cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TGB SMK NEGERI 1 SIDOARJO DOGLASH AP, YAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman modern menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan dari pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan hidup mandiri. Latar belakang dari penelitian ini adalah proses pembelajaran yang digunakan masih menggunakan metode pembelajaran satu arah sehingga hanya berpusat pada guru, maka dalam penelitian ini digunakan model pembelajaran example non example untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan “posttest control design”. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Sampel dalam penelitian ini adalah X TGB 1 dengan jumlah siswa 34 dan kelas X TGB 2 dengan jumlah siswa 36. Teknik pengumpulan data yaitu berupa uji persyaratan, tes kognitif, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Keterlaksanaan pembelajaran untuk pertemuan pertama memiliki hasil skor 64% dan pertemuan kedua 67% yang termasuk dalam kategori baik. Analisis kegiatan siswa belajar pada pertemuan pertama memliki hasil skor sebesar 66% dan untuk pertemuan kedua sebesar 66% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil uji persyaratan menyatakan bahwa uji homogenitas untuk posttest pertama F-hitung lebih besar F-Tabel (2,33 ≥ 1,79) sehingga varians dinyatakan tidak homogen sedangkan posttest kedua F-hitung lebih kecil F-tabel (1,098 ≤ 1,77) sehingga varians dinyatakan homogen dengan taraf kesalahan (? 5%). Analisis hipotesis untuk posttest pertama T-hitung lebih kecil dibanding T-tabel (0,759 ≤ 2,033), sedangkan untuk posttest kedua memiliki hasil yang sama. Yakni, T-hitung lebih kecil dibanding T-tabel (1,197 ≤ 1,996) Jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, kesimpulannya terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eskperimen dan kelas kontrol. Kata kunci: Example non example, Hasil Belajar, Hasil Penelitian. Abstract As the development of the modern age demands qualified human resources. The purpose of vocational education is to improve intelligence, knowledge, personality, character, and independent living skills. The background of this research is a learning process that is used is still learning methods in one direction so that only centered on the teacher, so in this study used a model example of non example of learning to see the difference in student learning outcomes. This research was experimental design "posttest control design". When the study was conducted in the second semester of the academic year 2016/2017.  The sample in this research is the X TGB 1 by the number of students 34 and class X TGB 2 by the number of students 36. Data collection techniques are in the form of test requirements, cognitive tests and questionnaires.  Data were analyzed using t-test. learning carried out for the first meeting had the score of 64% and 67% the second meeting were included in both categories.  Analysis of activities students learn at the first meeting had the score of 66% and for the second meeting of 66% is included in both categories. The test results stated that the requirements of homogeneity for the first posttest F-count is greater F-table (2.33 ≥ 1.79) so that the variance is expressed not homogenous, whereas the second posttest smaller F-test F-table (1.098 ≤ 1.77) so that the otherwise homogeneous variance with standard error (? 5%).  Analysis of the hypothesis for the first posttest T-count smaller than the T-table (0.759 ≤ 2.065), while for the second posttest have the same result.  Namely, T-count smaller than the T-table (1.197 ≤ 1.996) So Ho rejected and Ha accepted.  So, the conclusion there is a difference in student learning outcomes between the experimental class and control class. Keywords: Example non example, Learning Outcomes, Research
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MAKET PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO BINTORO, FAJAR
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian model take and give dengan menggunakan media maket dipilih karena diharapkan peserta didik lebih aktif mengikuti proses pembelajaran karena pengajar sudah menggunakan pendekatan inovatif dan media yang menarik. Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang ”Penerapan Model Pembelajaran Take And Give Dengan Menggunakan Media Maket Pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan SMK Negeri 1 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-expermintal dengan bentuk one-shot case study. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Sidoarjo kelas X Teknik Gambar Bangunan dengan jumlah 36 siswa pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian pengaruh penggunaan Jobsheet terdiri dari: 1)Kelayakan perangkat pembelajaran dengan presentase 87,8% mendapat penilaian sangat layak atau dapat digunakan dalam proses pembelajaran; 2)Keterlaksanaan pembelajaran dengan presentase 88,75% berkriteria sangat baik; 3)Tes Hasil belajar siswa dengan presentase 82,50% mendapat nilai yang baik. Kata Kunci : Model Take and give, Maket, Kelayakan, Keterlaksanaan, Hasil belajar Abstract The model take and give using media maket chosen because expected learners be more active in participating learning for teachers have used innovative approaches and media interesting. Based on the discussion background described above hence writers want to set research on the application of learning model take and give using media maket on the subjects of the construction in SMK Negeri 1 Sidoarjo. The research is the kind of research pre-expermintal with the form of the one-shot case study .The study is done in SMKN 1 Sidoarjo class X technique picture building with the number of 36 students in the first half the even academic year 2016/2017. The results of research the influence of the use of jobsheet consisting of: 1 )The worthiness of the device with the percentage of learning 87.8 % receive judgment very worthy or can used in the process of learning; 2 )Implemented learning with the percentage 88,75 % get excellent; 3 )The test results to study for students with the percentage 82,50 % receive good value. Keywords: Model Take and give, Maket, The Worthiness, Implemented Laerning, The Test Results
PENERAPAN MEDIA GAMBAR POSTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG  DI SMK NEGERI 7 SURABAYA ABIDIN, ZAINAL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran konstruksi Bangunan Gedung merupakan mata pelajaran yang memerlukan pemahaman dan penjelasan yang detail pada materinya. Siswa memerlukan gambaran atau ilustrasi yang jelas untuk memahami materi dan melaksanakan praktikum. Untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa dibutuhkan suatu perangkat yang dapat menggambarkan dan mengaplikasikan materi praktikum sehingga siswa dapat mudah memahami. Media Poster merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang dapat dikembangkan yang sesuai dengan materi Konstruksi Bangunan Gedung. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Meningkatkan hasil mengajar guru menggunakan media poster.  (2) Meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan media poster.(3) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan media poster. Penelitian yang digunakan adalah berpola  penelitian tindakan kelas (PTK). Pada penelitian ini menggunakan sampel kelas X KBB  (32 siswa)  digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran Media Poster, penelitian dilakukan sebanyak dua kali pertemuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian menunjukan bahwa, (1) Kegiatan mengajar guru mengalami peningkatan pada saat mengajar pada pertemuan ke 2, nilai rata-rata yang diperoleh guru mengalami kenaikan dari 3.77 menjadi 4.08 dan masuk dalam kategori baik.. (2) Hasil belajar siswa sangat baik, jumlah yang tuntas dari nilai KKM ( nilai >75 ) sebanyak 87.88% dari 33 siswa. (3) Siswa menyenangi pembelajaran dengan media ini, sebanyak 82.86% merespon baik. Kata Kunci: Pembelajaran, Media Poster, Hasil belajar ABSTRACT Subjects Building construction is a subject that requires understanding and explanation details on the material. Students need a clear picture or illustration to understand the material and carry out practical work. In order to enhance students' understanding requires a device that can describe and apply practical material so that students can easily understand. Poster Media is one of the learning tools that can be developed in accordance with the Building Construction materials. The purpose of this study are: (1) Improving teachers' results using the medium of the poster. (2) Improve student learning outcomes using the medium of the poster. (3) Knowing the students' response to the application of the posters The research used is patterned action research (PTK). In this study, using a sample of X KBB class (32 students) is used to determine the learning outcomes of students who use the Media Poster learning, research conducted twice a meeting to determine the improvement of student learning outcomes. Research shows that, (1) teachers teaching activity increased when teaching at the seconds meeting, the average value obtained by teachers increased from 3.77 into 4.08 and the fit in either category . (2) The results of student learning is very good, the number of the completion of the KKM (score> 75) as much as 87.88% of the 33 students. (3) The student enjoys learning with this medium, as much as 82.86% responded well. Keywords: Learning , Media Poster, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PRACTICE REHEARSAL PAIRS DENGAN AUTOCAD 3D PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK DI SMKN 2 SURABAYA SEPTIAN, DWI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa XI GB SMKN 2 Surabaya kurang aktif dalam pembelajaran, siswa malu bertanya kepada guru dan siswa yang belum bisa membayangkan bentuk bangunan yang akan digambar karena kurangnya media pendukung yang digunakan untuk memvisiualkan bentuk sebenarnya dari bagian bangunan yang akan digambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI GB 2 yang mendapat perlakuan menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D. Instrumen penelitian adalah  tes hasil belajar psikomotorik. Hasil penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D lebih besar dari 80. Hasil belajar menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D menunjukkan nilai rata-rata kelas sebesar 83,14. Analisis uji hipotesis menghasilkan nilai t hitung > nilai  t tabel, yaitu 8,85 > 1,697; yang berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Jadi, rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan Model Pembelajatan Kooperatif Tipe Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCad 3D lebih besar (>) dari 80. Kata Kunci: Praktek berpasangan, AutoCad 3D, Menggambar dengan Perangkat Lunak                Abstract  The background of this research is the students class XI GB SMKN 2 Surabaya are active in learning, students embarrassed to ask the teacher and students can not imagine the shape of building to be  drawn due to less supporting media to describe the actual shape of building will be drawn. Purpose research is determine the average results study after use cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3D. Research used is pre-experimental design with research design one-shot case study. Sample in this study is class XI GB 2 were treated using cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3d. instruments research is psycomotor test. Research results determine the average study results after use cooperative learning model type practice rehearsal pairs with AutoCAD 3D bigger than 80. Results of study using cooperative learning model type practice Hrehearsal pairs with AutoCAD 3D shows the average value class of 83,14. Hypothesis test analysis  result in the value of t calculate > t table, that is 8,85 > 1,697; which means Ho rejected while ha accepted means that the average student learning outcomes after using Cooperative Learning Model Type Practice Rehearsal Pairs with AutoCAD 3D greater (>) than 80. Keywords: Practice Rehearsal Pairs, AutoCad 3D, Drawing With Software
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN JOBSHEET PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA SISWA KELAS XI TGB DI SMKN 2 SURABAYA KAMIRURIANSAH,
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pendapat sebagian besar siswa SMK bidang TGB pada umumnya yang menganggap bahwa gambar itu sulit dan membingungkan karena penuh dengan aturan-aturan dan konsep. Hal ini menjadikan siswa pasif dalam pembelajaran dan hasil belajarnya kurang baik. Kepasifan itu salah satunya dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan guru bersifat monoton. Pada saat belajar mengajar guru sering menggunakan metode ceramah dengan menampilkan gambar di LCD, kemudian siswa disuruh menggambar dari apa yang telah ditampilkan guru di LCD. Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih mengerti terkait materi pelajaran yang diajarkan. Terkait dengan observasi di atas dan permasalahan-permasalahan yang ditemukan di SMKN 2 Surabaya, maka untuk mengatasi masalah-masalah tersebut pembelajaran menggunakan media pembelajaran jobsheet perlu diterapkan agar siswa dapat mendalami materi yang diajarkan serta memudahkan siswa dalam proses menggambar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri atas 3 siklus dari 4 tahapan : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Gambar Bangunan 1 Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 2 Surabaya Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil penelitian telah diperoleh media pembelajaran jobsheet, yang oleh validator dinilai 91%. Proses pembelajaran terlaksana dengan baik (siklus I skor 80%, siklus II 87% dan siklus III 95%). Siswa aktif dalam mengikuti pelajaran dan semakin lama semakin aktif dengan memperoleh skor siklus I 77%, siklus II 87% dan siklus III 89%. Hasil belajar juga mengalami peningkatan pada siklus I siswa mendapat rata-rata 77,13, siklus II 82,55 dan siklus III 86,40. Ditinjau dari ketuntasan belajar (≥70) mengalami perbaikan pada siklus I 86,67%, siklus II 93,10% dan siklus III 96,67%. Kata Kunci : Gambar Konstruksi bangunan, Model MPL, Jobsheet, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil Belajar. Abstract This research is motivated by the opinion of the majority of vocational students TGB field generally consider that it is difficult and confusing picture because it is filled with rules and concepts. It makes passive students in learning and learning outcomes are less good. Passivity was one of them because the teaching methods used by teachers monotonous. At the time of learning and teaching teachers often use the lecture method to display images on the LCD, then the students were told to draw from what has been displayed on the LCD teachers. Teachers should use instructional media involving active students in the learning process, so that students can better understand the related material taught. Related to the above observations and problems found in SMK State 2 Surabaya, then to overcome these problems using instructional media jobsheet learning need to be implemented so that students can explore the material being taught and facilitate students in the process of drawing. The reaserch method is the model of Action Reaserch (PTK) consist of 3 cycles of four phases : planning, imolementation stage, the stage of observation and reflection stages. The target in this study is a class XI student of Architecture Engineering Building Skils Program 1 SMK State 2 Surabaya Academic Year 2016/2017. The results have been obtained jobsheet instructional media, the validator rated 91%. The learing process is done well ( cycle I score of 80%, 87% the second cycle and the third cycle 95%). Students are active in following the lesson and have become increasingly active to obtain a score of 77% the first cycle, the second cycle 87% and 89% the third cycle. Learning outcomes also increased in the first cycle of students received an average of 77.13, second cycle 82,55 and third cycle 86,40. Judging from mastery learning (≥70) to improve during the first cycle of 86.67%, 93.10% second cycle and third cycle 96,67%. Keywords   : Image Building, Model MPL, Jobsheet, Classroom Action Reaserch, Learning Outcome.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP – UP BOOK PADA MATERI MACAM-MACAM PONDASI PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI KELAS X TGB SMKN 1 BENDO MAGETAN BUDIARGO, WENDY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan proses belajar mengajar banyak dipengaruhi oleh rencana pembelajaran yang direncanakan dan dipersiapkan di kelas. Salah satu komponen yang membantu terwujudnya keberhasilan proses belajar mengajar adalah penggunaan media pembelajaran sehingga siswa mudah menyerap pelajaran yang diberikan. Mata pelajaran konstruksi bangunan merupakan salah satu pelajaran yang memerlukan pemahaman dan penjelasan yang jelas sehingga diperlukan media untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran yaitu dengan menggunakan media pop up book. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendapatkan media pembelajaran pop up book yang layak sebagai media belajar alternatif, (2) mengetahui keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran pop up book, (3) Untuk mendapatkan informasi hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran pop up book, (4). mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran pop up book. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang terdiri dari tahapan (1) tahap potensi dan masalah, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi desain, (5) tahap revisi desain, (6) tahap ujicoba produk,. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X TGB SMKN 1 Bendo Magetan. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan dua kali pertemuan untuk mengetahui hasil respon siswa, hasil uji belajar siswa, kelayakan media serta keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran pop book. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kelayakan media pembelajaran pop up book oleh validator mendapat nilai 4,19 dengan persentase 83,8% yang termasuk dalam kriteria ?sangat baik? sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran, (2) keterlaksanaan pembelajaran guru ditinjau dari hasil pengamatan guru oleh pengamat selama proses belajar menggunakan media pembelajaran pop up book mendapatkan nilai keseluruhan 4,04 dengan persentase 80,9% dan termasuk dalam kategori ?baik?, (3) hasil belajar siswa dengan penggunaan media pelajaran pop up book pada penelitian ini mendapatkan nilai rata-rata 78,69 dan mampu melampaui nilai KKM (75), (4) hasil angket respon siswa mendapatkan nilai sebesar 4,15 dengan persentase 83,1% dan masuk dalam kategori ?sangat baik? sehingga media pop up book dapat diterapkan dan diterima oleh siswa. Kata kunci : media pembelajaran, pop up book, pondasi, hasil belajar ABSTRACT The success of the learning process is heavily influenced by the lesson plan, planned and prepared in class. One of the components that help to achieve the success of the learning process is the use of learning media so that students easily absorb the lesson given. Subjects building construction is one of the lessons that require understanding and a clear explanation so that necessary media help understand the lesson that is by using the media pop-up book. The purpose of this study are: (1) to get the instructional media pop-up book that qualify as media alternative learning, (2) determine teachers' skills in using learning media pop-up book, (3) to obtain information on the results of student learning using learning media pop up book, (4) determine students' response to instructional media pop-up book. This study is a research & development (Research and Development / R & D) which consists of the step (1) the stage of potential and problems, (2) the data collection phase, (3) the product design stage, (4) the stage of design validation, (5) the stage design revisions, (6) the testing phase of products. Goal of this research is the students of class X TGB SMK 1 Bendo Magetan. The research was carried with two meetings to find out the results of the students responses, students test results, the feasibility of media and implementation using learning media pop book. The result of the research shows that: (1) the value of learning media of pop up book by validator got value 4,19 with percentage of 83,8% which is included in "very good" criterion so it is proper to be used as instructional media, (2) teacher learning implementation From the observation of teachers by observers during the learning process using learning media pop up book get the overall value 4,04 with percentage of 80,9% and included in the category of "good", (3) student learning outcomes with the use of media lesson pop up book on this research gets an average score of 78,69 and is able to surpass the KKM score (75), (4) the results of the student response questionnaire get a value of 4,15 with the percentage of 83,1% and included in the category of "excellent" so that the media pop up book Applicable and accepted by students. Keywords: learning media, pop-up book, foundation, learning outcomes
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DAN MATA PELAJARAN MENGGAMBAR PERANGKAT LUNAK TERHADAP KESIAPAN MENGHADAPI DUNIA KERJA DRAFTER SISWA JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMK NEGERI 5 SURABAYA RAHMAH IRSANI, RESTUTI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja dalam bidang drafter adalah salah satu pekerjaan yang diniminati siswa SMK Negeri 5 Surabaya. SMK sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah yang bertujuan untuk menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, sikap dan akhlak mulia serta kompetensi yang berstandar nasional dan global sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan nyata pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini bersifat regresi yang bertujuan untuk mencari kuatnya atau besarnya pengaruh antara Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) dan Menggambar Perangkat Lunak sebagai variabel independen terhadap Kesiapan menghadapi dunia Kerja sebagai variabel dependen di SMK Negeri 5 Surabaya. Waktu dan tempat penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XIII jurusan bangunan bidang keahlian teknik gambar bangunan tahun ajaran 2014/2015 SMK Negeri 5 Surabaya dengan jumlah sampel 41 siswa dari 84 populasi yang ada. Hasil analisis uji regresi hasil  PRAKERIN terhadap nilai Kesiapan Kerja adalah sebesar 0,026 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 68,786 + 0,026X1 + 0,213X2, dimana Y sebagai Variabel kesiapan kerja dan X1 sebagai variabel nilai prakerin. Pengaruh hasil belajar mata pelejaran menggambar dengan perangkat lunak terhadap Kesiapan Kerja adalah sebesar 0,213 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 68,786 + 0,026X1 + 0,213X2, di mana Y sebagai variabel Kesiapan Kerja dan X2 sebagai variabel hasil belajar mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak. Variabel hasil belajar mata pelajaran menggambar perangkat lunak (X2) dan nilai PRAKERIN (X1) dapat mempengaruhi nilai Kesiapan Kerja Drafter (Y) sebesar 8,7% Kata Kunci: Hasil Belajar Mata Pelajaran Menggambar Perangkat Lunak, Regresi, Nilai Praktik Kerja Industri, Kesiapan Kerja Drafter Abstract Work in the field of drafter is one of favorit students state vocational schools 5 Surabaya. SMK as an institution level educational medium was intended to produce tamatan who has knowledge, attitudes and attitude noble and competence standard national and global so that needs to be improved its quality in various activities of relevance to the real needs of to the community. This research used a quantitative approach . Design regression this research is aiming to find strong or how major between variables , in the influence of work practices industry ( prakerin ) and drawing software to be independent variable to better prepare for the world of work as variable dependent on state 5 surabaya .Time and place the study is done at a student xiii of the fields of expertise technique picture a building academic year 2014 / 2015 state 5 surabaya the 41 students from 84 population that is. The analysis regression prakerin test results on the readiness employment is worth 0,026 that can be seen from the regression equation double as follows: y = 68,786 + 0,026x1 + 0,213x2 , where he as variable readiness of work and x1 as variable prakerin value .The study results pelejaran draw with the software against readiness employment is worth 0,213 that can be seen from the regression equation double as follows: y = 68,786 + 0,026x1 + 0,213x2 , where he as variable readiness of work and x2 as variable study results subjects draw with software .The study results subjects drawing software ( x2 ) and value prakerin ( x1 ) can affect the readiness work drafter ( y ) of 8,7 %. Keywords: study results subjects drawing software , regression , the work practices industry , readiness drafter work
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA KOMPETENSI DASAR MERANCANG KONSTRUKSI TANGGA MAIDAR, ??
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan wawancara dengan siswa kelas XI TGB 1 permasalahan yang terjadi antara lain siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa menghubungkan apa yang dipelajari dengan bagaimana penerapannya di lapangan, siswa kurang memperhatikan apa yang dijelaskan guru, metode yang digunakan guru masih bersifat pembelajaran langsung, siswa kurang dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, maka diperlukan penyelesaian yang tepat dengan mengimplementasikan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran CTL pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga kelas XI TGB 1, 2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga, 3) untuk mengetahui respon siswa dengan menggunakan model pembelajaran pada kompetensi dasar merancang konstruksi tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB 1 sebanyak 28 siswa, data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen adalah lembar validasi perangkat, lembar observasi, tes dan respon siswa. Teknik pengambilan data yang digunakan 1) lembar observasi, 2) tes siklus, 3) angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian 1) analisa validasi perangkat pembelajaran, 2) analisa keterlaksanaan model pembelajaran CTL, 3) analisa tes hasil belajar siswa, 4) analisa angket respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat peningkatan keterlaksanaan model pembelajaran CTL pada kegiatan guru mengajar. Dalam Kunandar (2010:235) aspek penilaian terdiri dari 4 (empat) dengan masing-masing kategori yaitu: 1 (Kurang Baik), 2 (Cukup), 3 (Baik), 4 (Sangat Baik). Pada siklus I memperoleh hasil 2,39 termasuk dalam kategori Cukup, hasil yang diperoleh pada siklus II terdapat peningkatan dari siklus I yaitu 3,84 termasuk kategori Sangat Baik. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I yang tuntas sebanyak 9 siswa atau sebesar 32,14% dan meningkat pada siklus II sebanyak 26 siswa atau sebesar 92,86%. Hasil angket respon siswa memperoleh nilai tertinggi sebesar 85,7% atau 24 siswa yang menyatakan setuju dengan model pembelajaran CTL, sedangkan nilai terendah sebesar 72,5% atau 20 siswa yang menyatakan model pembelajaran CTL tidak menyenangkan pada mata pelajaran konstruksi tangga. Kata Kunci : Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil Belajar Siswa, Respon Siswa Abstract Based on interviews with students of class XI TGB 1 SMK Negeri Kemlagi Mojokerto, the problems that occur include students only listen to the teacher without explanation what is learned by how the application in the field, students pay less attention to what the teacher explained, students are less involved in learning activities, then Proper completion is required by implementing Contextual Teaching and Learning (CTL) learning models to improve student learning outcomes. The purpose of this research is to 1) to know the implementation of CTL learning model on the basic competence to design the construction of class ladder XI TGB 1, 2) to know the improvement of student learning outcomes by using CTL learning model on basic competence to design the ladder construction, 3) to know the student response by using Learning model on the basic competence of designing stair construction. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) conducted in SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto. The subjects of this research are students of class XI TGB 1 as many as 28 students, the data collected by using instrument is device validation sheet, observation sheet, test and student response. Data collection techniques used were observation sheets, cycle tests and student response questionnaires. Data analysis technique used in the research 1) learning device validation analysis, 2) analysis of learning model implementation of CTL, 3) analysis of student learning result test, 4) student response questionnaire analysis. The result of this research is increasing the implementation of CTL learning model in teaching teacher activity. In Kunandar (2010: 235) assessment aspect consists of 4 (four) with each category namely: 1 (Less Good), 2 (Enough), 3 (Good), 4 (Very Good). In the first cycle I get 2.39 results included in the category Enough, the results obtained in cycle II there is an increase from cycle I ie 3.84 including the category of Very Good. While the students' learning outcomes in the complete cycle I of 9 students or 32.14% and increased in cycle II as many as 26 students or equal to 92.86%. Result of questionnaire of student response get highest score equal to 85,7% or 24 student expressing agree with learning model of CTL, whereas lowest score equal to 72,5% or 20 student expressing CTL learning model is not fun on ladder construction subject Keywords: Coontextual Teaching and Learning, Student Learning Outcomes, Student Response
PENGARUH  PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING PADA NILAI MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO SANDI HUTAJULU, ERIC
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengamatan bahwa suasana pembelajaran pada mata pelajaran gambar konstruksi bangunan di kelas XI TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo masih bersifat konvensional. Dimana guru mendominasi kegiatan belajar-mengajar sementara siswa hanya mendengarkan dan mempraktikan sesuai perintah guru. Metode latihan terbimbing merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk dapat meningkatkan keaktifan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, dan mengetahui hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen One Case Shoot Study. Rancangan penelitian eksperimen menggunakan dua metode yaitu treatment yang diberikan dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB 2 SMK Negeri 1 Sidoarjo. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB 2 yang berjumlah 27 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan, dan tes. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran sebelum digunakan sebagai perangkat dikelas XI TGB 2 SMK Negeri 1 Sidoarjo, lembar keterlaksanaan bertujuan untuk mengetahui kegiatan mengajar guru dan kegiatan siswa dan tes bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan latihan terbimbing. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis hasil validasi, menganalisis hasil keterlaksanaan pembelajaran dan menganalisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran silabus mendapat skor rata-rata 4,16 dengan kategori baik, RPP mendapat skor rata-rata 4,16 dengan kategori baik, materi mendapat skor rata-rata 4,25 dengan kategori sangat baik, dan soal mendapat skor rata-rata 4,45 dengan kategori sangat baik. Hasil pengamatan kegiatan guru mengajar mendapat skor rata-rata 3,94 dengan kategori baik dan hasil kegiatan siswa mendapat skor rata-rata 3,58 dengan kategori baik. Secara individu 22 siswa tuntas dan 5 siswa belum tuntas. Sedangkan secara klasikal hasil belajar siswa sebesar 81% dengan nilai modus sebesar 94, median 93, dan mean 83,44. Kata kunci: perangkat pembelajaran, keterlaksanaan, hasil belajar. Abstract The result of observation that the learning situation in the building construction drawing class in class XI TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo is still conventional. Where the teacher dominates the teaching-learning activities while the students just listen and practice as instructed by the teacher. Guided training method is one of the alternatives that teachers can use in order to improve student activeness. The formulation of the problem in this research is the feasibility of instructional devices, learning implementation, and learning outcomes. The purpose of this study is to determine the feasibility of learning tools, know the implementation of learning, and know the student learning outcomes. This type of research is a One Case Shoot Study experiment. The experimental research design uses two methods: treatment and observation. Population in this research is student of class XI TGB 2 SMK Negeri 1 Sidoarjo. While the sample in this study were students of class XI TGB 2 which amounted to 27 people. The research instrument used is validation sheet, learning device, implementation sheet, and test. The data collection technique used is the learning device validation sheet aimed to find out the feasibility of the learning device before being used as a device in class XI TGB 2 SMK Negeri 1 Sidoarjo, the objective sheet aimed to find out the teaching activities of the teacher and the student activities and the tests aimed to find out the students learning outcomes after the learning With guided training. Data analysis techniques used are analyzing the validation results, analyzing the results of learning implementation and analyzing student learning outcomes. The results of this study indicate that the feasibility of syllabus learning tools got an average score of 4.16 with good category, the RPP got an average score of 4.16 with good category, the material got an average score of 4.25 with very good category, Got an average score of 4.45 with very good category. The result of observation of teacher activity got average score 3,94 with good category and student activity result got score average 3.58 with good category. Individually 22 students completed and 5 students have not been completed. While the classical student learning outcomes of 81% with a mode value of 94, median 93, and mean 83.44. Keywords: Learning tools, Implementation, Learning outcomes.
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TGB SMK NEGERI 2 KRAKSAAN SALAMAH, SARAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active Knowledge Sharing merupakan model pembelajaran aktif yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif. Active Knowledge Sharing merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Active Knowledge Sharing pada mata pelajaran konstruksi bangunan kelas X TGB di SMK Negeri 2 Kraksaan. Model pembelajaran active knowledge sharing ini merupakan model pembelajaran team atau kelompok belajar yang dibentuk secara homogen, dimana pembentukan kelompok belajar dibentuk oleh guru mata pelajaran konstruksi bangunan dan pembelajaran ini diterapkan agar peserta didik terbiasa saling tukar pendapat atau berbagi pengetahuan dengan temannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre experimental dengan bentuk one shot case study. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Kraksaan kelas X Teknik Gambar Bangunan dengan jumlah 32 siswa pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket yang berupa lembaran-lembaran validasi yang akan divalidasi langsung oleh para ahli, yaitu Dosen Teknik Sipil UNESA dan Guru dari SMK Negeri 2 Kraksaan. Metode observasi yaitu berupa data keterlaksanaan setiap tahapan model pembelajaran Active Knowledge Sharing, sedangkan metode tes (posttest) dilakukan setelah diberikannya treatment atau setelah mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Hasil penelitian pelaksanaan model pembelajaran Active Knowledge Sharing terdiri dari: 1) Kelayakan perangkat pembelajaran dengan presentase sebesar 87,91% dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 2) Keterlaksanaan model pembelajaran dengan presentase 83,24% dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 3) Hasil belajar siswa dengan rata-rata 85,81 dengan standar ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis data diatas, bahwa pelaksanaan model pembelajaran Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memenuhi target ketuntasan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing, Kelayakan, Keterlaksanaan, Hasil Belajar            Abstract Active knowledge sharing are learning model active aimed at increasing of student competency in the aspect of cognitive. Active knowledge sharing are the strategy that emphasizes students to share and help in resolving questions given. This study is to find study results students use learning model active knowledge sharing on the subjects of the construction of buildings class X TGB in state vocational schools 2 Kraksaan. Learning model active knowledge sharing this is learning model team or study group formed in homogeneous, where the formation of study group formed by subject teachers the construction of buildings and learning is applied that participants students used to exchange opinion or share knowledge with his friend. The research is the kind of research experimental pretax with the shape of one shot case study. The study is done in vocational school 2 Kraksaan technique class X TGB with the number of 32 in the first half of students completed the school year 2016/2017. And the data in this report is written with a method of poll in the form of validation pages of which will be validated directly by the experts, namely a lecturer of civil engineering UNESA and teachers from vocational school Kraksaan 2. A method of observation namely in the form of feasibility each stage of the kind of classroom active knowledge sharing, while a method of a test (posttest) should be conducted after he gave treatment or after getting learning with kind of classroom active knowledge sharing . The results of research the implementation of the kind of classroom active knowledge sharing consisting of: 1) learning the worthiness of the device with the percentage of 87,91% expressed very good and useful for the used, 2) feasibility kind of classroom with the percentage 83,24% expressed very good and useful for the used, 3) learning outcomes students with an average 85,81 with a standard minimum ketuntasan (KKM) of a 75. A conclusion that may be drawn from the analysis data on , that the implementation of learning model active knowledge sharing can improve learning outcomes students and improve the study results ketuntasan student. Keywords: Model Active Knowledge Sharing, The Worthiness, Implemented, The Test Results