cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGEMBANGAN MODUL SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER TRAINER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PERPINDAHAN PANAS PADA MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUS NUR PRATAMA, ALFIAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran berupa modul dan kompetensi praktikum dalam silabus mata kuliah perpindahan panas yang secara khusus digunakan untuk mempelajari perpindahan panas konveksi paksa pada unit Shell and Tube Heat Exchanger Trainer. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah perangkat pembelajaran berupa modul yang di desain secara inovatif sebagai penunjang mata kuliah perpindahan panas khususnya untuk kompetensi perpindahan panas konveksi paksa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin yang telah memprogram mata kuliah Perpindahan Panas pada semester ganjil 2018-2019. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran modul ini adalah 4-D Model. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pre-tes dan post-tes. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 56%.
PENGARUH TEKNIK PENGELASAN ALUR SPIRAL, ALUR ZIG-ZAG DAN ALUR LURUS PADA ARUS 85 A TERHADAP HASIL STRUKTUR MICRO DAN KEKUATAN TARIK BAJA ST 42 FADKUR AFAN, YAHYA; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengelasan antara lain jenis gerakan elektroda, jenis elektroda, jenis material, kecepatan pengelasan dan arus pengelasan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik pengelasan alur spiral, zig-zag dan lurus dengan arus 85 A terhadap struktur micro dan kekuatan tarik baja ST 42 dengan menggunakan las SMAW. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 9 spesimen. Bahan diberi perlakuan variasi alur gerakan elektroda yaitu alur spiral, alur zig-zag dan alur lurus pada arus 85 A mengunakan las SMAW dengan elektroda E6013. Spesimen dilakukan pengujian struktur micro dan kekuatan tarik. Hasil pengujian struktur micro diketahui bahwa uji struktur micro pada setiap alur pengelasan memiliki struktur serta ukuran perlit dan ferrite yang berbeda, sehingga berpengaruh terhadap kekuatan tarik. Hasil uji tarik baja ST 42 setelah proses pengelasan alur spiral, alur lurus dan alur zig-zag dengan kekuatan arus 85 A, diperoleh hasil nilai kekuatan tarik untuk alur spiral sebesar 24,48 Kgf/mm², alur lurus sebesar 24,59 Kgf/mm² dan alur zig-zag memperoleh kekuatan tarik terbesar dengan nilai 26,25 Kgf/mm². Hasil uji t menunjukkan jenis alur pengelasan berpengaruh signifiakan terhadap kekuatan tarik hasil pengelasan. Kata Kunci : Alur Spiral, Alur Zig-Zag, Alur Lurus, Struktur Micro dan kekuatan Tarik Abstract Several factors that influence the welding results include the type of electrode movement, the type of electrode, the type of material, the welding speed and the welding current. The research objective was to determine the effect of spiral groove welding techniques, zig-zag and straight with 85 A current on the micro structure and tensile strength of ST 42 steel using SMAW welding. The research method used is the experimental method with 9 specimens. The material is treated with variations in the electrode flow path, namely spiral grooves, zig-zag grooves and straight grooves on 85 A currents using SMAW welding with E6013 electrodes. Specimens were tested for micro structure and tensile strength. The results of microstructure testing revealed that the microstructure test in each welding groove had different structures and sizes of pearlite and ferrite, which had an effect on tensile strength. ST 42 steel tensile test results after the welding process of spiral grooves, straight grooves and zig-zag grooves with a current strength of 85 A, obtained the results of tensile strength for spiral grooves of 24.48 Kgf / mm², straight grooves of 24.59 Kgf / mm² and the zig-zag flow obtained the largest tensile strength with a value of 26.25 Kgf / mm². The results of the t test show that the type of welding groove has a significant effect on the tensile strength of the welding results. Keywords : spiral grooves, zig-zag grooves, straight grooves, microstructure and tensile strength,
UJI COBA MEDIA AUDIO VISUAL PADA KOMPETENSI DASAR ALAT GAMBAR TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR GAMBAR TEKNIK KELAS X TPM DI SMK KAL 1 SURABAYA YUDI HERMAWAN, EKO; WIYANTO WIBOWO, THEODORUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal tidak tersedianya media audio visual untuk KD alat gambar teknik yang diukur dari tingkat kevalidan, guna untuk mendapatkan media yang layak digunakan, serta meningkatkan hasil belajar siswa SMK KAL 1 Surabaya. Sebelumnya pada tahun ajaran 2016/2017 hanya 6 siswa yang tuntas dari 78 siswa sedangkan pada tahun ajaran 2015/2016 hanya 8 siswa dari 80 siswa. Dari nilai ini dilakukan uji coba media untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMK KAL 1 Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan menggunakan disain nonequivalent control group design, untuk kevalidan media dibagi menjadi beberapa bagian yaitu validasi media, validasi bahasa, validasi materi dan validasi perangkat dinilai dengan menggunakan skala linkert 1-4, Guna mengukur hasil belajar siswa dengan melakukan uji coba menggunakan tes kognitif dan psikomotorik dengan membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Hasil penelitian untuk validasi media dengan hasil 3,18 berkriteria valid, validasi bahasa dengan hasil 3,07 berkriteria valid, validasi materi 3,4 berkriteria sangat valid, validasi perangkat silabus dengan hasil 3,3 berkriteria sangat valid dan RPP dengan hasil 3,35 berkriteria sangat valid. Dengan mengerjakan soal pre test dan post test dihitung dengan menggunakan rumus N-gain untuk mengetahui peningkata dan t-test untuk uji hipotisis, hasil dari rumus N-gain kelas kotrol 0,33 < kelas eksperimen 0,47 semua mengalami peningkatan akan tetapi kelas eksperimen lebih besar dibanding kelas kontrol selajutnya di hitung menggunakan T-test untuk uji hipotisis berikut hasil thitung 2,21 sedangkan ttabel 1,69 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelas yang menggunakan media audio visual karena nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kata kunci : Media audio visual, validasi, hasil belajar. Beginning with the unavailability of audio visual media for KD technical drawing tools that are measured from the level of validity, in order to get media that are suitable to be used, as well as improving student learning outcomes of KAL 1 Surabaya Vocational High School. Previously in the 2016/2017 school year only 6 students were completed from 78 students while in the 2015/2016 school year only 8 students from 80 students. From this value a media trial was conducted to improve student learning outcomes of KAL 1 Surabaya Vocational High School. This research method uses quasi experiment using nonequivalent control group design, for validity media is divided into several parts, namely media validation, language validation, material validation and device validation assessed using the linkert scale 1-4, in order to measure student learning outcomes by testing try using cognitive and psychomotor tests by comparing the mean values ??of the pre-test and post-test. The results of the research for media validation with the results of 3.18 are valid, language validation with 3.07 results are valid, material validation 3.4 has very valid criteria, validation of syllabus with 3.3 results is very valid and RPP is 3.35 very valid criteria. By working on the pre test and post test questions are calculated using the N-gain formula to determine the increase and t-test for the hypothetical test, the results of the N-gain formula control class 0.33 <experimental class 0.47 all increase but the experimental class greater than the next control class is calculated using a T-test for the hypothetical test following the results of tcount 2.21 while t table 1.69 it can be concluded that there is a class influence using audio visual media because the value of the experimental class is higher than the control class. Keywords: audio visual media, validation, learning outcomes
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP KETAHANAN BENDING DAN STUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS SMAW BAJA SS400 SETELAH PROSES QUENCING DENGAN LARUTAN NACL KHAIRUR RIZQI, ALIF; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendinginan digunakan pada suatu logam maupun paduan dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam maupun paduan tersebut. Salah satu proses pendinginan dapat diberikan pada logam maupun paduan sesudah pengelasan. Proses pendinginan yang dilakukan bertujuan untuk menambah kekerasan logam, namun menghasilkan material yang bersifat getas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Ketahanan Bending dan Stuktur Mikro Sambungan Las SMAW Setelah Quencing Dengan Larutan NaCl. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS400 kemudian dilakukan proses pengelasan SMAW, setelah proses pengelasan selesai selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan menggunakan larutan NaCl, lalu dipanaskan kembali didalam dapur pemanas. Alat yang digunakan dalam uji struktur mikro dan uji ketahanan bending adalah Muffle Furnace, Olympus Metallurgycal Microscope dan Bending Testing. Pengujian pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui perubahan struktur mikro ketahanan bending pada sambungan las SMAW baja SS400. Dari hasil pengujian dihasilkan perbedaan ketahanan bending sesudah perlakuan tempering dimana ketangguhan material baja SS400 mengalami penurunan di mana hasil pengujian bending pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius didapatkan energi bending tertinggi pada suhu 200 Celcius sebesar 47 MPa, pada suhu 400 Celcius sebesar 43,6 MPa, dan suhu 600 Celcius sebesar 41 MPa. Dan terjadi perbedaan stuktur mikro pada suhu tempering 200 Celcius, 400 Celcius, 600 Celcius yang membentuk stuktur Martensite, Martensite Temper,dan Bainite. Kata kunci:. Baja SS400, Tempering, Quenching, struktur mikro, bending.
PENGARUH VARIASI PERUBAHAN KONTUR PADA CAMSHAFT TERHADAP UNJUK KERJA HONDA MEGAPRO 160 D ADVANCE CHOIRUL ANAM, M; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kontur pada camshaft terhadap unjuk kerja Honda megapro 160 D Advanced. Camshaft dimodifikasi di bagian base circle untuk merubah sudut lsa, durasi, dan lift dengan variasi jumlah yang berjumlah 5 buah camshaft. Spesifikasi camshaft standart, durasi intake 2250, durasi exhaust 2200, dan lift 6mm. camshaft modifikasi tipe A durasi intake 2350, durasi exhaust 2250, dan lift 6,5mm, camshaft modifikasi tipe B durasi intake 2450, durasi exhaust 2300, dan lift 6,5mm, camshaft modifikasi tipe C durasi intake 2350, durasi exhaust 2250, dan lift 7mm, camshaft modifikasi tipe D durasi intake 2450, durasi exhaust 2300, dan lift 7mm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode pengujian ini adalah dengan cara pengujian rpm yang tidak tetap (Full Open Throttel Valve) dan standar pengujian adalah ISO 1585, SAE J1349, DIN 70020. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa camshaft modifikasi tipe D lebih baik dari pada Honda megapro dengan menggunakan chamsaft standart. Torsi yang dihasilkan meningkat 35,1% dimana torsi tertinggi 1,23 kgf.m pada 6000 rpm, Daya yang dihasilkan meningkat 34,35% dimana daya tertinggi 12,51 PS pada 8500 rpm, tekanan efektif rata-rata (Bmep) meningkat 34,35% dimana tekanan efektif rata-rata (Bmep) tertinggi 7,86 kg/cm² pada 6000 rpm. Kata Kunci: Unjuk Kerja, camshaft, lobe separation angle, durasi, lift.AbstractThis study aims to determine the changes in the contours of the camshaft against the performance of the Honda Megapro 160 D Advanced. The camshaft is modified in the base circle section to change the angle, duration, and lift with variations in the amount of 5 camshafts. Standard camshaft specifications, 2250 intake duration, 2200 exhaust duration, and 6mm lift. modified type A camshaft intake duration 2350, exhaust duration 2250, and lift 6.5mm, modified type B camshaft duration of intake 2450, exhaust duration 2300, and lift 6.5mm, modified type C camshaft intake duration 2350, exhaust duration 2250, and lift 7mm, type D modified camshaft 2450 intake duration, 2300 exhaust duration, and 7mm lift. This research is using experimental method. This testing method is by testing the rpm that is not fixed (Full Open Throttel Valve) and the testing standard is ISO 1585, SAE J1349, DIN 70020. Data analysis is done by the method of description. The results showed that the type D modified camshaft was better than the Honda megapro using standard chamsaft. The resulting torque increases by 35.1% where the highest torque is 1.23 kgf.m at 6000rpm, the resulting power increases 34.35% where the highest power is 12.51 PS at 8500 rpm, the effective effective pressure (Bmep) increases 34,35% where the effective effective pressure (Bmep) is highest at 7.86 kg/ cm² at 6000 rpm.Keywords: Performance, camshaft, lobe separation angle, duration, lift.
PENGARUH VARIASI ARAH SERAT PADA SUSUNAN LAMINA KOMPOSIT SERAT GLASS DENGAN MATRIK POLYESTER TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGUJIAN BENDING WIBOWO, HENDRA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material telah mejadi simbol kemajuan peradapan, kebutuhan material komposit sangat tinggi untuk menggantikan logam konvensional sehingga dibutuhkan metode terbaik guna mendapatkan material komposit polimer terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi arah serat pada susunan lamina komposit serat glass dengan matrik polyester terhadap pengujian bending. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas berupa variasi arah serat pada susunan lamina. Metode pengujian bending sesuai standar ASTM D 6272 M. Hasil penelitian ini adalah kekuatan bending terbesar terdapat pada variasi arah serat 0°/30°/45°/60°/90° yaitu 381.15 MPa. Hasil modulus elastisitas bending terbesar terdapat pada variasi arah serat 0°/30°/45°/60°/90° yaitu 89362.20 MPa, Dari hasil pengujian bending dapat disimpulkan bahwa variasi arah serat pada susunan lamina sangat berpengaruh terhadap hasil pengujian bending. Kata kunci: Komposit, Serat Glass, Arah Serat, Uji Bending
STUDI EXPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS SATU TINGKAT DENGAN PENAMBAHAN FIX DRAG REDUCING PADA RETURNING BLADE (STUDI KASUS PADA DUA SUDU) AJI PRABOWO, DONY; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring pesatnya perkembangan teknologi, ekonomi dan pertumbuhan penduduk menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan energi. Sumber energi minyak bumi masih mendominasi sebagai sumber energi utama. Permintaan energi minyak bumi dari tahun ketahun semakin meningkat hal ini dapat menyebabkan krisis energi. Dengan kondisi seperti ini maka perlu pengembangan sumber energi alternatif ramah lingkungan salah satunya adalah energi angin. Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber energi angin yang sangat besar dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang. Angin yang berhembus di daerah pesisir pantai cukup tinggi, akan tetapi untuk daerah selain pesisir pantai memiliki kecepatan angin yang relatif rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan turbin angin sumbu vertical. Turbin angin sumbu vertikal tidak bergantung pada arah angin untuk menghasilkan daya maksimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pembuatan turbin angin sumbu vertikal jenis savonius dengan menambahkan variasi fix drag reducing. Variasi fix drag reducing yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pada variasi sudut bukaan 10?, 15?, 30?, 45?, 60?, 90?. Uji eksperimen ini untuk menggetahui efisiensi penambahan fix drag reducing terhadap kinerja turbin angin savonius satu tingkat dengan dua sudu. Hasil penelitian didapatkan bahwa turbin angin jenis Savonius 1 tingkat 2 sudu dengan penambahan variasi bukaan fix drag reducing 30° meghasilkan daya elektrik turbin sebesar 6,52 watt, efisiensi turbin sebesar 9,52% pada kecepatan angin 3,59 m/s dan mendapatkan terbaik dibandingkan degan variasi bukaan fix drag reducing yang lain. Kata kunci: Energi angin, sumbu vertikal, turbin angin savonius, sudu, fix drag reducing, blade.