cover
Contact Name
Muhammad Majdy Amiruddin
Contact Email
muhammadmajdyamiruddin@iainpare.ac.id
Phone
+6281241778806
Journal Mail Official
saojurnal@iainpare.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/publistikji/editorialteam
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 31101011     DOI : https://doi.org/10.35905/publistikji
Core Subject :
Publisistik : Riset Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi publishes academic research articles on theoretical and applied journalistic research as well as research in the field of media and communication. This journal is published by the Islamic Journalism Study Program of the Parepare State Islamic Institute. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double blind review by at least two bestari partners.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Imparsialitas Pemberitaan Pijar News dalam Menyajikan Berita Pilkada Sulawesi Selatan Alyah Anwar; Mifda Hilmiyah
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i2.12511

Abstract

Studi ini membahas tekanan terhadap impartialitas dalam pelaporan di Pijar News seiring dengan peliputan pemilihan umum 2024. Telah diakui bahwa media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik terkait peliputan berita. Tentu saja, impartialitas media dipertanyakan, terutama ketika peliputan berita memihak satu sisi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dan mencakup analisis konten dari lima puluh artikel Njema News, tulisan opini, dan laporan berita yang diterbitkan selama kampanye pemilihan. Berdasarkan temuan analisis, studi ini menetapkan adanya bias terhadap peliputan berita Pijarnews, yang terungkap dalam tiga isu dominan: (1) Framing berita, (2) Keseimbangan sumber, dan (3) Proporsionalitas peliputan, di mana kandidat tertentu menerima proporsi peliputan yang lebih tinggi daripada yang lain. Studi ini menekankan peran jurnalisme lokal dalam mematuhi nilai-nilai jurnalisme inti dari keadilan dan akurasi dalam proses demokrasi. Karena itu, temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan independensi media lokal dalam menghadapi tekanan politik dan komersial.
Analisis Penyebaran Informasi Palsu dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Indonesia : Studi Kasus Berita Hoax dan Hate Speech Syahrah Ramadhani
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i1.14654

Abstract

Penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial menjadi tantangan serius bagi kebebasan berekspresi dan stabilitas sosial di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penyebaran hoax dan hate speech melalui studi kasus yang terjadi pada tahun-tahun pemilu dan isu-isu sensitif lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap konten-konten media sosial serta dokumentasi dari lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoax dan hate speech kerap dimanfaatkan sebagai alat politik dan provokasi, serta berdampak negatif pada kerukunan masyarakat. Peran media, pemerintah, dan masyarakat sipil sangat krusial dalam menangkal penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian.
Kebebasan Pers dalam Transisi Demokrasi: Studi Kasus Indonesia Pasca-Reformasi Nanda Mikola Putra Miko
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publistikji.v2i1.14655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebebasan pers dalam konteks transisi demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi 1998. Kejatuhan rezim Orde Baru menandai perubahan besar dalam struktur politik Indonesia, termasuk terbukanya ruang bagi kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber sekunder, terutama artikel jurnal ilmiah, laporan lembaga pemantau pers, dan dokumen peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif kebebasan pers di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan. Ancaman terhadap jurnalis dalam bentuk kekerasan fisik, intimidasi, serta kriminalisasi masih sering terjadi. Selain itu, konsentrasi kepemilikan media di tangan segelintir elit politik dan ekonomi turut memengaruhi independensi redaksi serta keberagaman konten informasi yang tersedia untuk publik. Di era digital, tantangan semakin kompleks dengan diberlakukannya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang dalam praktiknya sering digunakan untuk menjerat pengguna media sosial dan jurnalis yang kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih berada dalam proses konsolidasi yang belum sepenuhnya matang. Oleh karena itu, perlindungan hukum yang lebih kuat, komitmen etika jurnalistik, serta budaya demokrasi yang terbuka perlu terus diperkuat untuk memastikan pers tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga demokrasi.
Skandal Politik Ijazah Presiden Joko Widodo : Tinjauan Kritis dan Dampaknya Terhadap Etika Kepemimpinan di Indonesia Nur Jihan Mustari
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publistikji.v2i1.14656

Abstract

Isu dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo mencuat ke publik sejak 2022 dan menjadi salah satu skandal politik paling banyak diperbincangkan. Artikel ini menyajikan kajian komprehensif dan multidisipliner untuk membedah kasus tersebut dari berbagai aspek: hukum, komunikasi politik, linguistik media, analisis sentimen publik, serta etika kepemimpinan. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dan dokumentasi dari media nasional, putusan pengadilan, serta data digital dari media sosial. Temuan menunjukkan bahwa meskipun dokumen ijazah Presiden dinyatakan sah oleh Universitas Gadjah Mada dan Bareskrim Polri melalui audit forensik, opini publik tetap terpecah. Analisis sentimen berbasis algoritma SVM dan Naïve Bayes terhadap ribuan komentar di media sosial menunjukkan dominasi persepsi negatif (47,6%) terhadap isu tersebut. Selain itu, kajian eufemisme dalam berita media daring mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk mengontrol persepsi publik terhadap isu sensitif ini. Dalam aspek hukum, putusan pengadilan terhadap penyebar hoaks menunjukkan ketegasan negara dalam melindungi nama baik pejabat publik. Di sisi lain, studi mengenai arsip menunjukkan bahwa rendahnya literasi arsip masyarakat turut memperkeruh opini terhadap keabsahan dokumen. Penelitian ini juga memotret bagaimana hoaks dijadikan alat komunikasi politik yang disebarkan secara sistematis melalui media sosial, terutama menjelang Pemilu 2024. Dengan melibatkan teknologi seperti AI, disinformasi diproduksi secara masif dan berulang. Artikel ini menyimpulkan bahwa skandal ijazah Jokowi bukan sekadar soal legalitas dokumen, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan, tantangan etika, dan perlunya peningkatan literasi digital dan hukum. Kajian ini merekomendasikan pentingnya sinergi antara lembaga hukum, media, dan pendidikan untuk melindungi integritas demokrasi Indonesia dari ancaman disinformasi digital yang terorganisir.
Regulasi dan Kepemilikan Media di Indonesia: Studi Kasus Konsentrasi Kepemilikan oleh Konglomerat Kasma
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publistikji.v2i1.14658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam bagaimana peraturan dan struktur kepemilikan media di Indonesia berpengaruh terhadap kehidupan demokrasi, kebebasan pers, serta akses masyarakat terhadap informasi publik. Dalam konteks demokrasi, media seharusnya berfungsi sebagai pilar keempat yang independen, bertindak sebagai pengawas kekuasaan dan merepresentasikan aspirasi masyarakat. Namun, realitasnya, kepemilikan media di Indonesia cenderung terkontraksi pada sejumlah kecil konglomerat dan individu politik. Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi prinsip media yang seharusnya netral dan adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka untuk mengevaluasi landasan hukum, praktik kepemilikan, dan dampak sosial yang diakibatkannya terhadap demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan yang ada masih belum berhasil mengontrol laju penguasaan media, yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan adanya celah dalam penegakan hukum. Studi terhadap kelompok media besar seperti MNC Group dan Emtek Group mengungkapkan bagaimana dominasi media dapat membentuk opini publik secara bias dan tidak beragam. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi, pembaruan lembaga pengawas media, serta dukungan kepada media independen sebagai langkah untuk melindungi keberagaman informasi dan kebebasan pers di Indonesia.
Dilema Kecepatan dan Akurasi Jurnalisme Digital dalam Perspektif Teori Media Baru Norma Lia
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publistikji.v2i1.14659

Abstract

Cara kerja media massa kini mengalami perubahan yang signifikan seiring berkembangnya teknologi digital, terkhusus pada pemberitaan online. Di sisi lain, yang menjadi bagian utama dalam menyampaikan suatu informasi adalah pada kecepatan publikasi dan pembacanya. Namun keakuratan informasi pun bisa saja terancam akan kecepatan dalam pempublikasian. Sehingga hal tersebutlah yang menjadikan media dilanda dilema akan hal etis dan profesional dalam pemberitaannya, utamanya menjadi urutan pertama menyampaikan berita di tengah persaingan yang ketat. Artikel ini mengkaji bagaimana media online seperti Kompas.com dan Liputan6 menghadapi dilema antara kecepatan dan ketepatan informasi pada. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis isi pemberitaan dari kedua media. Teori Media Baru digunakan sebagai lensa analisis untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi seperti penggunaan chatbot, AI, dan sistem notifikasi mempengaruhi cara kerja redaksi, distribusi berita, serta proses verifikasi informasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun teknologi mempercepat proses penyampaian berita, media tetap bergantung pada verifikasi manual dan kontrol editorial manusia agar akurasi tetap terjaga. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam jurnalisme, melainkan harus dijadikan alat bantu untuk mendukung prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian jurnalistik digital dengan menyoroti pentingnya integrasi teknologi yang bijak dan etis dalam praktik media daring. Selain itu, penelitian ini juga memberi gambaran tentang bagaimana media arus utama di Indonesia beradaptasi dengan tuntutan era digital tanpa mengorbankan integritas pemberitaan.
Hubungan Antara Intimasi Komunikasi Pertemanan dengan Tipe Kepribadian Introver dan Ekstrovert Pada Mahasiswa FUAD IAIN Parepare Ayu Azhara
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i2.15012

Abstract

Persahabatan merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial manusia, di mana komunikasi yang intim menjadi salah satu indikator kualitas hubungan interpersonal. Intimasi komunikasi pertemanan mencerminkan kedekatan emosional yang dibangun melalui keterbukaan, empati, dan saling percaya. Namun, tidak semua individu membangun kedekatan emosional dengan cara yang sama, karena tipe kepribadian seperti introvert dan ekstrovert turut memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan menjalin hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan tingkat intimasi komunikasi pertemanan pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, dengan jumlah sampel sebanyak 287 responden yang dipilih menggunakan teknik probability samoling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup, lalu dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment melalui bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dengan tingkat intimasi komunikasi pertemanan dengan nilai korelasi sebesar 0,292 (nilai signifikansi < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan meskipun hubungan tergolong lemah, kepribadian tetap berperan dalam membentuk kedekatan emosional dalam hubungan pertemanan mahasiswa. Pemahaman terhadap tipe kepribadian sangat penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan bermakna, serta dapat menjadi dasar pengembangan komunikasi interpersonal yang lebih inklusif di lingkungan pendidikan.
Dampak Komunikasi Politik Melalui Media Sosial Terhadap Paradigma Masyarakat Aisya Khairunnisa Burhanuddin
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i2.15110

Abstract

Media soial telah mengubah landskap komunikasi politik dengan menghadirkan ruang interaksi yang lebih terbuka antara pemerintah, politisi, da masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi politik melalui media sosial memengaruhi paradigma masyarakat terhadap politik dan demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Kualitatif Deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah berbagai literatue, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Analisi dilakukan menggunakan kerangka teori Komunikasi Massa, Agenda Setting, Used And Gratifications, Spiral Keheningan, dan Interaksi Simbolik untuk memahami proses penyebaran pesan politik, partisipasi publik, serta pembentukan persepsi masyarakat di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan partisipasi politik dan literasi publik melalui penyebaran informasi yang cepat dan luas. Namun, di sisi lain, fenomena disinformasi, polarisasi, dan manipulasi opini publik masih menjadipermasalahan serius yang dapat membentuk paradigma masyarakat secara bias dan emosional, Oleh karena itu, diperlukan penerapan ettika komunikasi politik dan peningkatan literasi digital agar media sosial dapat berfungsi sebagai ruang demokratis yang sehat dan berintegritas.
Integrasi Hiburan dan Dakwah: Analisis Isi Pesan Dakwah Ustadz Abi Azkakia Di Platform Youtube Melalui Game Mobile Legend Rosniar; Muhammad Yusril; Syamsinar. S
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i2.15181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis isi pesan dakwah Ustadz Abi Azkakia melalui streaming game Mobile Legend di Youtube @Abiazkakia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis isi pesan dakwah Ustadz Abi Azkakia melalui streaming game Mobile Legend di Youtube @Abiazkakia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi berupa tayangan streaming game Mobile Legend pada akun Youtube Ustadz Abi Azkakia pada bulan Ramadhan 1415 Hijriah yang berjumlah 38 content video. Sampel diperoleh secara purposive, sebanyak sepuluh konten berdasarkan kriteria jumlah penayangan terbanyak. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan cara mengamati, mencatat dan menganalisis setiap data yang ditemukan yang sekiranya relevan dengan fokus penelitian. Data yang didapatkan dibuat kedalam lembar koding (coding sheet), selanjutnya dilakukan pengkategorisasian berdasarkan bentuk pesan dakwah. Kemudian dilakukan uji reliabilitas untuk menghasilkan data yang valid dengan menggunakan rumus R. Holsty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis isi pesan dakwah Ustadz Abi Azkakia melalui streaming game Mobile Legend di Youtube @Abiazkakia ditemukan bahwa keseluruhan hasil kategorisasi berjumlah 79 indikator yang memiliki muatan pesan dakwah berdasarkan persetujuan antar-coder. Pesan dakwah yang disampaikan yang merujuk pada akidah, syariah, dan akhlak dalam kurun waktu selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah dengan persentase pesan dakwah bentuk syariah merupakan indikator terbanyak dengan jumlah 33 pesan dengan persentase tertinggi (41,77%), diikuti bentuk pesan dakwah berupa akidah sebanyak 24 pesan dengan persentase (30,37%), dan pesan dakwah berupa akhlak sebanyak 22 pesan dengan persentase terendah yaitu (27,84%).
Analisis Framing dan Etika Jurnalistik pada Pemberitaan Kasus Tanah Jusuf Kalla di Detik.com dan ANTARA News Nanda Mikola Putra; Mifda Hilmiyah
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v2i2.15339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dua media daring nasional, yaitu Detik.com dan ANTARA News, membingkai pemberitaan mengenai kasus sengketa tanah seluas 16,4 hektare yang melibatkan Jusuf Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) di Kota Makassar. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Jusuf Kalla menuding adanya rekayasa dan permainan mafia tanah yang merugikan pihaknya. Dalam konteks pemberitaan, masing-masing media memiliki kecenderungan berbeda dalam membangun realitas sosial di hadapan khalayak. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen utama, yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (penyebab masalah), make moral judgment (penilaian moral), dan suggest remedies (penyelesaian masalah). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi teks berita untuk melihat perbedaan konstruksi makna antara kedua media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menonjolkan sisi konflik dan kritik tajam Jusuf Kalla terhadap pihak GMTD, menampilkan narasi konfrontatif yang berfokus pada figur tokoh dan dinamika sosial-politik. Sementara itu, ANTARA News mengonstruksi isu tersebut secara lebih institusional dan prosedural, dengan penekanan pada aspek hukum, kronologi, dan proses penyelesaian melalui jalur resmi. Perbedaan framing ini menggambarkan bagaimana ideologi redaksi, gaya jurnalistik, serta orientasi media berperan dalam membentuk sudut pandang pemberitaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian framing media online di Indonesia, serta meningkatkan literasi kritis masyarakat terhadap keberagaman perspektif dalam praktik jurnalisme modern.

Page 2 of 3 | Total Record : 24