cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
 PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK BREM SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK BREM SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF Purwasih, Ratih
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan energi alternatif sebagai bahan bakar pengganti minyak masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan bahan bakar fosil yang terus meningkat. Dengan meningkatnya pemakaian bahan bakar fosil maka ketersediaan bahan bakar fosil semakin berkurang, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu bahan bakar alternatif. Bahan bakar alternatif tersebut salah satunya adalah berasal dari limbah brem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bioetanol yang berasal dari limbah brem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan berat limbah brem 250 gram, volume air (1000, 1250, 1500, 1750 ml), berat ragi (6,8,10,12 gr) dan waktu fermentasi (3,4,5,6 hari) sehingga diperoleh perbandingan yang menghasilkan kadar bioetanol optimal kemudian dilakukan pembuatan skala besar. Proses ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap sakarifikasi, tahap fermentasi dengan saccharomyces cerevisiae dan tahap distilasi dengan suhu 78ºC. Setelah diperoleh kadar 96%, dilakukan pengujian karakteristik sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 23204.K/10/DJM.S/2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan terbaik yaitu volume air 6000 ml, berat ragi 40 gram dan waktu fermentasi 5 hari dengan kadar bioetanol 23%. Selanjutnya dilakukan 5 kali distilasi untuk mencapai kadar 96%. Hasil pengujian karakteristik bioetanol limbah brem yaitu kadar bioetanol 96%, kadar metanol 11,47%-v, kadar air 0,1186 %-v, kadar tembaga 0,0067mg/kg, keasaman sebagai asam asetat 40 mg/L, tampakan jernih, terang, tidak ada endapan, kadar ion klorida 5,93 mg/L, kandungan belerang 0,053 mg/L, kadar getah 0,2 mg/100 ml, nilai kalor 5922 kkal/kg, titik nyala 30°C, titik beku -50°C, densitas 0,812 gr/cm3, viskositas 3,30 cPs dan pH 7,15. Terdapat 1 karakteristik yang melebihi standar yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi 23204.K/10/DJM.S/2008 yaitu kadar keasaman sebagai asam asetat.   Kata Kunci: Bioetanol, saccharomyces cerevisiae, sakarifikasi, fermentasi, distilasi. Abstract Utilization of alternative energy as a substitute fuel oil is still very low when compared with fossil fuels are increasing. With the increasing use of fossil fuels the availability of fossil fuels is diminishing, to overcome this an alternative fuel is needed. Alternative fuel is one of them is derived from brem waste. This study aims to characterize bioethanol derived from brem waste. This research uses quantitative descriptive method with 250 gram brem waste weight, water volume (1000, 1250, 1500, 1750 ml) yeast weight (6,8,10,12 gr) and fermentation time (3,4,5,6 day) So obtained the comparison that produces the highestlevels then made large-scale manufacturing. This process consists of three stages, the saccharification stage, the fermentation stage with saccharomyces cerevisiae and the distillation stage with a temperature of 78ºC. After obtaining 95% content, characteristic test is done according to Decree of Director General of Oil and Gas Number 23204.K / 10 / DJM.S / 2008. The results showed that the best ratio was water volume 6000 ml, yeast weight 40 gram and fermentation time 5 days with 23% bioethanol content. Furthermore, 5 times distillation to reach levels of 96%. The results of examination of bioethanol characteristics of brem waste are 96% bioethanol content, methanol content 11,47% -v, water content 0,1186% -v, copper content 0,0067mg / kg, acidity as acetic acid 40 mg / L, clear appearance, Light, no sediment, chloride ion contents 5.93 mg / L, sulfur content 0,053 mg / L, gum content of 0.2 mg / 100ml, heating value 5922 kcal / kg, flash point 30 ° C, freezing point50 ° C, density 0,812 gr / cm3, viscosity 3,30 cPs and pH 7,15. There are several characteristics that exceed the standards specified by Director General of Oil and Gas 23204.K / 10 / DJM.S / 2008 ie acidity as acetic acid.   Keywords: Bioethanol, saccharomyces cerevisiae, saccharification, fermentation, distillation.
PENGEMBANGAN MODUL TRAINER SISTEM PENERANGAN PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN KELISTRIKAN KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 1 JETIS MOJOKERTO SETIANINGSIH, ASTUTI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS WARNA DAN KEKERASAN DARI PEMBERIAN KADAR GARAM (NACL) PADA PROSES PENGECORAN PROPELLER DENGAN MATERIAL ALUMUNIUM (AL6061) ALIYUDIN Q, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan Aluminium dan logam paduan Aluminium didunia industri terus berkembang dan di era modernisasi yang terjadi saat ini, menuntut manusia untuk melaksanakan rekayasa guna memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks. Permintaan pasar akan produk logam cor yang prospektif dan luas ini, kurang di imbangi dengan peningkatan kualitas produk. Banyak produk logam cor dari pengerajin lokal masih kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi kualitas dan harga. Sehingga banyak di luar sana pengerajin alumunium mencari formula untuk menghasilkan produk pengecoran yang baik dan berkualitas yang nantinya akan dapat bersaing dengan produk-produk pabrikan di pasaran, dengan cara melakukan beberapa pencampuran bahan pada saat proses pengecoran dilapangan. Bahan aluminium yang digunakan dalam penelitian ini adalah Al 6061 material ini sering digunakan ssebagai komponen kendaraan maupun komponen mesin seperti propeler pada perahu ataupun mesin AUV. Al 6061 merupakan ,material yang sangat tangguh, mempunyai keuatan tarik 12,6 kgf/mm2,mempunyai titik cair rendah yaitu 660 0C, sehingga material ini mudah untuk diproses.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian eksperimen, dimana variabel bebas dari penelitian ini adalah variasi campuran bahan Al 6061 3.5kg + Aluminium komersil 1.5kg, Al 6061 2.5kg + Aluminium komersil 2.5kg, Al 6061 1.5kg + Aluminium komersil 3.5kg dan Garam (NaCl) dengan jumlah 28 gram, 21 gram, 14 gram, variabel terikatnya adalah hasil uji kekerasan dan warna yang dihasilkan setelah proses pengecoran.Hasil penelitian yakni pencampuran kadar garam (NaCl) pada proses pengecoran alumunium berpengaruh dengan hasil propeller yang memiliki nilai kekerasan tertinggi  pada komposisi Al 6061 3.5kg + Al komersil (blok motor) 1.5kg + 28gr garam (NaCl) dan untuk nilai kekerasan terendah di dapat pada komposisi Al 6061 1.5kg + Al komersil (blok motor) 3.5kg + 14gr garam (NaCl). Sedangkan untuk warna yang dihasilkan dengan warna yang paling terang didapat pada komposisi Al 6061 3.5kg + Al komersil (blok motor) 1.5kg + 28gr garam (NaCl), warna yang tidak terang pada komposisi Al 6061 1.5kg + Al komersil (blok motor) 3.5kg + 14gr garam (NaCl). Kata Kunci : aluminium 6061, komposisi garam (nacl), propeller kapal
ANALISA KEKERASAN PERMUKAAN DAN KONSENTRASI PENGOTOR TERHADAP KUALITAS HASIL PELAPISAN NIKEL PADA BAJA ST 42 Maizir Muflih, Alfian
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dunia industri saat ini sudah banyak memakai logam yang memiliki perlakuan khusus guna mempunyai kualitas atau hasil produk yang bagus. Untuk mendapatkan umur serta ketahanan logam terhadap korosi yang tinggi terhadap peralatan yang terbuat dari logam biasanya tahap penyelesaianya dengan melapisi dengan logam lain, diantaranya dengan elektroplating. Penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan percobaan terhadap objek yang akan diteliti kemudian mencatat data-data yang diperlukan. Data-data yang diperlukan adalah nilai kekerasan dan pengotor yang sesuai pada baja St 42 setelah proses elektroplating, agar memperoleh hasil yang maksimal. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan baja St 42 dengan dimensi panjang 50 mm, lebar = 45 mm dan tebal = 12 mm. Variasi proses pencelupan adalah 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu peneliti melakukan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variabel. Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah: Jangka sorong, gelas ukur, volt meter, adaptor (power supply). Bahan yang digunakan dalam proses pelapisan nikel adalah: Baja St 42, Nikel, NiSO4 (nikel sulfat) dan HCl (Asam Klorida). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen tentang pengotor apakah yang akan tercampur dalam poses menggunakan OES (Optical Emission Spectrometer) dan uji kekerasan dengan tipe novotest TB-R-C. Hasil uji pengotor dan kekerasan pada spesimen waktu 15 menit mempunyai nilai sebesar 30,6 HRC. Kualitas hasil pada spesimen dianalisa berdasarkan pengujian kekerasan pengotor serta terlihat pada bagian permukaan spesimen. Pada waktu 15 menit spesimen memiliki fisik mengkilap, pada waktu 10 menit dan 20 menit permukaan lapisan sedikit buram, karena terdapat pengaruh konsentrasi larutan, rapat arus dan pada saat pelapisan. Waktu pelapisan terbaik pada pelapisan adalah 15 menit, karena jarak antara nilai pengotor dan kekerasan pada waktu tersebut tidak memiliki perubahan secara signifikan. Kata kunci: Elektroplating, Baja St 42, Alat, Bahan, Waktu, Pengotor, OES, Kekerasan (Hardness).
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN GTO MENGGUNAKAN METODE OEE (OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS) DI PT JASA MARGA (PERSERO) TBK, CLUSTER PORONG – GEMPOL MUHAMMAD MAULANA, YUSA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin GTO pada perusahaan pengembang jalan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, Cluster Porong – Gempol. Sehingga dapat membeerikan pertimbangan solusi perbaikan layanan di masa yang akan datang, terutama pada penanganan mesin. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuanttatif dan kualitatif dengan mengacu pada aplikasi Metode OEE (Overall Equipment Effectiveness) pada mesin GTO. Data yang didapatkan merupakan hasil pelaporan harian meliputi 3 shift selama seminggu pada dua mesin. Sehingga pengamat dapat mengetahui titik kerusakan ataupun ketidakefektifan operasional mesin. Pencegahan tersebut dapat dilihat melalui penyebab dalam kategori Six Big Losses. Pengumpulan data didapatkan dari interview praktisi lapangan dan olah observasi data jumlah kendaraan dan kendala yang mempengaruhi efektivitas operasional. Hail penelitian menunjukkan bahwa pada observasi lapangan, tingkat efektivitas mesin GTO dalam kategori cukup baik. Hal ini dapat diketahui dari data yang didapatkan menunjukkan nilai Availability Ratio, Performance Ratio, Quality Ratio, dan Overall Equipment Effectiveness dengan rerata menunjukkan angka 72,7%, yang sedikit di bawah nilai standar operasional secara nasional. Dari sini terlihat bahwa nilai salah satu losses yang paling berpengaruh adalah Equipment Failure Losses, kemudian diikuti oleh Iddle and Minor Stoppage Losses pada Mesin GTO 01 dan 02 sebesar 3,36% dan 3,55%. Dan didapatan solusi perbaikan layanan yang dapat diaplikasikan untuk perusahaan di masa yang akan datang meliputi faktor seperti pengelolaan kualitas SDM dan perawatan mesin secara berkala. Kata Kunci : Metode OEE, Mesin GTO, Jasa Marga
PENGARUH PENGAPLIKASIAN OIL COOLER TERHADAP SUHU OLI DAN PEFORMA MESIN PADA KENDARAAN SEPEDA MOTOR MEGA PRO TAHUN 2011 AGISTA BAGUS SAPUTRA, SETEFANUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sitem pendingin pada kendaraan sebuah sistem yang berfungsi untuk menjaga suhu kendaraan agar tetap stabil. Rusaknya sistem pendingin atau kurang optimalnya fungsi sitem pendingin akan berdampak overheating di mana mesin kendaraan akan cepat panas sehingga dapat menyebabkan mesin cepat rusak dan menyebabkan umur pemakaian oli menjadi lebih pendek.Sistem pendingin oli adalah sistem pendingin yang menggunakan media oil cooler sebagai pendingin oli. oli mesin yang berada di dalam mesin didinginkan dengan melewati kisi-kisi oil cooler lalu dikembalikan menuju kepala silinder atau menuju mesin. sistem pendingin oli ini mampu menjaga suhu oli agar tetap stabil untuk menjaga sistem pelumasan tetap maksimal dan tidak mempengaruhi peforma mesin sepeda motor. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (Experimental research) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaplikasian oil cooler terhadap suhu oli dan peforma mesin pada sepeda motor Mega Pro tahun 2011. Metode pengujian performa mesin menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standart pengujian SAE J1349.Bahan bakar yang digunakan premium, Jenis oli yang digunakan oli federal super xx dengan SAE 10W - 30. Oil cooler yang digunakan adalah oil cooler Satria Fu 150 tipe sirip. Peralatan dan instrument penelitian yang digunakan adalah chasis dynamometer, fuel meter dan stopwatch. Analisa data menggunakan metode deskriptif.Berdasarkan pengujian,Oil cooler bekerja efektif saat putaran mesin 7000 rpm karena mampu menurunkan suhu oli mesin hingga 13ºC, namun torsi mengalami penurunan sebesar 0,43 %, daya mengalami penurunan sebesar 1,22 %. Tekanan efektif rata-rata mengalami penurunan sebesar 1,15%. konsumsi bahan bakar mengalami kenaikan sebesar 5,34 %. Kata kunci: Sistem Pendingin,Oil Cooler dan Performa Mesin   ABSTRACT Cooling system in a vehicle system that serves to keep the vehicle temperature to remain stable. Damage cooling system or less optimal cooling system function will have an overheating effect in which the engine will quickly heat up so that it can cause the engine quickly damaged and cause the life of the oil becomes shorter. Oil cooling system is a cooling system that uses oil cooler media as an oil cooler. engine oil is inside the engine cooled by passing the oil cooler grille and then returned to the cylinder head or to the engine. oil cooling system is able to keep the oil temperature to remain stable to keep the lubrication system remains maximal and does not affect the performance of motorcycle engines. The experimental research is aimed to find out how much influence of oil cooler application to oil temperature and engine performance on Mega Pro motorcycle 2011. The method of testing machine performance using full open throttle valve method based on SAE J1349 testing standard. Material fuel used premium, oil type used federal super xx oil with SAE 10W - 30. Oil cooler used is oil cooler Satria Fu 150 fin type. Research equipment and instrument used are chassis dynamometer, fuel meter and stopwatch. Data analysis using descriptive method.Based on test, oil cooler works effectively when the engine speed 7000 rpm because it can reduce engine oil temperature up to 13 º C, but the torque decreased by 0.43%, power decreased by 1.22%, the average effective pressure decreased by 1.15%, fuel consumption increased by 5.34%. Keywords: Cooling System, Oil cooler,Engine Peformance
PENGEMBANGAN MODUL PENGECATAN SEPEDA MOTOR PADA MATA PELAJARAN TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMK NEGERI 1 LABANG MADURA FATHUR ROCY A, M
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui validitas modul pengecatan sepeda motor, (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan modul  (3) mengetahui respon siswa setelah menggunakan modul pengecatan sepeda motor. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Peter Fenrich dengan 5 tahapan pengembangan yaitu tahap analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, dan implementasi. pada setiap tahapan penelitian diadakan evaluasi dan revisi guna mengetahui sejauh mana proses penelitian ini dilakukan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMK Negeri 1 Labang Madura. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nilai kevalidan dan keefektifan modul menggunakan angket pada dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli desain dan siswa, serta instrumen untuk mengukur nilai keefektifan modul adalah berupa uji coba Pre-Test dan Post-Test untuk membandingkan hasil belajar sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi modul oleh dosen ahli materi, desain, dan bahasa diperoleh rata-rata sebesar 83% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan modul ini sebesar 28% dan hasil respon dengan kategori sangat baik. Kata kunci: Pengembangan Modul Peter Fenrich, Hasil Belajar, Respon Siswa,                                                                          Abstract                             The purpose of this research are: (1) to know the validity of motorcycle painting module, (2) to know student learning result after module (3) to know student response after using motorcycle painting module.The research method using Peter Fenrich development model with 5 stages of development is the stage of analysis, planning, design, development, and implementation. at each stage of the study is evaluated . Research and implementation is done in SMK Negeri 1 Labang Madura. The instruments used to measure the validity and effectiveness of the module use questionnaires of lecturers, linguists, designers and students, and instruments to measure the effectiveness of modules are the Pre-Test and Post-Test trials to compare learning outcomes before using the module and after using the module. The result of the study revealed that the module validation result by the lecturer of material, design, and language experts was obtained on average by 83% with valid criteria. While improving student learning outcomes after applying this module by 28% and response results with very good category Keywords: Module Development Peter Fenrich , Learning Outcomes, Response Students
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM PADA KOMPETENSI BESARAN & SATUAN DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA Nur Lailli Khoiriah, Henny
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart, subyek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X  TPM 1 SMK Dharma Bahari Surabaya tahun ajaran 2017/2018 yang berejumlah 25 peserta didik. Variabel-variabel dari penelitian ini adalah hasil aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakkan adalah tes dan observasi yang diaplikasikan dalam bentuk instrument penelitian. Hasil penelitian pada siklus I aktivitas peserta didik sebesar 60,42% kategori sedang meninngkat menjadi 75,54% kategori baik pada siklus II. Nilai rata-rata peserta didik pada siklus I sebesar 73,56 meningkat menjadi 80,4 pada siklus II. Ketuntasan secara klasikal pada siklus I sebesar 64% dan pada siklus II meningkat menjadi 80%.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENGISIAN GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR SISTEM PENGISIAN PADA SISWA KELAS XI TKR SMK NEGERI 3 SURABAYA Dwi Widagdo, Tanto
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang baik dan layak yang diukur melalui tingkat kevalidan dan kepraktisan, guna meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar memahami dan memelihara sistem pengisian untuk kelas XI TKR SMK Negeri 3 Surabaya.  Tujuan penelitian ini menghasilkan modul yang layak, praktis, efektif serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Dick and Carey dengan sepuluh tahap pengembangan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMK Negeri 3 Surabaya. Instrumen yang digunakan guna mengukur nilai kevalidan dan kepraktisan modul menggunakan angket pada dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, dan siswa. Instrumen guna mengukur nilai keefektifan modul adalah berupa uji coba terbatas dengan membandingkan hasil belajar kelas modul dan kelas diktat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi modul oleh dosen ahli materi, dosen ahli desain, dan validasi oleh dosen ahli bahasa diperoleh rata-rata kriteria valid. Penilaian kepraktisan modul oleh siswa memperoleh kriteria sangat baik. Peningkatan hasil belajar kelas modul medapatkan nilai lebih tinggi dari pada peningkatan hasil belajar kelas diktat. Penilaian kualitas pembelajaran kegiatan 1 dan kegiatan 2 mendapat kriteria sangat baik Kata Kunci: Pengembangan modul, sistem pengisian, hasil belajar. Abstract                             The background of the study is the unavailability of good and decent learning modules measured through the level of prevalence and practicality, in order to improve the learning outcomes on the basic competencies to understand and maintain the charging system for class XI TKR SMK Negeri 3 Surabaya. The purpose of this research is to produce a module that is feasible, practical, effective and can improve the quality of learning that impact on the increase of student learning outcomes.The research method used the Dick and Carey development model with ten development stages. The research and implementation is done in SMK Negeri 3 Surabaya. Instruments used to measure the validity and validity of modules using questionnaires for lecturers of materials experts, linguists, designers and students.  The instrument to measure the value of the effectiveness of the module is a limited trial by comparing the learning results of the module class and the dictate class.Based on the results of the research note that the module validation results by lecturers of material experts, lecturers design experts, and validation by linguist lecturers obtained an average of valid criteria. Assessment of the practicality of modules by students obtained a very good criteria. Improved learning outcomes module class get higher scores then outcomes diktat class. Assessment of the quality of learning activities 1 and activity 2 got a very good criteria. Keyword: Development of module, charging system, learning result.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR BEARING, SEAL DAN GASKET DI SMK KAL-1 SURABAYA SALSABILA, ARINA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract