cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
PENGENDALIAN LALAT BUAH PADA TANAMAN JERUK PAMELO PANGKEP MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PERANGKAP DI DESA PADANG LAMPE, KECAMATAN MARANG, KABUPATEN PANGKEP: Fruit Fly Control in Pummelo Citrus Plants Using Various Trap Types in Padang Lampe Village, District Marang, Regency of Pangkep Jurnal Agrotan; Erna Halid
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan empat jenis perangkap yang digunakan untuk memerangkap lalat buah pada tanaman jeruk pamelo pangkep. Selain itu untuk mencegah penyebaran lalat buah yang dapat menyerang dan merusak buah jeruk pamelo pangkep yang banyak dibudidayakan di Desa Padang Lampe. Penelitian dilakukan di areal pertanaman jeruk Pamelo Pangkep, desa Padang Lampe, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian mulai dilaksanakan pada awal bulan Agustus sampai dengan November 2015. Penelitian dilakukan dengan menganalisis keefektifan perangkap dengan menghitung jumlah lalat buah yang terperangkap. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 model perangkap dan masih-masing dengan 4 ulangan. Perangkap di pasang dengan cara plot diagonal pada areal pertanaman dengan jumlah 16 buah perangkap, jarak antara perangkap 20 m. Penentuan sampel pohon dipilih dari tanaman yang telah berbuah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model perangkap yang paling efektif adalah perangkap model 4 (perangkap kuning berperekat) dengan jumlah rataan 22.25 sedangkan perangkap dengan menggunakan atraktan metil eugenol dengan berbagai variasi model menunjukkan hasil rata-rata yang lebih kecil yaitu 0.75, 3 dan 1.25 Kata Kunci : Perangkap lalat buah, metil eugenol, perangkap kuning berperekat
UJI POTENSI BEBERAPA VARIETAS PADI NON-HIBRIDA (Oryza sativa L) PADA DAERAH POLA HUJAN MOONSON: UJI POTENSI BEBERAPA VARIETAS PADI NON-HIBRIDA (Oryza sativa L) PADA DAERAH POLA HUJAN MOONSON Jurnal Agrotan; Muhammad Irman Marzuki
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji potensi terhadap beberapa varietas padi non hibrida pada daerah pola hujan moonson. Ini dilakukan mengingat adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi dengan cara mengintroduksi beberapa varietas baru sesuai dengan agro sistem setempat dan perluasan areal tanam. Selain itu peningkatan produktivitas serta kebijakan strategis dalam melestarikan swasembada pangan tentu memerlukan adanya teknologi terpadu yang sekaligus menekan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Dari hasil uji potensi varietas di daerah pola hujan moonson ternyata memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 103,93 cm sedangkan jumlah anakan yaitu sebanyak 25,11 batang, anakan produktif sebanyak 23,63 batang, bulir berisi per malai 285,70 butir, cabang per malai yaitu 11,52 cabang serta produksi gabah kering. Disamping itu Impari 23 merupakan varietas yang memberikan hasil terbaik pada daerah hujan moonson. Kata Kunci:Padi non hibrida , Varietas , Teknologi Terpadu
KETAHANAN BEBERAPA JAGUNG GALUR PERSILANGAN PLASMA NUTFAH TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN: Resistancy of Several Maize Germplasm Crossed Lines to Leaf Blight Disease (Bipolaris maydis) Jurnal Agrotan; Andi Haris Talanca
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasma nutfah mengandung berbagai gen penting dengan karakter yang spesifik seperti tingkat ketahanan terhadap cekaman abiotis dan biotis. Karakter tersebut sangat dibutuhkan dalam pembentukan galur-galur elit sebagai materi dalam perakitan suatu varietas jagung unggul yang tahan terhadap penyakit utama jagung. Salah satu penyakit utama tanaman jagung adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh cendawan dari jenis spesis Bipolaris maydis. Kehilangan hasil akibat serangan penyakit ini mencapai 50% terutama jika terinfeksi sebelum bunga betina keluar. Secara umum teknik pengendalian penyakit, termasuk bercak daun jagung yang mudah dan praktis diakukan oleh petani, serta aman terhadap lingkungan adalah penggunaan varietas tahan. Namun varietas jagung tahan terhadap penyakit bercak daun masih sangat terbatas. Oleh karena itu upaya mengevaluasi beberapa jagung galur persilangan plasma nutfah yang kemungkinan mempunyai gen dengan karakter spesifik tahan terhadap penyakit bercak daun terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter spesifik beberapa jagung galur persilangan plasma nutfah terutama tingkat ketahanannya terhadap penyakit bercak daun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Mei hingga September 2014. Sebanyak 50 entri jagung galur persilangan plasma nutfah yang dievaluasi, dengan varietas Anoman sebagai cek rentan, dan varietas Bima-10 cek tahan. Jenis dan takaran pupuk yang digunakan adalah urea 200 kg/ha, ponskha 300 kg/ha. Parameter yang diamati adalah intensitas serangan penyakit bercak daun pada umur 40 HST dengan nilai skoring 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh entri jagung galur persilangan plasma nutfah yang toleran terhadap penyakit bercak daun yaitu CML-440/MR-4-25-11-1; CML-440/MR-4-25-36-1; CML-440/MR-4-25-49-1; CML-440/MR-4-25-78-1; CML-440/MR-4-25-81-1; CML-440/MR-4-11-16-1; dan CML-440/MR-4-9-23-1. Jagung galur persilangan plasma nutfah ini perlu ditindaklanjuti dengan pendekatan marka molekuler untuk mengetahui jarak genetiknya, sehingga dapat dijadikan sebagai materi dasar sumber gen tahan dalam perakitan jagung varietas unggul baru yang mempunyai sifat spesifik tahan terhadap penyakit bercak daun. Kata kunci: Plasma nutfah, bercak daun, ketahanan.
KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN PTT TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN PENDAPATAN USAHATANI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DI KABUPATEN MAMUJU UTARA: Study on Implication of PTT Approach to Growth, Yield and Farm Income of Various Soybean Varieties in the District North Mamuju Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengkajian ini adalah mendapatkan model PTT kedelai dilahan kering spesifik lokasi dan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengkajian dilakukan pada lahan kering di Desa Lariang kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara Propinsi Sulawesi Barat pada bulan Mei sampai Agustus tahun 2013. Perlakuan yang dikaji adalah (a).Teknologi PTT yang mencakup 4 (Empat) varietas ungul baru (VUB) yaitu: Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Grobokan pada lahan seluas 0,25 ha sehingga seluruhnya 1 ha. (b) Teknologi Petani yaitu hamparan pertanaman kedelai yang berada disekitar areal pengkajian yang menggunakan varietas lokal mahameru dengan luasan 1 ha sebagai pembanding. Data yang dikumpulkan meliputi Sosial ekonomi (input, output, harga saprodi dan harga kedelai pipilan kering, upah tenaga kerja) dan keragaan agronomis. Data keragaan agronomis, komponen hasil dan produktivitas dianalis secara deskriptif dan data input-output akan dianalisis dengan metode kelayakan usaha tani R/C ratio dan B/C. Hasil kajian menunjukan pendapatan petani dengan penerapan PTT lebih dibandingkan dengan teknologi petani, yaitu masing-masing Rp. 8.210.000,- dan Rp 2.355.000 meningkat 237% atau (3,37 kali lipat terhadap teknologi petani) dengan B/C ratio >1 yaitu 1.19 sedangkan teknologi petani B/C ratio<1 yaitu 0,67 Kata Kunci: PTT, Kedelai, Usaha tani
KAJIAN POTENSI DAN HASIL JAGUNG LOKAL YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DENGAN KACANG TUNGGAK LOKAL PADA LAHAN KERING DI MALUKU: Study on The Potential and Yield of Local Corn Intercropped with Local Cowpea on Dry Land in Maluku Jurnal Agrotan; Marthen P. Sirappa
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap pertumbuhan dan hasil jagung lokal yang ditanam secara tumpangsari dengan kacang tunggak lokal pada lahan kering dengan pengelolaan tanaman terpadu dilakukan di Maluku Tengah tahun 2013. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil jagung lokal yang ditanam secara tumpangsari dengan kacang tunggak lokal dengan penerapan inovasi teknologi pengelolaan tanaman terpadu. Perlakuan yang dikaji ada tiga, yaitu (A) tumpangsari jagung dengan kacang tunggak dimana jagung sebagai tanaman utama (4 baris jagung dan 4 baris kacang tunggak), (B) tumpangsari jagung dengan kacang tunggak dimana kacang tunggak sebagai tanaman utama (4 baris kacang tunggak dan 2 baris jagung, dan (C) Monokultur jagung. Jarak tanam jagung adalah75 cm x 40 cm(2 tanaman/lubang) dan jarak tanam kacang tunggak 40 cm x 20 cm(2 tanaman/lubang). Teknologi budidaya lainnya berdasarkan konsep pengelolaan tanaman terpadu, antara lain pemupukan berimbang, pupuk organik 2 ton per ha, sedangkan pengendalian hama penyakit berdasarkan konsep PHT. Luas petak percobaan 8 m x 10 m. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali. Parameter yang diamati dalam kajian ini adalah komponen pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dan kacang tunggak lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola tumpangsari jagung dengan kacang tunggak lokal dengan tanaman utama kacang tunggak memberikan hasil setara jagung yang lebih tinggi (7,21 t/ha) dibandingkan dengan monokultur jagung atau tumpangsari jagung dengan kacang tunggak dengan tanaman utama jagung lokal. Kata Kunci: tumpangsari, tanaman utama, jagung lokal,kacang tunggak lokal, pengelolaan tanaman terpadu.
POTENSI CENDAWAN ENDOFIT ASAL PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG SEBAGAI PELARUT FOSFAT: Potential of Endophytic Fungus Originated from Local Aromatic Rice of Enrekang as Phosphate Solvents Jurnal Agrotan; Syamsia Syamsia
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat cendawan endofit pada beberapa jenis padi aromatik lokal Enrekang yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat. Isolasi cendawan dilakukan pada bagian akar, batang dan daun padi aromatik. Isolat cendawan endofit yang murni ditumbuhkan pada media Pikovskaya cair dan diukur absorbansinya untuk menentukan kemampuan setiap isolat cendawan endofit dalam melarutkan fosfat, kemudian isolat diseleksi pada benih padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 isolat cendawan endofit yang berhasil diisolasi dan dimurnikan dari bagian akar, batang dan daun tanaman padi. Kedua belas isolat cendawan endofit memiliki kemampuan melarutkan fosfat yang bervariasi, antara 8.92 - 10.86 mgl-1. Isolat cendawan endofit yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat tertinggi adalah isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang Pare Lambau. Kata Kunci : cendawan endofit, pelarut fosfat, padi aromatik lokal
DAYA KECAMBAH BENIH BEBERAPA VARIETAS JAGUNG PADA BERBAGAI TINGKAT RADIASI SINAR GAMMA DAN TINGKAT SALINITAS: Seed Germination of Some Maize Varieties at Different Levels of Gamma Ray Radiation and Salinity Jurnal Agrotan; Nuniek Widiayani
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman sumber karbohidrat yang cukup penting di Indonesia. Tanaman ini, selain berperan dalam industry pangan, juga sangat penting dalam industri pakan ternak. Rendahnya produksi jagung disebabkan 70% tanaman jagung dikembangkan pada lahan dengan cekaman lingkungan, salah satunya adalah cekaman salinitas. Salinitas tanah merupakan faktor pembatas yang penting bagi produktivitas tanaman, yang mempengaruhi sekitar 90 juta hektar tanah di dunia. Penelitian dilaksanakan di laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui daya kecambah benih dari beberapa varietas jagung pada berbagai tingkat radiasi sinar gamma dan tingkat salinitas. Uji dilakukan dengan dua cara yaitu uji di atas kertas digulung didirikan di dalam plastik dan uji di atas kertas di dalam cawan petri.. Benih yang diradiasi untuk tiap dosis perlakuan sebanyak 100 gram. Dosis radiasi diberikan dua hari sebelum perkecambahan. (gy = Gamma Ray= Gray). Faktor pertama adalah kultivar yang terdiri atas 5 macam kultivar jagung yaitu Sukmaraga, Lamuru, Arjuna, Bisma dan Srikandi Kuning. Faktor kedua adalah dosis irradiasi sinar gamma yang terdiri atas 4 dosis yaitu 0, 100, 500, dan 1000 Gy. Faktor ketiga adalah konsentrasi NaCl yang terdiri atas 4 konsentrasi yaitu 0, 70, 140, dan 210 mM. Berdasarkan jumlah yang dicobakan maka diperoleh 80 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi terdiri dari tiga ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga unit tanaman sehingga terdapat 240 unit percobaan Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap persentase daya kecambah, Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa karakter dosis radiasi sinar gamma berpengaruh nyata terhadap terhadap persentase daya kecambah. Demikian pula dengan perlakuan konsentrasi NaCl, Kata Kunci: benih jagung, varietas, Radiasi dan salinitas
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS BAWANG MERAH ASAL BIJI (TRUE SHALLOTS SEED) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR: Growth and Yield of Two Varieties of Shallots Originated from True Shallots Seed In Various Concentration of Liquid Organic Fertilizer Jurnal Agrotan; Nurlailah Nurlailah
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pertumbuhan dan paroduksi dua varietas bawang merah asal biji (true shallots seed) pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Budidaya Pertanian dan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, yang berlangsung dari Agustus 2015 sampai Januari 2016. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah varietas dengan 2 jenis yaitu varietas Bima Brebes dan varietas Manjung. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu tanpa pemberian POC 0 mL L-1 air, POC 2 mL L-1 air, POC 4 mL L-1 air, dan POC 6 mL L-1 air. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat interaksi antara perlakuan varietas dengan pemberian konsentrasi POC terhadap jumlah daun bawang merah dimana perlakuan varietas Bima Brebes dengan pemberian POC pada konsentrasi 6 mL L-1 air memiliki daun terbanyak yaitu 8,57 helai. Perlakuan varietas dan perlakuan pemberian konsentrasi POC tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat umbi tanpa brangkasan, diameter umbi per rumpun dan jumlah umbi per rumpun. Kata kunci: Bawang Merah asal biji (true shallots seed), Pupuk organik cair, Varietas
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Alliumascalonicum l) PADA BERBAGAI PERLAKUAN BERAT UMBI DAN PEMOTONGAN UMBI: Growth and Production of Shallot (Allium ascalonicum L.) at VariousTreatment of Bulbs Weight and Bulb Cutting Jurnal Agrotan; Nurhidayah Nurhidayah
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar, yang berlangsung dari Juni 2015 sampai Agustus 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh perlakuan berat umbi dan pemotongan umbi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah berat umbi dengan 3 taraf yaitu umbi kecil dengan ukuran 2,5- 4,0 g per umbi , umbi sedang dengan ukuran 4,0 – 5,5 g per umbi, umbi besar dengan ukuran 5,5 – 7,0 g per umbi. Faktor kedua adalah pemotongan umbi dengan 3 taraf yaitu tanpa pemotongan, pemotongan 1/3 bagian umbi dan pemotongan ½ bagian umbi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan berat umbi dengan pemotongan umbi terhadap hasil bawang merah per ha dimana perlakuan berat umbi terbesar dengan pemotongan 1/3 bagian umbi memberikan hasil tertinggi (12,22 ton per ha). Berat umbi terbesar memberikan hasil terbaik terhadap, jumlah daun (35,61 helai) dan jumlah umbi per rumpun (10,68 siung). Pemotongan 1/3 bagian umbi memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman (28,08 cm), diameter umbi (1,90 cm), berat basah umbi per rumpun (69,59 g) dan berat kering umbi per rumpun (57,13 g). Kata kunci :bawang merah, berat umbi, pemotongan umbi
PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY CORN PADA PERLAKUAN JARAK TANAM DAN PUPUK ORGANIK: Growth and Production of Baby Corn on Row Spacing and Organic Fertilizer Treatments Jurnal Agrotan; Nuraeni Nuraeni
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu percobaan telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi Baby corn. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok, pola faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu: (1) jarak tanam, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: 50 cm × 15 cm, 50 cm × 20 cm, dan 50 cm × 25 cm. (2) jenis pupuk organik, yang terdiri dari dua jenis, yaitu pupuk kandang ayan dan pupuk kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jarak tanam 50 cm x 20 cm dengan pemberian pupuk kandang ayam memberikan hasil terbaik pada rata-rata bobot tongkol tanpa klobot per tanaman yaitu 20,25 g, bobot tongkol tanpa klobot perpetak yaitu 1,0616 kg dan produksi tongkol tanpa klobot per hektar yaitu 1,76 ton. Jarak tanam 50 cm x 20 cm memberikan hasil terbaik pada umur berbunga yaitu 52,16 hari, umur panen 53 hari, jumlah tongkol per tanaman 2,1 buah, panjang tongkol tanpa klobot 10, 74 cm, diameter tongkol tanpa klobot 1,61 cm. Penggunaan pupuk kandang ayam memberikan hasil terbaik pada jumlah daun yaitu 12,46 helai, diameter tongkol tanpa klobot 1,60 cm dan bobot brangkasan 10,49 kg. Kata kunci :Baby corn, jarak tanam, pupuk organik

Page 6 of 12 | Total Record : 115