cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar on Food and Dietetic
ISSN : -     EISSN : 31232825     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional dan Call for Papers Seminar on Food and Dietetics merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan artikel-artikel penelitian dalam bidang gizi dan dietetik. Tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Post Op Ca Ovarium, Ascites, Anemia, Hipoalbuminemia, dan Gizi Kurang di RS X Surakarta Devina Navabil Ikhmawati; Dwi Sarbini; Irma Ristiani
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kanker ovarium merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kanker pada perempuan di Indonesia, dengan beban komplikasi yang mencakup ascites, anemia, hipoalbuminemia, serta status gizi yang buruk. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet Tinggi Energi Tinggi Protein yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan jaringan, serta mencegah terjadinya malnutrisi pada pasien pascaoperasi kanker.Metode: Studi kasus dilaksanakan saat bulan Februari 2025 pada pasien rawat inap di RS X Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama dua hari yang meliputi domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia, dan antropometri.Hasil: Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet tinggi energi dan tinggi protein dengan pembatasan garam, yang disesuaikan secara bertahap sesuai kondisi klinis pasien. Setelah dilakukan intervensi selama beberapa hari, asupan makan pasien meningkat hingga lebih dari 80% dari kebutuhan energi. Monitoring lanjutan menunjukkan perbaikan gejala klinis berupa penurunan nyeri, mual, dan sesak napas.Simpulan: Penerapan asuhan gizi terstandar pada pasien ini menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki asupan makan, mengurangi keluhan klinis, dan mempertahankan status gizi pasien selama perawatan. Intervensi diet tinggi energi dan protein rendah garam yang disesuaikan dengan kondisi klinis terbukti mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Karsinoma Serviks Residif post Debulking Melya Ummunnisa; Agus Prastowo; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan prevalensi 17,2%. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang memicu perubahan abnormal pada epitel serviks. Pasien stadium lanjut sering mengalami komplikasi serius seperti metastasis, obstruksi usus, dan adhesi organ pelvis. Terapi kemoterapi dan radioterapi menimbulkan efek samping yang memperburuk status gizi. Pada kasus karsinoma residif dengan komplikasi berat, operasi debulking meningkatkan stres metabolik dan risiko komplikasi pascaoperasi serta malnutrisi, yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas lebih tinggi. Pemberian asuhan gizi ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan onkologi. Penelitian ini dilaksanakan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif. Asuhan gizi dilakukan selama lima hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Hasil menunjukkan perbaikan kondisi pasien secara bertahap, ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan darah lengkap, tanda vital, fungsi sistem pencernaan, dan penurunan keluhan. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantauan pascaoperasi, terjadi peningkatan bertahap pada asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Dalam konteks ini, asuhan gizi terstruktur pascaoperasi berkontribusi positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.
Asuhan Gizi pada Pasien Gagal Napas disertai Ketoasidosis Diabetik, Asidosis Metabolik, dan Pneumonia Sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten M Muslikhatunnisa; Dwi Sarbini; Mawar Lestari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ketoasidosis Diabetik (KAD) merupakan komplikasi serius dari Diabetes Mellitus (DM). KAD merupakan keadaan darurat yang mengancam jiwa dan dapat terjadi pada pasien DM tipe 1 dan tipe 2. Proses Asuhan Gizi dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mengurangi beban pernafasan. Pasien dengan gagal napas membutuhkan asuhan gizi khusus untuk mempercepat penyembuhan. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mendukung pemenuhan asupan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.Tujuan: Untuk menggambarkan tata laksana asuhan gizi terstandar pada pasien gagal napas, ketoasidosis diabetik, asidosis metabolik, pneumonia dengan sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten.Metode: Studi kasus dilaksanakan pada pasien rawat inap di RS Soeradji Tirtonegoro. Pengambilan data dilakukan dengan observasi selama 8 hari pada domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia dan antropometri.Hasil: Intervensi gizi yang diberikan berupa diet rendah karbohidrat dengan bentuk makanan cair penuh diberikan melalui Nasogastric Tube (NGT) dengan frekuensi 5x200cc. Hasil intervensi menunjukkan fisik klinis mulai membaik, hasil laboratorium biokimia kadar gula darah mulai menurun, asupan pasien meningkat dari hari ke hari namun terdapat beberapa pemenuhan zat gizi makro yang belum mencapai target (<80%). Gejala sesak napas yang dirasakan pasien telah teratasi dan tidak terjadi perubahan status gizi pada pasien.Kesimpulan: Pemulihan pasien pada kasus ini tergolong cukup cepat, hasil pemantauan fisik klinis mulai membaik, tidak terjadi perubahan status gizi, dan asupan makanan meningkat menuju target yang ditetapkan sehingga secara keseluruhan intervensi yang diberikan tercapai.
Pemberian Bubur Tempe Tinggi BCAA pada Pasien Sirosis Hepatis: Laporan Kasus Rewinta Putri Denaru Kelimari; Dwi Sarbini; Agus Prastowo
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang menyebabkan gangguan fungsi hati dan penurunan kadar asam amino rantai cabang (BCAA), yang berkontribusi pada malnutrisi. Asupan tinggi BCAA dikaitkan dengan perbaikan status gizi, pencegahan ensefalopati hepatikum, dan peningkatan kualitas hidup. Tempe, sebagai sumber BCAA nabati, berpotensi digunakan dalam intervensi nutrisi pasien sirosis. Laporan kasus ini membahas seorang wanita berusia 68 tahun dengan sirosis hepatis, ascites permagna, varises esofagus, dan riwayat ensefalopati hepatikum. Penilaian gizi menunjukkan status gizi kurang, penurunan nafsu makan, serta asupan protein sangat rendah (47,11%). Intervensi diet gizi seimbang diberikan dengan tambahan bubur tempe sebanyak 150 ml pada setiap makan utama selama empat hari rawat inap. Bubur tempe dibuat dari campuran tempe pasar 20 gram dan bubur nasi 30 gram, diblender halus, dan disesuaikan teksturnya agar mudah diterima pasien. Monitoring harian menunjukkan adanya perbaikan keluhan mual dan peningkatan asupan energi sebesar 41,89%, protein 67,77%, serta BCAA 50,25%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempe sebagai sumber BCAA nabati dapat diterima dengan baik dan berpotensi meningkatkan asupan nutrisi pasien sirosis hepatis.
Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Frekuensi Makan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gilingan, Kota Surakarta, Jawa Tengah Febbi Nuzula Rosmasita; Luluk Ria Rakhma; Diah Ekowati
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi pada balita merupakan isu krusial dalam kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Masalah gizi seperti stunting, underweight, dan wasting dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu faktor masalah gizi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan asupan makan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan frekuensi makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gilingan.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu balita usia 6-59 bulan berjumlah 40 balita yang dipilih menggunakan metode random sampling. Analisis statistik menggunakan uji normalitas dan uji rank spearman.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut BB/U (p=0,046) dan BB/TB (p=0,002). Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut TB/U (p=0,912). Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi menurut BB/U (p=0,185), TB/U (p=0,248) dan BB/TB (p=0,544).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator BB/U (berat badan menurut umur) dan BB/TB (berat badan menurut tinggi badan), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator TB/U (tinggi badan menurut umur). Selain itu, frekuensi makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi.
Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Underweight pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar Galih Cinantya Handini; Luluk Ria Rakhma; Tri Susanti
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan gizi pada balita terutama underweight, merupakan masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 30 balita berusia 12-59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder e-PPGBM dari Puskesmas Gondangrejo mengenai data antropometri, riwayat berat badan lahir, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antara riwayat berat badan lahir dengan kejadian underweight dan uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian underweight.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dengan kejadian underweight (p=0,024)(p<0,05), sementara pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan kejadian underweight (p=0,290)(p>0,05).Simpulan: Terdapat hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dengan kejadian underweight pada balita, dan tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif terhadap underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pengaruh Pemberian PMT Enteral berbasis Pangan Lokal terhadap Berat Badan dan Tinggi Badan Balita Wasting di Kecamatan Kaliwungu dan Bringin Semarang Sri Fathimatuz Zahra; Siti Zulaekah; Sari Kusumawati; E Elfrida
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan enteral berbasis pangan lokal merupakan salah satu intervensi yang dirancang sebagai upaya mengatasi gizi kurang pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PMT enteral berbasis pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan anak balita dibandingkan dengan PMT lokal standar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 20 balita dipilih berdasarkan kriteria wasting yang ditetapkan Dinas Kesehatan Semarang bekerja sama dengan Puskesmas Kaliwungu dan Puskesmas Bringin dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, Mann-Whitney dan Independent Sample T-Test.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap berat badan dan tinggi badan anak (p>0,05). Namun, terdapat peningkatan yang signifikan pada berat badan setelah 21 hari intervensi (p=0,009) dan tinggi badan (p=0,031) dalam kelompok intervensi setelah pemberian enteral berbasis pangan lokal. Kelompok intervensi menunjukkan kenaikan berat badan intra-kelompok yang signifikan sebesar 0,49 kg sedangkan kenaikan tinggi badan relatif kecil sebesar 0,26 cm. Durasi intervensi yang pendek menjadi keterbatasan dalam mengamati pertumbuhan linier pada balita.Simpulan: Pemberian enteral berbasis pangan lokal selama 21 hari belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat badan dan tinggi badan balita wasting jika dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan PMT lokal standar.
Pemberian Enteral kepada Balita dengan Masalah Gizi Kurang dan Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan) Ferinda Rahma Mawadda; Siti Zulaekah; Tutut Widiasmara
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Balita yang mengalami masalah gizi seperti gizi kurang dan stunting perlu penambahan asupan makan. Salah satu yang dapat diberikan adalah blenderized formula. Blenderized formula yang tinggi energi dan protein dapat menambah asupan makan balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan status gizi balita setelah diberikan blenderized formula selama satu minggu.Presentasi Kasus: Sebanyak 5 balita dengan masalah gizi kurang dan stunting diberikan blenderized formula selama satu minggu. Blenderized formula terbuat dari ubi jalar kuning, dada ayam, kacang hijau, telur ayam, tepung maizena, tepung susu skim, minyak kelapa sawit, gula pasir, santan, dan sari buah naga. Blenderized formula diberikan satu kali dalam sehari sebanyak 100 ml. Terdapat satu balita yang mengalami kenaikan berat badan.Simpulan: Balita yang mengalami kenaikan berat badan sebesar 20%.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Jumlah Anggota Keluarga, dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Colomadu I Aviega Essa Meilinda Hapsari; Luluk Ria Rakhma; Tri Wibowo Anang Setia Budi
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Status gizi balita mencerminkan kualitas tumbuh kembang balita dan menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi balita.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Instrumen penelitian ini yaitu wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 40 ibu yang memiliki balita. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil: Berdasarkan hasil tabulasi silang, diketahui bahwa balita yang diberikan ASI eksklusif dan memiliki status gizi baik berjumlah 26 responden. Balita yang berasal dari keluarga kecil dan memiliki status gizi baik berjumlah 25 responden. Ibu dengan tingkat pendidikan setara SMA memiliki balita dengan status gizi baik sebanyak 16 responden. Hasil uji statistik menunjukkan p-value sebesar 0,707 (p > 0,05) untuk riwayat ASI eksklusif, p-value 0,008 dan 0,021 (p<0,05) untuk jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu balita terhadap status gizi balita.Simpulan : Tidak terdapat hubungan ASI eksklusif terhadap status gizi balita, terdapat hubungan jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu balita terhadap status gizi balita.
Validitas dan Efektivitas Media Flashcard Gizi untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Fahdah Haniyah; Luluk Ria Rakhma; Tri Wibowo Anang Setia Budi
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi stunting di Indonesia yang mencapai 21,5% menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi masih sering terjadi pada anak dibawah lima tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah praktik pemberian makan bayi dan anak yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji validitas, dan efektivitas media flashcard dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak di Puskesmas Colomadu I.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang diadaptasi dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek meliputi 3 ahli materi, 3 ahli media, 5 uji coba sasaran, serta 30 ibu balita sebagai sasaran. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, validasi media dengan Content Validity Ratio, dan efektivitas diuji melalui pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon signed rank.Hasil: Uji validasi media termasuk dalam kategori sangat layak dengan penilaian dari para validator ahli materi 4.7 ahli media 4.5, dan sasaran 4.7 dari skala 1-5. Setiap ahli materi sepakat bahwa materi dalam flashcard relevan dengan Content Validity Index sebesar 1.0. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu balita dengan rata-rata skor pre test 68 menjadi 91 pada post test dengan nilai signifikan 0,001 (p<0,05). Pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak meningkat sebesar 33,8%.Simpulan: Media flashcard gizi terbukti valid dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak, serta dapat digunakan sebagai media informasi dan edukasi.

Page 2 of 4 | Total Record : 37