cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MELALUI PROGRAM TAHU PANAS (TAK TAKUT KEHUJANAN, TAK TAKUT KEPANASAN) OLEH DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA Filandita Ananda Kusuma Pratama; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p295-306

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Dinsos Kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Salah satu upaya dilakukan dengan membuat suatu program inovasi yang berfokus pada hunian yang layak untuk masyarakat miskin. Program tersebut yaitu Tahu Panas, program ini dimaksudkan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni. Karena masih adanya warga Surabaya yang rumahnya belum layak huni, dengan adanya program ini diharapkan masyarakat miskin yang memiliki rumah tidak layak huni mendapatkan rumah yang layak dan meningkatkan kualitas hidupnya lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas hidup melalui program tahu panas oleh Dinsos Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi,wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, Reduksi data,Penyajian data, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi. Fokus penelitian terdiri dari tiga indikator yaitu Goal Directed Actions yaitu organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya, mempertimbangkan semua kekuatan internal (sumber daya dan kapabilitas), serta memperhatikan peluang dan tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaanya program ini : Dinsos bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga surabaya dalam memliki rumah sederhana dan sehat melalui program Tahu Panas. Dalam pelaksanaanya juga dibantu oleh UPKM atau Pokmas yang sudah dipilih oleh lurah dimana UPKM ini bertugas untuk memanage segala urusan pembangunan. Dari pihak Dinsos ada pendampingan sebanyak 31 orang yang berada dibidang pemberdayaan sosial dan 1 pendamping memegang 4-5 kelurahan dengan total 154 kelurahan yang ada di Surabaya dalam pelaksanaan program Tahu Panas. Dalam pelaksanaannya sering mengalami kendala terutama pada UPKMnya. Kata Kunci: Strategi,Program Tahu Panas,Kualitas hidup The Surabaya City Government is collaborating with the Surabaya City Social Service to improve the quality of life of its citizens. One of the efforts is to create an innovation program that focuses on decent housing for the poor. The program, namely Tahu Panas, is intended to repair houses that are unfit for habitation. Because there are still residents of Surabaya whose houses are not yet livable, with this program it is hoped that the poor who have houses that are not suitable for habitation will get decent houses and improve their quality of life to be even better. The purpose of this study was to determine the strategy for improving the quality of life through the Tahu Panas program by the Surabaya City Social Service. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation, to drawing conclusions or verification. The research focus consists of three indicators, namely Goal Directed Actions, namely the organization and how to implement it, considering all internal strengths (resources and capabilities), and paying attention to opportunities and challenges. The results showed that in implementing this program: Dinsos aims to improve the welfare and quality of life of Surabaya residents in having a simple and healthy house through the Tahu Panas program. In its implementation, it is also assisted by the UPKM or Pokmas who have been selected by the village head where the UPKM is in charge of managing all development matters. From the Social Agency, 31 people are assisted in the field of social empowerment and 1 assistant holds 4-5 urban villages with a total of 154 villages in Surabaya in implementing the Hot Tofu program. In its implementation, there are often obstacles, especially in the UPKM. Keywords: Strategic ,Tahu Panas Program, quality of life
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS (STUDI AKSESIBILITAS BANGUNAN UMUM DI STASIUN MALANG KOTA BARU) Yeni Wulansari; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p307-320

Abstract

Ketersediaan aksesibilitas digunakan untuk mencapai kemudahan dan kesejahteraan bersama terlebih bagi penyandang disabilitas. Fasilitas yang memadai sangat penting bagi penyandang disabilitas untuk dapat merasakan kemudahan tanpa adanya rasa diskriminasi sesama pengguna fasilitas. Bangunan publik seperti Stasiun Kereta Api nampaknya dapat menjadi perhatian penting dalam menyediakan aksesibilitas fasilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan kriteria pengukuran keberhasilan implementasi menurut Ripley dan Franklin, yaitu tingkat kepatuhan ketentuan yang berlaku, adanya kelancaran rutinitas dan tidak ada masalah, dan aspek terwujudnya kinerja serta dampak yang dikehendaki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Malang Kota Baru telah menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas berupa toilet dengan tanda-tanda/signage, ramp/tangga landai, dan pos kesehatan. Namun terdapat aksesibilitas yang belum diberikan yaitu tempat parkir khusus disabilitas, ruang tunggu khusus difabel, elemen pada tangga landai disabilitas, tangga landai/ramp yang maksimal dengan kemiringan 10°, teras stasiun pada pintu masuk yang masih terdapat lubang/cekukan, dan belum menyediakan tangga khusus untuk naik atau turun kereta untuk difabel. Saran dari penelitian ini adalah penyediaan aksesibilitas lebih dimaksimalkan agar dapat memudahkan bagi penyandang disabilitas dalam melakukan kegiatan di stasiun sebagaimana hak mereka atas kesamaan perlindungan sebagai penyandang disabilitas. Kata Kunci: Implementasi, Aksesibilitas, Penyandang Disabilitas. The availability of accessibility is used to achieve mutual convenience and welfare especially for people with disabilities. Adequate facilities are very important for people with disabilities to able for experience convenience without a sense of discrimination among facility users. Public buildings such as as Railway Stations seem to be an an important concern in providing accessibility to facilities for people with disabilities. This research uses the criteria for measuring the success of implementation according to Ripley and Franklin, namely the level of compliance with applicable regulations, the existence of a smooth routine and no problems, and aspects of the realization of the desiredperformance and impact. This research uses a descriptive research method with a qualitative approach. This research uses data collection techniques with literature study. The results showed that Malang Kota Baru Station had provided facilities for people with disabilities in the form of toilets with signage, ramps, and health post. However, there is accessibility that has not been given, namely a special parking area for people with disabilities, a special waiting room for people with disabilities, elements on the ramps for people with disabilities, a ramp with maximum inclination of 10°, the station terrace at the entrance that still has a hole, and has not provided a special ladder to climb or get off the train for people with disabilities. The suggestion of this research is that the provision of accessibility is maximed so that it can make it easier for people with disabilities to carry out activities at the station as their right to equal protection as people with disabilities. Keyword: Implementation, Accessibility, People with Disabilities.
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA KEBUN REFUGIA DI DINAS TANAMAN PANGAN HOLTIKULTURA PERKEBUNAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MAGETAN Tiya Faradella; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p321-322

Abstract

Pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan obyek-obyek pariwisata di Indonesia guna menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Adapun salah satu contoh obyek pariwisata yang terus dikembangkan hingga saat ini adalah obyek wisata Kebun Refugia di Kabupaten Magetan. Obyek wisata ini merupakan salah satu sektor pariwisata unggulan di Kabupaten Magetan akan tetapi masih kurangnya fasilitas yang disediakan mengakibatkan kualitas pelayanan kurang maksimal. Dibutuhkan strategi dari Pemerintah Daerah melalu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Tanaman Pangan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Kebun Refugia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi dalam upaya pengembangan obyek wisata Kebun Refugia di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada manajemen strategi dengan menggunakan teori strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012 yang terdiri dari strategi pengembangan pariwisata, strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi investasi dan strategi pengelolaan lingkungan. Teknik pengumpulan yang digunakan antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan proses pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan serta penarikan kesimpulan. Untuk menunjukkan strategi yang dilakukan oleh dinas terkait dalam mengembangan obyek wisata Kebun Refugia penulis menggunakan 4 indikator yaitu, pertama strategi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengembangan obyek wisata Kebun Refugia Magetan, penyediaan fasilitas sarana dan prasarana bagi pengunjung yang terus ditingkatkan, kedua strategi pengembangan sumber daya manusia dengan merekrut pegawai yang sesuai dengan kualifikasi dan persyaratan khusus yang telah ditentukan, yang ke tiga strategi investasi pihak pengelola memanfaatkan media social Facebook, Instagram yang murah, mudah, serta cepat dan yang ke empat strategi pengelolaan lingkungan yang ramah dan hemat energi dengan menggunakan air kolam tanpa kaporit, serta tetap melestarikan pohon-pohon, serta menyediakan bak-bak sampah. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Pengembangan Wisata, Kebun Refugia The government continues to develop tourism objects in Indonesia to attract tourists both domestic and foreign. One example of a tourism object that continues to be developed until now is the tourist attraction Of Refugia Garden in Magetan Regency. This tourist attraction is one of the leading tourism sectors in Magetan Regency. However, the lack of available facilities resulted in the quality of service is not maximal.The Local Government through the Department of Horticultural Food Crops Plantation and Food Crops need a strategy to improve the quality of services in the Refugia Garden. The aim of the xtudy is to describe strategy management as an effort to develop tourism objects Refugia Garden at the Department of Food Crops Horticulture Plantation and Food Security Magetan Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. This study also focuses on the management of strategies using tourism development theory according to Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy Number PM.35/UM.001/MPEK/2012, which consists of tourism development strategy; human resource development strategies; investment strategies; and environmental management strategies. Data collection techniques that used are interviews, observations, and documentations. Furthermore, data analysis is carried out by the process of data collection; data processing; presentation of data; and conclusion. To show the strategy carried out by the agency related to the development of tourism objects Refugia Garden, the study use 4 indicators. First, the strategy of tourism resources and creative economy by developing tourism objects Refugia Magetan Garden and the provision of facilities and infrastructure for visitors are constantly improved. Second, the human resource development strategy by recruiting employees who are by the specific qualifications and requirements that have been determined. Third, the management's investment strategy utilizes Facebook and Instagram social media that are cheap, easy, and fast. And fourth, a friendly and energy-efficient environmental management strategy by using pond water without chlorine, preserving trees, and providing garbage cans. Keywords: Strategi management, Tourist development, Refugia Gardens
PENERAPAN E-PERFORMANCE DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA SURABAYA Aimi Lisia Febriani; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p13-24

Abstract

Guna meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil dan mewujudkan Good Corporate Governance di Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya menciptakan suatu sistem informasi manajemen kinerja berbasis web dan aplikasi yang berguna untuk memonitor kinerja pegawai sekaligus pedoman dalam pemberian besaran uang kinerja PNS, yang dinamakan e-Performance. E-Perfomance diterapkan di Kota Surabaya sejak tahun 2011 melalui Peraturan Walikota Nomor 86 Tahun 2011 tentang petunjuk Teknis Uang Kinerja pada Belanja Langsung yang kini telah diubah ke Peraturan Walikota No. 13 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Uang Kinerja pada Belanja Langsung kepada PNSD di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan e-Performance dalam meningkatkan kinerja PNS di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dianalisis menggunakan Teori e-Government yang dikemukakan oleh Harvard JFK School of Government dengan mengkaji tiga elemen, yaitu: Support (political will, infrastruktur, dan sosialisasi), Capacity (SDM dan Sumber Daya Finansial) dan Value. Hasil penelitian ini berdasarkan ketiga elemen tersebut, e-Peformance Surabaya berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Kota Surabaya. Namun pada elemen Support, ditemukan hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana dan sosialisasi internal. Sementara itu pada elemen capacity, masih ditemukan permasalahan terkait kemampuan, pemahaman dan kesadaran pegawai dalam mengoperasikan sistem e-Performance. Untuk elemen value tidak ditemui hambatan di dalamnya. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pemenuhan sarana prasarana pendukung, perlu diadakannya sosialisasi intern yang berkelanjutan dan himbauan kepada pegawai untuk menginput kegiatannya ke dalam sistem. Kata Kunci: e-Performance, kinerja, pegawai In order to improve the performance of Civil Servants and realize Good Corporate Governance in the City of Surabaya, the Surabaya City Government has created a web-based performance management information system and applications that are useful for monitoring employee performance as well as guidelines in granting the amount of PNS performance money, called e-Performance. E-Performance has been implemented in the City of Surabaya since 2011 through Mayor Regulation Number 86 of 2011 concerning Technical Guidelines for Performance Money in Direct Spending which has now been amended to Mayor Regulation No. 13 of 2019 concerning Technical Guidelines for Giving Performance Money in Direct Expenditures to PNSD within the Surabaya City Government. The purpose of this study was to describe the application of e-Performance in improving the performance of civil servants in the city of Surabaya. This research is a literature research that is analyzed using e-Government theory proposed by Harvard JFK School of Government by examining three elements, namely: Support (political will, infrastructure, and outreach), Capacity (HR and Financial Resources) and Value. The results of this study are based on these three elements, e-Performance Surabaya has succeeded in improving the performance of Surabaya City Civil Servants. However, in the Support element, obstacles were found such as limited infrastructure and internal socialization. Meanwhile, in the capacity element, problems are still found related to the ability, understanding and awareness of employees in operating the e-Performance system. For the value element, there are no obstacles in it. Suggestions in this study are the need to fulfill supporting infrastructure, continuous internal socialization and appeals to employees to input their activities into the system. Key Words: e-Performance, performance, employees
INOVASI LAYANAN SEPASAR PEDAS (SEKOLAH PASAR RAKYAT PEDAGANG CERDAS) DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DI DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG Fitri Dwi Laraswati; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p1-12

Abstract

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang telah menciptakan sebuah inovasi pelayanan untuk pedagang pasar tradisional melalui program Sepasar Pedas. Tujuan inovasi ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan pedagang pasar rakyat di tengah-tengah persaingan pasar bebas serta meningkatkan eksistensi pasar tradisional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian menggunakan kapasitas inovasi yaitu Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge, Stakeholders Engagement, dan Innovative Work Design. Hasil dari penelitian ini menunjukan dari komponen Innovative Culture (budaya inovatif) Diskopindag Kota Malang setiap minggunya selalu memberikan materi baru untuk Sepasar pedas. Komponen Leadership (kepemimpinan) Diskopindag Kota Malang bertanggung jawab sebagai koordinator yang memanjemen seluruh kegiatan yang berkaitan dengan program Sepasar Pedas. Pada Komponen Expert Knowledge (pengetahuan ahli) yaitu pegawai di Diskopindag Kota Malang dibidang perdagangan, yang didalamnya terdiri dari seksi atau sub bidang yang nantiya membantu Sepasar Pedas. Komponen Stakeholders Engagement (keterlibatan stakeholders) Diskopindag Kota Malang melibatkan pihak-pihak eksternal seperti Dinas Kesehatan dan Bank Jatim. Dan pada komponen Innovative Work Design (desain kerja yang inovatif) Diskopindag Kota Malang dengan telah melakukan kerja sama yang baik dan pedgang memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya inovasi ini. Saran yaitu untuk kedepannya Sepasar Pedas ini dapat diterapkan di semua pasar di Kota Malang, karena dari dua puluh enam pasar masih dua pasar saja yang menerapkan inovasi ini. Kata Kunci : inovasi pelayanan, sepasar pedas, pedagang pasar tradisional The Department of Industry and Trade Cooperatives of Malang City has created an innovative service for traditional market traders through the Sepasar Pedas program. The aim of this innovation is to increase the competence and insight of traditional market traders in the midst of free market competition and to increase the existence of traditional markets. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. Data collection techniques through interview techniques, observation, documentation, and literature study. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research focus uses the innovation capacity, namely Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge, Stakeholders Engagement, and Innovative Work Design. The results of this study indicate that the components of the Innovative Culture (innovative culture) of the Malang City Cooperative and Industry Agency always provide new material for Sepasar spicy. The leadership component of Malang City Diskopindag is responsible for coordinating all activities related to the Sepasar Pedas program. In the Expert Knowledge Component (expert knowledge), namely employees at the Malang City Diskopindag in the field of trade, which consists of sections or sub-fields that later help Sepasar Pedas. Components of Stakeholders Engagement (stakeholder involvement) Malang City Diskopindag involves external parties such as the Health Office and Bank Jatim. And in the Innovative Work Design component (innovative work design) Malang City Cooperative and Industry Agency has done good cooperation and traders have a high awareness of the importance of this innovation. Suggestions are that in the future Sepasar Pedas can be applied in all markets in Malang, because of the twenty-six markets there are only two markets that implement this innovation. Keyword : service innovation, sepasar pedas, traditional market traders
INOVASI LAYANAN DRIVE-THRU PERPUSTAKAAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI (STUDI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR) Anton Wahyu Putra; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p25-38

Abstract

Inovasi layanan drive-thru perpustakaan merupakan sebuah layanan yang diciptakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Inovasi layanan drive-thru ini berbentuk tempat / loket untuk melayani kebutuhan pemustaka tanpa harus turun dari kendaraan. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada pemustaka dengan harapan dapat meningkatkan budaya literasi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi layanan drive-thru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Fokus penelitian ini adalah Kriteria Inovasi menurut PermenPANRB nomor 3 Tahun 2018 meliputi 5 variabel yang terdiri atas Kebaruan, Efektif , Bermanfaat , Dapat direplikasi, dan Berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pemaparan dan penarikan kesimpulan. Untuk hasil penelitian menunjukkan inovasi layanan drive-thru memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada kriteria kebaruan menunjukkan inovasi drive-thru merupakan suatu penemuan baru serta menawarkan cara baru dalam melayani pemustaka melalui loket. Untuk kriteria efektif tujuan dari diciptakannya drive-thru adalah untuk memudahkan pemustaka sudah memenuhi, tetapi untuk meningkatkan budaya literasi belum tercapai. Untuk kriteria bermanfaat sudah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi dinas yang menerapkannya. Pada dapat direplikasi inovasi ini dapat menjadi contoh/rujukan karena sudah ada beberapa instansi yang menduplikasinya, lalu kriteria terakhir keberlanjutan untuk kedepan inovasi ini akan tetap dipertahankan karena mendapat dukungan dari berbagai stakeholder. Saran yang dapat diberikan adalah lebih menggalakan sosialisasi agar drive-thru ini bisa lebih berkembang dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang. Kata kunci : Inovasi Layanan, Drive Thru Perpustakaan, Budaya Literasi The library's drive-thru service innovation is a service created by the Library and Archives Office of East Java Province. This drive-thru service innovation is in the form of a counter to serve the needs of visitors without having to get off the vehicle. This innovation aims to facilitate service to users in the hope that it can improve literacy culture. The purpose of this study is to describe the drive-thru service innovation in the Department of Library and Archives of East Java Province. The focus of this research is the Innovation Criteria according to the Regulation of the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) number 3 of 2018 covering 5 variables consisting of novelty, effectiveness, benefit, transferbility, and sustainability. This type of research is a descriptive type with a qualitative approach. For data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used was data collection, data reduction, data presentation, presentation and conclusion drawing. The research results show that drive-thru service innovation has advantages and disadvantages. The novelty criterion indicates that drive-thru innovation is a new invention and offers a new way of serving visitors through the counter. . For the effective criteria, the purpose of creating a drive-thru is to make it easier for users to fulfill it, but to improve literacy culture has not been achieved. For useful criteria, it can provide benefits for the community and for the agencies that implement them. If this innovation can be replicated, it can be used as an example / reference because there are already several agencies that duplicate it. Then the last criteria for sustainability for the future of this innovation will be maintained because it has the support of various stakeholders. Suggestions that can be given are to promote more socialization so that this drive-thru can be more developed and utilized by more people. Keywords : Service Innovation , Drive Thru Library, Literacy Culture
INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) OLEH DINAS KEBERSIHAN DAN RUANG TERBUKA HIJAU (DKRTH) SURABAYA (Studi Kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya) Feby Meilina Sucahyo; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p39-52

Abstract

Abstrak Semakin tingginya populasi penduduk maka akan menghasilkan sampah yang tinggi pula, aktifitas-aktifitas manusia setiap harinya akan membuat timbulan sampah semakin banyak. Salah satunya yaitu kota terbesar di Jawa Timur yaitu Kota Surabaya dengan timbulan sampah per harinya mencapai 9.896,78 meter kubik perhari. Maka dari itu perlu adanya pengelolaan sampah yang baik agar timbulan sampah menjadi berkurang sehingga lingkungan akan tetap bersih dan sehat. Upaya dalam pengelolaan sampah yang telah dilakukan sala satunya yaitu dengan adanya bank sampah, namun perlu adanya upaya lainnya agar timbulan sampah dapat semakin berkurang. Dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya membuat inovasi dengan mengubah sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir Benowo. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi pengelolaan sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tempat Pembuangan Akhir Benowo Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus yang digunakan utuuk menganalisis penelitian ini adalah menggunakan teori Halverson yang terdiri dari 4 indikator yaitu Technology Procurement (Pengadaan Teknologi), Technology Development (Pengembangan Teknologi), Bureaucratic and Organizational Reform (Reformasi Birokrasi dan Organisasi), dan New Policies (Kebijakan baru). Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan melaukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini berdasarkan atribut inovasi Halvorsen yakni 1) Pengadaan teknologi Inovasi pengelolaan sampah menjadi listrik di TPA Benowo ini menggunakan teknologi Landfill Gas Collection dan teknologi Gasifikasi Power Plant, 2) Pengembangan teknologi yang dilakukan agar pengelolaan sampah di TPA Benowo dapat lebih efektif dan berkembang menjadi lebih baik lagi dengan adanya sistem baru yaitu dengan sistem Gasifikasi dan aplikasi SWAT (Solid Waste Aplication Transportation). 3) Stakeholder yang terlibat dalam inovasi pengelolaan sampah di TPA Benowo ini adalah Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, PT.Sumber Organik dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). 4) Pengelolaan sampah di TPA Benowo sebelumnya hanya dikelola secara konvensional tanpa adanya pemanfaatan lainnya. Dengan adanya keputusan untuk mengelola sampah agar dijadikan pembangkit listrik juga merupakan suatu kebijakan atau langkah pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kata kunci : Inovasi, Pengelolaan Sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Abstract The more the population, the more waste will be produced. Human activities will increase the waste generation every day. One of them is the largest city in East Java, namely the city of Surabaya, with a daily waste generation of 9,896.78 cubic meters per day. Therefore, it is necessary to have good waste management so that waste generation is reduced so that the environment will remain clean and healthy. Waste management efforts that have been carried out in other ways with the existence of a waste bank, however, need other management efforts so that waste generation can be reduced. In this case, the Surabaya City Cleanliness and Green Open Space Agency made an innovation by converting waste into a Waste Power Plant (PLTSa) located at the Benowo Final Disposal Site. The purpose of this study is to describe the innovation of waste management into a solid waste power plant at Benowo landfill, Surabaya. This type of research is descriptive using a qualitative approach. The focus used to analyze this research is to use the Halverson theory which consists of 4 indicators, namely Technology Procurement (Technology Procurement), Technology Development (Technology Development), Bureaucratic and Organizational Reform (Bureaucratic and Organizational Reform), and New Policies (New Policies). The data learning technique in this research is by observing, interviewing and documenting. The results of the research are based on Halvorsen's innovation attributes, namely 1) Procurement of innovation technology for waste management into electricity at Benowo TPA using Landfill Gas Collection technology and Gasification Power Plant technology, 2) Technology development carried out so that waste management at Benowo TPA can be more effective and develop into more good again with the new system, namely the Gasification System and SWAT (Solid Waste Aplication Transportation) applications . 3) Stakeholders involved in the innovation of waste management at TPA Benowo are the Office of Cleanliness and Green Open Space, PT. Organic Source and PT. State Electricity Company (PLN). 4) Waste management at TPA Benowo previously was only managed conventionally without any other use. With the government's decision on waste, so that electricity generation is also a policy or step to overcome this problem. Keywords: Innovation, Waste Management, Waste Power Plant
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM POSYANDU JIWA TERHADAP PASIEN ODGJ (ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA) DI DESA MOJOTAMPING KABUPATEN MOJOKERTO Dwieka Septiani Adiwinoto; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p53-68

Abstract

Pemasungan identik dengan permasalahan yang terkait dengan penyakit gangguan jiwa. Di wilayah Jawa Timur sendiri khususnya pada Kabupaten Mojokerto dengan adanya pandemi saat ini terjadi peningkatan sebesar 31,1% kasus baru, dan apabila kasus gangguan jiwa tersebut tidak segera ditangani maka akan berdampak pada tingkat kesulitan sembuh terhadap pasien gangguan jiwa. Program Posyandu Jiwa, yang dilaksanakan oleh Kabupaten Mojokerto sebagai langkah awal dalam pengurangan kasus gangguan jiwa yang ada. Desa Mojotamping sebagai desa yang memiliki pasien terbanyak di Kabupaten Mojokerto perlu menjamin kualitas pelayanan Posyandu Jiwa supaya dapat menurunkan angka kematian gangguan jiwa akibat bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengukur kualitas pelayanan Posyandu Jiwa terhadap pasien gangguan jiwa di Desa Mojotamping. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini menggunakan teori kualitas pelayanan Vincent Gesperzs yaitu ketepatan waktu pelayanan, akurasi, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab dalam keluhan, sedikit banyaknya petugas yang melayani, berkaitan dengan lokasi, dan berhubungan dengan kondisi lingkungan. Melalui hasil penelitian yang telah dilaksanakan kualitas pelayanan program Posyandu Jiwa terhadap Pasien ODGJ di Desa Mojotamping Kabupaten Mojokerto dapat dikatakan cukup bagus, hanya saja sedikit kurang dari segi lokasi, ruang tunggu dan ruang proses perawatan yang terbilang cukup sempit dan kebersihan yang kurang karena kondisi lingkungan yang rata – rata berdebu. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, ODGJ, Posyandu Jiwa Shackling is synonymous with problems related to mental disorders. In the East Java region itself, especially in Mojokerto Regency, with the current pandemic there has been an increase of 31.1% new cases, and if these mental disorders cases are not treated immediately it will have an impact on the level of difficulty recovering for mental patients. The Posyandu Jiwa program, which is implemented by Mojokerto Regency as a first step in reducing existing mental disorders cases. Mojotamping Village as the village with the most patients in Mojokerto Regency needs to ensure the quality of Posyandu Jiwa services so that it can reduce the death rate for mental disorders due to suicide. The purpose of this study was to describe and measure the quality of Posyandu mental services for mental patients in Mojotamping Village. Researchers used descriptive research using a qualitative approach. The focus of this study uses Vincent Gesperzs' service quality theory, namely service timeliness, accuracy, politeness and friendliness, responsibility in complaints, more or less officers serving, location-related, and environmental conditions. Through the results of research that has been carried out, the quality of the Posyandu Jiwa program for ODGJ patients in Mojotamping Village, Mojokerto Regency can be said to be quite good, it's just a little less in terms of location, waiting room and room for the treatment process which are quite narrow and lack of cleanliness due to environmental conditions. average dusty. Keywords : Quality of Service, Mental Disorders, Mental Posyandu
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI LAYANAN SAMSAT CORNER DI ITC (INTERNATIONAL TRADE CENTRE) KOTA SURABAYA Gadis Bella Oktaviana; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p69-82

Abstract

Pemerintah mempunyai tugas salah satunya di dalam hal melayani masyarakat. Salah satu layanan untuk masyarakat umum (publik) adalah kegiatan untuk memenuhi keperluan dan kepuasan masyarakat. Tujuan peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk menjelaskan secara rinci tentang kualitas administrasi didalam melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor serta untuk mengetahui seberapa jauh kepuasan yang di dapat para wajib pajak pada layanan Samsat Corner di ITC Mega Grosir Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan layanan Samsat Corner ITC merupakan subjek penelitian ini, sehingga dapat dipercaya dan dianggap bisa mengetahui masalah secara mendalam, antara lain para petugas bagian administrasi, bagian kepolisian, serta masyarakat (wajib pajak) yang telah menggunakan layanan di Samsat Corner ITC Kota Surabaya. Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan terjun ke lapangan (observasi), melakukan wawancara dan terakhir dokumentasi. Analisis interaktif adalah penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini. Teknik triangulasi sumber digunakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 responden masyarakat (wajib pajak) diketahui bahwa kualitas pelayanan administrasi dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat Corner di ITC Kota Surabaya, seluruhnya mempunyai penilaian 100% sangat puas. Pada setiap hari, terdapat kurang lebih ada 70 0rang yang melakukan pembayaran PKB di Samsat Corner ITC Kota Surabaya, selain itu di tahun 2020 ini jumlah wajib pajak mengalami peningkatan sebesar 700 orang. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Samsat Corner, pajak kendaraan bermotor The government has a duty, one of which is in serving the community. One of the services for the general public (public) is an activity to meet community needs and satisfaction. The aim of the researcher in this study is to explain in detail the quality of administration in serving motor vehicle tax payments and to find out how much satisfaction taxpayers get at the Samsat Corner service at ITC Mega Grosir Kota Surabaya. This study used descriptive qualitative method. The parties involved in the implementation of the Samsat Corner ITC service are the subjects of this research, so that they can be trusted and are considered to be able to know the problem in depth, including administrative officers, police officers, and the public (taxpayers) who have used services at Samsat Corner. ITC City of Surabaya. The way to collect data in this research is by going into the field (observation), conducting interviews and finally documentation. Interactive analysis is the use of data analysis techniques in this study. The source triangulation technique was used to check the validity of the data in this study. The conclusion of this study shows that from 25 community respondents (taxpayers) it is known that the quality of administrative services in paying motorized vehicle taxes through the Samsat Corner service at ITC Surabaya City, all of them have a 100% very satisfied assessment Every day, there are approximately 70 people who make PKB payments at the Samsat Corner ITC Surabaya City, besides that in 2020 the number of taxpayers has increased by 700 people. Keywords: Service Quality, Samsat Corner, motor vehicle tax
PELAYANAN PRIMA PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA DI DINAS TENAGA KERJA KOTA SURABAYA (STUDI PADA PROGRAM PELATIHAN OTOMOTIF) Nada Thalia; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p97-108

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota metropolis di Indonesia, maka banyak orang berbondong-bondong datang untuk mencari pekerjaan di Surabaya. Namun adanya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan tersedianya lapangan pekerjaan, sehingga banyaknya pengangguran di Surabaya. Pemerintah Kota dan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya berupaya mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Surabaya dengan menyelenggarakan program pelatihan keterampilan kerja. Penulis mengambil bidang otomotif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelayanan prima program pelatihan keterampilan kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya (Studi pada Pelatihan Kerja Bidang Otomotif). Fokus penelitian ini terdiri dari 4 indikator meliputi 1) Attitude (sikap), 2) Attention (perhatian), 3) Action (tindakan), dan 4) Anticipation (antisipasi). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima dari kedua pelatihan bidang otomotif sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat kendala. Hal tersebut diketahui pada konsep sikap di kedua pelatihan bidang otomotif sudah menerapkan sikap 5S dan berjalan sesuai SOP yang telah ditentukan. Konsep perhatian, kedua pelatihan bidang otomotif sangat berbeda penyedia jasa dan tutor pada pelatihan bidang otomotif mobil lebih cuek dan tegas kalau pelatihan otomotif – motor bersikap cepat dan cekatan dalam menyelesaikan masalah. Tindakan kedua pelatihan bidang otomotif juga berbeda mereka memiliki cara tersendiri jika ada salah satu masyarakat yang kurang paham saat proses pembelajaran berlangsung. Konsep antisipasti dari kedua pelatihan bidang otomotif berupa peralatan dan mesin otomotif yang lengkap dan selalu diganti disetiap tahunya. Salah satu saran yang diberikan yaitu pemberian materi yang lebih variatif. Kata Kunci: Pelayanan Prima, Pelatihan Keterampilan Kerja, Pelatihan Otomotif. Surabaya is one of the metropolises in Indonesia, so many people flock to find work in Surabaya. However, there is an imbalance between the number of the workforce and the availability of jobs, so there are many unemployed people in Surabaya. The City Government and the Surabaya City Manpower Office are trying to reduce the number of unemployed people in Surabaya by organizing job skills training programs. The author takes the automotive field. The purpose of this research is to describe the excellent service of job skills training programs at the Surabaya City Manpower Office (Study on Automotive Job Training). The focus of this research consists of 4 indicators including 1) Attitude (attitude), 2) Attention (attention), 3) Action (action), and 4) Anticipation (anticipation). Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the excellent service from the two automotive training courses had gone well, although there were still obstacles. It is known that the attitude concept in the two automotive field trainings has implemented the 5S attitude and runs according to the predetermined SOPs. The concept of attention, the two training in the automotive field are very different. Service providers and tutors in automotive training are more indifferent and assertive if automotive - motorbike training is fast and deft in solving problems. The second action of automotive training is also different, they have their own way if there is a community that does not understand the learning process. The anticipatory concept of the two training in the automotive field is in the form of complete automotive equipment and machines and is always replaced every year. One of the suggestions given is the provision of more varied material. Keyword : Excellent Service, Vocational Training, Automotive Training

Page 13 of 129 | Total Record : 1286