cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Dampak lingkungan Proses Pengolahan Air Limbah Di Industri Pengolahan Susu dengan Metode Life Cycle Assessment Recipe Endpoint 2016 Muhamad Hanif Dzulfikar; Ahmad Erlan Afiuddin; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil susu sapi perah yang melimpah memicu berdirinya industri pengolahan susu di sekitar Pasuruan. Air limbah industri pengolahan susu biasanya memiliki kandungan organik yang tinggi dan logam berat yang berpotensi mencemari ekosistem perairan. Proses pengolahan air limbah pada IPAL dapat menghasilkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan proses pengolahan air limbah industri pengolahan susu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan proses pengolahan air limbah industri pengolahan susu. Pendekatan yang digunakan yaitu Life Cycle Assessment (LCA) dengan software OpenLCA 1.11.0, dan Recipe 2016 Endpoint (H). Berdasarkan hasil analisis LCA pada proses pengolahan air limbah industri pengolahan susu dihasilkan 3 kategori dampak endpoint. Ecosystem quality sebesar 9,59×10-4 spesies.yr, human health sebesar 3,14×10-1 DALY, dan resources availability sebesar 0 USD2013.
Pengaruh PH Terhadap Kapasitas Efisiensi Penyisihan Komposit Adsorben untuk Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit Aulia Diva Satriavi; Denny Dermawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam kromium heksavalen (Cr(VI)) merupakan salah satu polutan berbahaya yang sering ditemukan dalam air limbah industri, terutama dari industri penyamakan kulit. Cr(VI) sangat toksik dan karsinogenik, bahkan pada konsentrasi rendah, serta dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk menghilangkan Cr(VI) dari air limbah adalah melalui proses adsorpsi. Biochar dari ampas tebu dan nano zero-valent iron (nZVI) merupakan kombinasi adsorben yang menunjukkan potensi besar dalam menghilangkan Cr(VI) dari air limbah. Ampas tebu, dengan kandungan lignin tinggi sebesar 25-28%, berpotensi menjadi biochar bermutu tinggi. Nano zero valent iron (nZVI) memiliki magnetisasi tinggi sehingga efektif dalam mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan komposit biochar-nZVI sebagai adsorben untuk menghilangkan logam Cr(VI). Ampas tebu diubah menjadi biochar melalui metode pirolisis plasma dan dikompositkan dengan nZVI. Adsorpsi diuji secara batch dengan variasi konsentrasi awal Cr(VI), waktu kontak, pH, dan dosis adsorben. Adsorpsi optimum terjadi pada konsentrasi awal Cr(VI) 175 mg/L, waktu kontak 180 menit, dan massa adsorben 1 g/L pada pH 2, dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 118.09 mg/g.
Analisis Efektivitas Tanaman Ekor Kucing (Typha latifolia) dalam Menurunkan Kadar Pencemar di Industri Minyak dan Gas dengan Fitoremediasi Resikulasi 40% dan 60% Devi Regina Sari; Ulvi Pri Astuti; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air terproduksi pada IPAL industri migas mengandung kadar pencemar berupa COD, TDS, serta Minyak dan Lemak yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah Usaha Dan/Atau Kegiatan Minyak dan Gas Serta Panas Bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman dan variasi resirkulasi yang terbaik dalam menurunkan kadar pencemar. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu propagasi, aklimatisasi, range finding test, dan fitoremediasi resirkulasi 40% dan 60% scara kontinyu. Hasilnya adalah tanaman Typha latifolia pada reaktor resirkulasi 40% dapat meremoval COD sebesar 50,28%, TDS sebesar 35,9%, serta Minyak dan Lemak sebesar 30%. Sedangkan tanaman Typha latifolia pada reaktor resirkulasi 60% dapat meremoval COD sebesar 36,91%, TDS sebesar 19,6%, serta Minyak dan Lemak sebesar 20%.
Penyisihan Kadar COD, TSS, dan Minyak Lemak Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Fitoremdiasi Lindayani Lindayani; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pewarnaan dan pencelupan kain batik merupakan sumber pencemaran lingkungan akibat pewarna sintetis yang digunakan. Kandungan limbah batik seperti COD,TSS dan Minyak lemak yang tinggi menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pengololaan yang dapat dilakukan yaitu dengan fitoremediasi Sistem Free Water Surface. Fitoremediator yang digunakan dalam penelitian ini adalah T. Latifolia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan T.latifolia terhadap penyisihan kadar COD, TSS, dan Minyak Lemak dalam limbah batik, penelitian dilakukan selama 15 hari. Air limbah yang digunakan adalah efluen dari salah satu industri batik di Sidoarjo, dengan konsentrasi awal COD sebesar 1.039 mg/l, TSS sebesar 100 mg/l, dan minyak lemak sebesar 30 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman T. latifolia dapat menyisihkan parameter COD dengan efisiensi 73%, menghasilkan konsentrasi akhir sebesar 280 mg/l; parameter TSS dengan efisiensi 82,8%, menghasilkan konsentrasi akhir sebesar 50 mg/l; dan parameter minyak lemak dengan efisiensi 95%, menghasilkan konsentrasi akhir sebesar 1,5 mg/l.
Analisis Variasi Pengomposan Lumpur Tinja Manusia dan Sisa Makanan dengan Penambahan MoL Nasi Basi Terhadap Karakteristik Suhu Muhammad Asrul Nizam; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berpengaruh terhadap jumlah timbulan limbah yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Contoh limbah yang dihasilkan yaitu tinja manusia dan sisa makanan. Permasalahan timbulan limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Limbah tersebut diolah menggunakan bantuan larva Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini menggunakan bioaktivator berupa MoL nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Analisis pengaruh komposisi lumpur tinja manusia dan sisa makanan dilakukan terhadap parameter fisik yaitu suhu kompos. Komposisi yang digunakan 100% tinja manusia, 50% tinja manusia dan 50% sisa makanan, 75% tinja manusia dan 25% sisa makanan. Variasi MoL nasi basi yang ditambahkan sebesar 0 mL, 40 mL dan 80 mL. Pengomposan menggunakan reaktor dengan dimensi 50 cm x 30 cm x 15 cm. Hasil dari semua variasi didapatkan nilai suhu antara 28ºC-29,5ºC yang sesuai dengan SNI 19- 7030-2004. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan MoL nasi basi terhadap parameter suhu menggunakan uji ANOVA.
Analisis Volatile Matter, Kalor, dan Uji Penyalaan Pada Biobriket Sludge IPAL, Serbuk Gergaji Kayu dan Fly ash Araya Bonita Pakpahan; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah lumpur IPAL merupakan hasil pengolahan air limbah dalam industri minuman yang wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan. Pemanfaatan limbah lumpur menjadi briket dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kualitas briket sludge dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan baku seperti serbuk gergaji kayu dan fly ash. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu dapat dijadikan bahan bakar alternatif berupa briket, mengetahui pengaruh variasi lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu terhadap mutu briket berupa volatile matter, nilai kalor dan lama nyala pembakaran. Variasi komposisi yang digunakan dalam penelitian ini sludge IPAL, serbuk gergaji kayu, dan fly ash (40%:50%:10%, 60%30%:10%, 80%:10%:10%, 100%:0%;0%) dengan penggunaan variasi suhu (4000C dan 6000C) selama 120 menit. Hasil biobriket terbaik terdapat pada komposisi sludge IPAL, serbuk kayu, dan fly ash (40:50:10) dengan suhu karbonisasi 6000 C. Biobriket tersebut memiliki kadar volatile matter 20,31%, nilai kalor 4828,35 kal/g dengan lama pembakaran biobriket senilai 3900 detik.
Analisis Suhu Pengomposan Kotoran Kucing dan Sisa Makanan Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Penambahan MoL Nasi Basi M Indra Setiawan; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah padat organik menjadi masalah pencemaran lingkungan. Kotoran kucing merupakan limbah organik yang berasal dari peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah kotoran kucing dan sisa makanan. Metode yang digunakan dalam melakukan pengolahan kotoran kucing dan sisa makanan menggunakan komposting Black Soldier Fly Larvae dengan penambahan MoL nasi. Komposisi limbah yang digunakan yaitu (100% KK), (50% KK+50% SM) dan (25% KK+75% SM). Penambahan variasi MoL nasi basi adalah 0 ml, 40 ml, dan 80 ml. Pengomposan menggunakan reaktor dengan dimensi 50cm x 50cm x 15cm. Analisis pengaruh variasi penelitian dilakukan pada parameter suhu kompos. Dimana monitoring suhu dilakukan selama 15 hari pengomposan. Hasil analisis selama 15 hari telah memenuhu standar SNI 19-7030- 2004. Dimana hasil yang telah didapatkan suhu pada semua reaktor memiliki suhu sama dengan suhu air tanah. Memperlihatkan bahwa suhu pada reaktor 1-9 mengalami fluktuasi dari hari ke-0 hingga hari ke-13. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas mikroorganisme setelah proses pemberian umpan (feeding). Perubahan suhu mencerminkan aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik. Suhu optimum pada reaktor 1-9 tercapai pada hari ke-14-15, dengan suhu mencapai 30°C, menunjukkan bahwa kompos telah memasuki fase pematangan. Fase suhu optimum ini penting karena menandakan kompos telah mencapai tahap pematangan.
Pengaruh pH terhadap Kemampuan Komposit Adsorben Hidroksiapatit Tulang Ikan-Biochar Kulit Pisang Kepok untuk Menurunkan Limbah Pewarna Industri Tekstil Dyah Isna Nurhidayati; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil yang ada di Indonesia sebanyak 1.540 industri. Produksi tekstil di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada periode yang sama. Industri tekstil berpotensi pencemaran dikarenakan menghasilkan zat pewarna seperti methylene blue. Kulit pisang kepok mempunyai kandungan lignin sebesar 20,21% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai biochar. Proses karbonisasi menggunakan plasma dengan power 1,2kW, gas 9 SLM, dan waktu 5 menit. Selain itu, tulang ikan memiliki kandungan kalsium sebesar 60% untuk pembuatan hidroksiapatit. Kemampuan hidroksiapatit untuk menganalis pengaruh variasi pH. Biochar dan hidroksiapatit dikompositkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Konsentrasi yang digunakan 500 ppm dengan variasi pH 2, 4, 6, 8, 10, dan 12, serta menggunakan massa adsorben 1 g/l. Efisiensi penyisihan methylene blue tertinggi terjadi pada massa adsorben 0,5 g/L dengan konsentrasi 500 ppm pada pH 12 dalam 180 menit yaitu sebesar 99,89% dengan kapasitas adsorpsi sebesar 288,527 mg/g. Adsorben dalam pengujian adsorpsi konsentrasi methylene blue sebesar 500 ppm di uji menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Ini menyiratkan bahwa kondisi optimal pH untuk adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben komposit adalah pada pH basa, khususnya pH 12. Pada penelitian ini menggunakan uji statistika ANOVA.
Analisis Perhitungan Emisi Karbon Monoksida (CO) di Perempatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo dengan Software AERMOD Muhammad Gilang Cahyanto; Alma Vita Sophia; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempatan Gedangan merupakan wilayah yang terletak di Kabupaten Sidoarjo. Perempatan Gedangan memiliki jalan arteri primer 2 arah yaitu Jalan Ahmad Yani yang menghubungkankegiatan nasional dengan kegiatan wilayah sehingga selalu menyebabkan terjadinya kepadatan aktivitas kendaraan bermotor yang berdampak terganggunya kualitas udara ambien. Penelitian bertujuan mengidentifikasi emisi karbon monoksida (CO) menggunakan software AERMOD. Identifikasi emisi karbon monoksida (CO) pada lokasi penelitian dibagi ke dalam 2 segmen dan berdasarkan waktu hari kerja, transisi, dan libur selama bulan Maret 2024. Hasil dari penelitian menunjukkan volume kendaraan rata-rata tertinggi segmen 1 terjadi di hari transisi sebesar 17.015 kendaraan/jam dengan beban emisi 0,00021361 g/s.m2 di Jalan Ahmad Yani. Sedangkan volume kendaraan rata-rata tertinggi segmen 2 terjadi di hari transisi sebesar 18.024 kendaraan/jam dengan beban emisi 0,000180388 g/s.m2 di Jalan Ahmad Yani. Hasil konsentrasi yang dihitung menggunakan software AERMOD menunjukkan nilai konsentrasi tertinggi CO hari kerja sebesar 7,05 ppm, hari transisi sebesar 19,18 ppm, dan hari libur sebesar 25,03 ppm.
Pengaruh Warna Cahaya Putih dan Cahaya Merah pada Proses Biosorpsi Limbah Cair Artifisial Logam Cu(II) Menggunakan Mikroalga Skeletonema costatum Karina Larasati Gunawan; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah logam Cu(II) merupakan limbah logam yang bila berlebihan dalam mencemari badan air dapat membahayakan sistem fisiologis dan biologis manusia. Strategi penanganan fisikokimia menghasilkan sludge dan memakan biaya yang besar. Oleh karena itu, strategi penanganan logam Cu(II) yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penanganan organik biosorpsi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna cahaya, waktu kontak, dan konsentrasi terhadap penyisihan kadar Cu(II) dalam limbah cair artifisial menggunakan mikroalga Skeletonema costatum. Warna cahaya yang digunakan adalah putih (380 – 750 nm) dan merah (625 – 740 nm). Variasi waktu kontak Cu(II) adalah 60 menit, 120 menit, dan 180 menit sedangkan konsentrasi awal Cn(II) adalah 2 mg/L dan 5 mg/L. Analisis yang digunakan untuk menganalisis penurunan kadar Cu(II) adalah analisis spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan kadar Cu(II) menggunakan cahaya putih, waktu kontak 180 menit, konsentrasi Cu(II) awal 5 mg/L dengan persentase penyisihan mencapai 63,78%. Sedangkan pada cahaya merah sebesar 60,98% dengan waktu kontak 60 menit.