cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
SIMULASI NUMERIK VARIASI LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA BODI BUS ENDRA MUSTAFA, AHMAD; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memvariasikan geometri leading edge bus diprediksi dapat mereduksi drag force. Drag force yang kecil dari kendaraan, akan membuat hambatan angin yang diterima kendaraan saat berjalan berkurang dan akhirnya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hucho dan Sovran (1993), bahwa drag force berkontribusi hingga 50% dari total konsumsi bahan bakar kendaraan pada kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan sudut leading edge terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar dengan melihat penurunan nilai Coefficient drag (CD).Penelitian ini, menggunakan model kendaraan bus dengan dimensi yang sama seperti ukuran bus sebenarnya. Geometri leading edge ini divariasikan dengan sudut kemiringan : 35,40, 26,40, 44,40, 53,40 pada ujung leading edge. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik 2-D dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 16.0. Mesh yang digunakan model Test/Hybrid Tgrid atau segitiga, namun pada bagian dekat bodi dan jalan diberi inflation layer dengan model mesh quad atau persegi empat. Viscous model yang digunakan k-epsilon standart dengan variasi Reynolds 1,3 x 106 (19 Km/Jam), 2,2 x 106 (32 Km/Jam), 3,08 x 106 (45 Km/Jam), 5,47 x 106 (80 Km/Jam), dan 6,84 x 106 (100 Km/Jam). Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour.Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa dengan memvariasikan sudut kemiringan leading edge dapat mempengaruhi karakteristik aliran pada kendaraan bus. Semakin besar sudut leading edge maka akan menurunkan nilai Coefficient Pressure (CP) dan membuat titik separasi yang semakin ke belakang kendaraan, dan mengakibatkan penurunan nilai Coefficient drag (CD)sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien. Dengan mempertimbangkan efisiensi pemakaian bahan bakar, maka pemvariasian sudut kemiringan leading edge 53.40 dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu memiliki nilai Coefficient drag (CD) paling kecil yakni (0,423) atau turun (-19,734 %) dari model standar. Kata kunci: Simulasi Numerik, leading edge, Coefficient drag, Reynolds Number.Memvariasikan geometri leading edge bus diprediksi dapat mereduksi drag force. Drag force yang kecil dari kendaraan, akan membuat hambatan angin yang diterima kendaraan saat berjalan berkurang dan akhirnya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hucho dan Sovran (1993), bahwa drag force berkontribusi hingga 50% dari total konsumsi bahan bakar kendaraan pada kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan sudut leading edge terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar dengan melihat penurunan nilai Coefficient drag (CD).Penelitian ini, menggunakan model kendaraan bus dengan dimensi yang sama seperti ukuran bus sebenarnya. Geometri leading edge ini divariasikan dengan sudut kemiringan : 35,40, 26,40, 44,40, 53,40 pada ujung leading edge. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik 2-D dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 16.0. Mesh yang digunakan model Test/Hybrid Tgrid atau segitiga, namun pada bagian dekat bodi dan jalan diberi inflation layer dengan model mesh quad atau persegi empat. Viscous model yang digunakan k-epsilon standart dengan variasi Reynolds 1,3 x 106 (19 Km/Jam), 2,2 x 106 (32 Km/Jam), 3,08 x 106 (45 Km/Jam), 5,47 x 106 (80 Km/Jam), dan 6,84 x 106 (100 Km/Jam). Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour.Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa dengan memvariasikan sudut kemiringan leading edge dapat mempengaruhi karakteristik aliran pada kendaraan bus. Semakin besar sudut leading edge maka akan menurunkan nilai Coefficient Pressure (CP) dan membuat titik separasi yang semakin ke belakang kendaraan, dan mengakibatkan penurunan nilai Coefficient drag (CD)sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien. Dengan mempertimbangkan efisiensi pemakaian bahan bakar, maka pemvariasian sudut kemiringan leading edge 53.40 dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu memiliki nilai Coefficient drag (CD) paling kecil yakni (0,423) atau turun (-19,734 %) dari model standar. Kata kunci: Simulasi Numerik, leading edge, Coefficient drag, Reynolds Number.
EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS KHUSNUL HIDAYAT, AHMAD; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAerodinamika berasal dari dua buah kata yaitu aero berarti udara dan dinamika berarti kekuatan atau tenaga. Jadi aerodinamika dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari akibat yang ditimbulkan oleh udara pada objek yang bergerak atau sebaliknya. Objek ini dapat berupa kendaraan bermotor (mobil, bus, truk, maupun sepeda motor), yang desain bodinya selalu mempertimbangkan aerodinamis. Penggunaan kendaraan sebagai sarana transportasi menjadi solusi untuk mendukung peningkatan mobilitas manusia. Sampai saat ini, penggunaan alat transportasi umum khususnya bus, masih menjadi alternatif kendaraan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan bus beberapa parameter yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge dan trailing edge. Penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi leading edge karena telah di ketahui bahwa leading edge mempunyai pengaruh besar terhadap gaya aerodinamika kendaraan dan akhirnya mempengaruhi efisiensi bahan bakar pada kendaraan tersebut. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya, dan akan diamati distribusi tekanan di kontur model, dan menghitung nilai koefisien drag dan lift dengan memvariasikan kemiringan sudut leading edge pada kendaraan bus. Penelitian ini dilakukan dalam open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Variasi sudut kemiringan leading edge antara lain: standar 35,4°; 26,4°; 44,4°; dan 53,4°. Reynold number (Re) yang digunakan = 4,24x104 (19 Km/Jam), 7,06x104 (32 Km/Jam), dan 9,83x104 (44 Km/Jam). Pengukuran profil kecepatan aliran dibelakang model uji kendaraan dilakukan pada rasio X/L 0,49; X/L 0,61; X/L 0,73 dari leading edge pelat datar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wind tunnel, thermometer, pressure tap, pitot static tube, dan manometer digital. Hasil penelitian menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge cenderung menurunkan coefficient pressure (CP), pada bagian atap model. Penurunan nilai coefficient drag preassure (CDp) terjadi pada variasi sudut kemiringan pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni 0,4923 atau turun 17,80 % dari model yang standart, sehingga bisa dikatakan dengan variasi kemiringan leading edge mempunyai dampak terbaik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Selain itu dengan memvariasi sudut kemiringan leading edge juga dapat meningkatkan coefficient lift pressure (CLp). Sedangkan CLp pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni -0,1291 atau turun 30,52 % dari model yang standart, CLp terendah ada pada variasi pada sudut 26,4° dan Re = 7,06x104 yakni -0,2474 atau naik 30,49% dari kendaraan standart. Pada pengukuran profil kecepatan (Vp) dibelakang model, semua variasi kemiringan leading edge cenderung menurunkan defisit momentum aliran pada semua Re dan semua rasio X/L. Kata kunci: Leading Edge, Karakteristik Aerodinamika, dan Kendaraan bus
PENGARUH ANODA KORBAN DALAM PENGENDALIAN LAJU KOROSI PADA SEA CHEST KAPAL BURHANUDIN YUSUF ASSABANI, MUHAMAD; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena disebuah kapal selalu terdapat sea chest (kotak laut) yang berguna untuk menyaring benda ? benda yang ukurannya lebih besar yang ada dipermukaan air atau terapung atau yang ada didasar air pada saat memompa air laut untuk memenuhi kebutuhan kapal, seperti pendingin motor penggerak, sistem pemadam kebakaran dikapal, dan sering mengalami korosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan pengujian dengan cara perendaman dan kehilangan berat (weight loss). Metode ASTM G31-72 digunakan untuk mengetahui kehilangan berat spesimen sea chest kapal dengan cara perendaman air laut, sedangkan untuk pengukuran pH air laut menggunakan metode ASTM D1293 ? 95. Dengan menggunakan bahan baja galvanis dan anodanya aluminium 5083, sedangkan media air laut yang digunakan diambil dari daerah Tuban dan Surabaya. Untuk variasi waktu saat perendaman yaitu selama 2 hari, 4 hari, dan 6 hari. Hasil penilitian menunjukkan bahwa laju korosi yang terjadi pada baja galvanis spesimen sea chest kapal yang dikendalikan dengan anoda korban aluminium 5083 dan tanpa anoda korban. Dapat diketahui bahwa pada media air laut Surabaya dengan lama perendaman 2 hari memiliki tingkat laju korosi paling tinggi yaitu 0.0476 mm/y dan tingkat laju korosi terendah terjadi pada lama waktu perendaman 4 hari yaitu 0.0330 mm/y. Sedangkan, pada media air laut Tuban dengan lama perendaman 6 hari tingkat laju korosinya paling tinggi yaitu 0.0437 mm/y dan lama waktu perendaman 4 hari tingkat laju korosi paling rendah yaitu 0.0237 mm/y. Kata Kunci : Sea Chest, Korosi, Air Laut, Baja Galvanis, Aluminium 5083.
PENGENDALIAN KOROSI PADA BAJA RENDAH KARBON (MILD STEEL) DENGAN INHIBITOR EKSTRAK TANIN DARI DAUN SIRSAK PADA MEDIA AIR LAUT DAN UDARA FAHRIZAL, YOGIK; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan masalah umum yang membawa kerugian bagi alat transportasi, konstruksi, indusri dan pengguna material baja lainnya karena mengakibatkan tingginya biaya perawatan dan kecelakaan akibat kegagalan material. Oleh karena itu pengendalian korosi yang efektif, murah dan ramah lingkungan diperlukan. Penelitian merujuk pada penggunaan inhibitor ekstrak tanin dari daun sirsak. daun sirsak memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi dan keberadaannya yang melimpah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas dan efisiensinya dalam mengendalikan korosi, khususnya pada baja rendah karbon (mild steel). Penelitian ini menggunakan metode ekserimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengujian dilakukan dalam dua media pengkorosi, yaitu air laut dan udara.. Obyek penelitian ini adalah plat baja rendah karbon (mild steel) berdimensi 30mm x 20mm x 8mm dengan variasi larutan tanin-aquabides yaitu 0%, 10%, 20%, dan 40%, serta lama pengujian yaitu 24 jam, 72 jam, 144 jam dan 216 jam. Seisih berat yang hilang setelah pengujian kemudian dihitung dengan metode kehilangan berat (weigh lost) untuk mengetahui laju korosi dan efisiensinya. Hasil pengujian hingga 216 jam menunjukkan laju korosi terendah logam mild steel dalam media air laut menurun 2,1x dari 0,5799 mmpy (tanpa inhibitor) menjadi 0,2981 mmpy (penambahan inhibitor 20%) dengan efisiensi sebesar 52,1%, sedangkan dalam media udara laju korosi menurun 2,9x dari 0,2805 mmpy (tanpa inhibitor) menjadi 0,0969 mmpy (penambahan inhibitor 10%) dengan efisiensi yang dicapai sebesar 65,5%. Kata Kunci : Inhibitor, Mild Steel, Tanin, Air Laut, Udara
ANALISIS IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA PROSES PRODUKSI DI PT INFOGLOBAL TEKNOLOGI SEMESTA BREGAS SAPUTRO, PRIYARGO; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Infoglobal Teknologi Semesta dalam proses produksinya memiliki berbagai macam potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Terhitung dari tahun 2015 sampai 2017 tercatat memiliki 21 kasus kecelakaan kerja yang terjadi saat pekerjaan berlangsung. Hal ini terjadi karena perusahaan tersebut belum mampu mendeteksi semua potensi bahaya kecelakaan kerja yang ada dalam perusahaan. Dalam mendeteksi semua potensi bahaya kecelakaan kerja perlu adanya identifikasi bahaya atau lebih dikenal dengan Job Safety Analysis (JSA). Teknik ini bermanfaat untuk mengidentifikasi dan meganalisa bahaya dalam suatu pekerjaan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Kemudian penilaian resiko menggunakan risk matrik yang menyatakan level resiko yang dimiliki setiap langkah pekerjaan dengan mengalikan antara tingkat keparahan dan tingkat kemungkinan sehingga tingkat resiko dapat diketahui apakah resiko ringan, sedang, berat, ataupun ekstrim. Pada resiko tinggi ditemukan 1 potensi bahaya yaitu resiko tertimpa material saat mengangkat dengan forklift. Kemudian untuk resiko sedang ditemukan 10 potensi bahaya yaitu, menghirup debu material, tangan terpotong oleh alat pemotong, tingkat kebisingan yang tinggi, tangan tergores sisi tajam part, bahaya korosif, terpeleset, bertabrakan dengan pekerja lain, dan iritasi mata. Untuk resiko rendah ditemukan 1 potensi bahaya yaitu, saat proses pengovenan, tangan terkena sisi panas plat dan uap panas dapat mengganggu pernafasan. Sedangkan untuk pengendalian digunakan pengendalian dengan cara teknis, administratif dan alat pelindung diri.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN POKOK BAHASAN PEMILIHAN SUSUNAN TRANSMISI RODA GIGI DAN JENISNYA PADA MATA KULIAH TEKNIK MERANCANG DZULFIKRI, ADAM; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini para dosen pengajar mata kuliah Teknik Merancang selalu mengajar menggunakan persepsi dan konsep masing-masing, antar dosen satu dengan yang lain memiliki otuput dan target standar yang tidak sama , serta buku-buku yang sering digunakan pada pembahasan tentang daya, teori yang ada belum pernah dihadapkan dengan kasus di lapangan mahasiswa hanya disajikan teori-teori dan rumus-rumus saja yang monoton tidak dikaitkannya dengan kasus di lapangan, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai dalam pemilihan dan penyusunan roda gigi, tidak disajikan bagaimana cara memilih roda gigi yang sesuai dengan kebutuhan dan ada di pasaran. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa bahan ajar yang berjudul ?Modul Ajar Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Pemilihan Susunan Transmisi Roda Gigi dan Jenisnya pada Mata Kuliah Teknik Merancang? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian yaitu telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan Perencanaan Elemen Mesin Pemilihan Susunan Transmisi Roda Gigi dan Jenisnya yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang. Kata kunci: Modul, Model Pengembangan 4-D, Validasi Modul, dan Respon Mahasiswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MENGGUNAKAN MEDIA TRAINER ELEKTRONIKA DASAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF DI SMK NEGERI 2 LAMONGAN RISWANDA PUTRA, TIO; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebanyakan Siswa yang kurang antusisas dalam pembelajaran elektronika dasar, siswa juga menganggap bahwa elektronika dasar adalah pelajaran yang tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar dan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar dan motivasi belajar siswa ketika melaksanakan model pembelajaran berbasis proyek di SMK Negeri 2 Lamongan. Hasil penelitian diperolah nilai Hasil Belajar Siswa pada aspek Kongnitif sebesar 88,23%, aspek Afektif dan Psikomotor adalah sebesar 80%, untuk Motivasi Belajar Siswa, siswa yang termotivasi ketika melaksankan Pembelajaran berbasis Proyek ada 32 siswa dan yang termotivasi dan 2 siswa yang belum termotivasi. Kata kunci: Elektronika Dasar, Pembelajaran Berbasis Proyek, Hasil Belajar dan Motivasi Belajar.
IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DALAM UPAYA MEMPERKECIL RISIKO KECELAKAAN KERJA DI PT. PAL INDONESIA SYFA URROHMAH, DESY; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PAL Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi perkapalan. Kegiatan utamanya adalah memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemiliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) merupakan salah satu cara mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) di PT. PAL Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah pekerjaan yang berpotensi bahaya di Divisi Kapal Niaga. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada pekerjaan sistem instalasi pipa bahan bakar terdapat 7 aspek dengan 10 potensi bahaya, 4 kategori risiko tinggi, 2 kategori risiko sedang, 4 kategori risiko rendah. Pada pekerjaan sistem diesel generator terdapat 4 aspek dengan 7 potensi bahaya, 2 kategori risiko tinggi, 2 kategori risiko sedang, 3 kategori risiko rendah. Pada pekerjaan sistem tambat kapal terdapat 4 aspek dengan 7 potensi bahaya, 4 kategori risiko tinggi, 2 kategori risiko sedang, 1 kategori risiko rendah. Pengendalian bahaya yang diusulkan adalah melakukan sosialisasi secara rutin mengenai K3 terutama mengenai potensi bahaya dan risiko untuk mengurangi unsafe action dan unsafe condition. Untuk perlengkapan APD seharusnya disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan karena masih ada ketidaksesuaian dalam memakai APD. Kata Kunci : Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, HIRARC
PERENCANAAN PERAWATAN SEBAGAI PENGOPTIMALAN BIAYA DOWN TIME PADA MESIN FLYING SHEAR MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. HANIL JAYA STEEL ROUDHOTUL HARIRIN, SITI; WULANDARI, DIAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Hanil Jaya Steel merupakan perusahaan bergerak dalam bidang besi dan baja khususnya billet kotak persegi panjang, besi bulat dan besi ulir dengan menggunakan proses pembentukan canai panas. Penggunaan mesin secara kontinyu akan mengalami penurunan tingkat kesiapan mesin dalam usaha menjaga tingkat kesiapan mesin agar hasil produksi tetap terjamin akibat penggunaan mesin secara terus-menerus, sehingga dibutuhkan kegiatan pemeliharaan mesin secara baik dan terencana. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat statistika deskriptif, dengan mengumpulkan informasi atau data dari setiap hasil perubahan yang terjadi melalui eksperimen secara langsung. Dengan mengambil objek penelitian mesin Flying shear yang didukung oleh pembimbing lapangan yang memiliki bagian manager mekanik yang secara langsung menangani perawatan mesin di rolling mill 3 di PT. Hanil Jaya Steel. Penjadwalan penggantian pencegahan komponen blade dengan menggunakan metode age replacement yang paling optimal adalah 24 hari atau setelah mesin flying shear memotong sebanyak 17.640 ton dengan tingkat keandalan komponen sebesar 89,87%. Biaya downtime setelah penerapan perawatan pencegahan adalah sebesar Rp. 1.286.530.408,- dari biaya semula yaitu sebesar Rp. 1.469.629.493,-. Sehingga terdapat penghematan biaya sebesar Rp. 183.099.085 atau 12,45%. Kata Kunci : Age Replacement, perencanaan perawatan dan preventive maintenance.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP JASA SERVIS BERKALA BERBASIS METODE FUZZY SERVQUAL DI BENGKEL HYUNDAI WIYUNG SURABAYA NUR NINGSIH, RANIYA; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan point utama yang harus diberikan dalam jasa perbengkelan, jika pelayanan diberikan secara maksimal tentu saja akan mempengaruhi loyalitas seorang pelanggan. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, bengkel hyundai belum bisa dikatakan maksimal, hal ini bisa dilihat dengan masalah-masalah yang ada. Mulai dari masalah ketersediaan suku cadang tidak lengkap, dan biaya spare partt dan servis menengah keatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan bengkel hyundai wiyung surabaya terhadap jasa servis berkala dengan menggunakan metode fuzzy servqual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai servqual (gap) keseluruhan memiliki nilai negatif sebesar (-0,3009). Hal ini berarti bahwa kualitas pelayanan yang diharapkan pelanggan belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diperoleh pelanggan di bengkel hyundai wiyung surabaya. Dan terdapat lima atribut yang perlu ditingkatkan dan perlu dilakukan perbaikan. Rank 1 dengan nilai sebesar -1,709. Rank 2 dengan nilai -1,563. Rank 3 dengan nilai -1,527. Rank 4 dengan nilai -1,273 dan rank ke 5 dengan nilai -0,763. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Jasa Servis Berkala, Fuzzy-Servqual.