cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
EKSISTENSI TRANSPORTASI DOKAR DI KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN DISKA WIJAYANTI, PRADITYA; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa sekarang ini dokar sudah menjadi alat transportasi tradisional. Dokar sudah mulai hilang dan beralih alat transportasi modern yang lebih cepat. Meskipun dokar kurang diminati, masih terdapat beberapa kusir dokar yang menjaga eksistensinya sebagai kusir di Kecamatan Babat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan transportasi dokar tetap eksis dan cara kusir dokar mempertahankan transportasi dokar yang dikaitkan dengan kajian geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah seluruh kusir dokar. Objek dari penelitian ini adalah eksistensi transportasi dokar, latar belakang sosial ekonomi para kusir dan aktivitas sehari-hari kusir dokar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab transportasi dokar tetap eksis yakni keinginan kusir dokar itu sendiri dalam mempertahankan dokar sebagai transportasi tradisional. Cara kusir dokar mempertahankan hidupnya adalah memiliki pekerjaan selain menjadi kusir dokar. Para kusir dokar juga membentuk paguyuban kusir dokar, menginovasikan dokar agar lebih menarik lagi sehingga masyarakat tertarik memakai jasa dokar, dan mengikuti event atau acara-acara tertentu seperti pawai budaya. Kata Kunci : Eksistensi, Transportasi, Kusir Dokar
KAJIAN GEOGRAFI MENGENAI INDUSTRI KERUPUK RAMBAK DI KELURAHAN SEMBUNG, KECAMATAN TULUNGAGUNG, KABUPATEN TULUNGAGUNG SIWI, LANGEN; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industri kerupuk rambak yang terletak di Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung terdapat permasalahan mengenai bahan baku. Bahan baku harus mengambil dari luar daerah Pemasarannya pun juga menemui kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aglomerasi tenaga kerja, distribusi bahan baku, lokasi pemasaran pada industri kerupuk rambak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Populasi dari penelitian ini mencakup pengusaha dan pekerja di industri kerupuk rambak. Adapun populasi untuk pengusaha kerupuk rambak sebanyak 34 orang, dan pekerja di industri kerupuk rambak sebanyak 196 orang. Sampel dalam pengusaha menggunakan sampel populasi sebanyak 34 orang dan sampel untuk pekerja di kerupuk rambak sebanyak 66 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara dengan pedoman kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisnya menggunakan presentase. Hasil dari penelitian ini berupa aglomerasi tenaga kerja, distribusi bahan baku dan lokasi pemasaran kerupuk rambak. Aglomerasi tenaga kerja pada industri kerupuk rambak ini. Pekerja terkonsentrasi pada Kelurahan Sembung. Industri hanya terdapat di Kelurahan Sembung saja. Distribusi bahan bakunya, tersebar di Tulungagung, luar kota dan luar pulau juga. Lokasi pemasarannya, pada industri kerupuk rambak ini berorientasi pada konsumen dengan letak industri yang di dekat pusat kota sehingga memilih tempat di daerah padat penduduk sebagai pemasarannya dan tidak hanya dipasarkan di Tulungagung saja tetapi di luar kota juga. Kata kunci : industri, kerupuk rambak, aglomerasi.
KAJIAN KARAKTERISTIK KAMPUNG KELUARAGA BERENCANA (KB) DI DUSUN MUNGGUT DESA CUPAK KECAMATAN NGUSIKAN KABUPATEN JOMBANG WULANDARI, DESI; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan namun belum mencapai target. Baru-baru ini pemerintah membentuk Kampung KB dengan salah satu kriteria utamanya yaitu capaian KB aktif modern yang masih rendah. Jombang adalah salah satu kabupaten yang turut berpartisipasi dalam program kampung KB dengan menunjuk Dusun Munggut Desa Cupak sebagai kampung KB pertama di Kabupaten Jombang. Dusun Munggut merupakan dusun terpencil di Kecamatan Ngusikan yang di kelilingi hutan namun memiliki capaian KB di atas 85%. Tingginya capaian KB tersebut perlu dikaji dengan tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik kampung KB di Dusun Munggut serta faktor yang mempengaruhi keikutsertaan KB diantaranya umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, dan jumlah anak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur usia 15-49 tahun di Dusun Munggut dengan sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur untuk mendapatkan data primer dan mengambil data dari lembaga terkait untuk mendapatkan data sekunder terkait karakteristik. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung KB Dusun Munggut memiliki karakteristik yang sesuai dengan kriteria BKKBN dengan kesesuaian sebesar 70%. Karakteristik tersebut diantaranya banyak keluarga miskin, merupakan daerah terpencil, tersedianya kader dan data kependudukan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) rendah, jumlah kesertaan KB pria rendah, serta partisipasi keluarga dalam pembinaan ketahanan keluarga rendah. Faktor yang mempengaruhi keikutsertaan KB yaitu umur dengan persentase pengaruh sebesar 67%, pendidikan sebesar 56%, pengetahuan sebesar 68%, pekerjaan sebesar 74%, pendapatan sebesar 67%, dan jumlah anak sebesar 98%, sehingga faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah jumlah anak. Kata Kunci : Kampung KB, Kontrasepsi, Keikutsertaan KB.
STRATEGI PENGHIDUPAN PENGRAJIN DALAM MEMPERTAHANKAN KERAJINAN MANIK-MANIK KACA (STUDI KASUS TENTANG PENGRAJIN HOME INDUSTRI DI DESA PLUMBON GAMBANG KECAMATAN GUDO KABUPATEN JOMBANG) HERMAWAN, WHILDA; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJombang memiliki industri unggulan yang mampu merambah pasar luar negeri, salah satunya adalah industri kerajinan manik-manik kaca. Kerajinan tersebut juga menjadi ciri khas Kabupaten Jombang. Industri kerajinan manik-manik kaca terletak di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Seiring berjalannya waktu pengrajin manikmanik kaca mengalami penurunan jumlah pengrajin. Hal ini membuat para pengrajin yang masih bertahan melakukan upaya strategi penghidupan agar dapat mempertahankan usaha manik-manik kaca. Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui strategi penghidupan yang dilakukan oleh pengrajin dalam mempertahankan kerajinan manik-manik kaca dengan sub fokus modal manusia, modal alam, modal finansial, modal sosial dan modal fisik. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengrajin tetap bertahan menjalankan industri manik-manik kaca. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penghidupan pengrajin masuk kedalam strategi akumulasi (accumulatiaon strategy) karena pengrajin mampu membuka lapangan pekerjaan guna membantu sanak saudara maupun tetangga. Beberapa pengrajin pernah mempunyai pinjaman ke bank untuk keperluan usaha kini mereka tidak lagi memilikinya. Faktor-faktor yang membuat pengrajin manik-manik kaca tetap bertahan menjalankan usahanya adalah faktor modal dan pemasaran. Para pengrajin yang memiliki modal yang besar serta memiliki pemasaran yang luas dapat mempertahankan usahanya sampai sekarang. Kata kunci : strategi penghidupan, kerajinan manik-manik kaca
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PREZI PADA MATERI ATMOSFER UNTUK SISWA KELAS X MA SUNAN GIRI SURABAYA ROCHMATUL B, DESY; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran yang monoton mengakibatkan siswa cenderung lebih pasif sehingga memerlukan media agar siswa aktif dalam pembelajaran, salah satunya dengan media presentasi prezi. Media ini memuat materi yang luas menjadi singkat, memberikan visualisasi dalam bentuk gambar-gambar dan kita juga bisa memasukkan video di dalamnya. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kelayakan media presentasi prezi pada pelajaran geografi khususnya pada materi atmosfer, mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, respon siswa, aktifitas siswa, dan aktifitas guru yang menggunakan media prezi dan siswa yang tidak menggunakan media prezi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan model pengembangan ASSURE. Pengembangan dilakukan dengan uji validasi oleh ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Analisis data hasil belajar dihitung menggunakan ketuntasan klasikal. subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS-1 sebagai kelas kontrol dan X IPS-2 sebagai kelas eksperimen.Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media mendapat skor 92,7%, sedangkan berdasarkan ahli materi mendapat skor 84% sehingga termasuk dalam kategori sangat layak. Siswa pada kelas eksperimen lebih aktif daripada kelas kontrol. Selain itu di kelas eksperimen siswa lebih bersemangat untuk belajar bila dibandingkan dengan kelas kontrol yang cenderung malas. Nilai tes hasil belajar siswa kelas eksperimen meningkat dari 47,88% menjadi 82% sedangkan pada kelas kontrol nilai tes 48,21% menjadi 66,19%. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen 70% sedangkan kelas kontrol hanya 23,5%. Hal ini sebagai akibat sekolah sedang mengalami pembangunan sehingga pada kelas kontrol yang hanya menggunakan metode ceramah akan mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Hasil uji T juga sesuai sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa media presentasi prezi layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi atmosfer.Kata kunci : kelayakan media presentasi prezi, hasil belajar
ANALISIS NILAI TUKAR PETANI PENGGARAP DI KECAMATAN GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO DENI RAHMADIN, HAFID; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeran sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan pada saat krisis ekonomi yang lalu dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dengan jumlah yang memadai, dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan nasional. Peran sektor pertanian masih cukup besar sebagai sumber pendapatan rumah tangga (Rusastra, 1998. Struktur pengeluaran rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah perubahan pengeluaran menurut waktu, perbedaan antar selera, perbedaan pendapatan dan lingkungan. Perilaku pengeluaran rumah tangga yang tersedia harus sesuai dengan tingkat kemampuan pendapatan yang diperoleh dan bagaimana mendistribusikannya, agar tidak terguncang untuk memenuhi kebutuhan dibawah tingkat kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan dan pengeluaran petani penggarap dan nilai tukar petani penggarap di Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dianalisis dengan teknik persentase dan rumus nilai tukar petani (NTP). Variabel-variabel yang digunakan adalah pendapatan dalam usaha tani, pendapatan di luar usaha tani, pengeluaran dalam usaha tani, dan pengeluaran di luar usaha tani.Hasil penelitian menunjukkan pendapatan dalam usaha tani oleh petani penggarap sebagian besar berada pada rentang Rp 1.500.000 ? Rp 3.700.000 untuk setiap panen sebesar 41%. Berdagang menjadi pilihan sebagian besar petani penggarap untuk menambah pendapatan di luar usaha tani dengan jumlah 74 petani. Sebagian besar pendapatan dari berdagang berada pada rentang Rp 1.000.000 ? Rp 1.500.000 dengan jumlah 27 petani atau 36,5%. Pengeluaran paling besar dalam usaha tani digunakan untuk sewa lahan, terdapat 20 petani atau 20% yang mengeluarkan Rp 6.000.000 ? Rp 8.000.000 untuk sewa lahan. Nilai tukar petani penggarap di Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto adalah 1,13 yang artinya petani tidak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan subsistennya.Kata Kunci: Petani Penggarap, Pendapatan, Pengeluaran, Nilai Tukar Petani
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI SIMPANG EMPAT LEGUNDI KABUPATEN GRESIK AGVIO I, ZAJULI; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGresik merupakan salah satu kabupaten yang dilalui jalur transportasi provinsi. Gresik mengalami masalah kemacetan lalu lintas, terutama di jalur penghubung antar kabupaten dan jalur kawasan industri. Salah satu wilayah yang macet adalah di simpang empat Legundi, Kecamatan Driyorejo, karena pertemuan empat jalur, yakni Gresik, Mojokerto, Surabaya dan Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui jumlah satuan mobil penumpang (SMP) di ruas Jalan Raya Legundi, 2) mengetahui besarnya kapasitas jalan di ruas Jalan Raya Legundi, satuan mobil penumpang, dan 3) melakukan analisis geografis kemacetan di simpang empat Legundi.Penelitian ini adalah penelitian survei dengan rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kendaraan yang lewat Simpang empat Legundi. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Peneliti dalam hal ini akan mengambil sampel sebanyak 100 responden. Penelitian dilakukan selama 5 hari (senin, selasa, jum?at, sabtu, dan minggu) di lokasi pada pukul 06.00-09.00 dan 13.00-17.00 dengan asumsi masyarakat melakukan rutinitas/aktivitas lebih intensBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis kemacetan lalu lintas di simpang empat Legundi kabupaten Gresik, kapasitas jaringan jalan raya Legundi sebesar 1.900,95 smp/jam. Satuan mobil penumpang tertinggi pada hari sabtu pukul 14.00-15.00 sebesar 4.732,5 smp/jam. Lokasi simpang empat Legundi berdekatan dengan sungai mas dan pintu tol Krian. Banyaknya pengguna jalan yang menuju Gresik dan para pengguna jalan melakukan mobilitas sebagian besar dengan tujuan untuk bekerja (64%). Pola kemacetan di simpang empat Legundi yaitu menyebar. Jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan di jalan raya legundi menjadi penyebab utama kemacetan.Kata Kunci: Kemacetan, Lalulintas, Transportasi
PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERHADAP KONSENTRASI DEBU (PM10) DI KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA SIGRA DEWI MAGITA, NASTITI; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Surabaya memiliki konsentrasi debu khususnya PM10 (Particullate Matter 10) melebihi baku mutu WHO yakni 80 ?m/m³. Debu PM10 yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada manusia. PM10 merupakan debu yang berukuran 10 mikron. Salah satu lokasi yang memiliki konsentrasi debu PM10 melebihi baku mutu adalah Kecamatan Krembangan, Surabaya utara. Konsentrasi debu PM10 tergantung dari tutupan lahan setiap unit analisis.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan berdasarkan pembagian wilayah administratif di Kecamatan Krembangan. Unit analisis yang dipakai sampel adalah box model dengan ukuran 441x441 m sebanyak 30 box. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran dan digitasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil analisis data menunjukkan konsentrasi PM10 rata-rata pada waktu pagi tertinggi pada unit analisis 4 yaitu PT. Terminal Peti Kemas sebesar 106,14 ?m/m³ dan terendah sebesar 71,3 ?m/m³ di jalan Tanjung Balai yang didominasi tutupan lahan berupa pemukiman. Konsentrasi PM10 rata-rata tertinggi pada siang hari pada unit analisis 6 yaitu jalan Morokrembangan sebesar 194,71 ?m/m³ dan terendah sebesar 95,43 ?m/m³ pada unit analisis 1 yaitu Depo Temas karena tutupan lahan didominasi tanaman dan badan air yang mampu menyerap PM10 di udara. Faktor yang mempengaruhi konsentrasi PM10 adalah bangunan, jalan, badan air, lahan kosong, lapangan dan tanaman. Besarnya pengaruh tutupan lahan terhadap konsentrasi PM10 di Kecamatan Krembangan sebesar 92,7%, sedangkan 7,3% disebabkan faktor lain.Kata Kunci: kualitas udara, konsentrasi PM10, tutupan lahan
KAJIAN PEMANFAATAN TERMINAL BARU MOJOSARI DI KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO HARI SAPUTRI EKO POSPASA, YHANI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTerminal merupakan salah satu fasilitas umum yang penting terhadap alur transportasi, karena itu untuk menunjang fasilitas transportasi menjadi lebih baik dibangun terminal baru Mojosari untuk mengantikan terminal lama Mojosari yang dianggap terlalu sempit dan sudah tidak sesuai. Perkembangannya Terminal Baru Mojosari tidak berfungsi dengan baik. Penelitian ini dilator belakangi oleh fakta di lapangan tentang tidak optimalnya pengoperasian dan pemanfaatan Terminal Baru Mojosari. Dua faktor utama tidak optimalnya Terminal Baru Mojosari. Pertama, penolakan supir angkutan umum untuk masuk ke terminal. Kedua, lokasi terminal yang jauh dari pusat fasilitas kota Mojosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi calon penumpang dan pengemudi angkutan umum Terminal Baru Mojosari terkait kondisi fisik terminal, untuk mengetahui persepsi pemudi angkutan umum terhadap lokasi Terminal Baru Mojosari, dan untuk mengetahui persepsi pengguna angkutan umum terhadap lokasi Terminal Baru Mojosari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tiga variabel penelitian; 1) Kondisi fisik terminal, 2) Pemanfaatan Terminal Baru Mojosari, 3) Persepsi pengemudi angkutan umum terhadap lokasi Terminal Baru Mojosari, 4) Persepsi pengguna angkutan umum terhadap lokasi Terminal Baru Mojosari. Teknik pengumpulan data antara lain dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian, skor total penilaian kondisi fisik untuk fasilitas umum dan penunjang adalah 107 yang menunjukkan bahwa Terminal Baru Mojosari mempunyai fasilitas sudah baik. Skor total kondisi fisik yang secara langsung dirasakan pengemudi adalah 2442 yang menunjukkan bahwa Terminal Baru Mojosari mempunyai fasilitas sangat baik. Skor total persepsi pengemudi angkutan umum terhadap lokasi Terminal Baru Mojosari adalah 1987 yang menunjukkan bahwa menurut pengemudi jika masuk Terminal Baru Mojosari membutuhkan waktu cukup lama. Skor total persepsi pengguna angkutan umum terhadap lokasi terminal baru Mojosari adalah 1987 menunjukkan pengguna angkutan umum memerlukan waktu cukup lama untuk berjalan dari lokasi awal ke Terminal Baru Mojosari.Kata Kunci : Terminal, Mojosari, Angkutan Umum, Penumpang.
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PADA MATERI MORFOLOGI DASAR LAUT MATA KULIAH OSEANOGRAFI CHOIROTUN NISAK, LAILY; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKajian mata kuliah Oseanografi memiliki cakupan materi yang sangat luas akan membatasi dosen dalam penyampaian materi tersebut. Pembelajaran Oseanografi yang hanya menggunakan 2D kurang mampu menggambarkan keadaan sebenarnya serta kemampuan berfikir mahasiswa yang beragam akan mengalami kesulitan dalam belajar. Dosen seharusnya menggunakan alat perantara atau media yang dapat mewakili materi tersebut dalam wujud media yang lebih konkret sehingga dapat membantu dalam proses belajar. Media yang digunakan dapat merangsang fikiran, kemauan dan perasaan mahasiswa, sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar sendiri.Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran 3D sehingga memudahkan mahasiswa dalam memahami materi Oseanografi karena media yang digunakan lebih konkrit daripada 2D. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D yaitu tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap uji kelayakan karena keterbatasan waktu dan materi.Media ini ditelaah oleh ahli media dan ahli materi sehingga dapat menghasilkan media yang sesuai dengan materi Oseanografi dan layak digunakan. Penelitian ini diperoleh bahwa media pembelajaran Maket 3D sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Mata Kuliah Oseanografi pada Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Surabaya pada materi morfologi dasar laut. Berdasarkan penilaian ahli media dan materi serta responden mahasiswa yang mencapai presentase sebesar 86,24 %, dengan rincian nilai dari Ahli Media sebesar 90,91 % dan Ahli Materi sebesar 84,62 % serta angket mahasiswa sebesar 84%. Berdasarkan skala Likert angka 86,24 % termasuk pada range 80,01% - 100,00% sehingga termasuk dalam kriteria ?Sangat Layak?.Kata kunci: Penelitian Pengembangan, Model 4D, Media Pembelajaran Maket 3D, Morfologi Dasar Laut