cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
 JPTM, VOLUME 06 NOMOR 02 TAHUN 2017, 104 - 107 STUDY TENTANG JOB SAFETY ANALYSIS DALAM IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN REPARASI KAPAL KRI NALA 363 DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO) Suharianto, Fitra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan mesin dan instalasi modern serta bahan berbahaya semakin meningkat. Sehingga memberi kemudahan proses produksi sekaligus menambah jumlah dan ragam sumber bahaya di tempat kerja. Selain itu lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat, proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya, serta peningkatan intensitas kerja operasional  tenaga kerja yang mempengaruhi peningkatan jumlah dan tingkat keseriusan kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif sehingga data yang dimasukan berupa kata kalimat dan gambar yang kemudian di skoring untuk menentukan tingkat bahaya. Dengan objek penelitian pekerjaan repair yang meliputi perbaikan baling – baling dan replating kapal KRI Nala 363 yang beresiko menimbulkan kecelakaan kerja. Dalam melakukan job safety analysis hal yang dilakukan adalah menentukan pekerjaan yang akan dianalisis, membagi pekerjaan menjadi beberapa langkah – langkah pekerjaan atau standar operasional prosedur, identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko,  evaluasi risiko dan menentukan tingkat risiko serta pencegahannya. Untuk penilaian risiko hal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi bahaya, menentukan risiko, dan evaluasi risiko dengan cara perkalian nilai severity dan likelihood. Evaluasi risiko dibagi menjadi 4 zona yaitu zona hijau, kuning dan merah.   Kata Kunci: Job Safety Analysis, JSA, Keselamatan dan kesehatan kerja, Kecelakaan kerja, K3, Hazard. Abstract The use of modern machinery and installations as well as hazardous materials. Giving ease of production processes at once increased the number and variety of sources of danger at work. In addition a working environment that is less qualified, the process and nature of work that is dangerous, as well as an increase in the intensity of labor operations work that affects the increase in the number and seriousness of work accident rate. The type of research used descriptive quantitative research is so that the data entered in the form of words of a sentence and the image later in the skoring to determine the level of danger. With the object of research work to repair that includes repair of propeller – propeller and replating ship KRI Nala 363 at risk raises a work accident. In conducting job safety analysis is conducted to determine the work that will be analysed, dividing the work into several steps-steps work or standard operational procedures, identification of potential hazards, risk assessment, evaluation of risk and determine the level of risk as well as prevention. For risk assessment to be done is to identify dangers, evaluate risks, and determine risk by means of the multiplication value of severity and likelihood. Risk evaluation is divided into four zones namely the zone of green, yellow and red.   Keywords: Job Safety Analysis, JSA, work safety and health, work accident, K3, Hazard.
HAZARD IDENTIFICATION DAN RISK ASSESSMENT DENGAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA BENGKEL HC (HULL CONSTRUCTION) DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO) Aditya,
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK        PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (persero) menerapkan identifikasi bahaya (hazard Identification) dan penilaian risiko (risk assessement) untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap risiko kecelakaan yang  bertujuan  untuk  meminimalisasi tingkat  kecelakaan  dan  mengurangi  kerugian  akibat  biaya  yang timbul  akibat kecelakaan yang terjadi. perlu dilakukan pencegahan agar segala potensi bahaya dan risiko kecelakaan dapat dikendalikan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada bagian bengkel HC (Hull Construction). Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya pada setiap jenis pekerjaan melalui kegiatan penerapan Job Safety Analysis (JSA). Pada pekerjaan Marking & Cutting terdapat  17 risiko yang ditemukan dengan rincian 4 risiko kategori high risk, 5 risiko kategori medium risk dan 8 risiko dengan kategori rendah. Pada pekerjaan Pengelasan (Welding) terdapat 21 risiko, 1  risiko kategori high risk , 2 risiko kategori medium risk dan 18 jenis risiko dengan kategori rendah. Sedangkan pada pekerjaan Bending terdapat 9 kategori  risiko, 2 risiko kategori medium risk dan 7 jenis risiko dengan kategori rendah. Jenis pengendalian di tentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada, dimana jenis-jenis pengendalian yang sesuai adalah Pendekatan administratif, subtitusi, penggunaan APD, pelaksanaan safety talk, serta penerapan 5R. Kata Kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Job Safety Analysis (JSA), Bengkel HC (Hull Construction)   ABSTRACT       PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) implements hazard identification to determine the priority of control over the risk of accidents necessary to minimize accident rate and reduction due to costs arising from accidents. it is necessary to prevent all potential hazards and risks of accidents can be controlled. This type of research is descriptive quantitative. The object of the study is the work that contains hazards in the workshop part HC (Hull Construction). Data collection techniques are field observation, document review, interview and documentation. Descriptive data analysis using Miles and Huberman model. The results showed that there is a potential hazard to each type of work through the implementation of Job Safety Analysis (JSA). In Marking & Cutting work, there are 17 risks that are found with detail of 4 risk of high risk category, 5 risk of medium risk category and 8 low category risk. At Welding there are 21 risks, 1 risk of high risk category, 2 risk of medium risk category and 18 types of risk with low category. While in the Bending job there are 9 risk categories, 2 risk of medium risk category and 7 types of risk with low category. The type of control is determined based on the level of risk, where appropriate types of controls are the administrative approach, substitution, the use of PPE, the implementation of safety talk, and the implementation of 5R. Keywords: Hazard Identification, Risk Assessment, Job Safety Analysis (JSA), HC  (Hull Construction)
STUDY FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) SEBAGAI IDENTIFIKASI BAHAYA DAN UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT. PJB UBJ O & M TANJUNG AWAR-AWAR HIDAYATULLAH, REALISTA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya teknologi, berkembang pula dunia perindustrian. Pada dasarnya semua digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Kecelakaan kerja bisa saja sering terjadi di lingkungan kerja yang terduga maupun tidak terduga. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan manajemen yang harus diterapkan semua perusahaan. PT. PJB UBJ O & M PLTU Tanjung awar-awar atau bisa disebut PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban merupakan pembangkit listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik Indonesia. Maka potensi bahaya dan kecelakaan kerja dapat terjadi. Failure Mode and Effects Analysis atau FMEA merupakan perangkat manajemen resiko K3 untuk penanggulangan kecelakaan kerja diperusahaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran umum dan mengumpulkan informasi secara mendalam tentang mode kegagalan sistem atau alat disalah satu unit PLTU agar data yang diambil bisa terstruktur. Menganalisa potensial kegagalan atau mode kegagalan yang dapat terjadi kemudian menganalisa pengaruh dari setiap kegagalan yang terjadi pada suatu sistem atau proses sehingga dapat diketahui keadalan dari sistem tersebut dan juga dapat melakukan pencegahan dari potensi bahaya yang terjadi. Dengan menggunakan FMEA sehingga dapat mengumpulkan data dari mode kegagalan dan pengaruhnya.Hasil analisis metode FMEA pada sistem boiler di PLTU tanjung Awar-Awar, dapat diketahui mode kegagalan pada setiap komponen yang nantinya merujuk ke penilaian RPN. Mode kegagalan yang memiliki nilai paling tinggi adalah sorot blower. Dari hasil wawancara dan analisis data kerusakan yang didapat soot blower memiliki nilai severity 8 yaitu sangat tinggi, nilai occurence 3 kategori kemungkinan kejadian sering, dan detection 2 yaitu sangat tinggi pada alat pendeteksi kegagalan. Sehingga memiliki potensi bahaya bagi para pekerja.   Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FMEA, Mode Kegagalan, Potensi bahaya       Abstract Growing technology, developed the industrial world. Basically all being used to improve the quality of human life. Work accident may happen often in unpredictable working environment as well as unexpected. Safety and occupational health (K3) is management that must be applied to all companies. PT PJB UBJ O & M awar-awar Headlands PROVIDE or can be called Tanjung Awar-Awar PLTU Tuban is power plants to supply the electricity needs of Indonesia. Then the potential dangers and accidents can occur. Failure Mode and Effects Analysis FMEA is a device or risk management countermeasure for Hse accidents inside.This research used a qualitative approach that provides a general overview and in depth information about collecting mode of system failure or subjected to one unit in order to PROVIDE the data which is taken can be structured. Analyze potential failure or failure modes that can happen then analyzes the influence of any failures that occur on a system or a process so that it can be known keadalan of the system and can also perform preventive from the potential danger of that happening. Using FMEA so it can collect data from failure modes and its effects.The results of the analysis of the boiler system FMEA method in tanjung Awar-Awar PLTU, can be known failure modes on any component that will refer to the assessment of RPN. Failure modes that have the highest value is the highlight of the blower. From the results of the interviews and data analysis of the damage of the soot blowers has the value 8, namely extremely high severity, likelihood of occurrence values for the 3 categories of events often, and detection of 2 i.e. very high failure detection tool. So have potential dangers for workers.   Keywords: occupational safety and health work, FMEA, failure modes, potential hazards
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISON (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PDTO KELAS X JURUSAN TKR DI SMKN 1 SINGGAHAN-TUBAN Himawati, Nina
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan ini diawali karena ditemukannya masalah tentang model pembelajaran dan hasil belajar di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajaran dan aktivitas siswa dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada kelas X TKR di SMKN 1 Singgahan tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah peserta didik 25 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes tulis berupa penetahuan dan kelompok, tes ketrampilan dan observasi yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkat hasil belajar dengan ketuntasan klasikal dari 64% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II, serta meningkatkan aktivitas siswa dengan persentase sebesar 76,04% pada siklus I menjadi 83,3% pada siklus II.  Kata Kunci: Model Pembelajaran kooperatif tipe STAD, aktivitas iswa, hasil belajar.    Abstract This action research begins because of the discovery of problems about learning models and learning outcomes in the classroom. The purpose of this study is to determine the results of learning and student activities with the use of cooperative learning model type Students Teams Achievement Division (STAD) on basic automotive engineering subjects. The research design used was Class Action Research (PTK) which was carried out in class X TKR in SMKN 1 Singgahan in the academic year 2017/2018 with the number of students of 25 children. Data collection techniques used written tests in the form of knowledge and groups, skills tests and observations applied in the form of research instruments. From the data analysis, it can be concluded that by applying cooperative learning model of Students Teams Achievement Division (STAD) can increase learning result with classical completeness from 64% in cycle I to 80% in cycle II, and also increase student activity with percentage equal to 76,04% in cycle I to 83.3% in cycle II. Keywords: STAD type cooperative learning, student activity, learning outcomes  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK KELAS X TPM SMK NEGERI 5 SURABAYA Muhanif,
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Tujuan dari penelitian ini antara lain (1) Mengetahui proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. (2) Mengetahui keterlaksanaan  sintaks model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas X TPM pada mata pelajaran Teknologi Mekanik di SMK Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian classroom action research  dengan desain penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 5 Surabaya pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Subyek dari penelitian ini yaitu siswa kelas X Tpm 2 SMK Negeri 5 Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar soal pretest, posttest dan jobsheet. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan recording pada kegiatan pembelajaran dan membandingkan nilai rata-rata pretest dan posttest untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian  ini antara lain: (1) video saat pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (2) Hasil keterlaksanaan sintaks pembelajaran dapat dikatagorikan sangat baik karena mencapai 92,85%. (3) Hasil belajar siswa pada siklus I pretest 70,85%, dan  hasil post test 75,08% sedangkan  pada siklus II hasil post test mencapai 80.38%. Hal ini berarti proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat dikatakan baik dan efektif bisa diterapkan dalam pembelajaran. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw, Teknologi Mekanik, Hasil Belajar.
STUDY IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRA (TASK RISK ASSESSMENT) DI UNIT WORKSHOP PERAWATAN MESIN 1 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA  DI PT. PJB UBJ O & M TANJUNG AWAR – AWAR FEBRIYANTO, DODI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tingginya pembangunan dan tingginya angka kecelakan di sector dunia kerja membuat peneliti ingin mengetahui dan menguji suatu metode yang berguna untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja di suatu sektor industri dengan menerapkan metode TRA (TASK RISK ASSESSMENT) sendiri ialah suatu metode yang digunakan untuk menganalis identifikasi bahaya sebagai pencegahan kecelakaan kerja dengan langkah menganalisis identifikasi bahaya, lalu penilaian resiko yang terdapat bahaya yang di analisis tersebut lalu dilakukan pengendalian resiko yang terdapat pada bahaya tersebut. Peneliti sendiri akan melakukan study metode tersebut di salah satu unit workshop pemeliharaan mesin 1 di PLTU yang ada di Kota Tuban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada bagian workshop perawatan mesin 1. Sumber data dari data primer dan sekunder, Teknik pengumpulan data observasi lapangan, telaah dokumen, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya pada setiap jenis pekerjaan melalui kegiatan penerapan TRA (Task Risk Assessment). Pada pekerjaan Pengelasan terdapat 16 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 5 resiko high risk, 3 resiko high, 6 resiko dan 2 resiko Very low.Pada pekerjaan pembubutan terdapat 15 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 5 resiko very high, 6 resiko High,  2 resiko Medium, 2 resiko Very low. Dan pada pekerjaan pengeboran terdapat 11 resiko yang ditemukan melalui analisis potensi bahaya, dengan rincian 4 resiko very high, 4 resiko high, 1 resiko Medium, 1 resiko Very low. Jenis pengendalian di tentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada, dimana jenis-jenis pengendalian yang sesuai adalah Pengendalian yang dilakukan yaitu Subtitusi, rekayasa teknik, teknik administrative dan alat pelindung diri. Kata Kunci:Keselamatan dan Kesehatan Kerja, identifikasi bahaya, penilaian resiko, TRA.
PENGEMBANGAN MODUL LAS SMAW MATA KULIAH PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN FT-UNESA SUBIANTORO, IRFAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah modul yang layak digunakan pada pembelajaran praktikum Pengelasan di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan Dick and Carrey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin  Universitas Negeri Surabaya. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagai responden adalah 3 dosen validator dan  mahasiswa Program Studi D3 Teknik Mesin Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Angkatan 2015 tahun ajaran 2016/2017. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi : lembar angket dan lembar observasi. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas modul Las Busur Listrik yang dihasilkan. Hasil pengamatan pada sampel saat uji coba terbatas tahap pertama (tanpa menggunakan Modul las busur manual yang dikembangkan), diperoleh prosentase aktivitas belajar mahasiswa sebesar 80,008 %, sedangkan hasil pengamatan saat uji coba terbatas tahap kedua (dengan menggunakan Modul las busur manual yang dikembangkan), diperoleh prosentase aktivitas belajar mahasiswa sebesar 90,48.%. Jadi setelah menggunakan modul las busur manual yang dikembangkan, terjadi peningkatan aktivitas belajar mahasiswa sebesar 10,472 %. Kata kunci : Pengembangan Modul, Las Busur Listrik
PENERAPAN MODUL SISTEM PENERANGAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIC LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR SISTEM PENERANGAN KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 1 JETIS MOJOKERTO Surur, Misbakhus
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DESAIN DAN ANALISIS SISTEM SUSPENSI AKTIF MODEL SEPEREMPAT KENDARAAN DENGAN KENDALI PID (PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE) ISNOMO ABDI, FERLY
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi otomotif pada sistem suspensi bertujuan untuk memberikan efek kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.Sistem suspensi aktif yang memiliki low-pass filterdisebut Low Bandwidth Active Suspension (LBAS) dan yang tidak adalah High Bandwidth Active Suspension (HBAS).Kendali PID (Proportional Integral Derivative) adalah sebuah pengendali konvensional, sederhana, praktis dan implementasinya mudah.Penelitian ini mendesain parameter dari PID dengan metodeZiegler-Nichols dan Auto Tuning. Pengukuran yang digunakan adalah pada percepatan sprung-mass. Analisis performa dengan nilai RMS (root mean square)dan comfort gain yangdibandingkan dengan sistem pasif.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dalam mendesain diperlukan tahapan pemodelan dari model fisik,dinamis,matematika, state-space dan Tuning PID.Didapatkan bahwa kendali P lebih baik dari kendali PI dan PID. Performa dari LBAS dengan kendali P pada percepatan sprung-mass, defleksi suspensi, dan deformasi banadalah 0,4574 m/s2; 0,01 m; dan 0,0013 m sedangkan HBAS sebesar 0,1233 m/s2; 0,0015 m; dan 0,01 m. Nilai comfort gain LBAS percepatan sprung-mass, defleksi suspensi, dan deformasi banadalah 18,67%; 4,76%; 13,33% sedangkan HBAS 78,08%; 85,71%; -566,67%. Kata Kunci: Seperempat Kendaraan, Sistem Suspensi Aktif, PID, Comfort Gain.   Abstract The development of automotive technology in the suspension system aims to provide comfort and safety effects in driving. The active suspension system that has a low-pass filter is called Low Bandwidth Active Suspension (LBAS) and which is not High Bandwidth Active Suspension (HBAS). PID control (Proportional Integral Derivative) is a conventional controller, simple, practical and easy to implement. This research designs the parameters of PID with Ziegler-Nichols and Auto Tuning methods. The measurement used is sprung-mass acceleration. Performance analysis with RMS value (root mean square) and comfort gain compared with passive system. The results of this study found that in designing the required stages of modeling of the physical model, dynamic, math, state-space and Tuning PID. It is found that P control is better than PI and PID control. Performance of LBAS with P control at sprung-mass acceleration, suspension deflection, and tire deformation is 0.4574 m/s2; 0.01 m; and 0,0013 m while HBAS of 0.1233 m/s2; 0.0015 m; and 0.01 m. The value of LBAS comfort gain acceleration of sprung-mass, suspension deflection, and tire deformation were 18.67%; 4.76%; 13.33% while HBAS 78.08%; 85.71%; -566.67%. Keywords: Quarter car, Active Suspension System, PID, Comfort Gain.  
ANALISA PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA DAN TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAP KAPASITAS RADIATOR PADA SISTEM PENDINGIN DAIHATSU XENIA 1300CC Rilo Putra Adi, Alir
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract