cover
Contact Name
Randiawan
Contact Email
randiawan@unm.ac.id
Phone
+6282213439093
Journal Mail Official
journalijcl@gmail.com
Editorial Address
Jalan Poros Pallangga, Puri Pallangga Mas 2, Blok C2. No. 3, Kec. Pallangga, Kab. Gowa. South Sulawesi, Indonesia.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Civic and Law Studies
ISSN : -     EISSN : 31243037     DOI : -
Core Subject :
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) merupakan wahana akademik yang bersifat interdisipliner dan berkelanjutan dalam memfasilitasi komunikasi ilmiah, diseminasi, serta pertukaran gagasan kritis atas temuan-temuan penelitian mutakhir di bidang kajian Kewarganegaraan dan Hukum secara umum. Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) berfokus pada studi ilmiah dan profesional dalam praktik Kewarganegaraan dan Hukum. Kami menerima kiriman artikel yang melintasi batas-batas disiplin ilmu (perspektif interdisipliner) yang bertujuan untuk mengembangkan Studi Kewarganegaraan dan Hukum, Seperti: Kajian Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Hukum, Pendidikan Politik, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Moral dan Karakter, Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, dan Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Melalui publikasi artikel berbasis riset empiris, kajian konseptual, dan analisis kritis, Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) diharapkan menjadi rujukan akademik bagi peneliti, pendidik, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan praktik kewarganegaraan yang demokratis, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai konstitusional.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Konsep “Merdeka Belajar” Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire Zulaikha Tri Astuti
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi literatur guna mengungkap arah pembebasan dan kesesuaian konsep Merdeka Belajar dengan Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire. 1) Kedua konsep ini memiliki kesesuaian dalam hal penggunaan pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran, mengubah struktur pengetahuan menjadi tindakan konkret dan mengembangkan nalar kritis peserta didik. 2) Sedangkan kedua konsep ini memiliki perbedaan pada aspek fokus pengembangan, tujuan, peran guru dan pola pembebasan/konsep kemerdekaan. a) Pedagogi Kritis memberikan perhatian pada wacana pendidikan untuk keadilan dan pembebasan. Sedangkan Merdeka Belajar berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat bersaing di tingkat global; b) Pedagogi Kritis bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terbebas dari segala bentuk penindasan. Sedangkan Merdeka belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri (DUDI) serta meningkatkan hasil belajar peserta didik sesuai profil pelajar Pancasila; c) Pedagogi Kritis menghendaki guru bergerak secara transformatif dan reflektif sebagai pekerja budaya kritis untuk menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik. Sedangkan Merdeka Belajar mengarahkan guru untuk menuntun peserta didik menjadi Pelajar berkarakter Pancasila dan menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. d) Dalam konteks arah pembebasan, pedagogi kritis menghendaki liberasi atau kemerdekaan yang bernuansa politis, yakni terbebas dari segala bentuk penindasan dan perilaku yang sewenang-wenang dari penguasa. Sedangkan Merdeka Belajar menghendaki kemerdekaan yang bersifat ekonomis, yakni agar masyarakat menjadi SDM yang berkualitas, memenuhi kebutuhan DUDI, meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan dalam masyarakat.
Gayo Didong Culture as a Foundation for Developing Civic Character in the Younger Generation Matang Matang; Siti Jannatun Aliyah; Aqshal Arlian Raya; Abdul Rahmad; Syahputra Perdana Astina; Nopri Abadi Miko
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of Gayo Didong local culture as a foundation for developing the civic character of the younger generation. Didong is an oral art form of the Gayo community that not only serves as entertainment but also conveys moral, religious, and social values while shaping identity and self-concept. This study employed a systematic literature review by analyzing 48 scientific articles published between 2020 and 2025. The findings indicate that most studies utilized qualitative and literature review approaches focusing on the exploration of values, social meanings, and cultural functions in character development. Didong embodies noble values such as honesty, deliberation, mutual cooperation, social responsibility, and religiosity, which align with the principles of civic education. The integration of Didong cultural values into formal and non-formal education is considered effective in enhancing nationalism, social solidarity, and civic awareness among students. In the era of globalization, Didong also functions as a moral shield and cultural identity that helps the younger generation navigate modernization without losing their identity.
Pendidikan Multikultural di Era Digital: Tinjauan Sistematis terhadap Model-Model Pedagogis dan Dampak Terhadap Kohesi Sosial Sagita Ramadhana Gita
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi meningkatkan interaksi lintas budaya, namun juga memunculkan tantangan berupa fragmentasi sosial dan intoleransi dalam pendidikan. Meskipun pendidikan multikultural semakin berkembang, efektivitasnya dalam memperkuat kohesi sosial di era digital masih belum dipahami secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengkaji model pedagogis pendidikan multikultural serta dampaknya terhadap kohesi sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap artikel ilmiah bereputasi periode 2015–2025. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tren penelitian. Hasil menunjukkan pergeseran menuju model pedagogis partisipatif, reflektif, dan berbasis digital, seperti collaborative learning dan critical pedagogy, yang efektif meningkatkan inklusivitas dan kompetensi interkultural. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, kompetensi guru, serta integrasi nilai budaya lokal. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dan integratif guna mendukung pendidikan multikultural yang inklusif dan adaptif di era digital.
Fenomena Trial By Social Media Terhadap Eksistensi Asas Praduga Tak Bersalah dalam Sistem Peradilan Modern Firmansyah; Kurnia Ali Syarif; Irfan Syafar
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena trial by social media menjadi isu penting dalam sistem peradilan modern karena berpotensi menggeser prinsip fundamental, khususnya asas praduga tak bersalah, melalui pembentukan opini publik yang prematur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena tersebut terhadap eksistensi asas praduga tak bersalah serta mengkaji upaya hakim dalam merespon fenomena tersebut di tengah perkembangan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trial by social media berdampak signifikan terhadap persepsi publik dan berpotensi memengaruhi independensi peradilan, meskipun secara normatif tidak memiliki kekuatan pembuktian. Dalam praktiknya, hakim tetap dituntut menjaga asas praduga tak bersalah, namun dalam batas tertentu dapat mempertimbangkan opini publik yang berkembang di media sosial secara selektif dan terverifikasi sebagai bagian dari penguatan keyakinan hakim. Kesimpulannya, diperlukan keseimbangan antara keterbukaan dinamika digital dan konsistensi terhadap prinsip hukum agar integritas sistem peradilan tetap terjaga di era digital.
Pangngadereng Dalam Lontara Latoa: Solusi Lokal Dalam Naskah Leluhur Bugis Untuk Mitigasi Kekerasan, Intoleransi Dan Perundungan di Sekolah Besse Desinta
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Indonesia menghadapi tantangan serius maraknya kekerasan, intoleransi dan perundungan di lingkungan sekolah yang mengganggu keamanan dan kenyamanan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai Pangngadereng dalam Lontara Latoa sebagai solusi lokal untuk mitigasi ketiga masalah tersebut di lingkungan sekolah dan merumuskan model integrasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur terhadap naskah Lontara Latoa dan wawancara mendalam dengan budayawan, filolog, tokoh adat, dan ahli pendidikan di Sulawesi Selatan. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh nilai Pangngadereng yang relevan (getteng, tongngenge, Siri' na pesse, siariwawonge, alempureng, asitinajang, siakkasiriseng) dan mengintegrasinya ke dalam empat pilar pendidikan yaitu budaya sekolah, intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Hasil analisis dengan teori Galtung, Bandura, dan Bourdieu menunjukkan nilai-nilai tersebut dapat bertransformasi menjadi modal kultural dan sosial. Disimpulkan bahwa nilai Pangngadereng berpotensi menjadi solusi aplikatif dan kontekstual untuk membentuk karakter siswa yang damai dan inklusif, sekaligus mengisi kesenjangan antara kajian filosofis dan praktik pendidikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15