cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI ELEKTRONIK PEMILIHAN KEPALA DESA (E-PILKADES) OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN GRESIK (Studi di Desa Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik) ARJUNA DWI AMARTA PUTRA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

ABSTRAK IMPLEMENTASI ELEKTRONIK PEMILIHAN KEPALA DESA (E-PILKADES) OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN GRESIK (Studi di Desa Panjunan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik) Nama : Arjuna Dwi Amarta Putra NIM : 14040674118 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Jurusan : Administrasi Publik Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP. Implementasi kebijakan e-Government dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di 5 Desa di Kabupaten Gresik merupakan tindakan pemerintah Kabupaten Gresik dalam menindaklanjuti munculnya data ganda pada penyelenggaraan pemilihan kepala desa, untuk mengantisipasi kecurangan dengan menyalahgunakan data ganda tersebut. Sehingga dapat mencapai tujuan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang teratur, bebas dan adil. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana Implementasi Elektronik Pemilihan Kepala Desa (E-pilkades) oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gresik di Desa Panjunan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Narasumber penelitian ini terdiri dari Ketua dan staff Bidang Kerjasama dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik, perangkat Desa Panjunan, warga Desa Panjunan, panitia pelaksanaan pemilihan kepala Desa Panjunan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan indikator Aspek-aspek dalam implementasi e-Government untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik menurut Rianto dan Lestari (2012:43) antara lain Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), Human Resources (SDM), Data dan Informasi, Struktur Organisasi, Komunikasi, dan Sikap Pelaksana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan E-Pilkades cukup direspon dengan baik oleh masyarakat Desa Panjunan, insfrastruktur yang diberikan dari segi hardware masih banyak permasalahan yang muncul. Software yang digunakan dapat berjalan dengan baik. SDM yang ada tidak berdasarkan latar belakang pendidikan, tetapi hal tersebut dapat diatasi oleh Dispendukcapil Kabupaten Gresik. Selain itu Sikap pelaksana yang diberikan oleh operator pelaksanaan E-Pilkades merupakan yang terbaik dalam melayani masyarakat, dan telah direspon baik oleh masyarakat Desa Panjunan yang menggunakan program E-Pilkades. Kata Kunci: Implementasi, E-Government, E-PilkadesABSTRACT ELECTRONIC E-PILKADES BY DEPARTMENT of POPULATION and CIVIL REGISTRY GRESIK REGENCY (Study in Panjunan Village, Duduksampeyan Sub-District, Gresik Regency) Name : Arjuna Dwi Amarta Putra NIM : 14040674118 Study Program : S1 State Administration Science Major : Public Administration Faculty : Social and Law Sciences Name of Institute : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP. Implementation of e-Government policy in the implementation of Village Head Election in 5 Villages in Gresik Regency is an action of Gresik Regency government in following up the emergence of double data on the implementation of village head election to anticipate cheating by misusing the double data. So as to be able to achieve the goal of conducting regular, free and fair village head elections. This research describes how Electronic Implementation of Village Head Election (E-Pilkades) by the Department of Population and Civil Registry of Gresik Regency in Panjunan Village, Sampeyan Sub-District, Gresik Regency. The research method used is descriptive with qualitative approach. The resource persons of this research consist of Chairman and staff of Cooperation and Innovation of Service Department of Population and Civil Registration of Gresik Regency, Panjunan Village Device, Panjunan Village Residents, Panjunan Village Head Election Committee. The analysis done in this research use indicator Aspects in e-Government implementation to realize better service according to Rianto and Lestari (2012: 43) such as Hardware, Software, Human Resources (SDM) , Data and Information, Organizational Structure, Communication, and Implementing Attitude. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing. The results show that the implementation of E-Pilkades policy is quite well responded by the people of Panjunan Village, the infrastructure provided in terms of hardware is still a lot of problems that arise. Software used can run well. The existing human resources are not based on educational background, but they can be solved by Department of Population and Civil Registry of Gresik Regency. In addition, the implementation attitude given by the operators of the implementation of E-Pilkades is the best in serving the community, and has been responded well by the people of Panjunan Village who use the E-Pilkades program. Keywords: Implementation, E-Government, E-Pilkades
TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KTP-el DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TUBAN ACHMAD HINADA MILATUS S; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

KTP-el adalah tanda bukti identitas diri resmi sebagai bukti kependudukan. KTP-el diterbitkan oleh dispenduk. salah Dispenduk yang memfasilitasi pelayanan KTP-el yaitu Dispenduk Kabupaten Tuban. dalam memberikan pelayanan KTP-el, Dispenduk dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat. dalam hal ini pemerintah mengatur aaspek penilaian kepuasan itu melalui survei kepuasan masyarakat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Insonesia Nomor 16 Tahun 2017 yang memuat 9 aspek penilaian yaitu persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk spesifikasi, jenis pelayanan, kompetebnsi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan saran dan masukan, serta sarana dan prasarana.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DI DESAA SEPPONG KECAMATAN TAMMERODO SENDANA KABUPATEN MAJENE MUHAMMAD AKBAR; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Dana desa sepenuhnya ditujukan untuk memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan desa sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang dan ketetapan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta penanggulangan kemiskinan. Walaupun demikian terdapat ketidakmerataan pembangunan di desa, khususnya di Desa Seppong dimana prasarana pendidikan dan kesehatan lebih lengkap dibandingkan prasarana ekonomi, terutama akses jalan yang masih rusak, padahal jalan merupakan hal fatal, jika jalan rusak maka akan menghambat aksessibilitas masyarakat desa bahkan bisa menghambat laju perkembangan ekonomi, selain itu akses air bersih masih sulit untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat masih mengandalkan sumur dan sungai yang ada di desa tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Implementasi kebijakan Dana Desa di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, dianalisis menggunakan model implementasi Donald Van Metter dan Carl Van Horn dengan enam variabel yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber daya, Karakteristik agen pelaksana, Sikap/Kecenderungan para pelaksana, Komunkasi antar organisasi dan Lingkungan sosial, Ekonomi dan Politik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan dana desa di Desa Seppong masih berjalan dengan baik. Hal ini terlihat bahwa pembangunan dalam bidang pendidikan dan kesehatan tidak jalan berdampingan denga bidang ekonomi yang sangat tertinggal, kebutuhan dasar seperti air bersih masih susah dan jalan masih rusak, hal ini juga disebabkan karena kurangnya sumber daya finansial yang menyebabkan program pembangunan terhambat, disebabkan karena desa tidak memiliki penghasilan sendiri yang dapat menopang penyelenggaraan pemerintah desa.Kata Kunci: Implementasi, Dana Desa, Pembangunan Infrastruktur
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA KRADINAN KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN Clara Cahyaning Mustoko Weni; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Abstrak Dalam rangka pelaksanaan otonomi, perencanaan pembangunan desa merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah (kabupaten/kota) dan merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Masyarakat diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses perencanaan pembangunan melalui forum-forum musyawarah dan rapat yang di selenggarakan Desa. Persoalan terkait partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) terjadi di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ADDdapat di katakan rendah, hal tersebut terlihat dari dokumentasi daftar hadir pada rapat RKPD Desa tahun 2016, menurut wawancara dengan Kepala Desa Kradinan menyatakan bahwa masyarakat yang tidak merasa berkepentingan enggan hadir dalam rapat Desa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis factor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ADD yang bertujuan untuk perencanaa, pelaksanaan, pengawasan, dan pengevaluasian pembangunan di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Desa Kradinan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Kradinan, Ketua Badan Perwakilan Desa Kradinan, masyarakat yang hadir dalam musrenbang desa, dan masyarakat yang tidak hadir dalam undangan acara musrenbang desa sebanyak. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ADD desa adalah tingkat pendidikan dan pekerjaan, sedangkan dengan pengalaman berkelompok yang dimiliki tidak membuat masyarakat aktif menghadiri Musrenbang desa. Pada faktor eksternal, kepemimpinan, komunikasi, gagasan-gagasan, ide, kebijaksanaan, dan rencana-rencana baru menentukan masyarakat berperan aktif atau tidaknya dalam pelaksanaan ADD di Desa Kradinan. Saran yang diberikan penulis yaitu dalam peningkatan partisipasi masyarakat untuk menghadiri rapat desa yang membahas pelaksanaan ADD, pemerintah Desa Kradinan mengundang melalui undangan tertulis. Dalam proses sosialisasi kepada masyarakat desa, aparatur desa harus dapat menyampaikan informasi tentang keadaan desa, penyampaian itu harus dapat dipahami oleh masyarakat Desa Kradinan. Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Alokasi Dana Desa (ADD) Abstract In order to apply autonomy, the planning of building the village is a unity from the system of development region planning (district/city) and a part of the system of national development. The people are given the chance to get involved with the process of development planning through meeting forums and this meeting is organized by the village. The problem comes from the participation of citizen in doing Village Allocation Grant in the Kradinan Village Subsdistrict of Dolopo District of Madiun. The participation of citizen on doing Village Allocation Grant can be said with low, this can be seen from the documentation of attendance list in RKPD Village meeting at 2016, according an interview with a Headman of Kradinan says that the citizen who do not have important thing reject to came in village meeting forum. This research has objective to describe and analyze the factors which influence the participation of citizens in doing Village Allocation Grant in order to planning, action, monitoring, and evaluating the development in Kradinan Village Subsdistrict Dolopo District of Madiun The method which is used on this research is descriptive with qualitative approach. In hands with it, the interviewees of this research are the Headman of Kradinan Village, The Chairman of Citizen Enpowerment Instution in Kradinan Village, The Chairman of Representative Board Kradinan Village, the citizen who attend the meeting forum village , and the citizen who do not attend the invitation for the meeting. The technique of collecting data which is used on this research is interview, observation, and documentation. The analyzing data which are done with collecting data, reduction data, presenting data, and taking conclusion. The result of this research shows that the intenal factors which influence the participation of citizens on doing Village Allocation Grant are the degree of education and job, while the experience in groups that are already had do not make the citizens want to came to the invitation for Musrenbang (Meeting of Village Forum). In external factors, the factors which are seen are leadership, communication, ideas, wisdom, and the new plannings decide the citizens whether active or not in Village Allocation Grant in Kradinan Village. The advices that the researcher want to give are, first, the goverment of Kradinan Village should invite with the official writing invitation if they want to the citizens came to their meeting, this invitation has objective to increase the participation of citizens in order to talk about applying Village Allocation Grant, second, in process of socialiszation to citizens of village, apparatus of village should give information about village condition, the information should be understood by citizens of Kradinan Village. Key Words: Participation, Citizen, Village Allocation Grant
UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI SIMPAN PINJAM UNTUK PEREMPUAN (SPP) DI DESA DAPET KECAMATAN BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK ARIS KARTIKA; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Dalam Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan pemerintah ialah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Md). Salah satu kegiatan dalam PNPM Md yaitu Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP). Simpan Pinjam untuk Perempuan merupakan pemberian pinjaman modal usaha kepada perempuan dari keluarga miskin produktif yang telah tergabung dalam kelompok simpan pinjam khusus perempuan. Dari tujuan tersebut sudah jelas bahwa program Simpan Pinjam untuk Perempuan ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang secara khusus ditujukan bagi kaum perempuan. Desa Dapet merupakan desa dengan penyerapan dana terbesar serta memiliki jumlah peminjam terbanyak dalam kegiatan SPP di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas daari segala upaya yang telah dilakukan oleh pihak terkait. Namun upaya yang telah dilakukan tersebut masih dirasa kurang untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh warga secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Pemberdayaan Ekonomi Wanita Melalui Simpan Pinjam untuk Perempuan Di Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Ketua Unit Pengelola Kegiatan SPP di Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, Kaur Umum Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, Pengurus dan anggota kelompok SPP di Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Upaya Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) di Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik dapat dikatakan baik karena upaya yang telah dilakukan telah mampu memberdayakan perekonomian perempuan di Desa Dapet. Tujuan kegiatan SPP juga telah tercapai. Namun terdapat sedikit kekurangan yang membuat potensi atau usaha milik anggota kurang bisa berkembang secara optimal dan terdapat ancaman yang dapat menggeser program pemberdayaan tersebut. Kata Kunci : Upaya, Pendekatan, Pemberdayaan, Masyarakat
INOVASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI MOBILE KEPEGAWAIAN TERINTEGERASI (SIMOKER) BERBASIS ANDROID DI BADAN KEPEGAWAIAN KOTA MOJOKERTO IRFANDI PRABOWO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Badan Kepegawaian Kota Mojokerto merupakan lembaga teknis yang berperan sebagai unsur penyelenggara manajemen Aparatur Sipil Negara. Oleh sebab itu Badan Kepegawaian Kota Mojokerto membuat sebuah inovasi Simoker (Sistem Informasi Mobile Kepegawaian Terintegerasi). Simoker merupakan suatu inovasi kepegawaian berbasis mobile apps pada Android yang berguna untuk memverivikasi data diri aparatur sipil negara guna meningkatkan validitas data. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis inovasi pelayanan kepegawaian melalui aplikasi sistem informasi mobile kepegawaian terintegasi (Simoker) di Badan Kepegawaian Pemerintah Kota Mojokerto. Subjek penelitian terdiri dari tim pengelola Simoker dan aparatur sipil negara Kota Mojokerto sebagai pengguna Simoker. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan faktor-faktor keberhasilan inovasi (innovation success factor) yang dikemukakan oleh Cook, Matthew dan Irwin (dalam Grisna dan Wawan, 2013). Lima faktor keberhasilan inovasi tersebut adalah leadership, management/organization, risk management, human capital dan technology. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, penelusuran data online. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan inovasi pelayanan kepegawaian melalui aplikasi Simoker berbasis Android di Badan Kepegawaian Kota Mojokerto sudah baik. Namun masih ditemukan masalah seperti kurangnya sosialisasi, kurangnya pelatihan-pelatihan untuk tim pengelola Simoker, dan kurangnya integerasi aplkiasi Simoker dengan sistem yang lain. Kata kunci: Inovasi, Kepegawaian, Simoker
INOVASI MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN PEMANFAATAN SAMPAH DI KOTA MOJOKERTO INDIRA ZARA UTAMI; DIAN ARLUPI UTAMI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Program Inovasi Membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan Pemanfaatan Sampah merupakan yang pertama di Indonesia, sebab program inovasi ini menggabungkan nilai-nilai kebersihan lingkungan dengan ketaatan membayar PBB yang diharapkan meringankan masyarakat. Program inovasi ini dilaksanakan oleh Bank Sampah Induk yang terdiri dari kelompok-Kelompok bank sampah di seluruh Kota Mojokerto. Bank Sampah Induk dibentuk dan bernaung dalam Dinas Lingkungan Hidup yang juga penyelenggaraan program inovasi ini bekerjasama dengan Badan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Kota Mojokerto (BPPKA), sebab sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penerimaan pajak daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan inovasi membayar Pajak bumi dan Bangunan dengan pemanfaatan sampah di Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam Penelitian Skripsi ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian Inovasi Membayar PBB dengan Pemanfaatan Sampah di Kota Mojokerto menggunakan teori 5 Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin (2009) dalam Grisna dan Wawan (2013) yaitu 1) Leadership, pemimpin BSI harus berjiwa sosial tinggi sebab organisasi BSI bergerak dibidang sosial masyarakat. 2) Management/Organization, inovasi ini ada beberapa tahap persiapan, tenaga, peralatan, sosialisasi, pelaksanaan. 3) Risk Management, adanya evaluasi setiap permasalahan yang timbul agar meminimalisir risiko yang dimungkinkan terjadi. 4) Human Capital, terdiri 17 anggota yang memiliki latar pendidikan berbeda-beda sebab tidak ada sistem seleksi untuk dapat menjadi kader BSI. 5) Technology, belum dilengkapinya teknologi sebab hingga saat ini program masih berjalan dengan sistem manual Kata Kunci : Inovasi, Pajak, Pemanfaatan Sampah Abstract Innovation program of paying Land And Building (L&B) Tax with Utilization Of Waste In Mojokerto Town is the first in Indonesia, because it combines innovations programme values environment clean by paying L&B Tax which is expected to alleviate the community. This innovation programs implemented by the Garbage Center Bank consists of waste bank groups around the town of Mojokerto. the Garbage Center Bank was formed and take shelter in the Department of the Environment who is also organizing this innovation program in collaboration with the Office for Management of Regional Revenual, Finance, and Asset (BPPKA), for as a party have the authority in receipt tax areas. The purpose of this research is to know and describe the innovation pays L&B Tax with utilization of waste in the town of Mojokerto. The type of research used in this Thesis is descriptive Research with qualitative methods. Results of Research Innovation program of paying L&B Tax with Utilization Of Waste In Mojokerto Town using theory 5 success factors of innovation according to Cook, Matthews and Irwin (2009) in Grisna and Wawan (2013) : 1) Leadership, the leader of the BSI must be high spirited social because the Organization BSI engaged in social communities. 2) Management/Organization, this innovation there are several stages of preparation, effort, equipment, socialization, implementation. 3) Risk Management, evaluation of the existence of any problems that arise in order to minimize the risk of possible happening. 4) Human Capital, consisting of 17 members who have different education background because no system of selection to be able to be cadres of the BSI. 5) Technology, technology yet because until now, the program is still running with manual systems. Key Words : Innovation, Tax, Utilisation of Waste
Implementasi Program Online SMS, Delivery Access, High Access LINK (ODHALINK) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan BERIL ISDITYO NADIS; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan instansi yang berperan sebagai salah satu penyelenggara pelayanan untuk melayani masyarakat. Oleh sebab itu Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan membuat sebuah inovasi program ODHA LINK (Online SMS 24 Jam, Delivery Access, High Access). ODHA LINK merupakan suatu program untuk melayani para odha (orang dengan HIV/AIDS) agar penyakit tersebut tidak menyebar dan meluas. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis dan mendiskripsikan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Subjek penelitian dari tim pelaksana dan masyarakat khususnya para pengguna program Odha Link. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Van Meter dan Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, komunikasi antar organisasi, dan lingkungan sosial ekonomi dan politik. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, penelusuran data online. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan sudah berjalan dengan baik, namun masih adanya kekurangan seperti kurangnya jumlah pegawai dalam pelaksana masih kurang sehingga pelaksana mengeluh, kurangnya koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membantu dalam ber sosialisasi, dan minimnya partisipasi dari pasien odha untuk mengikuti kegiatan yang diberikan. Saran perlu penambahan petugas, meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kata kunci: Implementasi, ODHA LINK, HIV/AIDS Abstract Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency is an institution that acts as one of the service providers to serve the community. Therefore Bangil District General Hospital Pasuruan District made an ODHA LINK program innovation (24 Hour Online SMS, Delivery Access, High Access). ODHA LINK is a program to serve people with HIV / AIDS so that the disease does not spread and spread. The purpose of this study was to find out and analyze the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) in the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency. Research subjects from the implementing team and the community, especially users of the PLHIV Link program. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. This study was analyzed using the theory Van Meter and Van Horns theory are policy measures and objectives, resources, characteristics of implementing agents, disposition of implementors, communication between organizations, and socio-economic and political environments. Data collection techniques consist of observation, interviews, documentation, online data search. Data analysis techniques are carried out by data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study showed that the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) at the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency had gone well. However, there are still shortcomings, such as lack of staff in the implementation, which is still lacking, so the implementer complains, lack of coordination with the Health Office to assist in socializing, and lack of participation from the community to participate in the activities provided. Keywords: Implementation, ODHA LINK, HIV/AIDS
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA SURABAYA (STUDI KASUS UPTD IV DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA SURABAYA) NI WAYAN YESSINTA ARTASARI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja petugas operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dibentuk oleh Pemerintah Kota Surabaya berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 16 Tahun 2010 Tentang Prosedur Operasional Standar Penanggulangan Kebakaran. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi petugas operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya (Studi Kasus UPTD IV Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya). Pelaksana kebijakan adalah Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dan UPTD IV Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada Implementasi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya (Studi Kasus UPTD IV Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya) mengunakan teori implementasi milik George C. Edward III dengan 4 indikator yaitu Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi antara Dinas Pemadam Kebakaran, UPTD IV dan petugas operasional sudah terjalin baik untuk kelancaran program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sumberdaya manusia, sumberdaya peralatan, sumberdaya informasi dan kewenangan sudah tersedia sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan, tetapi sumberdaya anggaran masih belum memadai untuk pemberian insentif. Disposisi program sudah baik karena kerjasama antar organisasi yang terjadi didalamnya sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing. Birokrasi yang terkait mendukung penuh program ini sehingga dapat tercapai tujuan program dengan maksimal. Dengan demikian saran yang dapat diberikan adalah pertama, Pemerintah Kota Surabaya perlu menambahkan dana untuk Dinas Pemadam Kebakaran agar bisa menambah insentif yang diberikan kepada petugas operasional yang turun ke lapangan. Kedua, Pemerintah Kota Surabaya perlu mendirikan pos baru supaya jarak tempuh petugas pemadam kebakaran lebih dekat sehingga response time 15 menit dapat terealisasi lebih baik. Ketiga, perlunya Dinas Pemadam Kebakaran menggalakkan pembentukan SATLAKAR (Satuan Relawan Kebakaran) sebagai bantuan dari masyarakat kepada Dinas Pemadam Kebakaran
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA AIMATUSH SHOLIHAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA Aimatush Sholihah S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya aimat9rachmad@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos,, M.Si. S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community berlaku sejak awal tahun 2015 diseluruh wilayah Asia Tenggara. Pemerintah Kota Surabaya dalam mempersiapkan warganya dalam menghadapi persaingan pasar bebas dan tenaga kerja membentuk program Rumah Bahasa sebagai lembaga pelayanan publik untuk meningkatkan dan menunjang kualitas sumber daya manusia dalam berbahasa asing. Program Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan bahasa asing yang dilaksanakan secara gratis dengan sistem tenaga pengajar secara sukarelawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri Kota Surabaya, Kepala Sub Bagian Pelaporan dan Evaluasi Kerjasama, Ketua Koordinator Pelaksana Rumah Bahasa, tenaga pengajar bahasa asing di Rumah Bahasa, dan peserta Program Rumah Bahasa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya dengan menggunakan metode CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (1971) yaitu, 1) konteks (context), tujuan program Rumah Bahasa menurut SOP Rumah Bahasa, Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat yang berupa pelatihan bahasa asing secara gratis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Kota Surabaya. 2) Masukan (input), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya didanai oleh dana APBD Kota Surabaya. Implementor memiliki strategi untuk mendorong keberhasilan program dalam menarik perhatian sukarelawan dan peserta pelatihan dilakukan sosialisasi dan promosi secara online maupun offline. 3) Proses (procces), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya berjalan lancar, dibuktikan dengan tingkat kepuasan dan naiknya tingkat penguasaan bahasa asing peserta pelatihan, namun dari sudut pandang sasaran program pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda bisa dikatakan belum berhasil karena adanya dominasi pelajar dan mahasiswa yang mengikuti program. 4) Produk (product), produk dari pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya adalah terciptanya komunitas bahasa asing yang terlahir dari pelatihan pembelajaran di Rumah Bahasa, sedangkan peningkatan kemampuan bahasa asing sendiri sudah tercapai karena peserta fokus dalam practical learning dan praktik secara langsung dengan native speaker yang menjadi tenaga pengajar. Hasil kesimpulan dari penelitian yang ditemukan bahwa Rumah Bahasa menarik perhatian banyak peserta tetapi tidak diimbangi dengan jumlah ruang kelas sehingga menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pelatihan Bahasa Asing, Rumah Bahasa. Abstract Quoted from asean.org, the ASEAN Economic Community or AEC is the realization of the region’s end goal of economic integration. It envisions ASEAN as a single market and production base, a highly competitive region, with equitable economic development, and fully integrated into the global economy. ASEAN Economic Community was officially launched in the late 2015 along South East Asian countries. Due to this agreement Surabaya City Government created a public service named Rumah Bahasa, a community empowerment program to provide the citizen’s skill on speaking foreign language. Rumah Bahasa (House of Language) is a program that lets any Surabaya citizens to learn foreign languages for free. The volunteer teaching program is run in Rumah Bahasa. The purpose of this research is to analyze the program evaluation on Rumah Bahasa in Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya. The type of the research is descriptive methodology in qualitative approach. The subjects of the research consists of Head of Foreign Cooperation Sub-division, Head of Sub-division of Reporting and Cooperation’s Evaluation, Executive Coordinator of Rumah Bahasa, foreign language teaching staffs, and program participants. The theory used to analyze this research is CIPP (Context, Input, Process, and Product) by Stufflebeam. Data collection techniques were conducted through observation, interview, and documentation. Data analysis is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The result from this study shows that Rumah Bahasa runs well. 1) Context, the purpose of Rumah Bahasa according to Rumah Bahasa’s standard operating procedure is to provide Surabaya citizens in learning and speaking foreign languages for free. 2) Input, Rumah Bahasa program is funded by Surabaya City’s Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah or APBD (Annual Local Government Finance Settlement). Program implementer strategically attracts volunteers and participants by promoting Rumah Bahasa through online and offline socializations. 3) Process, Rumah Bahasa runs well in the process proven by the level of participant’s satisfaction and foreign language skill but, based on target groups point of view it has not achieved its goal since the high school and university students been dominating the program. 4) Product, Rumah Bahasa creates foreign language communities. Teaching methods that’s been focused on is practical learning with the native speakers and it helps participants practice their language skill efficiently. It can be concluded that Rumah Bahasa attracts many participants but its lack of facility, specifically class room, and it affects the service given by the implementer. Keywords: Public Service, Foreign Language Skill Training Program, Rumah Bahasa.

Page 83 of 129 | Total Record : 1286