cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK PEMESINAN PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK DI SMK DHARMA SISWA 1 SIDOARJO Zainur Rohman, Mohammad
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada beberapa jenis metode dan model pembelajaran yang dapat dipilih oleh seorang guru, tetapi dalam pelaksanaannya guru masih sering menggunakan metode ceramah. Padahal, dalam kenyataannya siswa terkadang kurang dapat memahami secara mendalam materi yang diajarkan oleh seorang guru, karena tidak semua materi ajar dapat disampaikan melalui metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar siswa dan  mengetahui pengaruh hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) pada mata pelajaran teknologi mekanik. Adapun yang mendasari penelitian ini adalah ditemukannya aktivitas siswa dan hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain Pre-experimental tipe Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan di SMK Dharma Siswa 1 Sidoarjo dengan Subjek siswa kelas X TPM dan Objek yang berupa Model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE). Data penelitian aktivitas belajar berupa pengamatan atau observasi, sedangkan data hasil belajar dilakukan dengan teknik tes. Instrumen pengumpulan data berupa soal tes dengan membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test serta dilakukan uji-t untuk mengetahui peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan terhadap aktivitas siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran SFAE dan model pembelajaran ceramah, yaitu 87,50% dan 58,30%. (2) Ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran SFAE (kelas eksperimen) dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran ceramah (kelas kontrol) hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol (75,8 > 68,4), serta didukung dengan perhitungan hasil analisis uji t yang lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,004. Kata Kunci: student facilitator and explaining, hasil belajar, aktivitas siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSOTION(CIRC) PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM SMK NEGERI 2 SURABAYA BUDI ANTONO, BAGUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara garis besar pendidikan merupakan cara yang tepat dan strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kendala yang dihadapi saat proses pembelajaran yaitu penyampaian materi yang berjalan satu arah. Siswa sering merasa jenuh dengan metode ceramah yang digunakan oleh guru, sehingga mereka tidak aktif dan hasil belajarnya tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada mata pelajaran Mekanika Teknik, perbedaan hasil belajar, dan respon siswa terhadap terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada mata pelajaran Mekanika Teknik di SMK Negeri 2 Surabaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitan Quasy Experiment yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 di SMK Negeri 2 Surabaya. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas X TPM SMK Negeri 2 Surabaya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar angket respon siswa, lembar soal pretest dan lembar soal posttest.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes dan metode angket respon. Analisis data ini menggunakan teknik statistik parametis yang meliputi uji validitas, uji normalitas, dan uji homogenitas. Data respon siswa dianalisis menggunakan Skala Likert dengan metode angket. Evaluasi nilai peningkatan hasil belajar dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pretest dan nilai posttest yang dihitung dengan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah respon siswa dari kelas X TPM 1 terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) termasuk kategori baik. Hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan dengan dibuktikan dengan thitung (3,302) lebih besar daripada ttabel (1,665). Hasil belajar siswa yang diberikan perlakuan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diberikan model pembelajaran langsung. Kata Kunci: Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), Mekanika Teknik, Respon Siswa, Hasil Belajar
PEMANFAATAN LIMBAH NASI BASI MENJADI BIOETANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF NURUL ZAHRIANI, INTAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meningkatnya kebutuhan transportasi turut meningkatkan konsumsi bahan bakar sehingga menyebabkan kelangkaan. 10 tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi migas sehingga diperlukan energi alternatif seperti bioetanol. Masyarakat sering menyisakan limbah nasi yang mengandung karbohidrat dan bisa diubah menjadi alkohol. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan volume air, berat ragi dan waktu fermentasi untuk menghasilkan kadar bioetanol optimal serta pengujian karakteristik bioetanol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan berat nasi basi 250 gram, volume air (750,1000,1250, 1500 ml), berat ragi (5, 7, 9, 11 gram) dan waktu fermentasi (3,4,5,6 hari) hingga diperoleh kadar bioetanol maksimal. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan tahap sakarifikasi, fermentasi dengan saccharomyces cerevisiae serta distilasi suhu 78ºC. Setelah diperoleh kadar >95%, dilakukan pengujian karakteristik sesuai Keputusan Dirjend Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Nomor 722K/10/DJE/2013. Data pengujian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik disertai penjelasan secara distributif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan terbaik yaitu volume air 5000 ml, berat ragi 45 gram dan waktu fermentasi 5 hari dengan kadar bioetanol 29%. Selanjutnya dilakukan distilasi bertingkat untuk mencapai kadar 96,5% dengan penambahan silica gel 25 gram dan batu kapur 30 gram pada ujung kondensor sebagai penyerap kadar air. Hasil karakteristik bioetanol limbah nasi basi yaitu kadar bioetanol 96,5%, kadar metanol 0,00103%-v, kadar air 0,7726%-v, kadar tembaga 0,0067 mg/kg, keasaman sebagai asam asetat 2 mg/L, tampakan jernih, tidak ada endapan, kadar ion klorida 0 mg/L, kandungan belerang 50 mg/L, kadar getah 1,2 mg/100ml, nilai kalor 5724 kkal/kg, titik nyala 30°C, titik beku -50°C, densitas 0,808 gr/cm3, viskositas 3,5 cPs dan pH 7,55. Terdapat beberapa karakteristik yang melebihi standar Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Nomor 722K/10/DJE/2013 yaitu kadar belerang dan kadar air yang diduga karena pada alat distilasi mengandung berbagai unsur paduan logam serta bahan baku yang sudah mengandung kadar air tinggi yaitu 57%. Secara perhitungan ekonomis bioetanol limbah nasi basi lebih mahal dari pada bioetanol di pasaran karena proses pembuatannya masih skala kecil.   Kata Kunci: Bioetanol, saccharomyces cerevisiae, sakarifikasi, fermentasi, distilasi.  Abstract Increased of transportation needs also increase the fuel consumption so causing scarcity. In the last 10 years, Indonesia has decreased oil and gas production therefore it needs alternative energy such as bioethanol. Community activities often leaving waste stale rice containing carbohydrates and can be converted into alcohol. This research aims to knowing comparison of water volume, yeast weight, fermentation time to produce optimal bioethanol content and testing of bioethanol characteristic.This research uses experimental method with stale rice weight 250 gram with stale rice 250 grams, water volume (750, 1000, 1250, 1500 mililiters), yeast (5, 7, 9, 11 grams) and time fermentations (3, 4, 5, 6 days) to obtained a maximum bioethanol content. Bioethanol production is processed by the stage of saccharification, fermentation with saccharomyces cerevisiae and distillation at temperature of 78 ºC. After content of bioethanol obtained at >95%, conducted characteristic testing according to the decision of the new energy director general, renewable and energy conservation number 722K/10/DJE/2013. Test data results are presented in the form of tables and charts with distributive explanations. The research results showed that the best comparison of water is 5000 mililiters, 45 grams yeast and 5 days fermentation time with 29% bioethanol content. Furthermore multilevel distillation to reach levels of 96,5% with the addition of 25 grams silica gel and limestone 30 grams at the end of the condenser as absorbent moisture content. The result examination of bioethanol characteristic of stale rice waste that is bioethanol content 96,5%, methanol 0,00103%-v, water content 0,7726%-v, copper content 0,0067 mg/kg, acidity as acetic acid 2 mg/L, brightness, no sediment, 0 mg/L chloride ion content, 50 mg/L sulfur content, gum washed content 1.2 mg/100ml, heating value 5724 kcal / kg, flash point 30°C, pour point -50°C, density 0,808 gr/cm3, viscosity 3,5 cPs and pH 7,55. There are several characteristics that exceed the standard specified by the Director General of New Energy, Renewable Energy and Conservation No. 722K / 10 / DJE / 2013 that is the sulfur content and water content which is suspected because the distillation apparatus contains various elements of metal alloy and raw material which already contains high water content that is 57%. The econometric calculation of bioethanol from stale rice waste is more expensive than the bioethanol in the market because the process of manufacture is still small scale.   Keywords: Bioethanol, saccharomyces cerevisiae, saccharification, fermentation, distillation.  
STUDI KOMPARASI PERFORMA MESIN BERBAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN CAMPURAN PREMIUM DAN PERTAMAX PADA BERBAGAI VARIASI PADA SEPEDA MOTOR NEW HONDA VARIO 110 FI DIMAS W, YUANGGA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hasil perbandingan bahan bakar Pertalite dibandingkan dengan campuran Premium dan Pertamax terhadap performa mesin yang meliputi torsi, daya, tekanan efektif rata-rata dan konsumsi bahan bakar kendaraan New Honda Vario 110 FI. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan mesin sepeda motor New Honda Vario 110 FI sebagai obyek penelitian. Dan bahan bakar yang diuji adalah Pertalite dan campuran Premium dengan Pertamax dengan perbandingan 50%-50%, 35%-65% dan 25%-75%. Faktor – faktor yang diobservasi dan diukur yaitu torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar, dan tekanan efektif rata – rata. Dengan pembanding hasil penelitian eksperimen yang dilakukan yaitu variasi putaran mesin 3500 rpm sampai 9000 rpm. Standar pengujian menggunakan metode pengujian performa mesin berdasarkan SAE JI349 yaitu “Engine Power Test Code-Spark Ignition-Net Power Rating”. Bahan bakar premium 50% pertamax 50% memiliki nilai torsi optimal yaitu sebesar 1,46 kgf.m pada putaran 4000 rpm. Bahan bakar Premium 50% Pertamax 50%  memiliki nilai daya optimal yaitu sebesar 8,82 PS pada putaran 5500 rpm. Bahan bakar Premium 50% - Pertamax 50% memiliki nilai konsumsi bahan bakar yang rendah yaitu sebesar 0,025 kg/HP.jam pada putaran 4000 rpm. Bahan bakar Premium 50% Pertamax 50% memiliki nilai tekanan efektif rata-rata optimal sebesar 4,22 kg/cm2 pada putaran 4000 rpm. Bahan bakar yang mempunyai nilai oktan yang tinggi menyebabkan tekanan dan temperatur pembakaran semakin tinggi sehingga energi pembakaran yang dihasilkan juga akan semakin besar. Nilai oktan suatu bahan bakar yang tinggi menyebabkan proses pembakaran lebih sempurna sehingga energi hasil pembakaran dapat dimanfaatkan secara maksimal. Nilai oktan dan rasio kompresi tinggi menghasilkan tenaga yang besar pada kendaraan dan konsumsi bahan bakar rendah. Kata Kunci: Studi Komparasi, Bahan Bakar, Performa Mesin   Abstract The purpose of this study was to find out how much Pertalite fuel comparison results compared to the mixture of Premium and Pertamax on engine performance which includes torque, power, average effective pressure and fuel consumption of New Honda Vario 110 FI vehicles. This research type is experiment, with New Honda Vario 110 FI motorcycle engine as research object. And the fuel tested is the Pertalite and Premium mixture with Pertamax with a ratio of 50%-50%, 35%-65% and 25%-75%. The factors observed and measured were torque, effective power, fuel consumption, and average effective pressure. By comparison the results of experimental research conducted variations of engine rotation 3500 rpm to 9000 rpm. Testing standard using machine performance testing method based on SAE JI349 is "Engine Power Test Code-Spark Ignition-Net Power Rating". Fuel on 50% Pertamax 50% premium has an optimum torque value of 1.46 kgf.m at 4000 rpm rotation. Fuel on Premium 50% Pertamax 50% has an optimum power value of 8.82 PS at 5500 rpm. Fuel on Premium 50% Pertamax 50% has a low fuel consumption value of 0.025 kg / HP.jam at 4000 rpm. Fuel on Premium 50% Pertamax 50% has an optimum average effective pressure value of 4.22 kg / cm2 at 4000 rpm rotation. Fuel that has a high octane number causes the pressure and combustion temperature higher so that the combustion energy generated will also be greater. An octane number of a high fuel causes a more complete combustion process so that the combustion energy can be utilized to the fullest. The octane rating and high compression ratio produce great power on the vehicle and low fuel consumption. Keywords: Comparative Study, Fuel, Machine Performance  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TDO KELAS X DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA SYAHIIDU AL MUQSITHU, ASY
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini didasari rendahnya aktivitas siswa,  hasil belajar, dan respon siswa terhadap model pembelajaran konvensional yang dilaksanakan oleh guru di SMK Dharma Bahari Surabaya pada kelas X TKR pada mata pelajaran TDO. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui bagaimana aktivitas siswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS), (2) mengetahui hasil belajar siswa kelas X TKR 5 pada mata pelajaran Teknik Dasar Otomotif dan (3) mengetahui bagaimana respon siswa terhadap model pembelajaran. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), subyek penelitian adalah siswa X TKR 5 SMK Dharma Bahari Surabaya tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 41 siswa dan objek model pembelajaran Think Pair and Share. Variabel-variabel penelitian adalah aktivitas siswa, hasil belajar siswa, respon siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian yaitu meningkatkan aktivitas siswa terhadap model pembelajaran TPS pada siklus I sebesar 71,84%, Siklus II 86,16%. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 70,73%, siklus II 82,92%, respon siswa terhadap model pembelajaran sebesar 82,07% . Kata Kunci: Think Pair and Share, aktivitas siswa, hasil belajar, respon siswa. Abstract Classroom Action Research is based on low student activity, learning outcomes, and student responses to the conventional learning model implemented by teachers at SMK Dharma Bahari Surabaya in class X TKR on TDO subjects. The purpose of this study is (1) to know how the students activity after learning using Think Pair and Share (TPS) model, (2) to know the learning result of the students of class X TKR 5 on the subjects of Basic Automotive Engineering and (3) to know how the students response learning model. This research is Classroom Action Research (PTK), research subjects are students X TKR 5 SMK Dharma Bahari Surabaya academic year 2017/2018 which amounted to 41 students and object model learning Think Pair and Share. Research variables are student activities, student learning outcomes, student responses. Data collection techniques used are tests, observations and questionnaires that are applied in the form of research instruments. The result of research that is increase student activity to model of TPS learning in cycle I equal to 71,84%, Cycle II 86,16%. Student learning outcomes in cycle I of 70.73%, cycle II 82.92%, student response to the learning model of 82.07% Keyworsds: Think Pair and Share, student activities, student learning outcomes, student responses.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI)UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK PEMESINANPADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK DI SMK KAL 1 SURABAYA AthoIllah, Ahmad
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa guru masih menggunakan metode konvensional. Maka perlu dikembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa setelah melalui pembelajaran dengan metode Problem Based Instruction. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK),  yang dilaksanakan diSMK KAL-1 Surabaya. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dengan tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah pada mata pelajaran teknologi mekanik pada pokok bahasan teknik pengerjaan logam di kelas X TPM B. Instrument penelitian ini antara lain adalah observasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk mengetahui perkembangan siswa. Tes tulis dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan dokumentasi untuk memperoleh data sekolah, dan siswa. Berdasarkan hasil analisis data setelah dilakukan penelitian, maka diketahui hasil  siklis I sebagai berikut dimana ketuntasan klasikal siswa adalah sebesar 78,37% sedangkan nilai rata-rata siswa adalah sebesar 76,86. Pada siklus II ketuntasan klasikal siswa adalah sebesar 86,48% sedangkan nilai rata-rata siswa siswa adalah sebesar 81,54 sehingga upaya meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran problem based instruction sudah dapat dikatakan telah berhasil. Kata kunci : model pembelajaran Problem Based Instruction, aktivitas siswa, hasil belajar
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN AUTOMOTIVE PAINTING PROCESS PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGECATAN KENDARAAN MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN OTOMOTIF UNESA HUDA MEI SETIO, MOCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dengan kompetensi yang secara khusus digunakan untuk mempelajari proses pengecatan kendaraan. Sedangkan metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana pengetahuan berbasis lapangan yang dipadukan dengan proses belajar mengajar masih belum tersusun secara sistematis. Oleh karena itu, kami mengembangkan modul pembelajaran yang di desain secara inovatif untuk menunjang kompetensi proses pengecatan kendaraan yang sekaligus sebagai panduan praktikum. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian mahasiswa S1 PTM Otomotif yang telah memprogram mata kuliah teknologi pengecatan kendaraan pada semester genap 2017/2018. Model yang digunakan dalam pengembangan modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar validasi modul, angket respon mahasiswa serta pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil validitas dari dosen ahli sebesar 3,94 dengan kategori cukup valid. Respon mahasiswa sebesar 87% dengan kategori sangat setuju. Sedangkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 52%. Kata Kunci : Modul Automotive Painting Process, Kompetensi Proses Pengecatan Kendaraan, Validasi Modul, Respon Mahasiswa, Hasil Belajar Mahasiswa. Abstract This research has not been backed by the availability of learning devices in the form of modules with competencies that are specifically used for studying the process of painting vehicles. While the learning methods applied are still conventional in nature where knowledge-based field combined with the teaching and learning process are still not systematically arranged. Therefore, we develop learning modules designed to support innovative competence in the process of painting the vehicles as well as practical guidance. This type of research is research development with a research subject undergraduate students who have Automotive PTM program the vehicle painting technology courses in the semester even 2017/2018. Model used in the development of this module is a 4-D Model. Data analysis using quantitative descriptive method. Research instrument used to collect the data validation module sheet is now student response, as well as pre-test and post-test. Based on the results of the research that has been done is invalidated the results of the validity of expert lecturers of 3.94 with categories is quite valid. Student response amounted to 87% strongly agree with categories. Whereas the results of a study of college students has increased by an average percentage of 52%. Keywords: Module Automotive Painting Process, The Competency Process Painting Automotive, Validation Modules, Student Response, Learning Results Students.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSITED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF (TDO) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR SMK NEGERI 1 SIDOARJO Alvitor, Muhamad
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: [1] mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen (X TKR 1) dan kelas kontrol (X TKR 2) SMKN 1 Sidoarjo pada penerapan model Team Assited Individualization (TAI) mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO); [2] mengetahui respon siswa Kelas X TKR 1 SMKN 1 Sidoarjo terhadap penerapan model pembelajaran Team Assited Individualization (TAI) pada mata pembelajaran teknologi dasar otomotif (TDO) terhadap hasil belajar siswa; [3] mengetahui kelebihan penerapan model pembelajaan Team Assited Individualization (TAI) pada mata pembelajaran teknologi dasar otomotif (TDO) terhadap hasil belajar siswa; [4] mengetahui kekurangan penerapan model pembelajaan Team Assited Individualization (TAI) pada mata pembelajaran teknologi dasar otomotif (TDO) terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR SMK Negeri 1 Sidoarjo yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 72 siswa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah yaitu siswa kelas X TKR 1 (kelas eksperimen sebanyak 36 siswa) dan siswa kelas X TKR 2 (kelas kontrol sebanyak 36 siswa). Instrumen  dalam penelitian  ini adalah berupa kuisioner (angket) dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan dalam penelitian  ini dengan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji t. Dalam analisis data dilakukan perhitungan dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Dari analisis data hasil penelitian diperoleh: [1] hasil analisis uji t yang dilakukan, diperoleh thitung sebesar 2,178 dengan ttabel adalah 1.669, maka  thitung> ttabel, yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen (X TKR 1) dan kelas kontrol (X TKR 2) SMKN 1 Sidoarjo pada penerapan model Team Assited Individualization (TAI) mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO); [2]  hasil respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Team Assited Individualization (TAI) ini dikategorikan sangat baik, yaitu sebesar 81,7%; [3]  kelebihan penerapan model pembelajaran model Team Assited Individualization (TAI) mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO) adalah membuat siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran, dan siswa pun saling bekerjasama menyelesaikan permasalahan; [4] kelemahan penerapan model pembelajaran model Team Assited Individualization (TAI) mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO) yaitu siswa yang lemah dalam belajar pun akan mengandalkan proses belajar pada siswa yang pandai dan yang berperan aktif saja. Kata Kunci: Model Pembelajaran, TAI, Hasil Belajar, Respon Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN  TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR JACKING, BLOCKING DAN LIFTING DI SMK PGRI 1 GRESIK Niken Larasati, Safaatul
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan subyek penelitian peserta didik kelas X TKR 1 SMK PGRI 1 Gresik tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 35 peserta didik.Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar, aktivitas, respon peserta didik.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Dari analisis data hasil penelitian hasil belajar peserta didik, ranah kognitif pada siklus I sebesar 60% dan meningkat disiklus II dengan hasil 85,71%. Aktivitas peserta didik dengan penerapan model pembelajaran TAI pada siklus I sebesar 58,19% dan meningkat di siklus II menjadi 84,33%. Hasil respon peserta didik pada penerapan model pembelajaran ini yaitu sebesar 84,54%dan dikategorikan sangat baik.   Kata Kunci: Model Pembelajaran kooperatif tipe TAI, aktivitas peserta didik, hasil belajar, respon Abstract This type of research is the Classroom Action Research (CAR), which refers to the type of cooperative learning model Team Assisted Individualization (TAI) with research subjects the students of class X TKR 1 SMK PGRI 1 Gresik academic year 2016/2017, amounting to 35 learners. The variables in this study are the results of learning, activity, response learners. Data collection techniques used are tests and questionnaires that are applied in the form of research instruments. From the analysis of the research data learning outcomes of students, cognitive  in the first cycle by 60% and increase in the second cycle with the result of 85.71%. Activity learners with learning model TAI application of the first cycle by 58.19% and increase in the second became 84.33%. Result response to learners on the application of this model is equal to 84,54% and categorized as very good. Keywords:TAI type of cooperative learning model, the activity of learners, learning outcomes, respons
ANALISIS LAJU KOROSI MATERIAL ALUMINIUM 5083 SEBAGAI APLIKASI BAHAN LAMBUNG KAPAL HUDA, CHOIRUL
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari banyak kepulauan besar maupun kecil. Sebagai Negara kepulauan, penggunaan transportasi kapal laut sangat penting untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia.  Dalam pembuatan kapal harus melalui perencanaan dan proses yang cukup panjang. Dalam perencanaan konstruksi kapal, lambung kapal adalah bagian yang pertama terkena air laut. Material lambung kapal pada kapal patroli sering menggunakan bahan Aluminium 5083. Material lambung kapal yang sering terjadi korosi karena selalu bersentuhan dengan air laut. Korosi merupakan peristiwa terjadinya perubahan bentuk struktur kimiawi pada logam. Korosi adalah peristiwa yang menjadi masalah semua orang, khususnya pada bidang industri terutama bidang perkapalan. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian uji laju korosi material alumunium 5083 sebagai material lambung kapal dengan media air laut.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Dan dalam metode analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Secara kuantitatif dihitung dengan kehilangan berat (weight loss) sesuai dengan ASTM G31-72. Secara deskriptif kualitatif dilihat dibawah mikroskop digital dengan perbesaran 1000x. Spesimen yang diuji adalah aluminium 5083 sebagai bagian lambung kapal yang direndam dan dialiri dengan pompa simulasi 29 knot dengan variasi media air laut dari Kamal, Surabaya, dan Lamongan yang memiliki salinitas, pH dan TDS yang berbeda dalam waktu 12, 24, 48 dan 168 jam.Hasil penelitian kali ini diperoleh nilai laju korosi air laut Lamongan dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0848 mmpy,  untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0601 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0389 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0199 mmpy. Untuk air laut Gresik dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0353 mmpy, untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0230 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0186 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0121 mmpy. Sedangkan pada air laut Kamal dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0353 mmpy, untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0194 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0168 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0104 mmpy. Kata kunci: laju korosi, aluminium 5083, salinitas air laut, waktu.