cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
STUDI TENTANG KEBERHASILAN RELOKASI PASAR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN DI DEPO PEMASARAN IKAN (DPI) LINGKAR TIMUR KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS TENTANG KEBERHASILAN RELOKASI PASAR DI DEPO PEMASARAN IKAN LINGKAR TIMUR) ZHERLYNDAWATI SARTONO, ARDHIEZA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDepo Pemasaran Ikan (DPI) merupakan pasar salah satu pasar dari Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo. Keberhasilan DPI ini merupakan strategi taktis dari pada langkah dinas pemerintah dan Kabupaten Sidoarjo, dimana relokasi ini membawa dampak positif bagi para pedagang khususnya dan pertumbuhan ekonomi di sidoarjo umumnya. Relokasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini juga menjadi transeter bagi wilayah lain khususnya di provinsi Jawa Timur (Jatim) karena depo pemasaran ikan hanya ada di sidoarjo dan satu-satu nya di jatim. Alasan relokasi adalah dengan adanya lahan yang lebih luas, fasilitas lengkap, dan pengelolaan pasar yang tertata. Peneliti tertarik untuk mengetahui keberhasilan relokasi depo pemasaran ikan di Sidoarjo. Tujuan dari peneliti ini untuk mengetahui faktor apasaja yang menyebabkan keberhasilan pasar sehingga menjadi acuan daripada pasar-pasar yang lain.Jenis penelitian ini adalah kualitatifdengan menggunakan metode studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan subyek dari penelitian ini adalah pedagang pasar ikan di DPI. Obyek dalam penelitian ini adalah kondisi sosial pedagang ikan dan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah direlokasi.Keberhasilan dari relokasi adalah inovasi pengelola yang kreatif diantaranya membranding pasar baru ini dengan kegiatan lomba-lomba seperti lomba kicau burung dan lomba mancing yang rutin diadakan setiap minggu tiga kali disetiap-tiap lomba, semakin terjalinnya hubungan sosial terhadap pedagang yang berjualan di DPI dibandingkan saat berjualan di tempat yang lama, hal ini terjadi karena adanya stabilitas pembeli yang terus terjalin. Relokasi juga mengakibatkan keberhasilan pada kondisi ekonomi, dimana para pedagang mengalami kenaikan pendapatan per harinya, salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan yaitu jumlah pembeli yang semakin banyak dan merasa nyaman hal ini di dasari oleh fasilitas yang tersedia, seperti adanya stand yang bersih, atap, lahan parkir, mushola dan kamar mandi dan juga akses yang mudah.Kata kunci: keberhasilan relokasi, pedagang ikan, sosial, ekonomi, depo pemasaran ikan.
DAMPAK INDUSTRI PERTAMBANGAN MINYAK BUMI TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA RAHAYU KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN LISTYANI, SUMA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Tuban adalah kabupaten yang ada kegiatan pertambangan minyak bumi yang dikelola oleh perusahaan asing yaitu Joint Operating Body Pertamina East Java. Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban adalah lahan yang paling luas digunakan untuk kegiatan eksploitasi industri pertambangan minyak bumi, lahan yang awalnya merupakan lahan pertanian milik masyarakat setempat. Mayoritas mata pencaharian awal masyarakat sebagai petani dengan adanya industri pertambangan minyak bumi lahan mereka mengalami perubahan penggunaan lahan menjadi proyek besar yang membuat mata pencaharian masyarakat berubah.Teori Schneider munculnya industrialisme akan menimbulkan perubahan stuktur sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Desa Rahayu yang terdiri dari tiga Dusun yaitu Dusun Nggandu/Ndelik, Dusun Sarirejo dan Dusun Kayunan. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 responden yang dibagi dalam tiga Dusun di Desa Rahayu. Sumber data merupakan data primer dan data sekunder. Alat instrument yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan presentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya industri pertambangan minyak bumi berdampak terhadap perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Perubahan terjadi pada mata pencaharian masyarakat yang awalnya homogen sebagai petani sejumlah 56,6 % setelah adanya industri berubah menjadi 25 % dan sisanya bekerja dalam bidang lain yaitu bidang industri, pedagang, PNS, peternak dan buruh. Perubahan jumlah peningkatan pendapatan masyarakat karena perubahan matapencaharian barunya. Pendapatan paling banyak setelah adanya industri adalah Rp 2.000.000,00 sampai Rp 3.000.000,00 dengan presentase sebesar 48,8 %.Kata kunci: industri pertambangan minyak bumi, perubahan struktur sosial, perubahn struktur ekonomi.
KAJIAN TENTANG EKSISTENSI PETANI GARAM DI KECAMATAN PAKAL DAN KECAMATAN BENOWO KOTA SURABAYA ARWIN, ARDAM; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Pakal dengan luas areal tambak garam 267,28 Ha memperoleh hasil produksi garam 20.847 ton per musim (78 ton/Ha/th) dan Kecamatan Benowo dengan luas areal tambak garam 330,87 Ha memperoleh hasil produksi garam 30.440 ton permusim (92 ton/Ha/th). Saat ini usaha meningkatkan produksi garam belum diminati. Kebutuhan garam di dalam negeri masih belum tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan faktor?faktor yang mempengaruhi eksistensi petani garam di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo dan subjek penelitian ini adalah petani garam di kedua Kecamatan tersebut. Kecamatan Pakal dengan sampel berjumlah 32 orang dan Kecamatan Benowo dengan sampel berjumlah 60 orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi modal, tenaga kerja, dan hasil produksi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara dengan pedoman kuesioner kepada petani garam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kesimpulan dengan analisa deskriptif dan prosentase (%). Hasil penelitian ini adalah petani garam mendapat modal Rp 200.000,00/minggu dari pemilik tambak. Jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk luas 1 Ha di Kecamatan Pakal berjumlah 1-4 orang yaitu 26 orang atau 81% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 6 orang atau 19%. Di Kecamatan Benowo tenaga kerja yang berjumlah 1-4 orang yaitu 48 orang atau 80% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 12 orang atau 20%. Hasil produksi garam sekali panen di Kecamatan Pakal 1-5 ton berjumlah 10 orang (31%), 6-10 ton berjumlah 18 orang (56%), >4 ton berjumlah 19 orang (13%) untuk Kecamatan Benowo 1-5 ton berjumlah 15 orang (25%), 6-10 ton berjumlah 26 orang (43%), >10 ton berjumlah 19 orang (32%). Petani garam hanya mendapatkan 1/3 bagian dari total panen garam yang dihasilkan selama semusim. Kata Kunci : Eksistensi, Petani Garam
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PEMILIK INDUSTRI BATIK DALAM MENGOLAH LIMBAH PRODUKSI BATIK DI KAMPUNG BATIK JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS DI KAMPUNG BATIK JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO) SILVIANA RACHMI, IKA; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kampung Batik Jetis Lemah Putro merupakan industri tekstil batik yang terkenal di Jawa Timur. Wilayah tersebut terkenal dengan kain batik tulis khas Sidoarjo. Sekitar 20 industri batik yang melakukan proses pembuatan di Kampung Batik Jetis tersebut. Pemilik industri tersebut membuang limbah produksi batik ke sungai Jetis Sidoarjo tanpa melalui pengolahan limbah terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pemilik industri batik dalam pengelolaan limbah batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah industri batik Jetis. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh industri yang berada di Kampung Batik Jetis Sidoarjo sabanyak 20 industri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis secara kuantitatif untuk mendiskripsikan setiap variabel penelitian yang selanjutnya disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini adalah adalah para pemilik industri 100% paham akan bahaya limbah batik terhadap lingkungan. Pemilik industri membuang limbah batik langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu karena kendala biaya yang cukup tinggi untuk pengelolaan limbah selain itu kurangnya lahan untuk pengelolaan limbah dan waktu yang digunakan untuk mengolah limbah pun sangat panjang. Limbah batik di Kampung Batik Jetis mengandung kadar parameter yang cukup tinggi dan melampaui standart baku mutu yang telah ditentukan oleh pemerintah. TSS tinggi yaitu sebesar 80 mg/L, fenol total tinggi yaitu sebesar 0.964 mg/L, amonium total (NH3-N) tinggi yaitu sebesar 11.69 mg/L, sulfida (S) tinggi sebesar 1.663 mg/L serta minyak dan lemak tinggi yaitu sebesar 51.82 mg/L. Pemeritah maupun pemilik industri batik hingga saat ini belum menemukan adanya solusi yang dilakukan untuk mengurangi kadar parameter pencemaran yang tinggi karena kampung Batik Jetis sehingga kadar parameter yang mencemari air di sungai Jetis tersebut dari hari ke hari semakin tinggi. Kata Kunci: limbah batik, industri tekstil batik, tingkat pengetahuan, sikap, perilaku.
KAJIAN RISIKO LAHAN TAMBAK AKIBAT BANJIR DI KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN SYAIFUR ROHMAN, KHAFID; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banjir merupakan kejadian bencana tahunan yang terjadi di Kabupaten Lamongan. Wilayah ini merupakan kawasan Bengawan Jero yang memiliki ketinggian lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya, termasuk lebih rendah dari ketinggian Sungai Bengawan Solo, dengan 3 tingkat elevasi (0- (-24) cm, -25 cm-(-48) cm dan -49 cm-(-72) cm) yang menunjukkan bahwa Kecamatan Kalitengah adalah daerah cekungan yang rawan tergenang banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko banjir terhadap lahan tambak dan nilai risiko lahan tambak terhadap banjir di Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel acak berstrata (stratified random sampling). Subjek penelitian yang dijadikan sumber data adalah petani yang memiliki tambak dikawasan Kecataman Kalitengah dan dipilih secara purposive sampling dan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan dari perhitungan skor parameter tingkat risiko banjir di Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan bahwa tingkat risiko rendah sebesar 65% dengan luasan 2308,4 Ha. Tingkat risiko sedang sebesar 35% dengan luasan 1257,2 Ha. Tingkat risiko tinggi tidak terjadi sama sekali. Nilai risiko lahan tambak di Kecamatan Kalitengah paling tinggi adalah kawasan yang memiliki elevasi sedang dengan jumlah Rp 193.850.000 dengan rata-rata Rp 13.846.429. Elevasi rendah dan tinggi masing-masing memiliki nilai risiko Rp 105.300.000 dengan rata-rata Rp 10.530.000 dan Rp 118.450.000 dengan rata-rata Rp 10.768.182. Hal ini disebabkan oleh faktor kerentanan dengan sistem irigasi tadah hujan yang tidak membutuhkan perawatan mahal dan pada sebagian besar satu unit lahan tambak ditanami lebih dari satu komoditas untuk mengantisipasi kerugian yang tinggi akibat banjir.Kata kunci : Risiko, Lahan Tambak, Kecamatan Kalitengah
KAJIAN POTENSI UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI WATU DODOL KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR WAHID Q, ABDUL; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Banyuwangi ada tiga obyek wisata yang berdekatan yaitu: Watu Dodol, Pulau Merah dan Grajagan. Pengunjung wisata Watu Dodol pada 6 tahun terakhir berjumlah 226.336. Pengunjung wisata Pulau Merah pada 3 tahun terakhir berjumlah 995.586. Pengunjung wisata Grajagan pada 6 tahun terakhir berjumlah 334.107. Jumlah pengunjung Watu Dodol adalah yang terendah dibanding dua wisata pantai lainnya. Obyek wisata yang ada dan munculnya tempat-tempat wisata pantai baru juga bisa menjadi salah satu penyebab jumlah wisatawan sedikit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki obyek wisata Watu Dodol dan strategi yang sesuai dalam pengembangan obyek wisata Watu Dodol.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisa SWOT. Populasi penelitian dalam penelitian ini wisatawan yang berkunjung di Watu Dodol. Sampel Penelitian Accidental Sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain atraksi wisata, aksesibilitas, sarana prasarana, dan promosi.Hasil penelitian menunjukkan potensi yang dimiliki obyek wisata Watu Dodol yang mendukung pengembangan kepariwisataan yaitu atraksi wisata, aksesibilitas, sarana prasarana, dan promosi. Strategi pengembangan obyek wisata Watu Dodol berdasarkan analisis SWOT terdapat di posisi kuadran I. Industri pariwisata yang kuat dan berpeluang ditunjukkan di posisi ini. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah agresif.Kata Kunci: potensi, pengembangan
KAJIAN PERKEMBANGAN KOTA DAN DAYA DUKUNG LAHAN DI KAWASAN WILAYAH KOTA MOJOKERTO HARWIN WARDHANA, LOVIA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Mojokerto pada beberapa tahun terakhir ini telah mengalami perkembangan yaitu ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk yang disertai dengan pembangunan di segala bidang, tentu akan menyebabkan pusat perkotaan akan semakin padat dan akan mengakibatkan terjadinya masalah lingkungan seperti, perubahan kualitas lingkungan, berkurangnya luas lahan pertanian dan alih fungsi lahan di perkotaan dari yang semula merupakan lahan terbuka menjadi lahan terbangun yang tentu akan berpengaruh terhadap daya dukung lahan pada kawasan tersebut dengan kondisi demikian, kajian perkembangan kota dan daya dukung lahan di kawasan wilayah kota Mojokerto yang meliputi kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Magersari dan Kecamatan Kranggan akan dikaji untuk lebih lanjut, yang pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui daya dukung lahan dan Building Coverage (BC) Kota Mojokerto.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi untuk mendapatakan data-data sekunder yang diperlukan. Adapun teknik analisis data yang dilakukan yaitu meliputi analisis daya dukung lahan dan analisis Building Coverage (BC).Penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa kawasan wilayah Kota Mojokerto dengan jumlah penduduk sebesar 140.161 jiwa dengan kepadatan penduduk 85,111 jiwa/ha memiliki daya dukung lahan sebesar 0,012 ha/jiwa masih terlampau jauh berada dibawah standart ambang batas daya dukung lahan yang telah ditentukan oleh Yeates yaitu 0,073 ha/jiwa. kawasan wilayah Kota Mojokerto yang masih dapat untuk dilakukan pengembangan pembangunan dibeberapa titik lokasi menurut Yeates dan RTRW Kota Mojokerto dengan standart building coverage (BC) adalah 70%. Kecamatan Kranggan yang memiliki building coverage (BC) 77,99% tidak dimungkinkan untuk dilakukannya pengembangan pembangunan mengingat building coverage (BC) sudah melebihi dari standart yang telah ditentukan. Untuk kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Magersari yang masing-masing memiliki building coverage (BC) sebesar 37,23% dan 53,91% masih dapat untuk dilakukannya pengembangan pembangunan khususnya bidang fisik.Kata Kunci : Pengembangan pembangunan, Daya dukung lahan, building coverage (BC)
PENGARUH KEPEMILIKAN LUAS LAHAN PERTANIAN DAN PENDAPATAN PETANI TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK PETANI DI KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO KHUSNUL QULUK, ASMAUL; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada akhir tahun 2016 penduduk Kecamatan Prambon sebesar 81.541 jiwa yang telah menempuh pendidikannya sampai dengan perguruan tinggi masih minim sekali yaitu sebesar 6%, tingkat pendidikan SD sampai dengan SMP sebanyak 44,77%, lulusan SMA 42,68% dan yang belum tamat SD sebanyak 6,5%. Kecamatan Prambon salah satu dari empat Kecamatan penyumbang terbesar hampir seluruh jenis pertanian di Kabupaten Sidoarjo karena jenis tanah yang subur sehingga penduduk setempat lebih tertarik bidang pertanian. Pemilik lahan pertanian menganggap pendidikan belum tentu membawa keuntungan bagi kondisi perekonomian keluarga. Biaya pendidikan yang mahal bagi para petani untuk enggan menyekolahkan anaknya hingga tingkat pendidikan tinggi dan fasilitas pendidikan rendah jika dibandingkan dengan Kecamatan lain di Kabupaten Sidoarjo.Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, populasinya seluruh petani di Kecamatan Prambon yang memiliki lahan pertanian, memiliki anak pada tingkat pendidikan dan atau telah menamatkan pendidikan pada tingkat tertentu di 20 desa. Sampel yang digunakan adalah random sampling frame dengan jumlah 10 desa kemudian dihitung dengan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan penentuan responden dengan menggunakan accidental sampling serta data sekunder dari pemerintah Desa dan Kecamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan Uji Parsial.Hasil analisis data dengan Uji Regresi Linier bahwa Koefisien regresi variabel pendapatan usaha tani dengan nilai ? (Beta) sebesar 0.581, jika pendapatan petani naik satu tingkat maka pendidikan anak petani juga akan naik sebesar 58,1%. Pendapatan petani memiliki nilai p(sig.) = 0,000 < 0,05(?), secara parsial variabel X2 memiliki kontribusi terhadap Y.Kata Kunci: kepemilikan luas lahan pertanian, pendapatan petani, tingkat pendidikan anak petani
KAJIAN TENTANG KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI PENGOLAHAN BATU KAPUR BUKIT JADDIH DI DESA JADDIH KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN ILHAM, MOH.REZA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertambangan bahan galian C yang mulai marak dieksploitasi berada di Bukit Jaddih Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Pulau Madura adalah bahan mineral berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Kegiatan pertambangan dengan luas lahan areal pertambangan sebesar 94,8 Ha, luas lahan tereksploitasi sebesar 28 Ha. Keberlangsungan pertambangan yang terus menerus akan berakibat pada kekurangan lahan di Bukit Jaddih, sedangkan industri pengolahan batu kapur bahan baku utama berasal dari pertambangan Bukit Jaddih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlangsungan industri pengolahan batu kapur di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, yaitu jenis penelitian dengan sampel dari populasi melalui observasi dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat bantu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi yaitu cara pengambilan data dari seluruh populasi yang ada secara menyeluruh. Sampel penelitian adalah pengusaha yang mengelola industri pengolahan batu kapur berjumlah 80 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlangsungan industri pengolahan batu kapur Bukit Jaddih di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan yaitu modal industri pengolahan yang berpengaruh 50%, bahan baku berpengaruh sebesar 75%, tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan batu kapur 50%, produksi sebesar 57%, dan pemasaran industri pengolahan batu kapur sebesar 85%. Faktor pemasaran paling berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pengolahan batu kapur. Saran untuk Pengusaha menghindari kesulitan dalam hal pemasaran yaitu para pengusaha membuat sistem pemasaran model terbaru dan lebih efektif salah satunya dengan cara pemasaran melalui online agar lebih mudah laku secara luas. Serta membuat koperasi yang dikelola oleh pengepul.Kata Kunci: Industri, Modal, Bahan Baku, Sarana Transportasi, Produksi, Pemasaran
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGELOLA “KAMPUNG INGGRIS” KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI (STUDI KASUS “KAMPUNG INGGRIS” KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI) EKA CANDRA, BRIAN; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Kediri terdapat sebuah wilayah yang dikenal dengan Kampung Inggris yaitu wilayah yang di dalamnya terdapat banyak lembaga kursus Bahasa Inggris. Berawal dari sebuah lembaga kursus yang didirikan oleh Muhammad Kalend Osen atau lebih akrab disapa Mr. Kalend yang bernama Basic English Course (BEC) pada tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi, interaksi, interaksi, koordinasi masyarakat dan aglomerasi usaha dan jasa di Kampung Inggris.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangakan subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah Kampung Inggris yang memiliki usaha atau jasa. Obyek dalam penelitian ini adalah interaksi masyarakat, koordinasi antar masyarakat, dan aglomerasi usaha jasa di Kampung Inggris.Hasil penelitian ini menunjukkan partisipasi masyarakat di Kampung Inggris merupakan faktor utama dalam berkembangnya Kampung Inggris menjadi seperti saat ini. Interaksi yang terjadi di masyarakat tidak hanya terjadi karena terdapat Kampung Inggris namun sudah terjadi sejak desa tersebut belum terkenal sebagai Kampung Inggris. Usaha layanan dalam persebarannya berawal dari sekitar kursus BEC dan menyebar wilayah di sekitar lembaga kursus lain..Kata kunci: Kampung Inggris, Partisipasi, Interaksi, Masyarakat, Aglomerasi