cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 21 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN WADUK DAYAKAN SEBAGAI OBJEK WISATA KEPURBAKALAAN DI DESA WOTANGGARE KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO AINUR ROKHIM, MOCHAMMAD; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPariwisata merupakan komoditas yang dibutuhkan setiap individu salah satunya untuk mengetahui peninggalan sejarah dan budaya suatu etnik tertentu. Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) oleh pemerintah Jawa Timur dan termasuk pada kawasan C dalam kebijakan pengembangan yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Timur yang berfokus pada pengembangan wisata pantai dan laut,budaya dan alam. Salah satu wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Bojonegoro adalah Waduk Dayakan. Waduk Dayakan merupakan bekas sungai purba yang menyimpan data penemuan fosil terbanyak di Bojonegoro seperti fosil gajah, kerbau, kijang dan benda arkeolog. Waduk Dayakan termasuk ke dalam wisata budaya atau bisa disebut sebagai pariwisata kepurbakalaan. Tujuan penelitian untuk melihat potensi sekitar penemuan fosil dan persepsi masyarakat sekitar mengenai pengembangan pariwisata kepurbakalaan.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan accidental random sampling. Populasi 3275 orang yang tinggal disekitar Waduk Dayakan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi secara terstruktur. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan penghitungan statistik sederhana.Hasil penelitian ini berdasarkan perhitungan Skala Likert dan statistik sederhana menunjukan bahwa sebanyak 72 responden memiliki tingkat cukup terhadap potensi sekitar penemuan fosil dan cukup berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan daya tarik berbagai penemuan fosil. Sebanyak 68 responden memiliki tingkat persepsi tinggi terhadap pengembangan pariwisata yang berarti masyarakat memiliki persepsi yang baik dan mendukung serta berpartisipasi terhadap pengembangan pariwisata kepurbakalaan Waduk Dayakan di Kabupaten Bojonegoro.Kata kunci: persepsi masyarakat, pengembangan, pariwisata, kepurbakalaan
PERSEPSI PENGERAJIN GERABAH TRADISONAL TERHADAP HOME INDUSTRY GERABAH MODERN DI KAMPUNG GERABAH DUSUN PRECET DESA PLUMPUNGREJO KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR RISKI AJI PUTRA, ANANDA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan besar, sehingga Indonesiamemiliki ragam budaya dan jenis pekerjaan yang beraneka ragam. Salah satu contoh yang berada di Jawa Timurtepatnya Dusun Precet Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar semua warganya membuatgerabah untuk meningkatkan perekonomiannya. Kampung Gerabah ini terdapat berbagai macam model pengerajingerabah yaitu gerabah modern (souvenir, guci berukir, vas bunga, dan lain-lain), pengerajin gerabah tradisional(luweng, pot, cobek, dan lain-lain). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengerajin gerabahtradisional terhadap gerabah modern dengan faktor (minat, dukungan, partisipasi, sikap).Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi home industry gerabahyang ada di Dusun Precet, yaitu 200 pengerajin. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 pengerajin dari jumlah populasihome industry gerabah di Dusun Precet. Teknik mengumpulkan sampel yaitu dengan menggunakan teknik accidentalsampling dikarenakan kesulitan peneliti untuk menemui responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 65,7% pengerajin mempunyai minat buruk terhadap gerabahmodern, 51,4% menunjukkan bahwa dukungan dari pemerintah dan keluarga termasuk dalam kategori buruk, 85,7%menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai partisipasi dalam kategori buruk, dan 100% menunjukkan bahwa sikapdari pengerajin gerabah tradisonal terhadap home industry gerabah modern memiliki sikap dalam kategori sedang.Kata Kunci : Persepsi, Pengerajin, Kampung Gerabah, Home Industry.
PERSEPSI PENGERAJIN GERABAH TRADISONAL TERHADAP HOME INDUSTRY GERABAH MODERN DI KAMPUNG GERABAH DUSUN PRECET DESA PLUMPUNGREJO KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR RISKI AJI PUTRA, ANANDA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan besar, sehingga Indonesiamemiliki ragam budaya dan jenis pekerjaan yang beraneka ragam. Salah satu contoh yang berada di Jawa Timurtepatnya Dusun Precet Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar semua warganya membuatgerabah untuk meningkatkan perekonomiannya. Kampung Gerabah ini terdapat berbagai macam model pengerajingerabah yaitu gerabah modern (souvenir, guci berukir, vas bunga, dan lain-lain), pengerajin gerabah tradisional(luweng, pot, cobek, dan lain-lain). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengerajin gerabahtradisional terhadap gerabah modern dengan faktor (minat, dukungan, partisipasi, sikap).Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi home industry gerabahyang ada di Dusun Precet, yaitu 200 pengerajin. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 pengerajin dari jumlah populasihome industry gerabah di Dusun Precet. Teknik mengumpulkan sampel yaitu dengan menggunakan teknik accidentalsampling dikarenakan kesulitan peneliti untuk menemui responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 65,7% pengerajin mempunyai minat buruk terhadap gerabahmodern, 51,4% menunjukkan bahwa dukungan dari pemerintah dan keluarga termasuk dalam kategori buruk, 85,7%menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai partisipasi dalam kategori buruk, dan 100% menunjukkan bahwa sikapdari pengerajin gerabah tradisonal terhadap home industry gerabah modern memiliki sikap dalam kategori sedang.Kata Kunci : Persepsi, Pengerajin, Kampung Gerabah, Home Industry.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT TBC, RUTINITAS BEROBAT DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TBC DI KECAMATAN PABEAN CANTIKAN KOTA SURABAYA WIJI LESTARI, JAYANTI; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Pabean Cantikan memiliki nilai prosentase penyakit TBC tertinggi di Surabaya sebesar 0,263% pada tahun 2015. Kejadian TBC ini dikaji untuk mengetahui pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, tingkat pengetahuan dan kondisi lingkungan terhadap kejadian TBC, manakah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian TBC, serta rutinitas berobat penderita TBC.Jenis penelitian adalah survey menggunakan metode case control dengan menghitung odds ratio. Dilakukan dengan menentukan subyek kasus sebanyak 56 orang pasien positif menderita TBC dan subyek kontrol sebanyak 56 orang yang tidak menderita TBC dengan matching jarak dari Puskesmas Perak Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji chi square untuk mengetahui pengaruh semua variabel terhadap kejadian TBC dan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh, serta analisis deskriptif untuk mengetahui bagaimana rutinitas berobat penderita TBC.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi square, faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TBC adalah pekerjaan dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR = 0,2 , jenis kelamin dengan nilai p = 0,001 dan nilai OR = 4,1, ventilasi dengan nilai p = 0,007 dan nilai OR = 3,2 dan lingkungan dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR = 9,0. Berdasarkan uji regresi logistik berganda variabel yang paling berpengaruh adalah pekerjaan dengan nilai Sig = 0,001 dan OR = 4,747 , rutinitas berobat penderita TBC rata-rata baik, dari 56 pasien, 75% memiliki rutinitas berobat baik dan 25% buruk.Kata kunci : Kejadian TBC, Case Control
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUMAHAN BARU DI DAERAH SAMBIKEREP KOTA SURABAYA BUDIMAN, WAHYU; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan lahan permukiman skala besar ditunjang dengan integrasi dan fasilitas yang baik dilengkapi juga dengan fasilitas perniagaan dan pusat-pusat lainnya menjadi titik awal semakin berkembang pesatnya perumahan real estate baru sampai saat ini di Surabaya Barat. Salah satu dampaknya adalah memberikan perubahan nilai, persepsi publik serta permintaan lahan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial masyarakat, presepsi masyarakat Kelurahan Sambikerep terhadap kehadiran perumahan baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di sekitar daerah perumahan dengan sampel 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa karakteristik sosial masyarakat di daerah sekitar perumahan baru berpendidikan tertinggi pada tingkat SMA/Sederajat sebesar 43,29%, persentase jenis pekerjaan tertinggi sebesar 39,17% sebagai pedagang, berhubungan sosial sedang, berlembaga sosial yang tinggi, memiliki struktur sosial yang baik dan mengalami perubahan sosial sedang. Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya memiliki karakteristik sosial yang seperti di atas menimbulkan berbagai macam persepsi atas perumahan baru yakni rendah apabila masyarakat menolak perumahan baru, sedang apabila masyarakat tidak terpengaruh, dan tinggi apabila masyarakat terpengaruh adanya perumahan baru. Kata Kunci : Transformasi Wilayah, Karakteristik Masyarakat, Presepsi Masyarakat
KETAHANAN PANGAN KELUARGA PRA SEJAHTERA DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO Madika Yonatha, Vandhu; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan cerminan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan merata yang mampudiakses setiap individu sehingga penyerapannya dapat dilakukan secara maksimal demi pencapaian hidup yang sehatdan produktif. Desa Temuireng memiliki produksi padi tertinggi di Kecamatan Dawarblandong yaitu 15.006 kwintal,namun rasio keluarga pra sejahteranya paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan pangankeluarga pra sejahtera Desa Temuireng.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitianini adalah kepala keluarga Desa Temuireng dengan sampel 82 responden. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik skoring menggunakan skalalikert dan untuk indeks ketahanan pangan menggunakan matriks ketahanan pangan dari LIPI.Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sosial keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 47 atau 57,32%. Ketahanan pangan keluarga pra sejahtera Desa Temuireng dalam kategori sedangdengan frekuensi 77 atau 93,90%. Indeks ketahanan pangan keluarga dilihat dari tiga indikator yaitu sumber proteinnabati (tahan pangan), protein hewani (tidak tahan pangan) dan kontinyuitas ketersediaan pangan keluarga (tahanpangan) di Desa Temuireng jika dimasukkan ke dalam matriks ketahanan pangan menurut LIPI termasuk kategorikeluarga kurang tahan pangan.Kata Kunci : Kondisi Sosial, Indeks Ketahanan Pangan, Keluarga Pra Sejahtera
DAMPAK KEBERADAAN TPA RANDEGAN TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN KEDUNDUNG KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO IMANA PUTRI, ALIFAH; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Ranegan yang dulunya lahan kosong ditumbuhi rumput ilalang berdekatan dengan pemukiman warga kelurahan Kedundung. Aktivitas TPA setiap harinya menimbulkan beberapa masalah yakni truk sampah yang melewati rumah warga menimbulkan bising dan bau yang tidak sedap. Setiap hari ada 45 ton sampah yang menumpuk di TPA. Sebagian warga tertanggu atas kegiatan yang dilakukan di TPA tersebut. Dampak tersebut merupakan sebuah masalah yang sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak TPA tersebut terhadap kondisi lingkungan, sosial dan kondisi ekonomi masyarakat kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga kelurahan Kedundung dengan sampel 60 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga sekitar TPA Randegan sudah terbiasa dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau dengan prosentase 25%, terganggu dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau sebesar 18% dan tidak terganggu dengan dengan kondisi lingkungan yang bising dan bau sebesar 17%. Kondisi sosial masyarakat setelah dibangun TPA mengalami perubahan matapencaharian, dulunya petani sekarang menjadi pedagang 15%, sopir 2%, jasa 10%, dan peternakan 8 %. Kondisi ekonomi masyarakat setelah dibangun TPA mengalami fluktuasi pendapatan karena lahan pertanian berkurang, rata-rata pendapatan warga sekitar Rp 1.000.000 ? Rp 2.500.000.Kata kunci: Sampah, Masyarakat, Sosial, Ekonomi, Lingkungan
STRATEGI PENGHIDUPAN PASCA ERUPSI GUNUNG KELUD DESA SUGIHWARAS KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI (STUDI KASUS MASYARAKAT DI DESA SUGIHWARAS) NUR RAHMA, FATIN; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sugihwaras termasuk kedalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Kelud yang pernah mengalamierupsi sehingga menyebabkan kerusakan dan hambatan dalam berbagai bidang. Masyarakat Desa Sugihwarasmenanggapi erupsi Gunung Kelud dengan beradaptasi melakukan penyesuaian untuk pertahanan dan keberlanjutanhidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan strategi penghidupan yangdilakukan oleh masyarakat Desa Sugihwaras pasca erupsi.Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Desa SugihwarasKecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis datamelalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat secara aktif menanggapi erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014yang didukung dengan strategi adaptasi oleh masyarakat yang tercakup kedalam lima modal yaitu modal manusia,modal alam, modal sosial, modal fisik, modal finansial dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Modal manusiamenunjukkan masyarakat memiliki rata-rata pendidikan formal pada tingkat Sekolah Menengah Atas sehinggaberdampak pada pekerjaan yang didapatkan, 2) Modal alam menunjukkan alam dimanfaatkan secara optimal olehmasyarakat dalam mendukung kehidupan, 3) Modal sosial menunjukkan masyarakat memiliki hubungan erat sertapenerapan nilai dan norma masyarakat terjadi serasi, 4) Modal fisik menunjukkan masyarakat sebagian besar memilikirumah yang dibangun secara permanen serta kepemilikan alat komunikasi untuk penyampaian informasi perkembanganstatus Gunung Kelud, 5) Modal finansial menunjukkan masyarakat memiliki tabungan pribadi untuk membangunkembali kerusakan pasca erupsi. Wisata dibangun oleh Perusahaan Daerah Perkebunan di lokasi penelitian, hal inimembuat seluruh wisata yang terdapat di lokasi penelitian merupakan hak milik perusahaan.Kata Kunci : strategi, kapitalisme, masyarakat
TINGKAT KERENTANAN DAN ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KALIANYAR KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN NANDA LESMANA, TRI; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan kerugian baik materil dan non materil, Bencana banjir sering terjadi di Kabupaten Pasuruan dikarenakan meluapnya Sungai Kedunglarangan, salah satunya daerah di Kabupaten Pasuruan yang setiap tahun terjadi banjir yaitu di Kelurahan Kalianyar. Masyarakat Kelurahan Kalianyar melakukan adapatasi untuk tetap bertahan tinggal di daerah rawan bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengenai tingkat kerentanan masyarakat serta adapatasi masyarakat untuk tetap tinggal di daerah rawan banjir.Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, survei dilakukan kepada masyarakat Kelurahan Kalianyar yang tinggal di daerah rawan banjir. Lokasi penelitian Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara kemasyarakat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik analisis diskriptif kuantitatif menggunakan skoring data.Hasil penelitian ini adalah tingkat kerentanan masyarakat pada kategori sedang, dari 4 kerentanan yang diukur memiliki skor total sebesar 9 dari skor maksimal 12. Kerentanan ekonomi memiliki skor 3 kategori tinggi, kerentanan sosial memiliki skor 2 kategori sedang, kerentanan lingkungan terbangun memiliki skor 2 kategori sedang, kerentanan program memiliki skor 2 kategori sedang. Adapatasi masyarakat, sebagian masyarakat meninggikan rumah skor 216, memasang papan penghalang skor 182, membuat tempat khusus untuk menaikan barang skor 238, membuat penyangga dibawah barang elektronik skor 198, membersihan selokan air skor 251 dan kerja bakti membersihkan lingkungan skor 288. Sehingga secara keseluruhan adaptasi yang dilakukan masyarakat diperoleh skor 1.335 dalam kategori kurang baik.Kata Kunci : Banjir, Kerentanan, Adaptasi, Masyarakat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA KELAS XI IPS MAN 2 GRESIK SETYOWATI, DIA; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil observasi awal menunjukkan hasil belajar peserta didik di MAN 2 Gresik rendah, khususnya pada materidinamika kependudukan karena materi tersebut mempunyai banyak sub dan hitungan. Keterampilan berpikir danpemecahan masalah diperlukan dalam proses pembelajaran agar materi tersebut dapat dipahami dengan baik. Modelpembelajaran yang cocok adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Model tersebut dapat meningkatkanpemahaman peserta didik sehingga hasil belajarnya akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikanketerlaksanaan hasil observasi guru dan peserta didik dan perbedaan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimendengan kelas kontrol.Subjek penelitian menggunakan kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelaskontrol. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah QuasiExperimental Design. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan instrumen tes dan teknik analisisdata dengan uji prasyarat yaitu uji Normalitas dan uji Homogenitas serta menggunakan uji Independent Sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan sangat baik, aktivitas gurudan peserta didik setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2) Ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelaseksperimen dengan kelas kontrol, dengan nilai p = 0,000 < ? (0,05). Hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggidibandingkan dengan kelas kontrol, hal ini dikarenakan adanya perbedaan perlakuan.Kata Kunci : PBL, Hasil Belajar, Dinamika Kependudukan.

Page 2 of 3 | Total Record : 21