cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA WISATA JEMBUL KECAMATAN JATIREJO KABUPATEN MOJOKERTO , RISWATI; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Jembul memiliki pemandangan alam yang indah dan berhawa sejuk. Lokasi Desa Jembul berada di lereng Pegunungan Anjasmoro dengan keindahan alamnya yang masih terjaga. Terdapat beberapa obyek wisata di Desa Jembul antara lain Bumi Perkemahan Pegunungan Semar, Bukit Pelangi, Kolam Renang dan Air Terjun Kabejan. Desa Jembul menawarkan keindahan alamnya yang menawan tetapi obyek wisata ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat karena pengunjung masih didominasi dari Kecamatan Jatirejo dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi wisata serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan obyek wisata Desa Jembul guna mengetahui strategi pengembangan yang sesuai untuk diterapkan pada obyek wisata Desa Jembul.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 100 responden dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data tingkat potensi wisata menggunakan skala likert dan analisis strategi pengembangan menggunakan pemasukan data melalui matrik Internal Factor Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor Evaluation (EFE) dengan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan tingkat potensi wisata Desa Jembul adalah besar dengan nilai total sebesar 20 dari nilai maksimal sebesar 28. Perhitungan dengan analisis SWOT menunjukkan bahwa obyek wisata Desa Jembul berada pada posisi kuadran II, yaitu strategi diversifikasi yang artinya Desa Wisata Jembul disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya. Strategi taktis yang tepat untuk dilakukan di Desa Wisata Jembul adalah dengan penambahan atraksi dan wahana wisata baru, contohnya jembatan gantung diantara dua bukit dengan area spot foto yang menarik, berkebun buah seperti rambutan, durian, alpukat ayunan dari atas bukit dan lain sebagainya.Kata kunci: Potensi, Wisata Desa Jembul, Pengembangan, SWOT
DAMPAK PABRIK GULA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA NGROMBOT KECAMATAN PATIANROWO KABUPATEN NGANJUK (STUDI KASUS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI GULA) ALFIATU ROCHMATIN, SITI; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSaat ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di daerah pedesaan. Salah satunya adalah di wilayah Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang bergerak dibidang industri gula yaitu Pabrik Gula Lestari. Keberadaan Pabrik Gula Lestari di Desa Ngrombot ini dianggap memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat. Keberadaan Pabrik Gula di Desa Ngrombot ini dianggap dapat memberikan peluang untuk terciptanya lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan keberadaan pabrik gula terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Ngrombot.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini berada di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk dengan subyek penelitian masyarakat sekitar dan karyawan perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, serta wawancara. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian mengenai dampak pabrik gula terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk memiliki pengaruh yang besar dan positif bagi masyarakat yakni berupa nilai kekeluargaan yang masih terjalin dengan baik, serta meningkatnya sosial ekonomi keluarga. Selain itu, keberadaan industri mengakibatkan munculnya peluang usaha di sekitar lokasi pabrik.Kata kunci: pabrik gula, dampak sosial dan ekonomi masyarakat.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYRAKAT DI DAERAH JATIREMBE KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK KURNIA PUTRI, DWITAZUPI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLahan di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik mayoritas masih berupa lahan pertanian, seiring dengan perkembangan zaman lahan tersebut semakin berkurang karena semakin banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi perumahan. Sosial dan ekonomi masyarakat dipengaruhi kondisi ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan lahan pertanian dan pengaruh perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng.Metode penelitian ini adalah survey dengan menggunakan deskriptif kuntitatif. Pemilihan lokasi penelitian adalah di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dokumentasi, observasi. Kemudian analisis data diperoleh dari statistik kuantitatif dengan regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan terjadi mulai tahun 2012. Pola perubahan penggunaan lahan mengarah ke utara dan membentuk pola menyebar. Dampak dari pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan yaitu berubahnya kondisi sosial dan ekonomi penduduk. Kondisi sosial yang meliputi pendidikan, struktur penduduk, mata pencaharian dan kondisi ekonomi meliputi pendapatan, pengeluaran dan harga lahan.Kata kunci : Alih fungsi lahan, kondisi sosial, kondisi ekonomi.
STUDI PENURUNAN LUASAN LAHAN MANGROVE DI KECAMATAN UJUNGPANGKAH, KABUPATEN GRESIK HIDAYAH, NURUL; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHampir 40% kondisi hutan mangrove di Indonesia mengalami kondisi rusak. Salah satunya adalah hutan mangrove di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penurunan luasan lahan ekosistem mangrove yang terjadi di Kecamatan Ujungpangkah pada tahun 2004, 2010 dan 2017, persepsi serta upaya masyarakat dalam menambah luasan lahan mangrove. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Survei dilakukan dengan survei lapangan untuk mengetahui posisi geografis dan kondisi wilayah. Teknik wawancara digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penurunan hutan mangrove.Hasil analisis dengan Sistem Informasi Geografis menunjukan bahwa perubahan luasan lahan mangrove di Ujungpangkah dari tahun 2004 ,2010 dan 2017 mengalami penurunan. Tahun 2000 luas lahan mangrove di desa ini sebesar 5.9 ha. Kemudian pada tahun 2000 ? 2004 terjadi penurunan sebesar 0.29 ha (7.13% ) yakni kategori rendah (?20%). Tahun 2004 - 2010 terjadi penurunan sebesar 1.26 ha (30.96%) yakni kategori sedang (20%-50%). Tahun 2010 - 2017 terjadi penurunan lahan sebesar 2.52 ha (61.91%) yakni kategori berat (?50%). Penurunan luasan lahan ekosistem mangrove disebabkan oleh pembukaan lahan tambak oleh masyarakat.Hasil penelitian menunjukan sebanyak 37% responden berprofesi sebagai petani tambak, sebanyak 49% aktivitas terhadap pemanfaatan mangrove terbanyak dilakukan dengan cara pembukaan lahan tambak. Alih fungsi lahan mangrove ini dikarenakan tingkat perekonomian masyarakat yang dibawah UMK Kabupaten Gresik yakni pendapatan masyarakat terbanyak yakni Rp.1000.000 ? Rp.3.000.000 dengan persentase 42%. Hasil penelitian dimana menunjukan bahwa 40% responden tidak mengetahui peraturan mangrove, 26% mengetahui tapi mengabaikan peraturan tersebut dan 30 % responden mengetahui tentang peraturan perlindungan mangrove. Upaya reboisasi dan rehabilitasi mangrove telah dilakukan oleh 3 pihak yakni Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Kelompok Pelestari Mangrove Banyuurip (KPMLB) dan pihak ketiga adalah instansi ? instansi terkait seperi perusahaan dan universitas. Kegiatan tersebut antara lain : reboisasi dan rehabilitasi, pembibitan mangrove dan pembinaan.Kata Kunci: Penurunan, Luasan lahan, Mangrove
KAJIAN KESESUAIAN FUNGSI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU (STUDI MULTISITUS PADA TIGA TAMAN KOTA DI KEDIRI) DEA PAULINA, PARAMITA; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerdasarkan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau minimal 30% dari luas wilayah, dengan ketentuan 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat. Pada tahun 2017, luas RTH publik di Kota Kediri masih mencapai 8% atau 507,2 ha dari seluruh luas wilayah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah setempat melakukan penambahan jumlah ruang terbuka hijau dan salah satunya dalam bentuk taman kota. Taman kota memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi ekologis, sosial, estetika dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian fungsi taman kota sebagai ruang terbuka hijau pada tiga taman di Kota Kediri yaitu Taman Sekartaji, Taman Memorial Park dan Taman Ngronggo.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan narasumber menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Data Model Interaktif dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik penilaian menggunakan Key Performance Index (KPI).Hasil analisis data menunjukkan bahwa, Sekartaji merupakan taman yang paling sesuai untuk dijadikan ruang terbuka hijau. Secara ekologis dengan nilai KPI 0,96, taman ini mampu mengurangi suhu udara, meningkatkan kelembaban, dan mengontrol kecepatan angin. Kontrol tingkat kebisingan masih kurang karena lebih dari 50dBA. Nilai KPI fungsi sosial adalah 0,93 artinya taman ini memiliki aksesibilitas dan tingkat keamanan yang baik. fungsi Estetika dengan nilai KPI mencapai 0,96 desain bangunan taman ini telah mencangkup lima prinsip dasar arsitektur, posisi tanaman menyesuaikan jenis,ukuran dan warna dan memiliki eleman penghias sebagai ciri khas taman. Namun ada beberapa fasilitas yang kurang terawat sehingga dapat membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Nilai KPI untuk fungsi ekonomi telah mencapai angka tertinggi yaitu 1, artinya taman ini memiliki ruang kegiatan ekonomi dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi yang memadai.Kata kunci : taman kota, kesesuaian fungsi, key performance index
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GEDANGAN SIDOARJO HIDAYAH, MASLAKHATUL; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMAN 1 Gedangan Sidoarjo adalah ketersediaan bahan ajar K13 yang kuantitas dan materinya sangat kurang. Permasalahan tersebut membuat peneliti ingin mengembangkan bahan ajar berupa buku ajar geografi berbasis scientific approach agar dapat meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan penguasaan konsep materi dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran materi yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Membuat buku ajar berbasis scientific approach yang layak digunakan (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan buku ajar berbasis scientific approach dengan siswa yang tidak menggunakan buku ajar berbasis scientific approach (3) Mengetahui aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku ajar berbasis scientific approach (4) Mengetahui aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku ajar berbasis scientific approach (5) Mengetahui respon siswa terhadap buku ajar berbasis scientific approach. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Research and Development/R&D, dengan model pengembangan ADDIE(Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Teknik pengumpulan data meliputi angket, lembar validasi, observasi, dan tes. Data angket maupun validasi yang dianalisis menggunakan ketentuan skala likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji independent t-test menggunakan program SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hasil validasi buku ajar berbasis scientific approach memperoleh kelayakan dari ahli materi 87,87%, kelayakan dari ahli grafis 87,6%, kelayakan bahasa 89,33%. Keseluruhan diperoleh rata-rata 88,26% dengan kriteria ?sangat layak?. (2) Kelas eksperimen mendapat rata-rata postest sebesar 84.92%, sedangkan untuk kelas kontrol mendapat nilai rata-rata 81.50%. Berdasarkan hasil perhitungan independent t-test diperoleh sig(2- tailed) 0,008 pada hasil postest kedua kelas tersebut menunjukan perbedaan hasil belajar. (3) Aktivitas Siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan menggunakan buku ajar berbasis scientific approach yakni 82%. (4) Aktivitas Guru pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan yakni 80% (5) Respon siswa terhadap buku ajar berbasis scientific approach yang telah dikembangkan memperoleh rata-rata presentase sebesar 88% termasuk dalam kriteria ?sangat baik?. Kata Kunci: ADDIE, Scientific Approach, hasil belajar, respon siswa
ANALISIS KEBISINGAN DAN VOLUME LALU LINTAS KENDARAAN DI JALAN KETINTANG KOTA SURABAYA IMANDITA, VISTHIKA; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jalan Ketintang merupakan penghubung antara kawasan Ketintang, jalan A.Yani dan jalan Gunungsari. Sepanjang jalan Ketintang terdapat banyak fasilitas kegiatan yang membuat intensitas pergerakan lalu lintas tinggi serta volume lalu lintas menjadi padat. Salah satu dampak lingkungan akibat kemacetan adalah kebisingan. Dampak kebisingan antara lain masalah komunikasi, masalah kesehatan, dan masalah psikologis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis volume lalu lintas, lalu lintas harian rata-rata, pemetaan tingkat kebisingan, dan dampak kebisingan pada masyarakat sekitar. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi di lapangan dengan survei total counting menggunakan alat hand counter dan survei kebisingan menggunakan Decibel10th. Dalam penelitian ini kebisingan dianalisis menggunakan pemetaan kontur kebisingan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 -10 April 2018. Hasil survei total counting volume lalu lintas di jalan Ketintang menunjukkan bahwa volume kendaraan terpadat terjadi pada hari Selasa saat sore hari pukul 18.00-19.00 sebanyak 19.781 (kendaraan/jam) untuk jenis sepeda motor dan 1734 (kendaraan/jam) untuk jenis mobil pribadi. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) tertinggi yaitu hari Selasa dengan jumlah 7032 smp/hari/2 arah selama 9 jam pengamatan. Hasil kebisingan tertinggi rata-rata 4 hari pengamatan adalah 82,62 dB dan kebisingan rata-rata terendah 78,66 dB. Mayoritas responden merasakan kebisingan saat sore hari menjelang petang sekitar pukul 17.00-19.00. Sebanyak 17% responden merasakan sakit kepala yang disebabkan oleh kebisingan. 40% responden merasa tidak terganggu dengan masalah komunikasi dan masalah psikologis akibat dari kebisingan. Kata Kunci: Volume lalu lintas, Kebisingan, Masalah komunikasi, Masalah psikologis, Masalah kesehatan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN KELAS X DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO BOJONEGORO SAFITRI, NURUL; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro adalah kurangnya ketertarikan untuk mengikuti pelajaran geografi di kelas, karna penjelasan guru tanpa menggunakan media dianggap monoton, dan tidak ada ragamnya. Dengan permasalahan tersebut penelitian ingin mengembangkan Ular tangga sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengembangkan media permaina ular tangga yang layak digunakan, 2) Untuk mengetahui keefektifan penggunaan media ular tangga dalam meningkatkan hasil belajar, 3) Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan permainan ular tangga. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Research and Development / R&D, dengan model pengembangan ADDIE (Analysis-Desain-Develop-Implement-Evaluate). Pada tahap Development, ular tangga Geografi dinilai kelayakannya oleh 2 ahli materi (dosen, & guru Geografi), 1 ahli media (Dosen), 16 siswa uji coba kelompok kecil, dan 36 siswa uji coba lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan Quarsi Espriment Design dengan desain penelitian Non Equivalent Kontrol Goup Design. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara oleh guru Geografi, dan siswa kelas X IPS di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, analisis 35 butir soal, analisis relibialitas soal, analisis perbandingan hasil belajar menggunakan uji t, lembar observasi siswa, dan lembar observasi aktivitas guru. Data angket maupun validasi yang dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji T-test menggunakan program SPSS Versi 23. Hasil penelitian menunjukkan : 1) hasil validasi media ular tangga Geografi memperoleh kelayakan dari ahli media 74,16% dengan kategori layak, kelayakan materi dari ahli materi memperoleh 77% dengan kategori layak, kelayakan materi oleh guru Geografi memperoleh 98% dengan kategori sangat layak. 2) kelas eksperiment mendapat rata-rata postest sebesar 83,97, sedangkan untuk kelas kontrol mendapat nilai posttest sebesar 78,13. Berdasarkan hasil perhitungan Independent t-test diperoleh sig(2-tailed) 0,002 pada hasil Postest kedua kelas yang menunjukkan perbedaan hasil belajar. 3) Aktivitas siswa pada kelas eksperiment mengalami peningkatan dengan mengunakan media ular tangga yaitu 84%. Aktivitas guru pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 80%. Kata Kunci :Geografi, Pengembangan, Peningkatan Hasil Belajar, ADDIE.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBYEK WISATA AIR PANAS PRATAAN DAN NGANGET DI KABUPATEN TUBAN LUTHFI IDRIS, ILHAM; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Tuban memilki dua obyek wisata pemandian air panas yaitu Prataan dan Nganget. Berdasarkan data pengelolaan pemandian Prataan, dan pengelolaan pemandian Nganget, serta dinas perekonomian dan pariwisata Kabupaten Tuban menunjukkan bahwa jumlah pengunjung wisata pemandian air panas yang mempunyai jumlah pengunjung terbanyak yaitu pemandian air panas Pratan dibandingkan jumlah pengunjung wisata pemandian air panas Nganget. Hal ini terbukti karena sudah dikelola oleh pemerintah Kabupaten Tuban sehingga terdapat fasilitas penunjang wisata seperti kolam renang, arena outbond, flaying fox, dll. Berbeda dengan obyek wisata pemandian air panas prataan, obyek wisata pemandian air panas Nganget tidak dikelola oleh pemerintah daerah, melainkan dikembangkan oleh dinas sosial Propinsi Jawa Timur khususnya untuk rehabilitasi penderita penyakit kusta. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perbedan jumlah pengunjung di objek wisata air panas prataan, dan air panas nganget 2) untuk mengetahui perbedaan karakteristik dari obyek wiasata air panas prataan dan air panas nganget.Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode kuantitatif. Dengan tehnik Accidental sampling atau secara kebetulan. Dalam penelitian ini sampel berjumlah 25 orang responden untuk setiap obyek wisata. Variabel penelitian diantaranya yaitu 1) aksesibilitas 2) atraksi 3) fasilitas penunjang 4) promosi 5) karakteristik obyek wisata. Tehnik pengumpulan data diperoleh dari 1) observasi 2) kuisioner 3) dokumentasi . Tehnik analisis data dengan tehnik skoring yang kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kuantitaif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) aksesibilitas wisata air panas Nganget masuk dalam kategori sangat baik sedangkan air panas Prataan masuk dalam kategori baik 2) atraksi wisata air panas Prataan masuk dalam kategori sangat baik sedangkan air panas Nganget masuk dalam kategori kurang baik 3) fasilitas penunjang wisata air panas Prataan masuk dalam kategori sangat baik sedangkan air panas Nganget masuk dalam kategori kurang baik 4) promosi wisata air panas Prataan masuk dalam kondisi sangat baik sedangkan air panas Nganget masuk dalam kategori kurang baik. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa pengunjung lebih memilih obyek wisata air panas Prataan karena dari segi atraksi, fasilitas penunjang, dan promosi obyek wisata air panas Prataan lebih baik daripada air panas Nganget, meskipun di sekitar area obyek wisata air panas Nganget terdapat panti rehabilitasi dari dinas sosial Jawa Timur bagi penyandang penyakit kusta.Kata Kunci : Air Panas, Karakteristik, Accidental Sampling
KEBERADAAN POLA ASUH GURU DALAM MENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 WARU SIDOARJO SILMI DHANURENDRI, CINTYA; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGuru merupakan jabatan professional, tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa. Fungsi guru di dalam kelas sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, pengelola kelas, demonstrator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, inovator, mediator, dan evaluator. Guru harus menerapkan pola asuh yang baik agar tujuan pembelajaran yaitu berkembangnya potensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.Guru mata pelajaran geografi juga harus memiliki dan menerapkan pola asuh yang baik agar mampu menyampaikan meteri mata pelajaran geografi diantaranya melukiskan keadaan bumi erat kaitannya dengan manusia, utamaya masalah kependudukan, kebudayaan, dan perekonomian sekaligus sebagai wahana pemersatu bangsa, menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme dengan baik.Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian: bagaimanakah bentuk keberadaan pola asuh guru dalam meningkatkan hasil pembelajaran geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo? Bagaimanakah hasil pembelajaran geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo? Adakah hubungan antara keberadaan pola asuh guru dengan hasil pembelajaran geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo? Pendekatan penelitian ?Mixed Methods? yaitu mengkombinasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data angket, dokumentasi, wawancara. Teknik analisis data statistik korelasi product moment dan deskriptif kualitatif.Hasil analisis data nonstatistik pola asuh guru demokratis sebesar 91%, Hasil pembelajaran geografi meningkat dari 47% menjadi 97% mencapai KKM. Nilai rata-rata meningkat dari 74,06 menjadi 82,53. Hasil analisis statistik uji normalitas data pretes p value 0,177 ? 0,05 data terdistribusi normal. Data postes p value 0,200 ? 0,05 data terdistribusi normal. Uji paired samples test menyatakan ada hubungan antara pola asuh guru demokratis dengan hasil pembelajaran geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo.Simpulan penelitian: bentuk pola asuh guru adalah Demokratis. Hasil pembelajaran geografi meningkat. Ada hubungan yang signifikan antara bentuk pola asuh guru demokratis dengan hasil pembelajaran mata pelajaran geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo.Kata kunci: pola asuh guru, hasil pembelajaran.