cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PELAYANAN PRIMA DALAM PERPANJANGAN IZIN PEMAKAIAN TANAH (IPT) ATAU SURAT HIJAU DI UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP (UPTSA) KOTA SURABAYA ALFINA NUR FAUZIYAH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan ditujukan kepada terciptanya fungsi pelayanan publik (public service).Pemerintah sebagai public service harus dapat mewujudkan tugas pelayanan yang prima dalam kinerjanya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sehubungan dengan pelayanan prima,UPTSA Kota Surabaya sebagai instansi yang mengurusi pelayanan pada perpanjangan IPT atau surat hijau maka menyediakan pelayanan prima kepada masyarakat. Dokumen IPT bukanlah dokumen kepemilikan tanah seperti halnya sertifikat hak milik dan sertifikat hak guna bangunan, melainkan dokumen izin untuk memakai tanah yang penggunaannya dibatasi oleh waktu. Pemkot Surabaya memanfaatkan tanah tersebut dengan menyewakannya kepada masyarakat, kemudian dalam penggunaan tanah aset Pemkot Surabaya masyarakat dibebankan dengan perpanjangan IPT atau surat hijau terkait pelaksanaan pelayanan permohonan perpanjangan IPT atau surat hijau terdapat di UPTSA Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelayanan prima dalam perpanjangan IPT atau surat hijau di UPTSA Kota Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara,observasi, dokumentasi. Fokus penelitiannya adalah penerapan pelayanan prima dalam perpanjangan izin pemakaian tanah (IPT) atau surat hijau di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Kota Surabaya yang dilihat dari empat konsep pelayanan prima (Daryanto dan Setyobudi, 2014): faktor Sikap, Perhatian, Tindakan, dan Antisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pelayanan Prima Dalam Perpanjangan Izin Pemakaian Tanah (IPT) Atau Surat di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Kota Surabaya dapat dikatakan sudah menjalankan konsep pelayanan prima.Namun ada kekurangan pada konsep sikap dan antisipasi. Pada konsep sikap dalam kekurangannya selalu tergantung mood petugas pelayanan, sehingga masyarakat merasakan tidak puas. Sedangakan pada konsep sikap kekurangannya masyarakat tidak tau apa yang ada di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Kota Surabaya mengenai antisipasi yang ada. Kata Kunci: Pelayanan Prima, Perpanjangan Izin Pemakaian Tanah (IPT) Atau Surat Hijau. ABSTRACT Public service delivery in governance aimed at the creation of a public service functions (public service).Government as a public service should be able to realize the task performance and service excellence in order to provide the best service to the community. In connection with excellent service, UPTSA Surabaya as the institution in charge of the service on the extension of the IPT or green letters providing excellent service to the community. IPT document is not a document of land ownership as well as ownership certificates and land rights certificates, but documents permission to use the land restricted by time. Surabaya City Government used the land to rent it out to the public, then the use of public land assets Surabaya City Government charged with the extension of IPT or green letters on the implementation of IPT service extension request or green letters contained in UPTSA Surabaya. This study aims to identify and describe the excellent service in an extension of IPT or green letters on UPTSA Surabaya. This type of research used in this research is descriptive qualitative approach. The data collection techniques in this research conducted through interviews, observation, documentation. The focus of research is the application of excellent service in the license renewal of land use (IPT) or letters of green in Integrated Service Unit One Roof (UPTSA) Surabaya seen four concepts excellent service (Daryanto and Setyobudi, 2014): factor Attitude, Caring, Action, and Anticipation. The results showed that the implementation of Service Excellence In a Land Use Permit extension (IPT) or letter at One-Stop Integrated Service Unit (UPTSA) in Surabaya can be said to have run a service concept prima.Namun there is a shortage on the concept of attitude and anticipation. On the concept of the attitude of the drawbacks always depends on the mood of service personnel, so that people feel dissatisfied. While the concept of attitude in society drawbacks do not know what is in the One-Stop Integrated Service Unit (UPTSA) in Surabaya on existing anticipation. Keywords: Excellent Service Extension Land Use Permit (IPT) or Letter Green.
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM MATERNAL DAN NEONATAL EMERGENCY SMS GATEWAY (Si MaNEiS) DI RSUD SIDOARJO SISKA WULANDARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Salah satu penyelenggara pelayanan publik yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo dengan meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) serta berpegangan pada Manajemen strategi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Si MaNEiS di RSUD Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Adapun fokus penelitian ini yaitu strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo. Indikator yang digunakan ialah 8 strategi meningkatkan kualitas jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo telah dijalankan sesuai dengan SOP dan beberapa komponen sudah baik. Namun dalam pelaksanaannya, indikator menciptakan automating quality dan indikator menindaklanjuti jasa masih terdapat kendala. Pada indikator menciptakan automating quality terdapat kendala pelaksanaan yang dikarenakan oleh koneksi internet yang terkadang mengalami kendala atau error, serta pada indikator menindaklanjuti jasa masih belum adanya kotak kritik dan saran sebagai media masukan dari pihak pengguna Si MaNEiS yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pelayanan kedepannya. Saran dari peneliti yaitu kapasitas kecepatan intenet diperbesar pada ruang MNE agar saat aplikasi Simaneis sedang dijalankan tidak terhambat karena terputusnya koneksi internet, serta disediakannya kotak kritik dan saran pada ruang MNE, dan mungkin RSUD Sidoarjo dapat mengembangkan untuk memberikan terobosan dengan mekanisme pemberian saran dengan sistem online, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Kata Kunci: Pelayanan, Strategi, Si MaNEiS Abstrack The Organization of the public service is required to provide a quality service. One of the organizers of the public service who are working to improve the quality of service is the area of Sidoarjo General Hospital by improving the quality of service on the program Si MaNEiS (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) as well as holding on to Management strategies as a guide in decision making in an effort to improve the quality of service. The purpose of this study is to describe the strategy of improving the quality of service in Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. This research is descriptive research with qualitative approach. The retrieval of the data sources in this study using snowball sampling. As for the focus of the research is to improve service quality strategies on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. The indicator used is the 8 strategies to improve the quality of services. The results showed that the strategy of improving the quality of service on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo has been run in accordance with SOP and some components are already good. But in practice, indicators created automating quality indicators and follow up services there are still constraints. Automating creating indicators on quality there is the implementation constraints due to internet connection sometimes experience the constraints or error, as well as on indicators of follow up services are still not the existence of the box as a media criticism and suggestions input from the users of Si MaNEiS that can be used to perform repair services in the future. The advice of researchers that is magnified in internet speed capacity space MNE so that when the application is running Si MaNEiS not hampered due to the disconnection of the internet connection, as well as providing a feedback box on the MNE, and space may be RSUD Sidoarjo can be developed to deliver breakthrough with advising mechanism with the online system, so that the public can access it easily. Keywords: Service, Strategy, Si MaNEiS
Pengembangan Kawasan Jagung Modern di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan (Studi Pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lamongan) SUCI ALFUFAH; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Potensi jagung yang begitu besar saat ini, membuat pemerintah harus melakukan upaya agar potensi jagung dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Salah satu daerah yang cukup mmperhatikan komoditas jagung adalah Kabupaten Lamongan Salah satu daerah yang cukup mmperhatikan komoditas jagung adalah Kabupaten Lamongan, hal ini ditunjukkan dengan dibentuknya kawasan jagung modern, dan kawasan jagung modern ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan yakni Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kawasan jagung modern di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori pengembangan kawasan menurut Setiyanto dan Adji (2015:259) yang memiliki tujuh prinsip yaitu penguatan sarana dan prasarana, penguatan perencanaan pengembangan kawasan, percepatan adopsi teknologi, penguatan kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, penguatan kerjasama dan kemitraan, pengembangan industri hilir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, pada aspek penguatan sarana dan prasarana yakni diberikan sarana produksi, alat mesin pertanian, dan akses jalan yang baik. pada penguatan perencanaan pengembangan kawasan adalah, sudah adanya peta jalan pengembangan kawasan jagung modern, adanya dana, kegiatan evaluasi, dan panen raya. Pada percepatan adopsi teknologi, dibagikannya peta jalan pengembangan kawasan jagung modern kepada ketua kelompok tani, didukung alsintan. Pada penguatan kelembagaan, adanya kelembagaan pembinaan dari Bank Indonesia, dan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Penguatan sumber daya manusia, yakni adanya kegiatan penyuluhan dan pembinaan, dibentuknya TIM Penyuluh, peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengolahan, pemasaran, dan budidaya. Kerjasama dan kemitraan, adanya kerjasama finansial dengan Bank Indonesia, serta Kerjasama legalitas dengan Badan Pengkajian Teknologi Jawa Timur. Pengembangan industri hilir, sudah adanya produk olahan jagung. Saran yang diberikan adalah, perlu adanya peningkatan pembinaan dalam penggunaan alsintan, kerjasama dan kemitraan perlu adanya kesepakatan tertulis, pembiayaan dalam perawatan alat mesin pertanian, perlu disediakannya pasar dalam pengembangan industri hilir, perlu adanya kelembagaan pelayanan dan usaha. Kata Kunci: Pengembangan, Kawasan, Jagung.Abstract Potential of corn is so great right now, make the government must do some effort so that the potential of corn can be utilized with the maximum, One of the regions that has quite attention toward corn commodity is Lamongan, this is indicated by the establishment of modern corn area, and this modern corn area is being developed by the government of Lamongan, especially food crop service, Hortikutura and plantation of Lamongan district. The purpose of this research is to describe the development of modern corn area in Banyubang, Solokuro, Lamongan, by food crops, hotikultura, and plantation of Lamongan district. The type of research used in this research is descriptive with qualitative approach. While the focus of research using the theory of regional development according to Setiyanto and Adji (2015: 259), which has seven indicators, among others, strengthening facilities and infrastructure, strengthening the planning of the area development, acceleration of technology adoption, institutional strengthening, strengthening human resources, strengthening cooperation and partnership,developing downstream industry. Technique of the collecting data used is interview, observation and documentation. The analysis is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. This research results indicate, on the aspect of strengthening facilities and infrastructure that is given production facilities, agricultural machinery, and good road access. on the strengthening of regional development planning is, the existing road map development of modern corn area, the existence of funds, evaluation activities, and harvest highway. At the acceleration of technology adoption, the road map of the development of modern corn area is given to the head of the farmer group, supported by alsintan. On institutional strengthening, the existance of the institutional development by Bank of Indonesia, and the Agency for Agricultural Technology Assessment of East Java. Strengthening of human resources, namely the extension and coaching activities, the establishment of extension team, improvement of community ability in processing, marketing, and cultivation. Cooperation and partnership, financial cooperation with Bank Indonesia, and Legality Cooperation with East Java Technology Assessment Board. The development of downstream industry, the existence of processed corn products. The advice given is that there needs to be more guidance in the use of machinery (alsintan), cooperation and partnership, it is necessary to have a written agreement, financing in the maintenance of agricultural machine tools, the need to provide a market in the development of downstream industry, the need for institutional services and business. Keywords: development, area, corn
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NO 1 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN HARI BEBAS KENDARAAN BERMOTOR (STUDI PADA PROGRAM BIKE TO WORK DI JALAN JIMERTO-JALAN SEDAP MALAM KOTA SURABAYA) NILA PUTRI RAHAYU; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Peraturan Walikota Surabaya No 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaran hari bebas kendaraan merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurangi tingkat polusi udara. Kegiatan Hari Bebas Kendaraan atau yang sering kita kenal Car Free Day (CFD) ini memiliki perbedaan dengan kegiatan CFD pada umumnya, dimana dalam pelaksanaanya dilakukan tidak hanya di Hari Minggu, namun untuk di Jalan Jimerto-Jalan Sedap Malam CFD justru di laksanakan di Hari Jum’at minggu terakhir. Didalam kegiatan ini juga terdapat Program Bike To Work yaitu program yang dilaksanakan bersamaan dengan CFD di Jalan Jimerto-Jalan Sedap Malam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Peraturan Walikota Surabaya No 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaran hari bebas kendaraan studi pada program Bike To Work di Jalan Jimerto-Jalan Sedap Malam Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Implementasi Peraturan Walikota Surabaya No 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaran hari bebas kendaraan studi pada program Bike To Work di Jalan Jimerto-Jalan Sedap Malam Kota Surabaya secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan indikator-indikator dari variabel isi kebijakan dan lingkungan kebijakan tetapi dalam implemetasinya masih ditemukan beberapa kendala yaitu masih ditemukan pegawai yang tidak berpartisipasi dalam melaksanakan program Bike To Work, adanya keterbatasan jarak antara rumah dengan kantor sehingga pegawai Pemerintah Kota Surabaya kesulitan untuk ikut melaksanakan serta adanya parkir ilegal dikarena penetapan zona pengganti ketika pelaksanaan program Bike To Work berjalan di sebabkan keterbatasan wilayah zona parkir. Saran dari peneliti Perlu adanya komunikasi lebih maksimal antara tim pelaksana dengan kelompok sasaran agar program dapat berjalan serta tumbuh rasa solidaritas yang lebih besar, tidak hanya sebatas pada kelompok sasaran guna meningkatkan angka partisipasi program Bike To Work agar kedepannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang tengah bekerja. Perlu adanya pengarahan secara berkala terhadap para pegawai maupun masyarakat sekitar guna memberi informasi keberadaan program pada kawasan tersebut, serta mengedukasi terkait tujuan serta manfaat yang dirasa baik secara langsung maupun jangka panjang untuk mendukung keberadaan Peraturan Walikota No 1 Tahun 2017. Disediakan dan koordinasi dengan pihak terkait tentang penetapan pengalihan zona parkir khusus pegawai yang mengendarai kendaraan pribadi mereka dikarena jarak tempuh antara rumah dan kantor yang sulit dijangkau dengan hanya menggunakan sepeda kayuh serta masyarakat yang akan beraktifitas di kawasan Jalan Jimerto-Jalan Sedap Malam. Kata Kunci: Implementasi
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN IGD DI RUMKITAL Dr. RAMELAN KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR VRIEZKA MUTIARA ARINI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu indikator kesejahteraan masyarakat adalah kesehatan masyarakat. Kesehatan mempunyai fungsi mendasar, karena apabila kesehatan terganggu maka indikator masyarakat yang lain, seperti ekonomi dan pendidikan, akan terganggu dan sulit untuk dipenuhi. Harapan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya salah satunya diwujudkan dengan adanya penelitian di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengukur Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan IGD di Rumkital Dr. Ramelan Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 16 tahun 2014 tentang pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik Republik Indonesia serta pengendalian dengan teknik Incidental Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penyajian data dan pembahasan pada BAB IV maka peneliti menarik kesimpulan bahwa Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumkital Dr. Ramelan,Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur dinyatakan sangat memuaskan. Hal tersebut dilihat dari perolehan presentase sebesar 83,28% yang berada pada interval 83%-100% dengan kategori sangat memuaskan. Peneliti menggunakan variabel tunggal dalam penelitian ini, yaitu variabel kepuasan masyarakat.Untuk mengukur kepuasan masyarakat, peneliti menggunakan Sembilan indikator kepuasan masyarakat yang tercantum dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2014. Adapun perolehan presentase sembilan indikator tersebut yaitu indikator persyaratan sebesar 87%, indikator prosedur sebesar 80,83%, indikator waktu sebesar 80,52%, indikator biaya/tarif sebesar 88,54%, indikator produk spesifikasi jenis pelayanan sebesar 81,04%, indikator kompetensi pelaksanan sebesar 84,22%, indikator perilaku pelaksana sebesar 83,68%, indikator maklumat pelayanan sebesar 82,81%, dan indikator penanganan pengaduan, saran, dan masukkan sebesar 82,92%. Kata kunci: Kepuasan Pasien, Kepuasan Pelayanan, IGD Rumkital Dr. Ramelan Abstract One indicator of community welfare is public health. Health has a fundamental function, because if health is disrupted then other indicators of society, such as economy and education, will be disrupted and difficult to meet. Hope from Surabaya City Health Office one of them is realized with the existence of research in Emergency Department of Naval Hospital Dr. Ramelan Surabaya. The purpose of this study is to measure Patient Satisfaction of IGD Service at Dr. Rumkital. Ramelan Surabaya City East Java Province. The type of research used in this research is descriptive research with quantitative approach. While the focus of his research using the Regulation of the Minister of State Apparatus Empowerment and Bureaucracy Reform Republic of Indonesia number 16 of 2014 on guidelines of Public Satisfaction Survey on Public Service Provision of the Republic of Indonesia and controlling with Incidental Sampling technique. Data analysis techniques in this study using an interactive data model analysis consisting of data collection, presentation of data and conclusions through interviews, observations, and questionnaires. The results of this study indicate that based on the results of data presentation and discussion in chapter IV, the researchers draw the conclusion that Patient Satisfaction on Service at Emergency Rumkital Dr. Ramelan, Surabaya City, East Java Province stated very satisfactory. It is seen from the acquisition percentage of 83.28% which is in the interval of 83% -100% with the category is very satisfactory. Researcher use single variable in this research, that is variable of society satisfaction. To measure society satisfaction, researcher use Nine indicator of public satisfaction which is stated in decision of Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform number 16 year 2014. The result of percentage of nine indicator is requirement indicator equal to 87%, 80.83% indicator, 80.52% time indicator, 88.54% cost / tariff indicator, 81.04% service specification indicator, 84.22% implementation competency indicator, implementing behavior of 83.68%, indicator of service announcement of 82.81%, and indicator of complaint handling, suggestions, and enter of 82.92% Keywords: Patient Satisfaction, Service Satisfaction, Rumkital IGD Ramelan
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RT 03 RW 03 JAMBANGAN KOTA SURABAYA RUNGKY LECESNAWATI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Program pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Tujuan dari program pegelolaan sampah dan kebersihan lingkungan adalah untuk meningkatkan taraf kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan kebersihan lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan, Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus dari penelitian ini mendeskripsikan Implementasi Program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan dengan menggunakan implementasi kebijakan publik model George Edward III. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif-kualitatif, yakni teknik analisis dengan cara membangun konstruksi terhadap fakta, data, atau objek material yang terdiri dari bahasa atau wacana. Adapun hasil dari penelitian ini (1) proses komunikasi mengadakan pertemuan atau workshop dengan fasilitator lingkungan terhadap kader pengelola sampah yang rutin diadakan 2 bulan sekali untuk sharing tentang pengelolaan sampah. (2) Sumber daya terdiri dari 3 bagian, yakni (a) sumber daya manusia didukung oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, RT 03 Jambangan dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jambangan Hijau serta tokoh-tokoh setempat, (b) sumber daya anggaran bersumber dari masyarakat sendiri, pihak pemerintah hanya membantu pemberian stimulus melalui dana awal untuk menggelar lomba, dan (c) sumber daya sarana prasarana berupa ruangan, alat pemisah sampah, komposer, bak/tong sampah. Kemudian untuk (3) disposisi, pemilihan pegawai dan kaderisasi dengan membentuk tim dan panitia pelaksana mulai dari tenaga penyuluh, kader-kader dan tokoh lingkungan dari daerah tersebut dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan Abstract Waste management and environmental cleanliness program as a form of implementation of Surabaya City Regional Regulation No. 5 of 2014 on Waste Management and Hygiene in Surabaya City. The purpose of the waste management and environmental hygiene program is to improve the quality of life of the community through the improvement of health and environmental hygiene. The purpose of this research is to describe the implementation of Waste Management and Environmental Sanitation program at RT 03 Jambangan, Surabaya City. The type of research used in this study is the type of descriptive qualitative research The focus of this research is to describe the Implementation of Waste Management and Environmental Sanitation Program at RT 03 Jambangan using public policy implementation of George Edward III model. Data collection techniques used in this study is a technique of data collection with the method of observation, interview and documentation. Data analysis techniques used descriptive-qualitative, namely the technique of analysis by building construction of facts, data, or material objects consisting of language or discourse. The results of this study (1) the communication process held a meeting or workshop with environmental facilitators to the cadre of waste management that is regularly held 2 months for sharing about waste management. (2) The resources consist of 3 parts, namely (a) human resources supported by Hygiene Department and Green Open Space of Surabaya City, RT 03 Jambangan and Community Information Group (KIM) of Jambangan Hijau as well as local figures, (b) source the power of the budget comes from the community itself, the government only helps the provision of stimulus through initial funds to hold the race, and (c) infrastructure resources in the form of room, waste separator, composer, Then for (3) the disposition, the selection of employees and the regeneration by forming the team and the executing committee ranging from extension workers, cadres and environmental figures from the area by involving PKK. Keywords: Policy Implementation, Waste Management and Environmental Hygie
Implementasi Aplikasi Sistem Siaga Bumi Wali (SIBI) di Kepolisian Resort Tuban BETTY ALFA ROSYDIANA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Instansi Kepolisian mempunyai kewajiban dalam memberikan pelayanan berupa jasa maupun barang. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memunculkan sebuah Program Promoter (Profesional, Modern, dan Terpecaya) dengan salah satu program prioritasnya “Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi”. Kemudian dijabarkan oleh Polres Tuban melalui aplikasi SIBI yang memudahkan masyarakat untuk melakukan pengaduan kepada Polres Tuban serta memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai Polres Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah Implementasi Aplikasi Sistem Siaga Bumi Wali (SIBI) di Kepolisian Resort Tuban yang ditinjau berdasarkan teori implementasi Top Down menurut George C. Edward III yang terdapat empat variabel yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Implemetasi Aplikasi Sistem Siaga Bumi Wali (SIBI) di Kepolisian Resort Tuban sudah cukup baik yang dilihat dari Sikap dan Komitmen pelaksana yang kuat. Kualitas dan kuantitas Sumber Daya pendukung implementasi aplikasi SIBI juga sudah memadahi. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan seperti ketidak sesuaian pelaksanaan tugas yang dijalankan operator apikasi SIBI dengan SOP aplikasi SIBI. Tidak semua BHABINKAMTIBMAS Polsek menyalurkan informasi tentang aplikasi SIBI kepada masyarakat. Penggunaan sosial media seperti Instagram, Facebook, dan Twitter yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal untuk sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu dilakukan rapat koordinasi antar pelaksana untuk mengetahui laporan kinerja operator aplikasi SIBI, pengawasan yang berkala kepada Polsek dalam kegiatan sosialisasi aplikasi SIBI, membuat brosur dan baliho tetang aplikasi SIBI agar memudahkan sosialisasi ke masyarakat. Kata Kunci : Implementasi, Aplikasi, SIBI Abstract Police agencies have an obligation to provide services in the form of services or goods. To improve the quality of service to the community, Indonesian National Police (Polri) gave rise to a program of Promoter (Professional, Modern and Trusted) and one of the priorities program "Improved Public Services Easier for People and Based on Information Technology ". Then described by Departmental Police (Polres) Tuban through SIBI application that allows people to make a complaint to the Police Tuban and facilitate public access to information about Tuban Police. This research is descriptive research using this type of qualitative approach. The focus in this study was the Implementation of System Siaga Bumi Wali (SIBI) applications in the Departmental Police (Polres) Tuban. The focus in this research is using the theory of Implementation by George c. Edward III. Data analysis technique in this research that are that includes communication, resources, Disposition and bureaucratic structure. Data analysis technique in this research that are observation, interviews, and documentation. The results showed that the Implementation of System Siaga Bumi Wali (SIBI) applications in the Departmental Police (Polres) Tuban is good enough that influenced the attitude and commitment of the executor. The quality and quantity of resources supporting application implementation SIBI also was adequate. However, In implementing the program, there are some weakness, such as mismatches of task implementation with SOP by operator of SIBI application. Not all police BHABINKAMTIBMAS distribute information about the SIBI application to the public. The use of social media like Instagram, Facebook, and Twitter are not utilized to the maximum for dissemination to the public. So the researchers advise that coordination meeting between implementers to determine the performance report SIBI application operators, supervision periodically to the police in socialization SIBI applications, make brochures and billboards about the SIBI application in order to facilitate socialization to community Regency of Tuban. Keyword: Implementation, Application, SIBI
Kajian Aspek Responsivitas Pemerintah dalam Pembangunan dan Pengelolaan Jalan Raya Rute Nasional (Studi Pada Pengelolaan Jalan Raya Nasional di Kabupaten Lamongan) AKHMAD DWI FIRNANDA; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Pemeliharaan dan pengelolaan jalan merupakan upaya untuk pencegahan, perawatan dan perbaikan yang diperlukan untuk memepertahankan kondisi jalan agar tetap optimal. Untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan jalan diperlukan responsivitas dari petugas dalam memperbaiki jalan raya. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan agar kondisi jalan raya tetap terawat dengan baik. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis responsivitas petugas dalam melakukan perawatan dan pengelolaan pada jalan Nasional di Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Petugas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan masyarakat secara umum yang melintasi jalan Nasional. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana responsivitas petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan jalan Nasional di Kabupaten Lamongan yang membutuhkan perawatan dan Pengelolaan. Secara umum, responsivitas petugas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat kurang responsif. Akan tetapi, petugas sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pengelolaan dan perawatan jalan nasional sesuai dengan pedoman dari Kementerian. Harapan dengan kurang responsifnya petugas dalam melakukan penanganan terhadap jalan Nasional yang rusak dan bermasalah adalah dengan segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran yang dimilikinya. Kata Kunci : Responsivitas, Pelayanan Publik, Jalan Nasional.Maintenance and management of roads is an effort for prevention, maintenance and repair needed to maintain the road condition to remain optimal. To do maintenance and maintenance of the road required responsiveness from the officers in repairing the highway. The goal is to provide the best service to the community and to keep the road condition well maintained. This research describes and analyzes the responsiveness of officers in performing maintenance and management on National road in Lamongan Regency. The research method used is descriptive-qualitative. The sources of this research are the National Road Implementation Officer (BBPJN) VIII, Officers Commitment Officer (PPK), and the general public who cross the National road. Data collection techniques conducted through interviews, observation and documentation. The results of this study explain how the responsiveness of officers in providing services to the community associated with the National road in Lamongan regency requiring care and management. In general, the responsiveness of officers in providing services to the community is less responsive. However, the officers have done their best in the management and maintenance of national roads in accordance with the Ministrys guidelines. The hope with the lack of responsiveness of the officers in handling the damaged and troubled National Road is to immediately socialize to the community about the role it has. Keywords: Responsiveness, Public Service, National Road
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DENGAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MOJOKERTO SANTI ARLITA KUSUMA WARDANI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan Percepatan Penerbitan Akta Kelahiran Dengan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi merupakan kebijakan yang dibentuk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Mojokerto. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus Akta Kelahiran dan bayi pulang sudah memiliki Akta Kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi Kebijakan Percepatan Penerbitan Akta Kelahiran Dengan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mojokerto. Pelaksana kebijakan ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan rumah sakit atau klinik di Kabupaten Mojokerto serta dokter atau bidan sebagai penolong kelahiran. Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan tekhnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ditinjau dari teori Van Metter dan Van Horn dengan menggunakan enam indikator yaitu Ukuran Dan Tujuan Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap Atau Kecenderungan Para Pelaksana, Komunikasi Antarorganisasi Dan Aktivitas Pelaksana Dan Lingkungan Ekonomi, Sosial Dan Politik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ukuran dan tujuan kebijakan sudah tercapai dengan baik karena masih adanya masyarakat yang sudah menggunakan kebijakan Percepatan Penerbitan Akta Kelahiran Dengan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi, Karakteristik agen pelaksana sudah memiliki kemampuan yang baik, sikap atau Kecenderungan para pelaksana masih dirasa sudah memiliki komitmen cukup, namun masih kurangnya pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana masih dirasa kurang karena hanya melakukan sosialisasi hanya sekali. Sumberdaya manusia yang ada masih belum mencukupi untuk mendukung implementasi kebijakan, sumber daya waktu dirasa masih kurang karena batas waktu yang diberikan masih memberatkan masyarakat, sumberdaya anggaran sudah memenuhi, sedangkan sumberdaya waktu masih terdapat pertentangan dengan masyarakat, dan sumberdaya fasilitas juga masih memiliki masalah yaitu jaringan yang error, lingkungan sosial dan ekonomi terdapat kendala yaitu dengan masyarakat yang masih berpegang teguh pada tradisi puputan dan masyarakat yang berada dipedesaan. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Akta Kelahiran Abstract Policy Acceleration of Issuance of Birth Certificate Based on Information and Communication Technology is a policy established by the Department of Population and Civil Registration in Mojokerto Regency. This program aims to provide convenience for the community in taking care of Birth Certificate and the baby home already has Birth Certificate. The purpose of this study is to describe the implementation of Acceleration Policy Issuance of Birth Certificate with Based on Information Technology and Communications at Population and Civil Registration Agency of Mojokerto Regency. The implementer of this policy is the Department of Population and Civil Registration and the hospital or clinic in Mojokerto Regency as well as the doctor or midwife as a birth helper. The research type is descriptive with qualitative approach. Data collected using interview technique, observation and documentation. Data analysis technique is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Judging from the theory of Van Metter and Van Horn using six indicators namely Size and Purpose Policy, Resources, Characteristics of Implementing Agent, Attitude or Tendency Implementers, Intergovernmental Communications and Activities Executor and Economic, Social and Political Environment. The results showed that the size and objectives of the policy has been achieved well because there are still people who have used the policy Acceleration Issuance of Birth Certificate Based on Information and Communication Technology, Characteristics of implementing agents already have good skills, attitude or trends of executives are still felt to have a commitment enough, but still the lack of monitoring conducted by the Office of Population and Civil Registration, communication between the organization and the activities of the implementer is still considered less because only socialize only once. The existing human resources are still insufficient to support the implementation of the policy, the time resources are still lacking because the time limit given is still burdensome to the community, the budgetary resources have been fulfilled, while the time resources are still in conflict with the society, and facilities resources still have problems in network the error, the social and economic environment there are obstacles that is with the people who still cling to the tradition of bellows and people who are rural. Keywords: Implementation, Policy, Birth Certificate
EFEKTIFITAS PROGRAM PEMBERIAN KERINGANAN INSENTIF PAJAK DAERAH TAHUN 2017 DI KABUPATEN MOJOKERTO (Studi Tentang Pembebasan Sanksi Administrasi Pajak Pada Pemilik Kendaraan Bermotor Roda 2 di Kecamatan Kranggan) ARIN FITRIANI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Pajak merupakan salah satu unsur untuk membiayai pembangunan nasional.Untuk meningkatkan pendapatan daerah pemerintah berusaha memaksimalkan sgala potensi daerah termasuk dalam hal ini pajak daerah.Penyumbang terbesar pajak asli daerah adalah pajak kendaraan bermotor. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pembayaran pembayaran pajak asli daerah dan memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak asli daerah Gubernur Jawa Timur mengeluarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 67 tahun 2017 tentang Pemberian Keringanan, Pembebasan dan Insentif Pajak Daerah Untuk Rakyat Jawa Timur Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Efektifitas Program Pemberian Keringanan Insentif Pajak Daerah di Kecamatan Kranggan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini berlokasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif.Metode analisis data yang digunakan melalui kusioner, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menyimpulkan tingkat efektifitas program pemberian keringanan insentif pajak daerah berdasarkan kategori penilain William N. Dunn sebagai berikut, hasil kategori penilaian indikator efisiensi memperoleh persentase skor total 75% yang termasuk dalam kategori efektif, indikator kecukupan memperoleh persentase skor total 75% yang termasuk dalam kategori efektif, indikator perataan memperoleh persentase skor 77% yang termasuk dalam kategori efektif, indikator responsivitas memperoleh skor 78% yang termasuk dalam kategori efektif, dan indikator ketepatan memperoleh skor 83% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Saran yang bisa diberikan peneliti sebagai berikut perlunya peningkatan sosialisasi di titik-titik yang yang banyak dikunjungi masyarakat dan tempat-tempat yang jauh dari pusat kota. Perlunya peningkatan sistem dan persiapan secara menyeluruh sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan program. Dan sebaiknya pengawasan tentang pelaksanaan program lebih ditingkatkan, disarankan pula ditahun-tahun berikutnya dikelurkan program yang serupa. Kata Kunci: Efektifitas, Keringanan, Insentif Pajak Tax is one of elements to fund National development. To increase regional income, government tries to maximize all regional potential including local tax. The biggest contributor of local taxes is vehicle tax. In order to increase people awareness to conduct payment of local taxes and maximize income from local tax sector. Governor of East Java revealed East Java Governor Regulation Number 67 Year 2017 about Granting Relief, Local Tax Exemption and Incentives for East Java People Year 2017. This research aimed to describe and analyze effectiveness of Provision of Incentive Tax Incentives Area in Sub-District of Kranggan, Mojokerto District. This research was located in technical implementation unit (UPT) in Department of Income Office Region of East Java in Mojokerto District by using research type of quantitative descriptive. Method of analysis data used questioner, observation and documentation. Based on the result of the result done by researcher, it is concluded effectiveness level of provision of local tax incentives relief program based on the assessment category of William N. Dunn as follow; result of efficiency indicator assessment category obtains percentage total score 75% in effective category, adequacy category obtains percentage total score 75% in effective category, alignment indicators obtain percentage score 77% in effective category, responsiveness category obtains score 78% in effective category, and accuracy indicator obtains score 83% in very effective category. Suggestions that can be given as follow; it needs the enhancement for socialization in areas that people mostly visit and areas which are far from the city. It needs to enhance system and preparation thoroughly for infrastructure to support program implementation. And it is better that supervision for implementing the program can be improved more and for next year, it will be better to do the same things. Keywords: Effectiveness, relief, tax incentives

Page 81 of 129 | Total Record : 1286