cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
Core Subject :
Jurnal Harpodon Borneo is a national scientific journal dedicated to advancing knowledge and innovation in the fields of Fisheries and Marine Science. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following research areas: Ecology, Biodiversity, and Conservation of Aquatic Resources Sustainable Fisheries Resource Management Environmental Quality, Waste Engineering, and Aquatic Pollution Socioeconomics, Policy, and Governance of Fisheries and Marine Affairs Biomolecular Science and Genetics of Fisheries and Marine Resources Aquaculture Engineering and Production Fish Nutrition and Feed Technology Reproductive Biology, Health, and Diseases of Aquatic Organisms Fish Processing Technology and Food Safety Functional Food Diversification and Innovation Fisheries and Marine Biotechnology
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "volume 18 nomor 1, april 2025" : 6 Documents clear
PENGARUH KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN  SPAT TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LOMBOK. elfrida susmita; Priyo Santoso; Suleman
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan spat tiram mutiara (Pinctada maxima) di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok. Metodologi yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan Perlakuan A (Kepadatan spat tiram mutiara 10 ekor/poket) Perlakuan B (Kepadatan spat tiram mutiara 12 ekor/poket) Perlakuan C(Kepadatan spat tiram mutiara 14 ekor/poket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kepadatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik harian. Namun, tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% di seluruh kelompok perlakuan. Kualitas air yang terjaga dalam kisaran optimal, termasuk suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut, mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup spat tiram mutiara P. maxima
ANALISIS PROKSIMAT RUMPUT LAUT KERING KAPPAPHYCUS ALVAREZII DARI PANTAI AMAL, KABUPATEN TARAKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Happy Bunga Nasyirahul Sajidah; Christine Dyta Nugraeni; Reni Tri Cahyani; Dena Pramita Dewi; Nur Aisyah; Hafid; Gifal Fahrul Cholil M; Bella Nabila; Andika Styawan
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geografis Indonesia, dengan keberadaan sumber daya perikanan yang melimpah, menunjukkan banyak kemungkinan yang memerlukan pengelolaan yang baik. Salah satu sumber daya perikanan tersebut adalah rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proksimat rumput laut kering dari spesies Kappaphycus alvarezii yang diambil dari Pantai Amal di Tarakan, Kalimantan Utara. Analisis proksimat dilakukan untuk mengukur kandungan air, karbohidrat, lemak, dan protein dari rumput laut kering sesuai dengan standar AOAC (2005), sehingga hasil yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk penelitian lainnya ataupun untuk industri. Metodologi penelitian ini diawali dengan pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri melalui oven, pengujian karbohidrat dengan metode Clegg-Anthrone, pengujian lemak melalui metode soxhlet, dan pengujian protein dengan metode Kjeldahl. Hasil analisis dari rumput laut kering Kappaphycus alvarezii yang diambil di Pantai Amal Tarakan, Kalimantan Utara, menunjukkan kadar air sebesar 5%, karbohidrat hingga 28,86%, kandungan lemak 22,8%, serta kadar protein mencapai 25,16%. Rendahnya kadar air berkontribusi pada ketahanan yang lebih baik bagi rumput laut kering Kappaphycus alvarezii. Di sisi lain, semakin tinggi kandungan karbohidrat, lemak, dan protein, semakin banyak pula nilai gizi dalam rumput laut kering Kappaphycus alvarezii.
EFEKTIVITAS SUSUNAN FILTER SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR BUDIDAYA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Christian Tandi Arung; Muh. Rusli
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama. Salah satu kendala dalam budidaya ikan nila adalah penurunan kualitas air signifikan akibat pencemaran dari aktivitas lingkungan dan metabolisme ikan itu sendiri. Untuk meningkatkan kualitas air, salah satu solusi yang diterapkan adalah penggunaan sistem resirkulasi. Sistem resirkulasi memanfaatkan filter yang memiliki peran penting dalam menjaga mutu air. Filter ini terdiri dari tiga jenis, yaitu fisik, kimia, dan biologi, yang disusun pada media filter tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan susunan filter terbaik dalam menjaga kualitas air, baik dari segi parameter fisika maupun kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan susunan filter dari atas ke bawah, yaitu: (P1) sebagai kontrol tanpa filter, (P2) susunan sabut kelapa, koral, spons; (P3) koral, spons, sabut kelapa; dan (P4) spons, sabut kelapa, koral. Parameter kualitas air fisika yang diamati meliputi suhu dan pH, sedangkan parameter kimia meliputi oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada parameter fisika antar perlakuan. Namun, pada parameter kimia, penggunaan sistem resirkulasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa resirkulasi, dan susunan filter yang berbeda menunjukkan variasi hasil yang signifikan. Perlakuan dengan susunan filter pada P4 memberikan hasil terbaik baik pada parameter fisika maupun kimia.
PENGARUH PARAMETER LINGKUNGAN DAN PERLAKUAN PASCAPANEN TERHADAP POTENSI ANTIOKSIDAN CAULERPA RACEMOSA Mutmainnah Mutmainnah; Inayah Yasir; Abdul Haris
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan kondisi lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi terhadap aktivitas antioksidan rumput laut C. racemosa. Penelitian dilaksanakan pada 25 Februari sampai dengan 26 Maret 2017. Rumput laut diperoleh dari wilayah perairan laut serta tambak Teluk Laikang, Sulawesi Selatan. Proses sampling mengacu pada metode stratified random sampling dengan melakukan pengklasifikasi area berdasarkan jenis lingkungan, kemudian dari masing-masing lokasi diambil sampel secara acak. Rumput laut sebanyak 100 gr langsung digunakan untuk analisis dan 300 gr direndam pada bak tersirkulasi selama 10 hari dengan rerata salinitas 29 ppt sebagai perlakuan pascapanen sebelum diuji (masing-masing perlakuan sebanyak 3 ulangan). Ekstrak pekat yang telah dievaporasi selanjutnya dibuat dalam 1000 ppm pada pelarut metanol pro analysis sebagai larutan induk, selanjutnya diencerkan menjadi 100, 150, 200, 250, 300, dan 350 ppm sebagai larutan sampel. Pada tabung reaksi sebanyak 4 ml dari masing-masing konsentrasi larutan ditambahkan 1 ml larutan DPPH 0,1 M dalam metanol p.a, kemudian pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 516 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, hasil menunjukkan bahwa ekstrak kasar C. racemosa memiliki aktifitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50>200 ppm. Selain itu perbedaan lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi (perendaman) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak C. racemosa sehingga perlakuan pra-konsumsi dapat diterapkan untuk mendukung keamanan pangan.
KOMPOSISI DAN LAJU TANGKAPAN PARI JANTAN (Maculabatis gerrardi) DARI RAWAI SENGGOL DALAM MENDUKUNG KONSERVASI DI KALIMANTAN UTARA muhammad firdaus; M. Gandri Haryono; Gazali Salim; Peni Petrus; Theresia Theresia; Veryl Hasan; Leo Oscar; Abdul Haris
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap Rawai Senggol (Bottom Longline) untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan ikan pari Jantan (Maculabatis gerrardi) sebagai hasil tangkapan utama. Data ilmiah terkait dengan komposisi dan laju tangkapan ikan sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi komposisi hasil tangkapan dan laju tangkap ikan pari jantan yang tertangkap oleh rawai senggol di perairan Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan, dengan fokus pada aspek konservasi untuk menjaga kelestarian spesies ini. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, dengan 6 kali sampling yang dilakukan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pari jantan mendominasi komposisi hasil tangkapan dengan total 9197,5 kg (96,54%), diikuti oleh tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 206,6 kg (2,17%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 kg (1,29%). Total hasil tangkapan mencapai 9527,1 kg, dengan laju tangkapan berkisar antara 20,8–32,4 kg/jam. Penelitian ini mengindikasikan bahwa rawai senggol memiliki selektivitas tinggi terhadap ikan pari jantan sebagai tangkapan utama, yang mendukung upaya konservasi dengan mengurangi tangkapan sampingan dan buangan. Laju tangkapan yang relatif tinggi menunjukkan potensi pengelolaan yang berkelanjutan bagi spesies ikan pari di perairan tersebut
KEANEKARAGAMAN DAN INDEKS NILAI PENTING MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Kiki Teguh Gempur Pro Sutejo; Dori Rachmawani; Amrullah Taqwa
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang khas, hidup di wilayah pesisir dan muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Tumbuhan ini memiliki sejumlah adaptasi morfologis dan fisiologis yang serupa untuk bertahan di habitat tersebut. Salah satu kawasan yang memiliki ekosistem mangrove dengan kerapatan vegetasi yang kompleks adalah Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, indeks nilai penting, serta kondisi faktor lingkungan di KKMB. Metode pengambilan data menggunakan enam petak contoh berukuran 10x10 meter di setiap stasiun pengamatan. Hasil analisis memperlihatkan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') berturut-turut sebesar 1,224769 (Stasiun 1), 1,571846 (Stasiun 2), dan 1,299741 (Stasiun 3). Adapun indeks nilai penting tertinggi pada kategori pohon mencapai 122,14 (Stasiun 1), 88,13 (Stasiun 2), dan 104,52 (Stasiun 3). Berdasarkan nilai-nilai tersebut, keanekaragaman mangrove di ketiga stasiun termasuk dalam kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove di KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi stabil.

Page 1 of 1 | Total Record : 6