cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Herpes Zoster Thorakalis Sinistra Eddy Tjiahyono; Pintakasari Widyaningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes zoster merupakan salah satu penyakit kulit dikarekan reaktivasi virus Varicella Zoster yang bersifat lokal, lebih tepatnya menginfeksi orang dewasa yang memiliki ciri tipikal yaitu nyeri radikuler, unilateral, dan sekelompok vesikel yang tersebar berdasarkan dermatomal yang inervasinya oleh satu ganglion saraf sensoris. Seorang laki-laki berusia 62 tahun datang dengankeluhan utama muncul plenting-plenting pada daerah kulit dada dan punggung sebelah kiri. Keluhan muncul sejak 2 hari sebelum berobat. Pada pemeriksaan fisik menunjukan papul, vesikel eritematosa multiple yang tersebar pada daerah dermatom yaitu di di daerah thorakalis sinistra.Pasien didiagnosis mengalami herpes zoster thorakalis sinistra. Terapi farmakologi atau medikamentosa yang diberikan pada pasien yaitu asiklovir 5x800 mg, neurobat 2x1 tablet, gabapentin 2x100 mg, dan obat oles campuran krim estesia dan krim gentamisin 2x1. Pasien diedukasi untuk dilarang menggaruk luka pada kulit, menggunakan baju yang longgar dan meresap keringat, minum obat secara rutin, makan makanan bergizi, asupan cairan yang cukup sertaberistirahat dengan cukup.
Glomerulonefritis Akut pada Anak Shintia Febriani; Eko Jaenudin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glomerulonefritis akut pada anak sering ditemukan pada usia 6-7 tahun. Glomerulonefritis pada anak yang paling sering terjadi adalah glomerulonefritis akut pasca infeksi streptokokus. Glomerulonefritis akut pada anak disebabkan oleh bakteri β hemolyticus streptokokus grup A. 470.000 kasus GNAPS per tahun berkembang di seluruh dunia, 97% terjadi di negara berkembang.Gambaran klinis pada glomerulonefritis akut pasca streptokokus adalah edema, hematuria, dan hipertensi yang biasa dikenal sebagai trias klinis klasik. GNAPS sendiri merupakan suatu peradangan pada glomerulus yang secara histopatologi menunjukkan terjadinya proliferasi dan inflamasi glomerulus. GNAPS biasanya diawali dengan faringitis dan pioderma. GNAPS ini terjadi karena suatu reaksi kompleks imun antara antigen dan antibodi didalam darah yang bersirkulasi di kapiler glomerulus. Pada GNAPS endotel kapiler dan membran basalis glomerulus rusak akibat adanya kebocoran pada kapiler glomerulus sehingga menyebabkan hematuria dan proteinuria. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan yaitu pemeriksaan titer ASTO, CRP, pemeriksaan darah lengkap, dan pemeriksaan urinalisis. Tatalaksana non farmakologis meliputi bed rest, dan diet rendah garam. Sedangkan untuk tatalaksana farmakologis meliputi pengobatan simpomatik, dan merujuk ke konsultan ginjal anak. Glomerulonefritis akut adalah penyakit yang dapat dicegah dan dapat disembuhkan. Sistematic review ini dibuat agar dapat dijadikan ringkasan tinjauan terbaru untuk penyakit GNAPS.
Otitis Eksterna Difusa Auricula Dekstra pada Wanita Usia 46 Tahun: Laporan Kasus Yuan Hasnaa Anisah; Sri Hening Rahayu
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis eksterna adalah radang telinga akut maupun kronis pada kanalis auditorius eksternus disebabkan oleh bakteri yang dapat terlokalisir atau difus dan disertai rasa sakit di telinga. Faktor yang mempermudah radang telinga luar ialah perubahan pH di liang telinga yang biasanya normal atau asam menjadi basa, yang memungkinkan proteksi terhadap infeksi menurun. Predisposisi yang lain adalah trauma ringan ketika mengorek telinga. Dalam kasus ini dilaporkan seorang wanita di poliklinik telinga hidung dan tenggorokan Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan, usia 46 tahun mengeluhkan nyeri pada telinga kanan sejak 10 hari yang lalu, nyeri diperberat saat mengunyah makanan, dan keluhan disertai penurunan pendengaran. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan faktor risiko yang berpengaruh pada kasus ini antara lain kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud yang dilakukan setiap hari. Dari pemeriksaan fisik pada telinga sebelah kanan didapatkan nyeri tarik aurikula (+), nyeri tekan tragus (+), meatus akustikus tampak edema dan hiperemi. Diagnosis pada kasus ini adalah otitis eksterna auricula dextra difusa. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.
Seorang Laki-Laki 25 Tahun dengan Dermatitis Venenata Ulina Dwi Ratnaasri; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis venenata atau dermatitis paederus adalah dermatitis iritan yang disebabkan oleh pederin yang dihasilkan oleh kumbang kelana (Paederus). Seorang laki-laki berusia 25 datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. Harjono S Ponorogo dengan keluhan bercak kemerahhan disertai gatal dan perih pada bagian dada yang dirasakan sejak 4 hari yang lalu. Awalnya pasien merasakan perubahan pada kulit bagian dada berupa bercak kemerahan disertai gatal hingga pasien menggaruk secara terus -menerus, lalu timbul plenting kecil berisi cairan serta rasa perih seperti terbakar dan panas. Keluhan ini muncul secara tiba-tiba dan disadari pasien saat bangun tidur. Pasien kemudian didiagnosis dengan Dermatitis Venenataberdasarkan gejala subjektif dan objektif pada pemeriksaan fisik status dermatologis regio thorakalis anterior makula eritematosa, batas jelas, dibeberapa tempat terdapat papul dan vesikel dengan gambaran khas berjajar seperti garis lurus (linier). Dermatitis venenata merupakan salah satu bagian dari dermatitis kontak iritan tipe akut lambat yang biasanya disebakan oleh gigitan, liur, atau bulu serangga yang terbang pada malam hari, dimana gambaran klinis dan gejalanya baru muncul 8 sampai 24 jam atau lebih setelah kontak.
Bayi Laki-Laki Usia 31 Hari dengan Necrotizing Enterocolitis Ayu Ardita Dewi Permatasari; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan penyakit inflamasi gastrointestinal yang umum dan sering terjadi pada bayi prematur (90%) dan (10%) pada bayi lahir cukup bulan (aterm). NEC adalah sindrom nekrosis intestinal akut yang ditandai dengan kerusakan intestinal mulai dari cedera mukosa hingga nekrosis dan perforasi. Gejalanya dapat bervariasi seperti apnea, demam, lesu, distensi abdomen, tinja berdarah, pemberian makan yang buruk dan muntah. Dilaporkan bayi laki-laki berusia 31 haridengan keluhan BAB cair berulang lebih dari 5 kali sehari berwarna kehijauan bersama lendir tanpa darah. Pasien tampak rewel, menangis lemah, sulit menyuusu, kesadaran compos mentis, suhu 36,8° C, nadi 136x/menit, pernapasan 45x/menit, Berat badan 4 kg, dengan abdomen distended, bising usus (+).Pemeriksaan elektrolit didapatkan peningkatan kadar kalium, penurunan kadar natrium dan klorida. Pemeriksaan X-Ray abdomen posisi supine dan LLD( Left Lateral Decubitus) didapatkan gambaran peningkatan udara pada usus. Tatalaksana yang diberikan yaitu rehidrasi cairan, Antibiotik, Dexametason dan Alinamin f. Pasien dipuasakan dan dilakukan dekompresi dengan pemasangan NGT dan darm buise.
Dermatitis Atopik dan Selulitis pada Bayi Berusia 7 Bulan: Laporan Kasus Ayu Gita Rahmawati Setyawan; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit kronik yang bersifat residif disertai rasa gatal yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak yang berhubungan dengan peningkatan kadar igE dalam serum dan riwayat atopik keluarga atau riwayat penderita dermatitis. Komplikasi pada dermatitis atopik dapat disebabkan karena infeksi sekunder, kulit yang mengalami disfungsi barrier menjadi tempat masuk bakteri terutama staphyloccous yang dapat menyebabkan komplikasi salah satunya adalah selulitis. Selulutis merupakan infeksi akut pada kulit yang melibatkan dermis dan jaringan subkutan. Manisfestasi klinis yang muncul pada selulitis adalah gejala prodromal seperti demam,malaise,sakit kepala dan menggigil. Pasien dibawa orang tuanya ke IGD RSUD Dr. Sayidiman Magetan mengeluhkan tungkai kaki kanan anaknya bengkak, merah dan panas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai demam dan mual muntah. Awalnya ±3 minggu yang lalu muncul papul dimulai dari bagian kepala berisi cairan, lesi terdapat pada kepala, perut, tungkai kaki kanan. Pemeriksaan status lokalis didapatkan lesi makula eritematosa berbatas tidak jelas disertai edem pada tungkai kaki kanan pasien, lesi makula eritematosa berbatas tegas disertai skuama dan krusta berwarna kuning kecoklatan pada kepala pasien dan lesi papul-makula dasar eritematosa disertai skuama dan xerosis pada perut. Terapi diberikan antibiotik, kortikosteroid, antipiretik dan topikal kombinasi pelembab emolin, antibiotik, dan kortikosteroid..
Berat Lahir Bayi Lahir Sangat Rendah dengan Asfiksia Sedang Kautsar Prastudia Eko Binuko; Tio Ugantoro
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Masalah yang sering timbul pada BBLR adalah Asfiksia masalah pernapasan kanera paru-paru yang belum matur, masalah pada jantung, perdarahan otak, fungsi hati yang belum sempurna, anemia atau polisitemia, lemak yang sedikit sehingga kesulitan mempertahankan suhu tubuh normal, masalah peneernaan/toleransi minum serta risiko infeksi. Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran prematur. Faktor ibu adalah umur (<20 tahun atau >40 tahun), paritas, dan lain-lain. Faktor plasenta seperti penyakit vaskular, kehamilan ganda, dan lain-lain, serta faktor janin juga merupakan penyebab terjadinya BBLR. Pasien terdiagnosis BBLSR KB SMK dengan permasalahan di sistem pernapasannya oleh kanera infeksi seperti Hyaline Memrane Disease, Bronkhopneumonia danSepsis neonatorum. Continuos Positive Airway Pressure (CPAP) adalah merupakan suatu alat untuk mempertahankan tekanan positif pada saluran napas neonatus selama pernafasan spontan. CPAP merupakan suatu alat yang sederhana dan efektif untuk tatalaksana respiratory distress pada neonatus.
Seorang Laki-Laki Usia 28 Tahun dengan Rinosinusitis Kronis: Laporan Kasus Kurnia Lutfi Fauzia Rahayu; Donny Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang, Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronik pada mukosa hidung dansinus paranasal yang sering terjadi ditandai dengan dua gejala atau lebih, salah satunya harus berupa sumbatan atau obstruksi atau nasal discharge (sekret hidung anterior/posterior) dan dapatdisertai nyeripada wajah dan/atau berkurangnya sensitivitas pembau dan berlangsung >12 minggu. Beberapa penelitian ada beberapa bakteri pathogen yang berkaitan dengan rinosinusitis kronis. Laporan Kasus, seorang pasien laki-laki usia 28 tahun datang ke RSUD Sukoharjo dengankeluhan hidung sebelah kanan merasakan bau busuk yang dirasakan sejak 5 bulan yang lalu. Pasien mengatakan mencium bau busukjarang tetapi memberat 2 hari terakhir dan terus menerus. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada wajahsebelah kanan. Nyeri terutama dirasakan pada saat sujud dan saat pasien kelelahan, keluhan disertai dengan adanya lendir, lendir yang keluar kental berwarna kekuningan dan berbau busuk. Hidung pasien juga terkadang merasa tersumbat dan merasa demam. Pada pemeriksaan fisik rinoskopi anteriordidapatkan mukosa dan konkha hidung kanan hiperemis (+), udem (+), hipertrofi (+) septum deviasi (+),terdapat pus di meatus media dextra, nyeri tekan sinus paranasal ethmoidalis kanan. Pada pemeriksaantambahan Ct-Scan spn sinusitis maksilaris dextra dan ethmoidalis dextra KOM (kompleks osteomeatal) dextra tertutup. Tatalaksana rinosinusitis kronis dengan pembedahan Cald Well- Luc danEthmoidektomi.
Thalasemia Mayor dengan Anemia Gravis Nurwahida Mayrudin; A. Sentot Suropati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia merupakan salah satu dari anemia mikrositik hipokromik yang herediter dengan berbagai mavam derajat keparahan. Dilaporkan, sekitar lima belas juta orang mempunyai presentasi klinis dari Thalasemia di seluruh dunia. Data ini menunjukan Thalasemia merupakan salah satu penyakit turunan terbanyak yang terdapat di seluruh dunia dan menyerang hampir semua golongan etnik. Mortalitas dan morbiditas tidak hanya pada penderita yang tidak diterapi, penderita yangmenerima terapi tetap memiliki risiko mengalami berbagai komplikasi. Kami melaporkan seorang perempuan berusia 21 tahun dengan keluhan lemas, mata berkunang-kunang dan nyeri perut area hipogastric Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6), tekanan darah (TD) 105/63 mmHg, hearth rate (HR) 110x/menit, suhu (T) 36,5°C, respiratory rate (RR) 22x/menit, dan SpO2 95%, konjungtiva anemis (+/+), bibir pucat, Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar eritrosit 1,70 .106/µL, hemoglobin 2,7 g/dL, hematokrit 11%, MCV 64,7 fL, MCH 15,9 pg, MCHC 24,5 g/dL. Dar anamnesis, pemeriksaanfisik kemudian pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis Thalasemia Mayor dengan Anemia Gravis Terapi yang diberikan merupakan terapi suportif dan simptomatis. Pada hari ke delapan perawatan, pasien telah boleh pulang karena kondisinya sedikit membaik.
Asfiksia Sedang dan Hiperbilirubinemia pada Bayi Berat Lahir Cukup Ratna Kumala Luthfi; Fakhri Nofaldi; Isna Nurhayati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatus merupakan kondisi kegagalan napas secara spontan, tidak teratur, dan tidak adekuat yang terjadi setelah bayi lahir. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan hipoksemia, dan hiperkapnia yang disertai asidosis metabolik. Resusitasi neonatus merupakan prosedur yang dilakukan pada bayi baru lahir yang tidak dapat bernapas secara spontan, dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir. Hiperbilirubinemia merupakan keadaan peningkatan kadar bilirubin >5 mg/dL pada darah yang sering ditandai dengan ikterik. By. S, laki-laki, 1 hari, datang ke rumah sakit dengan keluhan tangis merintih, disertai gerak kurang aktif setelah lahir spontan. Berat lahir 3.700 g, panjang badan 49 cm dengan Apgar Score 4/5/6, dan Downe Score 5. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan tampak sakit berat, kesadaran compos mentis, suhu 36,5 ºC, nadi 133x/menit, frekuensi napas 48 x/menit, ballard score 41 (usia gestasi 40 minggu), sianosis pada ekstremitas, retraksi pada intercostal, substernal, dan subcostal, serta ronkhi pada kedua lapang paru. Pemeriksaan Laboratorium menunjukkan limfopenia, peningkatan ratio n/l, dan pada hari ke-2 menunjukkan hiperbilirubin. Pasien didiagnosis BBLC, dengan asfiksia sedang, dan neonatal jaundice. Pasien diberikan terapi berupa pemasangan Continous Positive Airway Pressure (CPAP), dan oksigen, pemberian cairan intravena, antibiotik, serta fototerapi. Asfiksia dapat mengganggu fungsi hepar yang mempengaruhi serum bilirubin, sehingga hipoksemia dapat menyebabkan hiperbilirubinemia.

Page 9 of 54 | Total Record : 532