cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Laporan Kasus : Perdarahan Subaraknoid Akibat Ruptur Aneurisma Intrakranial Ica Justitia; Setyawati Asih Putri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perdarahan subarakhnoid adalah kasus neurologis yang berbahaya dengan onset mendadak dan seringkali tanpa peringatan. Sekitar separuh pasien meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Kasus: Seorang laki-laki, 47 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan tidak sadarkan diri yang diawali nyeri kepala tiba-tiba saat beraktifitas dan disertai muntah 30 menit sebelum masuk rumah sakit. Intensitas nyeri sedang hingga berat, seperti tertekan, dirasakan di seluruh area kepala.Pemeriksaan fisik didapat peningkatan tekanan darah dan kaku kuduk. Tidak ada defisit neurologis lainnya. Hasil pemeriksaan CT-Scan kepala tanpa kontras menunjukkan perdarahan subarakhnoid luas dan hasil CT Angiografi kepala dengan kontras didapatkan aneurisma sakular pada aspek lateral supraclinoid kiri kesan rupture. Pasien didiagnosis perdarahan subarakhnoid et causa rupture aneurisma intracranial. Pasien mendapat terapi untuk mengontrol tekanan intra kranial dan tekanan darah, pencegahan vasospasme, pengawasan komplikasi lainnya seperti hidrosefalus. Untuk mencegah perdarahan berulang, pasien direncanakan tindakan endovaskular coiling. Kesimpulan: Nyeri kepala hebat mendadak yang belum pernah dirasakan sebelumnya adalah gejala tersering pada perdarahan subarakhnoid. Penyebab tersering perdarahan subarakhnoid adalah ruptur aneurisma intrakranial. Konfirmasi diagnosis terutama melalui pencitraan saraf. Tatalaksana terutama bertujuan mencegah perdarahan berulang dan komplikasi lainnya.
Kelumpuhan Wajah Neuron Motorik Bawah (LMN) Et Causa Bell’s Palsy: Laporan Kasus Ayu Rizki Cahyati; Almanda Maulita Izhari; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell’s palsy adalah kelumpuhan perifer yang paling umum dari nervus kranialis ketujuh dengan onset yang cepat dan unilateral. Insidensi Bell’s Palsy mencapai 15-20 kasus per-100.000 penduduk dengan 400.000 kasus baru per tahun. Patofisiologi yang mendasari Bell’s Palsy masih menjadi perdebatan. Etiologinya masih belum jelas. Diabetes, kehamilan, preeklamsia, obesitas, dan hipertensimerupakan factor resiko dari Bell’s Palsy. Lima penyebab hipotesis terjadinya Bell’s Pals, yaitu iskemik vaskuler, herediter, infkamasi, imunolgi dan infeksi yang disebabakan virus maupun bakteri. Penyebab virus lebih banyak diulas sebagai penyebeb penyakit ini. Lapran kasus seorang Wanita berusia 69 tahun datang dengan keluhan wajah merot sebelah kanan, mata kanan tidak dapat ditutup sempurna, dan lidah bagian kanan tidak dapat merasakan rasa asam, asin dan manis. Pada periksaan tanda vital danpemerksaan secara umum dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis inspeksi pada wajah didapatkan tinggi alis, sudut mulut dan otot dahi asimetris. Sudut mulut sebelah kanan lebih rendah dan sudut nasolabial lebih datar pada sisi sebelah kanan. Pada pemeriksaan N. Fasialis (VII) saat bergerak terlihat otot dahi sebelah kanan tertinggal, tinggi alis dan sudut mata sebelah kanan lebih rendah, sudut mulut lebih tertarik kesebelah kiri, dan sudut nasolabial lebih datar pada sisi sebelah kanan. Pada saat pasien memejamkan mata diperoleh mata sebelah kanan lebih lemah atau ditemukan Bell’s Phenomenon (+). Penatalaksanaan diberikan terapi medikamentosa dan non medikamentosa. Prognosis pasien ini adalah bonam.
Seorang Remaja 13 Tahun dengan Hymen Imperforata: Laporan Kasus Dewi Mulyani; P Purnamawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hymen imperforate adalah kelainan yang disebabkan oleh ketidakmampuan selaput dara untuk berkanalisasi selama periode perinatal. Distensi vagina dan uterus yang berisi darah disebut dengan hematocolpos dan hematometra. Hematocolpos menyebabkan munculnya gejala amenore dan nyeri panggul siklik. Laporan Kasus seorang gadis 13 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sejak 12 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan nyeri perut bagian bawah dan nyeri pada kemaluannya sejak 6 bulan terakhir. Nyeri perut dirasakan hilang timbul dan semakin nyeri. Nyeri perut memberat 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasienmengatakan belum menstruasi dan tidak hamil. Pemeriksaan fisik abdomen tampak distended dan tegang. teraba distended pada vesika urinaria dan nyeri tekan suprapubik. Pemeriksaan ginekologi vulva dan vagina tampak hymen menutupi seluruh introitus vagina, warna biru kemerahan, hymen buldging, tidak ada darah. Pemeriksaan Ultrasonografi tampak hematometra dan hematokolpos. Pasien dikateterisasi dan menjalani hymenectomy menggunakan teknik cross insisi pada arah jarum jam 10-4 dan 2-8. Setelah operasi pasien diberikan analgetik dan antibiotik. Pasien melakukan kontrol 1 minggu setelah operasi hymenectomi.
Neonatus Berusia 7 Hari dengan Hiperbilirubinemia Dwi Hanif Mustofa; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah peningkatan kadar bilirubin >5mg/dL yang ditandai oleh munculnya ikterus pada kulit, sklera, dan mukosa akibat akumulasi bilirubin tak terkonjugasi yang berlebihan. Kebanyakan bayi baru lahir ini merupakan fenomena transisional yang normal, tetapi pada beberapa bayi, terjadi peningkatan bilirubin secara berlebihan sehingga berpotensi menjadi toksik dan dapat bermanifestasi klinis ke sekuele neurologis hingga kematian. Dengan demikian setiap bayi yang mengalami kuning perlu dibedakan apakah ikterus yang terjadi merupakan keadaan fisiologis atau patologis. Laporan kasus ini melaporkan sebuah kasus bayi berusia 7 hari yang dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo dengan keluhan tampak kuning. Bayi lahir pada usia kehamilan 37 minggu dan berat badan lahir 2700 gram. Bayi tampak kuning secara mendadak 6 jam sebelum masuk rumah sakit disertai keluhan demam dan malas minum. Ikterus pada bayi mencapai derajat Kramer 4 dengan kadar bilirubin indirect 20,3 mg/dl dan direct 0,7 mg/dl, tatalaksana utama pada pasien ini dengan fototerapi. Intervensi fototerapi dilakukan selama 1×24 jam sambil monitor respon pasien terhadap fototerapi, Setelah selesai fototerapi bayi dilihat secara klinis.
Dermatitis Seboroik dengan Leukemia Myeloidkronik: Laporan Kasus Geofany Hargi Findawan; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit yang penyebabnya diduga oleh Malassezia spp. Keluhan yag muncul pada penderita dermatitis seboroik adalah rasa gatal disertai munculnya skuama berminyak yang dapat ditemukan kulit kepala, lipatan nasolabial, leher, dada, axila, dan pungung. Dermatitis seboroik dapat diperparah dengan adanya kondisi yang menurunkan imunitas tubuh seperti penyakit leukimia myeloid kronik. Dermatitis seborik bersifat kronik residif, sehingga menyebabkan penderita merasa putus asa dalam berobat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsiskan penyakit,perjalanan klinis, dan prognosis. Penelitian ini berbentuk laporan kasus atau case report dari penderita dermatitis seborik dengan riwayat penyakit leukemia myeloid kronik dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian ini menyarakan penggunaan ketoconazole 1-2%, desonide cream 0,05%, pimecrolimus cream 1%, dan sertaconazole cream 2%, karena pada terapi sebelumnya dengan menggunakan ketoconazole dan inerson ointment tidak menunjukkan perbaikan gejala pada pasien. Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang menyerang bagian kulit yang mengandung banyak kelenjar sebasea. Terapi yang dibutuhkan untuk mengatasi dermatitis seboroik adalah antifungal dan antiinflamasi.
Seorang Laki-Laki Usia 52 Tahun dengan Hematemesis-Melena E.C Rptur Varises Esofagus: Laporan Kasus Herdea Syafitri; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varises esofagus adalah distensinya vena submukosa dalam lumen esofagus pada pasien yang mengalami hipertensi vena portal. Sirosis hati paling sering menyebabkan hipertensi portal. 50% pasien sirosis hati akan terbentuk varises esofagus. Penampilan klinis pasien dapat berupa Hematemesis dan Melena. Morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi pada perdarahan saluran cerna bagian atas adalahPerdarahan varises esofagus dibandingkan dengan perdarahan saluran cerna bagian atas lainnya.mortalitas varises esofagus mencapai 30–50% bila tidak di terapi, namun mortalitasnya dapat menurun 20% apabila dilakukan terapi. Maka, Pasien yang dicurigai dengan perdarah varises esofagus memerlukan pemeriksaan standar baku yaitu pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi (EGD), untuk menegakkan diagnostik pasien. Kami melaporkan bahwa seorang pria berusia 52 tahun dengan diagnosis hematemesis dan melena et causa ruptur varises esofagus dengan riwayat sirosis hepatis. Pasien datang dengan keluhan muntah darah disertai BAB hitam. Pemeriksaan fisik didapatkan ascites.Pemeriksaan laboratorium sugestif sirosis didapatkan albumin rendah, rasio AST:ALT >1, peningkatan bilirubin total dan direk, perpanjangan PT dan peningkatan INR. Pemeriksaan EGD didapatkan varises esofagus derajat 3 dan gastropati hipertensi portal. Terapi yang diberikan merupakan terapi suportif dan simtomatis. Keluhan sudah berkurang dan kondisi pasien jauh lebih baik sehingga pasien dipulangkan.
Wanita 48 Tahun dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Laporan Kasus Intan Kusumasari; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan salah satu gangguan Neurologi. Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan gangguan vestibular dimana 17%-20% pasien mengeluh vertigo. Populasi umum prevalensi penderita BPPV yaitu antara 11 sampai 64 per 100.000 (prevalensi 2,4%). Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan gangguan yang terjadi di telinga dalam dengan gejala vertigo posisional yang terjadi secara berulang-ulang dengan tipikal nistagmus paroksimal. Penyakit ini dapat disebabkan baik oleh kanallitiasis ataupun kupulolitiasis dan secara teori dapat mengenai ketiga kanalis semisirkularis, walaupun sangat jarang terkena pada kanalis superior (anterior). Bentuk yang paling sering terjadi adalah bentuk kanal posterior, diikuti bentuk kanal lateral. Diagnosis BPPV dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang meliputi beberapa tes antara lain tes Dix-Hallpike, tes kalori, dan tes Supine Roll. Penatalaksanaan BPPV meliputi non-farmakologis, farmakologis dan operasi. Penatalaksanaan yang sering digunakan adalah non-farmakologis yang meliputi beberapa manuver seperti manuver Epley, manuver Semount, manuver Lempert, forced prolonged position dan Brandt-Daroff exercise.
Psoriasis Vulgaris: Laporan Kasus Lydia Ekaputri Nuroctaviani; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis adalah suatu penyakit inflamasi kulit bersifat kronis residif, dapat mengenai semua umur yang ditandai dengan plak kemerahan yang ditutupi oleh sisik yang tebal berwarna putih keperakan dan berbatas tegas. Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang dengan keluhan bercak merah pada tangan, lengan, badan, kepala, tungkai dan kaki sejak ±10 tahun yang lalu dan hilang timbul. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya plakat eritem, bulat konfluen, multiple skuama kasar, berbatas tegas, generalisata. Pasien didiagnosis dengan psoriasis vulgaris dengan anjuran dilakukan pemeriksaan manipulasi yaitu tes Tetesan Lilin, tes Auzpits dan Fenomena Kobner. Terapi farmakologis yang diberikan yaitu loratadin tablet 10 mg satu kali sehari, metotrexat 2.5 mg tiga kali sehari/minggu, asam folat tablet 1 mg sekali sehari serta campuran urea 10% krim 20, desoxymethasone krim 10, dan betamethasone krim 10 dua kali sehari. Pasien diberikan edukasi mengenai cara perawatan kulit yang sakit, tidak menggaruk lesi.
Kelainan Vaskular Intrakranial pada Perempuan 49 Tahun dengan Suspek Dural Arteriovenosa Fistula (DAVF): Laporan Kasus Mira Fitria Rahmawati; Aulia Hanif; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dural Arteriovenosa Fistula (DAVF) adalah tipe langka dari malformasi vaskular pada intrakranial berupa shunt patologis yang terletak di dalam duramater, dan merupakan koneksi abnormal antara dural dengan vena leptomeningeal (bridging veins), yang berada di antara atau berbatasan dengan duramater. DAVF menyumbang 10% sampai 15% dari malformasi vaskular intrakranial tetapi lebih banyak di fossa posterior (35% dari lesi tersebut). DAVF biasanya ditemui pada orang dewasa paruh baya dengan rata-rata onset pada dekade keenam. Meskipun didominasi wanita, DAVF pada pria lebih cenderung menunjukkan gejala neurologis agresif dengan perdarahan. Manifestasi klinis tergantung lokasi anatomi dan pola drainase vena, gejala klinis dapat berupa injeksi konjungtival, oftalmoplegia, gangguan penglihatan, nyeri retroorbital, gangguan fungsi luhur dan demensia. Dalam kasus ini dilaporkan seorang perempuan 49 tahun yang datang ke Poli Saraf Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan dengan keluhan kedua kaki berat disertai kebas serta gangguan dalam mengerti pembicaraan kemudian diduga SOL dan dicurigai sebagai AVF yang merupakan presentasi langka dari kelainan vaksular di otak. Kami membahas kasus langka ini beserta karakteristik, diagnosis, dan tata laksananya.
Otitis Media Supuratif Kronik Muhjatul Qolbi Nafi'ah; Vivi Nur Fitriana; Donny Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media supuratif kronik merupakan kondisi inflamasi pada telinga bagian tengah disertai perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari liang telinga lebih dari 2 bulan. Prevalensi di dunia yaitu sekitar 65-330 juta orang, terutama di negara berkembang. Penyebab paling sering dari OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.Terdapat dua tipe OMSK, yaitu OMSK tipe benigna (tanpa kolesteatoma) dan tipe maligna (dengan kolesteatoma). Kerusakan fungsi pendengaran merupakan salah satu gejala sisa yang sering terjadi dari otitis media supuratif kronis. Di Indonesia, angka kejadian OMSK masih tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan tatalaksana yang tepat untuk mengatasi OMSK di Indonesia. Tatalaksana yang diberikan berupa pembersihan liang telinga, antibiotik topikal dan sistemik, dan pembedahan.

Page 8 of 54 | Total Record : 532