cover
Contact Name
Muji Sri Prastiwi
Contact Email
mujiprastiwi@unesa.ac.id
Phone
+6281803190335
Journal Mail Official
bioedu@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Unesa. Gedung C3, Lt. 2. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu)
ISSN : -     EISSN : 26859289     DOI : -
BioEdu merupakan Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Biologi yang diterbitkan oleh Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. BioEdu terbit tiga kali dalam setahun. BioEdu memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang kependidikan Biologi yang ditulis oleh para penulis dan peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Biologi
Articles 1,573 Documents
Determinant Factors of Genetic Misconception at 12th Grade Senior High School Student in Sampang Hayatin Nufus; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p579-587

Abstract

Twelfth grade senior high school students potentially have misconceptions in genetic material. The characteristics of genetic material are difficult to sense and complex, difficult to understand, and have the potential to cause misconceptions. Misconceptions can be caused by student factors, textbooks, contexts, teachers, and learning methods. This study aims to describe the categories of genetic misconceptions in students, to determine the determinant factors that cause the students' genetic misconceptions, and to give solutions in reducing or preventing the genetic misconceptions in students. The research used a mixed-method with sequential explanatory with multiple linear regression analysis on 58 samples of 12th-grade high school students in Sampang. The results of this study were categorization of students' genetic misconceptions percentage from low: moderate: high misconception, were 27.59%: 41.38%: 31.03%. Based on the high and medium categorization of students who have genetic misconceptions, 17.9% of the misconceptions were caused by student factors and learning methods. Student factor (X1) has a significant positive effect on students' genetic misconceptions (Y) with the t value of 2.590. The contribution of students and learning methods to student misconceptions can be written with the equation Misconception = 51.285 + 0.268 Student - 0.256M.Learning. The solution to minimize students' genetic misconceptions is through clinical learning by conducting a misconception test and continued with the 5e learning cycle model learning such as engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The implication of this study is teacher can strategize minimizing student factor in genetic misconception, such as through learning activity in the class. Keyword: determinant factor, misconception, student’s factor, learning method factor, 5e learning
Profil Miskonsepsi Peserta Didik SMA pada Materi Kingdom Animalia Menggunakan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test Dyah Novira Dwi Jayanti; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p479-489

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemerolehan konsep yang bertentangan dengan konsep yang benar menurut para ahli. Miskonsepsi dapat menghambat peserta didik untuk memahami suatu konsep karena sebenernya peserta didik sudah memiliki pengetahuan awal. Identifikasi konsep-konsep yang berpotensi mengalami miskonsepsi serta penyebabnya perlu dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi Kingdom Animalia menggunakan four-tier multiple choice diagnostic test dan mendeskripsikan faktor penyebab miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif evaluatif dengan menggunakan instrumen tes diagnostik 4 tingkat untuk mendapatkan profil miskonsepsi dan wawancara peserta didik untuk mengetahui sumber miskonsepsi. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan instrumen tes dalam bentuk google form. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik SMAN 1 Gresik kelas XI MIPA 4 sebanyak 36 peserta didik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadi miskonsepsi sebesar 33,82% pada materi Kingdom Animalia. Miskonsepsi paling tinggi terjadi pada konsep Amphibi dan konsep lapisan tubuh hewan dengan persentase 55,56% pada masing-masing konsep, sementara itu miskonsepsi terrendah terdapat pada konsep Pisces yakni sejumlah 13,89%. Faktor yang menyebabkan miskonsepsi adalah kesalahan peserta didik dalam menggeneralisasikan konsep-konsep pada materi Animalia, guru yang memiliki keterbatasan waktu dalam mengajar sehingga terdapat penjelasan yang kurang mendetail, cara mengajar dengan metode ceramah, buku ajar yang belum dilengakapi contoh gambar pada sub-bab tertentu, dan konteks yang dapat disebabkan oleh diskusi materi dengan teman sebaya. Strategi dan media pembelajaran yang menarik perlu diterapkan untuk mereduksi miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Test, Kingdom Animalia.
Profil dan Kelayakan Teoretis LKPD “Sistem Pencernaan” berbasis Problem Based Learning untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Wulan Ega Sanjaya; Evie Ratnasari
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p403-411

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Enam kompetensi yang diukur dalam berpikir kritis yaitu mengintepretasi, mengekplanasi, mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat solusi penyelesaian masalah. Keenam kompetensi berpikir kritis harus dikuasai ketika mempelajari materi sistem pencernaan. Peserta didik akan lebih mudah memahami penyampaian materi tersebut apabila diberikan dalam bentuk aktivitas pemberian masalah autentik. Kegiatan tersebut dapat ditunjang dengan menggunakan LKPD berbasis problem based learning (PBL) yang merupakan model pembelajaran dengan cara menuntut peserta didik untuk menghadirkan permasalahan nyata (autentik) sebagai acuan guna mendapatkan pengetahuan serta konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas LKPD Sistem Pencernaan berbasis PBL. Model penelitian ini ialah model instruksional Fenrich yang memiliki beberapa tahap yaitu menganalisis, merencanakan, merancang, mengembangkan, menerapkan, serta mengevaluasi dan merevisi. Kegiatan validasi dengan model intruksional Fenrich, dilaksanakan ketika pengembangan berdasarkan penilaian dari ahli pendidikan dan materi. Instrumen validasi terdiri dari lima puluh pertanyaan terkait aspek kelayakan penyajian, bahasa, isi, karakteristik LKPD berbasis problem based learning serta komponen kesesuaian LKPD untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis. Rincian rata-rata skor pada aspek kelayakan penyajian LKPD sebesar 4, aspek bahasa sebesar 3,7, aspek isi sebesar 3,8, aspek karakteristik LKPD berbasis PBL sebesar 3,8 dan aspek komponen kesesuaian LKPD untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis sebesar 3,8. LKPD yang dikembangkan dikategorikan sangat valid dengan rerata skor hasil validasi 3,8 dan layak untuk diuji coba.
Profil dan Validitas Secara Teoritis Booklet Materi Sel untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas XI SMA Astri Retno Dwi Ramadhani; Mahanani Tri Asri; Erlix Rakhma Purnama
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p275-282

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 khususnya pada materi sel memiliki kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu peserta didik mampu memahami komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang meliputi struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit terkecil kehidupan, hal ini menyebabkan peserta didik harus paham dan menguasai materi yang telah diajarkan. Oleh sebab itu diperlukan adanya booklet yang inovatif serta mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas booklet pada materi sel untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas XI SMA. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan ADDIE. Validitas booklet didasarkan pada pengukuran kelayakan penyajian (teknis), kelayakan bahasa (konstruksi), dan kelayakan isi (didaktik), validitas booklet diinterpretasikan berdasarkan hasil validasi. Hasil validasi berdasarkan aspek kelayakan penyajian memperoleh skor 3,8; aspek kelayakan bahasa dengan skor 3,83; dan aspek kelayakan isi memperoleh skor 3,5. Secara keseluruhan, hasil validasi booklet memperoleh skor rata-rata 3,71 sehingga dikategorikan sangat valid. Dengan demikian, booklet materi sel yang dikembangkan telah memenuhi kriteria penilaian booklet dan dapat dikatakan layak secara empiris dan teortitis. Kata Kunci: Booklet, sel, pemahaman konsep.
Pengembangan LKPD Berbasis Mind Mapping untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Ulfah Rahmawati Setyawan; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p412-417

Abstract

Mind mapping merupakan peta pikiran yang dikategorikan sebagai metode mencatat yang dapat mengembangkan keahlian peserta didik untuk mengingat materi dan melatihkan keterampilan berpikir kreatif. Berpikir kreatif merupakan cara berpikir peserta didik yang dinilai dari aspek berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinil, dan keterampilan mengelaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis mind mapping untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan LKPD memanfaatkan model pengembangan 4-D (define, design, develope, and disseminate), tetapi hanya dilakukan sampai pada tahap develope. LKPD divalidasikan para ahli dan diujicoba secara terbatas hanya 20 peserta didik kelas XII SMAN 02 Kota Mojokerto. Analisis kepraktisan ditinjau dari keterlaksanaan LKPD dan keefektifan ditinjau dari hasil evaluasi belajar dan respon peserta didik. Hasil LKPD yang dikembangkan valid dengan skor sebesar 98,35% dan kategori sangat layak. Hasil kepraktisan dilihat dari keterlaksanaan LKPD sebesar 92,66% dengan kategori sangat praktis dan keefektifan dilihat dari hasil evaluasi belajar sebesar 100% dan respon sebesar 92,3% dengan kategori sangat baik. LKPD yang dikembangkan layak dikembangkan untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif.
Pengembangan E-Book Berbasis STEM Pada Materi Ekosistem untuk Melatihkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Nadia Andaresta; Fida Rachmadiarti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p635-646

Abstract

Pada abad 21 media pembelajaran dituntut berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran, salah satu upaya yang dilakukan yaitu membuat buku yang disajikan dalam bentuk elektronik atau dikenal dengan Electronic Book (E-book). Pendekatan belajar STEM di dalamnya mencakup pembelajaran yang diajarkan bertumpu pada permasalahan yang muncul di kehidupan sehari-hari, STEM memandu siswa melakukan proses sains dengan melakukan kegiatan eksperimental. Peserta didik dituntut untuk belajar mandiri, dan memiliki kemampuan literasi sains dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk menyeimbangkan interaksi makluk hidup, sehingga penting bagi peserta didik memiliki kemampuan literasi sains yang dapat membantu mereka untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan Science, Technology, Engineering, and Math. Kemampuan Literasi Sains dapat dilatihkan dengan buku ajar yang diterapkan disekolah. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menghasilkan E-book. E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan Literasi Sains siswa yang layak secara teoritis dan empiris. Pengembangan E-book ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), tanpa tahap disseminate serta diuji cobakan terbatas pada 10 peserta didik kelas X IPA SMA di SMAN 1 WARU. Kelayakan teoritis diperoleh dari hasil validasi E-book yang dilakukan oleh dosen ahli materi, dosen ahli Pendidikan, dan guru Biologi SMA menggunakan instrumen validasi. Kelayakan empiris atau kepraktisan diperoleh dari analisis respon peserta didik menggunakan angket respon peserta didik. Data hasil validitas dan kepraktisan penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan Literasi Sains siswa yang telah dinyatakan layak secara teoritis dan empiris. Kelayakan teoritis E-book mendapatkan hasil rata-rata persentase 98,92% dengan kategori sangat valid. Kelayakan empiris E-book mendapatkan hasil rata-rata persentase 99,27% dengan kategori sangat positif.Kata Kunci: E-book, STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), Ekosistem, Literasi Sains.
Validity of Ecology Misconception Test Instrument using Three-Tier Test Method for 10Th-Grade High School Students Muhammad Izhar Mahendra Surya Nugraha; Herlina Fitrihidajati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p627-634

Abstract

Biology is a science built on various concepts, one of them is the concept of ecology. The difference in conceptual understanding from what has been agreed by experts is described as a misconception that can impact decision making including students’ learning outcomes. It is crucial to identify the existing misconception in ecological material to avoid sustainable misconception during studying ecological material, because misconception can impact students’ learning outcomes during learning. This study aims to produce a valid ecology misconception test instrument for 10th-grade high school students. This research is development research conducted using 4D research design consisting of 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. This ecology misconception test instrument was developed using three-tier test method on ecology material to map students’ conceptual understanding of ecological material. The parameter used is the instrument test validity, including the content, construction, and language aspects determined by calculating the percentage of profit validity for each item according to the aspects tested. The validation process of this misconception test instrument was reviewed by 3 validators consisting of ecologists, assessment experts, and high school biology teachers. Validation is done by assessing each item on the suitability of the aspects being assessed, and the data was carried out in a descriptive quantitatively by calculating the percentage of instrument validity. Based on the results of the study, it is known that the ecology misconception instrument test with a three-tier test method developed was valid in the aspect of the material is 98,40%, construction is 94,58%, and language is 99,50% and the average result after analyzing for each question item is 98,95%. Keywords: misconception, ecology, instrument, validity.
Pengembangan e-LKPD Berorientasi Learning Cycle 7E pada Sub-Materi Perkecambahan Biji untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Diana Eka Pratiwi; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p541-553

Abstract

Model pembelajaran Learning Cycle 7E merupakan kumpulan dari rangkaian tahapan-tahapan kegiatan belajar yaitu Elicit, Engagement, Exploration, Elaboration, Evaluation, dan Extend. Setiap tahapan dari Learning Cycle 7E bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengamati, menginterpretasi, mengklasifikasi, memprediksi, melakukan percobaan, menerapkan konsep, dan menerapkan pertanyaan lanjutan yang dapat membentuk keterampilan proses sains. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan e-LKPD berorientasi Learning Cycle 7E pada sub-materi perkecambahan biji untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XII SMA yang layak berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan guna menunjang proses pembelajaran di sekolah. e-LKPD yang dikembangkan menggunakan desain penelitian model 4-D (Define, Design, Develop, dan Desseminate) tanpa tahap Desseminate. Penelitian pengembangan ini dilakukan secara terbatas dengan 20 peserta didik pada kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Tarik Sidoarjo. Kriteria penelitian ini meliputi validitas dilihat dari hasil validasi para ahli, kepraktisan yang dilihat dari aktivitas peserta didik, dan keefektifan yang dilihat dari hasil belajar, keterampilan proses sains, dan respon siswa. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan validitas e-LKPD yang dikembangkan sebesar 97,49 dengan kategori sangat layak. Kepraktisan e-LKPD berdasarkan observasi aktivitas peserta didik mendapatkan hasil sebesar 80,08% untuk e-LKPD 1 dengan kategori praktis dan 97,08% untuk e-LKPD 2 dengan kategori sangat praktis. Keefektifan yang dilihat dari hasil belajar peserta didik mencapai peningkatan sebesar 90% dengan rata-rata skor 100%. Keterampilan proses sains siswa mencapai 91%, dan respon peserta didik mencapai 97,4% dengan kategori positif. Kata kunci : lembar kegiatan peserta didik elektronik (e-LKPD), learning cycle 7E, keterampilan proses sains, perkecambahan biji.
Pengembangan E-Book Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Kelas XII SMA Luspita Wahyuni; Yuni Sri Rahayu
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p314-325

Abstract

Pembelajaran di Indonesia saat ini menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) salah satunya secara daring yang disebabkan pandemi COVID-19. Alternatif bahan ajar yang dapat dikembangkan untuk PJJ adalah e-book. E-Book adalah buku elektronik berbentuk digital yang dikemas dalam bentuk teks, gambar, tabel, animasi dan video. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan e-book berbasis project based learning (PjBL) untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan yang valid dan praktis secara teoritis dan empiris. Penelitian ini dilakukan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Diseminate), tanpa tahap diseminate. Validitas e-book diperoleh dari hasil validasi ahli (yaitu ahli pendidikan dan ahli materi) dan guru biologi ditinjau dari komponen penyajian, isi, dan kebahasaan. Kepraktisan e-book ditinjau dari hasil uji keterbacaan e-book menggunakan Grafik Fry, lima respon guru sebagai praktisi dari instansi yang berbeda, dan sepuluh respon peserta didik kelas XII SMAN 1 Cerme. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book dinyatakan sangat layak dengan memperoleh persentase rata-rata skor validitas sebesar 94,08%. E-book juga menunjukkan sangat praktis dengan memperoleh persentase rata-rata jawaban positif dari respon guru dan peserta didik secara berurutan sebesar 98,37% dan 98,68%, serta rata-rata keterbacaan berada pada level 12. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-book berbasis project based learning (PjBL) untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan dinyatakan valid dan praktis secara teoritis dan empiris untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci : E-book, project based learning (PjBL), berpikir kreatif, Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.
Analisis Prinsip Argumentasi pada Materi Jaringan Tumbuhan dalam Buku Pegangan Siswa Zahrotul Ma'asa Hamdiyah; Rinie Pratiwi Puspitawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p267-274

Abstract

Salah satu tagihan pada kurikulum saat ini yakni proses pembelajaran dilakukan secara interaktif. Proses interaktif kemudian akan melahirkan kemampuan berkomunikasi yang antara lain kemampuan berargumentasi. Hal tersebut tertuang dalam tagihan Kompetensi Dasar dimana siswa diminta mampu menyajikan data secara tertulis maupun lisan. Prinsip argumentasi diperlukan untuk mencapai kemampuan argumentasi. Kemampuan Argumentasi terutama diperlukan pada pembelajaran biologi yang merupakan ilmu alam untuk memperkuat pemahaman terkait fenomena yang ada di dalamnya. Di antaranya adalah materi jaringan tumbuhan pada kelas XI SMA. Buku siswa saat ini sudah menjadi pegangan dalam pembelajaran yang belum diketahui telah memuat aspek argumentasi atau belum. Meninjau dari hal tersebut maka tujuan penelitian ini yakni menganalisis tiga buku siswa yang telah beredar di antara para siswa saat ini terkait adanya materi jaringan tumbuhan kelas XI SMA apakah dapat memfasilitasi terbentuknya keterampilan argumentasi berdasarkan indikator kemampuan argumentasi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi buku sesuai dengan instrumen aspek argumentasi terhadap buku siswa kemudian pengolahan data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Instrumen argumentasi diambil dari aspek 6 tahapan yakni ide awal, pengujian, pengamatan, kesimpulan, bukti, dan refleksi. Dengan hasil materi dalam buku pertama memiliki nilai kriteria Argumentasi 96,67% dan dikategorikan Sangat Baik, materi dalam Buku terbitan kedua memiliki nilai kriteria Argumentasi 50,00% dan dikategorikan Cukup materi dalam Buku terbitan ketiga memiliki nilai kriteria Argumentasi 66,67% dan dikategorikan Cukup dalam memuat kemampuan argumentasi. Penelitian ini dapat dijadikan refrensi dalam memilih buku siswa yang memenuhi kriteria argumentasi.