cover
Contact Name
Lia Afriliani
Contact Email
lia.afrl@yahoo.com
Phone
+6285332131423
Journal Mail Official
akolotheopkm@gmail.com
Editorial Address
Jl. D.I. Panjaitan No. 11, Antasan Besar Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30906652     DOI : -
Core Subject :
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) sebagai wadah publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh akademisi, peneliti, dan praktisi, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis, maupun perguruan tinggi teologi lainnya. Jurnal ini menerima artikel pengabdian yang berbasis penelitian, pengalaman lapangan, maupun penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ruang lingkup jurnal mencakup pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, penguatan kapasitas gereja dan komunitas, pendidikan dan pelatihan masyarakat, Participatory Action Research (PAR), Community-Based Research (CBR), Service Learning, pengabdian dalam bidang teologi, pendidikan Kristen, pastoral, misi, pelayanan gerejawi, serta berbagai praktik pengembangan masyarakat yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Kursus Teologi sebagai Bentuk Pembinaan Warga Gereja Lia Afriliani; Idrus Sasirais Sasirais; Ripaldi
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Pengajaran Teologi, Pelayanan Gereja, dan Pengembangan Spiritualitas
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas pelaksanaan Kursus Teologi Warga Jemaat (KTWJ) di Resort GKE Kapuas sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE). Kegiatan ini ditujukan kepada para Pendeta, Penatua, dan Diakon, dengan tujuan memperlengkapi mereka dalam hal pemahaman iman, akal, spiritualitas Kristen, dan misi gereja di era digital. Melalui metode ceramah dan diskusi, peserta diajak untuk memahami pentingnya pertumbuhan iman dan spiritualitas dalam menjalankan tugas pelayanan serta mengaplikasikan teknologi digital sebagai sarana bermisi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan, serta peningkatan pemahaman mereka tentang hubungan iman dengan akal, spiritualitas yang sehat, dan strategi misi di era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan warga gereja sebagai upaya memperkuat iman dan tanggung jawab pelayanan mereka dalam konteks masa kini.
Pembinaan Siswa Kristen SMKN 3 Pontianak tentang Pentingnya Memuji Tuhan Rajokiaman Sinaga; Rosma Warni; Roni Saragih
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa adalah generasi muda yang memiliki mandat untuk melanjutkan tombak kepemimpinan selanjutnya. Oleh sebab itu pentingnya mempersiapkan generasi muda Kristen dengan intelektual yang mumpuni dan spiritual yang baik. Salah satu bagian spiritual yang baik adalah memuji Tuhan. Generasi muda harus mengetahui bahwa pentingnya memuji Tuhan. Permasalahan yang dialami banyak generasi muda Kristen adalah kurangnya kerinduan datang ke gereja sehingga kurang memahami pentingnya memuji Tuhan. Adapun tujuan PkM ini adalah untuk menjawab kebutuhan kaum muda Kristen tentang pentingnya memuji Tuhan. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode ceramah. Hasil PkM ini memberikan dampak yang baik bagi pemahaman dan pertumbuhan rohani siswa SMKN 3 Pontianak. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta mengikuti kegiatan dan komitmen untuk memuji Tuhan serta melaksanakan kegiatan pembinaan berkelanjutan tahun depan.
Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan Idrus Sasirais; May Linda Sari; Tahan Mentria Cambah; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Puruk Cahu pada 7 September 2024. Penelitian ini mengkaji upaya dekolonialisasi dalam praktik peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) untuk menciptakan model ibadah yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan pendekatan kualitatif berbasis diskusi kelompok, kajian ini mengidentifikasi warisan kolonial dalam praktik peribadatan, menganalisis pengaruh denominasi lain, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan yang lebih relevan dengan konteks budaya dan kebutuhan spiritual masyarakat Kalimantan.
Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer Sanon Sanon; Keloso S. Ugak; Gabriella Tara Yohanessa; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Focus Group Discussion (FGD) tentang dekolonialisasi peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang dilaksanakan di Gereja GKE Eben Ezer Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur peribadatan GKE yang tidak relevan dan menghambat pertumbuhan iman jemaat, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan GKE yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan metode FGD yang melibatkan 50 peserta dari berbagai jemaat di Resort GKE Banjarmasin, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi tujuh isu utama seputar peribadatan GKE kontemporer: warisan zending, pengaruh denominasi lain, karakteristik ibadah yang ideal, kebutuhan gereja yang ramah disabilitas dan lansia, peluang gereja online, faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga jemaat mengharapkan adanya perubahan dalam peribadatan GKE agar tetap relevan dengan konteks kekinian, namun tetap mempertahankan identitas GKE. Penemuan ini membawa implikasi penting bagi pengembangan model peribadatan GKE yang kontekstual serta program pendidikan dan pembinaan bagi petugas dan warga jemaat.
Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok Enta Malasinta Lantigimo; Lia Afriliani; Kinurung Maleh
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel jurnal ini mengkaji hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Buntok pada 7 September 2024 dengan tema "Dekolonialisasi Peribadatan GKE: Menuju Peribadatan GKE yang Kontekstual dan Mampu Menjawab Tantangan Zaman". FGD ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT GKE dalam rangka Hari Pendidikan Teologi (HPT). Kegiatan ini melibatkan 32 peserta yang terdiri dari pendeta, penatua/diakon, tenaga kerja sukarela, dan mahasiswa, dengan tujuan mengidentifikasi elemen-elemen kolonial dalam peribadatan GKE, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi menuju peribadatan yang kontekstual dan relevan. Pembahasan mencakup analisis mendalam tentang warisan zending, pengaruh denominasi lain, integrasi budaya lokal, serta tantangan dan harapan untuk masa depan peribadatan di GKE.
Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Seruyan Hilir Sudianto; Ripaldi; Retni Mulyani; Gabriella Tara Yohanessa
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) memiliki banyak warisan zending dalam berbagai aspek bergereja, salah satunya peribadatan. Penelitian dilakukan untuk memahami dekolonialisasi peribadatan GKE, salah satunya di Resort GKE Seruyan Hilir. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pengumpulan data menggunankan metode Focus Group Discussion. Dari hasil penelitian ditemukan: Pertama, adanya identifikasi unsur kolonial dalam peribadatan GKE. Kedua, kontekstualisasi dan adaptasi budaya lokal. Ketiga, pengaruh denominasi lain.
Dekolonialisasi Peribadatan GKE Di Jemaat GKE Tewah Alexandra Binti; Tahan Mentria Cambah; Sanon; Lia Afriliani
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zending meninggalkan warisan yang berharga bagi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). salah satunya adalah bentuk peribadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemahaman jemaat di Resort GKE Tewah tentang dekolonialisasi peribadatan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan metode pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD). Dari hasil FGD ditemukan hasil bahwa warisan zending dalam peribadatan perlu dikontekstualisasikan, adanya pengaruh denominasi lain dalam peribadatan GKE dan perlunya integrasi budaya lokal dalam peribadatan GKE.
Bertumbuh dan Berakar dalam Kristus: Kursus Teologi Warga Gereja (KTWG) sebagai Upaya Penguatan Jemaat di Resort GKE Kahayan Hulu Idrus Sasirais; Sanon; Sudianto
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents the outcomes of a community engagement initiative conducted through the Church Members’ Theology Course (Kursus Teologi Warga Gereja, KTWG), held at the GKE Kahayan Hulu Resort on 15 February 2025. The program was attended by 41 participants, comprising pastors, church council members, and congregants representing 11 local churches within the resort. Employing a qualitative approach through lectures, group discussions, and interactive sessions, the course aimed to deepen the theological understanding of church members. Three central themes were explored: Christian theology concerning work, money, and material possessions; pastoral spirituality; and the proclamation of the Gospel in the digital age. The results indicate a heightened awareness among participants regarding the role of faith in everyday life, the significance of pastoral spiritual integrity, and the urgency of contextual evangelism through digital media. Participant responses reflected strong appreciation, emphasizing the relevance of the themes to their spiritual and social realities. This initiative underscores the importance of theological education for church members as a means of fostering growth and rootedness in faith in Christ, bridging academic theology with congregational life, and strengthening the resilience of Christian communities in Kalimantan.
Penguatan Literasi Alkitab dan Teologi Pluralitas melalui Kursus Teologi Warga Gereja di Resort GKE Tabalong Bimbing Kalvari; Enta Malasinta Lantigimo
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents the outcomes of the Church Members’ Theology Course (Kursus Teologi Warga Gereja, KTWG) held at the GKE Tabalong Resort on February 22, 2025. The program centered on two primary themes: “Introduction to the Old Testament” and “The Theology of Religious Pluralism,” involving 42 participants from diverse church backgrounds. Employing participatory methods such as interactive lectures, group discussions, observation, and evaluation, the course aimed to enhance biblical literacy and contextual understanding of religious pluralism. The results indicate a significant improvement in participants’ comprehension of the historical and structural dimensions of the Old Testament, as well as their theological reflection skills in responding to Indonesia’s religious diversity. This article underscores the importance of locally contextualized theological education in enhancing the foundations of faith and promoting the church’s role in fostering harmonious communities.
Firman Menginspirasi, Nyanyian Menyaksikan: Menguatkan Iman dan Pelayanan di Resort GKE Tumbang Samba Tahan Mentria Cambah; Gabriella Tara Yohanessa
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Kursus Teologi Warga Gereja (KTWG) or Church Members’ Theological Course in the GKE Tumbang Samba Resort serves as a platform for theological learning that aims to deepen and contextualize the faith understanding of church members. Through two main topics: The Old Testament: From Ancient Text to Present Reality and Witnessing Through Songs/Hymns, this program invites participants to bridge the heritage of biblical faith with the dynamics of contemporary worship. The discussion on the relevance of the Old Testament helps believers view God’s Word not as a distant ancient text but as a living source of values that speak into daily life. Meanwhile, the reflection through Songs/Hymns opens space for dialogue on sincere, contextual, and Christ-centered worship. The KTWG thus becomes a means of spiritual and theological formation that enriches church life, encourages active participation of members, and strengthens a faith grounded in critical understanding and genuine love.

Page 2 of 3 | Total Record : 27