4.2%, 56.5%, and 2.7%. In conclusion, it shows more significant increasement in the experimental group that had given treatment than the control group which no treatment during the lesson. Keywords: Small Sided Games, Football, Dribbling.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SHOOTING DALAM SEPAKBOLA RIAN WIGANTARA, GEZZA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Shooting merupakan salah satu teknik dalam pembelajaran sepakbola. Pembelajaran PJOK yang dilaksanakan oleh guru PJOK harus mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pencapaian tujuan pembelajaran yang dilakukan tidak lepas dari pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Model pembelajaran yang diterapkan berdasarkan karakteristik siswa agar pembelajaran optimal dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Keterampilan Shooting dalam Sepakbola Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 17 Surabaya. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian semu dan menggunakan desain Randomized Control Group Pretest-Postest Design. Sampel adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 34 siswa dan kelas XI IPA 1 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 36 siswa. Untuk siswa yang mengikuti penelitian adalah 20 siswa untuk kelompok eksperimen dan 19 siswa untuk kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara siswa melakukan shooting ke dalam gawang bernomor sebanyak 3 kali kemudian diambil nilai yang terbaik. Perhitungan data yang digunakan berdasarkan pre-test dan post-test keterampilan shooting dalam sepakbola menggunakan SPSS versi 22. Metode yang digunakan dalam statistik adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pre-test, pengujian Wilcoxon, Uji-T, uji beda post-test, dan peningkatan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 17 Surabaya diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Hal itu diperkuat melalui hasil pengujian Wilcoxon yaitu pada nilai signifikan menunjukkan hasil sebesar 0,00 dengan nilai ? adalah 0,05 (0,00 < 0,05). Dengan demikian hipotesis yang dipaparkan dapat diterima. Selain itu, peningkatan pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Keterampilan Shooting dalam Sepakbola adalah sebesar 59,19%. Kata Kunci: Hasil Belajar, Team Games Tournament (TGT), Shooting dalam Sepakbola Abstract Shooting is one of the techniques in football. In physical education, the teaching which is conducted by physical education teachers must meet the teaching objectives. In order to achieve the teaching objectives, the implementation of learning model is needed. One of the learning model that can be implemented is cooperative learning model, namely Team Games Tournament (TGT). The learning model have to be chosen based on the characteristics of the students in order to help the students to learn efficiently and their learning outcome can be improved. The purpose of this research was to find out the effect of cooperative learning model Team Games Tournament (TGT) for eleventh grader students at Senior High School 17 Surabaya in football shooting skill. The design of this research was quasi-experimental research and Randomized Control Group Pretest-Postest Design. The sample of this research were students from XI Social Class 3 as the experimental group and students from XI Science Class 1 as the control group. There were 34 students in XI Social Class 3 and 36 students in XI Science Class 1. However, only 20 students from XI Social Class 3 and 19 students from XI Science Class 1 were involved in this research. The data was collected by asking the students to shoot the goal three times and the best score was chosen. SPSS 22 was used to calculate the pre-test and post-test shooting scores. The statistical procedure includes normality test, homogeneity test, different pre-test, Wilcoxon test, T-test, post-test different test, and improvement were used in this research. From the result, there is a significant effect of the treatment. It was certified through Wilcoxon test with significant is 0,00 (< 0,05). Therefore, the alternative hypothesis could be accepted. Besides, the Implementation of The Cooperative Learning Model type of Team Games Tournament (TGT) on The Result of Learning Skills of Shooting in Football is about 59,19%. Keywords: Learning Outcome, Team Games Tournament (TGT), Football Shooting.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DI LUAR JAM PELAJARAN PJOK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI FRIDIO ANWAR, JOKO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan Iptek yang semakin modern membuat hidup semakin mudah, semakin membuat pola hidup pasif meningkat. Aktivitas fisik dianggap sebagai faktor yang terdekat yang mempengaruhi kebugaran jasmani. PJOK merupakan satu-satunya mata pelajaran yang fokus pada pendidikan melalui aktivitas fisik. Akan tetapi, belum ada bukti nyata tentang kontribusinya terhadap kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik di luar jam pelajaran PJOK terhadap tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian korelasional. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMAN 3 Ponorogo dengan jumlah 308 siswa. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner aktivitas fisik yaitu Physical Activity Questionnaire For Adolescent (PAQ-A) sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif statistik dan korelasi product moment. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki nilai rata-rata sebesar 15,96 (rendah) dan kebugaran jasmani berdasarkan nilai rata-rata VO2Max sebesar 27,21 (kurang). Analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, dibuktikan dengan nilai r-hitung sebesar 0,437, dengan Sig. sebesar 0,000<0,05 dan menghasilkan hubungan sebesar 19,09%. Hal tersebut menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik perlu melakukan aktivitas fisik di luar pembelajaran atau dalam kegiatan sehari-hari. Untuk itu, dapat direkomendasikan berupa kegiatan serupa dapat diadopsi oleh guru untuk mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani dalam meningkatkan kualitas pelajaran PJOK. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani, dan Pembelajaran PJOK Abstract The development of modern science and technology makes life easier, it increases the sedentary lifestyle. Physical activity is considered as the closest factor to improve physical fitness. Physical education is the only subject that focuses on education through physical activity. However, there is no concrete evidence of its contribution to physical fitness. This study aims to find the relationship between physical activity outside of lesson hours in physical education and physical fitness level. This research belongs to correlational research. The subjects of this study were grade X students at SMAN 3 Ponorogo with total amount 308 students. The physical activity was measured by using a physical activity questionnaire namely Physical Activity Questionnaire For Adolescent (PAQ-A) while physical fitness was measured by using Multistage Fitness Test (MFT). The data analysis in this study used descriptive statistics and product moment correlation. The results of data processing showed that physical activity had an average value 15.96 (low) and physical fitness based on the average value of VO2Max is 27.21 (less). The correlation analysis shows that there was a significant relationship between physical activity and physical fitness, it was proven by the value of r-count is 0.437, with Sig. of 0,000 <0,05 and resulting relationship is 19,09%. This data indicates that students need to do physical activities outside of learning hours or in daily activities in order to improve physical fitness. Thus, this similar activity can be recommended to be adopted by the teachers in order to evaluate physical fitness level in improving the quality of physical education. Keywords: Physical Activity, Physical Fitness, and PJOK Lesson
SURVEI KINERJA GURU PJOK DI SMP NEGERI SE-KOTA MOJOKERTO NGADENAN, PLACYNTIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja guru PJOK di SMP Negeri se-Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif, metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah populasi 15 guru PJOK, 15 Kepala Sekolah dan perwakilan siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian survei kinerja guru PJOK se-Kota Mojokerto, kinerja guru dilihat dari guru menerapkan kompetensi yang wajib dilaksanakan terdiri kompetensi pedagogik hasil menunjukkan bahwa guru dalam menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, dan kegiatan pembelajaran yang mendidik dinyatakan cukup baik. Kompetensi kepribadian hasil menunjukkan bahwa guru dilihat dari etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru dinyatakan cukup baik. Kompetensi sosial menunjukkan bahwa guru keseluruhan dinyatakan baik. Serta kompetensi profesional hasil menunjukkan bahwa penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, serta guru dalam mengembangkan keprofesionalan melalui tindakkan reflektif dinyatakan cukup baik. Hasil penilaian kinerja guru berupa dokumen dan dipadukan dengan hasil wawancara bersama Ketua MGMP, Kepala Sekolah dan siswa kemudian dianalisa sehingga menghasilkan kinerja guru PJOK di SMP Negeri se-Kota Mojokerto dinyatakan cukup baik. Kata kunci : Kinerja, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan ABSTRACT This research aims to know the performance of physical education teachers at state junior high schools in Mojokerto. The researcher used qualitative methods, with descriptive research design. The data were collected by observation, interview and documentation. The research subjects were 15 physical education teachers, 15 headmasters, and students. The data were analysed by descriptive analysis technique. Based on the research result, teacher performance was assessed from how they apply the obligator competence, the pedagogic competency results showed that mastery of learning theory and the principles of educational learning, curriculum development, and educational learning activities carried out by the teacher are good. Then, competence of personality showed that their work ethic, responsibility and proud being a teacher are good. Social competence showed that all of them are very good. Besides, professional competency showed that control of materials, structure, concept, scientific mindset which support the lessons learned and developing professionality with reflective actions by the teacher are good. Overall, the performance of physical education teacher in state junior high schools mojokerto is good. Keywords: Performance, Physical Education
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS WAKTU PEMBELAJARAN PJOK DENGAN POLA 1-2 DAN 2-1 KELAS XI SMAN 1 KOTA MOJOKERTO SATYA SUGIANTO, WIRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara. Selain itu pendidikan juga bagian penting untuk kehidupan manusia karena pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Efektifitas waktu pembelajaran merupakan hal yang penting, karena guru dituntut untuk bisa memberikan materi pembelajaran kepada siswa secara maksimal dan materi tersebut dapat diterima siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas waktu pembelajaran PJOK dengan pola 1-2 dan 2-1 kelas XI Mipa 1, XI Mipa 2, XI Mipa 3, dan XI Mipa 4 SMAN 1 Kota Mojokerto. Dalam proses belajar mengajar penentuan pola waktu pembelajaran mempunyai arti cukup penting. Karena dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi model dan strategi yang akan dirancang oleh guru sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative research dengan pendekatan kuantitatif, termasuk dalam kategori penelitian Non-Eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto terdiri dari siswa kelas XI Mipa 1 sebanyak 33 siswa, XI Mipa 2 sebanyak 35 siswa, XI Mipa 3 sebanyak 30 siswa, dan XI Mipa 4 sebanyak 30 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen lembar kuesioner FCE (Formative Class Evaluation), merupakan kuesioner yang diberikan kepada siswa untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran PJOK. Hasil penelitian ini diperoleh tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil uji t menunjukkan bahwa nilai dengan melihat hasil sebesar (0,662 > 0,05), dengan perbedaan rata rata kedua metode belajar sebesar 0,28669. Sementara untuk hasil uji normalitas didapatkan nilai pola 1-2 normal dengan nilai XI Mipa 4 (0.101 > 0.05), dan nilai XI Mipa 1 (0.349 > 0.05), sedangkan nilai pola 2-1 normal dengan nilai XI Mipa 3 (0.060 > 0.05), dan nilai XI Mipa 2 (0.073 > 0.05). hasil angket Formative Class Evaluation (FCE) didapatkan hasil pembelajaran pola 1-2 dengan nilai 2,69 masuk kategori baik, sedangkan pola 2-1 dengan nilai 2,78 masuk kategori baik sekali yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektifitas waktu pembelajaran pola 1-2 dan efektifitas waktu pembelajaran pola 2-1 dengan perbedaan rata rata kedua metode belajar sebesar 0,28669. Kata kunci : Efektifitas, Pembelajaran, FCE (Formative Class Evaluation). ABSTRACT Education is an obligation that must be carried out by everyone. In addition, education is an important part of human life, because it is a process to improve the quality human resources in the future. The effectiveness of learning time is important, because teachers are required to be able to provide learning material to students optimally. The purpose of this research was to determine the effect of the effectiveness of learning time on physical education using 1-2 and 2-1 patterns to 11th grade students in IX MIPA 1, IX MIPA 2, XI MIPA 3, and XI MIPA 4 classes of State Senior High School 1 Mojokerto. In the teaching and learning process, determining the patterns of learning time has quite important meaning. It is important, because learning activities can affect the model and strategy that will be designed by the teacher according to the level of student understanding. The researcher used comparative research with a quantitative approach, included in the category of non-experimental research. The sample used in this research were 11th grade students of State Senior High School 1 Mojokerto. It consists of 33 students of XI MIPA 1, 35 students of XI MIPA 2, and 30 students each XI MIPA 3 and 4 classes. To collect data, the researcher used the FCE (Formative Class Evaluation) questionnaire sheets that was given to students to find out the effectiveness physical education learning. The result of this research showed no significant differences with the result of test. It showed that value of the result is 0,662(>0,05) and the average difference of the two learning methods is 0,28669. Meanwhile, the results of the normality test obtained a normal 1-2 pattern value as follows : XI MIPA 4 is 0,101(>0,05) and XI MIPA 1 is 0,349(>0,05), while a normal 2-1 pattern value as follows: XI MIPA 3 is 0,060(>0,05) and XIM MIPA 2 is 0,073(>0,05). The FCE (Formative Class Evaluation) questionnaire sheet showed the result of 1-2 pattern learning with a value of 2,69 included in the good category, while 2-1 pattern learning with a value of 2,78 included in the excellent category which means there is no significant differences between effectiveness of 1-2 and 2-1 pattern learning time with the average difference of 0,28669.Keywords: Effectiveness, Learning, FCE (Formative Class Evaluation).
DUKUNGAN SOSIAL, AKTIVITAS FISIK SISWA, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA IRDYANDIWA, DYGRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dukungan sosial apakah itu dari orang tua, guru, teman, dan masyarakat. Seharusnya dari beberapa aspek dukungan menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan siswa melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap aktivitas fisik siswa. Faktor-faktor yang dominan mempengaruhi dukungan sosial dan aktivitas fisik juga diungkap dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode noneksperimen dengan angket sebagai instrumen utama. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri VII Surabaya sebanyak 194 orang. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas fisik siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial secara berturut-turut adalah dukungan guru, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik siswa secara berturut-turut adalah frekuensi, intensitas, dan waktu. Kata kunci: Dukungan Sosial, Aktivitas Fisik ABSTRACT Social support should be an important part to motivate students to do physical activities. It could be from parents, teachers, friends, and society. This study aims to examine the effect of social support on students physical activity. The dominant factors affecting social support and physical activity were also revealed in this study. This study uses a non-experimental method with questionnaires as the main instrument. The research samples were 194 students of Senior High School VII Surabaya. The data were processed by using regression analysis. The results showed that social support did not significantly influence students physical activity. However, the factors that influence social support are teacher support, parental support, and peer support. Furthermore, the factors that influence students physical activity are frequency, intensity, and time. Keyword: Social Support, Physical Activity
PENGARUH MODIFIKASI MEDIA KARDUS TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN TENDANGAN T PENCAK SILAT KHALIL, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Persentase hasil Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada Siswa Kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya masih rendah, khususnya dalam tendangan T pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan menggunakan prinsip One group pre test post test design. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MM 1 yang berjumlah 34 siswa terdiri dari 32 siswa putra dan 2 putri. Instrumen yang digunakan adalah instrumen penilaian tendangan T pencak silat. Teknik pengumpulan data adalah dengan pre-test dan pos-test kemampuan tendangan T pencak silat. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda mean pre-test dan uji beda mean post-test kemampuan tendangan T pencak silat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t, taraf signifikan 0,05 dengan nilai t test 7,201 > t-tabel 1.697, yang menunjukkan hipotesis alternative diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan ada Pengaruh Modifikasi Media Kardus Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Tendangan T Pencak Silat pada Siswa Kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Nilai rata-rata post-test sebesar 67,41 > 59,26 nilai rata-rata pre-test. Terbukti dengan adanya perhitungan persentase peningkatan sebesar 14 % Kata kunci : Modifikasi media kardus, hasil belajar, tendangan T pencak silat ABSTRACT The cardboard media modification utilization percentage on the T kick skill of Pencak Silat in XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya was low. This study aims to find the effect of cardboard media modification on T kick skill. The research methodology was quasi experiment by using one group pre-post test design. The subjects were 34 students from XI MM 1 class which consist of 32 male students and 2 female students. The research instrument was T kick instrument of assessment of Pencak Silat. The researcher collected the data by using pre-test and post-test of T kick skill in Pencak Silat. In analyzing the data, the researcher compared the result of mean pre-test and mean post-test of T kick skill in Pencak Silat. The result of the study shows there is an effect of cardboard media modification on T kick skill of Pencak Silat in XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya. It can be shown on the result of T-test is significant (<0,05). The result of T-test was 7,201 > T-table 1.697, it means the alternative hypothesis was accepted. The average score of post-test was higher than pre-test (67,41 > 59,26). Those post-test score increased become 14%. Thus, using cardboard media modification on T kick skill has an effect on XI graders of Vocational High School Muhammadiyah 2 Surabaya. Keyword : Modification of Cardboard Media, Learning Outcomes, T kick of Pencak Silat
PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMA NEGERI 1 SUKODADI NUR INTANNI, BELLA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Senam aerobik merupakan suatu rangkaian gerak dan musik yang sengaja diciptakan sehingga muncul keselarasan antara gerakan dan musik untuk mencapai tujuan tertentu. Mengingat pentingnya peranan kebugaran jasmani bagi siswa, maka dibutuhkan aktivitas olahraga secara teratur dan efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Aktivitas olahraga yang bisa meningkatkan tingkat kebugaran jasmani adalah olahraga yang bisa memberikan beban kepada jantung dan paru aktivitas olahraga tersebut yaitu senam aerobik. Kebugaran jasmani adalah suatu aktivitas olahraga yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama tanpa mengalami suatu kelelahan yang berarti dan masih bisa melakukan aktivitas lainya di waktu yang senggang. Penelitian ini dilakukan karena memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya suatu pengaruh dari pemberian senam aerobik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Terlihat dari hasil tes MFT (Multistage Fitness Test) yang memiliki nilai Z variabel MFT (Multistage Fitnes Test) sebesar ? 4,937 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang menjelaskan bahwa dalam perhitungan uji beda sampel berpasangan (Wilcoxon) ada beda atau terdapat pengaruh dalam pemberian senam aerobik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Kata kunci: Senam aerobik, kebugaran jasmani. Abstract Aerobic exercise is a systematic combination of motion and music which is intentionally made so the harmony between movement and music appears to achieve the goal. Physical fitness is important for students. It needs to be maintained and improved by regular exercise. Aerobic exercise is the best sport activity which can improve physical fitness. As a result, good physical fitness benefits us to do more activity without experienching fatigue easily. This study aims to detemine whethere there is an influence of giving aerobic exercise to the student physical fitness level. The result, the MFT test (Multistage Fitness Test) value is ? 4,937, Furthermore, the paired samples (Wilcoxon) test was peformed to analyze the difference and influence of aerobic exercise tot student physical fitness level. The significance value is 0,000. It explains that there is a difference between pretest and postest score. Keywords: Aerobic exercise, physical fitness

Page 93 of 109 | Total Record : 1082