cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI DESA WEDI KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO Oktavia Putri Mandasari; Indah Prabawati
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Desa Wedi Kecamatan Kapas merupakan salah satu kawasan pelaksanaan kebijakan Pengembangan KawasanAgropolitan di Kabupaten Bojonegoro dengan komoditi unggulan buah salak. Kebijakan ini dilaksanakan untukmendukung peningkatan potensi kawasan pedesaan berbasis tanaman holtikultura dan upaya untuk memperkecilkesenjangan pembangunan perkotaan dan pedesaan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisisimplementasi kebijakan Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Wedi Kecamatan Kapas KabupatenBojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitianini dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan publik oleh Van Meter dan Van Horn yang meliputienam indikator yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, karakteristik agen pelaksana, sikap ataukecenderungan para pelaksana, komunikasi antarorganisasi, dan lingkungan ekonomi, sosial, dan politik. Teknikpengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yaitu melalui observasi, wawancaradan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dalam yaitu reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pelaksanaankebijakan terdapat beberapa kendala yang mengarah pada satu masalah krusial yaitu penurunan jumlah produksibuah salak. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun telah dilaksanakan sesuai rencana tetapi masih diperlukanperbaikan di beberapa aspek agar tujuan dari kebijakan bisa tercapai secara maksimal. Saran yang bisadimunculkan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengelola kebun salak denganideal, meningkatkan manajemen produksi dan teknologi budidaya salak, perbaikan sistem irigasi kebun salak,memperkuat usaha agribisnis dengan membentuk badan usaha resmi dan mengoptimalkan agrowisata dengankonsep Community Based Tourism.Kata Kunci: Implementasi, Pengembangan, AgropolitanWedi Village in Kapas Subdistrict is one of the implementation areas of the Agropolitan Area Development policyin Bojonegoro Regency with superior commodity of salak fruit. This policy was implemented to support theincrease in the potential of horticultural-based rural areas and efforts to reduce the urban and rural developmentgap. The purpose of this research is to describe and analyze the implementation of the Agropolitan AreaDevelopment policy in Wedi Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. This type of research is a descriptivestudy with a qualitative approach. This study was analyzed using the theory of public policy implementation byVan Meter and Van Horn which included six indicators namely the size and objectives of the policy, resources,characteristics of implementing agents, attitudes or tendencies of implementers, communication betweenorganizations, and the economic, social, and political environment. Data collection techniques are used to obtaindata and information through observation, interviews and documentation. While the data analysis technique usesthe model of Miles and Huberman in that is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The resultsshowed that during the implementation of the policy there were several obstacles that led to one crucial problem,namely the decrease in the production of salak fruit. This indicates that even though it has been implementedaccording to plan, improvements are still needed in several aspects so that the objectives of the policy can be achieved optimally. Suggestions that can be raised are improving the quality of human resources in order to beable to manage the salak farms in an ideal manner, improve production management and technology for salakcultivation, improve the salak farm irrigation systems, strengthen agribusiness efforts by forming official businessentities and optimize agro-tourism by Community Based Tourism approach.Keywords: Implementation, Development, Agropolitan
EVALUASI PROGRAM PEMBERIAN PERMAKANAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS MISKIN DI KELURAHAN TEMBOK DUKUH KECAMATAN BUBUTAN KOTA SURABAYA Intan Ismariana; Indah Prabawati
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Program Pemberian Permakanan bagi Penyandang Disabilitas Miskin merupakan upaya Pemerintah Kotapenyandang disabilitas yang miskin/terlantar. Program diberikan berupa makanan siap makan yang dikelola dimasing-masing kelurahan dan didistribusikan ke penerima program setiap hari oleh petugas kirim. Lokasi penelitianini adalah Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Kota Surabaya dengan penerima manfaaat sebanyak 56jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan evaluasi program pemberian permakanan bagi penyandangdisabilitas miskin di Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Kota Surabaya. Jenis penelitian ini yaitupenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan enam indikator evaluasi kebijakanmenurut Dunn yang meliputi : efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan. Teknik analisisdata menggunakan teknik menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian yaitu program ini telah berjalan sesuaidengan pedoman pelaksanaannya dalam mencapai tujuan yaitu sebagai upaya perlindungan dan jaminan sosialberupa pemenuhan kebutuhan pangan. Beberapa hambatan muncul dalam pelaksanaan yaitu pencairan dana yangmundur dari tanggal semestinya yaitu tanggal 1 sehingga perlu adanya perencanaan lebih awal supaya dana cairtepat waktu. Petugas kirim yang hanya satu orang menjadi tidak efisien karena harus mengantar makanan ke 56alamat penerima manfaat sehingga dibutuhkan adanya penambahan petugas kirim supaya lebih cepat. Belum adaperaturan yang mengatur terkait detail porsi makanan sehingga diperlukan adanya pedoman yang mengatur.Pemberian permakanan sebaiknya diiringi dengan adanya tes kesehatan secara berkala setidaknya enam bulan sekaliuntuk mengetahui bagaimana kesehatan para penyandang disabilitas dan apakah makanan yang diberikan masihsesuai dengan kebutuhan gizi atau perlu adanya perubahan.Kata kunci: Evaluasi, Program permakanan, Penyandang disabilitas. The Feeding Program for poor-disable citizen is an effort of the City Government of persons with disabilities whoare poor / neglected. The program is given in the form of ready-to-eat food which is managed in each village anddistributed to the recipient of the program every day by the sending officer. The location of this study is the TembokDukuh Village, Bubutan Sub-District, Surabaya City with 56 beneficiaries. The purpose of this study was todescribe the evaluation of the program providing food for poor people with disabilities in the Tembok DukuhVillage, Bubutan Sub-District, Surabaya. This type of research is descriptive research with a qualitative approach.The focus of the study is based on six indicators of policy evaluation according to Dunn which include:effectiveness, efficiency, adequacy, leveling, responsiveness, accuracy. Data analysis techniques using techniquesaccording to Miles and Huberman. The result of this research is that this program has been running in accordancewith the guidelines for its implementation in achieving its goals, namely as an effort to protect and protect socialsecurity in the form of meeting food needs. Some obstacles arise in the implementation of the disbursement of fundsthat are backward from the proper date, which is the 1st so there needs to be early planning so that the funds aredisbursed on time. The sending staff, which was only one person, was inefficient because it had to deliver food to 56beneficiary addresses so that additional officers were needed to make it faster. There are no regulations governing the details of food portions, so there is a need for regulating guidelines. The provision of food should beaccompanied by regular medical tests at least every six months to find out how the health of persons with disabilitiesand whether the food provided is still in accordance with nutritional needs or needs to be changed.Keywords : Evaluation, Feeding Program, Disabilities
EVALUASI PELAKSANAAN SUROBOYO BUS DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Firda Aprilian Putri; Indah Prabawati
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Kota – kota besar di Indonesia kerap menjadi sasaran kemacetan. Masalah tersebut membuat masyarakat engganuntuk menaiki transportasi umum. DISHUB yang berkerjasama dengan DKRTH Kota Surabaya pada 7 April 2018meluncurkan sarana transportasi baru Suroboyo Bus. Alat bayar Suroboyo Bus memberikan kesan unik, karenamenggunakan limbah botol plastik sesuai dengan Perwali Surabaya No. 67 tahun 2018. Pelaksanaan yang telahberjalan ini masih menjadi kontroversi & kekecewaan yang dirasakan masyarakat sebagai objek dari kebijakan.Masyarakat mengeluhkan antara lain jam operasional yang tidak sesuai, keterlambatan jarak kedatangan bus(headway), jumlah penumpang melebihi batas tampung, helper kurang ramah dalam melayani, halte kurang nyaman,& cara pembayaran dirasa kurang fleksibel. Analisis Evaluasi Pelaksanaan Surabaya Bus di Dinas Perhubunganmenggunakan teori evaluasi CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam, diantaranya yakni evaluasi konteks,masukan, proses dan produk. Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjekpenelitian ini terdiri dari Kepala Unit Suroboyo Bus, Koordinator Badan Pengelolaan Transportasi Umum, CrewSuroboyo Bus, serta penumpang Suroboyo Bus. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasidan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pegumpulan data, reduksi data dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian evaluasi Suroboyo Bus berjalan cukup baik dengan adanya peningkatan jumlahpenumpang setiap tahunnya, meski masih ditemukan beberapa hambatan seperti halte yang belum dilengkapi atappelindung & tempat duduk, kurangnya jumlah bus & belum adanya jalur khusus sehingga headway antar bus cukuppanjang. Saran yang diajukan adalah adanya lajur khusus agar waktu tunggu penumpang akan lebih cepat, laludibangunnya halte yang lebih menunjang agar penumpang nyaman saat menunggu.Kata Kunci: Evaluasi, Suroboyo Bus Major cities in Indonesia are often subjected to congestion. The issue makes people reluctant to ride public transport.DISHUB in cooperation with DKRTH Kota Surabaya on 7 April 2018 launches new means of transport SuroboyoBus. Suroboyo Bus Pay tool gives a unique impression, because it uses waste plastic bottles in accordance withPerwali Surabaya No. 67 year 2018. The implementation that has been running is still a controversy & the perceiveddisappointment of the community as an object of policy. The community complained about the operational hours areinappropriate, the delay of the bus arrival distance (headway), the number of passengers exceeded the Tampunglimit, the helper is less friendly in serving, less convenient stop, & payment method is less flexible. Analysis ofevaluation of the implementation of Surabaya Bus in Dinas Transportation using CIPP evaluation theory developedby Stufflebeam, among which is the evaluation of context, input, process and product. The type of research used isdescriptive with a qualitative approach. The subject of this study consists of the head of Unit Suroboyo Bus,Coordinator of Public Transport Management Board, Crew Suroboyo Bus, as well as passengers of Suroboyo Bus.Data collection techniques used interviews, observations and documentation. Data analysis techniques conductedwith data production, data reduction and withdrawal of conclusions. The results of the evaluation of Suroboyo Busgoes quite well with the increase in the number of passengers each year, although still found some obstacles such asa stop that has not been equipped with a protective roof & seating, lack of the number of buses & there is no specialline so the headway between buses is quite long. The proposed suggestion is that there is a special column so thatthe waiting time for passengers will be faster, then the building of a more supporting stop for passengers to becomfortable.Keywords: evaluation, Suroboyo Bus
Efektivitas Kebijakan Pahlawan Ekonomi Guna Menurunkan Tingkat Kemiskinan Di Kota Surabaya Aditya Wanda Rahmansyah; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Kemiskinan masih terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Tak terkecuali terjadi di Kota Surabaya sehingga Tri Rismaharini,Walikota Surabaya menggagas suatukebijakan dengan cara memberdayakan masyarakat Kota Surabaya. Cara ini dipilih karena terdapat potensi ibu rumah tangga dari keluarga miskin untuk diberdayakan agar mereka dapat meningkatkan perekonomian keluarganya dan Kota Surabaya serta dapat menurunkan tingkat kemiskinan. Penelitian inibertujuan untuk Mengetahui Efektivitas Kebijakan Pahlawan Ekonomi Guna Menurunkan Tingkat Kemiskinan Kota Surabaya. Metode yang digunakan ialahstudi pustaka dengan cara menghimpun informasi dan data yang relevan dengan masalah penelitian yang diperoleh dari karya ilmiah, disertasi, tesis, dan lainsebagainya. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan ialah Teori Efektivitas menurut William N. Dunn (2003:430) menyebutkan beberapa variabel yaitu efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Melalui metode studi pustaka, diperoleh hasil bahwa kebijakan pahlawan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Surabaya dengan efektif. Secara efisiensi, kebijakan tersebut mampu menggunakan sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuannya. Secara kecukupan, kebijakan tesebut mampu menjadi salah satu alternatif gunamenurunkan tingkat kemiskinan di Kota Surabaya. Secara perataan, kebijakan tersebut terbuka untuk umum dan siapapun dapat mendaftar untuk mengikutiprogram ini dan mendapatkan fasilitas yang sama. Secara responsivitas, kebijakan tersebut mendapatkan respon yang baik dari masyarakat, terbuktidengan terus meningkatnya jumlah pahlawan ekonomi yang pada tahun pertama atau tahun 2010 sebanyak ±92 dan pada tahun 2018 mencapai 9.148 anggota.Secara ketepatan, kebijakan tersebut dinilai tepat dikarenakan kebijakan tersebut memiliki sasaran utama yaitu ibu rumah tangga yang dinilai mempunyai potensi besar jika diberdayakan.Kata kunci : kemiskinan, efektivitas, pahlawan ekonomiAbstractPoverty still occurs in big cities in Indonesia. No exception happened in the city of Surabaya so that Tri Rismaharini, the Mayor of Surabaya initiated a policy byempowering the people of Surabaya. This method was chosen because there is the potential of housewives from poor families to be empowered so that they canimprove the economy of their families and the city of Surabaya and can reduce poverty levels. This study aims to determine the effectiveness of the Heroes ofEconomic Policy to reduce poverty in the city of Surabaya. The method used is a literature study by collecting information and data relevant to research problems obtained from scientific work, dissertations, theses, and so forth. This research is a descriptive type, with a qualitative approach. The theory used is the Effectiveness Theory according to William N. Dunn (2003: 430) mentions several variables, namely efficiency, adequacy, leveling, responsiveness, and accuracy. Through the literature study method, the results are obtained that economic hero policies can reduce poverty levels in Surabaya effectively. Efficiently, the policy can use resources optimally to achieve its objectives. Adequately, the policy can be one alternative to reduce poverty in the city of Surabaya. On an equal basis, the policy is open to the public and anyone can register to join this program and get the same facilities. In responsiveness, the policy received a good response from the public, as evidenced by the continued increase in the number of economic heroes which in the first year or 2010 amounted to ± 92, and in 2018 it reached 9,148 members. Accurately, the policy is considered appropriate because the policy has the main target of being a housewife who is considered to have great potential if empowered.Keywords: poverty, effectiveness, economic heroes
Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Bandung Melalui Collaborative Governance (Studi Pada Taman Ganesha) Achmad Raihan Hidayat; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Pemanasan global erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalamperbaikan kualitas lingkungan adalah penataan ruang. Menurut Dirjen Cipta Karya dan Pekerjaan Umumpenyediaan ruang terbuka hijau diperkotaan dapat berbentuk taman kota yang dibuat menggunakan konsepgreen city. Taman Ganesha adalah taman yang ada di Kota Bandung dimana dalam pembangunannya terdapatkolaborasi antar institusi, baik itu dari pemerintah, masyarakat serta pihak ketiga. Jenis penelitian yangdigunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder. Fokus penelitian yangdigunakan adalah model collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:550). Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknikanalisis data menurut Krippendorf. Pada Kondisi awal terdapat tiga indikator yaitu sumberdaya, keuntungandan hambatan serta riwayat kerjasama. Bentuk kepemimpinan fasilitatif ditunjukan oleh Kepala Dinas DPKP3,Rektor ITB beserta jajaran staff di bidang sarana dan prasarana selaku penguasa dan pengelola taman. Bentukkelembagaan tertuang dalam aturan yang berlaku. Pada proses kolaborasi yang dilakukan terdapat empattahapan diantaranya a) face to face dialogue; b) trust building; c) commitmen to process; d) sharedunderstanding. Pada tahap pertama proses kolaborasi terdapat dialog tatap muka diprakarsai Pemerintah KotaBandung melalui DPKP3. Tahap Membangun kepercayaan tercermin dari Pemerintah Kota Bandung melaluiDPKP3 selaku fasilitator. Selanjutnya para pihak saling berkomitmen dalam mengelol Taman Ganesha sesuaidengan aturan dan kesepakatan yang berlaku. Hasil yang didapat dari terciptnya kolaborasi ini adalah TamanGanesha berperan dalam peningkatan fungsi ekologis dan fungsi rekreasi bagi sebuah taman kota.Kata Kunci: Collaborative Governance, Penyediaan Ruang Terbuka Hijau AbstractGlobal warming is closely related to environmental quality. One aspect that must be considered in improvingenvironmental quality is spatial planning. According to the Director General of Human Settlements and PublicWorks the provision of green open spaces in cities can be in the form of urban parks that are made using the conceptof green city. Taman Ganesha is a park in the city of Bandung where in its development there is collaborationbetween institutions, both from the government, the community and third parties. This type of research is aqualitative descriptive study with secondary data sources. The focus of research used is a collaborative governancemodel according to Ansell and Gash (2007: 550). The data collection technique used is the documentationtechnique. The data analysis technique used is the data analysis technique according to Krippendorf. In the initialconditions there are three indicators namely resources, benefits and constraints as well as a history of cooperation.The facilitative form of leadership was shown by the Head of the DPKP3 Office, the Rector of ITB along with thestaff in the field of facilities and infrastructure as the authorities and park managers. The institutional form iscontained in the applicable rules. In the collaboration process, there are four stages including a) face to facedialogue; b) trust building; c) commitment to process; d) shared understanding. In the first stage of the collaborationprocess there was a face-to-face dialogue initiated by the Bandung City Government through the DPKP3. The phaseof building trust is reflected in the Bandung City Government through DPKP3 as the facilitator. Furthermore, theparties are committed to managing each other in the Ganesha Park in accordance with applicable rules andagreements. The results obtained from the creation of this collaboration is that Ganesha Park plays a role inenhancing the ecological and recreational functions of a city park.Keywords: Collaborative Governance, Provision of Green Open Space
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MELALUI LAYANAN SIMPATIK DI KABUPATEN KEDIRI: STUDI KASUS IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN Analdo Yoga Dwi Riskika; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Memberikan pelayanan publik merupakan kewajiban bagi setiap instansi pemerintahan. Salah satupelayanan yang diberikan instansi pemerintah adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selama ini pelayananperizinan masih mengalami sedikit masalah yaitu pelayanan yang masih lama, berbelit – belit, dan kurang efektif.Untuk mengatasi masalah tersebut maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengubahstrategi pelayanan dengan meluncurkan sebuah aplikasi layanan Sistem Informasi Perizinan Satu Pintu KabupatenKediri (SIMPATIK). Dengan meluncurkan aplikasi layanan SIMPATIK ini dapat membantu pihak staf dinas dalammemproses permohonan IMB dan masyarakat bisa mengajukan permohonan melalui aplikasi layanan SIMPATIKyang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatankualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah proses strategi meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui layananSIMPATIK di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kediri (Studi kasus IzinMendirikan Bangunan). Dalam melakukan analisis di penelitian ini menggunakan teori strategi meningkatkankualitas pelayanan menurut Tjiptono yang terdiri 8 indikator. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategimeningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP Kabupaten Kediri cukup baik. Dalam meluncurkan SIMPATIK inipihak dinas mengedepankan perbaikan kinerja internal sehingga pelayanan yang diberikan oleh dinas samakin baik.Otomatisasi SIMPATIK juga cukup baik dengan tetap mempertahankan tenaga manusia untuk proses verifikasiberkas IMB yang pemohon akan ajukan. Saran yang bisa peneliti berikan kepada DPMPTSP antara lain ialah lebihmeningkatkan sosialisasi yang menyeluruh dan berkala dan lebih menggandeng kelompok pemuda karena layananyang diberikan sudah berbasis aplikasi jadi dengan bekerja sama dengan kelompok pemuda akan membantu dinasdalam menyampaikan sosialisasinya.Kata kunci: Pelayanan Publik, Strategi Meningkatkan Pelayanan, Izin Mendirikan Bangunan, SIMPATIK AbstractProviding public services is an obligation for every government agency. One of the services provided bygovernment agencies is a Building Permit (IMB). So far, licensing services are still eperiencing a few problems,namely services that are still long, convoluted, and less effective. To overcome this problem, the One-StopIntegrated Investment and Services Office changed its service strategy by launching a service application for theKediri District One-Door Licensing Information System (SIMPATIK). By launching this SIMPATIK serviceapplication can help the official staff in processing the IMB application and the public can submit applicationsthrough the SIMPATIK service application that can be accessed anywhere and anytime. This type of research isdescriptive using a qualitative approach. The focus of this research is the process of strategy to improve the qualityof public services through SIMPATIK services at the Office of Investment and One Stop Integrated Services inKediri Regency (Case Study of Building Permit). In conducting the analysis in this study using the theory ofstrategies to improve service quality according to Tjiptono which consists of 8 indicators. The results of this studyindicate that the strategy to improve the quality of DPMPTSP services in Kediri is quite good. In launchingSIMPATIK, the department put forward the improvement of internal performance so that the service provided bythe service is getting better. SIMPATIK automation is also quite good while maintaining human resources for theIMB file verification process that the applicant will submit.Keywords: Public Service, Strategy to Improve Services, Building Construction Permit, SIMPATIK
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PEMBAYARAN SURAT IZIN MENGEMUDI MELALUI PROGRAM CASHLESS PAYMENT SYSTEM (CPS) DI KANTOR SATLANTAS POLRES GRESIK Achmad Yoga Prasetiya; Fitrotun Niswah
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik sepatutnya bertanggung jawab untuk terusberusaha melayani secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Dilihat darikondisi tersebut Polres Gresik telah melalukan perbaikan pelayanan dengan menciptakaninovasi yang dilakukan seperti menciptakan program yang bernama Cashless Payment Sytem(CPS). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan mendeskripsikan mengenaistrategi peningkatan pelayanan pembayaran SIM melalui Program Cashless payment System(CPS) di kantor Satlantas Polres Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori 4 strategipeningkatan kualitas pelayanan dari Kevin P. Kearns (dalam Islamy, 2002) yang terdiri dariGrowth Strategies (Strategi Pertumbuhan), Retrenchment Strategies (Strategi MeningkatkanEfisiensi), Stability Strategies (Strategi Stabilisasi), dan Collaborative Strategies (StrategiKolaborasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 indikator dari proses peningkatan kualitaspelayanan yang dikemukakan oleh Kevin P. Kearns (dalam Islamy, 2002) telah dijalankan olehSatlantas Polres Gresik malalui Program CPS.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Strategi, CPS (Cahsless Payment System) AbstractThe government as the provider of public services should be responsible for continuing to getmaximum assistance to get the quality of public services. Judging from the condition, the GresikPolice Station has done service improvements such as making a program called CashlessPayment System (CPS). This study aims to provide information and describe strategies toimprove SIM payment services through the Cashless Payment System (CPS) Program at theGresik Police Traffic Unit office. This type of research is a descriptive study using qualitative.Kevin P. Kearns (in Islamy, 2002) which consists of Growth Strategy, Improvement Strategy,Stability Strategy (Stabilization Strategy), and Collaboration Strategy (Strategy) Collaboration).The results showed that 4 indicators of the process of improving the quality of services proposedby Kevin P. Kearns (in Islamy, 2002) were carried out by the Satlantas Polres Gresik throughthe CPS Program.Keywords : Public Service, Strategy, CPS (Cahsless Payment System)
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN BURSA INOVASI DESA (BID) DI KABUPATEN BOJONEGORO (STUDI PADA BURSA INOVASI DESA CLUSTER VI TAHUN 2019) Nidiar Febrian Vidyananda; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi(PDTT) meluncuran Program Inovasi Desa (PID) sebagai program strategis pemerintah. Kegiatan utamadalam PID adalah kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) yang dilaksanakan dengantahapan pokok berupa penyelenggaraan Bursa Inovasi Desa yang selanjutnya disebut BID. BIDdiselenggarakan untuk membantu desa dalam meningkatkan kualiatas kegiatan-kegiatan pembangunan desadan pemberdayaan masyarakat yang akan didanai oleh dana desa. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana efektivitas pelaksanaan BID di salah satu daerah di Jawa Timur yaitu KabupatenBojonegoro (studi pada BID cluster VI tahun 2019). Fokus penelitian ini dikaji menggunakan 10 (sepuluh)dari 21 (duapuluhsatu) indikator untuk mengukur efektifitas menurut Campbell dalam Sutrisno (2007:131-133), yakni : kualitas, produktivitas, kesiapsiagaan, efisiensi, pertumbuhan, motivasi, kepuasan, internalisasitujuan organisasi, konflik kohesi, dan fleksibilitas adaptasi. Subyek dari penelitian ini ditentukan denganteknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dandokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,triangulasi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaanBID di Kabupaten Bojonegoro khususnya pada cluster VI tahun 2019 masih kurang efektif. Dari 10(sepuluh) indikator penilaian efektivitas, hanya indikator kualitas dan internalisasi tujuan organisasi yangmenunjukan penilaian cukup efektif. Penilaian pada indikator lainya menunjukan hasil yang masih kurangefektif. Sehingga sangat perlu ditingkatkan lagi perihal langkah sosialisasi, komunikasi, dan koordinasi antaraktor yang terlibat dalam pelaksanaan BID serta perlu adanya jaminan kesejahteraan yang lebih baik untukanggota TPID (Tim Pelaksana Inovasi Daerah) di kecamatan.Kata Kunci: efektivitas program, bursa inovasi desa, pemerintah desa AbstractIn 2017 the government through the Ministry of Villages, Disadvantaged Regions and Transmigration(PDTT) launched the Village Innovation Program (PID) as the government's strategic program. The mainactivity in the PID is the Village Innovation Knowledge Management (PPID) activity which is carried outwith the main stages of organizing the Village Innovation Exchange, hereinafter referred to as BID. BID isheld to assist villages in improving the quality of village development activities and communityempowerment that will be funded by village funds. The purpose of this research is to find out how effectivethe implementation of BID is in one area in East Java, Bojonegoro Regency (study on BID cluster VI in2019). The focus of this study was examined using 10 (ten) of 21 (twenty one) indicators to measureeffectiveness according to Campbell in Sutrisno (2007: 131-133), namely: quality, productivity,preparedness, efficiency, growth, motivation, satisfaction, internalization of organizational goals, cohesionconflict, and adaptability flexibility. The subject of this study was determined by purposive samplingtechnique. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Analysis of thedata used is data collection, data reduction, data presentation, data triangulation and drawing conclusions.Based on the results of the study showed that the implementation of BID in Bojonegoro Regency, especiallyin cluster VI in 2019 was still less effective. Of the 10 (ten) indicators of effectiveness assessment, onlyindicators of quality and internalisation of organizational goals indicate that the assessment is quite effective.Ratings on other indicators show results that are still less effective. So it really needs to be improved againregarding the steps of socialization, communication, and coordination between actors involved in theimplementation of BID and the need for a better welfare guarantee for TPID members (Regional InnovationImplementation Team) in the district.Keywords: program effectiveness, village inovation exchanges, village governmet
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI DI DESA JAMBU KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI Moh Abdul Azis; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Pengembangan desa wisata dapat memberikan kesejahteraan masyarakat, salah satunya Desa Wisata Jambuyang ada di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Namun dalam pengembangannya masih menemui beberapakendala yaitu kurangnya perlengkapan wisata edukasi, kurangnya fasilitas pendukung seperti toilet, luas lahan parkir,adanya jalan yang belum mewadahi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategipengembangan wisata edukasi di Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian ini menggunakan teoritentang strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kraetif NomorPM.35/UM.001/MPEK/2012 tentang Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang meliputistrategi pengembangan sumber daya wisata, strategi sumber daya manusia, promosi pariwisata dan pengelolaanlingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, wawancara, dokumentasi, dan studikepustakaan. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengembangan sumber daya wisata denganmengembangkan potensi alam yang ada dijadikan wahana wisata edukasi seperti sungai sejuta ikan, wisata tanampadi, outbond, dll. Pada pengembangan sumber daya manusia, pengelola memberdayakan masyarakat di usiaproduktif untuk menjadi bagian dari pengelola, adanya pelatihan dan pendidikan yang bekerja sama dengan dinasterkait. Pada pengembangan promosi pariwisata, dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi seperti instagram danyoutube, televisi nasional dan pameran kebudayaan. Pada strategi pengelolaan lingkungan adanya programpenghijauan dan hidup bersih ramah lingkungan. Saran untuk pengembangan wisata lebih lanjut adalah perlu adanyapenambahan fasilitas tambahan seperti toilet, tempat sampah, lahan parkir, perbaikan jalan, pemilahan sampah.Kata kunci: Manajemen Strategi, Pengembangan Wisata, Wisata EdukasiABSTRACTThe development of a tourism village can provide community welfare, one of which is the Guava TourismVillage in Kayen Kidul District, Kediri Regency. But in its development there are still some obstacles, namely thelack of educational tourism equipment, the lack of supporting facilities such as toilets, parking area, the existence ofroads that have not been accommodated. This study aims to describe the management of educational tourismdevelopment strategies in Jambu Village, Kayen Kidul District, Kediri Regency. The research method used isdescriptive method with a qualitative approach. While the focus of this study uses theories about tourism developmentstrategies according to the Minister of Tourism and Kraetif Regulation Number PM.35 / UM.001 / MPEK / 2012 onthe Strategic Plan of the Ministry of Tourism and Creative Economy, which includes tourism resource developmentstrategies, human resource strategies tourism promotion and environmental management. Data collection techniquesused were observation, interviews, documentation, and literature study. Data analysis was performed by collectingdata, processing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the study showed that the developmentof tourism resources by developing existing natural potential became a vehicle for educational tourism such as amillion fish rivers, rice planting tours, outbound, etc. With the addition of ongoing supporting facilities such asgazebos, toilets, photo spots, parks etc. In developing human resources, managers empower people of productive ageto become part of managers, there is training and education in collaboration with related agencies. In the developmentof tourism promotion, by utilizing telecommunications facilities such as Instagram and YouTube, national televisionand cultural exhibitions. In the environmental management strategy there is a green program and cleanenvironmentally friendly living.Keyword: Strategy Management, Tourism Development, Educational Tourism
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI SEKOLAH PEREMPUAN (SEKOPER) DI DESA KRAMATINGGIL KABUPATEN GRESIK Mutiara Shofiyyahtusya'diah; Tjitjik Rahaju
Publika Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v10n3.p711-724

Abstract

Transformation through women's empowerment involved all components of society so women will become more empowered. Gresik is one of the regional governments that cares about women's empowerment issues. This is realized by the issuance of Regional Regulation of Gresik District No. 4 of 2012 into the Sekoper program, one of which is located in Kramatinggil Village. Unfortunately, some individuals in the targetted group are still unaware of this program. The goal of this research aims to determine how the Sekoper was implemented in Kramatinggil Village. This is a descriptive qualitative study. The focus of this research is analyzing content of policy and context of implementation by Grindle. Data were collected through observation, documentation, interviews, and literature studies. The data analyzed by collecting, reducting, presentation, and concludes. The actors in this program are KPS2K and KBP3A. According to this research findings, the policy is being implemented through a variety of programs tailored to environmental conditions in Kramatinggil Village. The implementation of Sekoper is not running optimally because several lack of human resources, finance, and lack of program socialization. Researchers recommend that implementers should focused in best practice programs, monitored the program trough supervisor, increase APBD fund allocation, and implement a merit system. Keywords: Women's Empowerment, Participation, Public Policy.