cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PENGARUH PROPORSI MADU DAN BAHAN PEWARNA MAKANAN TERHADAP HASIL JADI SPECIAL EFFECT DARAH LUKA SAYATAN 3 DIMENSI NUR DIAHWATI, HILMA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesial efek darah dapat dibuat menggunakan bahan madu dan bahan pewarna makanan sering digunakan dalam make up karakter. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh proporsi madu dalam pembuatan spesial efek darah berbahan pewarna makanan pada make up karakter. Penelitian ini termasuk manipulasi True Experimental Design dengan variabel bebas proporsi madu dan bahan pewarna makanan. Penelitian ini dilakukan pembuatan efek luka madu, bahan pewarna makanan, menggunakan perbandingan A1 (3 ml : 7 ml), A2 (5 ml : 5 ml), A3 (7 ml : 3 ml). Variabel terikat hasil jadi spesial efek darah luka sayatan 3 dimensi meliputi warna, daya lekat pada kulit, tekstur, kesesuaian obyek asli dan pendapat umum observer. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan analisis data menggunakan anava tunggal dilanjutkan uji Duncan. Hasil analisis data terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan terhadap hasil spesial efek darah pada luka sayatan 3 dimensi ditinjau dari warna, daya lekat pada kulit, kesesuaian dengan objek asli pendapat umum observer yang signifikan dan nilai kurang dari 0,05. Hasil penelitian terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan dengan perbandingan A2 madu 5 ml : pewarna makanan 5 ml dengan nilai rata-rata 3,9 dan spesial efek darah paling menyerupai darah sesungguhnya yaitu perbandingan A2 ditinjau dari seluruh aspek. Kata Kunci : make up karakter, efek luka sayatan, madu dan bahan pewarna makanan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUZ) TERHADAP SIFAT FISIK MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR TEPUNG KEFIR SUSU SAPI UNTUK ANTI AGING RESPURWANING TYAS, DIDIN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir mempunyai kandungan asam organik (asam laktat dan asam asetat), selain kefir yang baik untuk perawatan kulit wajah dengan kandungan asam laktat, terdapat pula kandungan dari kulit buah naga merah yang kaya akan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah terhadap masker berbahan dasar kefir dinilai dari sifat fisik yang meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, kekentalan, dan kemudahan pengangkatan masker, 2) untuk mengetahui masa simpan hasil jadi masker yang terbaik, dan 3) untuk mengetahui kandungan asam salisilat dan kadar air pada hasil jadi masker terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan tepung kulit buah naga merah dan tepung kefir yaitu (0gram:5gram), (1,5gram:5gram), (3gram:5gram), (4,5gram:5gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji sifat fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata makan dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 1) warna masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 2) aroma masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 3) tekstur masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 4) daya lekat masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 5) kekentalan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 6) kemudahan pengangkatan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 7) kesukaan panelis terhadap masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), Berdasarkan uji Duncan diketahui hasil yang signifikan, yaitu hasil masker terbaik pada produk masker dengan proporsi 3 gram tepung kulit buah naga merah dan 5 gram tepung kefir. Selanjutnya diketahui hasil uji microbiologi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk masker terbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Hasil analisis kandungan asam salisilat sebesar 0,38% dan kadar air sebesar 2,06%.Kata Kunci: Masker Wajah, Anti Aging, Tepung Kulit Buah Naga Merah, Tepung Kefir.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN PETROLEUM JELLY SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN WAX TERHADAP HASIL JADI RIAS KARAKTER EFEK LUKA ROBEK TIGA DIMENSI KHUTAMI, SHOFI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rias karakter adalah seni merias menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan peran atau karakter. Rias karakter efek luka robek tiga dimensi adalah rias karakter yang menggunakan campuran tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax, yang di buat dengan cara di tempelkan dan diratakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi dan mengetahui hasil yang terbaik.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variable bebas penelitian ini adalah proporsi tepung terigu dan petroleum jelly yaitu 18,5g:11,5g, 16g:14g, 16,5g:13,5g. variable terikatnya yaitu hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi meliputi tekstur, warna, daya lekat, daya tahan, dan kemiripan dengan luka asli. Pengamatan dilakukan oleh 5 dosen tata rias dan 25 mahasiswa tata rias mengunakan metode pengumpulan data berupa observasi kemudian dianalisis menggunakan SPSS 21 dengan teknik anava tunggal dan uji Duncan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi. Semakin banyak proporsi tepung terigu dibandingkan petroleum jelly akan menghasilkan bahan yang lebih baik. X1 memiliki nilai tertinggi pada setiap aspek yaitu tekstur 3,6, warna 3,6, daya lekat 3,7, daya tahan 3,5, kemiripan dengan luka asli 3,7. Kata kunci: Tepung terigu, petroleum jelly, alternatif bahan wax Abstract Character makeup is the art of makeup using cosmetic ingredients to realize the role or character. The makeup character of the three-dimensional torn wound effect is character makeup that uses a mixture of wheat flour and petroleum jelly as an alternative to wax material, which is made by attaching and flattening to skin. The purpose of this study is to determine the effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly as an alternative wax material on the results of character makeup effect of three-dimensional torn wound and to find out the best results.The type of this research is experimental research. The independent variable of this study is the proportion of wheat flour and petroleum jelly which is 18.5g: 11.5g, 16g: 14g, 16.5g: 13.5g. The dependent variable is the result of the character make-up with three-dimensional torn wound effects including texture, color, adhesion, endurance, resemblance to the original wound. Observations were made by 5 makeup lecturers and 25 makeup students using data collection methods in the form of observations and then analyzed using SPSS 21 with a single anava technique and Duncan test. The results show that there is an effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly on the results of the three-dimensional torn wounds character makeup. The more proportions of flour compared to petroleum jelly will produce better ingredients. X1 has the highest value in each aspect, namely texture 3.6, color 3.6, adhesion 3.7, durability 3.5, resemblance to the original wound 3.7. Keywords: Wheat flour, petroleum jelly, wax ingredients alternative
PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA AMELIA, NUR; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA Nama : Nur Amelia NIM : 14050634006 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias / 2014 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Mata adalah jendela hati, salah satu bentuk mata yang perlu dikoreksi adalah mata bulat. Untuk menghasilkan riasan mata bulat yang ideal dan sempurna, dibutuhkan penggunaan bulu mata palsu yang tepat sesuai dengan kebutuhan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untu tata rias wajah pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian True Experimental (posttest only control design) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer, yang terdiri dari 5 dosen dan 25 mahasiswa tata rias. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program spss 16 dengan taraf 5 % (P<0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data meliputi teknik penggunaan bulu mata yang berpengaruh pada mata bulat untuk tata rias wajah pesta dilihat dari aspek kehalusan dan kerataan riasan mata, pengaplikasian bulu mata, penyeimbang riasan pada mata bulat, kesesuaian hasil riasan dan ketepatan waktu. Teknik penggunaan bulu mata yang lebih bagus adalah menggunakan teknik secara langsung yang mempunyai nilai pada kehalusan dan kerataan riasan mata 3,25, pengaplikasian bulu mata 3,3, , penyeimbang riasan pada mata bulat 3,52, kesesuaian hasil riasan 3,43, dan ketepatan waktu 3,13. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta dengan kategori nilai baik. Hasil riasan terbaik rias wajah pesta yaitu pada model dengan teknik penggunaan bulu mata secara langsung. Kata Kunci : Bulu mata , tata rias wajah pesta, dan mata bulat.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN PRATIWI, LILIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga l ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN Nama : Liliana Pratiwi NIM : 14050634014 Program Studi : S-1 Pendidikan Tata Rias Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Octaverina Kecvara Pritasari., M.Farm Tepung rimpang kencur dan tepung beras merupakan bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik bedak dingin. Kosmetik bedak dingin berfungsi untuk mendinginkan kulit wajah akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh proporsi tepung rimpang kencur (kaempferia galangal l) dan tepung beras terhadap sifat fisik kosmetik bedak dingin, dilihat dari : rasa dingin, aroma, warna, tekstur dan daya lekat. 2) Mengetahui kosmetik bedak dingin yang paling disukai oleh panelis. 3) Mengetahui masa simpan kosmetik bedak dingin yang terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan proporsi tepung rimpang kencur dan tepung beras, dengan proporsi (2,5g : 10,5g), (4g : 9g) dan (5,5g : 7,5g). Variabel bebas penelitian ini yaitu jumlah proporsi tepung rimpang kencur dan tepung beras. Variabel terikat yaitu sifat fisik kosmetik bedak dingin yang dilihat dari rasa dingin, aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis. Variabel kontrol yaitu proses pembuatan bedak dingin, jenis air aquades yang digunakan sebanyak 10ml, peralatan yang digunakan dalam pembuatan bedak dingin harus dalam keadaan bersih, baik dan tidak rusak. Tempat penelitian di universitas negeri Surabaya, Januari-November 2018, instrument penelitian dengan berupa memberi tanda checklist (?), penilaian dengan menggunakan lembar observasi, teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi terstruktur, analisis data menggunakan Anova Tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS versi 16.0. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Proporsi tepung rimpang kencur (kaempferia galangal l) dan tepung beras berpengaruh terhadap sifat fisik kosmetik bedak dingin dilihat dari : rasa dingin, aroma, warna, tekstur dan daya lekat. 2) Kosmetik bedak dingin yang paling disukai oleh panelis terdapat pada proporsi X1 (2,5g:10,5g) dengan kriteria bedak dingin memiliki rasa dingin sangat dingin yang menyejukkan, beraroma khas kencur yang cukup & tidak terlalu menyengat, warna bedak dingin putih kekuningan (cream) dengan tekstur yang halus, bedak dingin dapat melekat dikulit dan mudah lepas ketika digosok. 3) Masa simpan kosmetik bedak dingin terbaik diketahui memiliki masa simpan selama 68 hari. Kata Kunci : Tepung Rimpang Kencur, Tepung Beras, Kosmetik Bedak Dingin. ABSTRACT THE INFLUENCE OF PROPORTION BETWEEN KENCUR RHIZOME FLOUR (Kaempferia Galanga l ) AND RICE FLOUR TOWARDS COSMETIC PHYSICAL NATURE OF BEDAK DINGIN Name : Liliana Pratiwi Registration Number : 14050634014 Study Program : S-1 Pendidikan Tata Rias Faculty : Engineering Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Octaverina Kecvara Pritasari., M.Farm Kaempferia galanga l flour and rice flour are the ingredients that can be used to make bedak dingin cosmetics. The function of bedak dingin cosmetics is to cool down the facial skin due to sun exposure. This research aims to: 1) know the influence of kaempferia galanga l flour?s proportion and rice flour through cosmetic physical nature of bedak dingin which are seen from cold sensation, aroma, color, texture, and sticky power. 2) know bedak dingin cosmetic that is most liked by panelists. 3) know the best shelf life of bedak dingin cosmetic. This was an experimental research with the proportion of both kaempferia galanga l flour and rice flour were (2,5g : 10,5g), (4g : 9g) and (5,5g : 7,5g). Independent variable of this research was the proportion number of kaempferia galanga l flour and rice flour. The dependent variable was cosmetic physical nature of bedak dingin which were seen from cold sensation, aroma, color, texture, sticky power, and panelists? level of pleasure. Control variables were the process of making bedak dingin, a type of aquades water which was used as much as 10 ml, tools used in making bedak dingin must be clean, well and not broken. This research was placed at State University of Surabaya, January-November 2018, with the instruments consist of giving checklist (?), assessment was using observation sheet, data collection technique of the research was structured observation, data analysis used Single Anova and continued with Duncan test through SPSS program 16.0. version. Based on results, it could be concluded: 1) The proportion of both kaempferia galanga l flour (kaempferia galangal l) and rice flour had influenced towards cosmetic physical nature which were seen from: cold sensation, aroma, color, texture, and sticky power. 2) Bedak dingin cosmetic that is most liked by panelists was on the proportion of X1 (2,5g:10,5g) with the criteria of bedak dingin was cold sensation which had really soothing cold, the distinctive aroma was sufficient and not too sting, the color of cold powder was yellowish white (cream) with smooth texture, bedak dingin could be attached into skin and easy to remove when it was rubbed. 3) the best shelf life of bedak dingin cosmetic was known having shelf life during 68 days. Keywords : Kaempferia galanga l Flour, Rice Flour, Bedak Dingin Cosmetics.
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MADURA PUTRI BANGKALAN MUSLIM JANNAH, FATUL; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MADURA PUTRI BANGKALAN MUSLIM Nama : Fatul Jannah NIM : 14050634051 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Tata rias pengantin adalah tata rias wajah untuk hari bahagia yang bertujuan supaya wajah bercahaya dengan melibatkan unsur budaya dari suatu bangsa yang berperan untuk menunjukkan identitas pengantin. Tata rias pengantin ada 2 macam, tata rias pengantin tradisional dan modern. Tata rias pengantin muslimah dikategorikan jenis pengantin kontemporer, karena dapat dimasukkan ke dalam pengantin tradisional dan pengantin modern, dengan dimodifikasi memakai busana yang menutup aurat. Seiring dengan kesadaran memakai busana muslim, kebutuhan untuk menggunakan tata rias pengantin muslim dapat dirancang dengan memodifikasi tata rias pengantin tradisional yang dikembangkan berdasarkan suatu inspirasi daerah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan tata rias pengantin modifikasi Madura putri Bangkalan yang dimodifikasi muslim. Melalui tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (pencarian sumber ide dan konsep), perancangan (rancangan desain karya), perwujudan (pembuatan karya). Setelah dilakukan tiga tahapan utama, diperlukan evaluasi akhir melalui pengujian untuk memperoleh pertimbangan kualitas mutu dan karya yang dirancang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik observasi melakukan pengamatan secara langsung dilapangan, sedangkan wawancara mengumpulkan informasi dari lapangan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Penilaian khalayak terhadap hasil keseluruhan modifikasi tata rias pengantin Madura putri Bangkalan muslim yang meliputi aspek tata rias wajah 87%, penataan kerudung 93%, berdasarkan prinsip dasar desain 89%, keserasian desain dengan perwujudan 90% dan penilaian keseluruhan hasil modifikasi 92%. Dengan nilai rata-rata masing-masing 4,4; 4,4; 4,42; 4,53; dan 4,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian modifikasi tata rias pengantin Madura putri Bangkalan muslim mendapat apresiasi yang baik, disukai, menjadi daya tarik dan dapat diterima sebagai alternatif pilihan menggunakan tata rias pengantin muslim. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Madura Putri Bangkalan, Modifikasi Muslim.ABSTRACT MAKEUP MODIFICATION OF MADURA?S BANGKALAN BRIDE MOSLEM Name : Fatul Jannah Registration Number : 14050634051 Study Program : S-1 Department : Pendidikan Kesejahteraan keluarga Faculty : Teknik Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Dr. Maspiyah, M.Kes Having bridal make up is makeup for celebrating a very special day which aims to make the face glow in happiness by involving cultural elements from a nation whose role is to show the brides identity. Traditional and modern bridal make up come up as two kinds of bridal make up. Furthermore, Muslim bridal makeup is categorized as a contemporary bride due to its incorporation into both traditional brides and modern brides which modified by wearing clothes that cover the aurah, genitals. Along with the awareness of wearing Muslim clothing, the needs to use Muslim bridal makeup can be designed by modifying the traditional bridal makeup that is developed based on an inspiration in a particular area. The aims of this research is to produce a modified bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride which is modified by moslem. Through three main phases, exploration (search for sources of ideas and concepts), design (plan of work designs), embodiment (creation of works). After the three main stages have been carried out, a final evaluation is needed through testing to obtain consideration of quality and designed work. The type of research used was descriptive qualitative research. The data was collected by using observation and interview techniques. The observation technique conducted a direct observation on the field, whereas the interview collected information from the field which based on the list of questions that have been prepared. The results showed that, public assessment towards the overall results of modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride which include facial makeup aspect 87%, veil arrangement 93%, based on basic principle of design 89%, design compatibility with embodiment 90% and overall assessment of modified results 92%. With an average value of each 4,4; 4,4; 4,42; 4,53; and 4,57. Thus, it can be concluded that the results of the research at modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride got a good appreciation, liked, became an attractiveness and could be received as an alternative choice to use muslimah bridal makeup. Keywords: Modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride, Moslem modification.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BERAS (ORYZA SATIVA), PATI BENGKOANG (PACHYRHIZUS EROSUS) DAN EKSTRAK MELATI (JASMINUM OFFICINALE) TERHADAP SIFAT FISIK LULUR TRADISIONAL AWALIA, ULFI; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung beras (Oryza Sativa), pati bengkoang (Pachyrhizus Erosus) dan Ekstrak Melati (Jasmimum Officinale) terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna , terkstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati dengan masing-masing 2 : 4 : 3 (X1), 3 : 3 : 3 (X2) dan 4 : 2 : 3 (X3). Variabel terikat adalah sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anava tunggal dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian ini dilihat dari anova menunjukkan p<? (0,000<0,05) berarti Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh terhadap tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati pada sifat fisik dilihat dari aroma, warna, tekstur, daya lekat dan kesukaan panelis. Meliputi aroma yang dihasilkan semakin banyak tepung beras maka aroma ekstrak melati lebih tajam pada X3, warna yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka warna yang dihaslikan yaitu putih tulang pada lulur X2, tekstur yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka tekstur yang dihasilkan yaitu kasar pada lulur X2, daya lekat yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka daya lekat lebih melekat pada lulur X2. Tingkat kesukaan palenis yang sangat disukai yaitu pada lulur X2.Kata Kunci: Lulur tradisional, tepung beras, pati bengkoang, ekstrak melati dan sifat fisik
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK ANDRIANA, DEWI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK Nama : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Fakultas Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Kosmetika sudah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Kosmetik menurut kegunaan bagi kulit dibagi menjadi dua macam yaitu kosmetik perawatan kulit dan kosmetik riasan. Salah satu kosmetik yang termasuk kosmetik dekoratif yaitu face primer. Face primer merupakan kosmetik yang digunakan sebagai base makeup yang digunakan sebelum pengaplikasian foundation.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk cair sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak (2) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. (3) menggetahui hasil makeup terbaik jika menggunakan menggunakan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak (4) mengetahui respon panelis terhadap penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. Metode pengumpalan data yang digunakan adalah observasi dan angket yang dilakukan oleh 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-Test. Hasil terbaik dalam penelitian ini yaitu penggunaan face primer berbentuk cair. Hasil rata-rata penggunaan face primer berbentuk cair dari 3 aspek yaitu aspek daya lekat makeup memperoleh nilai 4,4, aspek kehalusan makeup memperoleh nilai 4,5, dan aspek kerataan makeup memperoleh nilai 4,6. Kata Kunci : Face Primer, tata rias, kulit wajah berminyak.ABSTRACT COMPARISON OF THE USE OF LIQUID-SHAPED FACE PRIMER AND GEL AS A BASE MAKEUP FOR DURABILITY OF PRE-WEDDING MAKEUP ON OILY SKIN Name : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Study Program : S1 Pendidikan Tata Rias Department : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Faculty : Teknik Institution Name : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Cosmetics have been known and used by humans for centuries. Cosmetics according to the uses for the skin are divided into two types, namely skin care cosmetics and makeup cosmetics. One cosmetic that includes decorative cosmetics is the primary face. Face primer is a cosmetic used as a base makeup used before applying the foundation. This study aims to (1) find out the results of makeup resistance by using a liquid face primer as the makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin; (2) find out the results of makeup resistance by using a gel-shaped face primer as a makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin. (3) know the best makeup results by using a liquid face primer and gel as the makeup base for pre-wedding makeup on oily skin (4) know the panelists response to the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for pre-wedding makeup durability oily skin. This type of research is experimental research. The subject in this study is the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for the durability of pre-wedding makeup on oily skin. The data collection method used are by observation and questionnaire conducted to 30 peoples. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test. The best result in this study is the use of a liquid face primer. The average results of the use of the primary face are 3 aspects of liquid, namely the makeup attachment aspect obtained a score of 4.4, the makeup fineness aspect by a value of 4.5, and the makeup flatness aspect by a score of 4.6. Keywords: Face Primer, cosmetology, oily skin.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI KELAS X DI SMK NEGERI 2 JOMBANG WULANDARI, NILA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak, aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Anatomi Fisiologi kelas X di SMK Negeri 2 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengikuti desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang sejumlah 28 siswa dan 3 observer. Data dikumpulkan menggunakan observasi untuk keterlaksanaan sintak dan aktivitas, tes untuk hasil belajar, angket untuk respon dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Siklus I dari hasil observasi keterlaksanaan sintak secara keseluruhan mendapat kategori baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,63. Aktivitas siswa rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89% , Hasil belajar siswa secara individual yang memperoleh nilai ? 75 sebanyak 6 siswa (21%), sedangkan 22 siswa (79%) mendapat nilai ?75. Hasil belajar secara klasikal bahwa 21% siswa dinyatakan Tidak Tuntas, Respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 88% . Siklus II dari hasil observasi keterlaksanaan sintaks rata-rata keseluruhan sebesar 3,93 kategori sangat baik. Aktivitas siswa dengan rata-rata persentase keseluruhan 95% kategori sangat baik, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84,4 serta nilai secara individual 100% dinyatakan tuntas, respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik, dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 98% pada siklus 2. Kata Kunci: kooperatif, stad, hasil belajar
PERBANDINGAN PROPORSI LIDAH BUAYA DAN BUNGA MAWAR TERHADAP HASIL JADI MASKER KERTAS (SHEET MASK) FIRDAUSI, ZAHRINA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masker Kertas (Sheet Mask) merupakan lembaran kain berbentuk wajah yang direndam dalam larutan nutrisi, masker ini dianggap mudah dalam pemakaiannya. Lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar cairan masker kertas karena mengandung senyawa kimia diantaranya adalah lignin dan selulosa, saponin, dan zat alomicin yang bermanfaat untuk kecantikan. Bunga mawar memiliki aroma yang khas yang dapat dimanfaatkan sebagai aromatherapy pada cairan masker kertas. Tujuan dari penelitian ini : 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi lidah buaya dan bunga mawar terhadap hasil jadi masker kertas yang meliputi aroma, memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah, pengaplikasian dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis. 2) Untuk mengetahui hasil jadi masker kertas yang paling baik ditinjau dari aroma, memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah, pengaplikasian dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 15 orang responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh perbandingan lidah buaya dan bunga mawar terhadap hasil jadi cairan masker kertas. Masker kertas yang terbaik dilihat dari uji organoleptik memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis adalah perbandingan X2 (8ml lidah buaya dan 4ml bunga mawar), sedangkan masker kertas yang terbaik dilihat dari uji organoleptik aroma dan pengaplikasian dikulit wajah (rasa lengket setelah penggunaan masker kertas) adalah perbandingan X3 (4ml lidah buaya dan 8ml bunga mawar). Kata Kunci: Masker Kertas, Lidah Buaya, Bunga Mawar. Abstract Sheet Mask is a sheet of cotton shaped like a face soaked in a nutrient solution. Aloe vera can be used as base for liquid on sheet masks because it contains chemical compounds including lignin and cellulose, saponins, and allomicin substances that are beneficial for beauty. Roses have a distinctive scent that can be used as an aromatherapy for liquid on sheet mask. The objectives of this study include: 1) To determine the effect of the comparison of the proportions of aloe vera and roses to the results of sheet mask which include scent, freshness, comfort for the face skin, application of the face skin and the level of preference of panelists. 2) To find out the results of the sheet masks that are the best in terms of scent, provide fresh taste, comfort for the face skin, application of the face skin and the level of preference of the panelists. This research is an experimental research. Data collection is done by the method of observation carried out by 15 respondents. Data analysis was performed using a single Anava and continued with the Duncan test using the SPSS 24 program. The results showed: There was an effect of the ratio of aloe vera and roses to the results of becoming sheet masks. The best paper masks seen from the organoleptic test provide fresh taste, comfort in the skin and the panelists favorite level is the comparison of X2 (8ml aloe vera and 4ml roses), while paper masks are best seen from organoleptic scent and application to facial skin (sticky taste after use of sheet masks) is a comparison of X3 (4ml aloe vera and 8ml rose). Keywords: Sheet Mask, Aloe Vera, Rose Flower.