cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
KERAGAAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH PADA DATARAN TINGGI DI KABUPATEN MAMASA DENGAN PEMBERIAN BAHAN AMELIORAN: KERAGAAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH PADA DATARAN TINGGI DI KABUPATEN MAMASA DENGAN PEMBERIAN BAHAN AMELIORAN Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian dilakukan di kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa pada lahan sawah dataran tinggi pada tahun 2017. Tujuan kajian adalah mengetahui keragaan hasil beberapa varietas padi sawah yang diberi perlakuan bahan amelioran dalam mengatasi pH tanah. Varietas yang digunakan adalah IPB 3S, Inpari 30, Cigeulis, dan varietas pembanding adalah varietas eksisting (Kuda). Hasil kajian adaptasi dari beberapa varietas unggul padi sawah di dataran tinggi Kabupaten Mamasa menunjukkan bahwa penanaman varietas unggul/lokal dengan penerapan inovasi teknologi PTT dan penambahan bahan amelioran kapur dolomit atau procals mampu meningkatkan produktivitas padi sawah varietas unggul dan lokal sebesar 0,8 t – 1,0 t/ha atau meningkat sebesar 13% - 20 %. Varietas yang memberikan hasil tertinggi adalah IPB 3S (7,00 t GKG/ha), menyusul Inpari 30 Ciherang Sub-1 (6,80 t GKG/ha) dan Cigeulis (6,60 t GKG/ha), sedangkan varietas pembanding lokal Kuda sebesar 6,00 t GKG/ha. Kata Kunci: keragaan hasil, varietas, dataran tinggi, bahan amelioran
KARAKTERISASI DAN HERIT ABILITAS HASIL PERSILANGAN BEBERAPA KLON UNGGUL KA KAO (Tlieobroma cacao L.) SULAWESI SELATAN: KARAKTERISASI DAN HERIT ABILITAS HASIL PERSILANGAN BEBERAPA KLON UNGGUL KA KAO (Tlieobroma cacao L.) SULAWESI SELATAN Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Green House, Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung dari Juni 2017 hingga Oktober 2017. Penelitian bertujuan untuk memperoleh satu atau lebih genotipe yang memiliki karakter berbeda dengan induknya dan untuk memperoleh satu atau lebih parameter yang memiliki heritabilitas yang tertinggi. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Adapun perlakuan yang digunakan yaitu 6 klon unggul kakao Sulawesi Selatan sebagai induk persilangan yakni gl (MCC 01),g2 (Sulawesi 2), g3 (Tahir), g4 (MCC 02), g5 (AFQ), g6 (Buntu Batu 01) dan 24 genotipe hasil persilangan yaitu (gl, g2, g3, g4, g5, g6, g7, g8, g9, g10, g11, g12, g13, g14, g15, g16, g17, g18, g19, g20, g21, g22, g23, g24). Penelitian diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 270 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa genotipe yang memiliki karakter berbeda dengan induknya. Pada karakter urat daun dan warna daun muda, setiap genotipe hasil persilangan memperlihatkan morfologi fenotipe yang berbeda-beda pada setiap tanaman kakao. Karakter parameter yang memiliki nilai heritabilitas tertinggi yaitu pada parameter jumlah daun, rasio panjang lebar daun, diameter batang dan jumlah klorofil tergolong memiliki nilai heritabilitas yang sedang yang menandakan bahwa 20-50% karakter tersebut lebih dikendalikan oleh faktor genetik dan akan diwariskan ke keturunannya. Kata kunci: kakao, genotipe, karakteristik, heritabilitas.
PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI KAKAO PADA PENGEMBANGAN MODEL BIOINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT: PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI KAKAO PADA PENGEMBANGAN MODEL BIOINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pertanian bioindustri tanpa limbah sebagai salah satu strategi untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing serta kesejahteraan petani. Konsep ini, menuntut setiap lini produk mempunyai nilai jual, sehingga penggunan sumber daya menjadi efisien dan dapat menekan biaya produksi. Inovasi teknologi yang diterapkan dalam Kegiatan Pengembangan Model Bioindustri kakao adalah integrasi Kakao dengan ternak kambing. Teknologi tersebut sangat berpotensi untuk memberikan dampak peningkatan produksi dan pendapatan petani yang tinggi. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan penerapan teknologi budidaya kakao dan pascapanen, pengolahan limbah kakao (kulit buah, plasenta) dan pemanfaatannya yang ramah lingkungan oleh patani. Kegiatan Model pertanian bioindustri kakao di Polewali Mandar dilaksanakan pada tahun 2015 dengan melibatkan kelompok tani kakao dan ternak di Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Hasil dari kegiatan yaitu : 1) Telah diperoleh 2 (dua) kelompok tani yang dapat menerapkan model pengembangan budidaya kakao yang terintegrasi dengan ternak kambing yang merupakan suatu model pengembangan kakao ramah lingkungan, 2) Meningkatnya keterampilan SDM petani binaan dalam mengelola sistem usahatani intergrasi tanaman kakao - ternak kambing berbasis bio industri melalui kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan, 3) Pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun desa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pengembangan Model Bioindustri Kakao di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, hasil kegiatan model integrasi kakao dengan ternak kambing akan menjadi model pengembangan kakao ramah lingkungan Khususnya di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Kata Kunci : Model Bioindustri, Inovasi Teknologi, pendapatan.
Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Agensi Hayati terhadap Produksi dan Produktivitas Tanaman Jagung Yang Berasal dari Benih Lewat Masa Simpan: Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Agensi Hayati terhadap Produksi dan Produktivitas Tanaman Jagung Yang Berasal dari Benih Lewat Masa Simpan Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Jagung selain untuk keperluan pangan, juga digunakan untuk bahan baku industri pakan ternak, maupun ekspor. Ketersediaan benih salah satu kunci keberhasilan usaha di bidang pertanian mengingat benih merupakan awal dari proses produksi. Banyak Benih yang telah memgalami kemunduran, karena lamanya masa simpan. Kerugian akibat kemunduran benih karena masa simpan dapat diminimalisir dengan pemberian perlakuan terhadap benih. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: Perlakuan yang ideal utuk memperoleh produktivitas yang tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: Mengetahui jenis agensi hayati yang ideal digunakan untuk memperoleh produksi tinggi. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai kegunaan dan kelebihan dari penggunaan agensi hayati serta menemukan jenis agensi hayati yang mana yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi jagung hibrida. Penelitian pertanaman dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di kecamatan Turikale Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Februari 2019 sampai April 2019. Materi yang digunakan adalah benih varietas Bima 20 (Lewat Masa Simpan). Percobaanpertanaman di lapangan dilakukan dengan pemberian perlakuan penyemprotan larutan POC (A), larutan PGPR (B), larutan Phaeni Bacillus (C) dan air (control) (D). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) ?= 0.05 dan ?= 0.01 dengan 4 ulangan. Hasil terbaik untuk pengamatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Jagung, Rata-rata Diameter Tongkol (cm), Berat Pipil Tongkol (Gram), adalah tanaman yang diberikan PGPR dengan rataan berturut-turut 158.75b cm, 2600d gram, 11.44 ton ha-1, 5.12bc cm, 2400cd gram. Sedangkan untuk parameter Panjang Tongkol (cm) rataan tertinggi ditunjukkan oleh tanaman yang diberikan perlakuan POC yakni sebesar 17.90bcd cm. Kata kunci: Jagung, Jagung Hibrida, Agensi Hayati, Produksi, Produktivitas.
Pengaruh Pola Tanam Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah dan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.): Pengaruh Pola Tanam Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah dan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas tanaman padi dan menambah pendapatan petani serta mendukung upaya budidaya menetap tanpa merusak lahan pertanian diperlukan suatu pola tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pola tanam terhadap kesuburan tanah dan produktivitas tanaman padi. dilaksanakan di lahan milik petani di Lingkungan Kokoa, kelurahan Allepolea kecamatan Lau, kabupaten Maros Sulawesi Selatan dan Penelitian laboratorium untuk analisa sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Tanah, Tanaman, Pupuk, Air Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian BPTP Sulawesi Selatan pada bulan Januari sampai November 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktorial. Ukuran petak setiap perlakuan 15 m x 15 m. Pengamatan dilakukan terhadap parameter tinggi tanaman, tinggi malai, jumlah malai dan Umur berbunga serta total produksi tanaman padi serta analisis tanah untuk kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total produksi dan pertumbuhan vegetatif pada tanaman padi yang ditanam setelah penanaman kacang hijau lebih tinggi meliputi tinggi tanaman, tinggi malai, jumlah malai dan umur berbunga dibandingkan dengan tanaman padi yang ditanam setelah penanaman padi pada musim sebelumnya. Hasil analisis tanah menunjukkan lahan dengan penerapan rotasi tanaman kacang hijau menunjukkan tingkat ketersediaan unsur hara yang lebih tinggi. Unsur hara dalam tanah pada lahan bekas penanaman kacang hijau yaitu C Organik (3.22%), N (0,11%), dan K (43 ppm) lebih tinggi dari pada kandungan unsur hara pada lahan bekas penanaman padi yaitu C Organik (3.05 %) N (0,10 %), K (27 ppm). Kata kunci: Pola Tanam, Kesuburan Tanah, Produktivitas, Rotasi Tanaman, Padi
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP PAKET TEKNOLOGI INTRODUSKSI KAKAO PADA KAWASAN PERKEBUNAN NASIONAL DI SULAWESI BARAT: THE LEVEL OF FARMERS’ ADOPTION ON THE PACKAGE OF CACAO INTRODUCTION TECHNOLOGY IN NATIONAL AGRICULTURAL REGIONS IN WEST SULAWESI Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengembangan kawasan pertanian nasional di Propinsi Sulawesi Barat yang berupa perkebunanan kakao merupakan program strategis nasional Kementerian Pertanian. Pengembangan kawasan perkebunan kakao diharapkan berdampak terhadap peningkatan perekonomian petani kakao yang ada. Produksi kakao di sekitar kawasan umumnya masih rendah (0,5t/ha), hal ini karena tanaman kakao terkena serangan hama PBK (penggerek buah kakao) dan busuk buah (VCD). Pengembangan perkebunan kakao yang menggunakan bibit klonal dapat meningkatkan produksi. Peningkatan adopsi petani terhadap teknologi introduksi tanaman kakao dilakukan dengan cara sosialisasi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2015. Teknologi pengembangan kakao di Sulawesi Barat dilakukan dengan mengitroduksi paket teknologi budidaya kakao beruapa sanitasi lahan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta peningkatan mutu biji kakao melalui inovasi teknologi Fermentasi. Pada kawasan pendampingan di Kabupaten Mamuju, petani kakao mampu menerapkan teknologi introduksi budidaya sebesar 56,40% dengan produktivitas sebesar 0,702 t/ha. Sedangkan di Polewali Mandar penerapan inovasi teknologi budidaya sebesar 59,40% dengan produktivitas 0,706 t/ha. Inovasi teknologi peningkatan mutu biji kakao pada kawasan pengembangan kakao di Mamuju hanya sebesar 24%, sedangkan di Polewali Mandar sebesar 29%. Peningkatan inovasi teknoologi budidaya berpengaruh positif atau berbanding lurus dengan produktivitas hasil biji kakao pada kedua kawasan pengembangan, sehingga peluang produktivitas masih berpotensi untuk ditingkatkan. Penerapan teknologi sperti ini diharapkan dapat dikembangkan pada kawasan yang lebih luas lagi. pada akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi atau pendapatan serta kesejahteraan petani. Kata Kunci: Pendampingan, teknologi introduksi ,kakao, kawasan, produktivitas
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG HIBRIDA DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK (15:15:15) DAN WAKTU PEMANGKASAN YANG BERBEDA Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting setelahpadi. Rata-rata produktifitas jagung mencapai saat ini baru mencapai 5,4 ton/ha. Produktifitastersebut masih tergolong rendah di banding dengan produktifitas nasional maksimum yang dapatmencapai 12 ton per hektar. Rendahnya produksi dan produktifitas salah satunya disebabkanoleh penggunaan pupuk dan cara pemberian pupuk yang kurang tepat. Selain itu, ketepatan dosisdan jenis pupuk yang diberikan juga sangat mempengaruhi produksi dan produktifitas tanamanjagung. Guna mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya terobosan teknologi budidaya yangbaik diantaranya pemupukan, jenis pupuk yang digunakan, waktu pemupukan, pemberian pupunmajemuk (NPK) serta melakukan pemangkasan dengan tepat. Penelitian ini bertujuanmeningkatkan produkrivitas tanaman jagung dengan teknik pemangkasandan pemberian pupukNPK 15:15:15. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok terdiri dari dua faktoryaitu: Faktor pertama pemberian pupuk NPK (15:15:15) 3 taraf yaitu : 0, 6, 9 gram /tanaman.Faktor kedua Pemangkasan yaitu: Tanpa Pemangkasan, pemangkasan sebelum terbentuktongkol, dan pemangkasan setelah terbentuk tongkol. Penelitian ini dilaksanakan di DesaKayuangin yang berlangsung dari bulan Juli - September 2019. Hasil penelitian menunjukaninteraksi tanpa pemberian pupuk NPK (15:15:15) dan pemangkasan sebelum terbentuk tongkolmemberikan pengaruh terbaik pada parameter umur berbunga jantan. Pemberian pupuk NPK(15:15:15 ) dosis 6 gr/tanaman memberikan pengaruh terbaik pada parameter tinggi tanamanumur 42 (HST), sedangkan dosis 9 gr/tanaman memberikan pengaruh baik pada parameter beratkering biji yaitu 8.90 ton/ha.
KAJIAN ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU BAWANG MERAH DI KECAMATAN BAREBBO KABUPATEN BONE Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas bawang merah selain ditentukan oleh faktor lingkungan tumbuh jugadipengaruhi kemampuan varietas untuk beradaptasi pada lingkungan tumbuhnya. Penanamanvarietas yang beragam pada lingkungan tumbuh yang sama dapat memberikan gambarankemampuan adaptasi varietas. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui daya adaptasi tigavarietas bawang merah pada kondisi spesifik lokasi di Kabupaten Bone. Pengkajian dilaksanakandi Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone dari bulan Mei hingga Agustus 2016.Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga varietasbawang merah yaitu Pikatan, Katumi dan Mentes, melibatkan empat petani kooperator sebagaiulangan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa paket teknologi berupa jarak tanam 20 cm x 20cm , pemupukan (kotoran ayam 20 t/ha, SP-36200 kg/ha, Urea 200 kg/ha, ZA 300 dan KCl 200kg/ha), pengendalian penyakit dengan perlakuan benih sebelum tanam dengan Mankozeb 80%100 g/100 kg benih, penyiraman dengan system sprinkler memberikan pengaruh yang samaterhadap pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan generatif tiga varietas bawang merah.Produktivitas bawang merah masing-masing varietas yaitu Pikatan 13,56 t/ha; Katumi 10,99 t/hadan Mentes 9,53 t/ha. Penerapan paket inovasi teknologi yang diintroduksikan, produktivitasyang dicapai dua kali lipat dari pada rata-rata produksi yang dicapai petani dengan menggunakanbenih tanpa label yaitu 4,2-5,3 t/ha.Implikasi kegiatan ini bahwa budidaya bawang merahmenggunakan varietas unggul Pikatan, Mentes, Katumi dengan penerapan teknologi budidayayang benar sesuai SOP meningkatkan produktivitas bawang merah.
SERANGGA-SERANGGA YANG BERPOTENSI MENJADI HAMA PADA PEMBIBITAN TANAMAN KAKAO KLON M01 DI DESA NOLING KABUPATEN LUWU Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembibitan tanaman kakao banyak ditemukan di Desa Noling Kabupaten Luwu SulawesiSelatan karena tingginya peremajaan lahan yang dilakukan petani akibat umur tanaman kakaoyang sudah tua. Bibit yang banyak digunakan berasal dari klon M01 karena sangat cocok sebagaibatang bawah untuk proses sambung pucuk. Di daerah penelitian, kebun kakao yang diremajakanakan ditanami bibit yang telah disambung pucuk terlebih dahulu agar menghasilkan buah lebihcepat dibandingkan menanam biji. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukanidentifikasi serangga-serangga yang berpotensi sebagai hama pada pembibitan tanaman kakaoklon M01. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkap jaring dan pengamatanlangsung. Serangga-serangga yang diperoleh diidentifikasi dengan menggunakan Borror andWhite (1996) lalu difoto menggunakan kamera digital Canon PowerShot G5 dan data dianalisissecara deskriptif dan diuji statistik. Hasil identfikasi serangga dari ordo Lepidoptera terdapat 4spesies (Spenarches sp., Nacaduba sp., Spodoptera litura, Pagodiella hekmeyeri), ordoHomoptera 2 spesies (Toxoptera aurantiidan Pseudococcus sp.), ordo Hemiptera 2 spesies(Leptocorisa acuta dan Anormenis sp), dan ordo Coleoptera 1 spesies (Adoretus sp.). Semuaserangga berpotensi sebagai hama karena merusak bagian tanaman, namun populasi tertinggiterdapat pada serangga Pseudococcus sp.
KELIMPAHAN HAMA THRIPS (Thysanoptera) PADA CABAI SISTEM TANAM MONOKULTUR DAN TUMPANGSARI Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai yang rendah selama ini salah satunya disebabkan oleh adanyaserangan organism pengganggu tanaman. Salah satu hama penting yang menyerang tanamancabai yang menyebabkan kehilangan hasil cukup besar adalah thrips. Penelitian ini bertujuanmengetahui kelimpahan hama thrips pada pertanaman cabai dengan sistem tanam monokulturdan tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana,Kabupaten Maros, pada bulan Agustus 2018 sampai Februari 2019. Pada penelitian inipengambilan sampel dilakukan secara acak sistematik, lima tanaman sampel yang diamati padatanaman monokultur begitu juga pada tanaman tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkanbahwa T. palmi memiliki kelimpahan populasi yang lebih tinggi dengan rata-rata populasi 43ekor dibandingkan dengan T. parvispinus sebesar 20,6 ekor pada pola tanaman monokultur danpada pola tanam tumpangsari yakni T. palmi rata-rata 16,4 ekor dan T. parvispinus rata-rata 9,2ekor.Dominasi kehadiran T. palmi dibandingkan T. parvispinus ditunjukkan dengan kelimpahanrelatif 67,6% untuk T. palmi dan 32,4% untuk T. parvispinus pada pola tanam monokultur,sementara itu pada pola tanam tumpangsari kelimpahan relatif T. palmi sebesar 64,06%, dan T.parvispinus sebesar 35,94%.

Page 7 of 12 | Total Record : 115