cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PERKEMBANGAN KESENIAN RONGGENG DI DAERAH JAWA BARAT TAHUN 1940-1965 MUFIDAH, IMROATUL
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian yang ada di Jawa Barat memiliki banyak jenis, akan tetapi kesenian yang memiliki sejarah atau riwayat yang hingga kini masih menjadi idola meskipun pertunjukannya telah berganti-ganti yakni kesenian ronggeng. perrkembangan kesenian ronggeng yang ada di daerah Jawa Barat mengalami pasang surut dalam kehidupan sosial dan juga kehidupan ekonominya. Perubahan pada peran dan fungsi ronggeng terjadi karena adanya tuntutan dari kehidupan yang dialami oleh para ronggeng. perubahan itu terjadi karena adanya perkembangan dimana dahulu ronggeng merupakan perempuan mulia yang dihormati berubah menjadi perempuan yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang tambahan. Perubahan banyak terjadi mulai tahun 1940, hal ini juga disebabkan kehidupan masyarakat pada masa itu yang sedang berjuang untuk meraih kemerdekaan. Perubahan terjadi, pada tahun ini ronggeng hanya berfungsi sebagai penghibur dalam pertunjukan saja, kesan negatif sebagai penghibur yang hanya mengiginkan uang melekat pada diri ronggeng. pada tahun 1950 banyak dilakukan pembaharuan dalam gerak dan busana untuk mengembalikan citra dan kedudukan ronggeng kembali baik dan dihormati. Serta pada tahun 1960-1965 banyak perubahan bahkan penciptaan kesenian baru yang dilakukan untuk mengembalikan citra dan kedudukan ronggeng yang terhormat ditengah-tengah masyarakat. Kata kunci: Ronggeng, perubahan, pembaharuan
SEJARAH TARI KENYA MADE SEBAGAI IKON PARIWISATA KABUPATEN JOMBANG WULAN, KARTIKA
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari kenya made tumbuh dan berkembang di Kabupaten Jombang sebagai salah satu tari kreasi, yang turut meramaikan dunia seni tari dan dunia pariwisata yang mengangkat salah satu potensi wisata sendang made yang berada di Desa Made Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Sejak tahun 2005 tari kenya made dijadikan tarian yang khas dari Kabupaten Jombang, karena tidak tidak ditemukannya tarian ini di daerah lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sebuah prasasti berhuruf kwadrat Kediri yang berbunyi “Tuking Wasanta Yage Parandi” di lokasi Sendang Made. Munculnya Seni Tari Kenya Made ini adalah dengan adanya keberadaan mata air suci di desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang yang konon dipercaya sejak jaman Raja Airlangga. Tari sendang made dilahirkan dengan tujuan memperkenalkan sebuah tarian baru untuk diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Jombang dan khususnya generasi muda agar terus melestarikan budaya khas dari Jombang, dan menjaga wisata areal kompleks sendang made khususnya.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, diambil tiga rumusan masalah (1) bagaimana latar belakang lahirnya seni tari kenya made, (2) bagaimana perkembangan tari kenya made sebagai ikon pariwisata di Jombang, (3) dampak tari kenya made terhadap pariwisata Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah metode sejarah meliputi heuristik, yaitu mengumpulkan sumber primer dan sekunder. Kritik yang penulis gunakan adalah kritik intern. Penulis dalam langkah ketiga ini melakukan proses pemahaman data-data yang sudah diperoleh dan ditafsirkan. Tahap Keempat yaitu historiografi untuk menyampaikan proses penyusunan karya penelitian ini secara kronologi.Tari Kenya made lahir pada tahun 2005 di Desa Made Kec.Kudu Kabupaten Jombang, tari Kenya Made berkembang pesat di wilayah Kabupaten Jombang khususnya di Kecamatan Kudu, Kec.Sumber mulyo, Kec. Jombang. Hal inilah yang membuat Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata tertarik akan tari kenya made, sehingga tari kenya made diupayakan untuk dapat menarik wisatawan ataupun pengunjung di wisata alam sendang made yang berada di Desa Made Kec.Kudu Kabupaten Jombang. Bentuk pengupayaan yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata yaitu adanya event bulanan dan event tahunan.Awal mula lahirnya seni tari Kenya Made berasal dari karya pencipta seni tari Kenya Made yaitu ibu Inin Amami yang terinspirasi pada gerakan dari sekumpulan gadis yang sedang menjalani ritual pembersihan diri yaitu mandi kungkum di salah satu sendang areal kompleks sendang made. Inspirasi ini akhirnya diwujudkan menjadi tari sendang made dalam gerak tari dan sejak tahun 2005 tari ini dijadikan tarian khas Kabupaten Jombang. Tarian ini dianggap khas tarian Kabupaten Jombang untuk menunjukkan aktivitas ritual di sekitar sendang made. Tari Kenya Made tumbuh dan berkembang di Kabupaten Jombang sebagai salah satu tari kreasi yang turut meramaikan dunia seni tari dan dunia pariwisata yang mengangkat potensi wisata sendang made. Tarian ini dikenalkan melalui sebuah sanggar tari “Cindelaras” yang menjadi salah satu tarian kreasi khas Kabupaten Jombang sebelum diajarkan ke seluruh sanggar di Kabupaten Jombang. Seni tari Kenya Made merupakan kesenian tari asli dari Kabupaten Jombang. Respon positif datang dari para penari maupun sanggar-sanggar yang lain di Kabupaten Jombang sehingga membuat tari tersebut dapat dikenal di desa made maupun di daerah sekitar sanggar cindelaras. Tahun 2009 menjadi masa kejayaan tari Kenya Made, karena beberapa penghargaan diraih oleh Kabupaten Jombang, seperti kategori penata tari terbaik, penyaji terbaik, dan penata rias dan busana terbaik. Pada akhir tahun 2014 lambannya regenerasi penari Kenya Made dikarenakan sulitnya mencari penari yang terbaik, sehingga para penari Kenya Made sepi dari beberapa event tahunan yang ada. Berdasarkan data kunjung tahun 2004 terjadi peningkatan jumlah pengunjung berdampak positif terhadap pariwisata Jombang yang datang naik sekitar 1,5% karena Dinas Pariwisata mempromosikan sendang made sebagai area pariwisata dan tari Kenya Made sebagai ikon tari khas kabupaten Jombang. Dampak pada perekonomian penduduk sekitar karena beberapa warganya mempunyai usaha-usaha kecil seperti toko kelontong, warung makan sehingga kawasan sekitar sendang menjadi lebih ramai daripada biasanya. Dampak positif dari pengembangan pariwisata meliputi 1) memperluas lapangan pekerjaan, 2) bertambahanya kesempatan berwirausaha, 3) meningkatkan pendapatan, 4) terpeliharanya lokasi wisata dan daerah setempat, 5) dikenalnya lokasi wisata dan termasuk hiburan di dalamnya yaitu tari kenya made dan ritual mandi kungkum atau biasa disebut dengan wisuda sinden. Kata kunci : Tari Kenya Made, Kabupaten Jombang
STRATEGI KAMPANYE POLITIK GOLKAR PADA PEMILIHAN UMUM 1977-1987: DALAM PERSPEKTIF PEMBERITAAN DI SURAT KABAR SUARA KARYA DAN MERDEKA AGUSTYNA, MARINI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya media massa berfungsi sebagai wadah yang menyampaikan informasi dari satu sumber ke sejumlah sasaran. Semua segi kehidupan dapat dijadikan sebagai bahan pemberitaan di media massa, mulai dari politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Menjelang pemilihan umum, kampanye menjadi salah satu aktivitas politik yang sering mengisi halaman surat kabar. Pemilu Orde Baru merupakan periode kejayaan Golkar dalam ranah politik Indonesia. Sejumlah kebijakan politik pemerintah memberikan keuntungan bagi kemenangan Golkar. Kemudian, beragam pemberitaan politik dikeluarkan untuk meningkatkan serta menurunkan citra organisasi peserta pemilu lainnya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pandangan surat kabar Suara Karya dan Merdeka terhadap kampanye politik Golkar pada pemilu 1977 hingga pemilu 1987, dan 2) mengetahui hubungan kampanye Golkar dengan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode penulisan sejarah, yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Di samping menggunakan metode penulisan sejarah, penulis juga menggunakan metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Dalam model tersebut, terdapat empat struktur yang mencakup struktur Sintaksis, struktur Skrip, struktur Tematik, dan yang terakhir struktur Retoris.Kemenangan Golkar pada pemilu Orde Baru menjadi prioritas utama bagi surat kabar Suara Karya. Surat kabar tersebut dari awal pendiriannya telah diatur sebagai media komunikasi politik Golkar. Selama kampanye Pemilu 1977 hingga 1987, Suara Karya secara konsisten mendukung kemenangan golkar. Di lain pihak, Merdeka tampil sebagai surat kabar cenderung berpihak kepada peserta pemilu lainnya, seperti PDI. Namun, Merdeka juga menyajikan berita seputar kampanye PPP, dan Golkar. Merdeka juga memberikan penonjolan pada kedua peserta Pemilu tersebut. Akan tetapi, porsi penonjolan paling besar diarahkan pada kampanye PDI. Perbedaan ini berkaitan erat dengan latar belakang serta sejarah masing-masing surat kabar. Kampanye Golkar selama Pemilu 1977 hingga 1987, tidak terlepas dari peranan pemerintah di belakangnya. Dalam kemenangannya, Golkar memperoleh dukungan dari Angkatan Bersenjata, birokrasi, dan kekuatan politik dalam Golkar sendiri. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi Golkar, seperti Undang-undang Parpol dan Golkar, dan Peraturan Pemerintah yang menyangkut Pemilu. Kata Kunci : Kampanye politik Golkar, Pemilu Orde Baru, Pers, Analisis Framing
POLITIK PADI PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDRAMAYU TAHUN 1942-1944 ANGGRAINI, GRITA
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik padi yang dilaksanakan pemerintah Jepang adalah penyerahan padi yang ditujukan untuk kepentingan yang dimiliki oleh pemerintah Jepang. Kepentingan tersebut, yaitu keinginan untuk mencapai kemenangan atas perang Asia Timur Raya. Dalam usahanya untuk mencapai tujuannya, pemerintah Jepang memasukkan Indonesia sebagai bagian dari rencana dalam penguasaan terhadap wilayah Asia tenggara. Pemerintah Jepang berusaha untuk semaksimal mungkin memobilisasi rakyat Indonesia demi kepentingan negaranya sendiri. Indramayu adalah salah satu kota yang dianggap oleh Jepang sebagai kota yang penting. Hal ini dikarenakan Indramayu adalah kota penyuplai beras tertinggi di wilayah Jawa Timur. Bahkan pemerintah Jepang menyebut wilayah Indramayu sebagai Gudang Beras, yang tentunya beras adalah salah satu kebutuhan pokok militer. Hal itulah yang memberikan ketertarikan penulis untuk mengkajinya lebih dalam mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah Jepang dalam mengeksploitasi beras di Indramayu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis latar belakang pemerintah Jepang melaksanakan poitik padi. (2) Untuk menganalisis implementasi kebijakan penyerahan padi melalui politik padi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang terhadap petani di Indramayu, (3) untuk menganalisis mengenai pemberontakan yang dilakukan oleh para petani Indramayu yang berkaitan dengan penolakan pelaksanaan kebijakan politik padi. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan sejarah (historical approach ), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penyerahan padi dari para petani ini membawa dampak negatif dan dampak positif yang mrngiringinya. Dampak negatif dari kebijakan ini ialah para petani terutama hidup sengsara dan menderita karena adanya kebijakan yang merampas hak-hak mereka dimana hasil dari sawah yang meraka rawat harus diserahkan kepada pemerintah tanpa bisa dinikmati terlebih dahulu oleh para petani. Dampak positif dari kebijakan ini adalah berkembangnya ilmu pengetahuan berkaitan dengan pertanian, dimana sebelum adanya kebijakan penyerahan padi ini, para petani menanam padi dengan cara yang masih primitive. Namun setelah adanya kebijakan dan penelitian, petani menjadi lebih modern dalam melakukan penanaman padi. Kata Kunci: Politik, Padi, Indramayu
WABAH KOLERA DI JAWA TIMUR TAHUN 1918-1927 MUSLIMAH, AYNUL
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa kolonial Belanda sudah banyak terjadi berbagai macam penyakit di wilayah Hindia-Belanda, salah satunya adalah penyakit Kolera. Penyakit kolera banyak ditemukan ditemukan di wilayah Jawa Timur seperti halnya di Surabaya dan Madura. Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki penderita kolera terbanyak sepanjang tahun 1918-1923. Hal ini tentunya ada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wabah Kolera di Jawa Timur tahun 1918-1923 sehingga diperlukan penanganan dalam menangani wabah Kolera ini. Penelitian tentang wabah kolera ini khususnya di Jawa Timur belum banyak diteliti, oleh karena itu penelitian tentang wabah kolera di Surabaya ini merupakan kajian yang menarik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: mengapa terjadi wabah kolera di Jawa Timur tahun 1918-1923, dan bagaimana penanganan wabah kolera di Jawa Timur tahun 1918-1923.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaiamana cara menyebarnya dan upaya yang dilakukan oleh warga Jawa Timur saat mengatasi terjadinya wabah kolera tahun 1918-1923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Hasil penelitian yang diperoleh adalah wabah kolera yang melanda penduduk Jawa Timur merupakan penyakit yang berasal dari wilayah Jawa Timur sendiri. Wabah kolera ini dapat menyebar dikarenakan lingkungan penduduk Jawa Timur yang terkesan kumuh, serta tidak memiliki sanitasi yang kurang baik, seperti banyaknya rumah penduduk yang masih terbuat dari bambu serta air yang digunakan untuk minum adalah bersalkan sungai Kali Mas. Dalam menangani kasus kolera ini adalah pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat progam salah satunya yakni KIP (Kampung Improvement Program) yang berawal dari tahun 1923-1928. Kata Kunci: Wabah, Penyakit Kolera, Jawa Timur.
ASPEK HISTORIS PERANAN PBB DALAM PENYELESAIAN KONFLIK PALESTINA-ISRAEL 1967-1995 ISLAMIYAH, NUR
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palestina-Israel merupakan konflik abadi yang terjadi di Timur Tengah yang menuntut keterlibatan PBB dalam proses perdamaian tersebut. Konflik yang terjadi pada tahun 1967, dan 1973 terjadi perebutan wilayah. Seluruh wilayah Arab Palestina direbut oleh Israel. PBB mlakukan berbagai upaya penyelesaian seperti dikeluarkannya resolusi-resolusi, perudingan diantara negara untuk mencari solusi penyelesaian dari konflik ini sehingga konflik ini banyak melibatkan negara-negara besar mengambil peranan dalam konflik ini khususnya peranan Amerika Serikat dalam menentukan keputusan yang telah ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB.Dalam penelitian ini rumusan masalah yaitu (1) Apa upaya-upaya yang telah dilakukan PBB dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel 1967-1995, (2) Bagaimana implementasi kebijakan PBB dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel 1967-1995, dan (3) Bagaimana dampak kebijakan PBB, bagi Palestina maupun Israel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah meliputi, heuristic, yaitu pengumpulan sumber yakni sumber primer seperti Koran kompas, Tempo, suara merdeka, merdeka, dan Surabaya Post. Kemudian sumber sekunder terdiri dari buku, jurnal, dan internet.Konflik Palestina-Israel berkembang menjadi konflik regional yang dapat membahayakan perdamaian dan keamanan dunia. Untuk itu PBB ikut dalam upaya penyelesaian konflik tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti resolusi-resolusi dan perundingan-perundingan dengan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai agar dapat menyelesaiakan konfliknya dengan jalan damai.upaya-upaya yang telah ditempuh oleh DK PBB meliputi dikeluarkannya resolusi DK PBB no 242, resolusi DK PBB no 338, perjanjian Camp David 1978, konferensi internasional tentang masalah Palestina 1981, intifada, konferensi Madrid 1991, hingga perjanjian oslo 1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan PBB dinilai tidak efektif hal tersebut dapat dinilai ketika upaya PBB dalam mengimplementasikan kebijakannya tidak berhasil dijalankan oleh pihak yang bersengketa. Perdamaian dan keamanan jauh dari cita-cita khususnya keikutsertaan Amerika Serikat dalam menggagalkan Veto terkait perdamaian Timur Tengah dan lebih mendukung Israel merdeka tanpa melihat dari segi Palestina. Hambatan lain yakni kurangnya dukungan dari bangsa Arab sendiri dimana terjadi konflik internal yang terjadi antara Hamas dan Fattah yang memiliki perbedaan pandangan sehingga konflik ini sulit diselesaikan Kata Kunci: PBB, Konflik Palestina-Israel, Kebijakan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA KD 2.3 KURIKULUM KTSP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI-IIS SMA WIDYA DHARMA SURABAYA OKTAVIANA, YENNI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran di SMA Widya Dharma khususnya guru mata pelajaran sejarah masih menggunakan cara yang konvensional. Dampak yang ditimbulkan yaitu menurunnya minat siswa dalam proses pembelajaran sehingga mempengaruhi hasil belajar. Salah satu upaya peningkatan kualitas pembelajaran adalah dengan pemilihan strategi, cara atau metode dalam menyampaikan materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran NHT dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode tersebut pada mata pelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan data hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai tes pemahaman materi yang diujikan disetiap kegiatan pembelajaran.Penelitian ini dilakukan 2 kali pertemuan, data yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pada setiap pertemuannya. Pertemuan 1 dalam pelaksanaan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil pengamatan aktivitas guru, peneliti mendapat 60% terlaksana dan tidak terlaksana sebesar 40%. Pada pertemuan 2, terlaksana sebesar 90% dan 10% tidak terlaksana. Selain itu pada pertemuan 1, kondisi belajar siswa mendapat predikat tidak baik = 75%, dan cukup = 25%. Pada pertemuan 2, kondisi belajar siswa mendapat predikat cukup = 25%, dan baik = 75%. Ketuntasan hasil belajar klasikal pada saat mengerjakan soal Pre Test pada pertemuan 1 ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 21,05%. Ketuntasan hasil belajar klasikal pada saat mengerjakan soal Post Test pada pertemuan 2 ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 52,63% dan sudah mencapai KKM pada soal Ulangan Harian mencapai 84,21%. Kata Kunci : Metode pembelajaran kooperatif, NHT, meningkatkan hasil belajar siswa.
GREJA KRISTEN JAWI WETAN JEMAAT WIYUNG TAHUN 1937-1998 PRAMUSINTA, ANDREAS
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak berdirinya GKJW Jemaat Wiyung telah menampilkan suatu fenomena yang unik dalam kehidupan keberagaman agama di Indonesia. Selain itu, ketika menilik sejarah panjang GKJW Jemaat Wiyung ini merupakan cukup berperan dalam pembentukan cikal bakal yang saat ini kita kenal dengan Majelis Agung GKJW. GKJW telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan kemampuannya dalam mempertahankan dan mengembangkan kontinuitas gerakannya. Sebagai suatu gerakan selama lebih dari satu abad. GKJW Jemaat Wiyung yang didirikan pada 10 Januari 1937 dan didewasakan pada Oktober 1939 dalam perkembangan awal mengalami perkembangan yang tidak begitu menonjol. Selain itu dalam perkembangannya juga mendapatkan beberapa kendala yaitu pada sekitar tahun 1942-1959, dan tahun 1965-1966.Kata kunci: Gereja, GKJW, Wiyung, Kristen Jawa
KOTA MALANG PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA I TAHUN 1947 NURUL KHARISMA, DAVID
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan tempat penting yang baik bagi orang Eropa, Timur Asing, dan orang Indonesia sendiri. Wilayah Malang menjadi salah satu wilayah yang ingin dikuasai Belanda karena potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu wilayah perkebunan serta sebagai pertahanan yang baik dari serangan musuh. Kota Malang pernah menjadi ibukota Propinsi Jawa Timur pada bulan Februari 1947 sampai bulan Juli 1947. Agresi Militer Belanda pertama pada tanggal 31 Juli 1947 membuat Kota Malang sudah tidak aman lagi sebagai Ibukota Propinsi JawaTimur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian meliuti : 1) Bagaimana situasi Kota Malang pasca Kemerdekaan? 2) Bagaimana Proses jatuhnya Kota Malang pada masa agresi militer Belanda I? 3) Bagaimana dampak Kota Malang pasca agresi militer Belanda I ?Penelitian bertujuan untuk menganalisis Kota Malang pasca kemerdekaan sampai masuknya Belanda dalam Agresi Militer I tahun 1947. Metode penelitian yang dijadikan pedoman dalam penulisan ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian meliputi : arsip, koran serta buku yang terkait dengan pembahasan Agresi Milter Belanda I tahun 1947 di Kota Malang.Hasil dari penelitian yakni, sejak agresi militer Belanda I tahun 1947 dijalankan oleh Belanda mulai dari Surabaya dan Pasir Putih Bondowoso, yang dijalankan oleh Brigade X KNIL, menuju Malang. Wilayah Malang merupakan daerah sasaran Belanda, karena daerah Malang terdapat perkebunan-perkebunan yang dahulu pernah di kelola Belanda, yang sangat menghasilan perekonomian bagi Belanda. Pada tangal 31 juli 1947 Belanda berhasil menduduki kota Malang, yang sebelumnya Kota Malang sudah di bumi hanguskan oleh TNI dan pejuang kota Malang.Jalannya Aksi Milter Belanda yang dilakukan oleh pasuakan X KNIL masuk kota Malang juga mendapatkan perlawanan oleh TNI dan Pejuang kota Malang, perlawanan juga dilakukan oleh MAS TRIP ( tentara pelajar) dalam menghadapi tentara Belanda, sebanyak 35 anggota TRIP gugur, di sudut Kota Malang. Terkait dengan keadaan kota Malang, pemerinthan kota pindah ke Toeren, dengan melakukan konsulidasi dengan jawatan jawatan yang masih tinggal di dalam Kota. Dengan keadaan kota Malang yang tidak kondusif, peristiwa ini berdampak pada politik, adanya perubahan pemerintahan Kota dan Kebijakan yang dikeluarkan oleh Wakil Residen saat Belanda menduduki Kota Malang, Dampak sosial yaitu adanya sentimen Anti Etnis Tionghoa saat Belanda masuk Kota Malang dan Dampak ekonomi, terjadinya kelumpuhan perekonomian kota Malang banyaknya toko-toko dan pasar tutup dan sebagai tindakan Wakil residen mengeluarkan kebijakan untuk memulihkan ekonomi Kota Malang. Kata Kunci: Kota Malang, Agresi Militer Belanda 1
PERAN LASKAR KERE DI SOLO DALAM MENEGAKKAN KEMERDEKAAN TAHUN 1945-1948 YUDHA JATI KUSUMA, MAULANA
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para pahlawan kemerdekaan dari semua elemen masyarakat yang berbeda telah bersatu dengan satu tujuan dan kepentingan yaitu kemerdekaan. Dari tentara pelajar ini lebih khusus ke laskar kere berperan bagi kemerdekaan bangsa akan tetapi banyak yang tidak tahu dan tulisan tentang laskar kere kurang banyak.Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana latar belakang terbentuknya Laskar Kere? (2) Bagaimana peran Laskar Kere sejak tahun 1945-1948.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari beberapa tahapan penulisan. Langkahnya adalah heuristik yang merukapan tahapan pertama dengan mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang diperlukan sesuai dengan topik bahasan adalah sumber primer dan sekunder. Langkah selanjutnya yaitu kritik untuk pengujian terhadap sumber-sumber, tujuannya untuk menentukan sumber tersebut digunakan. Intepretrasi sumber menjadi bagian penting dalam proses analisis sumber sesuai dengan topik penelitian. Selanjutnya historiografi sebagai bagian akhir penelitian yang menunjukan kronologis penelitian sesuai dengan topik penelitian.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang latar belakang laskar kere dimulai sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Situasi pasca kemerdekaan di Solo mendorong masyarakat mulai membentuk gerakan/laskar untuk ikut mempertahankan kemerdekaaan Indonesia. Laskar Kere adalah salah satu bagian laskar perjuangan yang nanti termasuk dalam tentara pelajar. Umumnya anggota laskar kere belajar di SMT/sederajat/SMA yang berani berperang melawan penjajah. Mereka rela meninggalkan sekolah karena tanah air ini dijajah kembali. Awal mulai terlihat laskar kere ini saat adanya Palagan Ambarawa, saat itu laskar kere juga ikut berperang. Para laskar kere ini bertemu TKR dan ikut serta dalam pertempuran bersama.Peran laskar kere terlihat dari kedisiplinannya di medan tempur. Mereka aktif dalam penyerangan terhadap Jepang untuk melucuti senjata-senjata. Laskar kere ini ikut serta berperang di area Solo dan sekitar Jawa Tengah seperti di Ambarawa, Sragen, Srondol, Dll. Akhirnya Laskar Kere dimasukan dalam jajaran tentara asli melalui proses peleburan. Mereka masuk ke tentara murni melalui seleksi seperti halnya tentara asli. Laskar Kere rata-rata orangnya ikut berperan dalam kesatuan Tentara Pelajar Solo tahun 1945-1948. Laskar kere yang tergabung dalam tentara pelajar, berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di daerah Solo dan sekitarnya. Para laskar ini tidak takut mati demi membela tanah air Indonesia untuk melawan penjajah. Peran Laskar Kere aktif mempertahankan kemerdekaan Indonesia di daerah Solo. mereka tidak lupa dengan sekolah mereka. Jadi di saat mereka tidak berperang mereka menyempatkan untuk belajar dan membuka buku halnya seperti pelajar biasanya. Para pelajar ini dikembangkan dan di jadikan tentara murni menjadi Tentara Pelajar Solo Kata Kunci: Laskar Kere, Peran, Solo

Page 10 of 46 | Total Record : 456