cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI SEDATI GEDE 2 SEDATI KABUPATEN SIDOARJO Ajeng Rahmawati Daniar; Weni Rosdiana
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p25-36

Abstract

Ketrampilan literasi yang baik dapat membantu generasi muda dalam memahami informasi baik lisan maupuntulisan. Gerakan Literasi Sekolah merupakan salah satu kegiatan literasi dan bentuk kesadaran pemerintah akanpentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan. Melalui permendikbud nomor 23 Tahun 2015mengenai Penumbuhan Budi Pekerti, bupati sidoarjo mengesahkan peraturan bupati nomor 104 tahun 2016mengenai Pedoman Pelaksanaan Literasi di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Sedati Gede II SedatiKabupaten Sidoarjo.lPeran Kepala Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Wali murid sangat berperan aktif terhadapimplementasi Gerakan Literasi Sekolah.lPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatankualitatif. Lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri Sedati Gede II Sedati Kabupaten Sidoarjo.lObyekpenelitian ini adalah implementasi Gerakan Literasi Sekolah.lData dikumpulkan melalui observasi, wawancaramendalam, dan studi literatur. Artikel ini menunjukkan bahwa Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDNSedati Gede II Sedati Sidoarjo dapat menaikkan tingkat minat baca siswa. Pada variabel Standart, sasaran dantujuan kebijakan sudah sesuai dengan standart, sasaran dan tujuan kebijakan. Pada variabel sumber daya telahmemenuhi segala sumber daya yang ada untuk pelaksanaan kebijakan. Pada indikator karakteristik pelaksanasangat mendukung adanya Gerakan Literasi Sekolah. Pada variabel Komunikasi antar organisasi terkait dengankegiatan pelaksana sudah terjalin komunikasi yang baik. Pada variabel disposisi atau sikap pelaksana bertanggungjawab atas apa yang ditugaskan. Pada variable lingkungan sosial, ekonomi dan politik dalam GLS ini memangterjadi hambatan karena pihak orang tua ada yang mengeluh karena mereka harus bekerja dan tidak bisamengawasi anaknya terlalu sering.Kata Kunci: Implementasi, Gerakan Literasi Sekolah, Literasi Good literacy skills can help the younger generation understand information both spoken and written. The SchoolLiteracy Movement is one of the literacy activities and a form of government awareness of the importance ofbuilding a literacy culture in the world of education. Through “Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan”number 23 of 2015 concerning Cultivation of Character, the regent of Sidoarjo ratified the regent's regulationnumber 104 of 2016 concerning Guidelines for the Implementation of Literacy in Sidoarjo Regency. The purposeof this study is to describe the implementation of the School Literacy Movement at Sedati Gede II SedatiElementary School, Sidoarjo Regency. The roles of school principals, teachers, librarians, and guardians ofstudents play an active role in the implementation of the School Literacy Movement. This study uses a descriptivemethod with a qualitative approach. The research location is Sedati Gede II Sedati Elementary School, SidoarjoRegency. The object of this research is the implementation of the School Literacy Movement. Data were collectedthrough observation, in-depth interviews, and literature study. This article shows that the implementation of theSchool Literacy Movement at SDN Sedati Gede II Sedati Sidoarjo can increase the level of students' readinginterest. In the Standard variable, policy goals and objectives are in accordance with the standards, objectives, andpolicy objectives. The resource variable has fulfilled all available resources for policy implementation. Theindicators for the characteristics of the implementer strongly support the School Literacy Movement. In thecommunication variable between organizations related to implementing activities, good communication has beenestablished. The disposition variable or the attitude of the implementer is responsible for what is assigned. In thesocial, economic, and political environment variables in this GLS, there are indeed obstacles because the parentscomplain that they have to work and cannot supervise their children. too often.Keywords: Implementation, School Literacy Movement, Literacy
EFEKTIVITAS SISTEM ELECTRONIC MONITORING DAN EVALUASI (E-MONEV) DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA SURABAYA Mellia Seyselis; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p37-48

Abstract

Abstrak E-Monev merupakan salah satu instrumen pemantauan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan (PEPP) yang digunakan untuk menghimpun data dan informasi hasil pemantauan (data realisasi) pelaksanaan rencana pembangunan. Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya telah menerapkan sistem ini setelah adanya kasus penggelapan uang oleh mantan bendahara Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya sendiri pada tahun 2016, dengan hadirnya sistem yang lebih modern diharapkan tidak akan mengulang terjadinya penyelewengan di Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya. Proses monitoring dan evaluasi difasilitasi menggunakan perangkat lunak berbasis secara online yang dapat dilakukan pengaksesan melalui laman monev.surabaya.go.id. E-Monev mulai dijalankan di Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya di tahun 2017 kemudian sampai sekarang masih dipergunakan. Tujuan dari adanya pelaksanaan penelitian ini adalah melakukan analisis dan mendeskripsikan keefektifan dari e-monev pada badan perencanaan pembangunan kota Surabaya. Penggunaan pendekatan kualitatif dan penelitian studi kepustakaaan (library research) dimanfaatkan dalam penelitian ini yang mana data-data yang dimuat berasal dari literatur-literatur terkait dengan topik penelitian seperti jurnal, buku, skripsi, dan berita dari website (internet). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sistem e-monev yang diterapkan di Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya sudah berjalan dengan efektif dibuktikan dengan hasil data penilaian evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, tingkat capaian keberhasilan program pembangunan, persentase produk hukum yang di selesaikan, juga rata-rata penyerapan anggaran yang meningkat. Saran dari penelitian ini adalah memperbaiki interface aplikasi, melakukan pelatihan penggunaan sistem yang lebih masif dan melakukan pemeliharaan sistem secara rutin supaya dapat terus berfungsi dengan maksimal. Kata Kunci:E-Government, Efektivitas Sistem, E-Monev. Abstract E-Monev is one of the development monitoring, evaluation and control instruments which used to collect data and information on the results of monitoring (data realization) on the implementation of development plans. The e-monev at government’s development planning agency of Surabaya is implemented this system after a diversion of funds by the former of The government’s development planning agency of Surabaya treasurer, the e-monev is expected to prevent from insident recurring. The process is facilitated using online application accessed through the monev.surabaya.go.id website. E-Monev implemented at the the government’s development planning agency of Surabaya in 2017 and still continues to this day. The purpose of this research is to analyze and describe the effectiveness of e-monev at the Surabaya city development planning agency. The use of qualitative approach and library research in this research where the data that published from literature such as journals, books, theses, and news from website (internet). Based on the research results, it is known that e-monev system which implemented at The government’s development planning agency of Surabaya has been running effectively as evidenced by the results data on the evaluation of the Performance Accountability System of Government Agencies, the level of achievement of the success of the development program, the percentage of legal products that have been completed, also the increased average absorption of the budget. Suggestions from this research are to improve the application interface, conduct training on more massive system use and carry out routine system maintenance so it can continue to function optimally. Keywords: E-Government, System Effectivness, E-Monev
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN DAN PENGAMANAN LALU LINTAS MELALUI LAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DRIVE THRU DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SIDOARJO Linda Wahyuni; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p49-62

Abstract

Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas merupakan salah satu program yang telah dicantumkan di dalam Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo tahun 2017-2021. Program ini telah dilaksanakan untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan uji kir menggunakan uji kelayakan kendaraan bermotor, yang mana dilakukan secara berkala untuk menguji kendaraan bermotor yang besar, kecil, milik pribadi ataupun perusahaan yang telah melalui tahap lulus layak uji sehingga dapat beroperasi di jalan raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program pengujian kendaraan bermotor drive thru di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik dalam penelitian ini melalui metode studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunkan metode deskriptif-kualitatif, dengan mengkompres fakta, objek penelitian, dan data bahasa maupun wacana. Hasil penelitian ini menujukan bahwa program uji kir drive thru masih belum efektif, perbedaan antrian sesudah dan sebelum adanya drive thru tidak signifikan sehingga masih perlu di maksimalkan. Dari segi efisiensi, pelaksanaan uji kir sangat baik dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal kecukupan jalur uji dan lahan yang masih kurang menyebabkan antrian panjang masih sering terjadi. Pada kesamaan pengujian dilakukan sesuai antrian pendaftaran. Rensponsivitas masyarakat masih banyak yang memilih jalur pengujian biasa. Keseluruhan pelaksanaan uji kir sudah baik, semua dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Saran dari penelitian ini karyawan lebih disiplin jam buka, menambah jalur baru, membedakan jalur antara jalur biasa dengan drive thru, dan menyelesaikan pembagunan lahan baru uji kir di Jalan Veteran Lingkar Timur. Kata Kunci : Evaluasi , Uji Kir, Drive Thru. The traffic control and security program are one of the programs that have been included in the Strategic Plan of the Sidoarjo Regency Transportation Service for 2017-2021. This program has been implemented to minimize the number of traffic accidents. To achieve this goal, a test car is carried out using a motorized vehicle feasibility test, which is carried out periodically to test large, small, private, or company motorized vehicles that have passed the test-worthy stage so that they can operate on the highway The purpose of this study was to evaluate the drive-thru motorized vehicle testing program at the Department of Transportation, Sidoarjo Regency. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. The technique in this research is through the method of literature study, observation, interviews, and documentation. The analysis technique uses descriptive-qualitative methods, by compressing facts, research objects, and language and discourse data. The results of this study indicate that the drive-thru kir test program is still ineffective, the queue difference after and before the drive-thru is not significant so it still needs to be maximized. In terms of efficiency, it is best to carry out the test run according to the applicable regulations. In terms of the adequacy of the test route and the insufficient land, long queues still occur. On the similarity, testing is carried out according to the registration queue There are still many people who choose the usual test route. The overall implementation of the test is good, everything is carried out by the applicable regulations. Suggestions from this research are employees to be more disciplined in opening hours, add new routes, differentiate between the normal route and the drive-thru, and complete the construction of a new land test at Jalan Veteran Lingkar Timur. Keywords: Evaluation, Kir Drive-Thru Test
INOVASI PELAYANAN “JOSS BANGET MAS” (JEMPUT ONLINE SINGLE SUBMISSION BERSAMA INSTANSI TERKAIT DAN MALAM HARI BISA) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BLITAR Ayu Apriliana Puspita Styareni; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p63-76

Abstract

Pelayanan yang efektif dan efisien adalah tuntutan dari masyarakat kepada instansi pemerintah dalam memberikan pelayanannya. DPMPTSP Kabupaten Blitar merupakan salah satu instansi pemerintah yang meluncurkan inovasi pelayanan publik. Inovasi yang diluncurkan oleh DPMPTSP adalah Pelayanan Joss Banget Mas, yaitu Jemput Online Single Submission Bersama Instansi Terkait dan Malam Hari Bisa. Inovasi ini merupakan bukti bahwa DPMPTSP Kabupaten Blitar telah melakukan percepatan pelayanan dan sekaligus menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Jauhnya lokasi kantor yang berada di tengah kota serta persyaratan yang belum diketahui banyak masyarakat menjadi dasar diluncurkannya inovasi Joss Banget Mas. Tujuan dari penelitian ini guna mendeskripsikan terkait pelayanan Joss Banget Mas. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif merupakan jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti dengan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pelayanan Joss Banget Mas telah beroperasi dengan baik dan sesuai dengan kebijakan PP No. 24 Tahun 2018. Selanjutnya sumber ide-ide inovasi mendapatkan masukan dari pegawai maupun masyarakat. Budaya inovasi pada inovasi Joss Banget Mas adalah penyederhanaan syarat-syarat sehingga memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan perizinan usahanya. Selanjutnya kemampuan dan alat inovasi Joss Banget Mas cukup memadahi tetapi terdapat kekurangan pada bagian alat yang digunakan. Kemudian tujuan, hasil, pendorong dan hambatan adalah untuk mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh perizinan berusaha, hambatannya yaitu sering terjadi error dan down pada server OSS. Terakhir, DPMPTSP Kabupaten Blitar mengadakan pelayanan mandiri kepada masyarakat guna mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Pelayanan Joss Banget Mas, Online Single Submission (OSS). Effective and efficient services are demands from the community on government agencies in providing their services. DPMPTSP Blitar regency of the government agencies that has launched public service innovations. The innovation launched by the DPMPTSP Blitar Regency call as Joss Banget Mas Service with Online Single Submission Delivery with Related Agencies and Can Night. This innovation is proof that the DPMPTSP Blitar Regency and at the same time answers the problems faced by the community. The remote location of the launch of the Joss Banget Mas innovation. The purpose of this research is to describe the services related to Joss Banget Mas. Descriptive research with a qualitative approach is the type with the data collection techniques using observation, interviews, documentation and literature study. The results showed that the Joss Banget Mas service innovation had operated well and was in accordance with applicable policies. The second indicator of governance and innovation in its implementation is in accordance with PP. 24 of 2018. Furthermore, sources of innovative ideas get input from employees and the public. The culture of innovation in Joss Banget Mas innovation is the simplification of the requirements so that it makes it easier for the public to register business licenses. Furthermore, the capabilities and innovation tools of Joss Banget Mas were sufficient but there were shortcoming in the parts of the tools used. Then the objectives, results, drivers and obstacles are to make it easier for business actors to obtain business licenses, there are also obstacles, namely frequent errors and downs on the OSS server. Finally, DPMPTSP Blitar Regency provides independent services to the community to collect innovation data for a single innovation. Keywords: Innovation, Public Service, Joss Banget Mas Service, Online Single Submission (OSS)
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PARK AND RIDE TERMINAL INTERMODA JOYOBOYO OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Dyah Eka Pratiwi; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p77-92

Abstract

Pelayanan publik merupakan elemen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Inovasi yang dibuat oleh Pemkot Surabaya bersama Dishub Kota Surabaya berkaitan dengan sistem parkir online yang disebut Park and Ride TIJ. Inovasi pelayanan ini diciptakan untuk mengatasi permasalahan peningkatan kepemilikan kendaraan di Kota Surabaya yang membuat kebutuhan parkir meningkat, tetapi tidak diikuti dengan penambahan lahan parkir. Parkir di badan jalan mengakibatkan pergerakan lalu lintas terhambat sehingga terjadi kemacetan terutama di pusat keramaian tengah kota seperti Jalan Wonokromo, Jalan Darmo, dan Jalan Setail. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Publik Park and Ride TIJ Oleh Dishub Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian dengan teori milik Yogi Suwarno (2008:19) yaitu aspek-aspek penting yang menunjukkan suatu organisasi telah melakukan inovasi meliputi Pengetahuan Baru, Cara Baru, Objek Baru, Teknologi Baru, dan Penemuan Baru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan ditarik kesimpulan berdasarkan data yang menjawab rumusan masalah. Hasil dari penelitian ini adalah semua fasilitas yang ada di Park and Ride TIJ sudah sangat bagus dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya saja kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah. Setelah didirikan Park and ride pun masih ditemukan masalah yakni banyak masyarakat masih melakukan parkir liar terutama pengunjung Kebun Binatang Surabaya, serta sopir angkot yang “ngetem” di pinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Kemudian terkait dengan penerapan e-payment, karena banyak masyarakat masih menggunakan uang tunai untuk pembayaran parkir di Park nad Ride TIJ. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Park and Ride Public service is a very important element in government administration. The innovation made by the Surabaya City Government and the Surabaya City Transportation Agency is related to an online parking system called the TIJ Park and Ride. This service innovation was created to solve the problem of increasing vehicle ownership in the city of Surabaya which makes parking needs increase, but not followed by additional parking lots. Parking on the road causes traffic movement to be hampered, resulting in congestion, especially in the downtown area such as Jalan Wonokromo, Jalan Darmo, and Jalan Setail. The purpose of this study was to describe the TIJ Park and Ride Public Service Innovation by the Surabaya City Transportation Agency. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The focus of research with Yogi Suwarno's (2008: 19) theory is important aspects that show an organization has made innovations including New Knowledge, New Methods, New Objects, New Technologies, and New Inventions. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation and conclusions drawn based on data that answered the problem formulation. The result of this research is that all existing facilities at the TIJ Park and Ride are very good and meet the needs of the community. It's just a lack of public awareness to use the facilities provided by the government. After the establishment of Park and Ride, problems were still found, namely that many people were still parking illegal, especially visitors to the Surabaya Zoo, as well as public transportation drivers who "stuck" on the side of the road, causing congestion. Then related to the application of e-payments, because many people still use cash for parking payments at TIJ Park nad Ride. Keywords: Public Service, Service Innovation, Park and Ride
PERAN PEMERINTAH DESA KO’OLAN DALAM PENEKANAN STUNTING MELALUI PROGRAM GOPO (GOJEK POSYANDU) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANGKALAN Lailatus Suhroh; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p93-104

Abstract

Pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh suatu negara berkembang khususnya di Indonesia, membutuhkan adanya pemerataan yang tidak hanya terfokus pada infrastruktur dan perekonomian saja, melainkan juga dapat diselenggarakan melalui peningkatan mutu sumber daya manusia dan aspek kelayakan hidup masyakat yang dapat ditinjau dari segi kesehatan. Upaya tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengurangi angka kurang gizi (stunting) yang menjadi salah satu faktor penghambat berlangsunngnya proses pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Upaya ini telah dilaksanakan oleh pemerintah Desa Ko’olan, Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan melalui program GOPO (Gojek Posyandu) yang diselenggarakan oleh Karang Taruna dan Bidan desa, dengan tujuan memberikan layanan antar-jemput bagi peserta posyandu. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilakukan melalui proses wawancara, dokumentasi dan observasi. Fokus penelitian mengunakan 4 indikator menurut (Yeti, 2014: 24) meliputi : 1) Ketersediaan sarana dan prasarana, tersedianya sepeda motor yang digunakan berasal dari relawan, pemerintah desa sejauh ini hanya memberikan bantuan berupa 3 unit HT (Handy Talky) untuk memudahkan relawan gojek posyandu dalam menjalankan program ini. 2) Ketersediaan anggaran, tidak adanya alokasi dana desa yang dikhususkan untuk program GOPO, karena anggaran dana dikhususkan untuk pembangunan sekolah 3) Kemitraan, dalam menjalankan program ini telah melibatkan karang taruna, bidan desa, pemerintah desa serta Puskesmas Kecamatan Blega dan 4) Partisipasi dari masyarakat, mendukung adanya program, baik secara tenaga ataupun finansial. Sehingga melalui penelitian ini, diharapkan nantinya Pemerintah Desa Ko’olan mampu mengoptimalkan fungsinya dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dalam menekan stunting, melalui program GOPO (Gojek Posyandu) sebagai salah satu wadah yang telah dibentuk oleh karang taruna. Kata Kunci : Pembangunan berkelanjutan, stunting, GOPO (Gojek Posyandu) Sustainable development which is carried out by a developing country, especially in Indonesia, requires equality that is not only focused on infrastructure and the economy, but can also be carried out through improving the quality of human resources and aspects of the feasibility of community life which can be viewed from a health perspective. These efforts can be done by reducing the number of malnutrition (stunting), which is one of the inhibiting factors for the continuation of the sustainable development process in Indonesia. This effort has been carried out by the Ko'olan Village government, Blega District, Bangkalan Regency through the GOPO (Gojek Posyandu) program organized by Karang Taruna and village midwives, with the aim of providing shuttle services for posyandu participants. This type of research uses a descriptive method using a qualitative approach, which is carried out through a process of interviewing, documentation and observation. The research focus uses 4 indicators according to (Yeti, 2014: 24) including: 1) The availability of facilities and infrastructure, the availability of motorbikes used come from volunteers, the village government has so far only provided assistance in the form of 3 HT units (Handy Talky) to facilitate motorbike taxi volunteers posyandu in carrying out this program. 2) Availability of budget, there is no allocation of village funds specifically for the GOPO program, because the budget is devoted to school construction 3) Partnership, in carrying out this program has involved youth organizations, village midwives, village government and Puskesmas Blega District and 4) Participation from community, support the program, both physically and financially. So that through this research, it is hoped that later the Ko'olan Village Government will be able to optimize its function in providing health services to the community in reducing stunting, through the GOPO program (Gojek Posyandu) as one of the platforms that have been formed by Karang Taruna. Keywords: Sustainable development, stunting, GOPO (Gojek Posyandu)
MANAJEMEN STRATEGI PROGRAM SENTRA WISATA KULINER URIP SUMOHARJO OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KOTA SURABAYA Ayu Wandan Sari; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p105-118

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) berupaya mengelola permasalahan PKL dengan membuat sentra PKL sebagai solusi atas permasalahan terganggunya keindahan kota, terhambatnya aktivitas pejalan kaki di trotoar, dan lalu lintas yang menjadi tidak lancar. Sejak pertama didirikannya hingga awal tahun 2020, program Sentra Wisata Kuliner (SWK) Urip Sumoharjo beberapa kali mendapati keadaan “mati suri”, yaitu menurunnya minat pembeli yang menyebabkan sepinya sentra. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan manajemen strategi program SWK Urip Sumoharjo oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik dalam pengumpulan data melalui observasi dengan mewawancarai pihak Dinas dan PKL disertai dengan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SWK Urip Sumoharjo sebagai sentra wisata kuliner di Kota Surabaya yang dilakukan oleh Dinkopum, yaitu Menetapkan Misi dan Tujuan, Dinkopum meningkatkan kemampuan usaha mikro dalam mengembangkan sumber daya produktif melalui SWK Urip Sumoharjo; Ancaman dan Peluang, berpeluang menjadi sentra maju dengan promosi serta menemukan ancaman berupa tempat makan modern dan kepekaan pelanggan terhadap produk; Kekuatan dan Kelemahan, pemberian pendampingan & pelatihan serta sarana prasarana sebagai kekuatan yang dimilki Dinkopum dan kelemahannya yakni kualitas kuantitas SDM dan lokasi sentra; Mempertimbangkan Alternatif Strategi, dengan rencana peningkatan SDM; Memilih Strategi, dengan peningkatan kualitas SDM; Implementasi Strategi, dengan pendampingan dan pelatihan PKL; Evaluasi Strategi, Dinkopum belum mampu mengubah pola pikir PKL. Salah satu saran yang dapat diajukan adalah meningkatkan sosialisasi dan promosi SWK kepada masyarakat Surabaya. Kata kunci: Manajemen Strategi, Sentra Wisata Kuliner, PKL. The Government of Surabaya with the Cooperative and Micro Business Office of Surabaya are trying to manage problems related to street vendors (PKL) by making 44 street vendors centra as a solution to problems with disruption of the beauty of the city, obstruction of pedestrian activity on sidewalks, and unstable traffic. Since it was first established until early 2020, the Culinary Tourism Center (SWK) program on Jalan Urip Sumoharjo has several times encountered a "suspended animation", which is a decline in buyer interest which has led to lonely centers. The purpose of this study is to describe the strategic management of the SWK Urip Sumoharjo program by the Surabaya City Department of Cooperatives and Micro Businesses. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Techniques in collecting data through observation by interviewing the department and street vendors accompanied by documentation. Data analysis techniques by, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results showed that SWK Urip Sumoharjo as a center for culinary tourism in the city of Surabaya carried out by Dinkopum, namely Setting Mision and Goals, Dinkopum increasing the ability of micro-businesses in developing productive resources through SWK Urip Sumoharjo; Researching Threats and Opportunities, having the opportunity to become a center forward with promotions and discovering threats in the form of modern eating places and customer sensitivity to products; Researching Strengths and Weaknesses, providing assistance & training as well as infrastructure as the strengths of Dinkopum and weaknesses, namely the quality of the quantity of human resources and the location of the center; Considering alternative strategies, with plans to increase human resources; Choosing a strategy, by improving the quality of human resources; Strategy Implementation, with PKL assistance and training; Strategy Evaluation, Dinkopum has not been able to change the mindset of street vendors. One of the suggestions that can be put forward is to increase the socialization and promotion of SWK to the people of Surabaya. Keywords: Strategic Management, Culinary Tourism Center, Street Vendors.
MANAJEMEN STRATEGI PROGRAM PELITA SI ABAH (PEMANFAATAN LIMBAH TAHU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN) STUDI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PROBOLINGGO Alhandi Buditama; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p119-134

Abstract

Jumlah industri yang banyak di Indonesia dapat menimbulkan pengaruh negatif, salah satunya adalah adanya pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah. Pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah pabrik dapat diatasi dengan cara mengelola limbah pabrik tersebut. Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo mempunyai suatu progam yang dapat mengelola limbah pabrik menjadi bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Program Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo adalah Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menjelaskan dan menganilis penerapan manajemen strategi program Pelita Si Abah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui proses studi literatur, wawancara, dokumentasi dan observasi. Fokus penelitian ini terletak pada proses manajemen strategi Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo dalam pengelolaan limbah melalui program Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). Implementasi program Pelita Si Abah sudah baik, namun masih terdapat kekurangan dan permasalahan. Kekurangan dan permasalahan dari program tersebut adalah bahan bakar yang dihasilkan dari limbah cair sangat bergantung pada produksi pada pabrik tahu tersebut. Program Pelita Si Abah menjadi suatu inovasi untuk menciptakan alternatif bahan bakar ramah lingkungan yang bisa diterapkan di pabrik tahu pada daerah lain. Kata Kunci: Pencemaran lingkungan, Manajemen strategi, Pelita Si Abah. The large number of industries in Indonesia can have negative impacts, one of which is environmental pollution generated by waste. Environmental pollution from factory waste can be overcome by managing the factory waste. The Environmental Service of the City of Probolinggo has a program that can manage factory waste into cheap and environmentally friendly alternative fuels. Probolinggo City Environmental Service Program is Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). The purpose of this study was to explain and analyze the implementation of the Pelita Si Abah program management strategy by the Environmental Agency of the City of Probolinggo. The research was conducted using descriptive methods with a qualitative approach, through a process of literature study, interviews, documentation and observation. The focus of this research lies in the strategic management process of the Probolinggo City Environmental Service in waste management through the Pelita Si Abah program (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). The implementation of the Pelita Si Abah program has been good, but there are shortcomings and problems. The shortcomings and problems of this program are that the fuel produced from liquid waste is very dependent on the production at the tofu factory. The Pelita Si Abah program is an innovation to create environmentally friendly fuel alternatives that can be applied in tofu factories in other areas. Keywords: Environmental pollution, Management strategy, Pelita Si Abah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA MELALUI PROGRAM RUMAH HARAPAN (STUDI KASUS DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO) Dian Nikmal Anugrawati; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p135-144

Abstract

Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan adalah kemiskinan. Permasalahan kemiskinan yang dapat kita jumpai pada salah satu desa yang ada di Kabupaten Ponorogo yaitu di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong. Permasalahan kemiskinan ini dibarengi dengan adanya beberapa masyarakatnya yang menderita tunagrahita. Terciptanya ide pembentukan program khusus untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang dialami oleh masyarakat tunagrahita, program tersebut dinamakan Rumah Harapan, yang terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu beternak hewan dan kerajinan tangan. Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang dilakukan dengan cara mencari data yang berkaitan dengan penelitian, seperti: catatan, transkip, buku, surat kabar dan data lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis data menurut Krippendorff. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan program pemberdayaan masyarakat tunagrahita melalui program rumah harapan, adapun beberapa tahapan pemberdayaan masyarakat yaitu pertama, mengidentifikasi dan mengkaji potensi wilayah permasalahan, serta peluang-peluangnya; kedua, menyusun rencana kegiatan kelompok; ketiga, menerapkan rencana kegiatan kelompok; keempat, memantau proses hasil kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Tunagrahita Melalui Program Rumah Harapan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Saran dari penelitian ini adalah untuk menambahkan kreasi baru dan unik pada setiap produk kerajinan tangan yang di produksi oleh masyarakat tunagrahita, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat memberikan bantuan berupa dana untuk menunjang berjalannya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kerajinan tangan di Desa Karangpatihan, serta upah untuk para pelatih kerajinan tangan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Tunagrahita, Kemiskinan One of the things that cannot be separated from people's life, both in urban and rural areas, is poverty. The problem of poverty that we can find in one of the villages in Ponorogo Regency is Karangpatihan Village, Balong District. This poverty problem is accompanied by the existence of several people who suffer from mental retardation. The creation of the idea of ​​forming a special program to address the problems of poverty experienced by mentally retarded people, the program is called Rumah Harapan, which consists of two types of activities, namely raising animals and handicrafts. The documentation technique is data collection technique in this research which is carried out by searching for data related to research, such as: notes, transcripts, books, newspapers and other data related to community empowerment. The data analysis technique used is data analysis technique according to Krippendorff. For several stages of community empowerment, first, identifying and assessing the potential problem areas and opportunities; second, compiling a group activity plan; third, implementing group activity plans; fourth, monitor the process of activity results. The results of this study indicate that Community Empowerment in Increasing the Income of the Mentally Retarded Community through the Rumah Harapan has been implemented quite well. Suggestion from this research is to add new and unique creations to every handicraft product produced by mentally retarded communities, it is better if the Ponorogo Regency Government can provide assistance in the form of funds to support community empowerment activities through handicrafts in Karangpatihan Village. Keywords: empowerment, mentally disabled, poorness
STRATEGI KETAHANAN PANGAN DALAM PROGRAM URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19 OLEH DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURABAYA Olivia Agustin Nailatul Wardah; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p145-160

Abstract

Pemerintah lewat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya telah mengupayakan berbagai program yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan terkait pemenuhan kebutuhan pangan pasca pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, contohnya dalam pemanfaatan program Urban Farming yang bertujuan mengatasi permasalahan kebutuhan pangan pasca pandemi. Sehingga dari permasalahan tersebut tujuan yang ingin dicapai ialah dapat mengetahui, menggambarkan serta mendeskripsikan bagaimana upaya strategi ketahanan pangan melalui program pertanian perkotaan yang digagas oleh DKPP Kota Surabaya. Urban Farming awalnya ditujukan kepada masyarakat miskin untuk bekal memulai pembudidayaan tanaman yang dimanfaatkan guna pemenuhan pangan mandiri untuk menuju kesejahteraan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini ialah studi kepustakaan. Fokus yang diambil oleh peneliti merujuk pada 5 strategi utama menurut (Hanafie,2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lima indikator yang dianalisis ditemukan fakta yang meliputi, prioritas pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang dimanfaatkan di perkotaan; pemenuhan pangan pasca pandemi COVID-19; pemberdayaan masyarakat terkait program Urban Farming; promosi dan edukasi terkait program tersebut; dan penanganan keamanan terhadap jaminan mutu pangan yang segar; bahwa peran dan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dinilai sangat efektif. Hal ini ditinjau lewat meningkatnya tren positif dalam pemanfaatan program Urban Farming oleh masyarakat Kota Surabaya. Namun perlunya perbaikan proses sosialisasi serta promosi agar program dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan dan kendala. Kata Kunci: Strategi, Ketahanan Pangan, Urban Farming The government, through Food and Agriculture Service Office, has pursued various programs that are expected to be able to overcome problems to meeting food needs after the COVID-19 pandemic, for example in the Urban Farming program which aims to address the problem of post-pandemic food needs. From these problems, the goal to be achieved is to be able to find and describe how the food security strategy efforts through the urban agricultural program. Urban Farming was originally aimed at the poor to provide supplies to start cultivating plants that are used to fulfill independent food for prosperity. The data collection technique used in this research method is literature study. The focus taken by the researcher refers to the 5 main strategies according to (Hanafie, 2010). The results showed that in the five indicators analyzed, facts were found which include, agricultural-based economic development priorities that are utilized in urban areas; fulfillment of food after the COVID-19 pandemic; community empowerment related to the Urban Farming program; promotion and education related to the program; and security handling of fresh food quality assurance; that the roles and steps taken by the Surabaya City Government are considered very effective. This is observed through the increasing positive trend in the use of the Urban Farming program by the people of the City of Surabaya. However, it is necessary to improve the socialization and promotion process so that the program can run well without obstacles and obstacles. Keywords: Strategy, Food Security, Urban Farming

Page 11 of 129 | Total Record : 1286