cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Identifikasi Pengaruh pH Terhadap Kemampuan Biosorpsi Saccharomyces cerevisiae dalam Mengurangi Kadar Cu Fariz Basyiruddin; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis logam berat yang memiliki sifat esensial yaitu tembaga (Cu). Cu dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah tertentu. Cu dapat bersifat toksik dan membunuh organisme dalam jumlah yang melebihi. Biosorpsi merupakan salah satu teknologi yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengurangi kadar logam berat pada air limbah. Terdapat berbagai mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai biosorben, salah satunya yaitu Saccharomyces cerevisiae. Mikroorgnasime ini banyak digunakan dalam industri bir pada proses fermentasi dan memiliki dinding sel yang kaya akan protein, sehingga cocok digunakan sebagai biosorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan biosorben Saccharomyces cerevisiae dalam mengurangi kadar Cu yang dipengaruhi oleh pH awal larutan. Proses pembuatan biosorben terdapat beberapa tahapan yaitu pengendapan, penyaringan dan pengeringan. pH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 3, 4 dan 5. Pengontakkan antara biosorben dengan larutan Cu 25 mg/L menggunakan magnetic stirrer sebagai pengaduknya selama 1, 2 dan 3 jam. Konsentrasi akhir Cu setelah dikontakkan dengan biosorben diukur dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis yang telah terkalibrasi. Pada penelitian ini, didapatkan hasil pada pH 3 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 15,2%, pada pH 4 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 43,92%. Pada pH 5 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 47,4%. Dari seluruh hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa semakin tinggi pH awal larutan, maka semakin besar pula persen removal-nya.
Identifikasi Komponen FAME(Fatty Acid Methyl Ester) pada Biodiesel yang Disintesis dari Minyak Goreng Bekas Rakhmad Faizal Yudha; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas merupakan salah satu minyak nabati yang dihasilkan dari kelapa sawit. Selama ini minyak goreng bekas merupakan limbah bagi ibu rumah tangga, bahkan dibuang sembarangan. Minyak goreng bekas dapat digunakan alternatif sebagai pengganti solar dikarenakan sifat komposisi fisika-kimia antara biodiesel dan solar yang memiliki kemiripan. Potensi dari minyak goreng bekas adalah ketersediaan produksinya kontinyu dibandingkan jenis bahan yang lain. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai biodiesel dengan catatan dilakukan proses ­de-gumming, esterifikasi dan transesterifikasi terlebih dahulu. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi FAME yang dilakukan menggunakan alat GC-MS pada biodiesel dari bahan dasar minyak goreng bekas dengan metode yang sudah ada, yaitu dengan proses de-gumming, esterifikasi, dan transesterifikasi terlebih dahulu. Hasilnya yaitu minyak goreng bekas yang disintesis menjadi biodiesel memiliki yield 71,43% dengan kandungan FAME sebesar 99,35% yang terdiri atas metil palmitat, metil oleat, metil stearat, dan metil miristat masing-masing 49,08%, 44,62%, 4,01%, dan 1,68%.
Komparasi Efektivitas Karbon Aktif Pabrikan, Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Karbon Aktif Kayu Mahoni terhadap Penurunan Nilai BOD, TSS dan Turbidity Febi Oktafiharto; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Parameter air limbah dalam sebuah indusrti farmasi tidak memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan, parameter tersebut adalah BOD, TSS dan turbidity. Salah satu cara untuk menurunkan nilai dari parameter tersebut adalah dengan menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas karbon aktif pabrikan, karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif kayu mahoni dalam penurunan nilai BOD, TSS dan turbidity jika ditinjau dari efisiensi removal BOD, TSS dan turbidity dengan variasi massa karbon aktif (200 gram dan 300 gramn) dan waktu operasional karbon aktif (2,5 menit, 5 menit, 7,5 menit dan 10 menit). Efisiensi removal BOD, TSS dan turbidity karbon aktif tempurung kelapa dengan massa 300 gram selama 7,5 menit merupakan yang tertinggi diantara lainnya, dimana efisiensi removal BOD mencapai 64,6%, efisiensi removal TSS mencapai 77,8% dan efisiensi removal turbidity mencapai 78,46%.
Pengaruh Typha latifolia pada Rasio BOD/COD Lindi TPA Kabupaten Sidoarjo Anik Widiyanti; Catur L Wibisono; Marizatur Rohmah
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalah nasional yang hingga saat ini belum teratasi. Diperkirakan pada tahun 2020 volume sampah mencapai 650 juta ton. Peningkatan volume sampah berdampak pada peningkatan volume lindi. Diketahui lindi TPA Kabupaten Sidoarjo memiliki konsentrasi BOD COD yang sangat besar, masing-masing 2864 mg/L dan 4620 mg/L. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio BOD/COD dengan proses fitoremesiasi menggunakan Typha latifolia. Penelitian dilakukan menggunakan skala laboratorium menggunakan sistem aliran vertical free flow yang dilakukan selama 4 hari dengan 2 reaktor. Satu reaktor dengan menggunakan batang Typha latifolia sedang satu reaktor tanpa Typha latifolia. Lindi yang digunakan mengandung konsentrasi 512 mg/L COD. Debit lindi yang digunakan adalah 15 L/hari. Media yang digunakan adalah kerikil, pasir dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan reaktor tanpa Typha latifolia hari pertama hingga hari keempat rasio BOD/COD sebesar 0,51; 0,51;0,50 dan 0,51. Sedangkan reaktor dengan Typha latifolia rasio BOD/COD sebesar 0,51; 0,51; 0,49 dan 0,49. Penggunaan Typha latifolia menghasilkan rasio BOD/COD yang hampir sama dengan tanpa Typha latifolia.
Pengaruh Dosis Koagulan-Flokulan Dalam Menurunkan Kandungan Zinc Dan Fosfat Di Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT POMI Nur Hidayati; Ahmad Erlan Afiuddin; Erwan Yulianto
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT POMI yang merupakan salah satu pembangkit di kawasan PLTU Paiton unit 3, 7 & 8 memiliki Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cairnya sendiri. Salah satu proses yang digunakan di WWTP adalah proses koagulasi-flokulasi yang terjadi di aeration tank dan flocculant tank. Proses koagulasi-flokulasi ini belum optimal dalam proses pengolahannya. Hal ini disebabkan dosis koagulan-flokulan yang digunakan kurang efektif untuk karakteristik air limbah yang akan diolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pH, dosis koagulan-flokulan dan dosis optimum pada proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan parameter turbidity, fosfat dan Zinc. Pengolahan ini dilakukan untuk memperoleh kondisi effluent yang tidak melebihi baku mutu effluent yang ditetapkan untuk masing-masing parameter. Pengukuran terhadap parameter turbidity menggunakan turbidimeter, fosfat dan Zinc menggunakan spektrofotometer. Proses koagulasi-flokulasi ini menggunakan metode jar test untuk skala laboratorium. Sampel ditambahkan dengan larutan Zinc Phosphate 25 ppm. Jenis koagulan-flokulan yang digunakan organic coagulan, cationic flocculant. Variabel yang digunakan adalah pH (8 dan 8,5); dosis koagulan (1,3 ppm; 1,5 ppm; 1,7 ppm; 1,9 ppm; dan 2,1 ppm); dan dosis flokulan (0,5 ppm dan 1 ppm). Persen removal terbesar dari masing-masing parameter diantaranya parameter turbidity 96,92%; fosfat 29,47%; dan Zinc 62,08%.
Pengaruh F/M Rasio dan Waktu Detensi Aerasi terhadap Efisiensi Removal TSS pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge Achmad Kurnia Saka Sandi; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air limbah domestik secara biologis dilakukan untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam air limbah, salah satunya kandungan TSS (Total Suspended Solid) sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Proses yang paling umum adalah lumpur aktif atau conventional activated sludge. Keberhasilan metode conventional activated sludge dipengaruh oleh F/M rasio (perbandingan jumlah makanan dan mikroorganisme) dan detensi aerasi. Proses pengolahan air limbah domestik dengan metode lumpur aktif adalah dengan menambahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme ke air limbah kemudian dilakukan aerasi (penambahan oksigen untuk membantu proses metabolisme mikrooganisme) selama waktu tertentu, kemudian diendapkan untuk memisahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme dan air limbah yang telah diolah. Tujuan dari penitian ini adalah untuk mengetahui variasi F/M Rasio dan Waktu Aerasi yang terbaik sehingga memiliki Efisiensi Removal TSS tertinggi pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge. Penelitian ini melakukan simulasi pengolahan limbah cair domestik metode lumpur aktif dalam skala laboratorium. Air limbah yang berada dalam reaktor ditambahkan lumpur aktif kemudian diaerasi, setelah proses aerasi kemudian air limbah diendapkan untuk memisahkan kandungan lumpur dalam air limbah. Variasi pada setiap perlakuan berupa F/M rasio (0.25, 0.35, 0.45) dan variasi waktu aerasi (6 jam, 7 jam, 8 jam). Hasil percobaan,menunjukan bahwa perlakuan yang nilai efisiensi removal TSS tertinggi adalah variasi F/M rasio 0.25 dan waktu detensi aerasi 8 jam dengan hasil efisiensi sebesar 89,7%.
Pengaruh Pemberian Dosis Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) pada Bak Desinfeksi terhadap Penurunan Kandungan Escherichia coli di RSUD Dr. R. Koesma Tuban Mega Sidhi Nugrayanti; Denny Dermawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit dapat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan maupun rumah sakit tersebut. Limbah cair yang mengandung bakteri Escherichia coli dapat berpengaruh terhadap lingkungan maupun manusia. Total bakteri Escherichia coli berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dilakukan oleh pihak RSUD Dr. R. Koesma Tuban sebesar 160.000 koloni/100ml. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan Escherichia coli adalah dengan menggunakan metode klorinasi menggunakan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA), tetapi cara penambahan desinfektan yang salah dapat mempengaruhi optimalisasi bak desinfeksi dalam mengurangi kandungan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis optimum serta pengaruh Trichloroisocyanuric Acid dalam mengurangi kandungan Escherichia coli pada limbah cair RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan dosis Trichloroisocyanuric Acid sebesar 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dilanjutkan dengan pengadukan lambat 50 rpm selama 15 menit dan metode Most Probable Number. Hasil penelitian menunjukkan dosis optimum Trichloroisocyanuric Acid adalah 15 ppm dengan hasil rata-rata 10 koloni/100 ml dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa dosis Trichloroisocyanuric Acid sangat berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kandungan bakteri Escherichia coli.
Penggunaan Lidah Buaya sebagai Biokoagulan di Industri Minyak Dara Puspitasari; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi di industri minyak kelapa sawit menghasilkan limbah yang biasa disebut Palm Oil Mill Effluent (POME). Palm Oil Mill Effluent (POME) memiliki karakteristik yaitu cairan kental yang berwarna coklat tua, berlumpur, mengandung suspensi koloid yang tinggi, dan memiliki bau yang tidak sedap. Koagulasi – flokulasi merupakan teknologi pengolahan yang tepat untuk menurunkan kadar suspensi pada air limbah minyak kelapa sawit. Salah satu unit pengolahan pada IPAL industri minyak adalah koagulasi – flokulasi dengan menggunakan koagulan sintetis. Pembubuhan bahan sintetis dengan dosis yang kurang tepat menyebabkan kualitas efluen IPAL fluktuatif. Selain itu, penggunaan koagulan sintetis menyebabkan volume lumpur yang dihasilkan tinggi. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan analisa penggunaan biokoagulan lidah buaya dan biji kelor sebagai pengganti koagulan sintetis pada IPAL industri minyak. Dosis biokoagulan lidah buaya yang digunakan adalah 500 mL / 500 mL aquades. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan konsentrasi awal COD, TSS dan kekeruhan yaitu sebesar 338,2 mg/L, 220,25 mg/L, dan 20,25 NTU. Dari hasil pengujian jar test, didapatkan konsentrasi COD, TSS dan kekeruhan sebesar 76,05 mg/L, 120,5 mg/L, dan 4,15 NTU dengan konsentrasi optimum biokoagulan 60 mL/L, sehingga didapatkan efisiensi removal COD, TSS dan kekeruhan sebesar 77,51%, 45,29% dan 79,51%.
Penurunan Konsentrasi COD, TSS, dan Fluoride pada Limbah Cair Industri Asam Fosfat Menggunakan Elektrokoagulasi Herdika Afiant Bimantara; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu industri asam fosfat menghasilkan air limbah dari berbagai proses seperti kegiatan blowdown, pencucian gypsum, dan kondensat. Air limbah tersebut diolah pada unit Waste Water Treatment (WWT) dengan metode koagulasi flokulasi kimia. Penggunaan bahan kimia yang tinggi serta perlengkapan mekanik dalam chemical preparation memiliki operating cost yang cukup besar. Terdapat teknologi pengolahan air limbah yang dinamakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air limbah yang dapat meminimalisir bahkan tidak membutuhkan bahan kimia, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian tentang pengolahan air limbah industri asam fosfat menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan dimensi 25 cm x 30 cm x 25 cm serta pelat elektroda aluminium sebesar 0,1 cm x 5 cm x 20 cm. Air limbah yang digunakan berasal dari industri asam fosfat dengan volume sebesar 13,5 liter diolah secara batch lalu diukur konsentrasi dari COD, TSS, dan Fluoride. Hasil pengukuran kandungan COD, TSS, dan Fluoride dianalisis pengaruh dari nilai tegangan yang digunakan yakni 10 Volt, 20 Volt, dan 30 Volt dengan jarak antar pelat elektroda sebesar 0,5 cm. Dari penelitian ini didapatkan penurunan konsentrasi tertinggi untuk COD adalah 640,675 mg/liter; TSS sebesar 701,955 mg/liter; dan Fluoride sebesar 15,615 mg/liter dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 30 V.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dipo Lokomotif dengan Alternatif Anaerobic Filter dan Anaerobic Baffle Reactor Dynar Riski Amalia; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dipo lokomotif merupakan bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan lokomotif kereta api. Perawatan danpemeliharaan kereta menghasilkan limbah oli yang bercampur dengan air hasil pencucian dan perawatan kereta. Limbah cair yang tercampur oli jika langsung dibuang kebadan air tanpa pengolahan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pengolahan limbah cair di Dipo lokomotif dilakukan dengan membangunsuatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL). IPAL tersebut memiliki beberapa masalah, pada unit filtrasi limbah tidak mampu diolah dengan baik karena kondisi unit filter yang tidak terawat dan material terbuat dari bahan yang mudah korosi jika terkena limbah tersebut. IPAL dipo lokomotif juga tidak terdapat unit pemisah minyak dan air limbah. Debit yang dihasilkan dari limbah dipo lokomotif sebesar 25 m3/hari sedangkan unit filter hanya mampu mengolah sebesar 19 m3/hari, untuk mengolah limbah cair dipo lokomotif direncanakan menggunakan 2 alternatif yaitu bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor. Instalasi yang dibutuhkan yaitu bak pemisah minyak, bak ekualisasi, bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor Bak pemisah minyak digunakan untuk memisahkan minyak pelumas dengan limbah cair dan bak ekualisasi untuk menstabilkan debit. Pada bak anaerobic filter efisiensi removal BOD sebesar 86,63 % dan COD sebesar 82,5 %, sedangkan bak anaerobic baffle reactor efisiensi removal BOD sebesar 80,27 % dan COD sebesar 74,97 %. Dimensi bak pemisah minyak 0,75 m x1,5 m x 1,2 m, bak ekualisasi 1,5 m x 2 m x 2 m, Anaerobic filter 6,8 m x 2,5 m x 2,5 m, dan Anaerobic baffle reactor 14,4 m x 1,8 m x 1,5 m.

Page 2 of 28 | Total Record : 277