cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
DINAMIKA PEMBENTUKAN SERIKAT BURUH (STUDI KONFLIK DINAMIKA SERIKAT BURUH PT SIN A SIXFIFTEEN PASURUAN) SETYORINI, ERNI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi objektif buruh PT. Sin A Sixfifteen Pasuruan dan untuk mengidentifikasi motif-motif pembentukan serikat buruh PT. Sin A Sixfifteen Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa deskripstif yaitu yang didasarkan pada suatu keadaan objektif yang alamiah dimana posisi peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian dilakukan Kantor Cabang FSPMI Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Analisis data menggunakan analisis interaktif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dinamika pembentukan serikat buruh dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, kondisi objektif buruh. Kedua, motif pembentukan serikat buruh yang dipengaruhi oleh jam kerja panjang (overtime). Ketiga, konflik buruh yang melahirkan serikat buruh sebagai kelompok kepentingan. Keempat, dampak dari pembentukan serikat seperti adanya intimidasi positif dan negatif yang dilakukan perusahaan terhadap buruh. Kata kunci: Buruh, Pembetukan Serikat Buruh, Sistem Kerja.
RASIONALITAS MASYARAKAT SIDOARJO DALAM MENGGUNAKAN BUS RAPID TRANSIT SIDOARJO ULIFATUL AJIZAH, RATNA; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan untuk mengatasi kemacetan sudah dilakukan seperti pelebaran jalan, pembangunan jalan, dan menambah moda transportasi umum. Kabupaten Sidoarjo termasuk wilayah yang rawan kemacetan. Beberapa kebijakan telah dilaksanakan salah satunya adalah peluncuran Bus Rapid Transit (BRT)Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan pilihan rasional James Colemann. Teori rasionalitas yang digunakan adalah teori James Coleman yang mengatakan bahwa tindakan individu selalu memiliki tujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Tujuan itu dibentuk oleh nilai-nilai atau pilihan-pilihan. Fokus dalam teori ini adalah aktor dan sumber daya. Penelitian ini dilakukan di dalam BRT Sidoarjo, Terminal Purabaya, dan Terminal Porong. Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah empat bulan dan subjek penelitiannya adalah penumpang BRT Sidoarjo baik yang berlangganan maupun tidak.Penelitian menghasilkan kenyataan bahwa masyarakat Sidoarjo yang menggunakan BRT Sidoarjo memiliki rasionalitasnya sendiri-sendiri tergantung sumber daya yang dimiliki. Rasionalitas tersebut adalah karena BRT Sidoarjo adalah transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan berkualitas karena pelayanannya.Kata kunci: Rasionalitas, aktor, sumber daya, kebijakan, BRT.
BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT PENGHUNI PEMUKIMAN KUMUH (STUDI MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI BERTAHAN HIDUP DI KAMPUNG 1001 MALAM SURABAYA) WULANDARI AKBARI, NIAR; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kemiskinan perkotaan akibat migrasi penduduk dari desa ke kota, namun kurangnya ketrampilan membuat masyarakat tergeser sehingga munculah pemukiman kumuh ilegal di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modal sosial sebagai strategi bertahan hidup masyarakat di Kampung 1001 Malam Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu Kualitatif dengan pendekatan Teori Modal Sosial James Coleman. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive. Pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah modal sosial yang pertama yaitu jaringan sosial meliputi jaringan dari kerabat dalam memberikan tempat tinggal, jaringan antar tetangga berupa kegiatan kampung, serta jaringan dengan teman berupa membantu mencarikan tempat tinggal dan kontrakan. Kedua yaitu kepercayaan yang meliputi kepercayaan pada ketua kampung, percaya pada pihak luar yang memberikan bantuan, percaya pada kerabat dalam memberikan pinjaman uang, kepercayaan kepada tetangga dalam hal menitipkan anak, memberikan bantuan, serta iuran bersama untuk keperluan kampung. Ketiga yaitu norma berupa aturan tamu yang datang melapor ketua kampung dan remaja tidak boleh keluar atau pulang malam. Kata Kunci: Kemiskinan di Perkotaan, Strategi Bertahan Hidup, Modal Sosial
PEMANFAATAN MODAL SOSIAL PADA KOPERASI UNTUK MEMPEROLEH KREDIT (STUDI SISTEM TANGGUNG RENTENG KOPERASI SETIA BHAKTI WANITA SURABAYA) HARDININGGAR, SISTI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum, koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip kekeluargaan.. Di Indonesia banyak ditemui Koperasi yang Koperasi SBW Surabaya menggunakan sistem tanggung renteng. Kemudahan sistem tanggun renteng bagi anggota adalah kemudahan mendapat pinjaman tanpa anggunan hanya bermodal izin dari kelompok tanggung renteng. Hal yang paling utama dalam Koperasi SBW adalah modal sosial yang ada dalam sistem tanggung renteng. Penulis melakukan penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan teori James Coleman untuk mendeskripsikan pemanfaatan modal sosial yang ada dalam sistem tanggung renteng. Modal sosial berperan penting dalam sistem tanggung renteng ini, tanpa modal sosial maka tidak terbentuk kepercayaan antara anggota dalam kelompok. Modal sosial juga memberikan peran dalam kemudahan anggota untuk mendapatkan pinjaman dari Koperasi. Namun dalam kenyataan di lapangan pemanfaatan modal sosial untuk mendapatkan kredit bukan hanya dalam segi positive melainkan juga dalam segi negative. Pemanfatan modal sosial dalam segi negative berdampak pada adanya resiko tanggung renteng yang harus ditanggung oleh anggota. Resiko ini tentunya merugikan anggota itu sendiri yang seharusnya mendapat kemudahan dan keringanan pinjaman tanpa anggunan malah harus menanggung resiko tanggung renteng. Kata kunci: Trust, norma, jaringan, Koperasi
KEKERASAN SIMBOLIK DI SEKOLAH (STUDI DI SD NEGERI PUCANGRO KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN) NUR FARIDAH, SEFTIYA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan, alasan atau penyebab kekerasan, tempat, situasi dan kondisi pada waktu kekerasan terjadi, serta menganalisis dan mengkonstruksikan tindak kekerasan simbolik di sekolah. Peneliti menggunakan pendekatan etnometodologi yang bertujuan untuk mengamati perilaku individu dalam mengambil tindakan yang disadarinya, serta cara mereka mengambil tindakan atau belajar mengambil tindakan. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.Teknik analisis menggunakan analisis interaktif.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa adanya kekerasan simbolik yang terjadi di SDN Pucangro melalui upaya guru untuk menunjang tata tertib sekolah.Bentuk-bentuk yang kekerasan simbolik yang ditemukan, yaitu peringatan, perintah, ancaman, dan hinaan.Adanya bentuk kekerasan simbolik, siswa dipaksakan untuk mempunyai modal simbolik yang dimiliki oleh kelas menengah atas. Guru sebagai kaum dominan telah melanggengkan habitus kelas menengah atas. Kata kunci :Sekolah, Peraturan tata tertib, Kekerasan simbolik
CYBER-SNOB , GHIFARY; JACKY, M.
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus dari artikel ini akan menelaah bagaimana hasrat snob dalam mengidentifikasi liyan melalui penggunaan tagar (#) serta kutipan dari liyan oleh snob untuk memenuhi hasrat narsisitik aktif. Artikel ini mencoba menggunakan perspektif Lacanian untuk memahami permasalahan hasrat narsistik aktif pada diri snob. Tujuan dari artikel ini untuk melakukan identifikasi terhadap identitas dan objek hasrat yang berjalan pada sebuah diskursus. Hasil penelitian menunjukkan, pencapaian hasrat atas intelektualitas ini dilakukan dengan upaya sublimasi untuk mengejawantahkan objek yang dihasrati menjadi identitas dirinya. Media sosial dapat mewakilkan subjektivitas melalui rangkaian penanda yang sengaja dimunculkan melalui interpasivitas, yang sifatnya mempengaruhi dan menyampaikan sesuatu. Pengutipan tokoh-tokoh arkais menjadi penanda utama dalam rangkaian diskursus yang berjalan dalam media sosial. Dalam media sosial, snob senantiasa berada di bawah fantasi dan idealisasi atas identitas yang intelek, filosofis, dan berwawasan luas. Citraan atas intelektualitas yang ditampilkan dalam media sosial, mampu menginterpelasi hasrat sang subjek snob untuk segera memenuhi kegegaran dirinya. Kegegaran ini coba ditutupi melalui penanda utama yakni pengutipan quotes yang mampu membentuk identitas sang subjek snob. Melalui quotes yang diunggahnya, subjek yang seolah telah mendapatkan fantasinya akan secara kontinu melakukan quoting demi terjaganya identitas yang dikira telah didapatkannya. Kata Kunci : Quotes, Media Baru, Psikoanalisis
MITOS DALAM SMK BISA! SYAIFUL RIZAL, MUHAMMAD; IMRON, ALI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang iklan layanan masyarakat dan membedah mitosnya. Semiotika Barthes merupakan turunan dari linguistik Saussure. Barthes mengembangkan tingkat pemaknaan Saussure yang terdiri dari penanda dan petanda kemudian menjadi denotasi dan konotasi. Denotasi merupakan bentuk objek dan makna langsungnya. Sedangkan, konotasi adalah makna tersebunyi yang tidak nampak dan tidak mudah dimengerti secara langsung. Konotasi biasanya bersifat kultutral, atau bersifat ideologis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendidikan kritis dan teori Henry Giroux. Namun penelitian ini tidak meminggirkan teori semiotika Barthes dikarenakan penelitin ini didasari pada pemikiran Barthes. Antara lain, berita sebagai sumber informasi yang aktual, pragmatisme pada suatu pendidikan, positivisme dalam pendidikan, tuntutan globalisasi. Iklan layanan masyarakat SMK Bisa! tidak menyampaikan secara langsung ideologinya, melainkan dengan cara konotatif. Hal ini dapat dilihat ketika iklan layanan masyarakat tentang pendidikan menampilkan aspek-aspek ekonomi. Iklan layanan masyarakat SMK Bisa! memunculkan mitos seperti pendidikan hanyalah tentang mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya, mitos-mitos itu menjadi tujuan masyarakat dalam hal memilih pendidikan dan mengeyampingkan tujuan pendidikan dalam aspek humanisnya. Kata kunci: Mitos, Iklan Layanan Masyarakat, pendidikan . Abstract This study discusses public service advertisements and dissects the myths. Semiotics Barthes is a derivative of Saussure linguistics. Barthes develops a Saussure meaning level that consists of signifier and signified and then denotation and connotations. Denotation is a form of object and its direct meaning. Meanwhile, connotation is a hidden meaning that is not visible and not easily understood directly. Connotation is usually a cultural, or ideological one. The theory used in this research is the critical education and theory of Henry Giroux. However, this research does not exclude Barthes semiotics theory because the research is based on Barthes thought. Among others, news as actual information source, pragmatism in an education, positivism in education, demand of globalization. Public service ads SMK Bisa! not directly convey their ideology, but in a connotative way. This can be seen when public service advertisements on education showcase aspects of the economy. Public service ads SMK Bisa! bringing up myths like education is about getting a job. Ultimately, these myths are the communitys goal of choosing education and putting aside educational goals in its humanist aspect. Keywords: Myth, Public Service Advertisement, Education
MODAL SOSIAL BAGI ORANG TUA SISWA TIDAK MAMPU (STUDI PADA ORANG TUA SISWA TIDAK MAMPU DI SMK NEGERI 1 SURABAYA) AGUSTYNA, YASHINTA; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang modal sosial dalam lingkup kekerabatan yang dibangun oleh orang tua siswa tidak mampu di SMK Negeri 1 Surabaya dalam upaya untuk memperoleh pinjaman uang yang digunakan untuk membayar biaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peran modal sosial dalam upaya untuk membayar biaya pendidikan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial Robert D Putnam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk modal sosial terdiri dari tiga, yaitu jaringan sosial berupa jalinan relasi dengan keluarga, tetangga dan teman. Kepercayaan berupa saling memberikan dukungan moril saat ada masalah, kesediaan kerabat memberikan pinjaman uang, kesediaan kerabat berbagi informasi terkait tempat meminjam uang, menitipkan anak pada tetangga dan norma berupa hutang harus dibayar tepat waktu, ada denda jika telat membayar hutang, harus bernegosiasi dengan kerabat apabila belum bisa membayar hutang dan saling menjaga tutur kata dan sikap.
BUDAYA MENONTON FILM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA SURABAYA PUTRI PERMATASARI, DHANTI; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik menonton film di bioskop oleh remaja putri di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori etnometodologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini menemukan bahwa dalam menonton film seorang remaja putri memerlukan modal ekonomi yang bersumber dari pekerjaan orang tua, uang saku yang diperoleh, dan pemilihan bioskop. Kemudian, modal sosial yang dimiliki remaja putri dalam menonton film ditentukan melalui status sekolah dan tingkat popularitas sekolah tersebut, serta pemilihan tempat untuk meluangkan waktu atau berkumpul bersama teman. Dalam praktik menonton film modal budaya terbentuk dari sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus tanpa sadar oleh pihak keluarga. Pengklasifikasian gedung bioskop tersebut bertujuan agar hiburan menonton film di bioskop dapat dirasakan oleh remaja dari berbagai golongan masyarakat, dan untuk menujukkan di posisi kelas mana seorang remaja tersebut berada. Kata Kunci: Film, Remaja, Habitus menonton film, Bioskop. Abstract This study aims to identify the practice of watching movies in cinemas by young women in Surabaya. This research uses a qualitative approach with the perspective of Pierre Bourdieu etnomethodology theory. This study found that in watching a movie a young woman needs economic capital that comes from the work of parents, pocket money earned, and the selection of cinema. Then, the social capital that girls have in watching movies is determined through the schools status and the schools popularity level, as well as the choice of places to spend time or get together with friends. In the practice of watching the film culture capital is formed from the socialization that is done continuously unknowingly by the family. The classification of the cinema is aimed at watching the movies in the cinema can be felt by teenagers from various community groups, and to show in which class position a teenager is located. Keywords: Movies, Teenagers, Habitus watching movies, Cinema
PENGGUNAAN ORGANISASI SOSIAL KPPM SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK SISWANTO, MOHAMMAD; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran organisasi sosial Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) sangat diperhitungkan eksistensinya di Surabya. Hal ini tak lepas dari peran tokoh-tokoh KPPM yang berkecimpung di dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi objektif orang-orang Maluku perantauan; mengidentifikasi pola hubungan antara anggota KPPM; menganalisis penggunaan jaringan sosial KPPM sebagai modal sosial dalam berpolitik diperantauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan perspektif teori Jaringan Sosial. Teori yang dipakai teori Gemainschaft Ferdinand Tönnies, dan teori Jaringan Sosial James Coleman. Hsil penelitian menunjukkan bahwa orang Maluku yang bermigrasi ke Surabaya berasal dari keluarga menengah ke atas. Motif mereka bermigrasi dari daerah asalnya disebabkan karena hubungan kekeluargaan, ekonomi, dan pendidikan. Di perantauan rasa solidaritas orang Maluku direkatkan oleh sistem kekerabatan pela gandong. Dalam mengembangkan jaringan politik, terdapat tiga jalur. Yang pertama melalui jalur persekutuan gereja bagi orang Maluku Kristen. Kedua, melalui ormas Islam bagi orang Maluku Islam. Ketiga, melalui jalur interdenominasi baik di dalam maupun di luar komunitas KPPM.Kata kunci: Organisasi Sosial KPPM, Politikus Maluku, Jaringan Sosial