cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
INTERAKSI SOSIAL DALAM KOMUNITAS MOTOR CB150R OWNER KRIAN SIDOARJO (CBOKS) DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO WAHYU P, ALDIAN; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komunitas CB1505r Owner Krian Sidoarjo (CBOKS) merupakan komunitas untuk menyalurkan hobi sekaligus tempat bikers CB150r jari-jari melakukan interaksi. Penelitian dengan kajian interaksi antar anggota komunitas motor yang tidak safety, menjadi latar belakang penelitian ini menarik dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang interaksi sosial para anggota komunitas CBOKS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik Herbert Mead. Subyek peneltian adalah para anggota dari komunitas CBOKS. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini Interaksi sosial komunitas motor CBOKS dalam kesehariannya terdapat simbol-simbol, baik itu simbol verbal maupun simbol non verbal simbol verbal seperti halnya peggunaan nama julukan dalam interaksi antar anggota, lalu dalam penyebutan agenda-agenda yaitu kopdar, tourjib, tourgab, dan sowan Interaksi ketika di jalan menggunakan isyarat berupa gerak tubuh.. Perilaku I muncul ketika seorang anggota berinteraksi dengan sesama anggota dan perilaku Me terlihat ketika calon anggota berinteraksi dengan anggota karena perbedaan status. Kata Kunci: Komunitas Motor, Interaksi Sosial, Interaksionisme Simbolik Abstract CB1505r Community Owner Krian Sidoarjo (CBOKS) is a community for channeling hobbies as well as places for bikers CB150r fingers to interact. Research with the study of interactions between motorbike community members who were not safe became the background of this interesting research. This research was conducted to gain an in-depth understanding of the social interactions of members of the CBOKS community. This study used a qualitative research method with Herbert Meads symbolic interactionism approach. The research subjects were members of the CBOKS community. Data collection is done through observation and interviews. The results of this study CBOKS motorbike community social interaction in their daily symbols, both verbal symbols and non-verbal symbols verbal symbols as well as the use of nicknames in the interaction between members, then in the mention of agendas, namely kopdar, tourjib, tourgab, and sowan Interaction when on the road uses gestures in the form of gestures. Behavior I arises when a member interacts with fellow members and Me behavior is seen when prospective members interact with members due to differences in status. Keywords: Motor Community, Social Interaction, Symbolic Interactionism
DIALEKTIKA KULTUR MUSIK INDIE (STUDI TENTANG DILEMA INDEPENDENSI PADA GRUP MUSIK RUANG KOSONG DI KOTA SURABAYA IKA SARI, NAAFIA; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dialektis kultur musik indie. Mengingat indie yang dulu hadir sebagai budaya tanding kini telah menjadi produk dari industri kebudayaan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan perpektif teori kritis dari Adorno. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam dialektika kultur musik indie terdapat tiga tahapan: 1) Mediasi. 2) Kontradiksi. 3) Konfrontasi. Ketiga tahapan tersebut menggambarkan dilema grup musik indie Ruang Kosong dalam menanggapi industrialisasi kebudayaan. Dialektika grup musik Ruang Kosong kemudian dijelaskan melalui serangkaian aktivitas yang sarat akan pertentangan. Kontradiksi hadir saat proses industrialisasi mulai dijalankan oleh Ruang Kosong. Mediasi diwujudkan melalui kerjasama dengan pihak kapitalisme. Sedangkan konfrontasi adalah hasil konflik tak kasat mata antara kultur indie dan industri kebudayaan. Dialektika negatif kemudian menjadi akhir dari pertentangan yang dilakukan diantara Ruang Kosong dan industrialisasi. Meskipun demikian masih terdapat otentisitas yang ditunjukan melalui karya musik Ruang Kosong. Kata Kunci: Pencerahan, Dialektika Negatif, Industri Kebudayaan, Otonomi Kreatif
HABITUS KOMUNITAS BRAND SEPEDA LOKAL POLYGON (STUDI PADA KOMUNITAS STRATTOS CYCLING CLUB (SCC) DI SURABAYA) HASAN AL MUSHAWWIR, MUHAMMAD; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bersepeda merupakan moda transportasi yang kurang populer bagi masyarakat Indonesia, di Indonesia fungsi sepeda hanya digunakan sebagai alat olahraga rekreasi. Bersepeda dianggap sebagai budaya gaya hidup sehat masyarakat dunia, budaya masarakat untuk menjaga kualitas alam dan mempromosikan tren go green demi kelangsungan hidup manusia. Peneliti berangkat dari ketertarikan fenomena munculnya komunitas sepeda yang merupakan kumpulan dari penggiat olahraga bersepeda. Penelitian berfokus pada komunitas Strattos Cycling Club (SCC) di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pemahaman Pierre Bourdieu tentang Habitus, Bertujuan untuk memahami dan menjelaskan habitus apa saja yang muncul di komunitas Strattos Cycling Club (SCC), penelitian ini menggunakan pendekatan etnometodologi yang mengembangkan perhatian pada analisis percakapan. Hasil penelitian ditemukan bahwa habitus dalam komunitas Strattos Cycling Club (SCC) yakni 1). ?Seduluran sak lawase? yang menekannkan pada nilai kekeluargaan. 2). ?Budal bareng moleh bareng? yang menekankan pada hal saling memberi semangat. 3). Ingat rawon ingat SCC yang dijadikan sebagai simbol keakraban dalam komunitas Kata Kunci: Habitus, Komunitas Sepeda, Etnometodologi.
RESISTENSI SISWA SMK NEGERI 1 SURABAYA TERHADAP KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL BUDI WIBOWO, AGUNG; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi bentuk resistensi siswa SMK Negeri 1 Surabaya terhadap kebijakan Full Day School. Lokasi penelitian berada di Sekolah Menengah Kejuruan 1 Surabaya. Penelitian menggunakan teori Resistensi milik James S. Scott. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berusaha menjelaskan fenomena secara luas dan mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut, Bentuk Resistensi yang dilakukan para siswa SMK Negeri 1 Surabaya seperti membolos, berangkat telat ke sekolah dengan sengaja, keluar kelas sebelum mata pelajaran berakhir, membuat status mengenai kebosanan dikelas lewat sosial media, dan alasan pulang ke rumah karena sakit atau ada acara keluarga dilakukan para siswa secara sadar. Hal itu tetap mereka lakukan walaupun harus ada resiko yang mereka terima dikarenakan melakukan resistensi terhadap kebijakan tersebut. Penyebab resistensi yang dilakukan para siswa dikarenakan adanya rasa ketidaksetujuan atau menurut mereka ketidaksesuaian dengan keinginan mereka.
MEMBANGUN KESADARAN GENDER MELALUI SEKOLAH PEREMPUAN (STUDI KASUS DI DESA KESAMBEN KULON, KECAMATAN WRINGIN ANOM, KABUPATEN GRESIK) AFRISKHA INDRASWARI, NINDHY; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distingsi terhadap perempuan sering kali terjadi terutama pada perempuan desa yang tidak tersentuh kehidupan kota. Distingsi yang terjadi juga menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan sehari- hari seperti bekerja. Eksistensi perempuan seakan- akan dikerdilkan karena hasil dari konstruksi sosial. Fokus dari penelitian adalah melihat bagaimana membangun kesadaran gender untuk perempuan desa melalui Sekolah Perempuan. Proses selanjutnya adalah bagaimana sekolah perempuan mengubah pandangan masyarakat terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif perspektif konstruksi sosial dialektika Peter L Berger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan masyarakat dalam merubah pola pikir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kesamben Kulon dapat merubah pandangannya. Perubahan dilakukan melalui tiga tahap dialektika Berger yaitu internalisasi, eksternalisasi dan objektifikasi. Tiga tahap tersebut membentuk nilai- nilai baru yang diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Kata Kunci: Sekolah Perempuan, dialektika Berger, kesadaran gender.
RESISTENSI SISWA DALAM PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL RISWA MUSTIKA NURDIANTI, BELLA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk resistensi siswa dalam pelaksanaan full day school. Lokasi penelitian berada di SMK YPM 1 Taman. Penelitian menggunakan teori resistensi dari James Scott. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan fenomena secara luas dan mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis bentuk penolakan yang dilakukan oleh siswa SMK YPM 1 Taman yakni penolakan semi terbuka dan tertutup. Penolakan semi terbuka diantaranya dengan cara protes kepada guru, tidur di dalam kelas, pulang sekolah sebelum waktunya (kabur), dan ramai di dalam kelas. Sedangkan bentuk penolakan yang dilakukan siswa secara tertutup yakni dengan cara mencoret dinding kamar mandi tentang ketidaksetujuan full day school, merokok di kamar mandi sekolah, mengeluh kepada teman tentang full day school, keliling dari lantai 1 hingga lantai 4, tidak masuk sekolah dengan alasan sakit, menyimpan dalam hati atas ketidaksetujuan full day school, dan izin meninggalkan sekolah dengan berbagai macam alasan.Kata Kunci : Resistensi Full Day School, Kualitatif, James Scott
DINAMIKA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMAN 4 SIDOARJO SUKMAWATI, CAHYANING; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika penyelenggaraan pendidikan inklusif dan mengidentifikasi bentuk disfungsi, fungsi manifes-laten, serta bentuk inovasi yang dilakukan oleh para penyelenggara dalam melaksanakan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori taraf menengah Robert K. Merton dan bentuk adaptasi yang terdapat dalam teori perilaku menyimpang Merton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualtitatif deskriptif yang berusaha menjelaskan sebah fenomena secara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya dinamika penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo, yang terlihat dari beberapa perubahan pada aspek sekolah dari awal penyelenggaraan hingga berjalan sampai saat ini. Salah satunya adalah bertambahnya organisasi sekolah yang khusus menangani masalah inklusi. Dinamika yang terjadi ini menggiring pada fenomena lain yakni adanya disfungsi, fungsi manifes, dan fungsi laten yang ditemukan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMAN 4 Sidoarjo. Sedangkan untuk inovasi yang dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah inovasi dalam proses penerimaan siswa difabel, inovasi dalam pemberian nilai siswa difabel, dan inovasi dalam proses KBM di kelas.
RASIONALITAS PEREMPUAN KARIER DALAM BERCADAR DI KOTA SURABAYA SETIAWAN PUTRI, DEWANDA; MACHFUD FAUZI, AGUS
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern ini, perempuan berkarier bukan suatu hal yang baru. Penelitian ini membahas tentang fenomena perempuan bercadar dan menganalisis karakteristik sosial-ekonomi perempuan karier bercadar di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teori rasionalitas Weber sebagai dasar analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian merupakan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara serta observasi. Hasil dari penelitian ini adalah alasan perempuan karier memakai cadar dapat digolongkan dalam tiga rasionalitas Weber, yaitu rasionalitas nilai, rasionalitas tradisional dan rasionalitas afeksi.
DRAMATURGI KONSELOR SEKAR ARUM DALAM MENDAMPINGI KORBAN KEKERASAN SUCI ALISIA, NILA; PRIBADI, FARID
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik dramaturgi konselor Sekar Arum dalam mendampingi korban kekerasan. Lokasi penelitian di komunitas sekar arum yang berada di Desa Mojongapit Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode etnografi James P. Spradley yang berusaha membongkar panggung depan dan panggung belakang informan secara bertahap. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada panggung depan konselor terlihat sangat ramah, baik, memiliki empati tinggi, berpihak kepada klien, berbahasa halus, berpenampilan rapi dan sangat sabar mendampingi klien sampai kasusnya tuntas. Tindakan tersebut digunakan untuk menimbulkan kesan baik di depan kliennya. Sementara pada panggung belakang anggota komunitas sekar arum masih sering merasakan marah, sedih, terbawa suasana cerita klien yang berdampak pada pemberian saran penyelesaian kepada klien yang datang kepada mereka.
EKSISTENSI MAHASISWI BERCADAR (STUDI KELOMPOK UINSA NINJA SQUAD) DWI PERMATA INDAH, PUTRI; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena eksistensi mahasiswi bercadar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Mahasiswi bercadar membentuk sebuah kelompok bercadar yang diberi nama Uinsa Ninja Squad. Mahasiswi bercadar membentuk kelompok karena merasa dirinya sebagai minoritas di lingkungan kampus sebagai mahasiswi yang menggunakan cadar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan prespektif teori fenomenology Heidegger. Fenomenology Heidegger digunakan untuk melihat makna ?Ada? pada manusia. Untuk menjelaskan fenomena mahasiswi bercadar peneliti menggunakan eksistensi Heidegger yaitu konsep Dasein. Eksistensi menjelaskan makna keberadaan manusia yang memiliki dimensi waktu. Masa lalu berkaitan dengan pengalaman mahasiswi bercadar, kemudian masa kini sebagai sebagai tempat mengadakan dirinya yaitu melakukan perubahan, dan masa depan yaitu berorientasi pada akhirat sebagai tujuan akhir. Kata Kunci : Eksistensi, Mahasiswi, Cadar