cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA KOMPETENSI DASAR KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 7 SURABAYA AJI SASONGKO, CHRISTIO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan proses kerjasama antara guru sebagai fasilitator dan keaktifan siswa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mempelajari sesuatu. Setiap pembelajaran selamanya akan berbeda sesuai dengan tujuan, materi pelajaran, serta karakteristik siswa sebagai subjek belajar. Oleh karena itu, guru harus merencanakan pembelajaran dengan matang sebagai bagian dari tugas profesionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X KBB SMK Negeri 7 Surabaya pada kompetensi dasar Konstruksi Bangunan. Berdasarkan data laporan nilai guru disemester gasal 2016/2017, terdapat 35% siswa telah mencapai nilai d iatas (KKM) dan 65% siswa belum mencapai nilai diatas KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together memperoleh rata-rata di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum), hal ini ditunjukkan dati tabel ketuntasan belajar siswa dan hasil perhitungan uji deskriptif (uji satu pihak kanan). Faktor yang mendukung meningkatnya hasil belajar siswa yaitu dari kevaliditasan perangkat dan instrumen penelitian yang telah dinilai oleh para ahli (validator) dan hasil dari validator telah dihitung dengan uji validitas product moment.. Kata kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran, Numbered Heads Together. ABSTRACT APPLICATION OF LEARNING MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER ON BASE COMPETENC CONSTRUCTION OF BUILDING IN SMK NEGERI 7 SURABAYA Learning is a process of cooperation between teacher as a facilitator and liveliness of students by utilizing existing resources to learn something. Each learning will forever be different according to the objectives, subject matter, as well as the characteristics of the students as the subject of learning. Therefore, the teacher should plan the learning carefully as part of his professional duties. This study aims to determine wheter of learning model Numbered Heads Together can improve student learning outcomes class X KBB SMK Negeri 7 Surabaya on basic competencies Building Construction. Based on the report of teacher value of semester odd2016/2017, There are 35% of students have reached the above value (KKM) And 65% of students have not reached above (KKM). The result of this research showed that the learning by using the model of learning Numbered Heads Together type above average KKM value (Minimum Exhaustiveness Criteria), This is shown in the student's learning completeness table and the result of descriptive test (one right-hand test). Factors that support the increase of student learning outcomes are from device validity and research instruments that have been assessed by the experts (validator) and the result of the validator has been calculated by product moment validity test. Keywords: Learning Model, Learning outcomes, Numbered Heads Together
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN BERBANTUAN MEDIA PUZZLE PADA MATA PELAJARAN ILMU UKUR TANAH (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 03 SURABAYA) BAYU IRWANDA, CRISTHISHA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, respon siswa, dan perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimen (X-TGB 1) dengan kelas kontrol (X-TGB 2) pada mata pelajaran ilmu ukur tanah setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan berbantuan media puzzle. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain penelitian The Static Compararison : Randomized Control Group Only Design dengan kelas eksperimen menggunakan kelas X-TGB 1 dan kelas kontrol menggunakan X-TGB 2 yang dilakukan sebanyak 3 pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar tes hasil belajar dan lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan kelas X-TGB 1 dan X-TGB 2 serta lembar angket respon yang diberikan pada pertemuan terakhir(pertemuan ketiga) di SMK Negeri 03 Surabaya. Sampel yang digunakan yaitu 30 siswa kelas X-TGB 1 dan 30 siswa kelas X-TGB 2. Hasil analisis data menunjukkan persentase penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan berbantuan media puzzle pada 3 pertemuan sebesar 87,5 %, 91,2 %, 91,9 % rata-rata penerapan pembelajaran didapatkan sebesar 90,2 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil Respon siswa kelas X-TGB 1 menunjukkan persentase sebesar 84,9 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sementara itu, hasil belajar siswa kelas X-TGB 1 sebagai kelas ekperimen pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut didapatkan hasil belajar sebesar 74,17 ; 73,57; 85,97 rata-rata hasil belajar dari tiga pertemuan didapatkan sebesar 77,90 sedangkan hasil belajar kelas X-TGB 2 sebagai kelas kontrol pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut didapatkan hasil belajar sebesar 68,97; 52,57; 76,13 rata-rata hasil belajar dari tiga pertemuan didapatkan sebesar 65,89. Jadi hasil belajar kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan berbantuan media puzzle lebih baik dari kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan berbantuan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model Kooperatif,  Jigsaw, Media Puzzle, Hasil Belajar, Ilmu Ukur Tanah, Respon siswa. Abstract The aim of this research is to know the application, student's response, and the difference of learning result between the experimental class students (X-TGB 1) and the control class (X-TGB 2) on the soil science subjects after using the cooperative type jigsaw learning model with the help of the puzzle media. This research is a pre-experimental research with The Static Compararison research design: Randomized Control Group Only Design with experimental class using X-TGB 1 class and control class using X-TGB 2 which done for 3 meetings. The data collected in this study was obtained through the learning test sheet and observation sheet of learning implementation at each meeting of X-TGB 1 and X-TGB 2 classes and response questionnaire given at the last meeting (third meeting) at SMK Negeri 03 Surabaya. The sample used is 30 students of class X-TGB 1 and 30 students of class X-TGB 2. The result of data analysis shows the percentage of application of cooperative learning model of jigsaw type with the help of puzzle media at 3 meetings 87,5%, 91,2%, 91,9% mean of applying of learning obtained 90,2% which is included in very good category. Results Response students class X-TGB 1 shows the percentage of 84.9% included in the category very well. Meanwhile, the learning result of X-TGB class 1 students as experimental class at the first, second, and third meeting respectively got the result of learning equal to 74,17; 73,57; 85.97 the average learning outcomes from the three meetings obtained for 77.90 while the results of class X-TGB 2 as a control class at the first, second, and third meeting in a row obtained a learning outcome of 68.97; 52,57; 76.13 the average learning outcomes from the three meetings was found to be 65.89. So the result of experimental class study which get treatment model of cooperative type jigsaw type with media-assisted puzzle better than control class that did not get treatment mean application of cooperative model type jigsaw with assisted media puzzle can improve student learning result. Keywords : Co-operative Model, Jigsaw, Puzzle Media, Learning Outcomes, Soil Science, Student Response.
PENERAPAN MEDIA ANIMASI BERBASIS GRAPHIC INTERCHANGE FORMAT (GIF) PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN JENIS-JENIS PERALATAN SURVEI DAN PEMETAAN KELAS X TGB SMKN 3 SURABAYA ASYHARI, ACHMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah belum sempurnanya penerapan Kurikulum 2013 (K13) di SMKN 3 Surabaya. Terutama pada pelajaran Ilmu Ukur Tanah kompetensi dasar Menerapkan Jenis-jenis Peralatan Survei dan Pemetaan. Kegiatan pembelajaran masih bersifat teacher center dan jarang menggunakan media kecuali pesawat waterpass yang diletakkan di depan kelas. Hal ini menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak memahami secara penuh tentang materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat dan media pembelajaran, penerapan media Graphics Interchange Format(GIF) pada pembelajaran, hasil belajar dan respon siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-experimental one-shot case study, dilaksanakan di SMKN 3 Surabaya semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subyek penelitian adalah kelas X TGB-B. Teknik analisis data berupa analisis kelayakan perangkat dan media pembelajaran, analisis pengamatan penerapan media di kelas, hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian penerapan media Graphics Interchange Format (GIF) didapatkan empat hasil. (1).Kelayakan perangkat prosentase rata-rata yang didapatkan pada tiap perangkat adalah > 80% dengan kategori Layak(L), dan media mendapat prosentase sebesar 87,78% dengan kategori Sangat Layak(SL), (2).Penerapan media animasi GIF dalam pembelajaran mendapatkan prosentase sebesar 90.1% dengan kategori Sangat Baik(SB), (3).Hasil belajar siswa yang berjumlah 34 siswa telah mencapai target ketuntasan belajar sebesar 97.05%, serta didapatkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 3.19 diatas nilai KKM dari Permendikbud Nomor 104(2014:6) sebesar 2.67, (4).Respon siswa terhadap penerapan media animasi GIF mendapat presentase rata-rata sebesar 84% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: One-shot case Study, Media Animasi, Peralatan Survey dan Pemetaan. Abstract The background of this research is not yet perfect implementation of Curriculum 2013 (K13) in SMKN 3 Surabaya. Especially on the subjects of Soil Measures on basic competencies Applying Types of Surveying and Mapping Equipment. Learning activities are still teacher centered and rarely use media except the automatic level that is placed in front of the class. This causes the students who sit in the back do not fully understand the material being taught. This research aims to determine the feasibility of learning media and tools, the application of Graphics Interchange Format (GIF) media on learning activities, learning outcomes and student responses. The research used is pre-experimental one-shot case study, conducted at SMKN 3 Surabaya in the even semester of academic year 2016/2017. Research subjects use class X TGB B. Data analysis techniques are feasibility analysis of device and instructional media, observation analysis of media application in class, learning result, and student response. Research on the application of Graphics Interchange Format (GIF) media got four results. (1) Average percentage device eligibility obtained on each device is > 80% in the Eligible category (E), and Media got a percentage of 87.78% with the category of Very Eligible (VE), (2) Application of GIF animation media in learning get percentage of 90.1% with Very Good category (VG), (3) The result of student learning which amounted to 34 students has reached the target learn mastery of 97.05%, and got the average score of learning result of 3.19 above the KKM value of Permendikbud Number 104 (2014: 6) of 2.67, (4) Student responses to the application of animated GIF media got an average percentage of 84% with very good criteria(VG). Keywords: One-shot case Study, Animated Media, Surveying and Mapping Equipment.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET KONSTRUKSI ATAP PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB 2 SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO QONIAH, SITI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar selain strategi dan model pembelajaran. Maket konstruksi atap merupakan media tiga dimensi berperan dalam proses pembelajaran agar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa menggunakan media maket konstruksi atap. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan. Pelaksanaan penelitian di SMK Negeri 2 Probolinggo dengan sasaran kelas X1 TGB 2 yang berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data untuk kelayakan media dengan menggunakan lembar validasi media, ketelaksanaan pembelajaran dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar dengan tes uraian dan menggambar konstruksi atap. Berdasarkan hasil kelayakan media pembelajaran maket konstruksi atap menunjukkan persentase sebesar 80,33%, keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan rata-rata 79,00%, dan hasil tes belajar siswa mendapatkan rata-rata kelas sebesar 79 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 95,8%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan penggunaan media pembelajran maket konstruksi atap  berperan positif terhadap hasil belajar siswa. Kata kunci: Media Pembelajaran Maket Konstruksi Atap, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar Siswa ABSTRACT Medium learning is one of the factors that influence teaching and learning activities in addition to strategies and learning models. Roof construction mock-up is a three dimensional medium play a role in the learning process to become more interesting and easy to understand. The purpose of this study is to determine the feasibility of medium instructional, learning implementation, and student learning outcomes using roof construction mock-up medium. The research method used is research development method. Implementation of research in SMK Negeri 2 Probolinggo with target is class X1 TGB 2 which amounted to 24 students. Data collection for feasibility medium using validation sheets medium, learning effectiveness with instructional learning observation sheets, and learning outcomes with blurb tests and drawing roof construction. Based on the feasibility of medium learning the roof construction mock-up shows the percentage of 80.33%, the learning activity gets an average of 79.00%, and the result of the students' learning test gets the average of 79 students with 95.8% complete student learning. So, it can be concluded that the development and use medium learning of roof construction mock-up gets positive results on student learning. Keywords: Learning Medium of Roof Construction Mock-up, Implementation of Learning, Student Learning Outcomes
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF INDEX CARD MATCH BERBANTU PAPAN PUTAR (SPIN THE WHEEL) PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN ARUM AMBARWATI, PUTRI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran papan putar yang dikombinasikan dengan pembelajaran aktif Index Card Match. Penelitian ini bertujuan untuk; (1)Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif tipe Index Card Match, (2)Mengetahui kelayakan media papan putar, (3)Mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran aktif tipe Index Card Match berbantu media papan putar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Tahapan dalam penelitian R&D di antaranya yaitu (1) Potensi masalah, (2) Mengumpulkan data, (3) Mendesain produk, (4) Validasi desain (5) Revisi desain, dan (6) Uji coba produk. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa, (1)Hasil rating rata-rata keterlaksanaan pembelajaran guru sebesar 83,3% pada pertemuan pertama dan 83,94% pada pertemuan kedua. Sedangkan hasil rating keterlaksanaan peserta didik sebesar 82% pada pertemuan pertama dan 86% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut masuk dalam kategori sangat layak, (2)Hasil rata-rata rating kelayakan media yang mencapai nilai sebesar 85,83% dengan kategori sangat layak, (3)Rata-rata hasil belajar siswa adalah 80. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa sudah mencapai nilai yang dihoptesiskan. Kata Kunci: Pembelajaran Aktif , Media, Hasil Belajar Abstract The product developed in this research is Spin The Wheel learning media combined with active learning  Index Card Match. The purpose of this research among others; (1) To know the implementation of active learning Index Card Match, (2) To know feasibility of Spin The Wheel learning media, (3) To know learning outcomes after the application of active learning Index Card Match with Spin The Wheel learning media. The method used in this research is R&D. Stages in R&D research are; (1) Potential problems, (2) Collecting data, (3) Designing product, (4) Design validation, (5) Design Revisions, and (6) Trial product. This research found result that; (1) Average rating results of learning implementation by teacher was 83,3% at the first meeting and 83,94% at the second meeting. While the average rating results of learning implementation by students was 82% at the first meeting and 86% at the second meeting. The value is included in the very feasible category, (2) The average value of the media feasibility result is 85,83% and included in the very feasible category, (3) The average learning outcomes of students is 80. These result indicate that the average of student learning outcomes has reached a hypothesized value. Keywords: Active learning , Media, Learning outcomes
PENGEMBANGAN MODUL ANALISIS STRUKTUR SEDERHANA DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO RAMA DHINI PUTRI, TERRA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan program pengelolaan pembelajaran terhadap mata pelajaran Mekanika Teknik di SMK Negeri 1 Sidoarjo, didapatkan bahwa banyak siswa yang belum paham dengan mata pelajaran tersebut. Untuk itu diperlukan sumber belajar mandiri yang efektif seperti modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan modul dengan materi analisis struktur sederhana jika ditinjau dari (1) keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, (2) keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa, (3) ketuntasan belajar siswa, (4) respons siswa terhadap modul. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development yang terdiri dari 6 langkah yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain (6) Ujicoba Produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada pertemuan ke-1, ke-2, ke-3 mendapatkan persentase sebesar 77,06%, 85,29%, dan 81,76%. (2) keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 mendapatkan persentase sebesar 72,5%, 75,83%, dan 83,33%. (3) berdasarkan hasil belajar siswa yang didapat melalu tes pada pertemuan ke-3, diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100%. (4) respons siswa terhadap modul analisis struktur sederhana sangat baik dengan persentase 86%. Secara umum, pengembangan modul analisis struktur sederhana layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan modul, Mekanika Teknik, analisis struktur sederhana. Abstract It was found that many students didn't understand Mechanical Engineering subject yet based on the observation during the implementation of learning management program in SMK Negeri 1 Sidoarjo. So the effective self-learning resource such as module is needed. The purpose of this study is to know the worthiness of simple structural analysis module based on (1) the learning implementation by teacher, (2) the learning implementation by students, (3) the mastery learning of students, (4) students' response to the module. This study uses Research and Development (R&D) consisting of these 6 steps: (1) Potential and Problem, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Revision Design (6) Product Trial. The result of this study show that (1) the observation result of learning activity by teacher at the 1st, 2nd, and 3rd meeting respectively 77.06%, 85.29%, and 81.76%. (2) the observation result of learning activity of students at the 1st, 2nd, and 3rd meetings respectively 72.5%, 75.83%, and 83.33%. (3) the mastery learning of students at the 3rd meeting is 100%. (4) the students' responses to the module are very good with the percentage of 86%. Keywords: module development, Mechanical Engineering, simple stuctural analysis.
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DAN AUDIO PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X DI SMKN 3 SURABAYA ALBAROKA, BARON
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (a) rerata hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio pada kelas X. TGB di SMKN 3 Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre experimental design dengan bentuk one case study. Pengambilan sampel satu kelas, yaitu kelas X sejumlah 34 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar keterlaksanaan, dan tes tulis.  Instrumen  divalidasi oleh validator, analisis keterlaksanaan pembelajaran, dan analisis uji-t untuk mengetahui signifikansi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (a) rerata hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio pada kelas X TGB 2 sebesar 77,74 dengan t hitung sebesar 2,202 > ttabel 1,700 pada taraf kesalahan α = 5%, maka pelaksanaan model pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio dapat memberikan rerata hasil belajar mencapai > 75. Kata Kunci: Problem Based Learning, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar. Abstract Purpose about this research was to determine know (a) student learning outcomes after using learning problem based learning model using powerpoint and audio media in TGB X class at SMKN 3 Surabaya. The kind of research is pre experimental design with shapes One Shot Case Study. The sampling is one class, X TGB 2 totaled 34 students. The instruments collection data used sheets validation, observation sheets, and testing of learning outcomes. The instruments were validated by validators , analysis implementation of learning, analysis responses of student, and T-test analysis to know the significance of learning outcomes. The results showed that (a) Student’s study results after  applied by problem based learning using the media power point and audio to the grade X TGB 2 is 77,74 with result of t test equal is 2,202 bigger than ttable 1,700. The means, the implementation of problem-based learning model using power point and audio media can provide good results on result of student’s study. Keywords: problem based learning, implementation of learning, result of student’s study.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BUZZ GROUP DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASH PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK SISWA KELAS X TGB DI SMK NEGERI KUDU JOMBANG SELVI KURNIA DEWI, DISTA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran buzz group dapat membawa kemandirian, kerjasama, dan tanggung jawab siswa terhadap apa yang dikerjakan secara kelompok. Selain itu, guru juga harus menyiapkan media pembelajaran yang mudah di pahami oleh siswa yaitu dengan menggunakan media flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, keterlaksanaan dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Mekanika Teknik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study dengan bentuk Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang dengan jumlah 36 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017. Berdasarkan hasil validasi, silabus mendapatkan 82.30%, RPP mendapatkan 84.50%, media mendapatkan 89.30%, lembar soal belajar siswa mendapatkan 82.90%. Artinya, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada pertemuan I mendapatkan 80.00%, pada pertemuan II mendapatkan 81.11%, sedangkan pada pertemuan III mendapatkan 80.37%. Artinya nilai prosentase kegiatan belajar siswa setiap pertemuan termasuk dalam kriteria baik. Hasil perhitungan Uji-t pada nilai post-test pada taraf signifikan ? = 0.05. Pada pertemuan pertama, thitung =1.978 > ttabel =1.68957. Pada pertemuan kedua, thitung =2.763 > ttabel =1.68957. Pada pertemuan ketiga, thitung =5.725 > ttabel =1.68957. Dapat diartikan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mekanika Teknik di kelas X TGB 1 SMKN Kudu Jombang penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan menggunakan media Flash pada setiap pertemuan lebih besar dari KKM (76). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan menggunakan media Flash dapat mengembangkan pemahaman siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Buzz Group, media Flash. Abstract Buzz group learning model can bring independence, cooperation, and student responsibility to what is done in groups. Besides, the teacher also must prepare learning media which is easy to understand by student that is by using flash media. This study aims to determine the feasibility, the enforceability and student learning outcomes in the subjects of Mechanics Engineering. This type of research is the study of One Shot Case Study whit Pre-Experimental Design. Subjects were class X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang with the number of 36 students. Research was conducted in the first semester of the academic year 2016-2017. Based on the validation results, the syllabus get 82.30%, RPP get 84.50%, media get 89.30%, student learning questions gets 82.90%. That is, the learning device meets the eligibility criteria. The result of observation of student learning activity at meeting I get 80.00%, at meeting II get 81.11%, while at meeting III get 80.37%. This means that the percentage of student learning activities per meeting included in either criterion. Result of t-Test calculation on post-test value at significant level ? = 0.05. At the first meeting, t count = 1.978 > t table = 1.68957. At the second meeting, t count = 2.763 > t table = 1.68957. At the third meeting, t count = 5.725 > t table = 1.68957. Can be interpreted that the students' learning outcomes in the subjects of Mechanics Mechanics in class X TGB 1 SMKN Kudu Jombang application of learning model Buzz Group by using Flash media at each meeting is greater than KKM (76). Based on these results it can be concluded that the application of Buzz Group learning model by using Flash media can develop students' understanding. Keywords: Buzz Group Learning Model, Flash media.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE MENGGUNAKAN MEDIA MAKET PADA KOMPETENSI DASAR MENGGAMBAR DENAH RENCANA PENULANGAN PELAT LANTAI DI KELAS XI TGB SMK NEGERI 1 KEMLAGI RATIH, ASMARANING
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dalam menerapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket (2) hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket, dan jenis penelitian ini adalah one shot case study dengan sampelnya adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Kemlagi tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan kegiatan mengajar guru, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dan hasil belajar, serta uji t pihak kiri. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil pengamatan keterlaksanaan kegiatan mengajar guru adalah 86,32% dengan kategori sangat baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,90. Hasil uji t adalah thitung = 4,648 > ttabel = 1,699 (signifikan, α = 5%). Artinya, Ha diterima dengan nilai rata-rata lebih besar dari 75 setelah diterapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket. Kata Kunci: Model pemebelajaran round table, media maket, hasil belajar, pelat lantai. Abstract The purpose of this research are to know (1) the implementation of teacher activities in applying the round table learning model using media maket (2) the learning outcomes after applied the round table learning model using media maket, and the type of this research is one shot case study. The samples were 30 students from class XI TGB State Vocational Schools 1 Kemlagi academic year 2016/2017. The research instrument used is validation sheet of device learning, observation sheet of teacher activity, and test sheets. Data analysis techniques used was implementation analysis of teacher activities and learning outcomes, as well as right side t test. The results of this research are (1) the average percentage of observations on the implementation of teacher activities is 86,32% with very good category; (2) the average score of learning outcomes is 79,90. The result of t test is thitung = 4,648 > ttable = 1,699 (significant, α = 5%). It is mean, Ha accepted with an average score greather than 75 after applied a round table learning model using media maket. Keywords: Round table learning model, media maket, study results, floor plate.
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) TERHADAP KOMPETENSI SISWA SMKN 1 SIDOARJO ARISANDI, AVIDA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendekatkan kesesuaian mutu tamatan dengan kemampuan kerja, maka kegiatan belajar mengajar akan dimungkinkan dapat berlangsung di dua tempat, di sekolah dan di industri. Di sekolah, para siswa diajarkan teori dan praktik, sedangkan di industri siswa dituntut mempraktikkan materi pelajaran teori dan praktik tersebut. Dengan proses belajar seperti ini, para siswa SMK akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai persiapan  memasuki dunia industri atau bursa kerja serta diharapkan kompetensi siswa dapat mengalami peningkatan saat siswa kembali belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh nilai awal dan pelaksanaan Prakerin terhadap peningkatan kompetensi siswa SMKN 1 Sidoarjo dalam bidang studi Menggambar Teknik Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan Prakerin terhadap kompetensi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMKN  1  Sidoarjo pada Tahun Pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangunan yang berjumlah 60 siswa. Sampel penelitian adalah siswa Kelas XI TGB 1 yang melaksanakan Prakerin pada gelombang pertama dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa Tes setelah pelaksanaan Prakerin dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa soal perhitungan dengan uraian dan soal unjuk kerja berupa menggambar. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Analisis Regresi dua prediktor dengan taraf signifikan 5%. Dari hasil perhitungan dalam bidang menggambar ditemukan persamaan garis Regresi Y = + 0,199 X1 + 1,080 X2 -22,250 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,965 yang artinya nilai Uji Kompetensi menggambar sebesar 96,5 % ditentukan oleh nilai awal dan nilai Prakerin. Dari analisis diketahui bahwa nilai awal sebelum prakerin (X1) mempunyai sumbangan sebesar 15 % dan nilai prakerin (X2) mempunyai sumbangan sebesar 81,5% dalam menentukan kompetensi siswa (Y), sedangkan 3,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang dalam penelitian ini tidak diperhitungkan. Sedangkan dalam bidang merencanakan anggaran biaya didapat persamaan Regresi Y = - 0,450 X1 + 1,965 X2 - 33,399 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,825 yang artinya nilai Uji Kompetensi menggambar sebesar 96,5 % ditentukan oleh nilai awal dan nilai Prakerin. Dari analisis diketahui bahwa nilai awal sebelum prakerin (X1) mempunyai sumbangan sebesar 15,37 % dan nilai prakerin (X2) mempunyai sumbangan sebesar 67,13% dalam menentukan kompetensi siswa (Y), sedangkan 17,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diperhitungkan. Dengan demikian nilai awal dan nilai Prakerin mempunyai pengaruh yang positif terhadap kompetensi siswa. Kata kunci : Prakerin, kompetensi ABSTRACT In order to bring quality conformity graduates with the ability to work, then it will be possible teaching and learning activities can take place in two places, in schools and in industry. At school, students are taught the theory and practice, while in the industrial course material students are required to practice the theory and practice. With this learning process, the vocational students will gain valuable experience in preparation for entering the job market as well as industrial or competencies students are expected to have increased when students return to school. This study aims to determine the extent of the influence of the initial value and the implementation industrial employment practices to increase student competence in the field of SMK 1 Sidoarjo Building Drawing study and Budget Plan. This study includes a correlational study aimed to determine the effect of the implementation of the competency industrial employment practices students. Research conducted at SMK 1 Sidoarjo on the Academic Year 2011/2012. The population in this study were all students of Class XI Department of Architecture Engineering, amounting to 60 students. Samples were students in Class XI TGB 1 industrial employment practices implementing the first wave of the 30 students. Data collection techniques such as Test after industrial employment practices implementation and documentation. Instruments used in the research is a matter of calculation with descriptions and performance matter in the form of drawing. Data analysis techniques used are Regression Analysis Testing two predictors with significance level of 5%. From the calculation in the field of drawing found regression line equation Y = 1.080 + 0.199 X1 + X2 -22.250 with the coefficient of determination (R2) of 0.965, which means the value of drawing Competency Test 96.5% determined by the initial value and the value industrial employment practices. Of the analysis show that the initial value before industrial employment practices (X1) has a contribution of 15% and value industrial employment practices (X2) has a contribution of 81.5% in determining the competence of students (Y), while 3.5% is influenced by other variables in this study not taken into account. While in the field of budget plan obtained regression equation Y = - 0.450 1.965 X1 + X2 - 33.399 with a coefficient of determination (R2) of 0.825, which means the value of Budget Plan Competency Test 82.5% is determined by the initial value and the value industrial employment practices. Of the analysis show that the initial value before industrial employment practices (X1) has a contribution of 15.37% and the value industrial employment practices (X2) has a contribution of 67.13% in determining the competence of students (Y), while 17.5% is influenced by other variables not taken into account. Thus the initial value and the value industrial employment practices have a positive influence on students' competence. Keywords: Industrial Employment Practices, competence