cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DENGAN TUGAS PENGAJUAN SOAL DAN PENYELESAIAN PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMKN 1 NGANJUK DWI PAMUNGKAS, DJATU
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran guided discovery adalah salah satu bentuk metode discovery learning. Discovery learning sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang baik. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah tentang kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan model pembelajaran Guided Discovery dengan tugas pengajuan soal. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode penelitian Posttest Only Control Design. Subjek penelitian adalah seluruh kelas X TGB SMK Negeri 1 Nganjuk berjumlah 64 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada kompetensi dasar menerapkan konsep keseimbangan dengan diagram gaya normal, lintang dan momen dalam perhitungan struktur bangunan. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil validasi, diketahui presentase rata-rata sebesar 84,59%, artinya perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria kelayakan. Pada pertemuan pertama, hasil belajar rata-rata siswa kelas eksperimen sebesar 87,41 dan kelas kontrol sebesar 70,22, dengan hasil ttabel = 1,670 dan thitung = 2,06. Pada pertemuan kedua, hasil belajar rata-rata siswa kelas eksperimen sebesar 80,59 dan kelas kontrol sebesar 74,25, dengan hasil ttabel = 1,670 dan thitung = 1,83. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui thitung > ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery dengan tugas pengajuan soal lebih efektif dalam meningkatkan hasiil belajar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : guided discovery, tugas pengajuan soal, hasil belajar siswa. Abstract Guided learning model is one of discovery learning method. Discovery learning is in accordance with the active knowledge search by humans and by itself gives good results. The formulation of the problem of this research is about the feasibility of the device, the implementation of learning and learning outcomes. The purpose of this study is to determine the feasibility of the device, the implementation of learning and student learning outcomes after the implementation of Guided Discovery learning model with problem posing. This research method is quantitative research, with Posttest Only Control Design Method. The subject of research is class X TGB Vocational Senior High School 1 Nganjuk as much as 64 students. This research is conducted on the basic competence applying the concept of balance with the diagram of normal force, latitude and moment in the calculation of the structure of the building. Data collection using validation method, observation and learning result test. Based on the validation results, it is known that the average percentage is 84.59%, said the learning device has met the eligibility criteria. At the first meeting, the average learning outcomes of the experimental class students were 87.41 and the control class of 70.22, with the result ttable = 1.670 and texperiment = 2.06. At the second meeting, the average learning outcomes of the experimental class students were 80.59 and the control class was 74.25, with ttable = 1.670 and texperiment = 1.83. Based on the calculation of the estimated texperiment > ttable, then H0 accepted and Ha rejected, so it can be concluded by the method of guidance of learning with the task of filing more effective in improving the learning outcomes than conventional learning. Keywords:  guided discovery, problem posing, student learning outcomes.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PEER-TUTORING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR TEKNIK DENGAN AUTOCAD PADA KELAS XI TGB-2 DI SMK NEGERI 1 NGANJUK SITI AISYAH, WAHYUNING
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Peer-Tutoring ini meyajikan suatu permasalahan yang nyata bagi siswa sebagai pembelajaran yang diselesaikan dengan kelompok dengan satu ketua sebagai tutor. Dengan demikian metode pembelajaran ini dapat memfasilitasi siswa untuk mengasah dan membangun keaktifan dan kreatifitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran Peer-Tutoring (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar menggambar teknik dengan AutoCAD (3) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran Peer-Tutoring. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), berlangsung dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 tindakan dan 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ialah siswa kelas XI TGB-2 SMK Negeri 1 Nganjuk. Instrument penelitian yang digunakan ialah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar, kuesioner (angket). Data kuantitatif yang didapatkan kemudian dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) menunjukkan siklus I mendapat nilai rata-rata ketuntasan individual sebesar 80,53, lebih besar dari KKM (? 75) yang ditentukan. Dan ketuntasan klasikal sebesar 59,38%, sedangkan pada siklus II mendapat nilai rata-rata 85,16, lebih besar dari KKM (? 75) yang ditentukan. Dan ketuntasan klasikal sebesar 90,63% yang artinya mayoritas siswa tuntas belajar dalam metode penerapan pembelajaran peer-tutoring. Kata Kunci: Peer-Tutoring, AutoCAD, Penelitian Tindakan Kelas. Abstract Peer-Tutoring Learning presents a real problem for students as learning resolved by the leader of the group as a tutor. Thus this learning method can facilitate students to hone and build liveliness and creativity of students. This study aims to: (1) Knowing the implementation of Peer-Tutoring learning (2) Knowing the improvement of learning result of drawing technique with AutoCAD (3) Knowing the students's response to the application of learning Peer-Tutoring. This research is a classroom action research (PTK), takes in two cycles. Each cycle consists of two acts and 4 stages: planning, implementation, observation and reflection. The research subjects are students of class XI TGB-2 SMK Negeri 1 Nganjuk. Research instrument used is learning device validation sheet, sheet implementation learning, achievement test, a questionnaire. Quantitative data were obtained and analyzed by t-test. Results of classroom action research (PTK) indicates the one cycle gets an average score of individual completeness of  80,53, greater than the specified KKM (? 75). And classical mastery of 59,38%, while in second cycle got an average value of 85,16, greater than the specified KKM (? 75). And classical completeness of 90,63%, which means the mayority of students thoroughly learn in the methods of  applying Peer-Tutoring learning. Keywords: Peer-Tutoring, AutoCAD, Action Research.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO 3D ARCHICAD PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI SMKN 2 SURABAYA FITRI SILVIA, AINUL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan merupakan mata pelajaran inti yang mempelajari Gambar Bangunan Sederhana. Dengan pembelajaran langsung yang kurang memanfaatkan LCD sebagai media ajar, menjadikan pembelajaran membosankan. Inovasi dalam pemanfaatan media pembelajaran diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media video 3D  archiCAD pada materi Menggambar Potongan Rumah Tinggal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development yang terdiri dari 6 langkah, yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain (6) Ujicoba Produk. Terdapat 3 aspek penilaian dalam validasi desain media video 3D archiCAD oleh ahli media, yaitu format, isi atau materi, dan ilustrasi. Hasil validasi media video 3D archiCAD menunjukkan nilai rata-rata 82,86%, sesuai kriteria persentase kelayakan media berada pada interval 81%-100%. Hasil penilaian terhadap media video 3D archiCAD berada pada kategori sangat valid, sehingga layak untuk digunakan. Kata Kunci: Gambar Konstruksi Bangunan, Pengembangan video 3D ArchiCAD, Kelayakan Media Video 3D ArchiCAD. Abstract  Building Construction Drawings is a main subject that studies The Simple Building Drawing. Direct learning that less use of LCD as a teaching media makes learning to be boring. The innovation in instructional media utilizing is needed. The purpose of this study is to find out the feasibility of archiCAD 3D video media on the House Section Drawing. This study uses Research and Development (R&D) consisting of the following 6 steps: (1) Potential and Problem, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Validation Design, (5) Revision Design (6) Product Trial. The results are based on the three aspects of the assessment in the validation design of archiCAD 3D video media by the experts, those are format, content or material, and illustration. The average result of archiCAD 3D video media validation is 82,86%, it is in accordance with the criteria of media feasibility at intervals of 81%-100%. The assessment result of archiCAD 3D video media is very valid category, so it is feasible. Keywords: Building Construction Drawings, The Development of ArchiCAD 3D Video, The Feasibility of ArchiCAD 3D Video Media.
PENGARUH GERAKAN LITERASI SEKOLAH DAN KELENGKAPAN PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT MEMBACA SISWA DI SMK PGRI 1 GRESIK Masbuhin,  
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan kelengkapan perpustakaan terhadap minat membaca siswa di SMK PGRI 1 Gresik. Progam literasi sekolah akan menjadikan siswa terbiasa  membaca buku. dengan kebiasaan ini siswa akan mempunyai wawasan yang luas dan mampu berkembang dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Teknik pengambilan data menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK PGRI 1 Gresik jurusan TGB berjumlah 37 siswa, 5 guru dan 1 kepala perpustakaan. Pengumpulan data menggunakan Angket, Metode wawancara dan Metode observasi. Teknik analisis data ada 2 tahap. Tahap (1) adalah analisis uji coba, tahap (2) adalah analisis data sebenarnya yang mencakup uji normalitas, uji korelasi , uji regresi sederhana dan regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh GLS terhadap minat membaca siswa diperoleh nilai signifikansi 0,009. Pengaruh Kelengkapan perpustakaan terhadap minat membaca diperoleh nilai signifikansi = 0,000. Pengaruh GLS dan kelengkapan perpustakaan terhadap minat membaca diperoleh nilai Sig. F change = 0,00. Karena nilai Sig. F change = 0,00 < 0,05.. GLS dapat mempengaruhi minat membaca siswa sebesar 17,2 %, kelengkapan perpustakaan dapat mempengaruhi minat membaca sebesar 40,3 %, GLS dan kelengkapan perpustakaan dapat mempengaruhi minat membaca sebesar 41,6. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwah GLS dan kelengkapan perpustakaan berpengaruh positif terhadap minat membaca siswa di SMK PGRI 1 Gresik. Kata kunci : GLS, kelengkapan perpustakaan, minat membaca siswa. Abstract This study aims to determine the influence of School Literacy Movement (GLS) and the completeness of the library of interest in reading students in SMK PGRI 1 Gresik. Interest in reading students will also increase with the number of facilities and the diversity of books in the library. School literacy programs will also make students accustomed to reading books, with this habit students will have a broad knowledge and able to develop well. The research method used is quantitative, this research is expost facto research. Technique of taking data using simple random sampling technique. Samples in this study were students of class X in SMK PGRI 1 Gresik building drawing techniques (TGB) majors amounted to 37 students, 5 teachers and 1 head of the library. Data collection using Questionnaire, Interview Method and Observation Method. Data analysis techniques there are 2 stages. Phase (1) is a pilot analysis, stage (2) is a real data analysis that includes normality test, correlation test, simple regression test and multiple regression. Based on research results Influence of GLS on reading interest of students obtained significance value 0.009. Influence Library completeness to interest in reading obtained value of significance = 0,000. The influence of GLS and the completeness of the library on reading interest was obtained by Sig value. F change = 0.00. Because the value of Sig. F change = 0.00 <0.05 .. GLS can affect reading interest of students by 17.2%, library completeness can affect reading interest by 40.3%, GLS and library completeness can affect reading interest of 41.6. Thus it can be concluded that the GLS and the completeness of the library have a positive effect on students' interest in SMK PGRI 1 Gresik. Keywords: GLS, completeness of library, reading interest of student.
ANALISIS TINGKAT PEMENUHAN FASILITAS BENGKEL KERJA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN SMK NEGERI 1 SIDOARJO MULYAWAN, DENNY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan prasarana untuk siswa SMK sangatlah penting, terlebih lagi sarana dan prasarana untuk kegiatan praktik Teknik Bangunan yang berfungsi untuk melatih dan meningkatkan kemampuan siswa di bidang konstruksi bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kesesuaian antara kelengkapan peralatan kerja, kelengkapan ruang kerja, dan kelengkapan ruang instruktur dan penyimpanan bengkel bangunan SMK Negeri 1 Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah ruang dan fasilitas bengkel bangunan Jurusan Teknik Bangunan di SMKN 1 Sidoarjo. Objek dalam penelitian ini adalah standar luas bengkel bangunan, jenis dan jumlah peralatan kerja, dan standar  ruang instruktur serta ruang penyimpan di SMKN 1 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan skala persentase, proses perhitungan persentase dilakukan dengan cara mengkalikan hasil bagi skor riil dengan skor ideal dengan seratus persen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 41 jenis alat kerja kayu yang dimiliki oleh bengkel kerja Teknik Bangunan SMK Negeri 1 Sidoarjo sebanyak 24 atau 51% alat kerja kayu  memenuhi standar sedangkan 17 atau 49% belum memenuhi standar, peralatan kerja ukur tanah 10 atau 63% memenuhi standar sedangkan 6 atau 37% memenuhi standar, peralatan kerja gambar grafis atau 86% alat kerja gambar  memenuhi standar sedangkan 1 atau 14% alat kerja gambar masih belum memenuhi standar, sedangkan untuk semua ruang kerja bengkel tidak memenuhi standar, dan untuk kelegkapan ruang instruktur dan kelengkapan penyimpanan bahan sudah memenuhi standar. Kata kunci: standar, fasilitas bengkel bangunan. Abstract Facilities and infrastructure for vocational students is very important, especially the facilities and infrastructure for practice activities that serves to train and improve students' skills in the field of building construction. The purpose of this study is to know about the suitability between the completeness of work equipment, the completeness of work space, and the completeness of the instructor room and storage workshop building SMK Negeri 1 Sidoarjo. The research method used is descriptive quantitative. The subject of this research is the space and facilities of building workshop of Building Engineering Department at SMKN 1 Sidoarjo. The object of this research is the wide standard of workshop, type and amount of work equipment, and standard of instructor room and storage room at SMKN 1 Sidoarjo. Technique of collecting data in this research that is in the form of method observation, method interview and method documentation. This research instrument uses observation guides, interview guides and documentation guides. Data analysis technique using percentage scale, percentage calculation process is done by multiplying the results for the real score with an ideal score with one hundred percent. The result of the research shows that from 41 types of wood working tools owned by Engineering Building Worker of SMK Negeri 1 Sidoarjo as much as 24 or 51% of wood working tools meet the standard while 17 or 49% have not meet the standard, ground equipment 10 or 63% standard, while 6 or 37% meet the standard, graphics drawing equipment or 86% of the drawing work tools meet the standard while 1 or 14% of the drawing tools still not meet the standards, while for all workspace workshops do not meet the standards, and for kelegkapan instructor room and completeness of material storage already meets the standards. Keywords : standard, building workshop facilities.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMKN 1 SITUBONDO AINURROHMAN, TAUFIK
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan model pembelajaran langsung dengan metode ceramah  hanya 30% hasil belajar siswa yang dapat mencapai ketuntasan minimal pada mata pelajaran mekanika teknik. Penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan menggunakan metode tutor sebaya bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mekanika Teknik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB SMKN 1 Situbondo yang berjumlah 31 siswa. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) fase latihan terkontrol menggunakan metode tutor sebaya. Sebelum penelitian dilaksanakan, siswa merespon pembelajaran sebelumnya. Setelah penelitian dilaksanakan, siswa merespon pembelajaran yang sudah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil belajar siswa siklus I memperoleh rata-rata nilai 67,20 dengan 16 siswa tuntas atau sebesar 55,17% siswa tuntas, siklus II memperoleh rata-rata nilai 72,93 dengan 18 siswa tuntas atau sebesar 62,07% siswa tuntas, dan siklus III memperoleh rata-rata nilai 79,20 dengan 22 siswa tuntas atau sebesar 75,86% siswa tuntas, semakin meningkat dari setiap siklusnya. Keterlaksanaan guru mengajar siklus I memiliki rata-rata skor 0,7 atau sebesar 70% aspek yang telah dilaksanakan, siklus II memiliki rata-rata skor 0,8 atau sebesar 80% aspek yang telah dilaksanakan, siklus III memiliki rata-rata skor 0,93 atau sebesar 93,3 % aspek yang telah dilaksanakan, semakin meningkat dari setiap siklusnya. Respon siswa terhadap pembelajaran sebelumnya adalah sebesar 69,60% dengan kategori baik. Respon siswa setelah diberi tindakan adalah sebesar 77,50% dengan kategori baik. Kata Kunci: Missouri Mathematic Project (MMP), Tutor Sebaya, Mekanika Teknik. Abstract The application of direct learning model with lecture method is only 30% student learning outcomes that achieve minimal mastery on the subjects of mechanical engineering. The application of learning model of Missouri Mathematics Project (MMP) by using peer tutor method aims to improve student learning outcomes on the subjects of mechanical engineering. This study is a classroom action research consisting of three cycles. The subjects of this study are students of class X TGB SMKN 1 Situbondo, amounting to 31 students. The Missouri Mathematics Project (MMP) learning model is a controlled exercise phase using peer tutoring methods. Before the research is done, students respond to previous learning. After the research is done, the students respond to the learning that has been applied. The results showed that, the students learning outcomes cycle I obtained an average score of 67,20 with 16 students complete or 55,17% of students complete, cycle II obtained an average score of 72,93 with 18 students complete or equal to 62,07% students complete, and cycle III obtained an average score of 79,20 with 22 students complete or 75,86% of students complete, increasing from each cycle. Teachers teaching cycle I has an average score of 0,7 or 70% aspect has been implemented, cycle II has an average score of 0,8 or 80% of aspects that have been implemented, cycle III has an average score of 0,93 or 93,3% of the aspects that have been implemented, are increasing from each cycle. Student response to previous learning is equal to 69,60% with good category. Student response after given the action is 77,50% with good category. Keywords: Missouri Mathematics Project  (MMP), Peer Tutoring, Engineering Mechanic.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB (SMK NEGERI 1 KALIANGET) Roziqi, Mohammad
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Negeri 1 Kalianget yang memiliki beberapa program keahlian dan salah satunya adalah Teknik Gambar Bangunan. Hasil observasi yang dilakukan pada kelas XI TGB terdapat 30,3% siswa yang hasil belajarnya di bawah KKM. Guru mata pelajaran gambar konstruksi bangunan menggunakan model pembelajaran langsung namun belum direncanakan dengan sempurna. Maka terkait hal itu, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di terapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan media video animasi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran, (2) Bagaimana aktivitas belajar siswa, (3) Bagaimana respon siswa (4) Bagaimana hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental tipe One-Shot Case Study. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Student Facilitaor and Explaining dengan video animasi sedangkan variabel bebasnya adalah hasil belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI TGB yang terdiri 2 kelas dan sampelnya adalah kelas XI TGB 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan video animasi berjalan dengan sangat baik, (2) hasil pengamatan aktifitas belajar siswa adalah cukup aktif, (3) penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan video animasi mendapatkan respon yang sangat baik, (4) hasil belajar siswa berdasarkan uji t memperoleh kesimpulan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa tidak sampai 100% tuntas Kata Kunci: Student Facilitator and Explaining, Video Animasi, One-Shot Case Study Abstract SMK Negeri 1 Kalianget which has several expertise programs and one of them is Picture Building Engineering. The result of observation which has been done in class XI TGB there are 30,3% of students whose learning out comes under KKM. Teachers of Picture Building Engineering use the direct learning model but not yet planned perfectly. So related to that, to overcome these problems then applied learning model Student Facilitator and Explaining with animation video media. Formulation of the problem in this research is (1) how the implementation of learning, (2) how the student learning activity, (3) how the student response (4) how student learning outcomes. This research uses Pre-Experimental design type One-Shot Case Study. The independent variable in this research is the application of learning model of Student Facilitaor and Explaining with animation video while the independent variable is the result of student learning. The population in this study is all students of class XI TGB consisting of 2 classes and the sample is class XI TGB 1. The results of this study indicate that (1) the implementation of learning model Student Facilitator and Explaining with video animation runs very well, (2) the observation result of student learning activity is quite active, (3) the application of learning model Student Facilitator and Explaining with animation video get response very good, (4) student learning outcomes based on t test obtained conclusion percentage mastery of student learning outcomes not until 100% complete. Keywords: Student Facilitator and Explaining, animation video, One-Shot Case Study
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK MENGGUNAKAN LKS PADA MATA PELAJARAN ILMU UKUR TANAH DALAM UPAYA MENGETAHUI HASIL BELAJAR SISWA DI SMK PGRI 1 GRESIK WINDA A, KISNATUL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick menggunakan LKS, (2) mengetahui respon siswa dengan menggunakan model pembelajaran talking stick menggunakan LKS, (3) mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran talking stick menggunakan LKS. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB SMK PGRI 1 Gresik, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TGB 1 SMK PGRI 1 Gresik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) pengamatan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rata-rata 94% dengan kategori sangat baik, b) respon siswa menunjukkan rata-rata sebesar 73,24% dengan kategori baik, dan c) hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas sebesar 76,03 dengan kategori tuntas. Siswa yang tuntas berjumlah 30 orang dengan prosentase 88%, sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 4 orang dengan prosentase 12%. Analisis uji hipotesis hasil belajar menghasilkan nilai thitung  > ttabel, yaitu 3,40 > 1,697. Dari hasil uji hipotesis tersebut, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dengan pernyataan hasil belajar siswa kelas X TGB SMK PGRI 1 Gresik pada materi menjelaskan tentang jenis-jenis peralatan optik dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick menggunakan LKS  paling rendah atau sama dengan 75. Kata Kunci: Talking Stick, Alat Optik, Beda Tinggi, Hasil Belajar. Abstract  The purpose of this research are, (1) to know the implementation of learning using the cooperative learning model type of talking stick using LKS, (2) to know the response of students to the learning that is supported by the type of cooperative learning model talking stick using LKS, (3) to know the learning outcomes of students  who use cooperative learning model type talking stick using LKS. Research used is pre-experimental design with research design one-shot case study. Population in this study is grade students X TGB SMK PGRI 1 Gresik, while the sample in this study is class X TGB 1 SMK PGRI 1 Gresik. The results show the feasibility of (1) observation the implementation of learning gained an average of 94% to a category very good, (2) the result of students responses showed an average 73,24% to a category good, and (3) student learning outcomes reached an average of 76,03 with complete category. Students work completed in were 30 people with percentage of 88%, while students who are not complete consisting of 4 people with a percentage of 12%. Hypothesis test analysis student learning result obtained value t calculate > t table = 3,40 > 1,697. From the results of a test of the hypothesis, we can conclude that H0 accept with a statement of learning outcomes class X TGB 1 SMK PGRI 1 gresik on the material explains about the types of optical equipment with cooperative learning type of talking stick using LKS the lowest or similiar to 75. Keywords: talking stick, an optical instrument, different high, students outcomes.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN TEKNIK ANALYZE CASE STUDIES PADA MATERI MEKANIKA TEKNIK KELAS X KGSP SMK NEGERI 2 SURABAYA MOKO, KONSTANTINUS
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang dua hal yaitu: (1) Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif dengan Teknik Analyze Case Studies pada pembelajaran Mekanika Teknik. (2) Peningkatan hasil belajar Mekanika Teknik siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Desain penelitian menggunakan One-Shot Case Study. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan tes. Observasi bertujuan utuk menjaring data keterlaksanaan pembelajaran dan tes untuk menjaring prestasi belajar Mekanika Teknik siswa. Hasil analisis data menunjukkan: (1) pembelajaran Mekanika Teknik terlaksana dengan baik, karena nilai keterlaksanaan kegiatan pembelajaran pada pertemuan 1 = 77 % menempati kriteria Baik dengan bobot nilai = 4, sedangkan pertemuan 2 = 83 % dan pertemuan 3 = 85 % menempati kriteria Sangat Baik dengan bobot nilai = 5. (2) hasil belajar Mekanika Teknik siswa secara klasikal > nilai KKM = 75 karena nilai ketuntasan belajar klasikal = 78,51 %; mean = 83,25; nilai maksimal = 90; nilai minimal = 65; modus = 87,96; dan median = 86,32. Data hasil penelitian tidak terdistribusi secara normal, karena nilai chi kuadrat tabel = 11,070 < nilai chi kuadrat hitung = 61,27. Kata kunci: Pembelajaran Aktif, Analyze Case Studies, Hasil Belajar. Abstract The purpose of this research is to describe two things, there are: (1) Application of Active Learning Strategy with Case Study Analysis Technique on learning Mechanical Engineering. (2) Improved learning outcomes of students' Mechanical Engineering. The research used descriptive and quantitative methods. Research design using One-Shot Case Study. Data were collected using observation and test methods. Observation aims to capture the data of learning and test subjects to capture students' Mechanical Engineering achievement. The result of data analysis shows: (1) the learning of Mechanical Engineering is done well, because the value of learning activity implementation at meeting 1 = 77 % occupies Good criterion with weight of value = 4, while meeting 2 = 83 % and meeting 3 = 85 % occupies criterion Very Good with weight of value = 5. (2) Learning result of student Mechanical Engineering classically > value of KKM = 75, because classical learning completeness value = 78,51 %; mean = 83.25; maximum value = 90; minimum value = 65; mode = 87.96; and median = 86,32. The data of the research results are not normally distributed, because the chi squared table value = 11,070 < chi square value of count = 61.27. Keywords: Active Learning, Analyze Case Studies, Learning Outcomes.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR KONSTRUKSI KELAS X DPIB DI SMKN 7 SURABAYA RATRI NUR SYAMSU, PRASETYO; PURWADI, DIDIEK
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menghasilkan media pembelajaran e-learning berbasis schoology yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran dasar-dasar konstruksi ; (2) mengetahui keterlaksanaan media pembelajaran e-learning berbasis schoology pada mata pelajaran dasar-dasar konstruksi ; (3) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar-dasar konstruksi kelas X DPIB di SMKN 7 Surabaya menggunakan media pembelajaran schoology. Jenis penelitian ini adalah one shot case study dengan sampelnya adalah siswa kelas X DPIB SMKN 7 Surabaya tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi media pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan, post test , lembar validasi perangkat pembelajaran, dan angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validasi kelayakan media, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar, serta uji t pihak kiri. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil validasi media pembelajaran adalah 85,92% dengan kategori sangat baik; (2) persentase rata-rata hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran adalah 89,72% dengan kategori sangat baik; (3) nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 75,85. Hasil uji t adalah thitung = 4,424 > ttabel = 2,032 (signifikan, ? = 5%). Artinya, Ho diterima dengan nilai rata-rata lebih besar dari 70 setelah diterapkan pembelajan menggunakan media e-learning berbasis schoology. Kata kunci : E-learning, Schoology, Hasil Belajar. Abstract The purpose of this research is to The purpose of this research is to (1) produce e-learning media based on schoology which is used as instructional media for basic construction subjects; (2) knowing the implementation of learning media based on schoology e-learning on the subjects of basic construction; (3) knowing the result of student learning on the subject of construction of class X of DPIB at SMKN 7 Surabaya using schoology.This research type is one shot case study with sample is student of class X DPIB SMKN 7 Surabaya academic year 2017/2018 which amount 35 people. The research instrument used is validation sheet of instructional media, observation sheet of implementation, post test, instructional device validation sheet, and student response questionnaire. Data analysis techniques used are media validation feasibility analysis, learning implementation and learning outcomes, and left side t test.The results of this study are (1) the average percentage of learning media validation results is 85.92% with very good category; (2) the average percentage of observation result of learning activity is 89,72% with very good category; (3) the average score of student learning outcomes is 75.85. The result of t test is t ct = 4.424> t table = 2.032 (significant, ? = 5%). That is, Ho accepted with an average value greater than 70 after applied pengajan using school-based e-learning media. Keyword: E-learning, Schoology, learning outcomes.