cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
RASIONALITAS MAHASISWA SURABAYA DAN SEKITAR DALAM MENGIKUTI COSSPLAY FIRDAUS DYLHAMI, YOSSI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cospaly adalah singkatan dari costum play yang berarti seseorang yang memakai kostum dari karater anime, manga, ataupun game. Perkembangan budaya jepang yang sangat pesat membuat cosplay semakin dikenal di masyarakat. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui motif dan bagaimana cosplay memaknai identitasnya sebagai cosplayer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.dalam penelitian ini juga mencari informan cosplay yang bergabung dalam komunitas yang berada disurabaya. Hasil penelitian ini adalah identitas cosplay yang dinternalisasi yaitu dengan proses sosial yang di sosialisasikan dalam kelompo k atau media, kemudian dilanjutkan melalui kostum dalam suatu even. Menentukan identitas tidak hanya menggunakan kostum, memamerkan kostum sendiri dilakukan oleh cosplayer ada juga yang berfoto kemudian diupload ke sosial media. Sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas cosplay adalah kostum. Cosplay memaknai identitasnya sebagai seorang pemain yang menjadikan cosplay sebuah tantangan. Cosplay juga mendatangkan suatu kepuasan dan kesengan tersendiri. Beberapa cosplayer memaknainya sebagai hobi, namun ada juga yang memaknainya sebagai profesi. pemaknaan identitas cosplay membawa pengaruh kedalam kehidupan cosplayer, seperti pengaruh karakter serta masalah keuangan. Tanggapan keluarga cosplayer t erkadang juga tidak begitu baik.walaupun banayak hambatan yang d irasakana oleh cosplayer, namun tidak membuatnya berhenti dalam bercosplay.
MAKNA KONFLIK PERSEBAYA SURABAYA BAGI BONEK TERNGGINAS SAPUTRA, FRANS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dualisme yang terjadi pada Persebaya Surabaya menyebabkan terjadinya konflik yang berkepanjangan anatara persebaya Surabaya dan persebaya 1927 hal ini juga berimbas pada supporter persebaya yakni bonek. Hal ini dipicu adanya pembatalan pertandingan sebanyak empat kali antar klub persebaya dengan persik sehingga pihak klub persebaya melakukan protes kepada PSSI yang kala itu dipimpin oleh Nurdin Halid. Karena kurang mendapatkan jawaban yang pasti dari PSSI membuat kubu persebaya membentuk klub baru dengan nama Persebaya 1927 yang di pimpin oleh Saleh Ismail Mukadar dan memutuskan untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia yang di pimpin oleh pengusaha Arifin Panigoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini dijelaskan bagaimana terjadinya konflik yang ada pada persebaya, Konflik yang berupa dualisme persebaya, demo yang dilakukan Bonek Mania. Perjuangan Bonek dalam memperjuangkan nama asli Persebaya Surabaya agar dapat berkompetisi di kasta tertinggi Liga Indonesia.
DRAMATURGI PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (STUDI KASUS DI DESA NGEPEH KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN) EPRILLIA DHAMAYANTI, VENNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kartu Indonesia Sehat merupakan program bantuan sosial dari pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan yang layak bagi masyarakat Indonesia dengan keadaan ekonomi miskin atau tidak mampu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi objektif (keseharian),perilaku,dan praktik dramaturgi penerima Kartu Indonesia Sehat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnometodologi, dan menggunakan prespektif Teori Dramaturgi Erving Goofman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi objektif atau keseharian penerima KIS dapat dilihat dari penampilan,bahasa tubuh (gesture),dan tutur bahasa. (1.) Panggung depan yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan cara untuk membentuk kesan kepada audiens. Pembentukan kesan tersebut ditunjukkan dengan cara berpenampilan,barang yang digunakan,raut wajah yang ditampakkan,dan tutur bahasa yang digunakan. Panggung belakang yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan keadaan ekonomi yang sebenarnya,yang tidak sesuai dengan kriteria untuk memperoleh KIS. (2.) Panggung belakang tersebut dapat dilihat dari keadaan rumah,kepemilikan barang,dan sumber pendapatan. Kata Kunci: Dramaturgi,Kartu Indonesia Sehat,Etnometodologi Abstrack Healthy Indonesia Card is a social assistance program from the government to provide a decent health insurance for Indonesian society with poor or inadequate economic. This study aims to understand the objective conditions or daily life,behavior,and practice dramturgi recipient Healthy Card Indonesia. This research is qualitative by using Etnometodology approach, and using the prespective of dramaturgy drafting theory goofman. This results of this study indicate that (1.) conditions objective or daily KIS receiver can be seen from the appearance,body language,and speech language. (1.) The front stage shown by the recipient of KIS is a way to from an impression to the audience. The formation of the impression is shown by the appearance of goods used,facial expression and speech language used. The backstage shown by the recipient of KIS is an actual economic condition,which is not in accordance with the criteria for obtaining KIS. (2.) The back stage can be seen from the state of the house,ownership of goods,and sources of income. Keywords: Dramaturgy,Healthy Indonesia card,Ethnometodology
RASIONALITAS MEMILIH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) AYU LUKMININGSIH, PUTRI; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMKN 1 Surabaya menjadi salah satu sekolah yang patut dipertimbangkan masyarakat dalam memasuki dunia pendidikan terutama siswa kelas XII jurusan Broadcasting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas siswa memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMKN 1 Surabaya dari kelas sosial menengah atas. Kesadaran siswa sebagai aktor juga berperan dalam mengendalikan sumber daya yang dimiliki dengan mempertimbangkan suatu nilai yang ingin dicapai sebelum memilih jenjang pendidikan di SMKN 1 Surabaya. Masalah ini dibahas berdasarkan fakta dilapangan dengan metode penelitian deksriptif dengan perspektif teoritik James S. Coleman. Hasil penelitian memilih karena status negeri, memilih karena salah satu SMKN favorit di Surabaya, memilih karena tertarik dengan jurusan, dan memilih karena termotivasi mengulang kesuksesan alumninya. Sumber daya berupa latar belakang pendidikan keluarga, latar belakang lingkungan sosial keluarga, dan latar belakang perekonomian keluarga. Nilai disini tujuan yang ditentukan berdasarkan nilai atau pilihan aktor. Terdapat 2 nilai, yaitu nilai kekeluargaan dan nilai emosi.Kata Kunci : Pendidikan, Kelas Menengah Atas, Pilihan RasionalitasAbstract SMKN 1 Surabaya became one of the schools that should be considered by the community in entering the world of education, especially class XII students majoring in Broadcasting. This study aims to understand the rationality of students choosing Vocational High School (SMK) in SMKN 1 Surabaya from upper social class. Student awareness as an actor also plays a role in controlling resources owned by considering a value to be achieved before choosing a level of education in SMKN 1 Surabaya. This problem is discussed based on facts in the field with descriptive research method with theoretical perspective James S. Coleman. The result of the study chose because of the status of the country, chose because one of the favorite SMKN in Surabaya, chose because interested in majors, and chose because motivated to repeat the success of alumni. Resources are in the form of family education background, background of family social environment, and family economic background. The value here is the destination that is determined by the actors value or choice. There are 2 values, namely the value of kinship and emotional value. Keywords : Education, Middle Up Class, Rational Choice
POLA INTERAKSI SOSIAL DALAM PENGGUNA GADGET ANAK SEKOLAH DASAR ARDIAWATI, RANI; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi sosial dalam pengguna gadget anak Sekolah Dasar, penggunaan gadget saat proses belajar mengajar dan istirahat di dalam kelas, dampak positif dan negatif pengguna gadget anak Sekolah Dasar, dan alasan orang tua memberikan gadget yang canggih kepada anak usia dini. Peneliti menggunakan pendekatan Interaksionisme Simbolik yang bertujuan untuk mengamati proses interaksi sosial yang membentuk konsep diri dan relasi sosial. Penelitian ini menggunakan teori George Herbert Mead. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini bahwa ada 3 (tiga) model pola interaksi sosial pengguna gadget anak Sekolah Dasar yang dipengaruhi konsep interaksi simbolik. Pertama, pola interaksi sosial secara langsung dipengaruhi oleh Pikiran (Mind). Kedua, pola interaksi sosial ruang dan waktu dipengaruhi oleh Diri (Self). Ketiga, pola interaksi sosial secara digital atau tertutup dipengaruhi oleh Masyarakat (Society). Kata Kunci : Pola Interaksi Sosial, Gadget, Anak Sekolah Dasar Abstract This study aims to determine the patterns of social interaction in the user gadget elementary school children, the use of gadgets during the learning process and a break in the classroom, positive and negative effects of gadget users Primary School children, and the reasons parents give gadget advanced to early childhood. Researchers use Symbolic Interactionism approach that aims to observe the process of social interaction that shapes the concept of self and social relations. This research uses the theory of George Herbert Mead. Data was collected by observation, interview, and documentation. Research subjects use purposive technique. Data were analyzed using models Miles and Huberman. The results of this study that there are three (3) models of social interaction gadget users elementary school children who are affected the concept of symbolic interaction. First, the pattern of social interaction is directly influenced by the Mind. Second, the pattern of social interaction of space and time is influenced by the Self. Third, the pattern of social interaction digitally or closed is influenced by the Society. Keywords: Social Interaction Patterns, Gadget, Students
PRAKTIK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI LBK WCC JOMBANG AMANATUS SANI SHOLIKAH, VINA; JACKY, M.
Paradigma Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi habitus pegiat, ranah pegiat, modal pegiat maupun masyarakat kaitannya dengan relasi pemberdayaan. Mendiskripsikan praktik pemberdayaan perempuan desa rentan kekerasan melalui layanan berbasis komunitas oleh LSM Women?s Crisis Center di Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Hasil penelitian yang diperoleh WCC Jombang mengembangkan habitus tidak menyalahkan korban dengan ranah layanan berbasis komunitas. Modal sosial dalam kegiatan pemberdayaan diwujudkan kedalam empat praktik: 1) Menentukan aktor yang dominan. 2) Melakukan upaya pendekatan terhadap aktor maupun anggota komunitas. 3) Melakukan diskusi Jumat Bersih. 4) Monitoring. Kata Kunci :Habitus, Pemberdayaan Perempuan, LBK Abstract The purpose of this study is to identify the habitus of activists, the realm of activists, the capital of activists and communities in relation to empowerment relations. Describe the practice of empowering rural women vulnerable to violence through community-based services by the NGO Women?s Crisis Center in Jombang. The research method used is qualitative with ethnometodology approach. The results of the research obtained by WCC Jombang to develop habitus did not blame victims with the realm of community-based services. Social capital in empowerment activities is manifested into four practices: 1) Determine the dominant actor. 2) Make an effort to approach the actors and members of the community. 3) Conduct a Clean Friday discussion. 4) Monitoring. Keywords: Habitus, Womens Empowerment, LBK
MODAL SOSIAL PENGEMBANG PERUMAHAN ANGGOTA APERNAS SULTONIDZIKRI, DIEMAS; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka backlog atau kekurangan akan perumahan ada pada angka 15 juta unit yang tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah. Hal itu membuat banyak pengembang kecil pendatang baru yang melihat peluang dari kondisi tersebut. Pengembang kecil itu sebelumnya menekuni bidang lain yang berbeda-beda seperti guru, kontraktor, pegawai swasta dan lain-lain. Kelemahan dari pengembang tersebut adalah tidak kuatnya modal finansial mereka yang membuat mereka menonjolkan cara lain agar bisa bertahan, seperti menggunakan modal sosial yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana developer memanfaatkan modal sosial yang dimiliki untuk bisnisnya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan modal sosial Robert Putnam. Hasil dari penelitian ini diketahui jaringan sosial dalam pekerjaan developer meliputi Pemilik lahan, pemerintah, perbankan, dan user, serta jaringan opsional lain. Jaringan dibungkus dengan trust kekerabatan, percaya diri dan berpenampilan baik, dan komitmen. Adapun Asosiasi Pengembang Rumah Sehat Sederhana Nasional (APERNAS) adalah sebagai pemberi nilai dan sanksi sebagai batasan developer dalam bekerja. Kata Kunci : Pengembang Kecil, Modal Sosial, Kualitatif Abstract The backlog or lack of housing is 15 million units which cannot be met by the government. This makes many small newcomers who see opportunities from these conditions. The small developer previously pursued different fields such as teachers, contractors, private employees and others. The weakness of the developer is their lack of financial capital which makes them accentuate other ways to survive, such as using social capital they have. The purpose of this research is to find out how developers use social capital owned for their business.This study uses a qualitative method, Robert Putnams approach to social capital. The results of this study are social networks in developer work include landowners, government, banking, and users, as well as other optional networks. The network is wrapped in kinship trust, confidence and good looks, and commitment. The APERNAS is a provider of value and sanctions as a limitation for developers in working. Keywords: Small Developer, Social Capital, Qualitative
MEDIA DAN STEREOTYPE GENDER (ANALISIS WACANA PADA RUBRIK "OH MAMA OH PAPA" MAJALAH KARTINI) DESI ARIANI, YAYANG; JACKY, M.
Paradigma Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk stereotype pada perempuan dalam rubrik ?Oh Mama Oh Papa?. Penelitian ini bersifat kualitatif denganmetode analisis wacana Sara Mills. Analisis wacana merupakan suatu analisis yang membongkar makna atau pesan yang tersembunyi dalam teks. Pengumpulan data dilakukan dengan akses secara online dan offline. Analisis data menggunakan analisis wacana Mills yang menekankan pada persoalan penggambaran perempuan pada teks dan bagaimana aktor diposisikan dalam teks. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat tiga bentuk stereotype pada perempuan, yaitu stereotype sifat, stereotype status dan stereotype peran. Stereotype sifat yang sering muncul pada rubrik adalah perempuan cantik, perempuan tidak berdaya, penakut, mudah terpengaruh dan menangis saat menghadapi suatu permasalahan.Kedua yaitu stereotype status, dalam hal ini perempuan dilihat dari status pekerjaan maupun status dalam rumah tangga. Status perempuan dalam pekerjaan ditempatkan pada posisi staf administrasi dan pegawai bank. Terakhir yaitu stereotype peran, perempuan dilihat dari bagaimana perannya dalam mengurus rumah tangganya. Pembaca memiliki posisi integral dalam keseluruhan wacana, yang artinya penulis tidak hanya menganggap keberadaan pembaca namun juga memperimbangkan keberadaan pembaca dalam tulisannya. Penulis rubrik menggunakan kata ganti ?aku? untuk menceritakan bagaimana peristiwa yang dialaminya. Secara tidak langsung, penulis menganggap keberadaan pembaca dalam tulisannya. Keberadaan pembaca dipertimbangkan dalam suatu wacana karena dapat menarik simpati dan dukungan serta untuk meyakinkan pembaca. Kata kunci : Media, Majalah, Stereotype Gender, Perempuan Abstract This study aims to identify stereotyped forms for women in the rubric "Oh Mama Oh Papa". This research is qualitative with the Sara Mills discourse analysis method. Discourse analysis is an analysis that uncovers the meaning or message hidden in the text. Data collection is done by accessing online and offline. Data analysis uses Mills discourse analysis that emphasizes the problem of portraying women in the text and how actors are positioned in the text. From the results of this study it is known that there are three stereotypes in women, namely the stereotypes of nature, stereotypes of status and role stereotypes. Characteristic stereotypes that often appear in rubrics are beautiful women, women are helpless, timid, easily influenced and cry when facing a problem.Secondly is the stereotype of status, in this case women are seen from their job status and status in the household. The status of women in employment is placed in the position of administrative staff and bank employees. Finally, the role stereotype, women are seen from their role in managing their household. The reader has an integral position in the whole discourse, which means the writer not only considers the existence of the reader but also considers the existence of the reader in his writing. The rubric writer uses the pronoun "I" to tell how he experienced it. Indirectly, the author considers the existence of the reader in his writing. The existence of the reader is considered in a discourse because it can attract sympathy and support and to convince the reader. Keywords: Media, Magazine, Gender Stereotypes, Women
MAKNA PEKERJAAN DOMESTIK ISTRI BAGI SUAMI(STUDI PADA RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA CAMPUREJO KECAMATAN PANCENG KABAUPATEN GRESIK) FAJRIYATUS SAIDAH, NUR; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat pesisir di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan.Fenomena pekerjaan nelayan merupakan suatu pekerjaan berat dan penuh resiko sehingga pada keluarga nelayan dikerjakan oleh laki-laki, sedangkan istri berperan sebagai ibu rumah tangga. Pembagian peran pekerjaan dalam rumah tangga nelayan pada budaya patriarki, yakni suami bekerja menangkap ikan di laut sedangkan istri bekerja di ranah domestik. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan motif sebab dan motif tujuan suami memberikan pemaknaan terhadap pekerjaan domestik istri pada rumah tangga nelayan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologi oleh Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi motif sebab suami memaknai pekerjaan domestik istri, yakni disebabkan adanya latar belakang pendidikan, ekonomi, pengetahuan agama, dan budaya patriarki. Sedangkan pada motif tujuan, suami memaknai pekerjaan domestik istri, bahwa suami mengerti tentang pekerjaan domestik yang dilakukan oleh istri dan membantu meringankan beban pekerjaan domestik istri, serta merupakan bentuk kepatuhan istri terhadap suami. Kata Kunci: Pemaknaan, Pekerjaan Domestik, Fenomenologi
PERAN PASANGAN KELUARGA TKI DI TANAH AIR DALAM MENJAGA KETAHANAN KELUARGA (STUDI RELASI GENDER DI DESA KEBONDUREN, KECAMATAN PONGGOK, KABUPATEN BLITAR ) ANDALLA, TIGOR; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pasangan keluarga TKI di tanah air dalam menjaga ketahanan keluarga dan dampak dari pembagian kerja serta tanggung jawab pasangan keluarga TKI di tanah air. Lokasi penelitian berada di Kebonduren, Ponggok, Blitar. Penelitian menggunakan teori gender pembagian kerja secara seksual yaitu nature dan nurture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berusaha menjelaskan fennomena secara luas dan mendalam. Hasil penelitian diperoleh apabila salah satu pasangan bekerja diluar negeri maka pasangan yang berada ditanah air berperan melaksanakan tugas-tugas rumah tangga seperti melakukan pekerjaan domestik (mencuci dan memasak), dan mengasuh anak. Adanya pembagian kerja antara suami istri merupakan bentuk kemitraan gender antara laki-laki dan perempuan. Keduanya harus bekerja sama untuk membangun keberlanjutan kehidupan keluarga. Sedangkan dampak pembagian peran dan tanggung jawab adalah terciptanya ketahanan keluarga. Kata Kunci : Peran, Keluarga, TKI