cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN TENTANG HOME INDUSTRY MANIK - MANIK KACA DI DESA PLUMBON GAMBANG KECAMATAN GUDO KABUPATEN JOMBANG FITRIA NINGSIH, WAHYU
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industrialisasi merupakan salah satu tahap perkembangan ekonomi yang dianggap penting untuk mempercepat perkembangan ekonomi suatu bangsa. Berkembangnya industri kecil dan industri rumah tangga (home industry) menunjukkan arti pentingnya peranan manusia dalam memanfaatkan lingkungannya. Home industry manik – manik kaca di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang yang mana bahan baku awalnya berupa kaca bekas yang diubah menjadi manik – manik kaca. Permasalahan yang dihadapi para pengrajin disini adalah penurunan produksi tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang menyebabkan penurunan produksi dan bagaimana peran pemerintah menanggapi keberadaan home industry manik – manik kaca selama ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Lokasi penelitian adalah Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Sampel populasinya dalam penelitian ini sebanyak 60 pengrajin. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah crosstab dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi penurunan produksi home industry manik – manik kaca adalah bahan baku. Pemasaran juga berpengaruh apabila tingkat kesalahannya sebesar 10%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada peran pemerintah sama sekali terhadap keberadaan home industry manik – manik kaca selama ini. Kata Kunci : Home industry, faktor - faktor industri, penurunan produksi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, PENDIDIKAN, DAN PENDAPATAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PUS (PASANGAN USIA SUBUR) MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN TRI WAHYUNI, ENDANG
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Takeran merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magetan. Pemilihan daerah penelitian didasarkan karena kecamatan ini merupakan daerah yang pencapaian KB aktifnya paling rendah dan belum mencapai target sebesar 70% yang sudah ditetapkan pemerintah. Prevalensi KB di Kecamatan Takeran itu sendiri adalah sebesar 67,69%, keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) dihubungkan dengan beberapa faktor, diantaranya tingkat pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan dengan keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) menjadi akseptor keluarga berencana di Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu total pasangan usia subur yang ada di Desa Kuwonharjo, Kepuhrejo, dan Takeran. Penentuan pemilihan lokasi penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara berpedoman kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan program SPSS versi 16. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan menggunakan uji chi square, sedangkan untuk mengetahui faktor atau variabel yang paling signifikan menggunakan regresi logistic berganda. Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan bahwa di Kecamatan Takeran tingkat pengetahuan p = 0,000, pendidikan p = 0,012, dan pendapatan p = 0,014. Tingkat pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan di Kecamatan Takeran memiliki hubungan yang signifikan dengan keikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor keluarga berencana karena p < α yang mana nilai α adalah sebesar 0,05. Berdasarkan uji regresi logistic berganda faktor yang memiliki hubungan paling signifikan dengan keikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor keluarga berencana di Kecamatan Takeran adalah tingkat pengetahuan dengan nilai p = 0,002. Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, pendidikan, pendapatan, Keluarga Berencana
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI BAGI PEKERJA YANG MELAKUKAN MOBILITAS HARIAN UNTUK BEKERJA DI CENTRAL BUSINESS DISTRICT (CBD) KOTA KECAMATAN SIDOARJO AZHARULY, YORDAN
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Sidoarjo berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan menjadi daerah strategis karena menjadi penghubung antara Surabaya dan Malang selain itu termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusilo. Berkembangnya suatu wilayah akan membuat semakin padat daerah tersebut karena menjadi pusat suatu kegiatan. Central Business District (CBD) atau daerah pusat kegiatan di Kabupaten Sidoarjo yaitu terletak di Kota Kecamatan Sidoarjo, daerah yang menjadi tujuan para pekerja yang melakukan mobilitas sirkuler atau ulang-alik untuk bekerja setiap harinya. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui 1) daerah asal dan penggunaan moda transportasi pekerja yang melakukan mobilitas harian untuk bekerja di CBD Kota Kecamatan Sidoarjo. 2) Karakteristik pekerja pada pemilihan moda transportasi dalam melakukan mobilitas harian untuk bekerja di CBD Kota Kecamatan Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah pekerja yang berasal dari luar Kota Kecamatan Sidoarjo. Pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan rumus dari Isac Mithel tentang sampel dari populasi yang tidak diketahi dan didapat 57 sampel penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang melakukan mobilitas sirkuler atau ulang alik untuk bekerja di CBD Kota Kecamatan Sidoarjo berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Sepeda motor merupakan moda transportasi paling diminati yakni terdapat 41 pekerja dari 57 sampel. Pengguna transportasi umum masih sedikit yakni 11 pekerja dari 57 sampel. Karakteristik pekerja dari hasil penelitian menunjukkan 42 pekerja termasuk kategori “sedang” dan 15 pekerja termasuk kategori “tinggi”, artinya pekerja dengan hasil “sedang” masih berpotensi untuk dapat pindah menggunakan moda transportasi umum apabila keadaan transportasi umum tersebut dikelola dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan pekerja. Kata kunci : Central Business District, mobilitas sirkuler, karakteristik pekerja
KAJIAN MIGRASI INTERNASIONAL DI DESA SUMURBER KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK KHUSNAH, ALIMATUL
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Desa Sumurber Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik merupakan desa yang mempunyai jumlah TKI sebanyak 751 penduduk. Alasan penduduk Desa Sumurber memilih bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia atau Arab Saudi karena faktor ekonomi, pendapatan yang minim di desa, dan pendidikan, mereka beranggapan bahwa pendapatan di Malaysia atau Arab Saudi lebih banyak dibandingkan pendapatan mereka yang hanya bekerja di daerahnya sendiri. Kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada di daerah asalnya juga mempengaruhi penduduk Desa Sumurber lebih memilih bekerja sebagai TKI yang diyakini dapat menjamin kesejahteraan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor pendorong yang menjadi pertimbangan penduduk Desa Sumurber memilih sebagai TKI 2) faktor penarik penduduk Desa Sumurber memilih Negara Malaysia dan Arab Saudi sebagai daerah tujuan 3) faktor besarnya remitan yang dikirimkan oleh migran untuk keluarganya yang ada di Desa Sumurber.                 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan cara pengamatan dan menghimpun fakta berdasarkan variabel dan dipaparkan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Sumurber yang keluarganya bekerja sebagai TKI, dimana jumlah TKI yang ada di Desa Sumurber berjumlah 751 orang. Pengambilan sampel yang digunakan sebanyak 100 responden dengan penghitungan besarnya sampel menggunakan rumus Formula Slovin dengan cara sistematis sampling, penelitian dilakukan dilakukan dengan keluarga TKI di Desa Sumurber sebagai responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif (dalam bentuk persentase) dari hasil uji Chi-Square. Data untuk mengetahui faktor pendorong dan penarik, dan faktor besarnya remitan yang dikirimkan adalah dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil penelitian ini, faktor pendorong yang paling berpengaruh yang menyebabkan penduduk Desa Sumurber menjadi TKI adalah karena faktor ekonomi, sebanyak 92 orang atau 92%. Faktor penarik yang berpengaruh penduduk Desa Sumurber memilih Malaysia dan Arab Saudi karena dipengaruhi oleh pendapatan, hasil perhitungan Chi-Square diketahui bahwa p < α (0,012 < 0,05). Faktor yang berpengaruh besarnya remitan yang dikirimkan TKI adalah faktor pendapatan dan lama merantau TKI,  hasil perhitungan Chi-Square pendapatan diketahui bahwa p < α (0,000 < 0,05) dan faktor lama merantau perhitungan Chi-Square diketahui bahwa p < α (0,000 < 0,05). Kata Kunci           : Migrasi Internasional, TKI, Remitan
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH ANAK TERHADAP KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA (KB) DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG MIFTACHUR ROCHMAH, ULFA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pencapaian akseptor  Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Gondang masih kurang optimal bila dilihat dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang jumlahnya terus meningkat yang tidak diimbangi dengan jumlah akseptor KB yang seharusnya juga terus meningkat, akan tetapi kenyataan di lapangan terus menurun bila dilihat dari nilai prevalensi yang semakin menurun setiap tahunnya dan di bawah rata-rata pada tahun 2014 yaitu sebesar 59%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pengetahuan, pendapatan, jumlah anak dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keikutsertaan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study yaitu peneliti melakukan observasi faktor resiko dan efek pada saat yang sama dan hanya satu kali saja yang diukur menurut keadaan pada saat observasi di 20 desa di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung dengan populasi seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) yang berstatus kawin dengan jumlah 12.550 jiwa yang tersebar di seluruh desa dan untuk sampel sebanyak 100 responden yang tersebar di seluruh desa yang ditentukan dengan perhitungan proporsional sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan Uji Chi Square dan Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian dengan uji Chi Square, variabel tingkat pendidikan (p = 0,006) dengan Odd Ratio (OR) sebesar 4,04, pengetahuan (p = 0,000) dengan Odd Ratio (OR) sebesar 9,56 dan jumlah anak (p = 0,001) dengan Odd Ratio (OR) sebesar 6,56 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keikutsertaan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian dari Regresi Logistik Berganda  variabel yang berpengaruh adalah variabel pengetahuan dengan nilai (Sig. = 0,000) dan variabel jumlah anak dengan nilai (Sig. = 0,039). Variabel yang tidak ada pengaruh adalah tingkat pendidikan dengan (Sig. = 0,179) dan variabel pendapatan dengan (Sig. = 0,981). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, pengetahuan responden tentang KB dan jumlah anak dimiliki dapat mempengaruhi keikutsertaan Keluarga Berencana (KB). Kata kunci : KB, tingkat pendidikan, pengetahuan, pendapatan, jumlah anak. Abstract The achievement of Keluarga Berencana (KB) acceptors in the Gondang Sub-District are still lower when viewed from the number of Pasangan Usia Subur (PUS) have increased that are not matched  by the number of KB acceptors which should also continue increase, but the reality on the field continues to decline viewed from the prevalence value which  declining every year and below the average in 2014, in the amount of 59%. The research purpose to analyze the influence of education, knowledge, income, number of children and the factors that most influence to the participation of Keluarga Berencana (KB) in the Gondang Sub-District Tulungagung District.The type of research is analytic survey with cross sectional study that is the researcher conducted observation of risk factors and effects at the same time and only one time which is measured according to the circumstances at the time of observation in 20 villages in the Gondang Sub-District Tulungagung District with the population of all Pasangan Usia Subur (PUS) who is married with the number of 12,550 people spread throughout the village and for the sample is 100 respondents spread throughout the village which was determined by calculating proportional sampling. Data analysis technique used Chi Square Test and Binary Logistic. The results with the chi square test, educational level variable (p = 0.006) with Odd Ratio (OR) of 4.04, knowledge (p = 0.000) with Odd Ratio (OR) of 9.56 and the number of children (p = 0.001) with Odd Ratio (OR) of 6.56 has significant impact on the participation of Keluarga Berencana (KB) in the Gondang Sub-District Tulungagung District. The results of  the Binary Logistic, variable that influence the knowledge variable with a value (Sig. = 0.000) and number of children variable with a value (Sig. = 0.039). Variable which has no effect is the education level (Sig. = 0.179) and income variable (Sig. = 0.981). Can be concluded that the level of education, knowledge about KB and the number of children can influence the participation of Keluarga Berencana (KB). Keywords: KB, education level, knowledge, income, number of children
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI KABUPATEN MAGETAN MIYATUN,
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industri kerajinan kulit merupakan industri unggulan di Kabupaten Magetan. Daerah yang memiliki produk serupa yaitu Bogor, Sidoarjo, dan Mojokerto. Adanya persaingan perdagangan bebas dan krisis membuat para pengusaha menyiapkan strategi dan mempertahankan faktor-faktor pendukung industri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan strategi apa saja yang mendukung eksistensi industri kerajinan kulit sehingga masih bertahan meskipun banyak yang menjual produk serupa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey, daerah penelitiannya adalah Kelurahan Selosari, Kelurahan Magetan, Kelurahan Candirejo, Kelurahan Cepoko, Kelurahan Mojopurno, dan Kelurahan Balegondo. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 pengusaha kerajinan kulit. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif prosentase dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku yang digunakan mayoritas berasal dari kecamatan sendiri yaitu 75,82% sehingga sangat mendukung eksistensi industri kerajinan kulit. Tenaga kerja mayoritas berasal dari dalam desa yaitu 61,5%. Jumlah hasil produksi mayoritas berjumlah 501-971(pasang/biji)  atau 38,46%. Daerah pemasaran cukup mendukung eksistensi industri mayoritas sudah mencapai luar Jawa atau 54,94%,   dikarenakan selain dipasarkan di Kabupaten Magetan sendiri, banyak permintaan yang berasal dari luar provinsi dan luar Jawa. Strategi pemasaran yang digunakan oleh pengusaha yaitu tetap menerima pesanan meskipun hanya satu pasang dan dengan model apapun, produknya tidak dijual massal namun ditekankan pada eceran, bekerjasama dengan Balai Pengembangan Persepatuan Indonesia (BPPI) untuk mengatasi masalah persaingan produk dengan daerah lain, melakukan promosi lewat brosur dan katalog yang dititipkan pada biro-biro perjalanan serta di media online dan rekan bisnis. Peran pemerintah sudah cukup baik dengan memberikan bantuan modal maupun peralatan proses produksi serta pelatihan membuat pola dan desain produk kerajinan kulit di Kabupaten Magetan. Kata Kunci : Kerajinan Kulit, eksistensi industri. Abstract Leather craft industry is the leading industry in Magetan. The areas that have a similar product are Bogor, Sidoarjo and Mojokerto. The exixtence of free trade competition and economic crisis makes entrepreneurs prepare a strategy and maintain the supporting factors to face in AEC(Asean Economic Community). The study aims to determine the factors and strategies that effect the existence of the leather industry that still survive although there are many sellers. Desain of this was survey research, of the research, safety of this research was Selosari village, Magetan village, Candirejo village, Cepoko village, mojopurno village and Balegondo village. The number of samples in this study was 90 businessman of  leather craft. The data acculated using interviews and observations, and analysed by using quantitative descriptive percentages and descriptive analysis. The results showed that the  majority of  the raw materials used in district itself which is 75,82% so strongly supported the existence of the leather industry. 61,5% original labor mostly from the villages. Total production was 501-971 majority (pairs/seed) or 38,46%. Marketing area was sufficient to support the existence of a majority of the industry that reached the outer or 54,94% it was marketed in Magetan not only, but also other province and outside Java. Employers still accepted orders even through only one pair and with any capital, the mass production was not sold but the focus on retail, in cooperation with Indonesian Footwear Development problems with the products of the regions, promotion through brocures and catalogs are deposite on travel agencies as well as through besiness associates. The role of government is good enough to provide capital assistance and production process equipment as well as training patterns and design leather products. Keywords: Leather Craft, the Existance of Industry.
PENGEMBANGAN BUKU MINI GEOGRAFI SEBAGAI BAHAN AJAR PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK SISWA KELAS XI IPS DI SMAN 11 SURABAYA VIRNIA APRILIA, VIRLY
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMAN 11 Surabaya adalah kurangnya minat baca siswa terhadap mata pelajaran Geografi. Hal ini dikarenakan guru Geografi jarang menggunakan buku paket maupun LKS dalam kegiatan belajar. Banyak siswa yang tidak membawa buku paket ke sekolah karena berat dan jarang digunakan, serta tampilan buku yang tidak memuat gambar berwarna menyebabkan siswa malas membaca, maka peneliti mengembangkan bahan ajar berupa buku mini Geografi yang lebih menarik dengan desain full colour. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kelayakan buku mini Geografi menurut penilaian para ahli. 2) Perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan buku mini Geografi dengan siswa yang tidak menggunakan buku mini Geografi. 3) Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku mini Geografi. 4) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku mini Geografi. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D), dengan model pengembangan Define, Design, Develop, Disseminate (4D) namun tidak sampai pada tahap Disseminate. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, observasi, dan tes. Teknik analisis data meliputi analisis butir soal, analisis reliabilitas soal, analisis perbandingan hasil belajar menggunakan uji t, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar observasi aktivitas guru. Data angket maupun validasi yang dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, Hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji t-test menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Hasil validasi buku mini Geografi memperoleh kelayakan dari ahli media sebesar 85,33%, kelayakan dari ahli materi sebesar 83,47%, kelayakan materi dari guru Geografi sebesar 89,56%. 2) Kelas eksperimen mendapat rata-rata postest sebesar 83,08% dan kelas kontrol mendapat rata-rata postest sebesar 75. Berdasarkan hasil perhitungan independent sample t-test diperoleh Sig (2-tailed) 0,034 pada hasil postest kedua kelas tersebut, menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan dan tidak menggunakan buku mini Geografi. 3) Aktivitas siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dengan presentase sebesar 97,77%. 4) Aktivitas guru pada kelas eksperimen juga mengalami peningkata pada setiap pertemuan dengan presentase sebesar 98,33%. Kata Kunci : Buku Mini Geografi, Kelayakan, Hasil Belajar, Aktivitas Siswa, Aktivitas Guru.   The lack of reading interest, especially on the subject of Geography, has become a problem among the students of SMAN 11 Surabaya. Because of that the Geography teachers rarely use either textbooks or student work sheets in the learning process. A lot of students are reluctant to bring their textbooks to school because the books are heavy and rarely used in class, the uninteresting design of the books without colored images also contributes to the students’ disinterest in reading the materials. Therefore, the writer develops an instructional medium in the form of mini Geography book. This book is considered to be more interesting than any other textbooks due to its colorful design. The purposes of this study are to find out : 1) The properness of the mini Geography book according to the experts’ argument. 2) The comparison between the students who use the mini Geography book and those who do not. 3) The student activity in the learning process with the mini Geography book. 4) The teacher activity in the learning process with the mini Geography book. This study used Research and Development (R&D) method with Define, Design, Develop, and Disseminate (4-D) model development. However, the writer only used the first three stages of the 4-D model development. This is a study using Quarsi-Experimental Design with the research design namely Nonequivalent Control Group Design. The data of this study were collected using interviews, questionnaires, observations, and tests. The data analysis techniques were analysis, reliability analysis, comparisons of learning outcomes analysis using T-test, field observations on the student activity, and field observations on the teacher activity. The data of learning outcomes were obtained from pretest and posttest. Likert scale was used to determine the validity of the questionnaire data. The students’ learning outcomes were analyzed using T-test with SPSS 16 program. The findings of this study suggest wthat: 1) The validation result indicated that the mini Geography book was proper according to the experts on instructional media with the value of 85.33%, 83.47% on instructional material and 89,56% on instructional material from Geography teacher. 2) The experiment class gained the average score of 83.08% while the control class was 75% sin postest. The result of independent sample t-test showed the significance value (2-tailed) of 0.034 in the second posttest. This means that there is a difference between the learning outcomes of the class using the mini Geography book and the class that did not. 3) The student activity of the experiment class increased by 97.77%. (4) The teacher activity of the experiment class also increased by 98.33%. Key Words : Mini Geography Book, Properness, Learning Outcomes, Student Activity, Teacher Activity
EVALUASI PERKEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MADIUN ALBAB, ULUL
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                    Perkembangan Kota Madiun menyebabkan lahan terbangun di wilayah ini cenderung meningkat. Sebaliknya pertambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tiap tahunnya sangat lambat. Tahun 2015 luas RTH hanya sebesar 19,418 %. Hal ini akan memperlambat Kota Madiun mencapai RTH minimal 30% dari luas kota. Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) perubahan RTH di Kota Madiun dari tahun 2011-2015, 2) kesesuaian RTH di Kota Madiun berdasarkan RTRW Kota Madiun tahun 2011.                    Lokasi penelitian berada pada wilayah Kota Madiun yang meliputi Kecamatan Taman, Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Manguharjo. Jenis penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan literatur. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif prosentase dan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk mengolah peta Google Earth.                    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RTH di Kota Madiun belum memenuhi standar kecukupan RTH berdasarkan Peraturan Menteri PU No.05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan karena luas RTH Kota Madiun sampai tahun 2015 hanya 19,418 %. Perkembangan RTH tiap tahun di Kota Madiun sangat lambat dari tahun 2011-2015. Pertambahan RTH tiap tahunnya dari tahun 2011-2015 berturut-turut adalah 0,93%, 0%, 0,15%, 0,31%, sedangkan berdasar peta pola ruang Kota Madiun tahun 2010-2030 dalam RTRW Kota, luas RTH diproyeksikan hanya mencapai 3,8 km² sedangkan pada tahun 2015 luas RTH di Kota Madiun sudah mencapai 5,71 km² untuk RTH publik sedangkan RTH privat seluas 0,74 km². Hal ini berarti RTH sudah sangat sesuai dengan peta pola ruang di dalam RTRW Kota tetapi belum memenuhi syarat luas RTH minimal 30% dari luas Kota Madiun. Mengingat kebutuhan minimal RTH minimal 30% dari luas kota maka perkembangan RTH yang tiap tahunnya kurang dari 1% akan menghambat tercapainya luas RTH 30% pada tahun 2030. Kata Kunci: Perkembangan Wilayah, Ruang Terbuka Hijau.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATERI MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAM KELAS X DI SMAN 16 SURABAYA TRI FADZILLAH, RIZA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran geografi yang terjadi di SMAN 16 Surabaya,menunjukkan bahwa keaktifan siswa di kelas X saat pembelajaran geografi masih kurang, serta hasil belajar  sebagian besar siswa masih banyak yang dibawah KKM. Oleh karena itu diperlukan suatu cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan cara mengembangkan LKS dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini memiliki tujuan : (1) mengetahui kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam kelas X di SMAN 16 Surabaya, (2) mengetahui aktivitas siswa setelah menggunaan  Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasisContextual Teaching and Learning (CTL), (3) mengetahui aktivitas guru setelah menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), (4) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan dan model pengembangan menggunakan 4-D. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 6 sebagai kelas eksperimen, dan kelas X MIA 7 sebagai kelas kontrol di SMAN 16 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, lembar validasi, angket keaktifan siswa, pretest postest, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) LKS berbasis CTL layak digunakan dalam pembelajaran, dengan penilaian ahli media sebesar 78,82%, ahli materi sebesar 85,71%, penilaian perangkat pembelajaran oleh guru geogarfi sebesar 90,76% dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 85,09% maka termasuk kriteria sangat layak. (2) Dengan menggunakan uji independent Sample t-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikasi antara kelas X MIA 6 (eksperimen) dan kelas X MIA 7 (kontrol). Hasil belajar siswa menggunakan LKS berbasis CTL lebih baik daripada pembelajaran tanpa menggunakan LKS berbasis CTL. Sedangkan ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen sebesar 86,66% bila dibandingkan kelas kontrol sebesar 50%. (3) Hasil analisis aktivitas siswa dikelas eksperimen selama menggunakan LKS berbasis CTL mampu membuat siswa aktif daripada dikelas kontrol yang tidak menggunakan LKS berbasis CTL. (4) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran dikelas eksperimen sangat baik, kemampuan guru selama mengajar dikelas juga baik. Kata kunci : Pengembangan LKS Berbasis CTL, Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam.   Geography learning activities that occur at SMAN 16 Surabaya, shows that active students in class X when learning geography is still lack, as well as learning outcomes most students are still much below the KKM. Therefore we need a proper way to solve the above problems is to develop LKS approach Contextual Teaching and Learning (CTL). The purpose of this study was: (1) know the feasibility of Student Worksheet (LKS) based Contextual Teaching and Learning (CTL) on the material mitigation and adaptation of natural disasters Class X SMAN 16 Surabaya, (2) determine the activities of students after uses Student Worksheet ( LKS) based Contextual Teaching and learning (CTL), (3) determine the activities of teachers after using student Worksheet (LKS) based Contextual Teaching and learning (CTL), (4) determine student learning outcomes after using student Worksheet (LKS) is based Contextual Teaching and Learning (CTL). This research is research and development and model development using 4-D. Subjects in this study were students of class X MIA 6 as an experimental class, and the class X MIA 7 as the control class in SMAN 16 Surabaya. Data were collected by interview, validation sheet, student activity questionnaire, pretest posttest, and observation. The results showed that (1) LKS-based CTL eligible for use in learning, the media expert assessment by 78.82%, amounting to 85.71% of matter expert, the assessment of learning by teachers geogarfi of 90.76% with an average value of a feasibility amounting to 85.09%, it included a very decent criteria. (2) By using the independent test Sample t-test showed that there is a significance difference between class X MIA 6 (experiment) and class X MIA 7 (control). The results of student learning using CTL-based LKS is better than learning without the use of CTL-based worksheets. While the experimental class classical completeness of 86.66% when compared to control class by 50%. (3) The results of the analysis of activity of students during class experiment using CTL-based LKS makes the students active than the control class that does not use a CTL-based worksheets. (4) Activity of teachers in learning activities in class is very good experiment, the ability of a teacher for teaching in class is also good. Keywords: LKS-Based Development CTL, Mitigation and Adaptation of Natural Disaster.
PENGARUH KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DAN PERILAKU 3M PLUS TERHADAP  KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI ANGGRAINI, ANISA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita penyakit DBD sebelumnya. Penyakit DBD termasuk penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan menimbulkan wabah. Keadaan yang erat kaitannya dengan tersebar luasnya virus dengue yaitu kurangnya kepedulian masyarakat terhadap usaha-usaha kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya. Pencegahan penyakit DBD ataupun untuk penyembuhannya hingga saat ini belum ada vaksin, dengan demikian pengendalian DBD akan lebih efektif bila dilakukan dengan pemberantasan sumber larva yaitu dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan kebersihan 3M plus yaitu menguras, menutup, dan mengubur serta plus berantas jentik hindari gigitan nyamuk. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, peningkatan jumlah kasus DBD di Kecamatan Purwoharjo terjadi pada tahun 2012 ke tahun 2013 sebesar 72% dan pada tahun 2014 ke tahun 2015 sebesar 65%. Peningkatan jumlah kasus DBD di Kecamatan Purwoharjo kemungkinan salah satu faktor adalah adanya ban bekas yang digunakan untuk menopang tanaman buah naga yang dapat menampung air untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) pengaruh kondisi sanitasi lingkungan, 2) pengaruh perilaku masyarakat dalam 3M plus, dan 3) mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan rancangan survei case control, yaitu pada setiap kasus DBD dicarikan control, yaitu responden yang tidak sakit atau terjangkit demam berdarah dengue. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Purwoharjo di Kabupaten Banyuwangi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel responden dari data bulan Pebruari hingga April tahun 2016 sejumlah 59 kasus. Teknik analisis data dengan menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sanitasi lingkungan = 13,701 dengan (p=0,000 < α=0,05), dan perilaku 3M plus = 23,105 dengan (p=0,000 < α=0,05). Hasil menggunakan uji regresi logistik berganda secara bersama-sama diketahui bahwa faktor yang tetap memberikan pengaruh yang signifikan adalah faktor perilaku masyarakat terhadap sumber genangan air di kebun (p=0,000 < α=0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) = 0,122. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue , sanitasi lingkungan, perilaku 3M plus     Abstract  Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infection disease caused by dengue virus that spreads through the bite of female mosquito Aedes aegypti and Aedes albopictus infected by dengue virus from sufferer of dengue before. Dengue fever is dangerous disease that cause death in a short time and epidemy. The condition that closely related to the spread of dengue virus is the less attention of public toward sanitation of their house and surround. Till now, lack of vaccine for prevention or recuperation of dengue, thus to control dengue fever more effectively is to terminating the source of larva with program PSN is mosquito breeding termination by sanitary movement of 3M plus (drain, close, and bury also terminates larva to avoid mosquito bite). Based on data of Health Office of Banyuwangi, the increasing number of dengue fever cases in Purwoharjo from 2012 to 2013 was 72% and 65% from 2014 to 2015. The increasing of dengue fever may be caused by tire waste used to support dragon fruit that can collect water for breeding of Aedes aegypti. This research aimed to analyze 1) the effect of environment sanitation condition, 2) the effect of public behavior for 3M plus, and 3) know the most affected factor toward dengue fever cases in Purwoharjo, Banyuwangi. The design this research is analytic survey using case control survey, that’s in each case the responden of dengue sufferer got control, that’s respondent uncontaminated dengue fever. The location was Purwoharjo Banyuwangi and it was chosen by using purposive sampling technique. The sampling of respondents was conducted from February to April 2016 was 59 cases. Data analysis technique used chi square test and multiple logistic regression test. The analysis result of chi square test shows significant effect, for environment sanitation condition is 13.701 with (p=0,000< α=0.05) and for 3M plus behavior is 23.105 with (p=0.000< α=0.05). Result of using multiple logistic regression test together known that factor which always gives effect significantly is public behavior toward water puddle in the garden by (p=0.000< α=0.05) with Odds Ratio (OR) = 0,122. Keywords: Dengue fever, environment sanitation, 3M Plus behavior.