cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DAN ELEMEN MESIN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM SMK NEGERI 5 SURABAYA ADI SAPUTRA, TAUFIK
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hakikat pendidikan adalah bantuan guru pendidikan terhadap peserta didik dalam bentuk bimbingan, arahan, pembelajaran, pemodelan, latihan, melalui penerapan berbagai strategi pembelajaran yang mendidik. Salah satu kendala yang dihadapi saat proses pembelajaran yaitu model pembelajaran yang digunakan kurang efektif. Siswa sering merasa jenuh dengan metode ceramah yang digunakan oleh guru, sehingga mereka tidak aktif dan hasil belajarnya tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, kesulitan yang dihadapi, perbedaan hasil belajar, dan respon siswa pada mata pelajaran mekanika teknik dan elemen mesin di SMK Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Quasy Experiment dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas X TPM SMK Negeri 5 Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar angket respon siswa, lembar soal pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode angket dan metode tes. Data respon siswa dianalisis menggunakan Skala Likert dengan statistik parametris. Evaluasi peningkatan hasil belajar dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pretest dan posttest yang dihitung dengan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan sintaks pembelajaran dari teori yang sudah ada. Kesulitan yang dihadapi yaitu pembentukan kelompok yang heterogen, masih terdapat siswa yang pasif, dan kondisi kelas yang ramai. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 2,535 dan ttabel sebesar 1,669. Karena thitung > ttabel, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil belajar siswa yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang tidak diberi perlakuan. Serta hasil respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining sebesar 79,69% termasuk kategori baik. Kata Kunci: Student Facilitator and Explaining, Mekanika Teknik dan Elemen Mesin, Hasil Belajar, Respon Siswa
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN SQ3R DENGAN GROUP RESUME TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X PADA ASPEK KOGNITIF DI SMK JURUSAN TKR DIAH RAHMAWATI, ANDRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran SQ3R (survey, question, read, recite, and review) dengan Group Resume terhadap hasil belajar mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif siswa kelas X pada aspek kognitif di SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh Thitung untuk SMKN 3 Buduran yaitu -8,273 yang berarti Thitung < Ttabel atau -8,273 < -1.668 pada taraf signifikansi 5% dan Thitung untuk SMK KAL-1 Surabaya yaitu -5,990 yang berarti Thitung<Ttabel atau -5,990 < -1.673 pada taraf signifikansi 5%. Dengan ini terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih hasil pretest dan posttest kelas eksperimen atau yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada kelas yang  diberi perlakuan berupa penggunaan strategi pembelajaran SQ3R dengan Group Resume terhadap hasil belajar mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif pada aspek kognitif siswa kelas X SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Sedangkan persentase nilai respon siswa (NRS%) di SMKN 3 Buduran sebesar 79,73% dan di SMK KAL-1 Surabaya sebesar 79,50% sehingga dapat disimpulkan bahwa respon siswa dalam kategori sangat baik.   Kata Kunci: Strategi Pembelajaran SQ3R, Group Resume, Hasil Belajar. Abstract This study aims to determine the effect of learning strategies SQ3R (survey, question, read, recite, and review) with Group Resume on learning outcomes subjects of basic automotive technology class X on cognitive aspects in vocational Light Vehicle Engineering department. The design of the study is a Quasi-Experimental. The study design used is Nonequivalent Control Group Design. From the analysis of research data T count acquired to SMK 3 Buduran is -8.273, which means T count < T table or -8.273 <-1 668 at the 5% significance level and T count for vocational KAL-1 Surabaya is -5.990, which means T count < T table or -5.990 < -1673 at the 5% significance level. With this there is a significant difference between the results of the pretest and posttest experimental class or meaning a significant influence on the class who use learning strategies SQ3R with Group Resume on learning outcomes subjects Basic Technology Automotive on the cognitive aspects of class X Vocational High School, majoring in Light Vehicle engineering. While the percentage of student response value (NRS%) at SMK 3 Buduran is 79.73% and in vocational KAL-1 Surabaya is 79.50%, so it can be concluded that the response of the students in the excellent category.   Keywords: SQ3R learning strategy, the Group Resume, learning outcomes  
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS ROKOK PADA TAHAP PROSES PACKER DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) RIZAL, AFRUL
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk menghasilkan rokok dengan kualitas yang tinggi dan pengendalian kualitas yang baik maka PT. Prima Bumi Pakuwon Jaya perlu mengerti, memahami dan memecahkan masalah-masalah tentang tingkat cacat rokok kopi pada stasiun kerja packer dengan menggunakan metode Statistical Quality Control  SQC, penyebab cacat rokok kopi pada stasiun kerja packer di PT. Prima Bumi Pakuwon Jaya, dan mengambil langkah–langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menaikan tingkat kualitas pada stasiun kerja packer. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berarti suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan hubungan dan tingkat hubungan dua variable atau lebih. Metode penelitian yang digunakan peneliti yakni Statistical Quality Control (SQC). Prosedur penelitian ini berawal dari tahap pra lapangan, studi lapangan, analisis data, dan kesimpulan. Teknik pemgumpulan data dilakukan dengan cara interview bebas dan observasi langsung yang sitematis. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yakni menggunakan pengendalian kualitas variable yaitu menggunakan p chart dilanjutkan dengan pembuatan diagram fish bone. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data proses packer dari bulan Januari hingga Februari 2017 pada setiap harinya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa kerusakan produk rokok di stasiun kerja packer dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan proporsi keruakan setiap 2 minggunya sebagai berikut pada tanggal 9–22 Januari sebesar 0.490%, tanggal 23 Januari – 5 februari sebesar 0.504%, tanggal 6–19 februari sebesar 0.401%, tanggal 20–28 Februari sebesar 0.530%. Faktor penyebab terjadinya kerusakan produk di stasiun kerja packer antara lain yaitu mesin atau alat sudah terlalu tua, materil plastik terlalu tipis, kurangnya pelatihan pada karyawan, karyawan kurang terampil dan kurang berpengalaman. Kata Kunci : Pengendalian Kualitas Rokok, Metode Statistical Quality Control (SQC), Proses Packer, Sigaret  Kretek Tangan.
ANALISIS KUALITAS PRODUKSI BENANG DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PT. SEJATI JAYA ADI KUSUMO, SIHERU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pesatnya perkembangan zaman dalam bidang informasi dan teknologi telah merubah cara pandang konsumen dalam menentukan sebuah produk yang diinginkan. Disamping faktor harga yang dipilih oleh konsumen, kualitas sebuah produk juga menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan, Karena itu perusahaan harus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas terhadap sistem produksinya, jika ingin memperoleh kualitas produk yang baik. Perbaikan dan peningkatan kualitas produk dengan harapan tercapainya tingkat cacat produk mendekati zero defect membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perusahaan yang menjadikan kualitas sebagai alat strategi akan mempunyai keunggulan persaingan dengan perusahaan kompetitornya, karena tidak semua perusahaan mampu mencapai kualitas super. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kualitas Produksi Benang Dengan Metode Six Sigma pada PT. Sejati Jaya sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan metode six sigma yaitu dengan metode (DMAIC) define, measure, analyze, improve dan control. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa benang katun 400/2 500 yard belum mencapai zero deffect yaitu masih di 3,64 sigma dengan CTQ 3. Total produksi 185.758 dussin dan produk cacat 970 dussin. Jumlah jenis cacat ada 3 yaitu gembos 370 dussin, tidak rata 308 dussin, kotor 292 dussin. Usulan perbaikan yang harus dilakukan adalah melakukan pelatihan secara berkala terhadap karyawan, melakukan pembersihan terhadap komponen-komponen mesin yang bersangkutan dengan proses produksi, dan perawatan mesin secara berkala. Kata kunci : Pengendalian kualitas dengan metode six sigma, analisis produk cacat, penekanan produk cacat mendekati zero deffect.
PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN THINNER PADA CAMPURAN CAT TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN KHASIB, ABDULLOH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Thinner yang banyak digunakan pada bengkel pengecatan otomotif  di bedakan menjadi 2 yaitu thinner NC atau DUCO (Nitrocellulose) dan thinner PU (Polyurethane).Semua jenis thinner sendiri dapat digunakan untuk melarutkan semua jenis cat. Meskipun cat tersebut memiliki kandungan yang berbeda dengan jenis thinner yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hasil pengecatan, dan berapa besar pengaruh penggunaan thinner Polyurethane (PU) dan Nitrocellulose  (NC) terhadap kualitas hasil pengecatan. Jenis penelitianyang digunakan adalah eksperimen. Dalam penelitiaan ini cat dan thinner yang di gunakan adalah jenis Polyurethane (PU) dan Nitrocellulose  (NC). Dengan variasi campuran thinner Polyurethane (PU) dan Nitrocellulose (NC) pada cat Polyurethane (PU) dan Nitrocellulose  (NC) masing-masing dengan perbandingan 1:1, 1:1.3, 1:1.5. Pengujian daya kilap hasil pengecatan mengunakan glossmeter. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pengunaan thinner Polyurethane (PU) pada cat Polyurethane (PU) pada perbandingan campuran 1:1,3 medapatkan hasil terbaik, serta mendapatkan kekilapan tertinggi sebesar 87.4  GU dibandingkan dengan kekilapan tertinggi pada beberapa campuran cat dengan thinner yang lain. Sedangkan pada thinner Nitrocellulose  (NC) yaitu di campur dengan cat Nitrocellulose  (NC) dengan perbandingan 1:1,5 mendapatkan kekilapan  tertinggi yaitu 81.4 GU. peneliti menemui cacat berupa permukaan cat yang kasar yang diakibatkan oleh campuran yang kental sehingga akan menghasilkan tingkat kekilapan rendah. Dan cacat berupa lubang kecil (pinhole) terbentuk akibat sifat cat jenis NC yang cepat mengering dengan dicampur thinner jenis PU yang lebih lambat kering.  Kata kunci : Thinner, variasi campuran, glossmeter. Abstract Many thinner that are used by the automotive paint, they are divided into two. Those are: Thinner NC or DUCO (Nitrocellulose) and Thinner PU (Polyurethane). Kinds of thinner can be used to soluble all kinds of paint. Although, those paint have different womb from other thinner. The aim of this research is to know the quality of painting result, and the effect of using the thinner Polyurethane (PU) and Nitrocellulose (NC) toward the quality of painting result. Kind of this research is experiment. Meanwhile, Thinner NC or DUCO (Nitrocellulose) and Thinner PU (Polyurethane) are used in this research. By mixing the variant of thinner Polyurethane (PU) and Nitrocellulose (NC) in the paint of Polyurethane (PU) and Nitrocellulose (NC). The comparison in each the thinner and the paint encompass 1:1, 1:1.3, 1:1.5. Examination of the gloss of paint result uses glossmeter. The result of this research can be found that the thinner of Polyurethane (Pu) in the paint of Polyurethane (Pu) by comparing the mixture 1:1,3 can get the best result. Moreover, it can get the highest gloss in the number of 87.4 GU. Meanwhile, the thinner of Nitrocellulose  (NC) is mixed with the paint of Nitrocellulose  (NC) by comparing 1:1,5 can get the highest gloss in the rate of 81.4 GU. This research finds Droplet like rough surface paint that caused by the thick mixture thus it will generate low gloss level. Then, Droplet is such as the pinhole formed, it is caused by the kind paint of NC which runs drying quickly, by mixed the thinner of PU which is later run drying. Key words: Thinner, Mixing variant, glossmeter.
OPTIMALISASI PIT PADA SERVICE SEPEDA MOTOR DI DEALER YAMAHA (UD. DWI SEMAR SAKTI JL. MASTRIP KEMLATEN 202 KARANGPILANG, SURABAYA) ARI WICAKSONO, DIMAS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari-hari, antrian sangat sering dijumpai disekitar kita. Dalam hal ini antrian terjadi pada saat ada pihak yang harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan, antrian dalam skala kecil maupun besar membutuhkan penyelesaian serta solusi yang tepat dan optimal. Pada bidang otomotif, hal ini sering kita jumpai waktu servis sepeda motor dimana pemilik sepeda motor tersebut harus menunggu antrian karena jumlah pit pada suatu bengkel tidak mampu melayani jumlah motor yang datang dalam sistem antrian. Antrian dibentuk jika pelanggan yang datang melebihi kapasitas yang tersedia. Hal ini bisa merugikan konsumen karena harus menunggu dalam antrian dan kehilangan banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain. Begitu juga sebaliknya, dampak pemberian layanan yang cepat menimbulkan biaya operasional lebih bagi perusahaan karena harus menambah fasilitas layanan. Oleh karena itu, perlu ditentukan jumlah tempat servis(pit) yang optimal dan dapat meminimalisir kerugian dari pihak bengkel maupun pelanggan. Pada karya tulis ini dilakukan analisa terhadap jumlah pelanggan yang datang, waktu kedatangan pelanggan, waktu servis dan jumlah pit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah pit yang optimal. Biaya pengadaan atau pengurangan pit dan biaya servis yang dibayar pelanggan pada Dealer Yamaha UD. Dwi Semar Sakti agar terjadi keseimbangan antara jumlah pelanggan yang datang dengan jumlah pit yang tersedia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah area tempat servis sepeda motor yang ada di Dealer Yamaha UD. Dwi Semar Sakti Jl. Mastrip Kemlaten 202 Karangpilang, Surabaya. Sedangkan objek penelitian adalah bengkel dan pelanggan dari dealer tersebut. Kata kunci: Optimalisasi pit, jumlah pelanggan, waktu servis Abstract Everyday in our lives, the queues are very often found around us. In this case the queue happens when there are those who have to wait for services, queues in small and large scale requires settlement as well as appropriate and optimal solution. In the automotive field, it is often encountered when servicing the motorcycle where the owner of the motorcycle had to wait in line for the number of pits at a repair shop is not able to serve the number of motorcycles that come in the queuing system. Queues formed if the customer comes exceeds the available capacity. This could harm consumers because hartus wait in queues and lost a lot of time to do other activities. Likewise, the impact of rapid service delivery raises the cost of operating costs for the company because it had to add a service facility. Therefore, it is necessary to determine the amount of the servicing (pit) is optimal and can minimize the loss of the workshop as well as customers. In this paper to analyze the number of customers who come, the time of arrival of customers, service time and the number of pits. This study aims to determine the optimal number of pit. Pit procurement costs and servicing costs paid by customers on a Yamaha Dealer UD. Dwi Semar Sakti for a balance between the number of customers who come up with the number of pit available. This research is descriptive with quantitative approach. The subject of research is the area where the service motorcycle in Yamaha Dealer UD. Dwi Semar Sakti Jl. Mastrip Kemlaten 202 Karangpilang, Surabaya. While the object of study is the workshop and customers of the dealership. Keywords :Pit optimization, total customer, service time
ANALISIS PERBEDAAN LAJU KOROSI MATERIAL JARI-JARI SEPEDA MOTOR (SPOKES) PADA BERBAGAI MEDIA AIR YANG BERKONSENTRASI ASAM DI DAERAH PERINDUSTRIAN RAMADANI, AGENG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Korosi adalah proses perusakan, penyusutan atau pengikisan terhadap suatu material (terutama logam) yang disebabkan karena adanya reaksi dengan lingkungannya. Faktor lingkungan ini bisa berupa pencemaran udara, kelembaban, adanya interaksi logam dengan zat yang bersifat korosif dan lain-lainnya. Lingkungan penyebab terjadinya korosi dapat berupa air, udara, larutan asam, dan lain-lain. Pada dasarnya proses terjadinya korosi pada suatu logam tidak dapat dihentikan sama sekali, karena ini merupakan peristiwa alami yang akan terjadi jika logam berinteraksi dengan lingkungannya. Namun proses terjadinya korosi dapat dicegah dan dikendalikan atau diperlambat lajunya dengan memperlambat proses kerusakan, salah satunya baja ST37 yang digunakan pada penelitian ini sebagai penompang roda yakni jari-jari sepeda motor. Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah laju korosi pada baja ST37 dengan mengukur kembali berat benda uji setelah dilakukan perendaman dalam berbagai media air yang berkonsentrasi asam di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik dalam variasi waktu 1, 2, dan 3 minggu serta temperatur ruangan. Kekurangan berat dari pada berat awal merupakan nilai kehilangan berat. Kekurangan berat dikembalikan kedalam rumus untuk mendapatkan laju kehilangan beratnya.  Dari penelitian ini dapat dibuktikan pH air yang berkonsentrasi asam di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik terhadap jari-jari sepeda motor (spokes) standar dan krom, sangat berpengaruh karena semakin kecil pH semakin asam air tersebut dan semakin cepat menimbulkan korosi pada jari-jari standar dan krom. Waktu perendaman 1, 2, 3 minggu pada jari-jari sepeda motor (spokes) standart dan krom, juga berpengaruh karena semakin lama waktu perendaman semakin banyak terjadi korosi. Dapat dibuktikan dengan hasil laju korosi paling tinggi untuk jari-jari standar terdapat pada air yang berkonsentrasi asam di Surabaya dan di Gresik waktu perendaman 3 minggu yakni dengan hasil 1929,102 mpy. Dan hasil laju korosi paling tinggi untuk jari-jari krom terdapat pada air yang berkonsentrasi asam di Sidoarjo, Surabaya dan Gresik waktu perendaman 3 minggu dengan hasil yang sama yakni 964,53 mpy. Temperatur ruangan juga sangat berpengaruh dalam proses perendaman berlangsung dapat dibuktikan laju korosi pada air yang berkonsentrasi asam di Sidoarjo dan di Surabaya masih dibawah hasil laju korosi di Gresik. Kata Kunci: Baja ST37, media berkonsentrasi asam, laju korosi, variasi waktu dan temperatur ruangan.   Abstract Corrosion is a process of destruction, reduction, or erosion of a material (especially metal) caused by a reaction to the environment. The environmental factors can be in a form of weather pollution, humidity, metal interaction with corrosive substances, etc. The environment caused a corrosion may be kind of water, weather, acid solution, etc. Basically the process of metal corrosion cannot be stopped at all, because it is natural phenomena which will happen if a metal does interaction with the environment. But the process of a corrosion can be prevented controlled of slowed down its rapid by postponing the destruction process, one of them is by using ST37 metal which will be used in this research as wheel support, it is wheel spokes. The research object used in this research is corrosion rapid on ST37 metal by measuring the weight of experimental tools after submersion is done in various media of water concentrating acid in Sidoarjo, Surabaya, and Gresik in the variations of time 1, 2, and 3 weeks along with room temperature. The lack of weight is given back to the formula to gain its lack of lose weight rapid. From this research could be proved that the pH of concentrating acid water in Sidoarjo, Surabaya, and Gresik to the standard and chrome spokes, definitely gave impact because the smaller of pH, the water would be more acid and would cause the corrosion faster to the standard and chrome spokes. The submersion time of 1, 2, and 3 weeks to the standard and chrome spokes also took impact because the longer time of submersion would cause more corrosion. It could be proved by the higest result of the corrosion rapid for the standard spokes which were in concentrating acid water in Surabaya and Gresik which the submersion time was in 3 weeks. The result was 1929,102 mpy. And the highest result of the corrosion rapid for the chrome spokes which were in concentrating acid water in Sidoarjo, Surabaya, and Gresik which the submersion time was in 3 weeks showed the result was the same, it was 964,53 mpy. The room temperature also gave great impact to the submersion process. It could be proved that the corrosion rapid result of the concentrating acid water in Sidoarjo and Surabaya was still below if compared with the corrosion rapid result in Gresik. Keywords : ST37 metal, in various madia of concentrating acid, (wheel spokes) corrosion rapid, the variations of timeand room temperature.
PENENTUAN JUMLAH PIT YANG OPTIMAL PADA BENGKEL SERVIS HONDA AHASS 1463 KEBONSARI SURABAYA MUNTE, ASWIN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan oleh setiap orang untuk memudahkan aktivitasnya. Untuk mendapatkan kondisi kendaraan agar tetap prima maka servis merupakan suatu kebutuhan yang harus dilakukan oleh setiap pengguna kendaraan. Pelayanan servis dilakukan dengan cara melayani pelanggan yang datang awal terlebih dahulu. Antrian menjadi salah satu kendala yang sering terjadi dalam rangkaian kegiatan operasional yang bersifat acak saat memberikan pelayanan kepada pelanggan dalam suatu fasilitas pelayanan. Kendala yang dihadapi membuat kurang teraturnya pelayanan yang diberikan, sehingga akan berdampak pada kurang nyamannya pelayanan yang diterima oleh pelanggan. Untuk itu adanya pit dengan peralatan yang memadai dapat menunjang pekerjaan akan relatif lebih cepat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data valid hasil pengujian dalam bentuk angka yang kemudian mendeskripsikan data tersebut dalam bentuk kalimat yang mudah dibaca, dipahami dan diinterpresentasikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kapasitas dari jumlah pit yang yang dioperasikan saat melakukan pekerjaan di bengkel Honda AHASS 1463 Kebonsari Surabaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan biaya menunggu sebesar Rp69.741/unit waktu dan rata-rata waktu servis selama 31 menit, sehingga dapat ditentukan C1 sebesar Rp6.250/jam dan C2 sebesar Rp.136.747,05/jam. Berdasarkan hasil analisis untuk menghitung jumlah pit yang optimal pada table diperoleh persamaan nilai 0,045 terdapat diantara k-4 dan k-5 dengan nilai k-4 0,06 dan nilai k-5 adalah 0,03. Jika k-4 Ls = 1,15 dan k-5 Ls = 1,12 maka diambil pada rata-rata terendah pelanggan menunggu adalah k-5, sehingga pelanggan tidak kehilangan biaya menunggu terlalu banyak dan jumlah antrian terlalu banyak. Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah pit yang optimal (k) = 5 unit. Kata kunci: Pit yang optimal, jumlah pelanggan, waktu servis . Abstract   Motorcycles are a means of transportation that is widely used by everyone to facilitate their activities. To get the condition of the vehicle to remain prime then the service is a necessity that must be done by every user of the vehicle. Servicing is done by serving customers who come early first. Queue becomes one of the obstacles that often occur in a series of operational activities that are random when providing services to customers in a service facility. Constraints faced make the lack of regular services provided, so that will impact on the lack of convenience of services received by customers. For that the pit with adequate equipment to support the work will be relatively faster. This research is a descriptive research, Namely research conducted to obtain valid data test results in the form of numbers which then describe the data in the form of a sentence that is easy to read, Understood and interpresented. The purpose of this study is to determine the capacity of the number of pit that is operated while doing the work in Honda AHASS 1463 Kebonsari Surabaya workshop. Based on the results of the analysis that has been done waiting costs of Rp 69,741 / unit time and average service time for 31 minutes, So it can be determined C1 Rp6.250 / jam and C2 Rp.136.747,05 / hour. Based on the results of the analysis to calculate the optimal number of pits in the table obtained the equation value of 0.045 is between k-4 and k-5 with k-4 0.06 and k-5 is 0.03. If k-4 Ls = 1.15 and k-5 Ls = 1.12 then taken at the lowest average of waiting customers is k-5, so the customer does not lose the cost of waiting too much and the number of queues too much. So it can be concluded that the optimal pit number (k) = 5 units.  Keywords : optimal pit, number of subscribers, service time  
PENGARUH KOMPOSISI MIXING CLEAR GLOSS (VERNISH) TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN PADA KOMPONEN BODI KENDARAAN. SETYAWAN, DEDIK
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di  zaman yang serba canggih dan modern ini cat merupakan suatu produk yang banyak dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah, memperkuat, atau melindungi dari suatu permukaan benda. Belum adanya aturan yang jelas mengenai komposisi perbandingan campuran thinner dengan vernish pada hampir seluruh produk yang di jual dipasaran. Perbandingan campuran thinner dengan vernish yang tidak seimbang akan mempengaruhi hasil pada tingkat kekentalan, kekilauan cat, dan kesesuaian warna. Penulis melakukan penelitian tentang perbandingan campuran thinner dengan vernish dengan jumlah 1:0.5, 1:1, 1:2. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen yang bertujuan  untuk mendapatkan perbandingan campuran antara thinner dengan vernish yang tepat agar mendapatkan kualitas hasil terbaik. Metode yang digunakan adalah analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskriptifkan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai hasil yang diperoleh selama pengujian. Data hasil penelitian yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Selanjutkan dideskriptifkan dengan kalimat sederhana sehigga mudah dipahami untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang diteliti. Pada penelitian ini peneliti menggunakan variasi 3 merk vernish yaitu DanaGloss PU X2, Blinken Diamon 9000, Galaxy HS 2800 dengan komposisi 20ml:10ml ; 20ml:20ml ; 20ml:40ml dengan thinner merk PU Dakar BC 30. Adapun hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan varian vernish Galaxy HS 2800 dengan komposisi perbandingan campuran 1:0.5 (20ml vernish : 10 ml thinner) yang mempunyai nilai kilau 102.7 GU, ketebalan 0,12mm dan kesesuaian warna mendekati cat standar pabrikan kendaraan. Kata Kunci : pengecatan, thiner,  vernish, kualitas hasil pengecatan.     Abstract In this modern and sophisticated era of paint is a product widely used to coat the surface of a material with the aim of beautifying, strengthening, or protecting from an object surface. The absence of clear rules on the composition of the blend of thinner mix with vernish on almost all products sold in the market. Comparison of thinner mix with an unbalanced vernish will affect the results on the level of viscosity, paint dullness, and color match. The author conducted a study on the ratio of thinner mix with vernish with the amount of 1: 0.5, 1: 1, 1: 2. This research is a type of experimental research that aims to get the ratio of mixture between thinner and vernish to get the best quality results. The method used is descriptive quantitative data analysis, by systematically, factually, and accurately describing the data obtained during the test. The data obtained from the research results are included in the table and displayed in graphical form. Continue descriptive with simple sentences so easy to understand to get answers from the problems studied. In this study the researchers used variations of 3 brands vernish DanaGloss PU X2, Blinken Diamon 9000, Galaxy HS 2800 with a composition of 20ml: 10ml; 20ml: 20ml; 20ml: 40ml with thinner brand PU Dakar BC 30. The results of this study recommend the use of vernish variant Galaxy HS 2800 with a composition ratio of 1: 0.5 mixture (20ml vernish: 10 ml thinner) which has a value of 102.7 GU luster, 0.12mm thickness and suitability of color near the standard paint of vehicle manufacturers Key Words: paint, thiner ,  vernish , the quality of the paint result. Abstrak Di  zaman yang serba canggih dan modern ini cat merupakan suatu produk yang banyak dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah, memperkuat, atau melindungi dari suatu permukaan benda. Belum adanya aturan yang jelas mengenai komposisi perbandingan campuran thinner dengan vernish pada hampir seluruh produk yang di jual dipasaran. Perbandingan campuran thinner dengan vernish yang tidak seimbang akan mempengaruhi hasil pada tingkat kekentalan, kekilauan cat, dan kesesuaian warna. Penulis melakukan penelitian tentang perbandingan campuran thinner dengan vernish dengan jumlah 1:0.5, 1:1, 1:2. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen yang bertujuan  untuk mendapatkan perbandingan campuran antara thinner dengan vernish yang tepat agar mendapatkan kualitas hasil terbaik. Metode yang digunakan adalah analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskriptifkan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai hasil yang diperoleh selama pengujian. Data hasil penelitian yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Selanjutkan dideskriptifkan dengan kalimat sederhana sehigga mudah dipahami untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang diteliti. Pada penelitian ini peneliti menggunakan variasi 3 merk vernish yaitu DanaGloss PU X2, Blinken Diamon 9000, Galaxy HS 2800 dengan komposisi 20ml:10ml ; 20ml:20ml ; 20ml:40ml dengan thinner merk PU Dakar BC 30. Adapun hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan varian vernish Galaxy HS 2800 dengan komposisi perbandingan campuran 1:0.5 (20ml vernish : 10 ml thinner) yang mempunyai nilai kilau 102.7 GU, ketebalan 0,12mm dan kesesuaian warna mendekati cat standar pabrikan kendaraan. Kata Kunci : pengecatan, thiner,  vernish, kualitas hasil pengecatan.   Abstract In this modern and sophisticated era of paint is a product widely used to coat the surface of a material with the aim of beautifying, strengthening, or protecting from an object surface. The absence of clear rules on the composition of the blend of thinner mix with vernish on almost all products sold in the market. Comparison of thinner mix with an unbalanced vernish will affect the results on the level of viscosity, paint dullness, and color match. The author conducted a study on the ratio of thinner mix with vernish with the amount of 1: 0.5, 1: 1, 1: 2. This research is a type of experimental research that aims to get the ratio of mixture between thinner and vernish to get the best quality results. The method used is descriptive quantitative data analysis, by systematically, factually, and accurately describing the data obtained during the test. The data obtained from the research results are included in the table and displayed in graphical form. Continue descriptive with simple sentences so easy to understand to get answers from the problems studied. In this study the researchers used variations of 3 brands vernish DanaGloss PU X2, Blinken Diamon 9000, Galaxy HS 2800 with a composition of 20ml: 10ml; 20ml: 20ml; 20ml: 40ml with thinner brand PU Dakar BC 30. The results of this study recommend the use of vernish variant Galaxy HS 2800 with a composition ratio of 1: 0.5 mixture (20ml vernish: 10 ml thinner) which has a value of 102.7 GU luster, 0.12mm thickness and suitability of color near the standard paint of vehicle manufacturers
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMELIHARAAN ALAT UKUR PADA SISWA KELAS X TKR 1 DI SMK NEGERI 3 SURABAYA ARIF HIDAYAT, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract