cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 1 (2022): conference proceeding on waste treatment technology" : 45 Documents clear
Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Kadar Bioetanol Air Limbah Pencucian dari Tangki Dissolving Industri Kecap Achmad Fatoni; Adhi Setiawan; Tarikh Aziz Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah pencucian tangki dissolving di industri kecap belum banyak dimanfaatkan karena memiliki kadarCOD sebesar 299.999,99 mg/l. Air limbah pencucian tangki dissolving dapat dimanfaatkan menjadi bioetanolkarena mengandung glukosa sebesar 7,55%. Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan air limbah pencucian tangkidissolving menjadi bahan baku pembuatan bioetanol melalui dua tahap, yaitu fermentasi menggunakanSaccharomyces cereviceae dan destilasi menggunakan rotary vacuum evaporator. Variasi proses fermentasi yaitumassa ragi sebanyak0 gram, 2 gram, 5 gram, dan 8 gram serta waktu fermentasi selama 4 hari, 7 hari, dan 10hari. Pengukuran kadar bioetanol pada penelitian ini menggunakan alat hidrometer. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata kadar bioetanol tertinggi sebesar 53,5% diperoleh dari sampel yang difermentasi selama7 hari dengan penambahan 5 gram ragi.
Analisis Persiapan dan Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2015 di Industri Asam Fosfat Gresik Adinda Putri Susanti; Mirna Apriani; Dika Rahayu Widiana
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri asam fosfat Gresik merupakan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan bahan kimiaasam fosfat sebagai bahan baku produksi pupuk. Kegiatan produksi industri asam fosfat Gresik berpotensimenghasilkan limbah cair, gas, limbah B3, limbah padat non B3 dan kebisingan dari mesin produksi. Saat iniindustri asam fosfat Gresik belum memiliki SML yang berstandar ISO 14001:2015. SML merupakan salah satuaspek yang dinilai dalam kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance).Implementasi akan dilakukan pada sub klausul aspek lingkungan (6.1.2) di bagian proses produksi unit SA Plantdan PA Plant. Pada SA Plant dimulai dari unit Sulphur Handling, SO2 Generation, SO2, Conversion, Air Dyingdan SO3 Absorption, H2SO4 Storage. Sedangkan PA Plant yang dimulai dari Material Handling System dan RockGrinding Unit, Reaction Digestion dan Fluorine Recovery Unit, Hydration dan Dihydrate Filtration Unit,Concentration Unit. Metode penelitian menggunakan checklist untuk mengidentifikasi kesesuaian kondisieksisting dengan ISO 14001:2015. Hasil penelitian menunjukkan persentase penilaian checklist memiliki nilai<100%, belum memenuhi klausul ISO 14001:2015. Guna melengkapi pemenuhan klausul maka dilakukanpenyusunan dokumen SML meliputi dokumen manual, prosedur dan instruksi kerja.
Seeding dan Aklimatisasi Tutup Botol Plastik Bekas Sebagai Alternatif Media Biofilter Aerobik untuk Mengolah Air Limbah Restoran Cepat Saji Vivian Zuraida Atiqoh; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya usaha restoran cepat saji menyebabkan semakin banyaknya air limbah yang memiliki zatpencemar organik tinggi. Disisi lain, jumlah timbulan tutup botol plastik yang terdapat di lingkungan jugameningkat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mereduksi kandungan zat organik yaitumenggunakan biofilter. Penelitian ini memanfaatkan tutup botol plastik bekas sebagai media tumbuh danberkembangnya mikroorganisme. Mikroorganisme yang tumbuh pada media biofilter dapat mereduksikandungan organik seperti COD dan TSS pada air limbah restoran cepat saji. Pertumbuhan biofilmditentukan oleh proses seeding dan aklimatisasi. Tujuan penelitian ini melakukan proses seeding danaklimatisasi pada reaktor biofilter aerobik. Media yang digunakan pada penelitian ini yaitu modifikasi tutupbotol plastik bekas dengan bentuk lubang lingkaran. Parameter yang diukur yaitu pH, suhu, dan COD. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa pada proses seeding memiliki nilai pH antara 7,53-8,11 dan suhu antara27,60C-290C. Proses seeding membutuhkan waktu selama 2 minggu. Penurunan konsentrasi COD secarakonstan pada proses aklimatisasi terjadi pada hari ke-7 hingga hari ke-10. Kesimpulan penelitian ini yaituproses seeding ditandai dengan terbentuknya lapisan biofilm dan proses aklimatisasi ditandai denganpenurunan konsentrasi COD secara konstan dengan fluktuasi efisiensi penyisihan tidak lebih dari 10%.
Proses Fotokatalitik Kandungan Zat Warna Metilen Biru pada Air Limbah Artifisial menggunakan Bentonit Terimpregnasi N-TiO2 Vira Fadilah Qur’ani; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat warna metilen biru dalam air limbah menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan karena bersifattoksik dan karsinogenik. Metode fotokatalisis merupakan bagian dari Advanced Oxidation Process (AOP).Doping nitrogen pada TiO2 menghasilkan katalis N-TiO2, sehingga proses fotokatalisis dapat dilakukanpada cahaya tampak. Pengimpregnasian N-TiO2 dengan bentonit teraktivasi dilakukan untuk meningkatkankemampuan metode fotokatalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas N-TiO2/bentonitteraktivasi dengan konsentrasi komposit sebesar 0,02 gram/100 mL metilen biru 25 ppm. Prosesfotokatalisis-adsorpsi dilakukan secara batch pada rasio mol N:Ti (1:1 dan 3:1), waktu iradiasi (15-120menit) dan sumber foton (dengan iradiasi dan tanpa iradiasi). Penyisihan metilen biru paling optimumdidapatkan pada proses fotokatalitik selama 120 menit. N-TiO2/bentonit teraktivasi rasio N:Ti 1:1 mampumereduksi kandungan metilen biru dengan efektivitas sebesar 97,977% (dengan iradiasi) dan 77,589%(tanpa iradiasi). N-TiO2/bentonit teraktivasi rasio N:Ti 3:1 mampu mereduksi kandungan metilen birudengan efektivitas sebesar 77,74% (dengan iradiasi) dan 81,134% (tanpa iradiasi). Kinetika reaksi denganiradiasi cenderung berlangsung pada orde nol.
Evaluasi Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Industri Manufaktur Plastik Shelma Hamidah Pratiwi; Ahmad Erlan Afiuddin; Ryan Yudha Adhitya
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan manufaktur plastik merupakan perusahaan yang memproduksi jumbo bag dan woven bag. Perusahaan inisudah memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 dengan luas bangunan 36 m2, namun belum memenuhi kriteria persyaratan yang tertera pada PERMENLHK No. 12 Tahun 2020 tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Jenis limbah B3 yang dihasilkan oleh perusahaan antara lain tinta bekas, oli bekas, PCN dan majun terkontaminasi yang bersifat beracun dan berbahaya bagi lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan inspeksi TPS limbah B3 menggunakan kriteria yang telah disesuaikan dengan peraturan. Adapun hal-hal yang akan dievaluasi yaitu, bangunan dan cara penyimpanan, pengemasan, pemantauan dan tanggap darurat dan kebersihan. 8 dari 29 ketentuan tersebut belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga TPS limbah B3 perlu dilakukan redesain.
Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif Batang Tembakau (Nicotiana spp L) Sebagai Adsorben Dyah Ayu Purbaningrum; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang tembakau yang merupakan limbah dari tumbuhan tembakau yang saat ini belum termanfaatkan dengan baik, karena hanya dimanfaatkan daunnya sebagai bahan baku pembuatan rokok, dan batangnya hanya dibakar begitu saja. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses pengeringan, karbonisasi dan dilanjutkan denganproses aktivasi dengan H2SO4 3M. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis dan karakterisasi karbon aktif sesuai dengan SNI 06-3730-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif yang telah di aktivasi H2SO4 3M menghasilkan karbon aktif yang telah memenuhi standar baku mutu karbon aktif teknis sesuai SNI06-3730-1995 dan dengan pengujian FTIR, SEM-EDX dan BET. Karbon aktif yang diperoleh dalam penelitian ini memiliki kadar air sebesar 10%, kadar zat yang mudah menguap 20%, kadar abu sebesar 9,6%, kadar karbon terikat 70,4%, dan daya serap terhadap I2 sebesar 1230,93 mg/g. Hasil analisis dengan spektrofotometer FTIR menunjukkan bahwa karbon aktif dari batang tembakau mempunyai gugus fungsi C-H alkena, C-H Aromatik,Gugus karboksil C=O, dan gugus hidroksil O-H. Hasil analisis SEM-EDX terdapat pori-pori yang terbuka padakarbon aktif dari batang tembakau mengandung kandungan yang mendominasi yaitu C dan O denganpersentase 38,07% dan 35,8%. Hasil analisis menggunakan BET didapatkan luas permukaan spesifik dari karbon aktif adalah 238,035 m2/g.
Seeding dan Aklimatisasi Karung Plastik Reject sebagai Alternatif Media Biofilter Aerobik Lingga Manunggal Bhakti; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. Air limbah domestik menjadi salah satu penyumbang kerusakan yang serius di perkotaan besar. Dampak negatif lain adalah peningkatan timbulan sampah plastik. Bahan yang tidak dapat diurai oleh air laut dan juga sulit terdegradasi walaupun telah terpendam di dalam tanah tentunya menimbulkan permasalahan. Timbulan karung plastik reject menjadi penyumbang bertambahnya jumlah sampah plastik. Tujuan penelitian untuk melakukan seeding dan aklimatisasi menggunakan media modifikasi sejajar karung plastik reject. Proses dilakukan pada reaktor biofilter aerobik menggunakan air limbah domestik. Parameter yang diukur yaitu suhu, pH, dan COD. Proses seeding terjadi pada temperatur substrat dengan rentang 28 - 33,3 OC dan pH 5,92 - 8,91. Proses seeding dapat dilanjutkan aklimatisasi setelah diamati terbentuknya biofilm pada hari ke - 26, sehingga media mengalami penambahan volume. Proses aklimatisasi berakhir dengan adanya fluktuasi konsentrasi COD yang konstan di bawah 10 % pada percobaan ke 7, 8, dan 9
Pengaruh Variasi Konsentrasi Air Limbah pada Proses Range Finding Test (RFT) terhadap Ketahanan Tanaman Typha Angustifolia Bhagaskara Cipta Linuwih; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik di industri galangan kapal memiliki kadar total coliform yang melebihi dari baku mutu, yaitu sebesar 6000 – 15.400 CFU / 100 mL. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik menyatakan bahwa batas kadar total coliform yang boleh dibuang ke badan air sebesar 3000 CFU/100 mL. Alternatif pengolahan untuk menurunkan kadar total coliform yaitu menggunakan kombinasi metode Contructed Wetland. Tanaman yang dapat digunakan pada pengolahan air limbah metode Constructed Wetland yaitu tanaman Ekor Kucing (Typha Angustifolia). Langkahpertama yang dilakukan yaitu uji Range Finding Test (RFT). Tujuan dilakukan pengujian RFT adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi maksimum air limbah yang tidak memberikan efek terhadap tumbuhan. Uji RFT dilakukan selama 4 hari dengan variasi konsentrasi air limbah yang digunakan antara lain 0% ; 20% ; 40% ; 60% ; 80% ; dan 100%. Uji RFT juga dilakukan pengamatan pH, suhu, dan morfologi tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna tanaman). Tanaman Typha angustifolia tidak mengalami kematian dan tidak terjadi perubahan warna, serta mampu bertahan hidup hinggahari ke-empat pada konsentrasi tertinggi air limbah yaitu 100%.
Persentase Kandungan Kalsium Oksida (CaO) Pada Katalis Limbah Kulit Udang Elsa Rafelia Hartanti; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit udang mengandung konstituen utama yang terdiri kalsium karbonat (45% - 50%) yang diharapkan dapat mendaur ulang limbah kulit udang menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pemanfaatan katalis heterogen CaO dalam pembuatan biodiesel. Kebanyakan katalis yang digunakan untuk pembuatan biodiesel adalah katalis homogen namun katalis basa homogen sangat sulit dipisahkan dari campuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali dan akhirnya akan ikut terbuang sebagai limbah yang dapat mencemarkan lingkungan. Kelebihan katalis heterogen yaitu stabil pada suhu tinggi, dapat diregenerasi sehingga mengurangi biaya produksi, proses pemisahan lebih mudah, dan dapat mengurangi limbah pencucian sehingga lebih ramah lingkungan. Katalis CaO yang berasal dari kulit udang akan mengurangi biaya operasional, dan dapat mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persen kandungan CaO dalam limbah kulit udang menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF). Kulit udang dibersihkan menggunakan air kemudian dijemur. Kulit udang di oven pada suhu 120°C selama 1 jam kemudian dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 100 mesh. Limbah kulit udang dikalsinasi pada suhu 1000°C selama 3 jam. Hasil uji XRF pada katalis CaO limbah kulit udang memiliki kandungan CaO sebesar 77,87%.
Studi Beban Emisi Gas Karbon Monoksida (CO) pada Daya Serap Pohon Tabebuya dari Aktivitas Transportasi di Jalan Kusuma Bangsa Intifada Muhamad Zulfikar Albab Mahera; Ahmad Erlan Afiuddin; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat di Indonesia berdampak pada meningkatnya jumlah emisi CO yang dihasilkan. Banyaknya kendaraan yang melintas mempengaruhi kualitas udara yang ada di JL. Kusuma Bangsa. pengendalian pencemaran dengan menggunakan permodelan box model yang mempertimbangkan total daya serap pohon tabebuya yang berada di Jl Kusuma Bangsa. Pohon tabebuya didahulukan dalam perhitungan daya serap dan selanjutnya menghitung sisa emisi CO yang telah direduksi oleh pohon tabebuya. Beban emisi CO yang dihasilkan tertinggi sebesar 5160,370 g CO/Jam yaitu pada zona 2 saat waktu sore hari. Beban emisi CO yang terendah sebesar 1785,630 g CO/Jam yaitu pada zona 3 saat waktu malam hari. Total emisi CO didapatkan nilai sebesar 273394,556 Kg/tahun jika dikonversikan ke dalam CO2 didapatkan hasil sebesar 429620,016 Kg/tahun. Nilai sisa emisi CO2 yangdidapatkan dari daya serap tabebuya eksisting adalah sebesar 317300,016 Kg/tahun sehingga diperlukan penambahan daya serap emisi dari lebih banyak pohon. Total keseluruhan tabebuya yang ditanam adalah sebanyak 1131 pohon dengan daya serap pohon total CO2 yaitu sebesar 588120 Kg/tahun sehingga hasil sisa emisi yang didapatkan yaitu negatif atau 0 (nol).