cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN  KERJA LINGKUNGAN HIDUP (K3LH) PROYEK PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO) TBK PEMBANGUNAN TUNJUNGAN PLAZA 6 SURABAYA MAIDORA SANDITA, BONY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era masyarakat ekonomi asean (MEA) berdasarkan pusat data dan informasi Kementrian Kesehatan RI jumlah kasus kecelakaan akibat kerja tahun 2011-2014 relatif tinggi, pada tahun 2011 sebanyak 9891 kasus, tahun 2012 sebanyak 21735 kasus, tahun 2013 sebanyak 35917 kasus, dan tahun 2014 sebanyak 24910 kasus. Penelitian ini untuk mengetahui hasil keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan hidup itu layak, maka perlu dilakukan penilaian untuk mencari kekurangannya, melakukan revisi dan mengembangkan instrumen. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. telah melakukan pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan hidup dengan beberapa program seperti safety patrol, safety induction, dan safety talk. Penelitian ini berupa pengembangan lembar SHE (Safety Health Environment) 18 Inspections sebagai alat ukurnya menggunakan metode pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and  Evaluation) dengan tahapan analisis instrumen, mendesain instrumen, mengembangkan instrumen, menerapkan instrumen dan mengevaluasi instrumen. Hasil kelayakan pada lembar 18 SHE Inspections memperoleh 91.67% kriteria sangat baik oleh dosen Teknik Sipil Unesa dan memperoleh 93.33% kriteria sangat baik oleh SHE Manajer dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian pada lembar 18 SHE Inspections pengamatan pada Podium memperoleh nilai 69.86 dalam kriteria sedang, pengamatan pada Office memperoleh nilai 66.54 dalam kriteria sedang dan pengamatan pada Condotel memperoleh nilai 72.16 dalam kriteria sedang berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.26 tahun 2014. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa instrumen yang diterapkan di proyek dalam kriteria sedang. Kata Kunci : Keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan hidup, Pengembangan Instrumen ABSTRACT The Era of ASEAN Economic Community (AEC) based on information of The Minister Health Departement that the rate of accident at work place since 2011 till 2014 on high relative result, at 2011 amount 9891 cases, at 2012 amount 21735 cases, at 2013 amount 35917 cases, and at 2014 amount 24910 cases. This research’s aimed to find out result of safety health environment was properly, so it needed to estimate to look for deficiency, to evaluate and develop assessment instrument. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. has been took control Safety Health Environment in project with some programs such as safety patrol, safety induction, and safety talk. This research was development of SHE 18 Inspections’s sheet in project as standart device with using development method ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and  Evaluation) with phase to analysis the instrument, to design how the instrument suppose to be, to developed the instrument, to implementated the instrument, and evaluated the instrument. The result of the validation of 18 SHE inspection sheet amount 91.67% in very good criteria by the Lecturer of civil engineering Unesa and amount 93.33% in very good criteria by the SHE manager.The result of this research indicate SHE 18 Inspections that monitoring at the Podium gain 69.86 in average criteria , monitoring at the Office gain 66.54 in average criteria, and monitoring at the Condotel gain 72.16 in average criteria according The Minister of Matters Pertaining To Manpower No.26 at 2014 . The result of this research shown that the Implementated of the instrument in project in average criteria. Keywords : Development Of  Instruments, Safety Health Environment’s Instruments
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN HANDOUT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN TEORI KESEIMBANGAN DI SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO JAMIL, RAHMAT
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto ini didasari atas rendahnya hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi dasar menerapkan teori keseimbangan. Ketuntasan kelas hanya 45% atau 14 siswa dari 31 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75, artinya ada 17 siswa yang belum tuntas atau sebesar 55%. Hal tersebut disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan guru selalu menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pembelajaran satu arah, sehingga aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) berpusat pada guru (teacher centered). Untuk itu, dalam menyikapi masalah tersebut perlu dilakukan penelitian dengan model pembelajaran think pair share (TPS) dengan handout yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kegiatan mengajar guru dengan menerapkan model pembelajaran think pair share dengan handout (2) Mengetahui kegiatan belajar siswa pada saat mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 1 yang berjumlah 31 siswa. Data dalam penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar siswa dan pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran think pair share. sumber data dalam penelitian diperoleh dari teman sejawat, prosedur penelitian berbentuk siklus meliputi beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Teknik pengunpulan data menggunakan metode tes dan metode pengamatan, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis validasi perangkat pembelajaran, analisis keterlaksanaan model pembelajaran think pair share, analisis hasil belajar siswa dan analisis ketuntasan belajar klasikal. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, (a) hasil validasi silabus mencapai 81% dengan kriteria sangat valid, hasil validasi RPP mencapai 80% dengan kriteria valid, hasil validasi materi mencapai 80% dengan kriteria valid dan hasil validasi soal mencapai 80% dengan kriteria valid, (b) keterlaksanaan kegiatan guru pada siklus I hanya mencapai skor rata-rata dari pengamat 3,09 dengan kriteria baik, kemudian pada pelaksanaan siklus II terjadi peningkatan menjadi 4,3 atau  dengan kriteria sangat baik dalam skala 1-5 (c) keterlaksanaan kegiatan belajar siswa yang pada siklus I hanya mencapai skor rata-rata 2,8 dengan kriteria cukup kemudian mengalami peningkatan setelah dilakukan refleksi pada siklus II menjadi 4,2 dengan kriteria baik sekali dalam skala 1-5 (d) setelah mengimplementasikan model pembelajaran think pair share dengan handout hasil belajar siswa pada siklus I hanya mencapai ketuntasan kelas sebesar 48,4% atau hanya 15 dari 31 siswa yang tuntas sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai 72, kemudian pada siklus II ketuntasan kelas mengalami peningkatan menjadi 80,6% atau menjadi 25 dari 31 siswa yang tuntas sesuai KKM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran think pair share dengan handout dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Handout, Model TPS, Penelitian Tindakan Kelas Abstract The research which had been conducted  in SMKN 1 Kemlagi Mojokerto was based on the low learing achievement of grade X on basic competence of applying balance theory. The class achievement was only 45% or 14 of 31 students who reached the passing grade was 75, it means that there were 17  students who had not passed the passing grade or 55%.  This case was because the teacher always uses the convensional teaching method with one way learning, moreover the teaching learning process (TLP) was teacher centered. Therefore, to solve the problem, the writer needed to conduct the research by implementing Think Pair Share (TPS) teaching model with handout which was expexted to be able to improve the students learning achievement. The aims of this research were (1) Knowing teacher’s activities  by implementing Think Pair Share teaching model with handout (2) Knowing students’ learning activities while being implemented with Think Pair Share teaching model with handout (3) Knowing the improvement of students’ learning achievement by implementing Think Pair Share teaching model with handout. This research was classroom action research (CAR) which was conducted in SMKN 1 Kemlagi Mojokerto on sementer 2 academic year 2016/2017. The subject of the research was grade X TGB 1 students and the number of the students was 31 students. The data of the research was obtained through the test of students’ learning result and observation of Think Pair Share implementation. The data resources of the research was obtained from the colaborator. The research procedures was in the form of cycles covering planing, acting, observing, and reflecting stage.  The data collecting technique was used test and observation method. The data analysis technique was used the validity of learning set,  the analysis of Think Pair Share implementation, , the analysis of students’ learning result and the analysis of the passing of classical learning. The result of the research was as follow, (a) the result of sylabus validity was 81% with very valid criterion,  the result of lesson plans validity was 80% with valid criterion, the result of material validity was 80% with valid criterion, and the result of test validity was 80% with valid criterion, (b) the implementation of teacher’s activities in cycle I only reached the average score from the observer 3,09 with good criterion, then there was improvement of implementation teacher’s activities in cycle II became 4,3  with very good criterion o a scale 1-5 (c) the implementation of students’ learning activities that reached the average score of 2,8 with enough criterion in cycle I  was increased afterdoing reflection in cycle II became 4,2 with very good criterion in a scale of 1-5 (d) after implementing Think Pair Share with handout, the students’ learning achievement in cycle I only obtained the class achievement  of 48,4% or there were only 15 students from 31 students that reached the Passing Grade with score of 72, then there was improvement of class achievement in cycle II became 80,6% or the number of students who reached the Passing Grade  became 25 students of 31 students. Furthermore, it can be concluded that the implementation of Think Pair Share teaching model with handout can improve the students’ learning achievement. Keywords: handout, TPS Model, Classroom Action research.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MINIATUR PADA KOMPETENSI DASAR MENYAJIKAN GAMBAR KONSTRUKSI ATAP SESUAI KAIDAH GAMBAR TEKNIK SISWA KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO SUJITO PUTRO, AGUNG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh peserta didik di SMKN 2 Probolinggo masih kesulitan dalam memahami materi kompetensi dasar menyajikan gambar konstruksi atap serta mengaplikasikannya dalam kegiatan praktikum, disebabkan media yang digunakan berbentuk maket rumah yang bentuknya lebih fokus pada bentuk eksterior dan interior, sehingga pada konstruksi atapnya siswa tidak dapat melihat secara utuh bagian-bagiannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan media, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dilaksanakan di SMKN 2 Probolinggo semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subyek penelitian menggunakan kelas XI TGB. Teknik analisis data berupa analisis kelayakan perangkat dan media pembelajaran, analisis keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian menggunakan media miniatur didapatkan empat hasil. (1) Kelayakan media mendapat presentase rata-rata 89,44%, termasuk dalam kualifikasi sangat layak, (2) Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan satu, keterlaksanaan pembelajaran  guru mendapat presentase rata-rata sebesar 72,4% dengan kategori baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat presentase rata-rata sebesar 61% dengan kategori baik. Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan dua, keterlaksanaan pembelajaran guru mendapat presentase sebesar 89,6% dengan kategori sangat baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat presentase rata-rata sebesar 85% dengan kategori sangat baik, (3) Hasil belajar siswa yang berjumlah 24 siswa telah mencapai target ketuntasan belajar sebesar 100%, serta didapatkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 77,83 diatas nilai KKM yang diterapkan oleh sekolah sebesar 75, (4) Respon siswa terhadap media miniatur termasuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase rata-rata sebesar 87%. Kata Kunci: Pengembangan, Media Miniatur Konstruksi Atap Pelana. Abstract This research in the background behind by the students in SMKN 2 Probolinggo still difficulty in understanding the basic competence materials present the image of the roof contruction and apply it in practical activities, due to the media used in the form of a home model that is more focused on the shape of the exterior and interior, so that on the roof construction students can not see in full the parts. The tudy aims to determine the feasibility of media, learning activity, learning outcomes, and student responses. The research used is research and development, implemented in SMKN 2 Probolinggo even semester of academic year 2016/2017. The research subjects used class XI TGB. Data analysis technique is feasibility analysis of device and learning media, analysis of learning effectiveness, learning outcomes, and student responses. Research using miniature media got four result. (1) Media eligibility earned an average percentage of 89,44%, included in the qualification is very feasible, (2) The implementation of one meeting lesson, the implementation of teacher learning gets an average percentage of 72,4% with good category and student lerning activity gets an average percentage of 61% with good category. The implementation of learning meeting two, the implementation of teacher learning gets a percentage of 89,6% with very good category and student learning activities get an average percentage of 85% with very good category, (3) Student learning outcomes totaling 24 students have achieved the target completeness of learning by 100%, and obtained the average value of learning outcomes of 77,83 above the value of KKM applied by the school for 75, (4) Student responses to miniature media are included in very good criteria with an average percentage of 87 Keywords: Development, Media Miniature Construction Roof Saddlery.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF  LECTORA PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI KUSEN DAUN PINTU DAN JENDELA DI SMK NEGERI 1 MADIUN AGUNG NUGROHO, TERZIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan media interaktif yang akan disampaikan berikut ini memiliki tujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran interaktif, yang dapat membantu siswa di dalam proses belajar mengajar dan mengetahui hasil belajarnya terhadap materi yang diajarkan, serta memberikan respon pada media dengan materi konstruksi kusen dan daun pintu dan jendela di SMK Negeri 1, Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model Research and Development (R&D). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design pada kelas XI TGB, dengan menggunakan 2 kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif ini memiliki 7 (tujuh) tahapan, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain media pembelajaran, (4) validasi media pembelajaran, (5) revisi media pembelajaran, (6) uji coba media pembelajaran, dan (7) analisis dan pelaporan hasil media pembelajaran. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif Lectora pada mata pelajaran konstruksi kusen, daun pintu dan jendela menunjukkan kategori yang sangat baik dengan prosentase 86%. Kategori aspek pelaksanaan pembelajaran dengan prosentase 84%. Soal dalam media dikategorikan baik dengan prosentase 82% dan mendapatkan respon sangat menarik dari siswa dengan prosentase 88%. Hasil post test menunjukkan bahwa siswa mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi dengan menggunakan media pembelajaran interaktif dari pada yang tidak menggunakannya.          Kata kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Lectora, Research and Development (R&D). Abstract The development of interactive learning media’s research has the objective to produce an interactive learning media, which can help students to understand in teach and learning process and to know the results of the study on the topic presented, and then give a respond to the media with construction of frame, door, and window subject in SMK Negeri 1 Madiun. Type of this research is the development research with reference to Research and Development (R&D) model. The study design plan was used a Quasi Experimental Design in XIth TGB grade, with the treatment of 2-class as the control class and experimental class. This research has 7 (seven) stages, that are: (1) the potential and problems, (2) data collection, (3) design of learning media, (4) validation of learning media, (5) revision of learning media, (6) the trial of learning media, and (7) the analysis and reporting of the results of learning media. The results of the research development of interactive learning media on construction of frame, door, and window showed a very good category to be used in learning with a percentage of 86%. This category is also obtained for the aspect of learning implementation with a percentage of 84%. The questions on the media got a good category by percentage 82% and get a very interesting response from students with a percentage of 88%. Post test results showed that students obtain higher learning results by using interactive learning media than those not using it. Keyword: Interactive Learning Media, Lectora, Research and Development (R&D).
PENGEMBANGAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC TEST PADA MATERI DINDING DAN LANTAI BANGUNAN UNTUK MENGUNGKAP PEMAHAMAN SISWA RASIT, ABDUL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis evaluasi yang digunakan di penelitian ini adalah two-tier multiple choice diagnostic test. Tes ini memiliki kelebihan level kognitif tinggi sehingga siswa dapat menjawab soal dengan pemahaman yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1) memvalidasi instrumen tes diagnostik tipe two-tier multiple choice, (2) reliabilitas soal tes diagnostik two-tier multiple choice, dan (3) mengujicoba kepada siswa dengan materi dinding dan lantai bangunan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R & D). Data dikumpulkan melalui tiga tahap tes, yaitu pertama pengujian soal essay. Kedua, pengujian soal pilihan ganda beralasan, dan ketiga pengujian soal tes diagnostik melalui pilihan ganda dua tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validitas instrumen 10 butir soal dengan rincian soal yang dipertahankan nomor (1, 8, 9, 10), soal yang direvisi nomor (2, 3, 4, 6), dan soal yang dibuang nomor (5 dan 7). (2) reliabilitas soal adalah 0,701 termasuk kategori dapat diterima (Cronbach’s Alpha, dan (3) hasil ujicoba terbatas dengan materi dinding dan lantai bangunan adalah siswa kurang memahami struktur dan fungsi dinding bangunan. Kata Kunci: two-tier multiple choice diagnostic test, Validitas, Reliabilitas Abstract Type of evaluation used in this study is two-tier multiple choice diagnostic test. This test has advantages that are in high cognitive level so that students can answer with a good understanding. The purpose of this study was to obtain results (1) validation of two-tier multiple choice diagnostic test, (2) reliability of two-tier multiple choice diagnostic tests on the walls and floors of the bulding , and (3) test results to with material on the walls and floors of the bulding . This research method is Research and Development (R & D). Data were collected through three tests, first test testing essay. Second test is  testing MCQs reasoned. Third test is testing of two-tier multiple choice diagnostic tests. The results showed (1) validity instrument obtained 10 questions with the category of questions maintained (1, 8, 9, 10), a revised questions (2, 3, 4, 6), and discarded questions (5 and 7). (2) Reliability results obtained 0,701 including acceptable categories ( Cronbach’s Alpha), and (3) Results of testing on students with material wall and floor of the building is students don’t understand the structure and function of building walls. Keywords: two-tier multiple choice diagnostic test, Validity, Reliability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PEMASANGAN BERBAGAI KONTRUKSI BATU BERDASARKAN GAMBAR RENCANA AWANG SUROYO, ALIF
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar berbasis proyek adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif. Fokus pembelajaran ini terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan siswa dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan siswa bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah tentang bagaimana kelayakan perangkat pembelajaran, bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dan bagaimana hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah semua siswa kelas XI KBB SMK Negeri 7 Surabaya yang berjumlah 29 siswa. Pada penelitian ini pengambilan data menggunakan teknik observasi, tes, dan angket. Pada teknik analisis data dilakukan dilakukan dengan menganalisis kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa dan juga pengujian hipotesis dengan uji-t pihak kiri. Hasil penelitian pada kelayakan perangkat pembelajaran mendapat rata-rata rating sebesar 82,92% termasuk dalam kategori sangat layak, dengan t hitung sebesar 32,65 sedangkan t tabel sebesar 2,132 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Pada keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek mendapatkan rata-rata sebesar 65,34% temasuk dalam kategori baik, dengan t hitung sebesar 2,52 sedangkan t tabel sebesar 2,353 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan pada hasil belajar siswa memperoleh rata-rata total sebesar 80,10% dengan t hitung sebesar 8,87 sedangkan t tabel sebesar 1,701 dengan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, media modul, hasil belajar siswa Abstract Project based learning is an innovative model or approach to learning. The focus of this learning lies in the concepts and core principles of a discipline study, involves students in the investigation of problem solving activities and meaningful taks that other, give students the opprtunity to work autonomusly construct their own know ledge, and reached it’s peak produces a real product. The problem in this research is about how feasibility of learning device, how the implementation of learning and how the student is learning outcomes after applying the project based learning model. The research used is descriptive quantitative research. Subject in this study is all 11th graders of KBB SMK Negeri 7 Surabaya which amounted to 29 students. In this research the data collection using the technique of obseruation test and questionnaire. On data analysis techniques performed by analyzing the feasbility of learning devices, the implementation of learning. Student learning outcomes and also hyputhesis testing with left side t test. The result of research on the feasbility of the learning device got an average rating of 82,92% include ded in the very feasible category, with t arithmetic of 32,65 while the t table of 2,132 with the degree of greatness is 5%(0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. On the implementation of learn using project based learning model is get an average of 65,34% that was included in the good category, with t arithmetic 2,502 while t table 2,353 with degrees of freedom 5% (0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. While in result learn student get average total to 80,10% with t arithmetic 8,87 while t table 1,701 with degrees of freedom 5% (0,05), therefore Ho is accepted and Ha is rejected. Keywords: Project Based Learning Model, media modul, result of student’s study
PENGEMBANGAN MEDIA ADOBE FLASH PLAYER PADA KD MENERAPKAN CARA PEMASANGAN BERBAGAI KONSTRUKSI BATU-BATA BERDASARKAN KETENTUAN DAN SYARAT YANG BERLAKU (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 7 SURABAYA) REYNOLD,
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif agar dapat membuat kondisi belajar tercipta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, untuk itu sudah seharusnya guru memanfaatkan media atau alat bantu yang mampu merangsang pembelajaran secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah; (1)Menghasilkan media adobe flash player; (2)Menghasilkan perangkat pembelajaran; (3)Mengetahui hasil keterampilan siswa; (4)Mengetahui respon siswa. Jenis penelitian yang dilaksanaan adalah penelitian pengembangan (Research and development). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Konstruksi Batu Beton SMKN 7 Surabaya. Jumlah subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1)Hasil validasi adobe flash player sebesar 90% yang berada dalam kategori Sangat layak; (2)Hasil validasi perangkat adalah 94% yang berada dalam kategori Sangat layak; (3)Rata-rata hasil keterampilan siswa adalah 80,17 yang berarti hasil keterampilan siswa kelas XI KBB SMKN 7 Surabaya setelah penggunaan media adobe flash player adalah lebih besar dari KKM 75; (4)siswa tertarik dan dapat menerima pembelajaran menggunakan media adobe flash player dengan nilai sebesar 3,34 Kata Kunci: Media adobe flash player, perangkat pembelajaran, hasil keterampilan siswa, hasil respon siswa ABSTRACT Teachers are required to make the learning become more innovative in order to create a favorable learning conditions in accordance with the objectives to be achieved, for that teachers should use the media or tools that can stimulate learning effectively and efficiently. The purpose of this research is; (1) Produce a media adobe flash player; (2)  Produce a device of learning; (3) Find out the results of studentss skills; (4) Knowing the students response. The type of research conducted is research development (Research and development). The subject of this research is the students of class XI Construction of Concrete Stone SMKN 7 Surabaya. The number of research subject as many as 20 students. The result of research show that (1) the result  validation of adobe flash player is 90% which is in the category Very decent; (2) the results validation of the learning device is 94% which is in the category of Very decent; (3) Average student skill result is 80,17 which means skill result student of class XI KBB SMKN 7 Surabaya after use media adobe flash player is bigger than KKM 75; (4) students are interested and can receive learning using media adobe flash player with value of 3.34 Keywords: Media adobe flash player, learning device, student skill result, student response result
PENERAPAN MODUL PADA KELAS X TGB 2 PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN DI SMK NEGERI 1 KEMLAGI. IRHAMUDDIN,  
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kemlagi, dengan tujuan untuk mengetahui; (1) keterlaksanaan pembelajaran dengan modul pada materi pokok Bahan bangunan batu beton. (2) respon siswa terhadap pembelajaran  modul pada materi pokok bahan bangunan batu beton. (3) peningkatan hasil belajar siswa mengunakan modul pada materi pokok Bahan bangunan batu beton. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design dengan menggunakan bentuk One Shoot Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Program Studi Teknik Gambar Bangunan, sedangkan sampel yang yang digunakan kelas X TGB 2 dengan jumlah siswa 31 orang. Tes dilakukan pada pertemuan 3 setelah materi yang selesai diajarkan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul, pada  kegiatan siswa memperoleh rerata skor 85,11%, kategori terlaksana dengan sangat baik. (2) respon siswa terhadap pembelajaran modul memperoleh rerata skor 83,35% kategori siswa antusias terhadap pembelajaran dengan modul. (3) hasil belajar siswa setelah menggunakan modul memperoleh rerata nilai 86,85. Hasil tersebut mengalami peningkatan dari  KKM = 75 dan hasil belajar tanpa menggunakan modul  = 74,81, dimana terjadi peningkatan  hasil belajar sebesar 16,09%. Kata Kunci : Hasil belajar , Keterlaksanaan Pembelajaran, Respon Siswa. Abstract This research was conducted at SMK Negeri 1 Kemlagi, with the aim to know; (1) the implementation of learning with modules on the subject matter of concrete stone materials. (2) students' response to module learning on the subject matter of concrete stone building materials. (3) improvement of learning outcomes of students using modules on the subject matter Concrete stone building materials. The research design used is Pre Experimental Design using One Shoot Case Study form. The population in this research is the students of SMK Study Program of Building Drawing Technique, while the sample used is class X TGB 2 with the number of students 31 people. The test is done at meeting 3 after the finished material is taught. The results showed that: (1) the implementation of learning using the module, the students' activity obtained the average score of 85.11%, the category performed very well. (2) student's response to learning module get average score 83,35% student category enthusiastic toward learning with module. (3) student learning outcomes after using the module obtained a mean value of 86.85. The result is an increase of KKM = 75 and learning outcomes without using module = 74.81, where there is an increase in learning outcome of 16.09%.
PENERAPAN MEDIA MAKET INSTALASI LISTRIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN (DI SMK NEGERI 3 SURABAYA) Yanuar Supriadi, Rohmat
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembelajaran yang bermutu dapat terwujud dengan adanya suatu proses timbal-balik antara guru dengan siswa, bukan hanya guru yang aktif melainkan siswa juga harus ikut aktif. Penerapan model pembelajaran CTL menggunakan media maket membuat siswa lebih aktif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan media dan perangkat pembelajaran,  serta hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran CTL menggunakan media maket instalasi listrik pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan. Jenis penelitian ini merupakan  penelitian pre experimental design dengan desain penelitian one shot case study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TGB di SMK Negeri 3 Surabaya, sedangkan  sampel yang diambil yaitu dari kelas XI TGB 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket dan tes. Rata-rata persentase kelayakan media dan perangkat pembelajaran adalah 81,70% dengan kategori sangat layak. Nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,20. Kesimpulan penelitian ini adalah kelayakan media dan perangkat pembelajran lebih dari 75%, serta hasil belajar siswa lebih dari KKM (>75) setelah diterapkan media maket instalasi listrik menggunakan model pembelajaran CTL pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan. Kata Kunci : Model pembelajaran, CTL, media, instalasi listrik. Abstract Learning quality system can be to a reciprocal between teacher and students, not only the teachers who active but students also has to active. The application of CTL learning model using media maket makes students more active. This research is aims to described feasibility media and devices learning,  as well as the results to study for students from the application of electrical  installation media using CTL learning  model on lesson picture of building construction. This type of research is a pre experimental design with one-shot case study design. The population to research it is a whole graders XI TGB in state SMK 3 Surabaya, while samples to be taken from class XI TGB 2. Techniques data collection methods used the questionnaire and test. The average percentage of media learning feasibility is 81.70% with very decent category. The average score of student learning outcomes is 77,20. The conclusion of this research is feasibility of learning media more than 75%, and student learning outcomes more than KKM (>75) after applied media maket electrical installation using CTL learning model on the subject of Building Construction Drawing. Keywords     : Learning model, CTL, electrical installation, media.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA DENGAN PROGRAM SWISHMAX 4 PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X SMKN 7 SURABAYA NILLAM PUTRI, NELLY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanika Teknik merupakan mata pelajaran dasar pada program keahlian Teknik Bangunan yang kurang diminati oleh siswa karena sulit dipahami dan membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Keterlaksanaan penggunaan multimedia dengan program swishmax 4 dalam proses pembelajaran Mekanika Teknik kelas X SMK, (2) Respon siswa terhadap multimedia dengan program swishmax 4 pada mata pelajaran Mekanika Teknik Kelas X SMK, (3) Kelayakan Multimedia dengan program swishmax 4 ditinjau dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mekanika Teknik kelas X SMK. Penelitian ini menggunakan  Research and Development(R&D). Penelitian ini terdiri dari 6 langkah yaitu (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk. Instrumen Penelitian ini menggunakan Lembar angket respon siswa, Lembar checklist keterlaksanaan pembelajaran dan lembar soal tes belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil dari validasi media, materi, perangkat dan instrument masing – masing 83,75%, 85%, 88,2% dan masuk dalam kriteria sangat baik. (2) Hasil keterlaksanaan penggunaan multimedia pada pertemuan 1, 2 dan 3 masing – masing 82,25%, 83,75%, dan 85%. (3) Hasil Respon siswa sebesar 84,38%. (4) Rata- rata Hasil belajar siswa pada pertemuan 1, 2 dan 3 masing – masing  83,72, 86,72, dan 90,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Multimedia dengan program Swishmax 4 dapat digunakan untuk pembelajaran dikelas. Kata Kunci: Pengembangan Multimedia Mekanika Teknik; Swishmax 4; Tegangan Abstract Mechanics Engineering is a basic subject in a program of civil engineering skills less interested by students because it is difficult to understand and boring. The purpose of this study to know 1) The implementation of multimedia use with swishmax 4 program in the learning process of mechanical technique of first grade vocational high school, 2) Student response to multimedia with swishmax 4 program on mechanical engineering subjects of first grade vocational high school, 3) the feasibility of multimedia with swishmax 4 program in terms of student learning outcomes on the subjects of technical mechanics first grade vocational high school. This study uses Research and Development (R&D). this research consists of 6 steps namely 1) Potential and Problems, 2) Data Collection, 3) Product Design, 4) Design Validation, 5) Revision Design, 6) Product Trial. The instrument of study using response questionnaire sheet, instructional learning checklist sheet, and learning test sheet. The result of this study show that 1) the result validation of media, materials instrument and instrument respectively 83,75%, 85%, 88,2% and included in the criteria very well, 2) the result of implementation of multimedia usage at meeting of 1,2 and 3 respectively 82,85%, 83,75% and 85%, 3) Student Response result of 84,38%, 4) the average of student learning outcomes at meeting 1, 2 and 3 respectively 83.86, 86.72, and 90.5. Thus is can be concluded that multimedia with swishmax 4 program can be used for classroom learning. Keywords: Development of Multimedia Engineering Mechanics; Swishmax 4; Voltage