cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENGGUNAAN MEDIA EDU-GAME BOARD DALAM MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA KOMPETENSI DASAR MEMAHAMI MACAM-MACAM PEKERJAAN BATU DAN BETON (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 2 SURABAYA) KUNANTA, SURYA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Media edu-game board adalah permainan yang di adopsi dari game BINGO. Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran untuk menghadapkan siswa dengan permasalahan yang nyata dan penyelesaiannya pun dihadapkan dengan hal yang nyata. Media edu-game board dalam pembelajaran langsung diharapkan mampu meningkatkat hasil belajar. Dasain penelitian ini adalah pre-experimental designs. Jenis penelitian menggunakan one shot case stusy. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Konstruksi Kayu 1 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surabaya dengan jumlah siswa 24 Siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016-2017. Data yang diambil meliputi validasi media, perangkat pengajaran, keterlaksanaan penelitian pembelajaran, respon siswa dan hasil belajar. Berdasarkan hasil validasi media edu-game board mendapatkan presentase  79%, soal media edu-game board mendapatkan presentase 81,43%, silabus mendapatkan presentase 81,54%, RPP mendapatkan presentase 78,42%, materi mendapatkan presentase 81,43%, posttest mendapatkan presentase 78,57%. Artinya seluruhnya dapat digunakan karena memenuhi kriteria di atas 40%. Pelaksanaan penelitian pembelajaran masuk dalam kreteria baik dengan rata-rata presentase 76,85% dari tiga pertemuan. Respon siswa terhadap media masuk dalam katergori bagus dengan prosentase 68,86%. Rata-rata hasil belajar siswa telah memenuhi nilai kriteria kelulusan minimal yaitu 75 dengan rata-rata 77,22 dan dari analisis hasil belajar didapatkan thitung = 1,231 < tgambar = 1,741 memakai taraf kesalahan 5% sehingga disimpulkan H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Media Edu-Game Board, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar. Abstract This research looking to know student? learning result. Edu-game board media is an adopted game of BINGO. Direct Instruction Model is a model of learning to confront students with real problems and Problem solving is expected to be a real solution. Edu-game board media in direct instruction model is expected to improve learning outcomes. Edu-game The design of research is pre-experimental designs Types of research use one shot case stusy. Subject of research is students? XI Wood construction 1 from vocational high school district 2 of surabaya with a total of 24 students. This research conducted in the even semester of the academic year 2016-2017. The data are taken from validation media, learning of device, learning implementation, student response and learning result. Edu-game board media validation results get a percentage 79%, test of edu-game board media validation results get a percentage 81,43%, Syllabus validation results get a percentage 81,54%, lesson plan validation results get a percentage 78,42%, instructional material validation results get a percentage 81,43%, posttest validation results get a percentage 78,57%. This means that all can be used because it meets the criteria above 40%. Teaching implementation implementation entered the criteria well with the average percentage of 76.85% of the three times learning. Students' responses to media enter in good category with percentage 68,86%. The average student learning results have been passed reach Minimum completion criteria is 75 with an average of 77.22 And from the analysis of learning results obtained thitung = 1,231 < tgambar = 1,741 use level of significance 5%, Then the result can be concluded H0 accepted and Ha rejected. Keywords: Edu-Game Board Media, Direct Instruction Model, Student learning results
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATERI PELAKSANAAN PEMASANGAN PONDASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURABAYA IRHAMSYAH,
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di SMKN 2 Surabaya berdasarkan dari hasil belajar siswa kelas X GB 3 yang belum tuntas. Hal ini disebkan oleh pembelajaran yang digunakan oleh guru sering bersifat teacher centere, masih cenderung konvensional. Oleh sebab itu, aktivitas dan kreativitas siswa sangat rendah mengikuti pembelajaran. Berdasarkan dari masalah yang ada, maka perlu ada solusi untuk mengatasi permasalahan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran, untuk mengetahui hasil belajar siswa. Diharapkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X GB 3 Teknik Gambar Bangunan SMKN 2 Surabaya Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil penelitian kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan hasil validasi silabus didapat persentase 92%, Rencana Perangkat Pembelajaran 90% dan materi sebesar 90%. Ini menunjukkan bahwa, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria sangat valid. Keterlaksanaan model pembelajaran TAI terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 1,60 dengan kriteria kurang baik menjadi 3,46 dengan kriteria baik. Hasil belajar siswa meningkat dengan ketuntasan klasikal 52% menjadi 90%. Pada siklus I persentase nilai rata-rata siswa yaitu 52% dengan kriteria tidak tuntas  atau ≤ 75%. Sedangkan pada siklus II persentase nilai rata-rata siswa yaitu 90% dengan kriteria tuntas atau ≥ 75%. Maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization, Hasil Belajar Siwa. Abstract The research in SMKN 2 Surabaya is based on the result of the study of the students of X class of unfinished Building Drawings. This is caused by the lessons used by teachers are often teacher centric, still tend to be conventional. Therefore, the activity and creativity of students is very low following the learning. Based on the existing problems, then there needs to be a solution to overcome the problem by applying cooperative learning model type Team Assisted Individualization. The purpose of this study is to determine the implementation of learning models, to determine student learning outcomes. It is expected that with the implementation of cooperative learning model TAI type student learning outcomes become better. The research method used is Class Action Research which consists of 2 cycles. Subjects in this study were the students of class X Building Drawings Program Building Materials Engineering skills SMK Negeri 2 Surabaya Year 2016/2017. The results of feasibility study of learning tools based on the results of validation syllabus get percentage 92%, Learning Device Plan 90% and material by 90%. This indicates that, the learning device meets the criteria is very valid. The implementation of the TAI learning model has increased from cycle I to cycle II that is 1.60 with the criterion less good to 3.46 with good criteria. Student learning outcomes increase with classical completeness 52% to 90%. In cycle I the percentage of the average score of students is 52% with incomplete criteria or ≤ 75%. While in cycle II the percentage of the average value of students is 90% with a complete criterion or ≥ 75%. So it can be concluded the application of cooperative learning model type Assisted Individualization Team can improve student learning outcomes. Keywords: Cooperative Learning Model Type Team Assisted Individualization, Shiva LearningOutcomes.
PENGGUNAAN MEDIA MINIATUR PADA MATERI DASAR-DASAR MENGGAMBAR INSTALASI PLAMBING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO CAPRIMIANTO, FERIZ
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media miniatur yang digunakan sebagai media pembelajaran pada materi Dasar-Dasar Menggambar Instalasi Plambing dan mengetahui hasil belajar siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo terhadap penggunaan media miniatur pada materi Dasar-Dasar Menggambar Instalasi Plambing. Media miniatur adalah satu usaha untuk menciptakan pembelajaran baru yang merefleksikan aspek realita agar lebih mempermudah seorang guru dalam menyampaikan materi dan praktik yang diajarkan di sekolah yang diharapkan siswa dapat meningkatkan pemahaman materi yang diajarkan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu True experimental design, dengan bentuk posttest-only control design. Pengambilan sampel sebanyak 2 kelas, yaitu kelas XI TGB 1 dan XI TGB 2. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi perangkat pembelajaran, media miniatur dan tes hasil belajar. Pelaksanaan model pembelajaran langsung menggunakan media miniatur, dimana kelas hanya diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung yang ditambahkan dengan media miniatur di setiap pertemuannya.  Teknik  analisis  data  menggunakan  analisis  kelayakan perangkat pembelajaran, media miniatur dan analisis hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kelayakan perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat layak dengan rerata prosentase 89,32%. (b) kelayakan media miniatur menunjukkan kriteria sangat layak dengan rerata prosentase 93,33%. (c) hasil belajar pertemuan  ke-1 pada kelas eksperimen didapatkan nilai rata-rata sebesar 73,19, sedangkan kelas kontrol didapatkan nilai rata-rata sebesar 43,74. Untuk hasil belajar pertemuan  ke-2 pada kelas eksperimen didapatkan nilai rata-rata sebesar 78,97, sedangkan kelas kontrol didapatkan nilai rata-rata sebesar 67,91. Kata Kunci: Instalasi Plambing, Media Miniatur, Hasil Belajar. Abstract This study aims to determine the feasibility of miniature media that is used as a medium of learning on basic materials Drawing Plambing Installation and knowing the results of student learning class XI TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo against the use of miniature media on the basics of drawing Plambing Installation. Miniature media is an attempt to create a new learning that reflects aspects of reality to make it easier for a teacher to deliver materials and practices taught in schools that students are expected to improve understanding of the taught material. The type of research used is True experimental design, with posttest-only control design. Sampling as much as 2 classes, namely class XI TGB 1 and XI TGB 2. Instrument data collection using learning device validation sheet, miniature media and test result learning. Implementation of direct learning model using miniature media, where class is only given learning with direct learning model that is added with miniature media at each meeting. Data analysis technique uses feasibility analysis of learning device, miniature media and analysis of learning result. The results showed that (a) the feasibility of instructional devices showed very decent criteria with the average percentage of 89.32%. (B) the feasibility of miniature media shows very reasonable criteria with mean percentage 93,33%. (C) the learning result of the 1st meeting in the experimental class obtained an average score of 73.19, while the control class obtained an average score of 43.74. For the learning result of the 2nd meeting in the experimental class, the average score was 78.97, while the control class obtained an average score of 67.91. Keywords: Plumbing Installation, Miniature Media, Learning Outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MENINGKATKKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) KELAS XI TGB DI SMKN JRENGIK KABUPATEN SAMPANG NURJANNAH, ANA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kelayakan perangkat pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada mata pelajaran rencana anggaran biaya konstruksi kuda-kuda kayu, respon siswa dan hasil belajar siswa menggunakan metode TAI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimental design bentuk one-shoutcase study dengan menggunakan satu kelas yang dilakukan secara terbagi beberapa kelompok  terdiri dari 4-5. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar validasi kelayakan perangkat pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TAI,  respon siswa dan tes hasil belajar (post-test) pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga kelas XI TGB di SMK Negeri Jrengik dengan menggunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat peningkatan penilaian kelayakan perangkat sebesar 82,25%, respon siswa sebesar 81,41% dan hasil belajar siswa berdasarkan perhitungan uji t didapatkan nilai sebesar thitung > ttabel (13,10 > 1,74). Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sesudah menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan kelas yang menerapkan metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe TAI berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kata Kunci :  Team Assisted Individualization (TAI), Kelayakan Perangkat Pembelajaran, Respon Siswa, Hasil,Belajar Siswa. Abstract This study aims to determine the applicatione of the  feasibility of learning tools using the method of Team Assisted Individualization (TAI) teamed on the subject of budget plan horse wood horse construction costs, student  responses and student learning outcomes using the TAI. This the type of research used is pre-experimental study design form one-shoutcase study by using a class that is done divided into several groups consisting of 4-5. Date collection in this research was obtained through validation sheet of the feasibility of learning model cooperative learning model of type TAI , student response and test result of learning (post-test) at first meeting, second and third grade of TGB XI at SMKN Jrengik by using t test. The results showed that there was an increase in feasibility assessment of  the device of 82,25%, the student response was 81,41%, and the students learning outcomes based on the value of arithmetic tcount  > ttable(13,10 > 1,74). That is, there are significant differences in learning outcomes after applying TAI type cooperative learning methods with classes that apply conventional learning methods. Thus, cooperative learning model type TAI effect on student learning  on the subjects Budget Plan. Cost (RAB). Keywords: Team Assisted Indvidualization (TAI), Feasibility  Learning Devices, Student response, Student Learning outcomes.
IMPLEMENTASI INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA PADA POKOK BAHASAN MENGGAMBAR PROYEKSI BANGUNAN SEDERHANA DI KELAS XI TGB 1 SMKN 1 MOJOKERTO (BERBASIS KURIKULUM 2013) AZIZ, FAKHRUDDIN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pokok bahasan Menggambar Proyeksi Bangunan Sederhana di kelas XI TGB 1 SMKN 1 Mojokerto dengan rincian yaitu 1). Kelayakan instrumen penilaian kinerja dan 2). Hasil belajar siswa yang dicapai melalui implementasi instrumen penilaian kinerja. Metode penelitian ini adalah penelitian penerapan (implementasi) yang didahului dengan mengadaptasi lembar penilaian BSNP Tahun 2015/2016. Data yang diperlukan pada penelitian ini diperoleh melalui teknik implementasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang dicapai melalui implementasi instrumen penilaian kinerja yang disusun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil kelayakan instrumen penilaian kinerja menunjukkan persentase sebesar 80,00% atau valid, artinya instrumen penilaian dapat digunakan untuk menilai kinerja siswa. Hasil belajar siswa kelas XI TGB 1 didapatkan nilai rerata sebesar 78,0. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik simpulan bahwa, instrumen penilaian kinerja dapat diimplementasikan pada pokok bahasan Menggambar Proyeksi Bangunan Sederhana di kelas XI TGB 1 SMKN 1 Mojokerto dan dapat mengetahui hasil belajar siswa, namun perlu penyesuain komponen penilaian. Komponen penilaian yang mengalami penyesuaian yaitu proses (sistematika dan cara kerja) dan hasil kerja. Kata Kunci: Implementasi, Instrumen Penilaian, Kinerja, Kurikulum 2013, Hasil Belajar. Abstract The purpose of this research is to know the student learning result on the subject Drawing Projection of Simple Construction in class XI TGB 1 SMKN 1 Mojokerto with details 1). Validity of performance assessment instrument and 2). Student learning result which is achieved through the implementation of performance assessment instrument. The metode of this research is implementation research which preceded by adapting assessment instrument of BSNP 2015/2016. The data in this research is obtained through the technique of implementation. This technique is used to know the student learning result which is achieved through the implementation of performance assessment instrument are prepared. The result of this research shows the validity result of performance assessment instrument shows the percentage is 80,00% or valid, it means that assessment instrument can be used to assess student performance. The student learning result of class XI TGB 1 got the average score equal to 78,0. Based on the result of the research, it can be concluded that, the performance assessment instrument can be implemented on the subject Drawing Projection of Simple Construction in class XI TGB 1 SMKN 1 Mojokerto and can know the student learning result, but need to adjust the assessment component. The assessment component that have adjutment are process (systematics and procedure) and result of work. Keywords: Implementation, Assessment Instrument, Performance, Curriculum 2013, Learning Result.
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI 3 DIMENSI BERBASIS BLENDER PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI KELAS X SMK NEGERI 7 SURABAYA YUDHA PERWIRA, YANUAR
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Surabaya memiliki kendala yaitu siswa kelas X yang masih kurang dalam memahami pelajaran. Hal ini berdasarkan wawancara dengan kepala jurusan Teknik Gambar Bangunan yang menyatakan penurunan jumlah siswa jurusan TGB dari kelas X yang berjumlah rata-rata 36, dan menurun tiap kenaikan kelas, dan akhirnya menurun menjadi 28-30 siswa pada kelas XII. Oleh karena itu diperlukan perhatian yang lebih khusus pada kelas X TGB, sehingga perlu dilaksanakan penelitian menggunakan media animasi 3 dimensi. Tujuan penelitian ini adalah (a) mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran; (b) keterlaksanaan pembelajaran; (c) hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan model One-Shot Case Study. Penelitian ini dilakukan di SMKN 7 Surabaya. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 7 Surabaya. Jumlah subjek penelitian sebanyak 33 siswa. Hasil rata-rata kelayakan perangkat pembelajaran sebesar 83,02%. Sehingga perangkat pembelajaran dikatakan layak untuk digunakan. Hasil rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 72,54%. Sehingga keterlaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori baik. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 73,33. Berdasarkan KKM di SMKN 7 Surabaya hasil tersebut masih di bawah KKM dengan selisih 1,67. Kata Kunci: animasi 3 dimensi, Blender, Konstruksi Bangunan, Teknik Gambar Bangunan. Abstract Vocational High School 7 Surabaya has an obstacle that is students in class X who are still less in understanding the lesson. This is based on an interview with the head of Building Drawing Engineering Department who stated the decrease in the number of students of BDE from class X which amounted to an average of 36, and decreased every grade promotion, and eventually decreased to 28-30 students in class XII. Therefore, more special attention is needed to the BDE class X, so research needs to be done using 3 dimensional animation media. The objectives of this research are (a) to know the feasibility of learning device; (b) the implementation of learning; (c) student learning outcomes. The type of research conducted is experimental research and using the One-Shot Case Study model. This research was conducted at SMKN 7 Surabaya. The research was conducted in the second semester of academic year 2016/2017. The subject of this research is the students in class X Building Drawing Engineering Department SMKN 7 Surabaya. The number of research subjects were 38 students. The average result of learning device feasibility is 83.02%. So the learning device is said to be feasible to use. The average learning implementation was 72.54%. So that the implementation of learning into the category of good. The average of student’s learning result is 73.33. Based on KKM at SMKN 7 Surabaya the result is still below KKM with difference of 1.67. Keywords: 3 dimensional animation, Blender, Building Construction, Building Drawing Engineering.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATAIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE BERBASIS PRODUK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONALTERHADAP HASIL BELAJAR MENERAPAKAN DASAR-DASAR GAMBAR TEKNIK SISWA KELAS X TGB SMK NEGERI 1 KEMLAGI ANDIANI, MERY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang gambar. Tujuan penelitian adalah untuk 1)mengetahui bagaimana keterlaksanaan pembelajaran Menerapkan Dasar-Dasar Gambar Teknik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example berbasis produk, 2)mengetahui perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example berbasis produk dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Menerapkan Dasar-Dasar Gambar Teknik. Jenis penelitian ini adalah true experimen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Teknik analisis data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil belajar dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas dan menguji hipotesis dengan uji-t dua pihak. Penelitian dilaksanakan setelah perangkat pembelajaran dinyatakan valid oleh validator. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example berbasis produk pada pertemuan 1 dan 4  mendapat katagori sangat baik dengan persentase 81% dan 82%, sedangkan keaktifan siswa mendapat katagori sangat aktif dengan persentase 84%. Analisis penilaian produk, nilai thitung  2,09 dan 2,52 dengan harga ttabel sebesar 2,04, maka H1 diterima dan H0 ditolak, artinya ada perbedaan antara kedua kelas yang dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaram kooperatif tipe Example Non Example berbasis produk lebih tinggi daripada kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional.  Analisis penilaian tes hasil belajar, nilai thitung 1,25, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan antara kedua kelas. Kata Kunci: Example Non Example, Gambar Teknik Abstract Cooperative learning model of example non example type can improve understanding students abaut picture. Research purposes is to 1) determine learning process Bases Draw Technique by used Cooperative learning model of example non example type based on products, 2) know difference of Cooperative learning model of example non example type based on products Conventional learning model to learning outcomes Apply Bases Draw Technique. The research is true experiment research. The research instrument used consists of the observation sheet of learning process and the test of result study. Data analysis technique learning process used was descriptive analysis while learning outcomes to be analysed with test of normalitas, homogeneity and hypothesis test using t-test of two side. The research was executed after peripheral of study expressed valid by validator. Learning process use using Cooperative learning model of example non example type based on products at  meeting 1 and 4 getting very good category with percentage 81% and 82%, while livelines of student get very active category with percentage 84%. From analysis assessment of product, got tcalculation 2,09 and 2,52 with the table of tvalue is 2,04, Therefore, H1 is accepted and H0 is rejected which means there a difference between the two classes with class average value used Cooperative learning model of example non example type based on products than class used Conventional learning model. While analysis assessment of tes result of learning, to be got tcalculation 1,25, therefore, H0 is accepted and H1 is rejected with which means there is no difference between the two classes Keywords: Example Non Example, Drawing Technique
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN HANDOUT PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TGB SMK NEGERI 7 SURABAYA JAMALUDDIN A.AB, A.M.NASRULLAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil wawancara dengan guru konstruksi bangunan pembelajaran masih menggunakan  metode ceramah, sehingga peserta didik dalam kegiatan belajar  cepat  menjadi bosan serta cenderung  pasif.  Rendahnya kualitas siswa dan berdampak pada pencapaian nilai hasil belajar. Metode Problem Based Instruction (PBI) dengan handout diharapkan dapat menarik minat belajar siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian Pre-Experimental Design. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 di SMK Negeri 7 Surabaya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB. Teknik analisis data berupa kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar Penelitian ini didapat tiga hasil: (1) Kelayakan perangkat pembelajaran meliputi validasi silabus mendapat prosentase 79,09%, validasi RPP mendapatkan prosentase 81,90%, validasi materi  mendapatkan prosentase 78.00% dan lembar soal belajar siswa mendapatkan prosentase 80,00%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran. (2) Keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan I mendapatkan prosentase 81,07% dan pada pertemuan II mendapatkan prosentase 82,50%, sehingga dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berkriterian baik. (3) Hasil belajar siswa telah mencapai target ketuntasan klasikal mendapatkan prosentase 78,95%, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mendapatkan nilai yang baik. Kata Kunci: Problem Based Instruction, Handout, Hasil Belajar, Konstruksi Bangunan. Abstract The results of interviews with teachers of building construction learning still use lecture method, so the students in learning activities feel too bored and dominance to be passive. The low quality of students and impact on achieving the value of learning output. Problem Based Instruction (PBI) method with handout is expected to attract student learning interest so student learning result can be improved. The kind of research used is Pre-Experimental Design research. This research is do in the second semester of academic year 2016/2017 in SMK Negeri 7 Surabaya. The subjects of this study are students of class X TGB. Technique of data analysis in the form of feasibility of learning device, of learning execution and learning result. This study obtained three result: (1) The feasibility of instructional tools including the validation of syllabus gets 79.09% percentage, RPP validation gets percentage 81,90%, Material validation get percentage 78.00% and student learning problem sheet get percentage 80,00%. So it can be concluded that the feasibility of learning devices declared eligible to be used in the learning process. (2) Implementation of learning at meeting I get percentage 81,07% and at meeting II get percentage 82,50%, So it can be concluded that the implementation of learning is good criteria. (3) Student learning output have reached the target of classical completeness get percentage of 78,95%, So it can be concluded that student learning output get best value. Keywords: Problem Based Instruction, Handout, Learning Outcomes, Building Construction.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL 3 DIMENSI PADA KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN PEMBUATAN SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN KAYU DI SMKN 1 KEDIRI SAGITA FAJAR SUGIARTO, TOMY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi seperti sekarang sudah sangat maju dan guru dituntut untuk membuat pembelajaran agar tidak membosankan. Media visual 3 Dimensi ini dapat di manfaatkan oleh guru untuk mengatasi kebosanan siswa. Tujuan penelitian ini adalah: (1)mengetahui kelayakan media visual 3 dimensi; (2)Mengetahui keterlaksanan pembelajaran; (3)Mengetahui hasil belajar siswa; (4)Mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran. Jenis Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian pengembangan (research and development) langkah 1-6. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1)Kelayakan media pembelajaran mendapatkan rata-rata 84% oleh ahli media dan 81% oleh ahli materi dan berada dalam kategori Sangat Layak; (2) Keterlaksanaan pembelajaran mendapat nilai rata-rata presentase 84% dan berada dalam kategori Baik; (3)Hasil belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata presentase 76,84 dan berada dalam kategori Baik; (4)Respon peserta didik mendapatkan presentase nilai rata-rata 88% dan memasuki kategori Sangat Menarik. Kata Kunci: Media Visual 3 dimensi, Research and Development, Hasil belajar siswa. Abstract The development of such technologies is now highly developed and teachers are required to make the learning not to boring. This visual media 3 dimensional can take advantage of by teachers to cope with the boredom of students. The purpose of this research is: (1) find out the feasibility of visual media 3 dimensional; (2) Knowing the learning keterlaksanan; (3) Find out the results of student learning; (4) Knowing the student response against the media of instruction. The type of research that is carried out is research development (research and development) step 1-6. The results obtained indicate that (1) the feasibility of the learning media getting average 84% by media experts and 81% by material and is in the category of very decent; (2) Keterlaksanaan learning gets a percentage of the average value of 84% and is in the category either; (3) Learning outcomes students get value the average percentage of the 76.84 and is in the category either; (4) The response of the learners get a percentage of the average value of 88% and entering a very interesting category. Keywords: 3 Dimensions visual media, Research and Development, Student learning outcomes.
EVALUASI MATA KULIAH PRAKTIK INDUSTRI (PI/PKL) DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PEKERJAAN ALUMNI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Fernanda Fitriyanti, Rizka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah Praktik Industri (PI/PKL) dalam perguruan tinggi negeri berfungsi untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa agar siap kerja. Membangun kepercayaan dengan para karyawan maupun staf dalam praktik industri digunakan untuk mendapatkan informasi pekerjaan dan menjalin kekerabatan. Alumni yang telah menempuh mata kuliah PI/PKL diharapkan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para lulusan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mampu bersaing dalam era pasar bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang evaluasi mata kuliah praktik industri (PI/PKL) dalam hubungannya dengan pekerjaan alumni teknik sipil Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif persentase. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa kuisioner yang dikirimkan kepada alumni program studi S1 Teknik Sipil melalui email. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alumni yang berhubungan dengan PI/PKL sebanyak 72% dan tidak berhubungan sebanyak 28%. Bidang-bidang yang digeluti oleh alumni sesuai dengan PI/PKL yaitu konstruksi gedung 93,94%, transportasi 50%, dan keairan 33,33%. Alumni yang bekerja sesuai bidang keilmuan Teknik Sipil yaitu 92,11% dan tidak sesuai yaitu 7,89%. Sektor industri yang paling banyak diminati oleh alumni yaitu kontraktor sebanyak 62,86%, konsultan 20%, bidang umum 8,57%, PNS 5,71%, dan BUMN 2,86% dengan penghasilan tiap bulan lebih dari Rp.1.800.000. Masa tunggu kerja paling banyak kurang dari 3 bulan yaitu 63,04%. Hasil penelitian evaluasi mata kuliah PI/PKL pada program studi S1 Teknik Sipil menunjukkan 30% alumni menyatakan bahwa PI/PKL dilaksanakan 1 kali pada bidang kontraktor, 15% alumni menyatakan bahwa perlu adanya kerja sama dengan perusahan terkait, 11% alumni menyatakan bahwa perlu adanya perbaikan mata kuliah PI/PKL dan SKS,  7% alumni masing-masing menyatakan bahwa perlu pengawasan dari dosen dan pembagian materi yang merata, 2% alumni masing-masing menyatakan bahwa perlu adanya penyuluhan PI/PKL, RAB pada dunia kerja dan pemisahan PI/PKL dengan kegiatan KKN, dan sisanya alumni memilih untuk tidak memberi saran. Kata kunci: Alumni, pekerjaan, Praktik industri (PI/PKL). Abstract The course of internship in the state university has serves for students confidence be ready to work. Build the confidence with the employees in the internship is used to get many information and establish kinship. Alumni than have taken the internship course be able to apply in the daily activity, so the alumni can create the new jobs and compete in the free market. The purpose of this study is to describe the evaluation from the course of internship in relation to the civil engineering alumni’s job in the University State of Surabaya. The method in this study is desciptive percentage. The technique of data collection in this study is a questionaire that send by email. The result from this study show that alumni related to internship is 72% and unrelated is 28%. The fields that involved by alumni in appropriate with internship is building construction as much as 93,94%, transportation 50% and water structure 33,33%. The alumni have been worked base on civil engineering competence is 92,11% and not base is 7,89%. Contractors is the most interested of internship by alumni as much as 62,86%, then consultants 20%, common sectors 8,57%, government employees 5,71% and state-owned enterprises 2,86% with monthly income more than Rp.1.800.000.  The most getting first job period of alumni is less than 3 months as much as 63,04%. The result from course of internship show that 30% alumni said that the  course of internship can be implemented once in the contractors, 15% alumni states that needs to be cooperation with the certain companies, 11% alumni states that needs improvement on the semester credit system and course of internship, 7% alumni states each that require supervision from lecturers and the distribution of material evenly, 2% alumni states each that require to be guidance abaut internship, a good budget plan and separation real work program, and the rest of alumni not to advise. Keywords : Alumni, job, internship.