cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENGARUH PEMBERIAN SPORT MASSAGE SETELAH AKTIFITAS FISIK TERHADAP DENYUT NADI PEMULIHAN PADA ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA BIMA GASTARA DWIKA SANTONO NAGARA, ALMAS; ROEPAJADI, JOESOEF
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tidak hanya satu cara supaya meningkatkan pemulihan sesudah mengalami kelelahan salah satu cara yaitu menggunakan metode sport massage (pijatan), sport massage adalah suatu gerakan pijat tanpa menggunakan alat apapun dengan berbagai macam manipulasi yang fungsinya untuk mempercepat proses pemulihan jika tubuh mengalami pegal-pegal dan otot mulai kaku. Tujuan teknik massage ini adalah mengurangi nyeri, perbaikan sirkulasi darah, rileksasi otot, dan perbaikan fleksibilitas. Maksud dari penelitian ini adalah sebagai pengetahuan pengaruh pemberian sport massage setelah aktifitas fisik terhadap denyut nadi pada anggota Gerakan Pramuka Universitas Negeri Surabaya. Metode dari penelitian menggunakan metode eksperimen, jenis dari penelitian ini ialah true experimental design dikarenakan pada jenis ini, peneliti bisa mengatur seluruh variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dalam penelitian ini memakai desain pretest-posttest control grup design. Populasi yang dipakai pada penelitian ini ialah seluruh anggota laki-laki UKM Gerakan Pramuka Universitas Negeri Surabaya dengan total 20 orang. Peneliti memakai teknik sampling jenuh yakni cara menetukan sampel jika seluruh anggota populasi dipakai untuk sampel (Sugiyono, 2016: 124). Teknis analisis data memakai uji t Independent Sample t-Test dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian nilai t-hitung ialah 4,107 yang memiliki probabilitas (Sig) 0,001 jadi menentukan nilai p- value Independent Sample t-Test < 0,05. Berdasarkan data dapat diambil kesimpulan ada pengaruh sport massage setelah aktifitas fisik terhadap denyut nadi pemulihan pada anggota Gerakan Pramuka Universitas Negeri Surabaya. Kata Kunci: Sport Massage, Denyut Nadi Pemulihan. Abstract Not only one way to improve recovery after experiencing fatigue, one way is to use the method of sport massage, sport massage is a movement of massage without using any tool with various kinds of manipulations whose function is to speed up the recovery process if the body experiences aches and muscles. starting to stiffen. The purpose of this massage technique is to reduce pain, improve blood circulation, relax muscles, and improve flexibility. The purpose of this study was as knowledge of the influence of sport massage after physical activity on the pulse in members of the Surabaya State University Scout Movement. The method of the study uses the experimental method, the type of this research is true experimental design because in this type, researchers can manage all external variables that affect the course of the experiment. In this study the design of the pretest-posttest control group design was used. The population used in this study was all male members of the Surabaya State University Scout Movement with a total of 20 people. The researcher used a saturated sampling technique, namely how to determine the sample if all members of the population were used for the sample (Sugiyono, 2016: 124). The technical analysis of the data used the Independent Sample t-Test t test with a significance value of p <0.05. The results of the t-count value are 4.107 which has a probability (Sig) 0.001 so it determines the p-value of the Independent Sample t-Test <0.05. Based on the data that can be concluded, there is the effect of sport massage after physical activity on the recovery pulse in members of the Surabaya State University Scout Movement. Keywords: Massage, Recovery Pulse.
KAJIAN AKSIOLOGI SPORT TRAIN RUN DI KABUPATEN BANYUWANGI MELALUI PENDEKATAN FENOMENOLOGI (KAJIAN NILAI-NILAI ECOLOGY) WIJATMIKO, NANANG; PRAMONO, MADE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksiologis merupakan teori nilai karena merupakan cabang filsafat yang berusaha untuk menjawab pertanyaan: apa yang terkait dengan nilai? nilai merujuk terutama kepada hal yang kita hargai, inginkan atau kita butuhkan. Trail run merupakan sebuah kegiatan olahraga yang menggabungkan dua aktivitas yaitu mendaki gunung dan berlari. Kegiatan trail run dilakukan di gunung yang memiliki trek berupa jalan setapak, berupa batu-batu tanah, atau campur pasir dan kerikil. Tujuan Mengidentifikasi dan merumuskan nilai-nilai yang terdapat pada olahraga rekreasi trail run dan mengetahui konsep strategi pengelolaan sport ecology pada eventtrail run di Kabupaten Banyuwangi.Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel atau sumber data pada penelitian ini dilakukan secara purposive dan untuk ukuran sampel tersebut ditentukan secara snowball, taknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), Teknik analisis data terdapat prosedur penting dalam melaksanakan studi fenomenologi. Hasil penelitian dengan menggunakan fenomenologi, maka dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai yang terdapat pada event trail run di Kebupaten Banyuwangi merupakan bentuk nilai kontribusi positif pada masyarakat. Bentuk nilai nya antara lain sebagai berikut; (1) nilai politik secara setruktural, (2) nilai ideologi secara sosialisme, (3) nilai sosial intelektual dan budaya gotong royong, (4) nilai tanggung jawab secara moralitas, (5) nilai essensial. Hasil pada analisis lainnya merupakan bentuk dari teori etika lingkungan pada sport ecology yang juga bentuk dari sport trail run di Kabupaten Banyuwangi. Dari analisis penelitian, antroposentris dominan berada pada titik pola pikir manusia yang dinamakan mahkluk sosial, sedangkan biosentris dan ekosentris yang merupakan kemajuan teori etika lingkungan tidak pada porsi yang tepat pada kalangan yang seharunya mengetahuinya. Konsep strategi pada sport ecology event trail run tersebut ada beberapa vase yakni; sebelum event, pada saat event dan sesudah event, yang merupakan bentuk tanggung jawab dari pelaksanaan event tersebut. Kata Kunci :Aksiologis, Sport Trail run dan fenomenologi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BOCCE PADA SISWA TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV SLB DELTA SEJAHTERA TANGGULANGIN SIDOARJO FAHMI KHAMDANI, FIKRI; WAHYUDI, HERI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak tunagrahita sedang memiliki karakteristik mengalami hambatan dalam perkembangan motorik nya sehingga mereka kesulitan dalam bergerak demi menunjang kehidupan sehari-hari yang memaksa mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan dengan unsur motorik kasar maupun motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik kasar anak tunagrahita melalui permainan bola bocce pada siswa kelas IV di SLB Delta Sejahtera Tanggulangin Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain penelitian One Group Pre test-Post test Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita sedang kelas IV SLB Delta Sejahtera Tanggulangin Sidoarjo, dengan tatap muka 3 minggu 18 kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes permainan bola bocce. Teknik analisis untuk memperoleh data menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian bahwa program latihan selama 3 minggu 18 kali pertemuan terdapat peningkatan, pada saat pre test siswa tunagrahita sedang SLB Delta Sejahtera Sidoarjo mempunyai rata-rata 274,571 dan meningkat di saat post test yaitu 197,000, dikarenakan nilai yang lebih besar merupakan nilai yang tidak lebih bagus dari yang kecil maka bisa disimpulkan adanya peningkatan motorik kasar anak tunagrahita sedang melalui permainan bola bocce. Bahwa metode ini perlu dipraktekkan dan disosialisasikan di sekolah ? sekolah SLB bahwa permainan bola bocce tersebut sangat efektif untuk meningkatkan motorik kasar anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita sedang. Kata kunci : Tunagrahita sedang, motorik kasar, permainan bola bocce. Abstract The middle mental retardation children had having characteristics impediment in the development of their motoric so they would be difficult to support their daily life and they force to do motoric activities with elements of rough motoric or soft motoric. The study aims to determine the increase rough motoric mental retardation children through bocce ball games in the fourth grade students of Delta Sejahtera Special School Tanggulangin Sidoarjo. This type of research is the use of quasi - experimental research design of the study one group pre test - post test design. Subjects in this study are mental retardation students in the fourth grade of Delta Sejahtera Special School Tanggulangin Sidoarjo, with face-to-face 3 weeks in 18 times meetings. The research instrument in this study is used test bocce ball. Analysis techniques to acquire data using t-test. Based on the research that exercise program for 3 weeks 18 times meetings there was an increase, during the pretest to middle mental retardation students in the Delta Sejahtera Special School Tanggulangin Sidoarjo has averaged 274.571 and it increase when posttest is 197,000, because it has the greater value that the value is not better than small ones it could be inferred an increase rough motoric of mental retardation children is going through a bocce ball. This method should be practiced and promoted in special schools that bocce ball games that it is so effective to increase rough motoric mental retardation children, especially to middle mental retardation students.Keywords: The middle mental retardation, rough motoric, bocce ball.
TINGKAT KONDISI FISIK KECEPATAN, KEKUATAN, KELENTUKAN DAN KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA UKM JU-JITSU DOJO UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TRI ATMOJO, BAYU; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya merupakan suatu organisasi kemahasiswaan dilingkup kampus yang memberi ilmu bagaimana cara menjaga kesehatan jasmani dan konfisi fisik, serta cara-cara beladiri dengan praktis. Manum masih banyak juga dari anggota UKM Ju-Jitsu yang masih memiliki kebugaran jasmani dan kondisi fisik yang kurang baik dan cenderung mudah lelah setelah melakukan aktifitas kuliah. Dalam penelitian kali ini ingin mengetahui tingkat kebugaran jasmani dan kondisi fisik dari anggota UKM laki-laki dan perempuan Dojo Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket dan teknik analisis data menghitung rata-rata/mean serta menghitung persentasenya. Berdasarkan dari hasil tes tingkat kondisi fisik dan kebugaran jasmani anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya dapat di simpulkan bahwa yang berjenis kelamin laki-laki tergolong dalam tingkat kondisi fisik dengan 3 item tes memiliki rata-rata persetase dominan di kategori kurang sekali sebesar 83,3%. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan 1 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sebesar 100%. Sedangkan untuk anggota UKM Ju-Jitsu berjenis kelamin perempuan tergolong dalam tingkat kondisi fisik dengan 3 item tes, diantaranya 2 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sekali sebesar 66,7%. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan 1 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sekali sebesar 100%. Maka anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya berjenis kelamin laki-laki memiliki tingkan kondisi fisik di kategodi kurang sekali dan tingkat kebugaran jasmani di kategori kurang. Sedangkan anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat kondisi fisik di kategori kurang sekali dan tingkat kebugaran jasmani di kategori kurang sekali. Kata Kunci : Ju-Jitsu, Kebugaran Jasmani, Kondisi Fisik Abstract UKM Ju-Jitsu Dojo State of Surabaya University is a student organization within campus that provides knowledge on how to maintain physical confession and physical health, as well as practical methods of self-defense. However, there are still a lot of members from this organization who still have low quality in physical condition and physical fitness. Most of them are also easy to get exhausted after a busy lecture activity. In this study, researcher wanted to know the level of physical condition and physical fitness on members of UKM Ju-Jitsu Dojo, State of Surabaya University. The method in this research is a quantitative descriptive study through a survey method with data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques to calculate the mean and calculate the percentage. Based on the results of the test of the level of physical condition and physical fitness of the members of the Ju-Jitsu Dojo UKM, Surabaya State University, it can be concluded that the male sex is classified in the level of physical condition with 3 test items having an average dominant percentage in the category of very low at 83 , 3%. While the level of physical fitness with 1 test item has an average dominant percentage in the category of less than 100%. Whereas for Ju-Jitsu UKM members, the female is classified in the level of physical condition with 3 test items, of which 2 test items have an average dominant percentage in the category of very low at 66.7%. While the level of physical fitness with 1 test item has an average dominant percentage in the category of very less by 100%. So the members of the Ju-Jitsu Dojo UKM, Surabaya State University, the male sex has a very poor physical condition and the physical fitness level is in the poor category. Whereas members of the Ju-Jitsu Dojo UKM State University of Surabaya, female, have a level of physical condition in the category of very poor and physical fitness level in the category of very poor.. Keywords: Ju-Jitsu, Physical Fitness, Physical Condition
PENGARUH PENERAPAN MODEREN BOARDING WALK TERHADAP MOTORIK KASAR SISWA DOWN SYNDROME DI SLB SISWA BUDHI SURABAYA AGUSTA TINHA, RISQAN; ROHMAN KAFRAWI, FATKUR
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE EFFECT OF APPLICATION OF MODEREN BOARDING WALK ON RUDE MOTORS DOWN SYNDROME STUDENTSIN BUDHI SURABAYA STUDENT SLB Name : Risqan Agusta Tinha NIM : 15060484119Study Program : S-1 Sports Science Department : Health Education and RecreationFaculty : Sports ScienceName of InstitutionState : Universitas Negeri SurabayaAdvisor : Drs. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd Children with Down syndrome have limitations in adaptive abilities, especially gross motor skills which are very important for daily life. In SLB Budhi Student Surabaya there are some children with Down Syndrome or moderate retardation, researchers see children with Down Syndrome are still not good in gross motor skills especially for balance. The purpose of this study was to determine the effect of the application of MODEREN boarding walks on the gross motor skills of Down syndrome students at SLB Siswa Budhi Surabaya. The instrument of this study was to use the method of following the test above the board modification tool before being given treatment and after being given treatment. This research is a type of quantitative research with the research design used is a one group pretest-posttest design. The sample in this study were 8 children with Down syndrome using purposive sampling technique. The mean value of the pretest was 67.50 with a standard deviation of 6.414 and the average posttest was 80.63 with a standard deviation of 8.551. T-test uses paired samples test with a significance value of p <0.05. The results of the pretest and posttest research are known that the value of t-count is -4.336 with probability (Sig) 0.002, then it shows the p-value paired samples test <0.05. Based on the data, it can be concluded that there is an effect of the application of MODEREN boarding walk to the gross motor skills of students with Down syndrome in SLB Siswa Budhi Surabaya.Keywords: Game MODEREN boarding walk, gross motoric, Down syndrome.ABSTRAK PENGARUH PENERAPAN MODEREN BOARDING WALK TERHADAP MOTORIK KASAR SISWA DOWN SYNDROME DI SLB SISWA BUDHI SURABAYA Nama : Risqan Agusta Tinha NIM : 15060484119 Program Studi : S-1 Ilmu Keolahragaan Jurusan : Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas : Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negari Surabaya Pembimbing : Drs. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd Anak down syndrome memiliki keterbatasan dalam kemampuan adaptif, khususnya kemampuan motorik kasar yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Di SLB Siswa Budhi Surabaya terdapat beberapa anak penyandang down syndrome atau tunagrahita sedang, peneliti melihat anak-anak down syndrome masih kurang baik di motorik kasar terutama untuk keseimbangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan MODEREN boarding walk terhadap motorik kasar siswa down syndrome di SLB Siswa Budhi Surabaya. Instrumen dari penelitian ini adalah menggunakan metode tes meniti di atas alat modifikasi papan titian sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 anak down syndrome dengan menggunakan teknik purposive sampling. Nilai rata-rata (mean) pretest yaitu 67,50 dengan standar deviasi 6,414 dan rata-rata posttest yaitu 80,63 dengan standar deviasi 8,551. Uji-t menggunakan paired samples test dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian pretest dan posttest diketahui bahwa nilai t-hitung adalah -4,363 dengan probabilitas (Sig) 0,002 maka menunjukkan nilai p- value paired samples test < 0,05. Berdasarkan data maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh penerapan MODEREN boarding walk terhadap motorik kasar siswa down syndrome di SLB Siswa Budhi Surabaya. Kata Kunci: Permainan MODEREN boarding walk, Motorik kasar, Down syndrome.
TINGKAT KECEMASAN TIM UKM PUTRA FLOORBALL UNESA DALAM MENGHADAPI UNESA OPEN CUP FLOORBALL CHAMPIONSHIP TAHUN 2019 ADE LUKMAN, FIRMANSYAH; PRAMONO, MADE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permainan floorball merupakan permainan yang sering terjadi body contact, kontak stick floorball antar lawan dan dorongan antar pemain dalam pertandingan sering terjadi sehingga menimbulkan permasalahan kecemasan pada seorang pemain. Ciri-ciri kecemasan terbagi menjadi 4 yaitu somatik, afektif, kognitif, dan motorik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan dan mengevaluasi kecemasan dari tim UKM putra floorball unesa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasi dengan sampel penelitian 20 pemain floorball unesa putra. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah non-test, yaitu dengan menggunakan angket berupa beberapa pernyataan tentang kecemasan. Hasil pada penelitian ini dapat ditunjukkan sebagai berikut : secara umum untuk tingkat kecemasan pada putra mendapatkan skor 43,4, dan memiliki skala kecemasan ?Sedang. Untuk skor pada aspek somatik yaitu 15. Untuk skor pada aspek afektif yaitu 6. Pada aspek kognitif yaitu 6,15. Pada aspek motorik yaitu 16,1. Kata Kunci : tingkat kecemasan, floorball, somatik, afektif, kognitif, motorik. . ABSTRACT Floorball game is a often occur body contact, contact stick floorball between opponents and encouragement between players in matches often occur, causing problems of anxiety in a player. The characteristics of anxiety are divided into 4, namely somatic, affective, cognitive, and motoric. The purpose of this study is to find out the level of anxiety and evaluate the anxiety of the UKM boys floorball team. This research is are search quantitativeby observing with a research sample of 20 male university floorball players. The method of data collection in this study is a non-test, namely by using a questionnaire in the form of several statements about anxiety. The results in this study can be shown as follows: in general for the level of anxiety in men get a score of 43.4, and have an anxiety scale "Moderate. For the score on the somatic aspect, namely 15. For the score on the affective aspect, namely 6. On the cognitive aspect, namely 6.15. In the motor aspect, it is 16.1. Keywords : level of anxiety, floorball, somatic, afektif, kognitif, motor.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) UMKM SARI KEDELAI INSTAN BLITAR irawan, roy januardi; Purnomo, Aris Rudi; Suwito, Djoko
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein tercerna yang sangat baik dan memiliki efek cenderung menurunkan kolesterol. Berdasarkan data, konsumsi kedelai masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat, tahun 2012 konsumsi kedelai Indonesia adalah sebesar 2,2 ton dalam bentuk tempe, tahu, kecap, tauco, dan bahan pangan lain. Hal inilah yang melatarbelakangi, berdirinya 2 UMKM Rahayu di Blitar Jawa Timur untuk memproduksi sari kedelai instan. Usaha ini memiliki fasilitas produksi dan peralatan yang masih konvensional. UMKM Rahayu tidak hanya meproduksi sari kedelai instan saja, namun beberapa varian lainnya adalah kopi kedelai. Tahapan produksi UMKM ini, yakni pemasakan dan penggilingan, masih dikerjakan dengan memanfaatkan peralatan produksi yang konvensional/tradisional. Selain higienitas dan kestabilan produk yang tidak terjamin, kondisi tersebut juga menyebabkan kuantitas poduksi masih rendah. Standar higienitas yang rendah telah menyebabkan singkatnya masa simpan. Standart higienitas yang rendah diakibatkan karena proses produksi yang tidak stabil, peralatan yang tradisional, serta teknologi yang minim. Program Kemitraan Masyarakat UMKM Sari Kedelai Instan Blitar ini, akan dilakukan pendampingan dalam pengurusan izin produksi, introduksi Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga pengemasan. Kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sari kedelai instan UMKM mitra, sehingga memberi dampak bagi peningkatan pendapatan bagi UMKM Mitra sekaligus perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha UMKM mitra. Kata Kunci: UMKM, Sari Kedelai Instan, Teknologi Tepat Guna
PENGARUH LATIHAN ILLINOIS AGILITY RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SCUDETTO MENTE FC RAMA, MUKHAMAT; NUR BAWONO, MOKHAMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE INFLUENCE OF ILLINOIS AGILITY RUN TRAINING ON ENHANCEMENT OF PROSPERITY IN SCUDETTO MENTE FC PLAYERS Name : Mukhamat Rama NIM : 15060484127 Study program : S-1 Sport Science Department : Health Education and Recreation Faculty : Sports Science Name of InstitutionState : Surabaya State University Advisor : Mokh. Nur Bawono, S.Or., M.Kes Scudetto Mente FC players have less agility in futsal. Where players always lose the ball and difficult to pass an opposing player because of lack of agility possessed. Researchers see players that there are deficiencies that need to be improved, namely agility in each player. The purpose of this study was to determine the effect of the Illinois Agility Run training on increasing agility on Scudetto Mente FC players. This research is a type of quantitative research with the research design used is a one group pretest-posttest design. The sample in this study were 20 players who lacked agility. This type of research is population research or taking all samples of Scudetto Mente FC players. Statistical tests using the t-test used paired samples test with a significant value of p <0.05. Paired t-test results obtained p = 0.001 where p <0.05. From this information it can be seen that there is an effect of providing Illinois Agility Run training on increasing agility on Scudetto Mente FC players. Keywords: Player Scudetto Mente FC, Agility, Illinois Agility Run ABSTRAK PENGARUH LATIHAN ILLINOIS AGILITY RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SCUDETTO MENTE FC Nama : Mukhamat Rama NIM : 15060484127 Program Studi : S-1 Ilmu Keolahragaan Jurusan : Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas : Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Mokh. Nur Bawono, S.Or., M.Kes Pemain Scudetto Mente FC memiliki kelincahan yang kurang dalam permainan futsal. Dimana pemain selalu kehilangan bola dan sulit melewati pemain lawan karena kurangnya kelincahan yang dimiliki. Peneliti melihat pemain bahwa ada kekurangan yang perlu di tingkatkan, yaitu kelincahan pada setiap pemain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan Illinois Agility Run terhadap peningkatan kelincahan pada pemain Scudetto Mente FC. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 pemain yang mempunyai kekurangan kelincahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian populasi atau mengambil seluruh sampel pemain Scudetto Mente FC. Uji statistik menggunakan Uji-t menggunakan paired samples test dengan nilai signifikan p < 0,05. Hasil uji-t berpasangan diperoleh nilai p =0,001 dimana p < 0,05. Dari keterangan tersebut maka dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan Illinois Agility Run terhadap peningkatan kelincahan pada pemain Scudetto Mente FC. Kata Kunci: Pemain Scudetto Mente FC, Kelincahan, Illinois Agility Run
SURVEI PERKEMBANGAN OLAHRAGA TRADISIONAL DI KABUPATEN TUBAN , KASYANTO; AZIZ HAKIM, ABDUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga tradisional merupakan permainan rakyat yang berkembang dirakyat. Olahraga tradisional adalah suatu kultur budaya yang menjadi ciri khas suatu Negara. Pada masa sekarang ini dimana generasi sekarang lebih menyukai media sosial atau dunia IT dibandingkan dengan bermain olahraga tradisional. kejadian ini sungguh mengkhawatirkan untuk generasi selanjutnya karena jika anak muda sekarang kurang berpartisipasi bahkan bersikap acuh terhadap olahraga tradisional maka kemungkinan terburuk yaitu hilangnya permainan khas Negara ini. Di Kabupaten Tuban olahraga tradisional berkembang ketika masyarakat pesisir utara mengadakan lomba siapa yang menang akan mendapatkan ikan yang di kenal dengan sebutan gulat pathol, dari hal itu Kabupaten Tuban mulai mengembangkan olahraga tradisional. Ada beberapa cabang olahraga tradisional yang berkembang di Tuban yaitu, gobak sodor, sumpitan, dagongan, terompah panjang, egrang, tarik tambang, nyunggi tampah, dan balap karun dan ada juga pencak dor serta gulat pathol yang menjadi ikon di Kabupaten Tuban. Perkembangan olahraga tradisional bisa dikatakan baik karena di lihat dari prestasi yang diperoleh, Kabupaten Tuban di Tahun 2016 sumpitan menjadi juara harapan I, tapi di tahun 2018 olahraga sumpitan mendapat juara III tingkat Nasional. Dan olahraga gulat pathol meraih juara I tingkat nasional selanjutnya mewakili Indonesia di vestifal olahraga tradisional di Malaysia. Kata Kunci : Olahraga tradisional, perkembangan, Kabupaten Tuban,
ANALISIS TINGKAT DEHIDRASI PADA ATLET CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT PUSLATDA JATIM 2019 MUJIB, ABDUL; PRAMONO, MADE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDehidrasi merupakan kekurangan minum yang terjadi di dalam organ manusia, kekurangan cairan sangat berpengaruh terhadap performa atlet, oleh karena itu seorang olahragawan harus mampu mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuhnya. Dengan demikian atlet yang tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumsi cairan dalam tubuhnya akan mengalami dehidrasi yang akan berdampak pada prestasinya, karena dehidrasi juga dapat menyebabkan atlet mudah mengalami kelelahan dan sulit berkonsentrasi sehingga mengakibatkan performa olahraga seorang atlet tidak optimal. Penelitian ini membahas tentang tingkat dehidrasi yang dialami oleh atlet pencak silat dalam rangka persiapan PON 2020 pada Pemusatan Latihan Daerah Jawa Timur. Hal ini dikarenakan kurangnya konsumsi cairan pada saat latihan yang dikhawatirkan berdampak pada dehidrasi sehingga mengakibatkan kurangnya konsentrasi dan menyebabkan atlet mudah lelah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif semi kuantitatif. Subyek penelitian berjumlah 12 orang atlet. Tes yang digunakan untuk mengukur tingkat dehidrasi dengan menggunakan pengambilan urine atlet setelah latihan. Untuk menjelaskan status tingkat dehidrasi atlet maka data diambil melalui tes warna urine kemudian dijabarkan status dehidrasinya berdasarkan indikator warna urine. Data tingkat dehidrasi menunjukkan bahwa dari 12 atlet terdapat 1 atlet mengalami dehidrasi kategori ringan I dengan persentase 8%, 1 atlet mengalami dehidrasi kategori ringan II dengan persentase 8%, 1 atlet mengalami dehidrasi kategori ringan III dengan persentase 8%, 2 atlet mengalami dehidrasi kategori sedang I dengan persentase 17%, 2 atlet mengalami dehidrasi kategori sedang II dengan persentase 17%, dan 5 atlet mengalami dehidrasi sedang tingkat III dengan persentase 42%, tidak ada atlet yang mengalami dehidrasi kategori berat I dan II sehingga persentase 0%. Data tersebut menunjukkan bahwa atlet PUSLATDA JATIM mengalami tingkat dehidrasi sedang dan ringan sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat dehidrasi yang paling banyak dialami atlet pencak silat PUSLATDA JATIM adalah 42% dengan tingkat dehidrasi sedang, hal ini menunjukkan bahwa pada saat latihan atlet mengalami dehidrasi sedang karena jumlah air yang dikonsumsi mereka stabil, maka dar itu perlunya menjaga hidrasi karena dapat menstabilkan performa latihan dan dapat mengakibatkan kondisi dalam keadaan optimal. Sehingga dengan konsumsi cairan yang cukup dapat membuat kondisi tubuh terhidrasi dengan baik sehingga mengoptimalkan performa atlet PUSLATDA JATIM. Kata Kunci : Dehidrasi, Hidrasi, Pencak Silat.ABSTRACT Dehydration lack of fluids that occur in the human body, an athlete must be able to meet the needs of fluids in the body because dehydration can affect performance. An athlete who does not meet the needs of fluids in his body will become dehydrated which will have an impact on his performance, because dehydration isa causes athletes to get tired and difficult to concentrate and will result in sports performance that an athlete is not optimal. This research discusses the level of dehydration experienced by pencak silat athletes in the context of preparation for the 2020 PON in the East Java Regional Training Center. This is because the lack of fluid consumption during exercise is feared to have an impact on dehydration, resulting in lack of concentration and causes athletes to get tired. This study uses a semi-quantitative qualitative method. The study subjects numbered 12 athletes consisting of 11 men and 1 woman. The test is used to measure the level of dehydration by using the urine of athletes after exercise. To explain the status of the athletes dehydration level, the data is taken through a uine color test and then described the dehydration system based on urine color indicators. Data on dehydration level shows that out of 12 athletes there is 1 athlete experiencing mild category dehydration I with a percentage of 8%, 1 athlete experiencing mild category dehydration II with 8% percentage, 1 athlete experiencing mild category dehydration III with 8% percentage, 2 athletes experiencing dehydration category moderate I with a percentage of 17%, 2 athletes were dehydrated moderate category II percentage with of 17%, 5 athletes were moderate dehydrated level III with a percentage of 42%, no athlete dehydrated the heavy category I and II so the percentage was 0%. The data shows that East Java PUSLATDA athletes experience moderate and mild dehydration levels the so it cant most dehydrated level experienced by pencak silat athletes in East Java is 42% with moderate dehydration levels, this shows that during training athletes experience moderate dehydration due to the amount of water they are consumed stable, and therefore the need to maintain hydration because it can stabilize training performance and can lead to conditions in optimal conditions. So that with adequate fluid consumption can make the bodys condition properly hydrated so as to optimize the performance of East Java PUSLATDA athletes.Keyword : Dehydration, Hydration, pencak silat