cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN PADA BODY SPA DENGAN KOSMETIKA BERBAHAN GREEN TEA DI ALESYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA SYAFIRA PRAMESWARI, MARISTANIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, dengan 3 aspek, yaitu faktor budaya, faktor pribadi, dan faktor sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor budaya terdiri dari unsur melestarikan budaya, ritual, norma dan tradisi, dan agama, berpengaruh sebesar 21% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi terdiri dari unsur usia, bakat, jenis kelamin, gaya hidup, perbedaan pekerjaan, ekonomi dan kepuasan pelayanan jasa, berpengaruh sebesar 58%, yang artinya berkategori sedang. Faktor sosial terdiri dari unsur keluarga, tempat tinggal/lingkungan, pergaulan/kelas sosial, dan pendidikan, berpengaruh sebesar 38% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi berpengaruh yang paling tinggi terhadap minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, diikuti oleh faktor sosial, dan yang paling rendah adalah faktor budaya. Kata Kunci: body spa, green tea, minat konsumenAbstractThis study aims to search factors that influence consumer interest in body spa with-based cosmetics green tea at Alesya Salon and Spa Muslimah Surabaya. The research method is quantitative descriptive. Data analysis techniques use a descriptive statistic. The results of the research that cultural factors consist of elements of preserving culture, rituals, norms and traditions, and religion, affecting 21% which means low category. Personal factors consist of age, talent, gender, lifestyle, job differences, economy and service satisfaction, affecting 58%, which means that it is in the middle category. Social factors consist of elements of family, place of residence/environment, social/social class, and education, affecting 38% which means low category. Personal factors have the highest affect on consumer interest for body spa treatments with cosmetics based green tea in Alesya Muslimah Salon and Spa Surabaya, followed by social factors, and the lowest is cultural factor. Keywords: body spa, consumer interest, green tea
PELATIHAN TATA RIAS WAJAH KOREKTIF PADA TIM PADUAN SUARA GITA JALA CENDEKIA DI UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA UNTUK MEMBERIKAN KESAN WAJAH SERUPA SAAT PENAMPILAN SEPTIKA ARIANI, JIHAN; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Mengetahui bagaimana aktivitas peserta terhadap pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya, 2) Mengetahui bagaimana hasil keterampilan peserta pada pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya, 3) Mengetahui respon respon peserta selama pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest design. Subjek penelitian 25 orang anggota Tim Paduan Suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis menggunakan rata-rata untuk respon peserta, hasil pelatihan menggunakan uji-t dan aktivitas peserta dengan menggunakan presentase. Data hasil tata rias wajah korektif dari nilai pretest dan posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan dan peningkatan setelah dilakukannya pelatihan tata rias wajah korektif dengan metode demonstrasi dengan panduan handout dan PPT. Hasil akhir yang diterima menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan merias wajah korektif sesudah dilakukan pelatihan pada Tim Paduan Suara Gita Jala Cendekia di Universitas Hang Tuah Surabaya. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh penilaian dengan presentase keseluruhan 96% dalam kategori sangat baik. Respon peserta pelatihan tata rias wajah korektif memperoleh penilaian dengan hasil rata-rata keseluruhan 3,50 dalam kategori sangat baik.Kata Kunci: Pelatihan, Tata Rias Wajah KorektifAbstract: The purpose of this study was to find out: 1) Knowing how the participants responded to corrective make-up training at the Gita Jala Cendekia Choir team at Hang Tuah University, 2) Knowing the result of participants skills in corrective make-up training at the Gita Jala Cendekia choir team at Hang Tuah University, 3) Knowing respons of participants responses during corrective makeup training. This research is a pre-experimental study with pretest posttest design. The research subjects were 25 members of the Gita Jala Cendekia Choir Team, Hang Tuah University, Surabaya. Data collection methods, performance test, and questionnaires. The method of analysis uses the average response of the participants, the results of the training use the t-test and the activities of participants using percentages.Corrective makeup data from the pretest and posttest values showed significant and increasing differences after corrective makeup training with the demonstration method with manual handouts and Power Point. The final result received showed that there was an increase in corrective makeup skills after training at the Gita Jala Cendekia Choir Team at Hang Tuah University Surabaya. The activity of the training participants was assessed with an overall percentage of 96% in the excellent category. The response of corrective makeup participants received an assessment with an overall average yield of 3.50 in the very good category.Keywords: Training, Corrective Make up
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR-CHECK PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA DWI SUSANTI, WHIKA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Model pembelajaran kooperatif tipe pair check merupakan model pembelajaran yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Model ini juga melatih tanggung jawab sosial siswa, kerjasama, dan kemampuan memberi penilaian. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe pair check pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 3) mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 4) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check. Jenis penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research dilakukan di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 3 Kediri dengan 35 siswa yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket. Data yang diperoleh dalam penelitaian ini berupa data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check pada siklus I diperoleh rata-rata 3.42 (sangat baik), sedangkan pada siklus II 3.74 (sangat baik). Aktivitas siswa mencapai rata-rata 79,35% (baik) pada siklus I, dan siklus II dengan rata-rata aktivitas siswa mencapai 93,62%( sangat baik). Hasil belajar siswa pada siklus I scara klasikal 82,86% dinyatakan tuntas dan pada siklus II secara klasikal 100% dinyatakan tuntas. Hasil respon siswa pada siklus II mencapai 93,6% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II pada keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check meningkat 0,29, aktivitas siswa meningkat 14,27%, dan hasil belajar siswa meningkat 17,14%. Kata Kunci : Model Pembelajaran Pair Check, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Abstract: Cooperative learning of Pair Check is a learning model that demands the independence and ability of the student in resolving the issue. This model is also to train the students social responsibility, cooperation, and the ability to give an assessment. The purpose this research 1) knowing the syntax of cooperative learning model of pair check on the competency base of applying safety, 2) knowing the activities of students during the learning process using a model of learning pair check, 3) know the learning outcomes student after participating in cooperative learning pair check, 4) know the response of the students towards learning using learning pair check. The type of research used in this research is the Research Action class or Classroom Action Research conducted in class X Beauty 1 SMK Negeri 3 Kediri with 35 students was implemented in 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection methods used are observation, tests the research results of the study and the now. Data obtained in this in the form of quantitative data and analyzed are descriptive. The results showed that: realization learning pair syntax check on cycle I obtained mean 3.42 (very good), while on cycle II 3.74 (very good). The activity of students achieved mean 79.35% (good) on the cycle I and cycle II with an average student activity achieved mean 93.62%(very good). The results of student learning on a cycle I classical 82.86% expressed satisfaction and cycle II in classical 100% expressed satisfaction. The results of student response in cycle II reached 93.6% (very good). Based on the results of the study, there was an increase from cycle to Cycle I and II on realization learning pair check syntax increased 0.29, student activities improved 14.27% , student learning outcomes and increased 17.14%. Keywords: Model of learning Pair Check, Activities and Student Learning Outcomes
PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MENATA SANGGUL UP STYLE KELAS XI KECANTIKAN RAMBUT DI SMK NEGERI 3 KEDIRI VIA LAKSHITA, YUNANDA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MENATA SANGGUL UP STYLE KELAS XI KECANTIKAN RAMBUT DI SMK NEGERI 3 KEDIRI Nama : Yunanda Via LakshitaNIM : 135050634020Program Studi : S1 Pendidikan Tata RiasFakultas : TeknikLembaga : Universitas Negeri SurabayaDosen Pembimbing : Nia Kusstianti, S.Pd., M.Pd. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hasil uji kelayakan video tutorial sanggul up style,2) hasil uji keterampilan pretest dan posttest siswa, 3) respon siswa terhadap video tutorial sanggul up style.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen. Metode angket uji kelayakan yang diberikan kepada 2 dosen ahli media dan 3 dosen ahli bidang studi, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes uji keterampilan terhadap 25 siswa, dan metode angket respon siswa terhadap 25 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah one sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 20 dengan taraf signifikan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil uji kelayakan video tutorial yang dinilai oleh dosen ahli media dan dosen ahli bidang studi adalah 87,15 % yang dikategorikan sangat baik/ sangat layak, 2) hasil nilai rata-rata uji keterampilan siswa adalah 87,49 dan dianalisis menggunakan one sample t-test didapatkan taraf sig. (2-tailed) 0,000 kurang dari 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil uji keterampilan penataan sanggul up syle menggunakan media video tutorial lebih dari 75(KKM), 3) hasil dari respon siswa terhadap video tutorial sanggul up style semua siswa menjawab ?ya? dan menunjukkan persentase penilaian 100% pada semua aspek pernyataan yang diberikan, sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci : Media video tutorial, Sanggul Up Style
PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE OEMARYOGA, CHINDRAKASIH; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE Nama : Chindrakasih Oemaryoga NIM : 13050634003 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Limbah rambut dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style. Penelitian inibertujuan untuk (1) mencipta hair ornament berbahan limbah rambut berdasarkan prinsip desain, dan untuk (2) mengetahui tanggapan panelis mengenai hasil jadi bentuk hair ornament berbahan limbah rambut pada penataan rambut free style. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data yang dikumpulan menggunakan lembar observasi yang melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) limbah rambut dengan berbagai macam kondisi, diantaranya rambut lurus, rambut keriting dan rambut yang telah melalui proses pewarnaan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament. Kondisi limbah rambut yang dinilai tidak layak untuk digunakan adalah damage hair atau rambut yang rusak karena treatment tertentu, serta rambut dengan panjang kurang dari 2 cm, dan(2)hair ornament yang memperoleh tanggapan positif oleh panelis adalah hair ornament A1, yang memiliki rata-rata nilai meliputi aspek kesatuan (2,83), aspek keseimbangan (2,83), aspek irama (2,83), aspek pusat perhatian (2,83), aspek kontras (2,67) dan aspek proporsi (2,9). Hair ornament A1 dengan panjang 28 cm dinilai memiliki proporsi ukuran yang sesuai dengan bentuk penataan rambut dan pemakainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah rambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style, dan ukuran hair ornament yang dianggap sesuai adalah dari ukuran panjang wajah pemakainya. Kata kunci: hair ornament, limbah rambut, free style.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG PISANG DAN MADU TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK MASKER WAJAH TRADISIONAL KUSUMA AYUNINGTIYAS, ELOK; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasker wajah merupakan kosmetik yang digunakan pada tahapann terakhir dalam tindakan perawatan wajah, yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Pada penelitian ini, campuran tepung pisang dan madu digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatann masker wajah. Tepung pisang mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang berfungsii memperlambat proses penuaan dini. Hasil menunjukan bahwa madu mengandung Alfa Hydoxyy Acid (AHAS) yang sangat baik sebagai skin cream. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pisang dan madu terhadap sifat organoleptik masker wajah tradisional, 2) mengetahui hasil proporsi masker wajah tepung pisang dan madu yang paling disukai meliputi warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dayalekat, kemudahan pengangkatan dan kesukaan panelis, 3) mengetahui masa simpan masker wajah tepung pisang dan madu yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bbebas dalam penelitian ini adalah proporsi tepung pisang dan madu yaitu X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji organoleptik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anava tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan hasil masker terbaik pada produk masker X2 dengan proporsi 6 gram tepung pisang dan 9 gram madu. Selanjutnya diketahui hasil uji mickrobilogi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk maske rterbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Kata Kunci: Masker wajah, Tepung pisang, MaduAbstractFaceemasks are cosmeticsswhich will be used on the last step of facial careeactions, work inddepth since they cannremove dead skinncells. In this research, mixed banana flouraand honey was applied as base materialsfor making face masks. It was because banana flour contains various vitamins and antioxidants which the functions are to reduce an aging processsand to keep life more ageless. The results of study on honey show that it contains AlfaaHydoxy Acid (AHAS) which is really good as a skin cream. The purpose of this research are 1) to determine the effects of proportion between banana flour face masks and honey toward organolepticiincluding colourr, scentt, texturee, viscosityy, easy toowash 2) to determine results of the most liked on the proportion between bananaaflour faceemasks andhhoney includinggcolour, scent, texture, viscosity, easyyto wash 3) know the best shelfflife of bananaaflour andhhoneymmasks. The independentvvariable of this reseach is theeproportion between bananaaflour face maskssand honeyywhich are X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). The dependenttvariable of this reseach is physical charateristicssmask which are colour, scent, textureeviscosity, easy to wash, and the panelist favourite. The data collection was carried out by observationt throght 30 panelist. The data analysis of this research is using single result is the best mask result is on proportion 6 gram bananaaflour and 9 gramahoney. Furthermore , the result of the microbiologicalatest on the product, it is the best mask product can be storeduuntil the 7th day.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA KUNING (PLUMERIA ALBA) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN SABUN MANDI CAIR WIJIARTI, RITA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sabun mandi cair adalah senyawa kalium dengan minyak nabati atau lemak hewani yang berbentuk cairan kental, digunakan sebagai pembersih dengan menambahkan zat pewangi dan bahan lainnya yang tidak membahayakan kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga kamboja kuning terhadap sifat fisik dan masa simpan sabun mandi cair. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah penambahan ekstrak bunga kamboja kuning 2 gr, 4 gr dan 6 gr. Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, kekentalan, daya buih dan masa simpan sabun mandi cair. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh 30 orang panelis. Analisis data menggunakan analisis varian tunggal (one way anova) dan uji lanjut Duncan dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan ekstrak bunga kamboja kuning terhadap sifat fisik meliputi aroma, warna, kekentalan, dan daya buih pada sabun mandi cair. Adapun pengaruhnya yaitu X2 (4 gr) dan X3 (6 gr) sama-sama beraroma khas ekstrak bunga kamboja kuning, X3 (6 gr) lebih berwarna kuning tua, X2 (4 gr) lebih kental, dan X2 (4 gr) dan X3 (6 gr) sama-sama berbusa. Berdasarkan hasil uji mikrobiologi sabun mandi cair ekstrak bunga kamboja kuning dapat diketahui bahwa ketiga sampel sabun mandi cair memilki jumlah perkembangan bakteri dan jamur di bawah , sehingga ketiga sampel sabun mandi cair ekstrak bunga kamboja kuning sampai hari ke 7 masih dapat digunakan dan masih di bawah syarat mutu sabun mandi cair yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional No. SNI 06-4085-1996.Kata kunci: Sabun mandi cair, Ekstrak bunga kamboja kuning, sifat fisik dan masa simpan sabun mandi cair. Abstract Liquid bath soap this is helping farmers with vegetable oils or animal fats in form of a magical liquid, used a cleanser with added substance and other ingredients are fragrances do not endanger the health skin. This research aims to know the influence of addition extract flowers cambodia yellow against the physical properties which include the aroma, color, viscosity, effervescence and scum liquid bath soap. The kind of research experiments. the free variables of this study is to extract the cambodian yellow flowers 2 gr, 4 gr and 6 gr. Bound variables are physical properties that include the aroma, color, viscosity, sum and effervescence liquid bath soap. Data collection using sheets of observations by 30 peoples. Data analysis use analysis varians single (one way anova) and advanced test duncan with the help of the program SPSS. The results showed that there was influence of addition extract flowers cambodia yellow against the physical properties include the aroma, color, viscosity, and scum liquid bath soap. as for his influence, namely X2 (4 gr) and X3 (6 gr) equally flavorful flower extract typical cambodian yellow, X3 (6 gr) more colorful dark yellow, X2 (4 gr) is thicker, and X2 (4 gr) and X3 (6 gr) were equally frothy. Based on the results of the microbiological testing of liquid bath soap flower extract cambodia yellow can note that a third of the sample liquid bath soap featuring a number of the development of bacteria and fungi on the bottom , so the third sample soap bath liquid floral extracts cambodia yellow until the 7th day can still be used and still under the terms of the quality of liquid bath soap set by national standardization agency no. sni 06-4085-1996. Keywords: Liquid Bath Soap, Flower Extracts cambodia yellow, Physical properties and save the liquid bath boap.
KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO DAN PREZI PADA SUB KOMPETENSI PEWARNAAN ARTISTIK KELAS XII TATA KECANTIKAN RAMBUT KUSDAYANTI, NURAISYA; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam proses pembelajaran di kelas siswa kurang memperhatikan ketika guru menerangkan pembelajaran karena proses pembelajaran masih bersifat teacher centered atau pembelajaran hanya berpusat pada guru, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi yaitu dengan menggunakan media video dan prezi, yang akan membuat siswa lebih tertarik untuk memperhatikan pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Tata Kecantikan Rambut 1 di SMK Negeri 6 Surabaya sebanyak 22 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan rumus rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan penilaian media termasuk dalam kategori sangat baik, karena media pembelajaran sesuai dengan tujuan npembelajaran yang akan dicapai, media sesuai dengan ketersediaan bahan media, dan media dapat lebih menarik perhatian siswa. Kata kunci: Media Pembelajaran Video Dan Prezi, Kelayakan Media Pembelajaran, Pewarnaan Artistik. Abstract: In the learning process in class students pay less attention when the teacher explains learning because the learning process is still teacher centered or learning is only teacher-centered, therefore this research was aimed to apply learning media by using innovative learning media based on information and communication technology, namely by using media video and prezi, which will make students more interested in paying attention to learning. This type of research is quantitative research. The subjects of the study consisted of 22 twelfth-grade students of Tata Kecantikan Rambut 1 class of SMK Negeri 6 Surabaya. The data collection method used observation, tests, and questionnaires. The data analysis used average formula and percentage. The research shows that media assessment included in the excellent category, because learning media are in accordance with the objectives of learning to be achieved, the media are in accordance with the availability of media materials, and the media can attract students attention.Keywords: Video And Prezi Learning Media, Feasibility of Learning Media, Artistic Coloring.
KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON PADA SUB KOMPETENSI PEGERITINGAN RAMBUT TEKNIK DASAR SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT AULIA P, AZIZAH; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON PADA SUB KOMPETENSI PEGERITINGAN RAMBUT TEKNIK DASAR SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT Azizah Aulia PrisantiMahasiswa S1 Pendidikan Tata Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabayaazizahaulia@ymail.com Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.AgPendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayamutimmatulfaidah@unesa.ac.id Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran powtoon pada sub kompetensi pengeritingan rambut teknik dasar siswa kelas XI tata kecantikan rambut. Jenis penelitian adalah penlitian kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan data angket. Analisis data menggunakan rumus rata-rata dan persentase.Hasil penelitian menunjukan penilaian media termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata 3,8 aspek yang dinilai pada mediapowtoon antara lain penilaian terhadap keterangan teks, tempo atau kecepatan penyampaian materi, kualitas gambar, pencahayaan, keseuaian media powtoon dengan isi materi, kesesuaian dalam menjelaskan alat dan bahan, kesesuaian isi media powtoon membantu siswa memahami materi, keseuaian media powtoon terhadap pemahaman siswa tentang cara pengeritingan. Dengan demikian pembelajaran menggunakan media powtoon dapat terlaksana dengan baik.Kata kunci: media pembelajaran powtoon, kuantitatif, Pengeritingan Rambut Dasar Abstract: This study aims to determine the feasibility of powtoon learning media in the sub competency of hair curling basic techniques of grade XI hairstyling students. This type of research is quantitative research. The method of collecting data uses questionnaire data. Data analysis uses the average formula and percentage. The results showed that the assessment of the media included in the excellent category with an average of 3.8 aspects assessed in mediapowtoon, including an assessment of the text description, tempo or speed of material delivery, image quality, lighting, Powtoon media compatibility with material content, suitability in explaining tools and materials, the suitability of powtoon media content helps students understand the material, the powtoon medias compatibility with students understanding of how to curl. Thus learning using powtoon media can be done well.Keywords: Powtoon learning media, Quantitavtive , Basic Hair Curling
PENELUSURAN PERAWATAN TUBUH YANG DILAKUKAN KEN DEDES DARI KERAJAAN SINGHASARI SUKMA INSANI, MAHAYU; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ken Dedes adalah wanita cantik pada jamannya yang merupakan permaisuri dari Raja Kerajaan Singhasari pertama pada tahun 1222-1227 M yaitu Ken Arok. Ken Dedes memiliki kecantikan yang paripurna yaitu fisik dan perilaku yang cantik. Penelitian dilakukan untuk menggali informasi mengenai perawatan tubuh meliputi perawatan badan, rambut dan wajah. Untuk menggali informasi mengenai bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan Ken Dedes untuk melakukan perawatan tubuh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan hasil penelitian berupa deskripsi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakan metode reduksi data. Hasil penelitian ini merupakan perspektif dari para ahli, dan diungkapkan bahwa Ken Dedes melakukan perawatan tubuhnya dengan berbagai bahan yang masih dapatdijumpai di lingkungan sekitar. Seperti yang terlihat terdapat banyak tanaman melati yang berada di sekitar pemandian Watu Gede yang di percaya merupakan pemandian Ken Dedes. Menurut beberapa ahli Ken Dedes melakukan perawatan badan dengan menggunakan lulur dan mengkonsumsi aneka jamu untuk perawatan tubuh dari dalam, dan melakukan perawatan rambut menggunakan Cem-ceman, Banyu Londo serta Ratus. Perawatan wajah dilakukan dengan mengoleskan masker buah-buahan dan bedak dingin beras dan sari kencur. Alat yang digunakan untuk melakukan perawatan antara lain pipisan, gendik, gendok, bokor dan alat sauna sederhana yang terbuat dari bambu dan kain. Kata kunci:Ken Dedes, Perawatan tubuh, Bahan, Alat.