cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENGARUH PANJANG PENYALURAN BAJA TULANGAN PADA BETON TERHADAP KUAT LEKATNYA BAYU PAMUNGKAS, NAHDIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah faktor dalam perencanaan pembuatan beton bertulang yang harus diperhatikan adalah panjang penyaluran baja tulangan. Panjang penyaluran adalah panjang penanaman baja tulangan yang diperlukan untuk mengembangkan tegangan leleh pada baja tulangan yang merupakan fungsi dari tegangan luluh baja,diameter tulangan dan tegangan lekat. Panjang penyaluran menentukan tahanan terhadap tercabutnya baja tulangan dari penanamannya kedalam beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lekat baja tulangan terhadap beton. Pada penelitian ini digunakan 24 buahbenda uji kuat lekat yang berupa beton T dengan dimensi atas 100 mm x 100 mm, tinggi 350 mm dan dimensi bawah 100 mm x 300, tinggi 150 mm. Pada bagian tengah penampang benda uji ditanam baja tulangan ulir berdiameter 9,29 mm dan baja tulangan polos berdiameter 8,5 mm, dengan variasi panjang penyaluran baja tulangan. Variasi panjang penyaluran yang digunakan adalah: 100 mm, 150 mm, 200 mm, dan 250 mm. Jumlah benda uji untuk masing-masing variasi panjang penyaluran sebanyak tiga buah. Pengujian kuat lekat dilakukan dengan cara menempatkan benda uji beton T pada alat UTM (Universal Testing Machine), batang tulangan yangtertanam pada beton ditarik sampai tercabut. Hasil pengujian yang berupa data beban lekat maksimum. Dari hasil penelitian ini didapat kuat tekan rata-rata silinder beton sebesar 21,24 MPa. Tegangan luluh rata-rata tulangan D10 sebesar 430,66 MPa, dan tegangan luluh rata-rata tulangan polos Ø 10 mm sebesar 404,06 MPa. Peningkatan panjang penyaluran dari 100 mm, 150 mm, 200 mm, hingga 250 mm, meningkatkan kemampuan benda uji untuk menahan beban lekat. Nilai beban lekat serta tegangan lekat rata-rata yang dihasilkan baja tulangan ulir, nilainya lebih besar jika dibandingkan dengan nilai beban lekat rata-rata yang dihasilkan oleh baja tulangan polos. Tegangan lekat yang dihasilkan baja tulangan sejenis, besarnya relatif sama meski dengan panjang penyaluran yang berbeda, karena besar beban lekat berbanding lurus dengan luas permukaan baja yang tertanam dalam beton.Kegagalan pada uji kuat lekat dapat berupa baja tulangan tercabut dan beton utuh, atau tulangan tercabut dan beton terbelah. Kata kunci : panjang penyaluran, kuat lekat. Abstract One of the factors in planning the manufacture of reinforced concrete that must be considered is the length distribution of reinforcing steel. Long-term investment portfolio is reinforcing steel required to develop the yield stress in the steel reinforcement is a function of the yield stress of steel, reinforcement diameter and voltage closely. Length distribution to determine custody of the dispossession of planting rebars into concrete. The purpose of this study was to determine the effect of the length distribution of bond strengh to concrete reinforcing steel. In this study used 24 buahbenda adhesion strength test in the form of concrete T with dimensions of 100 mm x 100 mm, 350 mm and a height dimension less than 100 mm x 300, height 150 mm. At the center of the cross section of the specimen implanted steel screw diameter and 9.29 mm diameter plain steel 8.5 mm, with a variation in the length distribution of reinforcing steel. Variation in the length distribution used is: 100 mm, 150 mm, 200 mm, and 250 mm. Number of specimens for each variation in the length distribution of three pieces. Bond strengh testing is done by placing the specimen on a concrete T UTM appliance (Universal Testing Machine), reinforcing rods in the concrete pulled up yangtertanam uprooted. The test results were obtained in the form of the data load is then calculated maximum adhesion bond strengh. From the results of this study obtained an average compressive strength of concrete cylinders of 21.24 MPa. Average yield stress of 430.66 MPa reinforcement D10, and the average yield stress of reinforcing plain Ø 10 mm at 404.06 MPa. Increasing the length distribution of 100 mm, 150 mm, 200 mm, and 250 mm, improve the ability to withstand the test object attached load. Rated load voltage is closely attached and the resulting average steel screw, its value is greater than the value of the average sticky load generated by the plain steel. The resulting tension rebars closely similar, although the magnitude is relatively equal distribution of different length, because of the burden attached directly proportional to the surface area of the steel embedded in concrete.Failure in adhesion strength test can be uprooted and concrete reinforcing steel intact, or reinforced concrete uprooted and split. Keywords: length distribution, bond strengh.
PENGARUH DIAMETER BAJA TULANGAN ULIR TERHADAP KUAT LEKAT ANTARA BETON DAN BAJA TULANGAN SOFIANTO,  
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 1/JKPTB/14 (2014): Wisuda ke-80 Periode 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu persyaratan dalam struktur beton bertulang adalah dengan adanya lekatan antara baja tulangan dan beton. Hilangnya lekatan antara beton dan baja tulangan pada struktur mengakibatkan keruntuhan total pada beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai tegangan lekat beton dan baja tulangan agar diperoleh keseimbangan gaya antara baja tulangan dan beton. Kuat lekat beton terhadap baja tulangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mutu beton. Menurut logika semakin besar diameter baja tulangan maka semakin kuat pula daya cengkram lekatan terhadap tulangan, namun hal ini masih belum dapat ditentukan nilai yang pasti dari setiap besarnya diameter baja tulangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan kuat lekat beton dengan baja tulangan pada diameter baja tulangan yang berbeda beda. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan cara membuat benda uji beton bentuk ?T? dengan baja tulangan D10, D13, dan D16 dengan panjang 30 cm. Baja tulangan ini ditanam pada beton dengan kedalaman 16 cm pada bagian atas dilebihkan 14 cm untuk dijepit pada saat pengujian tarik (pull out) beton. Uji pull out dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Mechine. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar baja tulangan maka beban lekat maksimal yang terjadi semakin kecil. Besar nilai beban lekat yang terjadi yang terkecil 31500 N dan yang paling besar 51333 N. Ditinjau dari kuat lekat yang terjadi, semakin besar diameter baja tulangan maka kuat lekat maksimal beton pada baja tulangan semakin besar. Besar nilai kuat lekat yang terjadi yang paling kecil 6,674 MPa dan yang terbesar 7,023 MPa. Ditinjau dari tegangan baja tulangan yang terjadi, semakin besar baja tulangan maka tegangan baja tulangan yang terjadi semakin kecil. Besar nilai tegangan baja tulangan yang terjadi paling kecil 228,57 N dan yang paling besar 413,53 N. Ditinjau dari kerusakan benda uji, semua kerusakan benda uji terjadi pada beton namun semakin besar diameter baja tulangan maka kerusakan yang terjadi pada beton semakin besar. Kata kunci : kuat lekat, beton, baja tulangan. ABSTRACT One of the requirements in the reinforced concrete structure is by having a steel reinforcement between's coherency and concrete. Loss of's coherency between concrete and steel reinforcement on the structure resulting in a total collapse on the concrete. To avoid the need to review the value of the voltage latched onto concrete and steel reinforcement to retrieved the balance between styles of steel reinforcement and concrete. Strong steel reinforcement of concrete closely influenced by several factors, one of which is the quality of the concrete. According to the logic of the larger diameter of the steel reinforcement and the stronger power anyway cengkram's coherency to the reinforcement, however this is still not a definite value can be determined from any magnitude the diameter of the steel reinforcement. The study was done by comparing the strength of concrete with steel reinforcement latched onto the steel reinforcement of different diameter. This study is an experiment with ways to make things concrete test forms ?T? u201D with steel reinforcement D10, D13, D16 and with a length of 30 cm. of steel reinforcement was planted at the concrete to a depth of 4 cm on the top of the preferential treatment for 14 cm pinned at the time of testing tensile (pull out) concrete. Pull out test done at the time the test was 28 days of objects by using the Universal Testing Mechine. Research results indicate that the greater the steel reinforcement the onus increasingly latched onto maximum occurring is big. Great value for a load of sticky going on the smallest 31500 N and most of 51333 N. Reviewed from strong latched onto that occurs, the greater the diameter of the steel reinforcement of the concrete maximum strength then latched onto the steel reinforcement is getting smaller. Great value strong latched onto that occurred the smallest 6,674 Mpa and the largest 7,023 MPa. Review of reinforcement steel voltage occurs, the greater the steel reinforcement and steel reinforcement in voltage that occurs is getting smaller. Great value voltage steel reinforcement that occurs most small 228,57 N and most big 413,53 N. Reviewed the test objects from damage, all the damage occurred on the concrete test bodies but the larger diameter of the steel reinforcement and the damage that occurs in concrete is getting bigger. Keywords: bond strengh, concrete, steel bar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PESONALIZED SYSTEM OF INTRUCTION (PSI) MENGGUNAKAN MAKET PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB SMK NEGERI 2 BANGKALAN Huriyanto, Moh.
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa masih banyak yang belum berminat pada mata pelajaran menggambar konstruksi bangunan, Media yang digunakan belum bervariasi oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk  Mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran, Menganalisis Keterlaksanaan proses pembelajaran PSI dengan menggunakan maket, Menganalisis Hasil belajar siswa terhadap penggunaan model pembelajaran PSI menggunakan maket.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, tiap siklusnya dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB. Validasi instrumen pembelajaran divalidasi oleh 2 validator yaitu 1 dosen dan 1 guru. Hasil validasi silabus mendapat persentase 96,25%, RPP mendapat persentase 96,31%, materi mendapat persentase 95,38%, soal mendapat persentase 92,86%, maket mendapat persentase 95,55%, lembar keterlaksanaan mendapat persentase 96%. Hasil belajar siswa XI TGB  pada siklus I yang telah tuntas sebanyak 24 siswa (70,59%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 siswa (29,41%). Hasil belajar siswa XI TGB pada siklus II yang telah tuntas sebanyak 28 siswa (82,35%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa (17,65%).Kata kunci: Personalized System Of Intruction, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar Siswa.Abstract Students still many who have not been interested in the subjects of drawing lesson of building construction, The media used has not varied, therefore the purpose of this study is to Describe the feasibility of learning tools, Analyze the implementation of PSI learning process by using maket.The type of research used is Classroom Action Research with two cycles, each cycle of two meetings. The subjects of this study were students of class XI TGB. Validation of learning instruments validated by 2 validators is 1 lecturer and 1 teacher.The results of the validation of syllabus got 96.25% percentage, RPP got 96.31% percentage, the material got 95.38% percentage, the matter got percentage 92,86%, maket got percentage 95,55%, the implementation sheet got 96% percentage. Student learning result XI TGB in cycle I that has been completed as many as 24 students (70,59%) and student which is not complete as many as 10 students (29,41%). Student learning result XI TGB in cycle II which has been completed as many as 28 students (82,35%) and student which not complete as many as 6 students (17,65%). Keywords: Personalized System Of Intruction, Student Learning Outcomes, Building Construction Drawing.
PENERAPAN QUANTUM TEACHING MELALUI MEDIA CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEKANIKA TEKNIK PADA SISWA SMK NEGERI 1 KEDIRI LIA KUSNIAWATI, SITA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan penerapan Quantum Teaching melalui media CAI pada pelajaran mekanika teknik (2) hasil belajar siswa setelah diterapkan metode belajar Quantum Teaching melalui media CAI pada pelajaran mekanika teknik, jenis penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan bentuk desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dan subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB 1 dan X TGB 2 yang berjumlah masing-masing kelas 33 orang, kelas eksperimen (X TGB 2) menggunakan pembelajaran Quantum Teaching melalui media CAI dan kelas kontrol (X TGB 1) menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar validasi media CAI, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian ini adalah (1) hasil keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 83,5% yang berarti pembelajaran berjalan dengan sangat baik; (2) hasil belajar siswa pada kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 80 dan kelas kontrol menghasilkan nilai rata-rata 71,  analisis uji hipotesis dengan taraf kesalahan (?) = 5% menghasilkan   > = 4,30 > 1,67. Artinya hasil belajar siswa setelah menggunakan Quantum Teaching melalui media CAI lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Quantum Teaching, CAI (Computer Assisted Interaction), Mekanika Teknik Abstract The goal of this research is to find out (1) implementation of Quantum Teaching with CAI media in the study of civil engineering (2) result of student learning after treatment method of Quantum Teaching through CAI media in civil engineering lesson, research type using Quasi Experimental Design with design form research use Nonequivalent Control Group Design. The subjects of research were students of class X TGB 1 and X TGB 2 which amount each class are 33 students, the experimental class (X TGB 2) using Quantum Teaching learning with CAI media and control class (X TGB 1) using conventional learning. instruments research using learning device validation sheets, CAI media validation sheets, instructional observation sheets and test result sheets. Results of this research are (1) the results of the implementation of learning shows a percentage of 83.5% it mean the treatment was show a good result ; (2) the students' learning at the experimental class result in average score of 80 and the control class has score an average value of 71, hypothesis test analysis with the error rate (?) = 5% the result shows t_hitung > t_(tabel )= 4.30> 1.67. It mean that students result after using Quantum Teaching with CAI media is better than using conventional learning. Keyword: Quantum Teaching, CAI (Computer Assisted Interaction), Engineering Mechanics
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMASANGAN BATU BATA SISWA KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI BATU SISWA KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI BATU SMK NEGERI 7 SURABAYA MELALUI MEDIA VIDEO STOPMOTION BESERTA HANDOUT ADITYA, ANGGA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahui kelayakan, keterlaksanaan, dan hasil belajar media video Stopmotion beserta Handout. Manfaat penelitian ini: (1)Mengetahui kelayakan media video Stopmotion beserta Handout terhadap keterampilan pemasangan batu bata siswa kelas X Konstruksi Batu Beton SMKN 7 Surabaya. (2)Siswa dapat melakukan pemasangan 1 batu bata ikatan tegak dengan cepat, tepat, dan benar. (3)Media video Stopmotion dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada saat proses belajar. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental bentuk One-Shot Case Study dengan populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas X Jurusan Konstruksi Batu dan Beton SMKN 7 Surabaya dengan 41 siswa. Hasil penelitian ini meliputi: (1)Validasi kelayakan media video stopmotion prosentase 90,0% kategori sangat baik. (2)Validasi kelayakan materi mendapat prosentase 92,3% kategori sangat baik. (3)Validasi kelayakan perangkat pembelajaran mendapat prosentase 81,4% kategori sangat baik. (4)Keterlaksanaan pembelajaran mengalami penurunan pertemuan 1 mendapat 82,5% sedangkan pertemuan 2 mendapatkan 81,25%. (5)Hasil belajar (psikomotorik) siswa mendapatkan prosentase ketuntasan belajar 92,86%. Hasil analisis data t hitung lebih besar dari pada t tabel atau Ha(19,336>1.684) diterima. Kesimpulannya keterampilan pemasangan batu bata siswa kelas X teknik konstruksi batu SMKN 7 Surabaya setelah penggunaan  media video Stopmotion beserta Handout  meningkat dari KKM 75. Kata Kunci: Media Stopmotion, Hasil Belajar Siswa, Praktik Pasangan Batu Bata. Abstract The aim of this research is to knowing the advisability implementation and teaching results by stopmotion video with handout. The benefits of this research: (1)To know the advisability of stopmotion video and handout towards Stone Construction Engineer’s Grade X Students brick installation skill at SMK Negeri 7 Surabaya. (2) The students are capable to install 1 brick straightening tie quickly, precisely and correctly. (3) Stopmotion video can be use as teaching media in teaching procession. The method that research is one-shot case study pre-experimental with population and sample that use in this research is 41 students of Konstruksi Batu dan Beton grade X at SMK Negeri 7 Surabaya. The results of the research show that: (1)Stopmotion video advisability validation that get percentage by 90.0%, very good category. (2)Theory advisability validation get percentage by 92.3%, very good category. (3) Learning device advisability validation that get percentage by 81.4%, very good category. (4) the implementation of teaching process is decreasing in observation result that in 1st meeting get 82.5%, but in 2nd meeting get 81.25%. There are 3 aspects is, whereas the undisciplined students when paying attention to teacher explanation, student’s antusiasm toward teaching procession using stopmotion video, and the lack of sensitivity to asking question to teacher when confronted difficulty. (5)learning result from students get completeness percentage by 92.86%. The result of data analysis count of t bigger than table of t or Ha(19.336 > 1.684) accepted. So, the conclusion is Stone Construction Engineer’s Grade X Students brick installation skill at SMK Negeri 7 Surabaya after the using of stopmotion video with handout increase from KKM 75. Keyword: Stopmotion Media, learning result of students, Practice of Brick Installation.
PENERAPAN MEDIA MINIATUR KUSEN, DAUN PINTU DAN JENDELA PADA PELAJARAN KONSTRUKSI KAYU DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI KKY SMK NEGERI 2 SURABAYA NUR ARIF, MUHAMMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi, pada mata pelajaran konstruksi kayu, siswa kurang memahami materi kusen, daun pintu dan jendela karena kurangnya media yang digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) keterlaksanaan proses belajar mengajar dengan menerapkan media miniatur kusen, daun pintu dan jendela pada pelajaran konstruksi kayu; (2) aktivitas belajar siswa pada saat diterapkan media miniatur kusen, daun pintu dan jendela pada pelajaran konstruksi kayu dan (3) hasil belajar siswa setelah menerapkan media miniatur kusen, daun pintu dan jendela pada pelajaran konstruksi kayu. Jenis penelitian ini adalah berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siswa kelas XI KKY SMKN 2 Surabaya sebanyak 27 siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) keterlaksanaan proses belajar mengajar pada siklus I menunjukan persentase sebesar 80% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan daripada siklus I sebesar 86%; (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan persentase sebesar 78% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan daripada siklus I yaitu 87%; (3) terdapat peningkatan hasil belajar siswa, terlihat dari nilai kondisi awal siswa sebesar 73, sedangkan pada siklus I sebesar 78 dan pada siklus II sebesar 84. Dengan demikian maka penerapan media miniatur dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Media Miniatur, Konstruksi Kayu Abstract Based on the observations, on the subjects of wood construction, students do not understand the material of the frames, doors and windows because of the lack of media used. The purpose of this research is to know: (1) the implementation of teaching and learning process by applying miniature frame media, door and window on wood construction lessons; (2) student learning activity when applied to miniature media of door frame and window on wood construction lesson and (3) student learning result after applying miniature frame media, door and window in wood construction lesson. This type of research is a Class Action Research (PTK) with students of class XI KKY SMKN 2 Surabaya as many as 27 students. The results of this research are (1) the implementation of teaching and learning process in cycle I shows the percentage of 80% whereas in cycle II there is an increase compared to the first cycle of 86%; (2) student learning activity in cycle I shows the percentage of 78% while in cycle II there is an increase than cycle I is 87%; (3) there is improvement of student learning result, seen from initial condition of student equal to 73, whereas in cycle I equal to 78 and in cycle II equal to 84. Thus, miniature media application can improve student learning result. Keywords: Miniature Media, Wood Construction
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING  PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KONSEP SAMBUNGAN DAN   HUBUNGAN  JENIS KONSTRUKSI KAYU DAN UKURANNYA DI KELAS XI TEKNIK PERKAYUAN SMKN 1 SIDOARJO PRASETIO,  
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa merasa kesulitan memahami mata pelajaran konstruksi bangunan. Model pembelajaran yang ada di sekolah adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru dengan bentuk ceramah dan tanya jawab, dimana siswa bersikap pasif sehingga menyebabkan hasil nilai siswa yang kurang memuaskan. Nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila nilai yang di dapat diatas nilai KKM yang sudah ditentukan, yakni 75. Inovasi yang dibuat oleh pengajar harus tepat guna, salah satu model pembelajaran yang tepat untuk pada KD ini adalah problem based learning. Model pembelajaran ini lebih condong ke siswa agar lebih kreatif dan percaya diri dan disini guru lebih menjadi fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa diberikan sebuah kasus nyata pada proyek dan mereka membuat pemecahan masalah melalui caranya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model problem based learning layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar mata pelajaran konstruksi bangunan kelas XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo. Setelah dilakukan posttest, selanjutnya dilakukan analisis data, dan didapat hasil dalam bentuk keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi perangkat, lembar pengamatan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Analisis data terdiri dari analisis kelayakan perangkat, analisis butir soal, dan keterlaksanaan pembelajaran. Tahap pengujian produk dilakukan kepada 30 siswa XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) didapatkan hasil rata-rata total 80,03% serta dari perhitungan t-hitung sebesar 3,688 dan t-tabel sebesar 1,699 dengan KKM 75. Kata Kunci: Penerapan Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Teknik Konstruksi Kayu, Sambungan dan Hubungan Kayu, Pre Eksperimental Design. Abstract Students felt difficult to understand on building construction subject. The existing learning model in the school is a teacher centered learning model with a form of lecture and question and answer, where the students are passive so as to cause the result of the student's score is less satisfactory. The student's score can be said to be complete if the value can be above the predetermined KKM score of 75.. Innovations made by teachers must be appropriate, one of the appropriate learning model for this KD is problem based learning. Learning model is more inclined to students to be more creative and confident and here the teacher is more a facilitator in teaching and learning activities. Students are given a real case on the project and they make problem solving in its own way. The purpose of this research is to find out whether the problem based learning model is suitable to be used for teaching and learning activities of building construction class XI TKY at SMKN 1 Sidoarjo. After it performed posttest, then performed data analysis, and obtained the results in the form of learning and learning outcomes. The research instruments include device validation sheets, learning observation sheets, and test result sheets. Data analysis consisted of device feasibility analysis, item item analysis, and learning implementation. Product testing phase was conducted to 30 students of XI TKY in SMKN 1 Sidoarjo.Student learning outcomes using problem based learning model (PBL) obtained a total average of 80.03% and from the calculation of t-count of 3.688 and t-table of 1.699 with KKM 75. Keywords: Assembling Learning Model, Problem Based Learning, Wood Construction Technique, Connection and Wood Relation, Pre Experimental Design
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB SMKN KUDU JOMBANG SAIMON,
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI), keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, dan hasil belajar siswa kelas X TGB yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan model One-Shot Case Study. Sasaran penelitian yaitu siswa kelas X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang dengan jumlah 36 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui validasi perangkat pembelajaran, teknik pengamatan dan tes. validasi digunakan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, teknik pengamatan digunakan untuk memperoleh data keterlaksanaan pembelajaran yaitu aktifitas mengajar guru dan aktifitas belajar siswa, sedangkan tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelayakan perangkat pembelajaran silabus sebesar 82,67%, RPP sebesar 82,22% dan materi 83,33%. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan rata-rata kegiatan guru sebesar 90,72% dan rata-rata kegiatan siswa sebesar 90,46%. Hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI menunjukkan rata-rata 85,22; hasil tersebut lebih besar dari KKM dan persentase ketuntasan klasikal naik menjadi 83,33% yang sebelumnya hanya sebesar 66,67%. Kata kunci: Hasil Belajar, One-Shot Case Study, Team Assisted Individualization. Abstract  This work aims to determine the feasibility of learning tools using cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI), the implementation of learning by using cooperative learning model type TAI, and student learning outcomes class X TGB using cooperative learning model type TAI.  This research used Pre-Experimental Design design with One-Shot Case Study model. Target of research that is student of class X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang with amount 36 student. Data collection in this study was obtained through validation of learning devices, observation techniques and tests. validation is used to determine the feasibility of instructional devices, observation techniques used to obtain data implementation of learning activities teaching and learning activities of students, while the test used to obtain data on student learning outcomes.  The results showed that the feasibility of learning tools syllabus of 82.67%, RPP of 82.22% and 83.33% of material. The implementation of learning shows the average of teacher activity 90,72% and student activity average 90,46%. Student learning outcomes with cooperative learning model type TAI showed average 85.22; the result is greater than the KKM and the percentage of classical mastery rose to 83.33% which previously was only 66.67%. Keywords: Learning Outcomes, One-Shot Case Study, Team Assisted Individualization.
PENERAPAN STRATEGI KWL (KNOW, WANT, LEARN) DENGAN MEDIA COURSELAB PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN PADA HASIL BELAJAR  SISWA KELAS X TKK DI SMKN 2 SURABAYA AZIZUL ROHMI, MOCH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh suatu keadaan belajar peserta didik di SMKN 2 Surabaya kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. Selama ini pembelajaran menggunakan metode ceramah. Untuk memperbaiki hasil belajar maka diterapkan strategi KWL (Know, Want, Learn) dengan media Courselab. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tingkat kelayakan media, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar. Penelitian  yang  digunakan  adalah  pre-experimental  design, bentuk  one shot case  study, dilaksanakan di SMKN 2 Surabaya semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subyek penelitian menggunakan kelas X TKK 1. Teknik analisis data berupa analisis kelayakan perangkat dan media pembelajaran, analisis keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar. Penelitian strategi KWL menggunakan media Courselab didapatkan tiga hasil. (1) Kelayakan media mendapat rata-rata 4.39, termasuk dalam kategori sangat layak, (2) Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama, kegiatan pembelajaran  guru mendapat rata-rata sebesar 3,95 dengan kategori baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat rata-rata sebesar 3,71 dengan kategori baik. Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan kedua, kegiatan pembelajaran guru mendapat rata-rata sebesar 4,06 dengan kategori sangat baik dan aktifitas pembelajaran siswa mendapat rata-rata sebesar 3,96 dengan kategori baik, (3) Hasil belajar siswa yang berjumlah 31 siswa telah mendapatkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 77,68 diatas nilai KKM yang diterapkan oleh sekolah sebesar 75. Kata Kunci: Strategi KWL, Media Courselab, Konstruksi Atap. Abstract This research is in The background by the students at SMKN 2 Surabaya less understanding of the material presented by the teacher on the Subject of Building Construction. During this study using the lecture method. To improve learning outcomes, KWL (Know, Want, Learn) strategy is applied with Courselab media. This reseach aim to find level the feasibility media, learning effectiveness, and learning outcomes. The research used was pre-experimental design, form one shot cas study, implemented  in SMKN 2 Surabaya even semester year at 2016/2017. Subject research using class X TKK 1. Data analysis techniques in the form of feasibility analysis of tools and learning media, analysis of learning effectiveness, and learning outcomes. KWL strategy research uses Courselab media got three result. (1) The media feasibility is average 4.39, included in the category is very feasible, (2) Wisdom learning first meeting, teacher learning activities got an average percentage of 3,95 with categories good and student learning activity gets average of 3,71 with good category. Wisdom learning second meeting, teacher learning activities get percentage of 4,06 with very good category and student learning actuity gets average percentage equal to 3,96 with good category, (3) Result of student learning wich totaling 31 students have achieved the target of learning mastery the average value of lerning results of 77.68 above the KKM value applied by the school of 75. Keywords: KWL strategy, Media.Courselab, Roof Construction.
PENERAPAN MODUL UNTUK MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK PADA JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 BANGKALAN VIDI KOES PRABOWO, HASABI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang maksimalnya penggunaan media pembelajaran dan tidak adanya modul menjadi alasan  penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul, dan ketuntasan belajar setelah menggunakan modul pada 26 siswa kelas XI TGB SMKN 2 Bangkalan. Metode penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan pre-experimental design dengan studi kasus bentuk tunggal. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, observasi, dan tes. Kuisioner digunakan untuk memperoleh nilai validasi perangkat pembelajaran, observasi digunakan untuk memperoleh nilai keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul, dan tes digunakan untuk memperoleh data ketuntasan belajar siswa. Keterlaksanaan pembelajaran dianalisis menggunakan analisis keterlaksanaan pembelajaran, dan ketuntasan belajar dianalisis menggunakan analisis ketuntasan belajar Hasil validasi modul sebesar 90%. Model pembelajaran yang digunakan adalah MPL, pada pertemuan I persentase keterlaksanaan pembelajaran guru sebesar 87% dan keterlaksanaan pembelajaran siswa sebesar 81%, pada pertemuan II persentase keterlaksanaan pembelajaran guru sebesar 88% dan keterlaksanaan pembelajaran siswa sebesar 84%. Ketuntasan belajar secara individu terdapat 21 siswa yang tuntas (nilai ≥ 75), dan 5 siswa tidak tuntas (nilai < 75). Persentase ketuntasan kelas sebesar 80,77% dengan rata-rata nilai 85,70. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan modul dengan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran Gambar Teknik dapat diaplikasikan dengan baik dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Media Modul, Keterlaksanaan Pembelajaran, Ketuntasan Belajar Siswa Abstract The use of learning media isn’t maximal and the absence of module is the reason for this research. The aim of this research is to obtain information about the implementation of learning process using module, and students’ mastery after using the module for 26 students 11th grade TGB SMKN 2 Bangkalan. This research is a quantitative research pre-experimental design with one shot case study. The data are collected by using questionnaire, observation, and test. The questionnaire is used to obtain score, and learning media validation. The observation is used to obtained the value of learning using the module, and the test is used to obtained students’ mastery. The implementation of learning process analyzed with analysis of implementation of learning process, and students’ mastery analyzed with analysis students’ mastery. The results of module validation is 90%. Learning model used in this research is direct learning model. At the first concourse, the percentage of learning implementation by teacher is 87%, then the percentage of learning implementation by the students is 81%. At the second concourse, the percentage of learning implementation by teacher is 88%, and the percentage of learning implementation by the students is 84%, the result of the students’ test shows that there are 21 students mastered (score ≥75), and 5 students are not mastered yet (score <75), then the percentage of the class mastery is 80,77% and the average score is 85,70. Therefore, based on the result, it can be concluded that the implementation of module with direct learning model in drawing technique lesson can be applied properly in the learning proses. Keywords: Module media, The implementation of learning process, Students’ mastery.