cover
Contact Name
Muji Sri Prastiwi
Contact Email
mujiprastiwi@unesa.ac.id
Phone
+6281803190335
Journal Mail Official
bioedu@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Unesa. Gedung C3, Lt. 2. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu)
ISSN : -     EISSN : 26859289     DOI : -
BioEdu merupakan Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Biologi yang diterbitkan oleh Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. BioEdu terbit tiga kali dalam setahun. BioEdu memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang kependidikan Biologi yang ditulis oleh para penulis dan peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Biologi
Articles 1,573 Documents
Profil Miskonsepsi Siswa Kelas XII SMA pada Submateri Sintesis Protein Berdasarkan Hasil Uji Four-Tier Diagnostic Test Eka Widiastutik; Isnawati Isnawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p85-94

Abstract

Miskonsepsi merupakan perbedaan pemikiran seseorang dengan pendapat yang disepakati oleh ahli. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencegah dan mengatasi miskonsepsi siswa agar tidak memengaruhi konsep selanjutnya yang akan diajarkan pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada submateri sintesis protein menggunakan four-tier diagnostic test, (2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya miskonsepsi yang dialami siswa, dan (3) mendeskripsikan upaya mereduksi miskonsepsi. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif evaluatif. Metode yang digunakan adalah tes objektif dan wawancara. Tes objektif berupa 15 butir soal four-tier diagnostic test yang dikerjakan oleh 60 siswa. Tes diagnostik berfungsi untuk mengetahui profil miskonsepsi siswa. Metode wawancara berupa angket yang berfungsi untuk mengetahui penyebab miskonsepsi. Angket wawancara dikerjakan oleh 30% siswa yang mengalami miskonsepsi tinggi, miskonsepsi sedang maupun rendah. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui sebesar 52,60% siswa mengalami miskonsepsi, 25,10% siswa termasuk tidak paham konsep, dan 22,60% siswa termasuk paham konsep. Indikator subkonsep yang mengalami miskonsepsi tinggi diantaranya adalah menentukan basa nitrogen dalam DNA, menentukan ciri tahapan terminasi translasi, merumuskan urutan proses sintesis protein, menganalisis jenis untai DNA pada inisiasi transkripsi, menentukan mekanisme sintesis protein. Penyebab miskonsepsi yang paling dominan pada penelitian ini adalah siswa itu sendiri, buku teks, dan guru. Berdasarkan hasil penelitian, kategori miskonsepsi pada subkonsep terminasi translasi, inisiasi transkripsi, dan mekanisme sintesis protein termasuk dalam kriteria tinggi. Kata Kunci: miskonsepsi, sintesis protein, four-tier diagnostic test.
Kelayakan Teoretis Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Lumut Berbasis Literasi Sains untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sintha Eka Ashari; Wisanti Wisanti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p95-101

Abstract

Berpikir kritis adalah kompetensi keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21, karena berpikir kritis berperan sebagai proses berpikir peserta didik dalam mengambil suatu keputusan yang berdasar pada pertimbangan bukti, permasalahan serta konsep yang berhubungan. Materi lumut merupakan salah satu materi dalam pembelajaran biologi yang bersifat kompleks, sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD berbasis literasi sains. Literasi sains dapat menfasilitasi keterampilan berpikir kritis, ditunjukkan kesesuaian antara kompetensi literasi sains dan indikator berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan teoretis LKPD “Lumut” berbasis literasi sains untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian termasuk penelitian pengembangan menggunakan model 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate.Tahap define, designdan develop dilaksanakan pada bulan November 2019-Maret 2020. Kelayakan teoretis ditentukan pada tahap develop berdasarkan penilaian validasiahli botani dan ahli pendidikan. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian validasi LKPD mencakup syarat konstruksi, teknis dan didaktik. Data dianalisis secara deskripstif kuantitatif, LKPD dinyatakan layak apabila hasil validasi mencapai ≥ 61%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas LKPD sebesar 97,23% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian LKPD “Lumut” berbasis literasi sainsdinyatakanlayak secara teoretis untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis. Kata Kunci: Kelayakan Teoretis, Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi Sains, Lumut.
Validitas LKPD Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains pada Submateri Sistem Indera Kelas XI SMA Nurul Rusydina Illahi; Dyah Hariani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p102-112

Abstract

Keterampilan proses sains tentang sistem indera dapat dilatihkan pada peserta didik melalui implementasi Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing melalui pembelajaran mengarah pada keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD serta mendeskripsikan validitas LKPD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D akan tetapi tahap Disseminate tidak dilakukan karena pengembangan hanya dalam skala kecil. Instrumen penelitian berupa lembar validasi LKPD. Analisis data secara deskriptif. Validasi LKPD dinilai dari 5 aspek yaitu penyajian, isi, bahasa, kesesuaian model pembelajaran inkuiri terbimbing, serta keterampilan proses sains. Hasil validasi berdasarkan aspek penyajian LKPD 1 tentang indera pengecap nilai rata-ratanya 95% dan LKPD 2 tentang indera pembau 91,7% sangat valid. Berdasarkan aspek kelayakan isi sangat valid nilainya 87,5% pada kedua LKPD. Namun ditinjau dari aspek bahasa valid pada LKPD 1 nilainya 75% dan LKPD 2 sebesar 83,3% sangat valid. Berdasarkan kesesuaian model pembelajaran inkuiri terbimbing hasilnya sangat valid pada kedua LKPD yaitu 90,3%. Ditinjau dari aspek keterampilan proses sains LKPD 1 hasilnya sangat valid yaitu 91,7% dan 93% pada LKPD 2. Dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dihasilkan yaitu LKPD berbasis inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains pada submateri sistem indera kelas XI SMA yang dinyatakan sangat valid dengan nilai 87,9% pada LKPD 1 dan 89,1% pada LKPD 2. LKPD berbasis Inkuiri Terbimbing pada indera pengecap dan pembau ini dapat diaplikasikan untuk pembelajaran dikelas XI SMA. Kata Kunci: LKPD, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Sistem Indera Kelas XI SMA
Validitas Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Perubahan Lingkungan untuk Melatihkan Keterampilan Proses Peserta Didik Kelas X SMA Firda Dwi Novitasari; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p113-125

Abstract

Keterampilan proses adalah seperangkat keterampilan untuk mencari dan membentuk pengetahuan dalam kebenaran ilmiah. Dengan melakukan penyelidikan peserta didik dapat meningkatkan pola pikir, menemukan konsep, dan membangun konsep secara mandiri. Adanya Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing berisi kegiatan praktikum pada materi perubahan lingkungan yang berorientasi suatu masalah dalam kehidupan nyata dapat melatihkan keterampilan proses peserta didik. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan validitas teoretis LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada materi perubahan lingkungan untuk melatihkan keterampilan proses. Model penelitian ini yakni pengembangan 4-D (Define, Design, Develop tanpa Disseminate). Parameter yang diukur dalam penelitian adalah validitas teoretis LKPD ditinjau berdasarkan perolehan skor hasil validasi oleh tiga validator. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil validasi keseluruhan LKPD menunjukkan hasil sebesar 96,18% dengan kriteria sangat valid, dan berdasarkan masing-masing aspek kelayakan peyajian, bahasa, isi, karakteristik LKPD berbasis inkuiri terbimbing, dan karakteristik LKPD untuk melatihkan keterampilan proses memperoleh persentase validitas sebesar 92,8%; 95,8%; 94,5; 98,6%; 99,2% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa LKPD dinyatakan valid dan layak ditinjau dari aspek validitas. Kata Kunci: LKPD, inkuiri terbimbing, keterampilan proses, perubahan lingkungan.
Pengembangam Instrumen Four-Tier Test untuk Mendetesksi Miskosnsepsi Siswa pada Materi Pembelahan Sel Aida Nur Azizah; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p126-134

Abstract

Miskonsepsi merupakan pengetahuan siswa terhadap suatu konsep yang diperoleh tidak sesuai dengan konsep yang telah disepakati oleh para ilmuan. Miskonsepsi harus segera diatasi agar tidak menghambat siswa dalam memahami konsep yang benar. Pembelahan sel merupakan materi yang sulit dan jau dari kehidupan sehari-hari karena mempelajari unit terkecil. Miskonsepsi dapat dihilangkan apabila telah teridentifikasi. Banyak cara untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa, salah satunya dengan instrumen miskonsepsi berbentuk four-tier test. Instrumen Four-Tier Test merupakan pengembangan dari instrumen sebelumnya, namun ada penambahan tingkat keyakinan pada alasan jawaban yang akan menambah keakuratan profil pemahaman siswa terhadap suatu konsep. Produk yang dihasilkan pada penelitian ini ialah instruen four-tier test untuk mendeteksi miskonsepsi siswa pada materi pembelahan sel. Adapun tujuan penelitian antara lain, untuk mendeskripsikan validitas dan reliabilitas instrumen, profil miskonsepsi, dan mengatahui penyebab miskonsepsi. Jenis penelitian ini adalah pengembangan yang mengacu model ADDIE (Analysis,Design,Develop,Implement,Evaluate). Uji coba dilakukan di SMA Negeri 1 Driyorejo pada 70 siswa kelas XII yang telah menerima materi pembelahan sel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata validitas sebesar 94,67 dan koefisien reliabiliatas 0,72 sehingga dinyatakan sangat valid dan reliabel. Rata-rata miskonsepsi yang dialami siswa lebih besar dari siswa yang paham konsep dan tidak paham konsep, yaitu sebesar 68,74%. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada konsep spermatogenesis sebesar 78,57%, sedangkan miskonsepsi terendah sebesar 52,86% pada konsep proses pembelahan mitosis. Faktor-faktor penyebab miskonsepsi siswa diantaranya ialah, dari diri siswa, guru, cara mengajar, konteks, dan buku teks. Kata Kunci: miskonsepsi, four tier test, ADDIE, pembelahan sel
Literature Study about Application Android Media on Biological Learning Process Mahiaka Dwi Atmaja; Raharjo Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p135-139

Abstract

In the learning process needed a good strategy to achieve learning goals. One of them is the use of media so that the learning process runs well. The development of the times has brought the world of education more advanced because of the floating technology and information. Android is very popular and many people use it among the people. Many Android applications have been developed for education. In biology, there are a lot of material and need to help overcome material that is still abstract or unclear. A strategy is needed to overcome this, one of which is the use of Android application media. Literature study that have been published say that Android application media can significantly improve students' understanding. The media is also very effective because it has the characteristics of being flexible to use anytime and anywhere, interactive and communicative that can attract students, and make it easier to understand the material so that knowledge is more concrete and can support student learning outcomes. The effectiveness of android applications can be seen from the results of media user satisfaction and can be seen in research that has used applications. This can be seen from the completeness of the learning outcomes of students reaching ≥75%. Keywords: learning media, Android aplication, biology material, learning process, learning goals.
Kelayakan LKPD Lumut Berbasis Discovery Learning untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Afifatur Rohmah; Wisanti Wisanti; Eva Kristinawati Putri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p140-149

Abstract

Topik lumut merupakan satu dari beberapa materi yang menuntut kompetensi mengelompokkan, mengamati, menganalisis, menjelaskan dan menyimpulkan, dan melalui aktivitas penemuan sendiri maka peserta didik bisa lebih mudah memahami konsep materi. Hal ini didukung dengan adanya penggunaan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis discovery learning yang bisa membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD “Lumut” berbasis discovery learning untuk melatihkan keterampilan literasi sains peserta didik yang dinyatakan layak secara teoretis. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan model 4-D dengan tahapan Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Tahap disseminate pada penelitian ini tidak dilaksanakan. Tahap pengembangan dilakukan di jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Uji kelayakan teoretis dilakukan pada tahap pengembangan berdasarkan penilaian pakar pendidikan dan pakar botani. Intrumen penelitian berupa lembar validitas yang berisi 44 pertanyaan yang tekait aspek konstruksi, teknis, dan dikdaktik. LKPD dinyatakan layak secara teoretis jika penilaian validasi pakar mendapat persentase rata-rata ≥ 71%. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa validitas LKPD mendapat nilai 97,93% dengan kriteria sangat valid. Dengan demikian LKPD “Lumut” berbasis discovery learning untuk melatihkan keterampilan literasi sains dinyatakan layak secara teoretis dengan kriteria sangat valid. Kata kunci: Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), Discovery Learning, Kelayakan, Literasi sains.
The Development of Student Worksheet Integrated by Stem Approach in Plant Growth and Development Material to Train Bio-Entrepreneurship Skills Irkham Mahmudi; Endang Susantini; Pramita Yakub
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p150-157

Abstract

The student worksheet based on Science, Technology, Engineering, and Mathematics / STEM approach was developed as an new teaching materials that can provide life experiences with the theme of biological entrepreneurship related to Wick hydroponics. This research aim was to produce student worksheets based on the STEM approach in plant growth and development material to train Bio-entrepreneurship skills in terms of theoretical and empirical feasibility. The development research used the 4D model started from define, design, develop, and disseminate. The research parameters measured from theoretical feasibility based on product validity, while empirical feasibility based on the results of the worksheet implementatiton in a small group of the 12th-grade student based on the level of Fry graph readability and the questionnaire responses. The results of the worksheet development on theoretical feasibility got a validity score of 3.65 with a very valid category. Empirical feasibility results based on the readability test at the 12th level, indicated that the information in the student worksheet was easily understood by 12th-grade students and got 95% of positive responses. This worksheet occupied the theoretical and empirical feasibility aspects so it was able to be used as an alternative teaching material developed using the STEM approach to trained students' Bio-entrepreneurship skills. Keywords: Student’s worksheet, Bio-entrepreneurship, plant growth and development, hydroponic Wick.
Validitas dan Kepraktisan LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Dasar Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA Novangga Dwiky Pramaditya; Reni Ambarwati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p158-164

Abstract

Materi keanekaragaman hayati membahas objek-objek yang telah dikenal oleh peserta didik karena berada dekat di sekitar peserta didik. Oleh karena itu, lebih mudah mengajarkan keterampilan proses karena objek yang dipelajari dapat dijumpai di kehidupan sehari-hari. Namun hingga saat ini belum ada LKPD untuk materi keanekaragaman hayati yang sekaligus melatihkan keterampilan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis keterampilan proses sains dasar materi keanekaragaman hayati kelas X SMA yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini merujuk pada model pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate), tanpa tahap disseminate. Validitas LKPD ditinjau berdasarkan validasi para ahli, yaitu ahli materi, ahli pendidikan, dan ahli media. Kepraktisan LKPD ditinjau berdasarkan penilaian guru (n = 5) dan respons peserta didik (n = 16). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis keterampilan proses sains dasar yang dikembangkan pada materi keanekaragaman hayati mendapatkan skor rata-rata keseluruhan aspek validitas sebesar 93% yang tergolong dalam kategori sangat valid. Selanjutnya pada hasil respons oleh peserta didik mendapatkan skor rata-rata 98% dan hasil respons guru biologi mendapatkan skor rata-rata 97% yang tergolong dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, LKPD berbasis keterampilan proses sains dasar materi keanekaragaman hayati yang dihasilkan sangat layak untuk digunakan pada pembelajaran biologi untuk materi keanekaragaman hayati. Kata Kunci: validitas LKPD; kepraktisan LKPD; keterampilan proses sains dasar; keanekaragaman hayati
Keefektifan LKPD pada Submateri Pencemaran Lingkungan untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Siswa Kelas X SMA/MA Pungky Dinda Lestari; Muslimin Ibrahim
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n1.p165-170

Abstract

Telah dikembangkan LKPD pada submateri pencemaran lingkungan untuk melatih keterampilan literasi sains peserta didik kelas X SMA/MA dengan menggunakan rancangan 4-D. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan LKPD tersebut yang diujikan pada 20 peserta didik SMAN 2 Sidoarjo. Kepada peserta sebelum dan sesudah perlakukan dilakukan tes hasil belajar dan pelaksanaan tugas-tugas literasi sains selama pembelajaran. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa pada kedua aspek tersebut, yaitu hasil belajar dan keterampilan literasi menunjukkan bahwa pada pretes semua peserta didik tidak tuntas pencapaian indikator hasil belajar maupun indikator literasi sains, sementara pada posttes 100% peserta didik menunjukkan ketuntasan pencapaian indikator hasil belajar dan literasi sains. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa LKPD pada submateri pencemaran lingkungan untuk melatihkan keterampilan literasi sains dinyatakan sangat efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD sebagai sarana melatihkan keterampilan literasi sains terbukti efektif dan mampu memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Kata Kunci : keefektifan Lmbar Kegiatan Peserta Didik, pencemaran lingkungan, keterampilan literasi sains